Anda di halaman 1dari 4

1.

Tujuan
 Mengetahui perbandingan bahan yang tepat digunakan untuk membuat manisan
 Membuat manisan mangga dengan cara baik dan benar
 Mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk mangga menjadi manisan
2. Dasar teori
Buah mangga termasuk kelompok buah batu (drupa) yang berdaging, dengan
ukuran dan bentuk yang sangat berubah-ubah bergantung pada macamnya, mulai dari
bulat, bulat telur hingga lonjong memanjang. Panjang buah kira-kira 2,5-30 cm. Pada
bagian ujung buah, ada bagian yang runcing yang disebut paruh. Diatas paruh ada bagian
yang membengkok yang disebut sinus, yang dilanjutkan ke bagian perut.
Kulit buah agak tebal berbintik kelenjar, hijau, kekuningan atau kemerahan bila di
masak. Daging buah jika masak berwarna merah jingga kuning atau krem, berserabut
atau tidak, manis sampai masam dengan banyak air dan berbau kuat sampai lemah. Biji
berwarna putih, gepeng memanjang tertutup endokarp yang tebal, mengayu dan berserat.
Biji ini terdiri dari dua keping ada yang monoembrional dan ada pula yang poliembrional.
Manisan adalah salah satu bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh
masyarakat. Rasanya yang manis bercampur rasa khas buah sangat cocok untuk dinikmati
diberbagai kesempatan. Manisan merupakan salah satu metode pengawetan produk buah-
buahan yang paling tua, dan dalam pembuatannya menggunakan gula, dengan cara
merendam dan memanaskan buah dalam madu. Pengolahan aneka buah mejadi manisan
ini memberikan keuntungan tersendiri. Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh
fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga
berubah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa
simpannya sangat penting, termasuk pengolahan menjadi produk manisan.
Manisan basah adalah manisan yang diperoleh setelah penirisan buah dari larutan
gula. Manisan basah memiliki kandungan air yang lebih menarik karena serupa dengan
buah aslinya. Manisan basah biasanya dibuat dari buah yang keras.
3. Alat & Bahan
 Alat :
1. Pisau
2. Talenan
3. Baskom
4. Gelas ukur
5. sendok
 Bahan :
1. Mangga 4 buah
2. Gula (I) 30 gram
3. Gula (II) 50 gram
4. Langkah kerja
1. Alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat manisan disiapkan
2. Kulit mangga dikupas hingga bersih
3. Mangga dipotong tipis menjadi ukuran yang kecil
4. Larutan gula I dibuat dengan melarutkan 300gula dalam 1 liter air bersih
5. Irisan mangga direndam dalam larutan gula hingga 1 hari
6. Larutan gula diganti dengan larutan II dibuat dengan melarutkan 500 gram gula
dalam 1 liter air bersih
7. Irisan mangga direndam dengan larutan II hingga 1 hari
8. Pemanenan dilakukan pada hari berikutnya
9. Manisan siap dikemas

5. Hasil pengamantan

Kelompok Jumlah Warna Aroma Rasa Kenampakan


mangga
(gram)
1 1500 ++ +++ +++ +++
2 1000 +++ +++ +++ ++
3 1500 ++ +++ +++ ++
4 1000 +++ +++ +++ +++
5 1000 ++ ++ +++ +++
6 1000 ++++ +++ +++ +++
6. Pembahasan
Buah yang cocok digunakan untuk manisan yakni buah bertekstur keras atau pilih
buah yang setengah matang, memiliki rasa tawar, manis atau asam. Buah dengan rasa
tawar akan mendominasi manis dari gula yang ditambahkan, buah yang asam akan
menjadi manisan kombinasi yang memiliki rasa asam serta manis. Jenis buah yang
dipakai juga harus disesuaikan dengan manisan yang akan dibuat, apakah manisan kering
atau manisan basah.
Manisan basah adalah manisan yang diperoleh setelah penirisan buah dari larutan
gula. Manisan basah mempunyai kandungan air yang lebih banyak dan penampakan yang
lebih menarik karena serupa dengan buah aslinya. Manisan basah biasanya dibuat dari
buah yang keras. Contoh buah untuk manisan basah adalah kolang kaling, mangga,
kedondong, salak, pepaya, cermai, jambu biji, belimbing. Sedangkan manisan kering
adalah manisan yang diperoleh setelah buah ditiriskan kemudian dijemur sampai kering.
Manisan kering memiliki daya simpan yang lebih lama, kadar air yang lebih rendah, dan
kadar gula yang lebih tinggi. Manisan kering biasanya dibuat dari buah yang teksturnya
lunak. Contoh buah untuk manisan kering adalah uah kundur, kedondong, asam jawa,
bengkuang, pala, jambu mete, terung, semangka.
Peran gula dalm pembuatan manisan adalah untuk memberi rasa pada manisan
dan pengawetan pada manisan dengan menghambat bakteri yang menyebabkan
pembusukan.

Kelompok 1 dengan jumlah mangga 1500 gram memiliki warna kurang baik,
aroma normal, rasa normal dan kenampakan normal. Kelompok 2 dengan jumlah mangga
`1000 gram memiliki warna normal, aroma normal, rasa normal dan kenampakan kurang
baik. Kelompok 3 dengan jumlah mangga 1500 gram memiliki warna kurang baik, aroma
normal, rasa norrmal dan kenampakan kurang baik. Kelompok 4 dengan jumlah mangga
1000 gram memiliki warna normal, aroma normal, rasa normal dan kenampakan normak.
Kelompok 5 dengan jumlah mangga 1000 gram memiliki warna normal, aroma kurang
baik, rasa normal dan kenampakan normal. Sedangkan kelompok 6 dengan jumlah
mangga 1000 gram memiliki warna sangat baik, aroma normal atau sangat segar, rasa
normal, dan kenampakan normal.

7. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum pembuatan manisan mangga saya dapat melakukan
teknik perendaman, mengetahui proses pembuatan manisan, dan dapat melakukan proses
penggulaan.

8. Daftar pustaka
Suka-suka-surya.blogspot.co.id/2013/03/pembuatan.manisan.html?m=1
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manisan_buah
http://billanznations.bogspot.com

Semarang, 12 November 2017

Pembimbing Praktikan

(Krisnina Dita N.) (Yustika Rizki)