Anda di halaman 1dari 4

Analisis Teknik-Teknik Persuasi

Agrian Ratu Randa

210510150057

Program Studi Manajemen Komunikasi

Fakultas Ilmu Komunkasi

Universitas Padjadjaran

2015

Teknik Persuasi
Secara umum persuasif itu sendiri dapat diartikan sebagai sesuatu yang
digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Melalui persuasi
setiap individu mencoba berusaha mempengaruhi kepercayaan dan harapan orang
lain.

Istilah persuasi bersumber dari perkataan Latin, persuasio, yang berarti


membujuk, mengajak atau merayu.Persuasi bisa dilakukan secara rasional dan
secara emosional. Dengan cara rasional, komponen kognitif pada diri seseorang
dapat dipengaruhi. Aspek yang dipengaruhi berupa ide ataupun konsep. Persuasi
yang dilakukan secara emosional, biasanya menyentuh aspek afeksi, yaitu hal
yang berkaitan dengan kehidupan emosional seseorang. Melalui cara emosional,
aspek simpati dan empati seseorang dapat digugah.

Menurut para ahli, R. Bostrom mengatakan bahwa komunikasi persuasif


adalah perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah, memodifikasi atau
membentuk respon (sikap atau perilaku) dari penerima. Komunikasi persuasif
adalah upaya seseorang dalam mengkomunikasikan pesan kepada orang lain yang
sikapnya ingin diubah atau dibentuk dan dirubah pola pikirnya (doktrinisasi).
Komunikasi persuasif adalah perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah,
memodifikasi atau membentuk respon (sikap atau perilaku) dari penerima
komunikasi persuasi ialah kemampuan komunikasi yang dapat membujuk atau
mengarahkan orang lain.

Persuasi dapat dipandang sebagai suatu cara belajar. Manusia dapat belajar
tentang fenomena-fenomena yang ada di hadapannya. Manusia dapat mengubah
respon yang berkaitan dengan sikapnya. Belajar persuasi merupakan suatu
gabungan produk pesan yang diterima individu dan mengantarai berbagai
kekuatan di dalam individu yang bertindak berdasarkan pesan-pesan tersebut agar
menghasilkan pesan-pesan persuasif.
Adapun teknik dari persuasi itu sendiri terdapat berbagai macam, antara
lain teknik kelangkaan (sarcity) yaitu rasa takut kehilangan atau “The Fear of
Missing Out” (FOMO) dimana hal ini menjadi motivator seseorang utuk
menyegerakan apa yg dipersuasikan oleh seseorang atau suatu organisasi karna
kelangkaan barang itu sendiri atau kelangkaan kondisi yang dialami barang
tersebut.

Contohnya perusahaan diatas, mereka menawarkan hal yang tidak semua


perusahaan lain tawarkan, yaitu siapa yang membeli dua pakaian akan
mendapatkan satu pakaian gratis, hal tersebut dijalankan karena ada suatu kondisi
tertentu.

Teknik dari persuasi yang lain yaitu teknik beruntung ( Lucky Person )
dimana sebuah perusahaan yang menjual produk dan menerapkan undian untuk
setiap konsumen dan mengundi undian tersebut setiap bulan. Bagi yang
beruntung akan mendapatkan hadiah dan sebagainya.

Teknik “ Cek Toko Sebelah” dapat diartikan bahwa penjual meyakinkan


pembeli dengan cara membandingkan sesuatu yang ada di toko nya lebih baik
dibandingkan dengan toko lain. Contoh kasus yang dapat diambil yaitu jika
pembeli menanyakan harga suatu barang kepada suatu toko dan pembeli tidak
yakin harga yang diberikan toko adalah harga terbaik, maka penjual dapat
meyakinkan dengan cara memberikan argumen atau peryataan bahwa pembeli
dapat mengecek di toko lain untuk membandingkan.

Teknik “Foot in the Door” yakni membuat orang menyetujui terhadap


permintaan kecil, lalu setelah orang itu setuju, disodorkan permintaan yg lebih
besar (yg diinginkan). contohnya seorang sales meminta waktu untuk
mempersentasian barangnya sebentar, tetapi setelah dipersilahkan, ia tidak hanya
sebentar mengunakan waktu yang kita beikan, tetapi mengunakan waktu yang
lama.

Teknik low ball dimana penawaran/persetujuan diubah (menjadi lebih


tidak menarik) setelah orang yang menjadi target terlanjur menerimanya. Misal:
konsumen ditawari sebuah mobil yg sangat menarik. Ketika sudah diterima oleh
konsumen, penawaran itu ditolak oleh manajer, dengan menaikkan
harga/membuat suatu perubahan yang tidak menguntungkan konsumen.
Konsumen sering kali menerima penawaran tersebut.

Playing hard to get (jual mahal) yaitu memberikan kesan bahwa seseorang
atau objek adalah langka dan sulit diperoleh.maka jika menginginkan jadi
karyawan, tunjukkan bahwa kita mungkin akan direkrut oleh perusahaan lain, kita
sangat diinginkan. dengan memberi kesan bahwa sulit untuk mendapatkan kasih
sayang, maka individu akan meningkatkan kemungkinan untuk disukai.

Teknik deadline: orang yang menjadi target diberi tahu bahwa mereka
memiliki waktu yang terbatas untuk mengambil keuntungan dari beberapa
tawaran atau untuk memperoleh suatu barang.

Timbal balik/resiprositas: orang lebih mudah memenuhi permintaan dari


orang yang sebelumnya telah memberikan bantuan atau kemudahan bagi kita
daripada terhadap orang yang tidak pernah melakukannya. Dengan kata lain kita
harus membayar apa yang telah dilakukan oleh orang lain.

Anda mungkin juga menyukai