Anda di halaman 1dari 2

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaenodorata

(L) R.M. King & H. Rob) pada MENCIT PUTIH JANTAN

( Aried Eriadi , Helmi Arifin , Nirwanto)


Jurnal Farmasi Higea, Vol. 8, No. 2, 2016

 Nama tanaman : Daun Kirinyuh (Chromolaenodorata (L) R.M. King & H. Rob)
 Khasiat tanaman : Penyembuh luka, sakit tenggorokan, obat kumur untuk penyakit
tenggorokan, obat batuk, obat malaria, antimikroba, sakit kepala, anti diare, adstringen,
antispasmodic, antihipertensi, antiinflamasi, diuretic.
 Hewan uji : 20 ekor mencit jantan putih yang dibagi menjadi 4 kelompok
(Kontrol, diberi ekstrak dengan dosis 4g/kgBB, 8g/kgBB, 16g/kgBB)
 Metode analisis data : ANOVA
 Praklinik
o Uji Ekstrak

Hasil :

o Uji toksisitas (Meliputi penentuan nilai LD 50, pengamatan gejala toksik yang
menyertai dan evaluasi efek toksik tertunda selama 14 hari)
Hasil :
1. Penentuan LD 50
Pada penelitian ini dilakukan uji toksisitas akut dimana sampai dosis 16 g/KgBB
tidak ada hewan yang mati, untuk itu penentuan LD50 tidak dilanjutkan lagi karena
hasil ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata (L)
R.M.King & H. Rob) termasuk kategori praktis tidak toksik karena mempunyai LD50
> 15 g/KgBB.
LD 50 > 15 % sehingga masuk pada kategori praktis tidak toksik

2. evaluasi efek toksik tertunda selama 14 hari


Toksisitas terunda terlihat dari ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata (L)
R.M.King & H. Rob) dengan dosis 4 g/KgBB, 8 g/KgBB dan 16 g/KgBB
menimbulkan efek toksik pada berat badan, volume air minum, berat relatif organ
lambung dan paru-paru secara bermakna (P<0,05). Sedangkan pada berat relatif organ
jantung, ginjal dan organ hati tidak menimbulkan efek toksik secara bermakna
(P<0,05).

 Klinik