Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dhefa Aulia Rahma

Kelas : 7F

Pendidikan Agama Islam

Assalamu’alaikum wr. wb.

Yang terhormat Bapak-Ibu guru, beserta rekan-rekan sekalian yang saya cintai.

Segala puja dan puji marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Rahmat dan salam semoga
tetap dilimpahkan kepada seorang Nabi, yakni Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga,
sahabatnya serta kepada seluruh umatnya, dan semoga kita semua mendapatkan syafaat di
hari kiamat nanti. (Amiin Ya Rabbal Alamin)

Rekan-rekan yang saya cintai

Setiap manusia sudah pasti memiliki orang tua. Tidak satupun manusia yang lahir tanpa
orang tua. Kita pun menyadari bahwa orang tua berkuah keringat, siang dan malam banting
tulang, memeras pikiran, sekuat tenaga memperjuangkan agar anaknya bisa hidup seperti
layaknya anak-anak yang lain.

Karena itu saat ini ijinkan saya untuk menyampaikan

Betapa Penting Berbakti Kepada Orang Tua.

Rekan-rekan dan para hadirin yang saya banggakan.

Allah yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang
tuanya. Janganlah sekali-kali kita berbuat durhaka kepada orang tua. Ingatlah begitu
dahsyatnya ancaman bagi siapapun yang durhaka kepada orang tua. Membuat menangis
orang tua juga terhitung sebagai perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati,
oleh polah tingkah sang anak. Ibnu Umar menegaskan: Tangisan kedua orang tua termasuk
kedurhakaan yang besar. (HR. Bukhari, Adabul Mufrod hlm 31. Lihat Silsilah Al Ahaadits
Ash Shohihah karya Al Imam Al Albani, hal. 2.898)

Allah pun menegaskan dalam surat Al Isro: Wallaa taqullahummaa uff bahwa perkataan uh


atau ah terhadap orang tua saja dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula
dijelaskan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua. Sekarang kita ketahui bersama apa
arti penting dan keutamaan berbakti pada orang tua. Kita ingat kembali, betapa sering kita
membuat marah dan menangisnya orang tua? Betapa sering kita tidak melaksanakan
perintahnya? Memang tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Alloh,
akan tetapi bagaimana sikap kita dalam menolak itupun harus dengan cara yang baik tidak
serampangan. Mari kita bersegera untuk meminta maaf pada kedua orang tua kita,
karena Ridhollaahi fii ridholwaalidaini ridho Alloh tergantung pada ridho kedua orangtua.

Dan yang terpenting adalah kita senantiasa mendoakan kedua orang tua kita dengan doa :
Rabbighfirli waliwa lidayya warhamhuma kama rabbayani shoghira ( Ya Allah ampunilah
aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihani aku
waktu kecil).

Rekan-rekan dan para hadirin yang saya banggakan.

Demikianlah pidato singkat saya ini , mudah-mudahan kita semua menjadi anak yang
senantiasa menjadi harapan orang tua, menjadi anak sholeh yang selalu mendoakan
keduanya baik ketika masih hidup terlebih ketika sudah meninggal kelak.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada perkataan yang tidak berkenan.

Anda mungkin juga menyukai