Anda di halaman 1dari 5

A.

APAKAH BISNIS INTERNASIONAL ITU


Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan antara negara yang satu
dengan negara yang lain. Bisnis internasional merupakan sebuah kesatuan yang terdiri dari segala
bentuk transaksi komersial yang dilakukan oleh dua negara atau lebih (John D. Daniels, 2013).

Dalam kaitannya dengan pengertian bisnis internasional, terdapat istilah-istilah yang kadang-
kadang dihubungkan atau dipersepsikan sama dengan bisnis internasional, padahal esensinya
berbeda. Istilah-istilah yang dimaksud sebagai berikut.
1. Bisnis domestic: adalah aktivitas bisnis yang secara nyata ditujukan pada aktivitas bisnis
dalam negeri. Suatu perusahaan yang berkecimpung dalam pemasaran domestik
mungkin melakukan hal ini secara sadar sebagai strategi yang dipilih atau mungkin
secara tidak sadar memfokuskan pada pasar domestik dengan maksud menghindari
tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri.
2. Bisnis internasional: bertindak lebih jauh lagi dari bisnis domestik dan bukan sekadar
pemasaran ekspor, tetapi lebih jauh terlibat dalam lingkungan pemasaran dalam negara
tempat perusahaan tadi melakukan bisnis.
3. Bisnis multinasional: dalam bisnis multinasional, organisasi pemasaran internasional
dimulai dengan memfokuskan pada pemanfaatan pengalaman dan produk perusahaan.
Perusahaan menyadari perbedaan dan keunikan lingkungan dalam negara, menentukan
peranan baru untuk hal itu sendiri, serta melakukan adaptasi pemasaran perusahaan
pada kebutuhan dan keinginan yang unik dari pelanggan negara itu.
4. Bisnis global/transnasiona: yaitu bisnis yang memfokuskan pada pemanfaatan aset,
pengalaman, serta produk perusahaan secara global dan melakukan penyesuaian pada
apa yang benar-benar unik berbeda dalam setiap negara (Rusdin, 2002).

Bisnis internasional dapat dibedakan menjadi 4 tipe (Ajami, Cool, Goddard, dan Khambata,
2014), yakni:

1) Foreign Trade
2) Trade in Service
3) Portfolio Investments

4) Direct Investments

B. Bisnis Internasional dan Strategi Multinasional


Bisnis internasional mencakup transaksi-transaksi bisnis yang melibatkan dua negara atau
lebih. Transaksi ini bisa saja dilakukan oleh sektor swasta atau negara. Alasan Menjalankan Bisnis
Internasional
1. Memperluas pemasaran atau penjualan bagi perusahaan yang mempunyai kapasitas
(produksi) berlebih dan tidak ada lagi peluang atau kesempatan memasarkan atau
menjual produk di negara tempat perusahaan berada.
2. Memperoleh akses bahan baku dan faktor-faktor produksi lain dimana perusahaan harus
mempertimbangkan sumber daya alam dan iklim yang memungkinkan untuk menjalankan
aktivitasnya dan mencari daerah yang biaya tenaga kerja dan overheadnya murah.
3. Mendapatkan akses pengetahuan, khususnya teknologi karena dengan dikuasainya
teknologi akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam koompetisi di pasar global.

Macam-macam Bisnis Internasional


1. Ekspor dan impor yang bisa berupa barang atau jasa.
2. Kontrak manajemen. Misalnya sebuah hotel yang dimiliki oleh investor lokal membayar
manajer untuk mengelola hotel tersebut.
3. Pemakaian lisensi pada perusahaan yang memiliki aset spesial seperti proses produksi,
merek, paten, hak cipta, dan lain-lain
4. Investasi bisa dilakukan antar negara. Dengan ini berarti perusahaan tersebut telah
menjalankan bisnis internasional.

Trend Multinasional Enterprises


Istilah yang paling sering digunakan untuk menggambarkan perusahaan yang menjalankan
bisnis internasional adalah Multinational Enterprise (MNE), yang menunjuk suatu perusahaan yang
memiliki worldwide view atas produksi, pengadaan bahan baku dan berbagai komponen lain juga
pasar. Indikator lain dari perusahaan yang menjalankan bisnis internasional adalah tingkat
pengalaman internasional dari eksekutif kunci suatu perusahaan.

Menurut United Nation Centre on Transnational Corporations, beberapa trend pokok yang
terjadi dalam aktivitas MNEs adalah :
1. Perusahaan-perusahaan Jepang semakin besar jika diukur dari penjualan dan kapitalisasi
pasar dan dalam ekspor kapital dalam tahun 1980-an. Mereka muncul sebagai leading
firms pada kebanyakan industri dan jasa.
2. MNEs Eropa Barat menjadi semakin penting. Mereka memperluas pengaruhnya di Eropa
Barat dan juga bergerak ke Amerika Utara.
3. MNEs Amerika Serikat masih berinvestasi di luar negeri dalam jumlah yang signifikan.
Meski demikian mereka merasa harus menghentikan ekspansi globalnya dan berinvestasi
dalam jumlah yang signifikan di negerinya sendiri.
4. MNEs mengurangi ekspansinya di negara-negara berkembang dan berkonsentrasi di
pasar yang lebih stabil.
5. Yang banyak melakukan ekspansi global adalah MNEs yang berukuran kecil dan
menengah daripada yang berukuran besar. Selain itu ekspansi yang banyak dituju adalah
sektor jasa.
6. Semakin meningkatnya global spread MNEs dari negara di Eropa Tengah dan Timur dan
mantan Uni Sovyet.

C. Pola Perdagangan dan Investasi


Maksud dari perdagangan Internasional itu sendiri adalah perdagangan yang dilakukan oleh
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pola
perdagangan juga dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi danpembangunan dari negara-negara
tetentu atau wilayah dan dengan keputusan investasi asing dari perusahaan dalam dan luar negeri.

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi pola perdagangan dan investasi dalam bisnis
internasional sebagai berikut:
a. Economic Conditions
Yaitu kondisi ekonomi suatu negara akan mempengaruhi pola perdagangan suatu
negara dan penanaman investasi. Kondisi tersebut dapat dilihat dar beberapa aspek:
1) Berdasarkan penghasilan
2) Berdasarkan tingkat industri
3) Berdasarkan sistem ekonomi
4) Berdasarkan neraca perdagangan
b. Teknologi
Yaitu perubahan-perubahan teknologi berlangsung cepat sehingga jenis barang
diproduksi berubah dan dengan demikian mempengaruhi pola perdagangan antara  suatu
negara dengan negara lain.
c. War And Insurection (Perang dan Pemberontakan)
Yaitu terjadinta perang, kerusuhan, dan pemberontakan akan mengubah pola
perdagangan investasi.
d. Political Block
Yaitu kelompok-kelompok politik yang memudahkan melakukan perdagangan-
perdagangan dan investasi negara yang ada di block-block tersebut.
e. Multinational Agreements (Kesepakatan Multinasional)
Adalah adanya kesepakatan diantara negara-negara yang melakukan kesepakatan inti
akan memudahkan atau mempelancar perdagangan seta investasi karena adanya jaminan
dan pemberian konsesi timbal balik.

Adapun alasan negara melakukan perdagangan internasional yaitu:


a) masalah mobilitas faktor produksi.
b) monilitas mengandung arti suatu pergerakan, sehingga yang dimaksud disini adalah
pergerakanfaktor      produksi dari suatu negara ke negara lain.
c) masalah batas-batas negara yang berdaulat
d) masalah transport cost ( ongkos angku dari pabrik kepasar atau pelabuhan meninggikan
harga asal pabrik)

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional


     adanya hubungan perdagangan luar negeri antar individu-individu warga negara satu dengan
warga negara lain adalah keinginan untuk selalu berkembang dan mencari wahana baru dalam
memenuhi kebutuhan hidupya, maka dorongan untuk melakukan perdagangan internasional antar
lain:
a) terwujudnya suatu kemakmuran bagi masyarakat ( faktor pendorong utama).
b) memenuhi kebutuhan (barang/jasa) yang tidak dapat diprduksi didalam negeri maupun
melalui kegiatan impor.
c) menyebarluaskan dan mengembangkan penggunaan teknologi bagi mempercepat
pertumbuhan ekonomi.
d) memperoleh dan mengembangkan penggunaan teknologi bagi percepat pertumbuhan
ekonomi.
e) memperoleh manfaat yang ditimbulkan oleh adanya spesialisasi.

D. Strategi Perusahaan Global


Secara umum, ada tiga pandangan tentang 'strategi global'. Pertama, strategi global adalah
salah satu bentuk perusahaan multinasional (multinational enterprise/MNE) strategi yang menjadi
(treats) negara di seluruh dunia sebagai sebuah pasar global (global marketpalce) (Levitt,dan Yip
dalam Peng dan Miles, 2009

Pandangan kedua menjadikan (treats) strategi global sebagai manajemen strategi


internasional (Bruton et al 2004;. Inkpen dan Ramaswamy 2006; Lu 2003). Jadi manajemen
internasional strategis lebih luas daripada 'strategi global' seperti yang didefinisikan oleh
pandangan pertama.

Definisi ketiga menjadikan (treats) strategi global sebagai strategi perusahaan di seluruh dunia
(Peng dan Delios 2006). Dengan kata lain, pengertian strategi global tidak didefinikan secara
sempit atau tidak relevan (pandangan pertaman), atau menyamakan strategi global dengan
manajemen strategis internasional (pandangan ke dua).

Strategi-Strategi Global
Terdapat 2 strategi pasar global yaitu :
1. Standarizing Strategy (Strategi Standarisasi)
Fokus penstandarisasian: baik produk, kemasan, pemasaran untuk mencapai economies of
scale. Adanya citra (image) tentang negara asalnya. Berikut alasan-alasan yang mendorong
strategi standarisasi antara lain :
1) perusahaan hanya memiliki satu sumber produksi,
2) pesaing juga memasarkan produk standar,
3) strategi memasuki pasar internasional yang utama adalah ekspor,
4) pemasaran ditujukan ke negara-negara yang sama,
5) pemakaian produk terutama dilingkungan urban,
6) adanya kesamaan selera.
Manfaat standarisasi adalah :
1) Skala ekonomi dalam pengembangan:  Periklanan, packaging,promosi dll
2) Eksploitasi persaingan ekspous media pada konsumen
3) Pengurangan resiko dari sentiment asosiasi kehadiran suatu merk  global di negara tuan
rumah
2. Customizing Strategy (Strategi Penyesuaian)
Produk, kemasan, pemasaran dikembangkan secara lokal, karena perbedaan karakteristik
antara negara satu dengan yang lain. Alasan yang mendorong strategi penyesuaian antara lain :
adanya persyaratan standar teknis dari suatu negara.
1) produk merupakan produk konsumsi dan untuk penggunaan pribadi.
2) terdapat variasi selera dan kebutuhan pelanggan.
3) adanya perbedaan daya beli antar negara, karena perbedaan income per kapita.
4) sukses diterapkan para pesaing.
5) terdapat variasi pemakaian seperti ; iklim, behaviour dan lain-lainnya.
Manfaat Customisasi adalah Nama, asosiasi, dan periklanan dapat dikembangkan secara
lokal, dirangkai pada pasar lokal diseleksi tanpa ada kendala| standardisasi pembeli lokal.

Strategi Memasuki Pasar Global


Ada beberapa cara yang dilakukan untuk memasuki pasar global, antara lain :
1. Melakukan ekspor langsung
2. Mengeluarkan Lisensi
3. Melakukan Franchising
4. Joint Venture (Usaha Patungan)
5. Melakukan Pembelian/Penguasaan Perusahaan yang Sudah Ada (Acquisition).
6. Bekerja sama & bergabung dg perushn dalam negeri / diluar negeri (Global Alliances).