Anda di halaman 1dari 25

BATIK SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL BANGSA INDONESIA

DI ERA GLOBALISASI ISSN : 0215 - 3092

BATIK SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL BANGSA INDONESIA


DI ERA GLOBALISASI

Iskandar
(Fakultas Pertanian, Universitas Islam Batik Surakarta)
Eny Kustiyah
(Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Batik

Surakarta) ABSTRACT

This research aims at finding out the reason why Indonesia tries hard to make Batik
as Indonesian Cutural Heritage. It also aims at revealing and explaining as well the
importance of identity in globalization era. This research uses inductive research to
explore the intended phenomenon and finds the way to anticipate it. The method of
the research is descriptive qualitative. The primary source of data derived from
Indonesian batik where as the secondary data come from the books, journals, and
virtual sources. The type of data are words, phrases, clauses, sentences, narration.
The researcher employs library research and note-taking technique to collect the
data then put them into particular domain. The researcher employs hermeneutic
approach to find out the history of Batik in Indonesia. Then, the researher finds out
the elements which support Batik as Indonesia cultural heritage. The researcher
tries to find out the relation between Batik and globalization which finally culminate
in cultural identity.

Key words: batik, cultural identity, globalization

bahasa, bangunan dan karya-karya


PENDAHULUAN lainnya. Yang menjadi fokus kajian
Identitas merupakan sesuatu dalam penelitian ini yakni identitas diri
yang melekat dan mencerminkan jati yang terwujud dalam pakaian batik. Hal
diri seseorang dalam lingkup kecil dan ini terbukti dengan boomingnya industri
jati diri bangsa dalam lingkup luas. batik di tanah air dalam era globalisasi.
Identitas dalam artian mencerminkan Berkenaan dengan kajian
jati diri bangsa seolah sudah menjadi budaya, maka peneliti menjatuhkan
kebutuhan yang harus dimiliki saat ini. pilihan pada batik yang menjadi isu
Identitas suatu bangsa terwujud dalam dalam identitas budaya Indonesia
berbagai bentuk seperti bendera dengan mengemukakan dua alasan;
kebangsaan, lagu kebangsaan, lambang pertama, adanya kesadaran kolektif pada
negara dan yang dikaji dalam penelitian warga masyarakat Indonesia untuk
ini yakni identitas dalam wujud budaya. mengenakan baju Batik karena Batik
Adapun aspek-aspek budaya yang merupakan warisan leluhur bangsa
observable antara lain, makanan, Indonesia. Kedua, Batik memiliki
pakaian, religi,

GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 |1


BATIK SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL BANGSA INDONESIA
DI ERA GLOBALISASI ISSN : 0215 - 3092

kekhasan maupun keunikan yang Saat ini, Batik berada di


membedakan bangsa Indonesia dengan puncak popularitas. Batik sudah
bangsa lain. ditetapkan sebagai Indonesian Cultural
METODE PENELITIAN Heritage yaitu warisan budaya tak
Penelitian ini bertipe deskriptif benda oleh United Nations Educational,
kualitatif. Sumber data utama penelitian Scientific and Cultural Organisation
ini yakni ragam batik di Indonesia. (UNESCO) tepatnya pada tanggal 2
Sumber sekunder diambil dari buku- Oktober 2009. Batik adalah seni gambar
buku, jurnal dan sumber virtual lainnya di atas kain untuk pakaian. Seni gambar
sebagai kajian pustaka. Adapun tipe ini tidaklah asal menggambar saja akan
data adalah teks berupa kata, frase, anak tetapi motif apa yang digambar juga
kalimat, kalimat dan narasi. Peneliti memiliki makna filosofis. Filosofi motif
menggunakan library research untuk batik ini berkaitan erat dengan
mengumpulkan data. Maksud dari kebudayaan Jawa yang sangat kental
library research yaitu mencari dan dengan simbol- simbol yang sudah
mengelompokkan ungkapan dan mengakar kuat dalam falsafah
komentar kritis yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Jawa.
topik penelitian. Kemudian, data-data Sebelum sampai pada pengakuan
tersebut dikumpulkan melalui teknik dunia akan Batik yang diakui sebagai
pencatatan. Selanjutnya, data-data yang warisan budaya tak benda bangsa
sudah diperoleh dikelompokkan dalam Indonesia (Intangible cultural heritage),
domain-domain tertentu. maka peneliti akan membahas beberapa
Adapun dalam hal menganalisis hal berkaiatan dengan alasan Batik yang
data, peneliti menetapkan tiga langkah. diperjuangkan bangsa Indonesia sebagai
Pertama, data-data yang sudah warisan budaya serta Batik yang
terkumpul tersebut dianalisa secara dijadikan identitas budaya bangsa
deskriptif hermeneutik. Hal ini Indonesia di era globalisasi. Beberapa
dilakukan untuk mencari, menemukan hal itu diantaranya Sejarah Batik di
dan menggambarkan sejarah Batik di Indonesia, Elemen-elemen Yang
Indonesia. Kedua, peneliti mencari Mendukung Batik Sebagai Indonesian
elemen-elemen yang mendukung Batik Cultural Heritage, dan Batik Sebagai
menjadi Indonesian cultural heritage. Identitas Kultural Bangsa Indonesia di
Ketiga, peneliti mencari relasi antara Era Globalisasi.
Batik dan globalisasi dan akhirnya 1. Sejarah Batik di Indonesia
mengerucut pada cultural identity. Dalam khasanah kebudayaan,
HASIL PENELITIAN DAN Batik merupakan salah satu bentuk
PEMBAHASAN seni kuno yang adiluhung. Batik
berasal dari bahasa Jawa yaitu
“amba” berarti tulis dan “nitik” yang berarti titik. Yang dimaksud adalah
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 |2
BATIK SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL BANGSA INDONESIA
DI ERA GLOBALISASI ISSN : 0215 - 3092

menulis dengan lilin. Membatik pulau Jawa. Adapun istilah klasik


diatas kain menggunakan canting merujuk pada ragam hias dari masa
yang ujungnya kecil memberi kesan pra-Hindu, Hindu-Jawa Majapahit
“orang sedang menulis titik-titik”. dan masa kesultanan yang berasal
Kata batik menurut (Sularso dkk, dari pengaruh kerajaan Islam Demak
2009: 23) merujuk pada kain dengan dan Pajang.
corak yang dihasilkan oleh bahan Batik yang awalnya hanya
malam (wax) yang diaplikasikan ke dipakai di lingkungan keraton saja
atas kain sehingga menahan mulai melebarkan sayapnya ke luar
masuknya bahan pewarna (dye) atau keraton seiring dengan kebutuhan
dalam bahasa Inggrisnya “wax resist dan perkembangan jaman dari
dyeing.” kebutuhan individual menjadi
Meskipun kata batik dirujuk dari industrial. Industri batik dalam
bahasa Jawa, namun asal muasal bentuknya yang paling sederhana,
batik sesungguhnya masih menjadi diperkirakan mulai berkembang pada
misteri dan masih diperdebatan abad ke-10 di saat Jawa banyak
sampai saat ini. Pada tahun 1677, mengimpor kain putih (kain mori)
terdapat bukti sejarah mengenai dari India sebagaimana diungkapkan
perdagangan sutera dari Cina ke berbagai sumber kuno.
Jawa, Sumatra, Persia dan Sejarah batik memang dominan
Hindustan. Selain itu juga terdapat di pulau Jawa mengingat pulau ini
catatan-catatan tertulis mengenai memiliki tingkat kepadatan
ekspor batik dari Jawa ke Malabar penduduk yang tinggi sejak dahulu
pada catatan tahun 1516 disusul kala bahkan sampai sekarang. Karena
tahun 1518. Di dalam catatan itu tingkat kepadatan penduduk inilah,
dikatakan mengenai kain-kain tercatat dalam sejarah bahwa di pulau
diwarna indah yang disebut tulis Jawa terdapat banyak kerajaan.
(bahasa Jawa) yang dalam bahasa Menurut Sularso (2009: 25) bahwa
Indonesia juga berarti tulis. Batik “India telah menulis tentang
tulis biasa disebut “batik klasik” atau Dwipantara atau Kerajaan Hindu
“batik murni”. Van Roojen (2001) Djawa Dwipa di pulau Jawa dan
menyatakan bahwa apa yang Sumatera sekitar 200 SM.” Rekam
dimaksud dengan batik klasik jejak pulau Jawa inilah yang
bersumber pada arus budaya yang mengukuhkannya sebagai pusatya
mendasarinya yakni pada masa seni batik yang telah berkembang
kerajaan Mataram II (1575-1755) di sampai sekarang. Telah diakui dunia
bahwa Batik mencapai puncak
keemasannya di Jawa pada masa
kerajaan Mataram I sampai
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 |3
BATIK SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL BANGSA INDONESIA
DI ERA GLOBALISASI ISSN : 0215 - 3092

dengan masa Mataram II yang printing ini banyak mempengaruhi


dipecah menjadi keraton Surakarta arah industri perbatikan karena
dan Yogyakarta. prosesnya yang lebih cepat dan
Batik Jawa terkenal sangat harganya jauh lebih murah
intricate yang berarti memiliki dibandingkan batik tulis. Dengan
tingkat kerumitan tinggi dalam hal demikian, munculnya era
motif dan pewarnaan. Dalam hal industrialisasi juga menandai pasang
motif, batik Jawa memiliki motif- surutnya batik khususnya geliat
motif yang kental akan filosofi industri kain batik di pulau Jawa.
hidup. Batik dengan ragam hias dan 2. Elemen-elemen Yang Mendukung
motifnya telah mengakar dalam Batik Sebagai Indonesian Cultural
kebudayaan Jawa dan mempunyai Heritage
fungsi masing-masing mulai dari a. Perajin Batik dan Industri Batik
fungsi untuk menggendong bayi, Pada awalnya, seni batik
untuk alas, selimut, khusus untuk di hanya ada di lingkungan keraton.
pakai raja, khusus dipakai pengantin Hal ini sebagai salah satu cara
sampai untuk kain penutup jenasah untuk menunjukkan eksistensi
(Hardjonagoro, 1999, 65). para aristokrat pada karya seni
Kreatifitas seni batik ini tidak yang dihasilkan. Namun pada
hanya berkutat pada budaya lokal waktu sekarang, seni batik sudah
atau budaya Jawa saja, akan tetapi menyebar luas di masyarakat
juga bertemu dengan budaya luar bahkan profesi sebagai pembatik
seiring sejalan dengan ramainya sudah menjadi mata pencaharian
jalinan perdagangan antar negara. masyarakat terkhusus kaum
Kebudayaan Jawa yang bersentuhan perempuan.
dengan budaya lain seperti dalam hal Di daerah Jawa Tengah telah
perdagangan dengan Cina, India dan berkembang pesat para perajin
Timur Tengah memberi warna batik/pembatik dan industri batik
tersendiri dalam ragam motifnya. seperti di Yogyakarta dan
Popularitas batik mulai Surakarta. Di Yogyakarta,
meningkat pada akhir abad ke-18 industri batik juga mengalami
atau awal abad ke-19. Munculnya pasang surut. Menurut Nurainun
batik cap menandai era (2008), pada tahun 1970an,
industrialisasi. Selain itu, sejak terdapat 1200 unit usaha batik
industrialisasi dan globalisasi yang dan sampai dengan tahun 2008,
memperkenalkan teknik otomatisasi, tinggal 400 unit usaha yang
batik jenis baru muncul yakni batik bertahan. Sementara itu dari data
printing. Batik

GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 |4


Koperasi Batik Persatuan sampai sekarang bahkan
Pengusaha Batik Indonesia di cenderung prospektif. Menurut
Yogyakarta, dari 116 unit usaha Nurainun (2008: 125),
batik, kini tinggal 16 usaha saja, Dari data pemerintah
sedangkan yang benar-benar Pekalongan diketahui
menjalankan usah batik hanya 5 terdapat 1719
unit. Sementara itu di Gunung pengrajin batik yang
Kidul, data dari Dinas tersebar di tiga
Perindustrian, Perdagangan dan kecamatan yaitu
Koperasi DIY menyatakan Pekalongan Barat,
bahwa jumlah industri batik tulis Pekalongan Timur,
dari tahun 2003-2004 menurun dan Pekalongan
drastis dari 107 unit usaha Selatan. Terdapat 600
menjadi 8 unit saja. Tren perusahaan batik dan
penurunan jumlah unit usaha juga 700 perusahaan
terjadi di koperasi Kobat garmen. Memiliki
Tantama bahwa lebih dari 70% empat grosir besar
anggotanya sudah tidak aktif lagi yaitu Sentono (225
bergerak di sektor industri batik kios), Pasar Gamer
dari total anggota berjumlah 132 (350 kios), Mega
perajin. Grosir MM (150 kios)
Tren penurunan unit usaha dan pasar Metono.
juga terjadi pada batik Lasem.
Diawali pada tahun 1950an, Sementara itu industri batik
terdapat 140 pengusaha batik di Solo juga megalami
kemudian merosot menjadi 70 peningkatan mulai satu dekade
pengusaha batik di tahun 1970an. silam. Ada dua sentra batik di
Di tahun 2008, hanya 12 orang Solo yang perpusat di Laweyan
saja yang bertahan menjalani dan Kauman. Di Laweyan, telah
bisnis batik. Hal utama yang terbentuk Forum FPKBL yakni
mendasari pudarnya sinar Forum Pengembangan
industri batik Lasem yaitu Kampoeng Batik Laweyan
sumber daya manusia. Tidak ada dengan ketua Alpha Febela
regenerasi pembatik muda karena Priyatmono. Kampoeng Batik
batik Lasem sebagian besar Laweyan didominasi pelaku
merupakan batik tulis. usaha menengah dan besar sejak
Adapun industri batik di puluhan bahkan ratusan tahun
Pekalongan masih bertahan

GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2460


lalu. “Ada 93 pelaku usaha di menyerap tenaga kerja sejumlah
Laweyan, lebih dari 50 % adalah 2119 orang. Di tahun 2013,
pelaku usaha kecil yanng jumlah pengusaha industri batik
pekerjanya kurang dari 7 orang,” naik menjadi 71 orang dengan
ujar Alpha Febela kepada Tempo, produktifitas per bulan mencapai
Jumat 3 Mei 2013. 20 ribuan lembar dan menyerap
Sementara itu Kampoeng tenaga kerja sejumlah 4.457
Batik Kauman juga terlihat orang. Pada tahun 2014, tren
denyut industri perbatikannya. kenaikan terus terjadi, ada 84
Sejak Februari 2006 dibentuklah orang pengusaha batik dengan
Paguyuban Kampoeng Batik produktifitas per bulan mencapai
Kauman. Saat ini klaster 24 ribu lembar dan melibatkan
Kampoeng Batik Kauman 4.620 orang. Dari sekian orang
memiliki 72 anggota dan yanag yang terjun di industri batik,
sudah bergabung dalam koperasi tercatat sebanyak 7 orang
ada 40an anggota. pengusaha batik Lasem yang
Sementara di Cirebon, telah melindungi karyanya
terdapat Kampung Batik Trusmi dengan mengajukan merk dagang
yang merupakan pusat industri ke Kementerian Hukum yang
wisata batik di Cirebon. terdiri dari Sekar Mulyo Art,
Kampung ini mencakup lima Sorkak Sorgung Art, Batik
desa yaitu Desa Trusmi Wetan, Kresno Aji, Hamdan Batik,
Trusmi Kulon, Panembahan, Wot Dampo Awang Art, Purnama Art,
Gali, dan Weru. Menurut Kabid dan Sola Gracia Art (sumber:
Industri Dinas Perindustrian dan Radio Citra Bahari FM
Perdagangan Kabupaten Cirebon Rembang)
, Supardi terdapat 402 unit usaha Adapun di luar pulau Jawa,
kerajinan batik, namun banyak terdapat batik Madura dan batik
yang terbentur modal. Bali. Di Madura, data dari
Untuk batik Lasem DISPERINDAG Pamekasan
kabupaten Rembang, sumber dari menguraikan bahwa lokasi
Dinas Indagkop UKM Kabupaten kerajinan batik di Pamekasan
Rembang tahun 2012 menyebar di 11 kecamatan
menyebutkan terdapat 54 dengan jumlah terbanyak di
pengusaha industri batik Lasem kecamatan Proppo. Lokasi ini
dengan produktifitas per bulan berdekatan dengan keraton
sekitar 16 ribu lembar dan sehingga lumrah jika ada jejak
warisan batik yang melimpah di

GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2461


sana. Pegantenan dengan
Pemerinta 2 sentra, sebesar menyerap
h kecamatan 2.037.600. tenaga kerja
Kabupate Galis 1 000 sebanyak 58
n sentra, dan rupiah.” orang.
Pamekasa kecamatan Adapun
n Tlanakan 1 jumlah
mengemb sentra. industri
angkan Sement batik di
sentra- ara batik Kota
sentra Bali terpusat Denpasar
industri di kota dari tahun
batik tulis Denpasar 2008 s/d
yang sebagai 2010
keseluruh ibukota sejumlah
annya Bali. 71 unit
mencapai Menurut industri,
28 sentra, (Biomantara tahun
tersebar di , 2014: 486) 2011
tujuh “Industri sejumlah
kecamatan kain Batik 73 unit
. Adapun di kota industri
rinciannya Denpasar dan tahun
sebagai adalah 2012 turun
berikut: industri menjadi
Kecamata terbanyak di 61 unit
n Provinsi industri.
Pamekasa Bali. Terdapat
n 5 sentra, Dengan satu
kecamatan jumlah 61 daerah lagi
Proppo 12 unit usaha yang juga
sentra, dan memprodu
kecamatan menyerap ksi kain
Palengan tenaga kerja batik yaitu
6 sentra, sebanyak Kabupaten
Kecamata 417 orang Badung
n Waru 1 dengan nilai sebanyak
sentra, 3 unit
kecamatan investasi usaha
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2462
D karena “ bat
ari itu kini Bangs sebagai
sekia kita a yang Presiden
n mengen besar Afrika
banya al yang adalah Selatan.
k unit namany bangs Penghar
usaha a Batik a yang gaan
batik Solo, meng batik
yang Batik hargai sebagai
terseb Yogyak buday warisan
ar, arta, anya, budaya
maka Batik Indon sendiri
mulai Betawi, esia inilah
lah Batik layak yang
diken Cirebon disebu mengant
al , Batik t arkan
istilah Remba bangs negara
yang ng, a yang Indonesi
meruj Batik berbu a
uk Pekalon daya.”
pada gan, Itulah mendap
batik Batik kutipa atkan
terten Madura n pengaku
tu , Batik kalim an dunia
sesuai Semara at dari yang
denga ng, Nelso diwakili
n Batik n oleh
motif, Bali Mand UNESC
raga dan ela, O
m batik seoran bahwa
hias lainnya g Batik
dan yang pejuan adalah
asal tersebar g Indones
batik di apart ia
terseb Nusanta heid Cultural
ut ra. yang Heritag
dibua b. Event perna e dan
t. Bertema h masuk
Batik dalam
Oleh menja
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2463
daftar tindaka yang potensi
Worl n nyata mengkola investasi
d bangsa borasikan dan
Herit Indones sektor pariwista
age. ia untuk pariwisat di Solo;
Penga melesta a, Solo
kuan rikan perdagan Batik
dunia warisan gan dan Carnival
atas budaya investasi yakni
batik seni yang karnaval
Indon batik. diikuti yang
esia Salah oleh menganbil
juga satu peserta di tema batik
harus tindaka wilayah yang
diikut n nyata Indonesia dijadwalk
i oleh untuk dan an pada
memban sudah dijadwalk Juli 2016;
gkitkan rutin an pada Solo
kesadara diselengg tanggal 4- Batik
n akan arakan di 8 Mei Fashion,
rasa berbagai 2016; menampil
memiliki daerah Solo kan
batik dan seperti di Investme desain
melestari Solo ada nt Trade batik yang
kannya “Solo and bisa
yaitu Carnival: Tourism digunakan
dengan Batik is Expo sebagai
menyele my Life” 2016, tolok ukur
nggaraka yang merupaka busana
n event dijadwalk n batik
atau an pada kolaboras nasional
acara- 21 i pameran dan event
acara Februari investasi, ini
bertema 2016; perdagan dijadwalk
batik. Java gan dan an pada
Eve Expo pariwisat Oktober
nt lokal 2016, a untuk 2016;
bertema Pameran memperk Pasar Seni
batik Nasional enalkan Balekamb
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2464
ang, Membati Fashion Pekalong
yakni k yang Week an dan
pasar diadakan akan Karnaval
seni oleh digelar Batik
budaya Tembi bulan Pekalong
yang Rumah Mei an. Acara
beraneka Budaya 2016. ini
ragam di Bantul Se menampi
dan dan mentara lkan
dijadwal diadakan itu di seluruh
kan pada setiap beberapa potensi
Oktober Minggu kota lain budaya
2016. yang juga di
Ada bertujua menyele Pekalong
pun n untuk nggaraka an.
event mengena n event- Ada
bertema lkan event pun
batik di budaya yang Lasem
Yogyaka batik menduku juga
rta pada ng karya menyelen
seperti masyara seni ggarakan
Demo kat; batik. Di Karnaval
TEBAKI Pekalong Batik
N an ada Lasem
merupak Pekan yang
an Batik baru
pameran Internasi diluncurk
tenun, onl yang an pada
batik dan dijadwal tahun
kain kan 2013
khas bulan silam.
Nusantar Oktober Sedangka
a tahun ini. n Bali
dijadwal Selain yang
kan pada itu ada menjadi
bulan juga maskot
Agustus Kirab pariwisat
2016; Budaya a
Jogja Kota Indonesia
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2465
mengus Acara ini diwujudka Batik Bordir
ung merupak n dalam Accessories
Pesta an event- Fair di
Kesenia pameran event Grand City
n Bali. berbagai nasional Surabaya;
Acara macam dan diikuti Gebyar
ini bulan karya oleh para Wisata
Juni seni dan perajin di Budaya dan
pada pencapai Indonesia Nusantara
hari an seni diantarany 2016 di JCC
Sabtu yang a Festifal Jakarta;
minggu dikunjun Batik Gelar Batik
kedua gi oleh Bordir dan Nusantara di
dan hari turis Tenun JCC Jakarta;
Sabtu domestik Nusantara Inacraft di
minggu dan 2016 di JCC yang
kedua manca Graha menampilka
bulan negara. Manggala n beragam
Juli. Siliwangi karya seni
Sedangka batik yang Bandung; Indonesia.
n Cirebon sudah Pameran Kegitan
juga dipakai para Produk tersebut
menyelen aristokrat di Unggulan diatas
ggarakan sana sejak Koperasi, dilakukan
event dulu. Di UKM, dan secara
budaya dalam acara PKBL kontinyu dan
seperti ini termasuk 2016 di terencana
Pagelaran lomba Duta Java Mall sehingga
Seni Batik Semarang; lambat laun
Keraton Cirebon. Pameran membentuk
Kasepuha Adapu Fashion kesadaran
n. n Batik masyarakat
Pagelaran pemerintah Handycraf pada warisan
ini juga t di seni batik
menampil berperan Bellevue yang
kan aktif dalam Mall akhirnya
bermacam mengusung Lebak dilekatkan
karya seni seni batik Bulus
termasuk yang Jakarta;
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2466
sebag anegara ian Danar
ai agar akan Hadi
identi turut warisa Solo,
tas mengen n seni Museum
buday al dan batik Batik
a mempo para Pekalon
bangs pulerka leluhu gan, dan
a. n ciri r Telecent
Selai khas bangs er
n itu, seni a Museum
kegiat adiluhu Indon Batik.
an ng dari esia. Mu
terseb Indones Beber seum
ut ia apa batik
juga berupa museu melakuk
bertuj seni m an
uan batik. batik berbagai
untuk c. Museum yang upaya
meni Batik ada di untuk
ngkat Ke Indon melestar
kan beradaa esia ikan
gaira n dianta seni
h museu ranya batik
indust m batik Muse diantara
ri yang um nya
pariw memaja Batik pengada
isata ng Yogy an
yang karya akarta koleksi,
dapat seni , tindakan
mena batik Muse konserv
rik dari um asi
wisat batik Teksti terhadap
awan kuno l di koleksi,
dome sampai Tanah dan
stik batik Aban tindakan
dan modern g, preventi
wisat menunj Muse f dalam
awan ukkan um pelestari
manc kepedul Batik an
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2467
kolek pelestar semuany d. Tujuan
si. ian a Wisata
Tidak batik berpartis Se
dipun diantara ipasi telah
gkiri nya aktif diakui
bahw sarana melestari oleh
a saat dan kan UNES
ini prasara warisan CO
muse na budayan bahwa
um museu ya. Hal batik
meng m, inilah merupa
hadap tenaga yang kan
i kerja, patut Indone
beber dan kita sian
apa pendan petik Cultur
kenda aan. karena al
la Jika sarat Herita
dalam melihat pelajaran ge,
upaya peran berharga maka
sehingga geliat
museum an
nantinya industri
di luar budaya
museum batik
negeri, . Hal
batik di dan
maka ini
Indonesi pariwis
kesan diduku
a juga ata
yang ng
mengala batik
berbeda tingkat
mi semaki
akan kemak
perkemb n
kita muran
angan terlihat
temui. negara
dan nyata.
Museu tersebu
kemajua Digelar
m di t,
n dalam nya
luar tingkat
peranann event-
negeri pendid
ya event
memega ikan
melestari rutin
ng dan
kan seni yang
peranan kesada
batik bertem
penting ran
Nusantar a batik
dalam kolekti
a. setiap
pelestari f yang
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2468
tahun bersinggun atau taplak
telah menga gan dengan meja. Para
mengun ngkat acara pengunjun
dang kemak tersebut. g akan
para muran Gema memprakt
turis masyar wisata juga ekkan
baik akat didengungk cara
domesti yang an di membatik
k dan Kampoeng dengan
luar Batik – canting
negeri kampoeng yang
untuk Batik yang nantinya
datang tidak hanya akan di
melihat, memproduk berikan
membel si dan kepada
i dan menjual pengunjun
bahkan batik akan g sebagai
investas tetapi juga kenang
i. Virus menawarka kenangan.
positif n wisata Pengalam
akan edukasi. an
kegiatan Salah satu membatik
ini jenis wisata sendiri
terbaca edukasi di inilah
dari kampoeng yang
marakn batik yaitu menjadi
ya melihat suguhan
penjuala proses unik
n batik, pembatikan sehingga
padatny dan diajari banyak
a cara pengunjun
akomod membatik g yang
asi dan menggunak penasaran
perhotel an canting dan ingin
an, dengan mencoba.
larisnya media kain Selai
restoran kecil n
yang seukuran kampoeng
otomatis sapu tangan batik, ada
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2469
juga trade melestari Identitas stic
center atau kan batik merupakan features
pusat batik khususny konstruksi of a
yang a di sosial particula
menjual industri budaya. r group
berbagai pariwisata Merujuk that
macam yakni pada hal ini, automati
kain batik bagaiman maka cally
dan baju a caranya identitas assigns
batik jadi. membawa budaya an
Wisatawan batik menurut individu
bisa sebagai Voicu al’s
membeli “souvenir (2014: 1) group
batik di wajib” didefinisika members
tempat ini sehingga n sebagai: hip.
secara tidak an
eceran dan afdol individual Ad
kodian. kiranya ’s apun fitur
Tugas jika realization identitas
bangsa berkunjun of his or kultural
Indonesia g ke her place antara lain:
dalam in the suku, etnik,
Indonesi Dictioary, spectrum profesi,
a tanpa identity: of cultures sosial,
membel “the fact and ekonomi,
i kain of being purposeful gender,
batik. who or behavior bahasa,
3. Batik what a directed pakaian,
Sebagai person or on his or makanan,
Identitas thing is” her religi dan
Kultural atau “the enrolment lain
Bangsa distinct and sebagainya
Indonesia personality acceptanc .
Seca of an e into a Berkenaan
ra definisi, individual particular dengan
menurut regarded group, as identitas
kamus as a well as budaya
Oxford persisting certain yang
English entity.” characteri diangkat
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2470
dalam isu Mulai (2) Berdikari berarti bahwa
penelitian dari Presiden dalam bangsa ini
ini, maka pertama ekonomi, harus
fitur yang Republik (3) Berke memiliki akar
menjadi Indonesia, Ir. pribadiandalam kultural yang
fokus utama Soekarno kebudayaan. kuat sebagai
yaitu telah Berdaulat landasan
pakaian mengawali dalam politik karakter
khususnya usahanya berarti bahwa kepribadian
kain batik. dalam rangka bangsa ini sehingga
Proses pencarian memiliki memiliki
pemeroleha identitas kedaulatan pribadi ala
n identitas bangsa penuh sehingga Indonesia
bangsa Indonesia tidak didekte yang kokoh
Indonesia dengan oleh pihak meskipun
ini sudah ungkapannya, asing dalam dibanjiri
dimulai “Jiwa bangsa menentukn budaya asing
sejak lama. yang hidup, masa sehingga
tidak pernah depannya. tidak mudah
berhenti Berdikari tercerabut
berjalan, seni dalam ekonomi dari akarnya.
yang hidup berarti bahwa Akar budaya
pun tidak bangsa ini yang berpijak
pernah harus memiliki pada
berhenti.” kekuatan dan kebhinekaan
Untuk kemandirian merupakan
mendukung dalam identitas yang
hal itu, maka ekonomi, tidak dimiliki
bung Karno tergantung bangsa
menggagas pada bantuan Indonesia
konsep dan hutang luar (Tranggono
Trisakti yang negeri. dalam Harian
up to date Berkepribadian Kedaulatan
sampai dalam Rakyat, 26
sekarang ini kebudayaan April 2011).
yang terdiri Usaha akan karya
dari; (1) untuk seni batik
Berdaulat menciptakan sebagai
dalam politik, awareness identitas
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2471
nasional Peristiwa Bambang Joko Widodo
dilanjutkan langka ini Yudhoyono juga
oleh presiden tentu menjadi telah menunjukkan
kedua sorotan menorehkan kepedulian
Negara media dunia sejarah yang akan warisan
Kesatuan karena tak lekang seni batik.
Republik kedelapan dimakan Beliau
Indonesia belas zaman yakni menetapkan
yaitu bapak pemimpin upaya untuk dress code
Soeharto. dari berbagai mengusulkan batik coklat
Beliau negara batik sebagai pada saat
melihat seperti warisan upacara
peluang emas Presiden Bill budaya pelantikan
agar seni Clinton dari Indonesia menteri
batik di Amerika disambut dalam
kenal dunia Serikat, baik oleh Kabinet
dengan Perdana UNESCO. Kerja.
mengenalkan Menteri Tanggal 2 Dukungan
nya melalui Canada, Oktober 2009 akan batik
peristiwa Jepang dan merupakan sebagai
penting beberapa tonggak identitas
yakni Asia pimpinan diakuinya kultural
Pacific negara lain batik sebagai bangsa
Economic berfoto warisan Indonesia
Conference bersama budaya dunia terus
(APEC) di mengenakan tak benda mengalir
istana Bogor kemeja batik dari negara sampai
pada tahun yang di Indonesia. sekarang.
1994. Pada desain oleh Sedangk Pemerintah
saat itu desainer an Presiden melalui
semua kondang, ke tujuh Kementerian
pemimpin Iwan Tirta. Negara Perindustrian
negara yang Adapun Kesatuan telah
hadir dalam Presiden ke Republik mendukung
konferensi enam Negara Indonesia, keberlangsun
APEC di Kesatuan gan industri
daulat untuk Republik batik dan
mengenakan Indonesia, memetakan
baju batik. Susilo sejumlah
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2472
pengrajin atau ciri Batikmark kompetisi
batik batik buatan adalah untuk dan
dengan Indonesia. menghadapi
memberikan Ada tiga pembajakan maupun
Batikmark jenis terlebih di era politik. Di
sebagai penggolonga teknologi Asia
upaya untuk n dalam canggih Tenggara,
melindungi batik mark: dalam komunitas
motif batik 1. Kategori globalisasi nasional,
dari emas untuk Berkaita etnik maupun
pembajakan batik tulis, n dengan sub-regional
. Batikmark perak untuk kajian menyumbang
juga batik penelitian, sebagai agen-
menunjukka campuran maka agen produksi
n bahwa tulis dan pengaruh budaya.
batik cap, serta globalisasi Namun
tersebut putih untuk terfokus pada mereka
memiliki batik cap. aspek bukanlah
kualitas Batikmark kebudayaan, entitas yang
bagus. mulai hkususnya sama seperti
Sebanyak berlaku di batik yang dahulu
106 Indonesia menjadi melainkan
pengrajin sejak tahun identitas komunitas
batik dari 50 2007 dan kulltural berbeda
ribu merupakan bangsa karena
pengrajin di inisiasi dari Indonesia. mereka telah
seluruh Kamar Yamashita “campur”
Indonesia Dagang (2003:4) dengan hal
sudah Indonesia, dalam asing yang
bersertifikat Yayasan Batik bukunya merangsek
dan teruji Indonesia, membahas masuk
sebagai Kementerian proses sehingga
batik Pariwisata, kebudayaan homogenitas
berkualitas. dan yang sedang suatu
Batikmark Kementerian berlangsung kebudayaan
merupakan Perindustria dan relasinya dipertanyakan
tanda yang n. Adapun dengan . Tidak ada
menunjukka tujuan utama globalisasi lagi keunikan
n identitas dari ekonomi dan kekhasan
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2473
suatu budaya panji-panji banyak kapitalisme
setelah kapitalisme dampak global.
globalisasi telah masuk dalam Menurut
masuk. dengan kehidupan Tilaar (1999)
Identitas mudahnya di bermasyarak manusia
budaya suatu Indonesia. at dan sebagai
komunitas Hal ini tentu bernegara. makhluk
mulai luntur memberi Bangsa sosial dan
perlahan tapi Indonesia makhluk
pasti. mengalami budaya
Kontestasi tiga krisis adalah
identitas besar yaitu, seseorang
kultural ini 1. Krisis yang
mendapatkan kedaulatan menguasai
tantangan karena dan
karena terus bangsa ini berperilaku
menerus didekte oleh sesuai
bersentuhan kekuatan dengan nilai-
dengan dan nilai budaya,
usaha- usaha kekuasaan khususnya
internasional asing, 2. nilai-nilai
, kelas sosial, Krisis etis dan
gender, dan ekonomi moral yang
lain-lain karena hidup dalam
sehingga hegemoni kebudayaan
entitas lokal kapitalisme, tersebut.
berupaya 3. Krisis Nilai-
untuk budaya nilai etis dan
meredefinisi karena moral yang
identitas bangsa ini tertuang
kultural yang semakin dalam seni
telah tercerabut batik
melahirkan dari akar merupakan
kebudayaan budayanya perwujudan
baru. akibat solidaritas
Santerny budaya sosial yang
a globalisasi massal yang diikat oleh
yang dipompa aturan dan
membawa oleh nilai budaya
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2474
yang dianut pada budaya dan (Widagdo,
oleh privatisasi. makna 2001).
masyarakat. Seni batik filosofinya. Pengaruh
Namun yang Perubaha globalisasi
seiring awalnya n yang begitu menggeser
dengan cermin cepat ini di nilai seni
masuknya solidaritas angkat oleh khususnya
ruh yang Delor’s seni batik,
kapitalisme komunal Report yang dari seni yang
yang berubah mengusung penuh
menawarka menjadi isu global filosofis,
n personal yaitu religius dan
persaingan ketika ketegangan simbolik
ekonomi, didesak oleh antara tradisi berubah
maka nilai- panji-panji dan menjadi seni
nilai budaya kapitalisme modernitas, yang bersifat
yang yang global versus material
termaktub diusung lokal, semata. Karya
dalam seni pasar global. universal dan seni yang
batik Maka individual, seperti ini
mengalami mulailah kelanggengan tercipta
pergeseran bermunculan dan karena
dan individulism pembaharuan kebutuhan
cenderung e yang . Kondisi praktis dan
penyempita berakar dari budaya ekonomis.
n yang ruh karena Kekuatan
mengarah bertemunya kapitalisme
kapitalisme telah berganti dua nilai dalam era
dalam menjadi akibat globalisasi
berkarya keakuan. Hal penduniaan tidak mampu
seni. Fuad ini dalam segala dielakkan
Hasan mengakibatk bidang yang sehingga
menyebutnya an seni pada kekuatan ini
“kekamian budaya puncaknya harus disikapi
dan bukan tradisi milik menimbulkan dengan arif.
kekitaan.” masyarakat ketegangan Berbagai
Kebersamaa mulai pudar antara yang upaya terus
n dan termasuk spiritual dan dilakukan
solidaritas nilai-nilai material untuk
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2475
“menyambut Bangsa untuk adapun para
” globalisasi Indonesia mensosialisa antropologist
sekaligus harus sikandan menggunaka
menyusun menunjukka menginterna n istilah
strategi agar n lisasikan enkulturasi
bangsa ini eksistensiny “ruh” batik yang
tidak hanyut a dengan pada merujuk
dalam arus menunjukka masyarakat. pada proses
global n ciri khas Adapun yang sama.
semata yang yang sosialisasi Sedangkan
mampu dimiliki. adalah internalisasi
menggerus Ciri khas proses adalah
budaya kita. inilah yang pengalihan penjiwaan
menjadikan ide-ide, dari proses
bangsa pengetahuan tersebut
Indonesia , sikap dan sampai
unik tingkah laku membentuk
sekaligus dari satu pengetahuan
menjadi generasi ke dan perilaku.
penanda generasi Internalisasi
eksistensiny berikutnya. meliputi
a. Adapun Proses ini proses
penanda berlangsung penghayatan,
yang terpilih dimulai dari proses
diantara keluarga, penguasaan
kebhinekaan teman, secara
yang ada pendidikan mendalam
jatuh pada formal dan melalui
karya seni non formal, latihan,
adiluhung dan pengolahan,
berupa seni pergaulan di pemikiran,
batik. masyarakat. dan
Berbaga Sosialisasi penghadiran
i kegiatan merupakan tertentu
yang istilah yang lainnya. Oleh
berkaitan sering karena itu
dengan seni dipakai oleh Koentjaranin
batik para grat (1986)
ditujukan sosiologist, menyebutkan
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2476
proses
internalisasi

GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2477


bersifat pribadi. Puncak proses yang intangible culture dari Indonesia oleh
mengerucut pada setiap pribadi inilah UNESCO.
yang diupayakan bersama seluruh Pencapaian cultural identity
komponen masyarakat dan achievement ini mendapatkan
pemerintah dalam menggugah tantangan dari globalisasi yang
awareness atau kesadaran individu mengusung panji-panji kapitalisme.
akan eksistensi batik sebagai Dengan adanya gempuran dahsyat
identitas kulturalnya. Mengutip budaya asing yang mengalir dalam
sabda dalem Ingkang Sinuwun derasnya globalisasi, maka bangsa
Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Indonesia sudah sepatutnya
X dari Keraton mengambil sikap yakni
Surakarta, “Rum mempertahankan nilai-nilai dan
Kuncaraning Bangsa Dumunung beliefs system melalui karya seni
Haneng Luhuring Budaya” yang batik yang menjadi ciri khas bangsa
artinya harumnya nama dan Indoesia karena batik merupakan
tingginya derajat suatu bangsa identitas, penjelasan strata sosial,
terletak pada budayanya. bahasa kebudayaan, spiritualitas
manusia, penemuan teknologi, dan
SIMPULAN DAN SARAN perjalanan suatu peradaban yang
Dari pembahasan mengenai batik menjadi identitas bangsa Indonesia.
sebagai cultural identity bangsa b. Saran
Indonesia diatas, maka peneliti menarik Berdasarkan kesimpulan yang
kesimpulan dan menawarkan saran telah diuraikan diatas, maka peneliti
sebagai berikut: menawarkan dua saran yaitu
a. Kesimpulan 1. Kajian mengenai batik
Berkenaan dengan warisan seyogyanya dimasukkan di
budaya adilluhung berupa seni batik, kurikulum pendidikan yang
maka eksistensi batik mengalami masuk dalam pelajaran seni
pasang surut dalam pencarian dan sehingga generasi penerus
penemuan identitas kulturalnya. bangsa mengetahui sejarah
Kesadaran akan identitas kultural ini batik, pasang surutnya batik
melalui proses panjang dimulai dari dan bahkan sampai praktik
unexamied cultural identity, cultural membatik.
identity search sampai dengan 2. Menumbuhkan kesadaran akan
cultural identity achievement. Saat pentingnya identitas kultural
ini, Indonesia telah mencapai yang menjadi ciri khas suatu
cultural identity achievement dengan bangsa di era globalisasi
dikukuhkannya batik sebagai

GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2470


dengan menggandeng institusi Indonesia. Judi Achjadi Ed.
pendidikan dalam Jawa Barat. Yayasan Batik
Indonesia
mengenalkan dan Haryanto, Jony Oktavian; Priyanto,
mensosialisasikan seni batik Sony Heru. 2014. “Recent
yang diharapkan akan tumbuh Future Research in Consumer
Behavior
rasa ikut memiliki.
: A Better Understanding of
Batik as Indonesian Heritage.”
PERSANTUNAN Proquest Research Library.
Penelitian ini terlaksana berkat Researchers World Vol 4 Ed.
4
dukungan dana penelitian dari 10 April 2014.
Direktorat Pembinaan Penelitian dan Lindholm, Charles. 2007. Culture and
Pengabdian pada Masyarakat, Identity: The history, Theory,, and
Practice of Psychological
Direktorat Jenderal Pendidikan Anthroplogy. Oneworld
Tinggi, Departemen Publications. Oxford-England.
Pendidikan Nasional dalam Program Moersid, Ananda Feria. 2013.“Re-
invasi Batik dan Identitas
Penelitian Dosen Pemula melalui
Indonesia di Arena Pasar Global”
kontrak perjanjian pelaksanaan WIDYA. Volume 1 Nomor 2. Juli-
penelitian antara LP3M dengan Peneliti Agustus
No. 179/LP3M.UNIBA/PEMULA/SP/ 2013.
Nurainun, Heriyana; Rasyimah. 2008.
PENELITIAN/2016.
“Analisis Industri Batik di
Indonesia.” Fokus Ekonomi,
DAFTAR PUSTAKA Desember 2008, Vol 7. No.3.
Oparinde, Suleiman Sunkanmi. 2012.
Biomantara, Rai; Martini Dewi. 2014 “Batik as a Cultural Identity of the
“Analisis Skala Ekonomis Pada Yoruba: Hand Colouring
Industri Kain Batik di Kota Techniques and Applications
Denpasar.” E-Jurnal Ekonomi Possibility of Adaptations.”
Pembangunan Universitas Journal of Arts, Science and
Udayana Vol.3, No. 11, Commerce Vol III Issue 2 (3)
November 2014. April 2013.
Chandler, Michael J. 2014. “On being Ritchie, Jane and Jane Lewis. 2003.
Indegenous: An Essay on the Qualitative Research Practice:
Hermeneutics of ‘Cultural A Guide for Social Science
Identity.” Human Development. Student and Researchers.
Switzerland. Vol. 56, No.2, pp London. Thousand Oaks. New
83-97 Delhi. Sage Publications Ltd.
Creswell, John W, 2007. Qualitative Shepard, B and Hayduk, R. 2002. From
Inquiry and Research Design. ACT Up to WTO: Urban Protest
Choosing: Among Five and Community Building in the
Approaches. Second Edition. Era of Globalization. London:
Thousand Oaks. London. New Verso. England.
Delhi: Sage Publications, Inc. Sularso, 2009. 60 Tahun Gabungan
Hardjonagoro KRTH. 1999. Motifs and Koperasi Batik Indonesia.
Meanings in Batik: Spirit of Koperasi Pusat Gabungan
GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2471
Koperasi Batik Indonesia.
Jakarta.
Sutrisno. 2012. Philobiblo
“Tinjauan n. Vol. 18,
Sosial No. 1, pp.
Terhadap 161-174
Berkuran Widagdo.
gnya 2001.
Tenaga “Pendidik
Pembatik an Tinggi
Pada Seni
Industri Rupa
Batik.“ Dalam
Journal Wacana
of Global”
Economi Makalah.
Education Bandung
1 (1) ITB.
2012.
Suseno, Franz Situs:
Magnis. http://m.tem
1985. po.co.
Etika News.
Jawa. 2013/05/04
Gramedia. www.solopo
Jakarta. s.com.2013/
Van Roojen, 03/21
Pepin. 2001. www.desperi
Batik Design. ndag.pameka
Singapore: sankab.go.id
The Pepin
Press.
Voicu,
Christina
Georgiana
. 2013.
“Cultural
Identity
and
Diaspora”

GEMA,THN XXX/52/Agustus 2016 - Januari 2017 | 2472