Anda di halaman 1dari 6

Komunikasi Media Baru

Agrian Ratu Randa

210510150057

Program Studi Manajemen Komunikasi

Fakultas Ilmu Komunkasi

Universitas Padjadjaran

2016
Teori Komunikasi Media Baru

Abad ke-20 dapat digambarkan sebagai ‘zaman pertama media massa.


Abad ini juga ditandai dengan berubahnya ketakjuban maupun ketakutan atas
pengaruh media massa. Walaupun terjadi perubahan yang besar dalam lembaga
dan teknologi media serta dalam masyarakat sendiri dan juga munculnya ‘ilmu
komunikasi’, perdebatan publik mengenai signifikasi sosial yang potensial dari
‘media’ sepertinya tidak terlalu berubah. Penggambaran isu yang muncul selama
dua atau tiga dekade awal pada abad ke-20 lebih dari sekedar kepentingan sejarah
dan pemikiran awal memberikan poin rujukan untuk memahami masa kini.
(McQuail, 2011:56)

Media massa perkembang begitu cepat. Seiring dengan perkembangan


teknologi komunikasi, komunikasi massa pun semakin canggih dan kompleks,
serta memiliki kekuatan yang lebih dari masa-masa sebelumnya. Hal ini ditandai
dengan munculnya media baru. Istilah ‘media baru’ telah digunakan sejak tahun
1960-an dan telah mencakup seperangkat teknologi komunikasi terapan yang
semakin berkembang dan beragam.

Menurut Denis McQuail dalam bukunya Teori Komunikasi Massa ciri


utama media baru adalah adanya saling keterhubungan, aksesnya terhadap
khalayak individu sebagai penerima maupun pengirim pesan, interaktivitasnya,
kegunaan yang beragam sebagai karakter yang terbuka, dan sifatnya yang ada di
mana-mana.
Kemunculan media baru turut memberikan andil akan perubahan pola
komunikasi masyarakat. Media baru, dalam hal ini internet sedikit banyak
mempengaruhi cara individu bekomunikasi dengan individu lainnya. Internet di
kehidupan sekarang hadir untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam
berkomunikasi dan memperoleh informasi. Internet berfungsi sebagai jaringan
global untuk komunikasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya di belahan dunia.
Internet juga berfungsi sebagai aspek penyedia informasi yang tidak ada batasan.
Meskipun media lama seperti surat kabar, televisi, dan radio masih ada sampai
detik ini, hanya saja penggunaan media lama tersebut masih terbatas jarak, waktu,
dan belum interaktif. Akibat keterbatasan tersebut maka manusia menciptakan
media baru yang mampu mengekstensi keterbatasan pada media lama. Contohnya
saja internet, sebagai salah satu media baru, akses internet tidak terbatas oleh jarak
dan waktu oleh pengguna, ditambah lagi internet merupakan media yang
interaktif. Selain internet, masih ada beberapa jenis media baru sebagai berikut.

Personal Computer (PC)

Tentu kita tidak asing lagi dengan media baru yang satu ini. Lazimnya,
masyarakat yang hidup di masa kini semua memiliki komputer pribadi minimal
satu dalam tiap rumah. Komputer pribadi menjadi kebutuhan yang penting baik
dalam membantu pekerjaan kantor, mengerjakan tugas kuliah atau sekolah, untuk
sekadar hiburan dengan bermain game komputer atau menonton video, juga untuk
berkomunikasi.

Komunikasi dengan menggunakan komputer sudah menjadi hal yang


biasa bagi masyarakat di zaman modern ini. Bahkan komunikasi dengan
menggunakan media ini memiliki sebuah teori sendiri yang dinamakan Computer
Mediated Communication (CMC). Menurut A.F. Wood dan M.J. Smith CMC
merupakan segala bentuk transaksi komunikasi yang terjadi antar seseorang
dengan orang yang lain maupun dengan kelompok yang dilakukan menggunakan
perantara komputer di dalam suatu jaringan internet.
Tablet PC

Sabak elektronik atau yang lebih sering disebut sebagai tablet ini
merupakan bentuk pembaharuan dari PC dengan tanpa kabel untuk
penggunaannya. Penggunaan komputer portable ini jelas lebih efisien
dibandingkan dengan PC jika dilihat dari bentuk fisik PC yang jauh lebih besar
dan berat sehingga tidak memungkinkan untuk selalu dibawa ke mana-mana.
Dengan tablet, hambatan pengguna mengenai batasan ruang pada PC tidak lagi
menjadi masalah. Tablet bisa dibawa kemanapun layaknya handphone.
Berkomunikasi lewat tablet seperti video call pun menjadi mudah tanpa perlu
membeli kamera secara terpisah (seperti pada PC) untuk bisa melakukannya.

Media Sosial dan Facebook

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran media baru semakin memudahkan


manusia dalam berkomunikasi. Media baru, dalam hal ini internet, pada akhirnya
berfungsi sebagai media sosial. Melalui media sosial, pola komunikasi masyarakat
tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Sebagaimana yang dikatakan oleh
Marshall Mcluhan dengan teorinya medium as an extension of human faculties:
media sebagai perpanjangan tubuh manusia.

Melalui media sosial, pengguna dapat menjalin persahabatan dan berbagi


informasi dengan pengguna lainnya tanpa ada hambatan berupa jarak dan waktu.
Media sosial menjadi media interaksi baru yang membuat ruang-ruang bagi
masyarakat untuk saling berbagi, bercerita dan menyalurkan ide-idenya.
Akibatnya, masyarakat melakukan migrasi virtual untuk berinteraksi di ruang
maya/virtual agar dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya.
Meski kehadiran media baru membuat guncangan dahsyat bagi media
lama, keberadaan media lama akan tetap diperlukan bagi masyarakat dunia.
Kehadiran media baru hanyalah merupakan perkembangan dan penyatuan dari
beberapa media lama dengan menambahkan rasa demokrasi di dalamnya dengan
melibatkan peran pengguna di dalamnya (interaktif).
Referensi

Quail, Mc. 2011. Teori Komunikasi Masa. Solo: Widya Ananda Solo.

Rudi, Magie. 2014.Media Baru dan Komunikasi Massa. Diambil dari:


http://komunikasi.us/index.php/course/perkembangan-teknologi-
komunikasi/1230-media-baru-dan-komunikasi-sosial-new-era-new-media
(Diakses Pada, 12 April 2016)

Sittu, Bagja, 2015. Media Lama dan Perkembanganya. Diambil dari:


http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/4982/5%20BAB
%20II.pdf?sequence=6 (Diakses Pada, 12 April 2016)

Anda mungkin juga menyukai