Anda di halaman 1dari 22

c c

Ê 

•  

Ú

  
Ú

 
Ú       
   
Ú          
Ú  
  Ê    


Ú       

  
Ú  
   
  

p
  

Ú


Ú !"#!
Ú $#%"

Ú&&'!%"

Ú () *+
Ú    
Ú        
Ú,  
 

Ú    
)  )   -  '    ,     
  
Ú   -'
   
   

p
 
Ú.')/
Ú  !!"


Ú 
0!!!!"


Ú  " '!." '!
Ú      
   


Ê 
 

½   
  

è c   
è | 
è V
è    
è 
c


 c
  
Banyak anak febris selama 2 hari, langsung diDx ͞Tifus͟
1. Sindroma Influenza berat: a 
febris tinggi,
lemah, myalgia, batuk
2. Tuberkulosis: (Anak sering tidak batuk!) efusi pleura.
3. Infeksi Saluran Kemih: Febris tersumbunyi pada anak
perumpuan
4. Campak, Rubeola: conjunctivitis
5. Meningitis / enkefalitis: Apati, delirium, koma, konvulsi
 
6. Demam Dengue: syok, thrombositopeni
7. Malaria: Ada di Java lagi dengan pulangnya orang
dari daerah endemik.
8. Sepsis, pneumonia, empyema, atau infeksi / bisul tersembunyi

DEMAM BERDARAH : DEMAM MENDADAK TINGGI HARI I-II, SAAT HARI KE III TURUN
ATAU HARI KE 4-5 NAIK TAPI TIDAK TERLALU TINGGI

DEMAM TIFUS : PADA HARI I-II TIDAK TINGGI TETAPI HARI KE 3 ʹ 5 SEMAKIN TINGGI

^ 



 Antigen Masuk (pirogen eksogen)tubuh mengeluarkan pirogen endogenmengaktifkan


sel makrofagemakrofage ini berperan sebagai APC ( Antigen Presenting Cell ) Untuk
memperkenalkan antigen tersebut ke limpositLimfosit akan mensekresi IL ( Sitokin ) yang
berupa IL1Merangsang Hipotalamus untuk mensekresi asam arakhidonat Kemudian akan
mengaktifkan prostaglandinset pointKontraksi otot MenggigilPanas Terjadilah
demam.

ada agen infeksius (dalam scenario ini bakteri) nah bakteri itu menghasilkan pirogen
eksogen, pirogen eksogen ini menyadarkan sistem pertahanan tubuh kita bahwa ada bahaya
sehingga keluar deh sel fagosit yg bertugas makan tuh kuman-kuman. sel fagosit tuh
misalnya netrofil mengeluarkan pirogen endogen (ibarat kata nih pirogen endogen alat
untuk nangkap pirogen eksogen).        
                   
   ½ untuk merangsang hypothalamus agar hypothalamus ngeluarin prostaglandin,
pengeluaran Pge ini akan meningkatkan set point di hypothalamus, untuk nyeimbangi suhu
tu makanya tubuh qt juga ikut-ikutan naiki suhu dg menggigil agar terciptanya panas dan
terjadi lah demam.

            

 antipiretikmenekan efek zat pirogen endogen(endotoksin) penurunan IL- 1penurunan


prostaglandin demam turun efek obat telah selesai injeksi endotoksin bakteri terjadi
lagidemam lagi.



 Karena efek antipiretik adalah menurunkan suhu tubuh hanya saat demam bukan karena
peningkatan suhu saat olahraga dsb. Pada saat demam obat ini akan menekan efek zat pirogen
endogen(endotoksin), dimana injeksi endotoksin dapat menimbulkan demam setelah 60-90
menit(waktu yang diperlukan tubuh untuk mengeluarkan IL-1), lalu Injeksi IL-1 akan
menimbulkan demam dalam waktu 30 menit. Oleh karena itu disaat diberikan antipiretik akan
terjadi penekanan pada efek zat pirogen yangakan menurunkan sintesis IL 1 dan sitokin lainnya.
Penurunan IL1 juga akan menurunkan sintesis prostaglandin sehingga demam pun terhambat.
Akan tetapi, obat ini efek terapetiknya hanya menekan(menghambat) tidak menghilangkan
demam secara langsung.
Waktu paruh dan waktu eliminasi pun mempengaruhi efeknya, jika telah di eliminasi maka
efek akan hilang. Karena efek antipiretiknya telah hilang maka akan terjadi injeksi endotoksin
bakteri lagi dan menimbulkan demam kembali. 

  Ê    
 
   
  
 
     
  



 Menunjukkan bahwa pasien tidak menderita penyakit yang ditandai dengan gejala kejang dan
ispa.

tidak ispa berarti melengserkan dd/ TBC, bronchitis, bronkopneumonia, influenza.

tidak kejang berarti melengserkan tetanus dan penyakit kejang lainnya yg disetai demam.

              

! "    #       


½  "       
$ 
%   & ' 

 dari gejala-gejala yang ditemukan An.w didiagnosa: (sebutkan gejalanya, ini sudah mewakili
    )

    ( c         Untuk diagnosis pasti diperlukan ditemukannya


salmonella pada gal kultur( biakan di darah,feses,usus dan sumsum tulang)

 &

 )- influenza

- gastroenteritis ???

- bronchitis

- bronkopneumonia
 )'TBC (tersingkir karena tidak ispa)

èInfeksi jamur
èMalaria (tersingkir karena tidak berkunjung ke daerah malaria)
èShigelosis(tersingkir karena tidak diare)

÷        

         

salmonella typhi lambungusus lamina propiaplak peyeri ileum distal(makrofag


menyebabkan hyperplasia dan nekrosis jaringan)KGB mesenterika duktus
thorasicussirkulasi darah(bacteremia pertama, gejala asimptomatik) organ retikuloendotelial
(hati dan limpa)
Ú keluar dari sel fagositsirkulasi darah ( bakterimia kedua,tanda-tanda gejala)
Ú ke kandung empedu bsama cairan empedu dieksresikan ke usus sirkulasi darah

Ú sebagian ke feses



kemungkinan An. w telah terinfeksi salmonella typhi 7-14 hari sebelum ia mengalami
demam   

Daerah dengan sanitasi lingkungan buruk juga menjadi faktor penyebab   ,
saudarax meninggal karena DBD menggambarkan kalo sanitasi lingkungannya buruk.

Kumannya ni kalo masuk tubuh itu bisa melewati 5F (food,finger,fomitus(muntah


sebenarnya vomitus,fly(lalat),feses   

salmonella masuk ke lambung ada yg sukses di musnahin di lambung tapi ada yg tidak, yg
tidak musnah masuk ke usus, bila respons humoral mukosa usus (IgA) usus g͛ bagus kuman
akan nembus sel epitel dan masuk ke lamina propia. Nah di lamina propia inilah kumannya
berkembang biak dan difagosit o/ sel fagosit (makrofage). Kemudian kuman dalam
makrofage tadi dibawa ke plak peyeri, di plak peyeri ini terjadi hyperplasia jaringan dan
nekrosisinilah yang merupakan faktor penyebab        akibat erosi
yang disebabkan nekrosis dan hyperplasia. !           
                   
*                    
        Hyperplasia plak peyeri juga menyebabkan gang. saluran
pencernaan(tersumbat,    ) dan salmonella yg menyerang usus ini pada saat
komplikasi menimbulkan nyeri, hal ini juga bisa menyebabkan nyeri pada saat buang air
besar sehingga    . Dari plak peyeri ke kelenjar getah bening mesenterika ,
melewati duktus thorasicus ke sirkulasi darah (merupakan tahap bakterimia pertama,
asimptomatik(tanpa gejala) tubuh pasien masih biasa-biasa saja). dalam sirkulasi darah dy ke
organ retikuloendotelial, di organ ini terjadi 3 hal:

Úyang pertama kumannya keluar dari sel fagosit dan masuk ke sirkulasi darah, pada tahap
inilah timbul gejala ʹ gejalanya, karena kuman-kuman itu keluar dari sel fagosit(makrofag)
keluarlah endotoksin yg akan merangsang sintesis zat pirogen lalu   
Úyang kedua dari hati tadi juga bisa masuk ke empedu karena eksresi empedu ke usus, jadi
kumannya ikut masuk ke usus. 
Úyang ke tiga kumannya bisa terbawa ke feses               
                 
   

Selain itu, disaat di sirkulasi darah kuman-kuman itu ternyata ngeluarin


endotoksin(semacam racun gitu lah) nah selamaberada di sirkulasi darah endotoksin tuh
nempel lah di reseptor endotel kapiler, ini yg    ke daerah-daerah
lain, missal ke cardio, pulmo, neuro dll. Karena terjadi sumbatan-sumbatan pada pembuluh
darah kecil menyebabkan iskemik dan nekrosis hemoragic berbagai organ.
Kalo masalah kenapa demamnya  itu karena proses keluarnya kuman dari sel fagosit
itu kan belom tentu barengan, lagian pada tahap dari empedu ke usus juga
intermitten(kadang iya, kadang g͛) makanya malam-malam naek paginya turun  Nah kalo
masalah malam hari meningkatnya itu karena sore dan malam metabolisme
tubuhmenurun. metabolisme turun berarti o2 yang beredar juga turun, nah salmonella kan
anaerob jadi suka lah dg waktu2 O2dikit.

      +      
        

    emboli (bekuan darah atau sumbatan) pada pembuluh darah. Karena banyak
terjadi penumpukan endotoksin salmonella di endotel kapiler pembuluh darah jadi
membentuk sumbatan sehingga menimbulkan bintik-bintik ke permukaan kulit. Selain itu
endotoksin menyebabkan trombosit menempel pada endotel vascular dan menyumbat
pembuluh darah kecil.

Bintik merah terjadi akhir minngu pertama dan awal minggu kedua, biasanya di daerah
dada, kadang-kadang dibokong ataupun bagian fleksor lengan atas.

, ',      )

è Pada 30% kulit ͞putih͟


è Biasanya < 5 bercak 
è Warna merah/orange
è Makuko-papapular
è Diameter1 ʹ 4 cm
è Lebih pada tubuh
è hilang pada penekanan
è Hilang sesudah 5 hari
 

ÿepatomegali dalam kasus mempunyai berbagai kemungkinan. Kemungkinan pertama


adalah akibat pengumpulan selèsel polimorfonuklear di organ sistem retikuloendotelial
tersebut. Kemungkinan yang lain adalah akibat aktivitas replikasi kuman di dalam makrofag
yang berada dalam hati dan limpa. Kemungkinan terakhir adalah pada hati kerja sel
makrofagnya (sel Kuppfer) bekerja lebih berat, karena semua agen infeksius dari saluran
gastrointestinal pasti melewati vena porta hepatika, sehingga hati harus menghadapi kuman
tersebut di garis terdepan setelah masuk sirkulasi.

Limpa umumnya membesar 


      dan harus dibedakan dg
pembesaran karena malaria. Pembesaran pada demam typoid tidak progresif dan konsistensi
lebih lunak

   ??banyak bakteri sehingga kotor, kalo tremor karena komplikasi pada


sistem saraf (neuropsikiatrik) (my opinion, haven͛t true teory)

Biasanya terjadi         , lidah tampak kering(mungkin
karena kurang cairan), dilapisi selaput tebal( karena deskuamasi epitel), di bagian belakang
tampak lebih pucat,dibagian ujung dan tepi tampak kemerahan.

    ??karena kurang cairan, pada typoid tanpa diare kurang cairannya karena
kurang makanan, air . Sedangkan pada diare kurang cairannya karena diare.

-       

 ½ V   

'Klien diistirahatkan 7 hari sampai demam hilang(tirah baring dg perawatan spenuhnya


tempat makan, minum, mandi,bak,bab, dll, harus bersih-bersih pokoknya) atau 14
hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus.

- Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, tranfusi bila ada komplikasi perdarahan.
 $          

½) Diet yang sesuai ,cukup kalori dan tinggi protein.


2) Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring. Untuk menghindari perforasi usus.
3) Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
4) Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari.
! penelitian menunjukkan bahwa nasi dg lauk pauk rendah selulosa boleh dikasih tapi
sayur mayur yang banyak serat tidak boleh.

  ) yang penting di sayang-sayang anaknya di jaga kebersihannya insyAllah sehat
lah tuh͙

Pengobatan suportif dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan penderita, misalnya


pemberian cairan, elektrolit, bila terjadi gangguan keseimbangan cairan, vitamin, dan
mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dan kortikosteroid untuk mempercepat penurunan
demam.
   diberikan untuk menekan gejalaègejala simtomatik

è kalo muntah kasih obat muntah

  'kalo demam kasih antipiretik


.    

 "    - tidak lagi jadi pilihan pertama coz ada obat yg lebih aman :
siprofloksasin dan seftriakson

è tapi pemakain sebagai lini pertama masih dapat dibenarkan


è dosis 50-100 mg/kg/BB/ hari
è diberi sampai 7 hari bebas demam
è pemberian boleh oral atau intravena, intramuscular dilarang
karena bwt nyeri.
|   

èdosis 4x500mg perhari (50-100mg/kgBB/hari)


èPemberian selama 10-14 hari
èdemam turun 5-6 hari
èefek hampir sama dg kloramfenikol hanya saja efek samping thadap komplikasi
hematologi dan anemia aplastik lebih rendah.

        

èampisili 100-200mg/kg/BB 10-14 hari


èamoksisilin 100 mg/kgBB/hari
amoksisilin daya antibakteri sama dg ampisilin, tapi penyerapan peroral lebih baik
sehingga kadar obat tercapai 2 kali lebih tinggi, dan lebih sedikit menyebabkan
kekambuhan.

 "     

 digunakan pada keadaan tertentu saja, missal toksik tifoid, peritonitis atau perforasi,
syok septik.

ÚKortikosteroid
dosis 3x5 mg

u     

Prognosis demam tifoid tergantung dari umur, keadaan umum, derajat kekebalan tubuh, jumlah
dan virulensi Salmonella serta cepat dan tepatnya pengobatan. Angka kematian pada anakèanak
2,6% dan pada orang dewasa 7,4%, rataèrata 5,7%.
½/   , 

 1. Identifikasi dan eradikasi salmonella typhi baik pada kasus typoid maupun karier typoid

Dengan cara mendatangi sasaran misalnya populasi tertentu  pengelola restoran,


pabrik, hotel, petugas kesehatan, petugas kebersihan, pengelola sarana umum lainnya.

2. Pencegahan transmisi langsung dari pasien terinfeksi salmonella atopun karier

Kegiatan ini dilakukandi rumah sakit, klinik maupun lingkungan yang telah diketahui
pengidap typoid.

3. Proteksi pada orang yang berisiko terinfeksi.

Pemberian vaksin :

Ú Õ  |$½


- Mengandung   galur Ty 21a.

- Vaksin tersedia dalam bentuk kapsul

- Diminum selang sehari dalam 1 minggu, 1 jam sebelum makan.

- Vaksin ini dikontraindikasikan pada wanita hamil, menyusui, penderita


imunokompromais, sedang demam, sedang minum antibiotik, dan anak kecil 6
tahun.

- Lama proteksi dilaporkan 5 tahun.

Ú Õ    

èVaksin ini mengandung sel utuh   yang dimatikan yang mengandung
kurang lebih 1 milyar kuman setiap mililiternya.
èDosis untuk dewasa 0,5 mL; anak 6-12 tahun 0,25 mL; dan anak 1-5 tahun 0,1 mL
yang diberikan 2 dosis dengan interval 4 minggu.
è Efek samping yang dilaporkan adalah demam, nyeri kepala, lesu, dan bengkak
dengan nyeri pada tempat suntikan.
è Vaksin ini di kontraindikasikan pada keadaan demam, hamil, dan riwayat demam
pada pemberian pertama. Vaksin ini sudah tidak beredar lagi, mengingat efek
samping yang ditimbulkan dan lama perlindungan yang pendek.
Ú Õ   Õ .

è Vaksin yang mengandung polisakarida Vi dari bakteri Salmonella.


è Mempunyai daya proteksi 60-70 persen pada orang dewasa dan anak di atas 5
tahun.
è Vaksin ini tersedia dalam alat suntik 0,5 mL yang berisi 25 mikrogram antigen Vi
dalam buffer fenol isotonik.
è Vaksin diberikan secara intramuskular dan diperlukan pengulangan (î )
setiap 3 tahun.
è Vaksin ini dikontraindikasikan pada keadaan hipersensitif, hamil, menyusui, sedang
demam, dan anak kecil 2 tahun.

Ú Õ | 
è Berisi basil typoid dan paratyphoid yang dimatikan 
è Pemberian intravena
è dalam 10 hari

Tindakan preventif berdasarkan lokasi daerah :


Ú Non Endemik
èSanitasi air dan kebersihan lingkungan
èPenyaringan pengelola pembuatan/ distributor/ penjualan makanan dan minuman.
èPEngobatan dan pencarian kasus typoid karier.
Ú Endemik
- Memasyarakatkan pengelolaan bahan makanan dan minuman yang memenuhi
standar prosedur kesehatan (perebusan > 57°C)
- pengunjung ke daerah ini harus minum air melalui pendidihan
- vaksinasi secara menyeluruh pada masyarakat setempat atau pengunjung.

 
  



  

   S paratyphi A, Sparatyphi B dan S paratyphi C. Jika penyebabnya adalah S
paratyphi, gejalanya lebihringan dibanding dengan yang disebabkan oleh S typhi.
 )

èBasil gram negatif


èberflagel
ètidak berspora
ètidak berkapsul
èanaerob fakultatif
èTyphi memproduksi asam dari fermentasi glukosa dan manosa.
èKebanyakan bakteri ini memproduksi hidrogen sulfida (ÿ2S) dan bisa bertahan pada
pembekuan dalam waktu yang panjang.
  
 ,  )
è Antigen O : ͞Ohne Hauch͟  antigen somatik (tidak menyebar)
è Antigen H : Hauch (Menyebar) terdapat pada flagel dan bersifat termolabil
è Antigen Vi: Kapsul Merupakan kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi antigen O
tehadap fagositosis.

,      )

è mempunyai kemampuan menularkan


è melekat pada sel pejamu
bakteri harus melekat pada sel-sel permukaan jaringan, jika tidak menempel, bakteri akan
tersapu oleh mucus dan cairan lain yang membasahi permukaan jaringan. Perlekatan yang
hanya merupakan satu langkah dalam prose infeksi, diikuti dengan pembentukan
mikrokoloni dan langkah-langkah pathogenesis infeksi selanjutnya. Perlekatan b͛sifat
kompleks, bebarapa faktor yg mempengaruhi: hidrofobisitas, muatan ion dipermukaan,
pengikatan molekul pada bakteri, dan interaksi respon pejamu.
è menginvasi sel pejamu dan jaringan.
salmonella menginvasi jaringan melalui taut antara sel-sel epitel.

è toksigenitas
Úeksotoksin
Úendotoksin(LPS)
pada bakteri gram negate berasal dari dinding selnya dan sering dikeluarkan ketika bakteri
mengalami lisis. Tahan panas, BM 3000-5000.
injeksi LPS menyebaban lekopeni dini, seperti bakterimia yang terjadi pada injeksi
organisme gram negatif. Kemudian terjadi leukositosis sekunder. Leukopenia dini terjadi
bersamaan dengan penyebab demam(pelepsan IL-1).
Lps meningkatkan glikolisis pada banyak sel dan dapat menyebabkan hipoglikemia.
Hipotensi terjadi terjadi setelah injeksi LPS. kontriksi venula dan arteriol diikuti dg
vasodilatasi vascular perifer, peningkatan permeabilitas vascular, penurunan aliran balik
vena, penuruna curah jantung, vasokontriksi perifer,syok dan gangguan perfusi organ serta
konsekuensinya.
è mampu menghindari sistem imun pejamu.

   

Demam tifoid terjadi pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan rendah, cenderung
meningkat dan terjadi secara endemis. Biasanya angka kejadian tinggi pada daerah tropic
dibandingkan daerah berhawa dingin.

Siapa saja bisa terkena penyakit ini tidak ada perbedaan antara jenis kelamin lelaki atau
perempuan. Umumnya penyakit ini lebih sering diderita anakèanak. Orang dewasa sering
mengalami dengan gejala yang tidak khas, kemudian menghilang atau sembuh sendiri.
Persentase penderita dengan usia di atas ½2 tahun seperti bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
´    
ëè4 tahun 25,32%
5è tahun 35,5 %
½ëè½4 tahun 3 ,ë %
½2 ± 2 tahun 7ë ± 8ë %
3ë ± 3 tahun ½ë ± 2ë %
> 4ë tahun 5 ± ½ë %

‘   )¦  '  


½ #: Ayam, sapi, kerbo, binatang
pemeliharaan a  binatang melata,
melalui daging ayam/sapi, telor, susu. Sayursayur,
obat-obat, alat-alat medis yang
terkontaminasi air dari binatang.
$.  : Ô dan makanan/alat yang
terkontaminasi

      )

Hanya dari Manusiamelalui:

 Jalur ' 


 Jalur     
 0 1
jika Anda pasien typhi maka jangan tularkan ke orang lain dg cara:

Ú Sering cuci tangan anda.


Ini adalah cara penting yang dapat anda lakukan untuk menghindari penyebaran infeksi
ke orang lain. Gunakan air (diutamakan air mengalir) dan sabun, kemudian gosoklah
tangan selama minimal 30 detik, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan
toilet.

Ú Bersihkan alat rumah tangga secara teratur.


Bersihkan toilet, pegangan pintu, telepon, dan keran air setidaknya sekali sehari.

Ú Hindari memegang makanan.


Hindari menyiapkan makanan untuk orang lain sampai dokter berkata bahwa anda tidak
menularkan lagi. Jika anda bekerja di industri makanan atau fasilitas kesehatan, anda
tidak boleh kembali bekerja sampai hasil tes memperlihatkan anda tidak lagi
menyebarkan bakteri Salmonella.
Ú Gunakan barang pribadi yang terpisah.
Sediakan handuk, seprai, dan peralatan lainnya untuk anda sendiri dan cuci dengan
menggunakan air dan sabun.

, . &Ñ kronis.


(Baksil ͞tersembunyni͟ di empedu)

di Indonesia paling banyak di Sulawesi selatan. di jambi???



  
{  { 

è demam
è nyeri kepala
è pusing
è nyeri otot
è anoreksia
è mual
è muntah
è   &  
è perasaan tidak enak di perut
è batuk
è epitaksis
è        '         
   
è       +
Penyebab paling umum dari bradikardi relatif atau defisit pulsa-suhu pada pasien dengan
demam adalah ɴ-blocker obat. ɴ-Blockers mengurangi pulsa pada pasien dengan demam.
bradikardi relatif sebagai tanda diagnostik ini tidak harus diterapkan pada pasien ɴ-
blocker.Namun, turunan digitalis, angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor dan calcium
channel blockers tidak mempengaruhi hubungan pulsa-suhu seperti halnya ɴ-blocker.
Karena banyak pasien demam yang telah menerima, atau menerima, antimikroba serta obat
lain, pemeriksaan yang seksama terhadap pasien obat yang diperlukan untuk memastikan
bradikardi relatif adalah karena demam obat dan bukan merupakan penyebab infeksi.
è  
è  
è  
è    
è        
ÿ {  

Bisa Leukopenia, bisa leukositosis kalo menunjukkan gejala infeksi sekunder.

Trombositnya kalo kurang-kurang sedikit masih bisa dikatakan normal karena kurang cairan
bae͙jadi kalo demam pasti turun dikit sehingga wajar-wajar bae.

SGOT dan SGPT bisa saja naik tetapi akan kembali normal.

c           dimana ditemukannyakuman salmonella


typhipada salah satu biakan darah, feses,urine,sumsum tulang atopun cairan duodenum.

Biakan darah( +) pada minggu pertama (44%)

Biakan feses dan urin(+) pada minggu kedua dan ketiga.(65%)

Sumsum tulang paling baik (84%)

Walaupun kultur sum-sum tulang lebih sensitif, pemeriksaan ini sulit dilakukan, karena relatif
infasif, dan kurang dapat diterapkan pada pelayanan kesehatan umum.

.    pem. penunjang saja

•  { 

Pada demam typoid terjadi respon humoral maupun seluler, baik tingkat local (gastrointestinal)
maupun sistemik. Diperkirakan imunitas seluler lebih berperan.
´   

Beberapa Cara

ͻ Cara klasik
1. Uji Widal Lempeng (¦ 
  
 /SAT)
2. Uji Tabung ( 
   /TAT)
ͻ Cara Stokes
Uji Widal dengan Ñ   

Standarnya berbeda-beda tergantung acuan yang dipakai, tapi >1/200 (+)

Kalo di Indonesia rata-rata kata dr. Mustarim O 1/80 H1/160 sudah positif.

È      )

Ú Ô  


1.Pengobatan dini antibiotika

Pemberian antibiotika yang dilakukan sebelumnya (ini kejadian paling sering di negara kita,
demam ʹ> kasih antibiotika ʹ> nggak sembuh dalam 5 hari ʹ> tes Widal) menghalangi
respon antibodi. Menyebabkan tidak terdeteksi(negatif palsu). Padahal sebenarnya bisa
positif jika dilakukan kultur darah.

2.Keadaan umum : gizi buruk dapat menghambat pembentukan antibodi.


3.Saat pemeriksaan selama perjalanan penyakit: aglutinin baru dijumpai dalam darah setelah
klien sakit ½ minggu dan mencapai puncaknya pada minggu keè5 atau keè6.
4.Penyakit tertentu yang menghambat pembentukan antibody Misal :leukemia, tumor
5.Obatèobatan imunosupresif atau kortikosteroid : obatèobat tersebut dapat menghambat
terjadinya pembentukan antibodi karena supresi sistem retikuloendotelial.
6.Vaksinasi dengan kotipa atau tipa : seseorang yang divaksinasi dengan kotipa atau tipa, titer
aglutinin O dan ÿ dapat meningkat. Aglutinin O biasanya menghilang setelah 6 bulan
sampai ½ tahun, sedangkan titer aglutinin ÿ menurun perlahanèlahan selama ½ atau 2 tahun.
Oleh sebab itu titer aglutinin ÿ pada orang yang pernah divaksinasi kurang mempunyai nilai
diagnostik.
7.Infeksi klien dengan klinis/subklinis
TerinfeksiOleh salmonella sebelumnyakeadaan ini dapat mendukung hasil uji widal yang
positif, walaupun dengan hasil titer yang rendah.

8.Reaksi anamnesa

Keadaan dimana terjadi peningkatan titer aglutinin terhadap salmonella thypi karena
penyakit infeksi dengan demam yang bukan typhoid pada seseorang yang pernah tertular
salmonella di masa lalu.

Ô  )

½.Aglutinasi silang

Beberapa spesies salmonella dapat mengandung antigen O dan ÿ yang sama, sehingga reaksi
aglutinasi pada satu spesies dapat menimbulkan reaksi aglutinasi pada spesies yang lain.

2.Konsentrasi suspensi antigen

konsentrasi ini akan mempengaruhi hasil uji widal.

3.Strain salmonella yang digunakan untuk suspensi antigen : ada penelitian yang berpendapat
bahwa daya aglutinasi suspensi antigen dari strain salmonella setempat lebih baik dari
suspensi dari strain lain.

È   +    







       
"     )
Ú Perdarahan usus
è Keluhan nyeri perut
è Perut membesar, nyeri pada perabaan.
è Mual dan muntah
è Penurunan tekanan darah dan terjadinya syok.
è Perdarahan saluran cerna sehingga tampak darah kehitaman yang keluar bersama tinja.
Perdarahan sebanyak 5 ml/kgBB/jam dengan faktor hemostatis dalam batas normal.
Ú Perforasi usus
èmendadak sakit di daerah perut
èperut kembung
ètekanan darah menurun
èsuara bising usus melemah
èpekak hati berkurang
Ú Pankreatitis
dengan pemeriksaan enzim amylase dan lipase serta ultrasonografi/ CT scan.

"      )

Ú enselopati
èKesadaran menurun
èkejang
èmuntah
èdemam tinggi
èpemeriksaan cairan otak masih dalam batas normal
Ú Miocarditis
èIrama mendua
è Takikardi yang menetap
èbunyi jantung yang melemah
èbising sistolik di apex
èpembesaran jantung
Ú Hepatitis
Untuk membedakan penyebab hepatitisnya apakah tifoid, virus,malaria atau amuba. Perlu
diperhatikan kelainan fisik, parameter laboratorium dan histopatologik hati.
- kenaikan enzim transaminase tidak relevan dengan kenaikan bilirubin(untuk membedakan
hepatitis karena virus)
Ú Neuropsikiatrik
èkesadaran berkabut, apatis, delirium, samnolen, stupor, coma

   
Trimester pertama tiamfenikol tidak dianjurkan karena kemungkinan efek teratogenik
terhadap fetus pada manusia belum dapat disingkirkan. Pada kehamilan selanjutkan bisa
digunakan.
Trimester ke-3 kloramfenikol tidak dianjurkan  karena dikhawatirkan dapat menyebabkan
dapat terjadi partus premature, kematian fetus intrauterin, grey sindrom pada neonates.
Obat yang dianjurkan a/ ampisilin, amoksisilin, dan seftriakson.






¬ ¬¬  ¬ 
o   
konstipasi dan diare ???
konstipasi terjadi kan pada waktu di plak peyeriplak peyeri tersumbatjadi menyebabkan
motilitas menurun.
diare terjadi waktu salmonella di usus motilitas meningkat diare