Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Matematika yang sering disebut dasar ilmu pengetahuan memiliki ruang


lingkup yang luas dan banyak aplikasi di kehidupan nyata. Ruang lingkupnya pun
walaupun mengkaji aspek yang berbeda namun tetap memiliki kesinambungan.
Matematika diskrit itu sendiri merupakan cabang matematika yang mempelajari
tentang obyek-obyek diskrit. Diskrit itu sendiri adalah sejumlah berhingga elemen
yang berbeda atau elemen-elemen yang tidak bersambungan. Dimana data diskrit
merupakan data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli, tidak berbentuk
pecahan.

Matematika diskrit meliputi system pencacahan,prinsip sarang merpati prinsip


inklusi-ekslusi,fungsi pembangkit, relasi rekursif (relasi berulang), dan lain-lain .
Pada makalah ini akan dibahas mengenai penyelesaian relasi rekursif (relasi berulang)
dengan fungsi pembangkit .

Relasi berulang mendefinisikan sebuah barisan dengan memberikan nilai ke-n


yang dikaitkan dengan suku-suku sebelumnya. Untuk mendefinisikan sebuah barisan,
relasi ulang memerlukan nilai awal yang sudah ditentukan, sedangkan Fungsi
Pembangkit atau Generating Function. digunakan untuk merepresentasikan barisan
secara efisien dengan mengkodekan unsur barisan sebagi koefisien dalam deret
pangkat suatu variabel x.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka didapatkan beberapa rumusan


masalah, yaitu

1. Apakah defenisi dari fungsi relasi rekursif?


2. Apakah defenisi dari fungsi pembangkit?

1
3. Bagaimana cara penyelesaian relasi rekursif dengan solusi fungsi pembangkit ?

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penulisan makalah


ini adalah untuk

1. Memahami cara penyelesain relasi rekursif dengan fungsi pembangkit


2. Mengetahui contoh soal serta penyelesaian mengenai relasi rekursif dengan
solusi fungsi pembangkit

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Relasi Rekursif


Relasi rekursi adalah sebuah formula rekursif dimana setiap bagian dari suatu
barisan dapat ditentukan menggunakan satu atau lebih bagian sebelumnya. Jika
ak adalah banyak cara untuk menjalankan prosedur dengan k objek, untuk k = 0,
1, 2, ..., maka relasi rekursi adalah sebuah persamaan yang menyatakan an
sebagai sebuah fungsi dari ak untuk k < n.
Contoh :
1. −

2. − − − dengan konstanta
3. − ݂ dengan ݂ sembarang fungsi dari
4. − − −

5. ᦙ䁡 − ᦙ䁡 − ᦙ䁡−

Nilai tidak akan pernah dapat dicari jika suatu nilai awal tidak diberikan.
Jika suatu relasi rekursi melibatkan r buah ak, maka r buah nilai awal , ,…,
− harus diketahui. Sebagai contoh, pada relasi rekursi − − , tidak
cukup hanya diketahui sebuah nilai , akan tetapi butuh sebuah nilai lagi
yaitu misal R . Dengan demikian R 耀 ; R

耀 R Q dan seterusnya dapat diketahui.

B. Definisi Fungsi Pembangkit


Misal ᦙ ᦙ ᦙ adalah suatu barisan. Fungsi Pembangkit Biasa
(FPB) dari barisan didefinisikan sebagai berikut:

R
R

3
Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dari barisan didefinisikan sebagai
berikut:

R
R
㌳ ㌳ R㌳

C. Penyelesaian Relasi Rekursif menggunakan Fungsi Pembangkit


Contoh:
1. Gunakanlah Fungsi Pembangkit Biasa untuk menyelesaikan relasi rekursif
t
berikut: , R; t ᦙ .
Penyelesaian:
Misal adalah Fungsi Pembangkit Biasa barisan . Maka:

Bentuk umum : , R;

t
Bagian rekursif : t ᦙ .

Kalikan setiap suku pada bagian rekursif dengan . Kemudian ambil


sigmanya dari sampai , sehingga diperoleh:

t t
t t

Agar perubahan lebih mudah dimengerti, maka kita akan melakukannya satu
per satu.
a. t t t tR
t
b. t t

t
t t

4
t
t t t
c.

t t
t

t
t
t
t

Sehingga persamaan menjadi,

t tR t t
t

tR
t t

Karena

tR t t
t t t t

Maka:

t t

Karena adalah koefesien dalam , maka penyelesaian relasi rekursif


yang dimaksud adalah

, untuk .

5
CATATAN:

(i) Pada dasarnya, relasi rekursif (1) dapat diselesaikan dengan menggunakan
fungsi pembangkit.
(ii) Untuk jenis relasi rekursif tertentu, lebih mudah diselesaikan dengan fungsi
pembangkit eksponensial daripada fungsi pembangkit biasa.

2. Gunakan Fungsi Pembangkit untuk menyelesaikan relasi rekursif berikut:


, t ᦙ .
Penyelesaian:
Misal adalah Fungsi Pembangkit Eksponensial barisan . Maka:

Bentuk umum :

Bagian rekursif : t ᦙ .

Kalikan setiap suku pada bagian rekursif dengan ㌳


. Kemudian ambil

sigmanya dari sampai , sehingga diperoleh:

t
㌳ ㌳

Agar perubahan lebih mudah dimengerti, maka kita akan melakukannya satu
per satu.

a. ㌳ ㌳
t t
t
b. t ㌳ t ㌳
t
c. ㌳ ㌳
t

Sehingga persamaan menjadi,

6
t t

Karena


㌳ ㌳

Maka solusi relasi rekursif yang dimaksud adalah



, untuk .

3. Selesaikan RR berikut dengan Fungsi Pembangit Biasa


ᦙ dan tR t t

Penyelesaian:

Misal adalah Fungsi Pembangkit Biasa barisan . Maka:

Bentuk umum : ᦙ

Bagian rekursif : tR t t .

7
Kalikan setiap suku pada bagian rekursif dengan . Kemudian ambil
sigmanya dari sampai , sehingga diperoleh:

t R t t

Agar perubahan lebih mudah dimengerti, maka kita akan melakukannya satu
per satu.
a. t t t
t
b. R t R t

t
R t t

R t
R tR
t
c. t t

d. t t t t
t
t
t
t t t t
t
t t
t

Sehingga persamaan menjadi,

t t R tR
t

t tR R
t

8
tR tR
t

t耀
t t

t耀
t t t t t

tR t t
t t

t R
t t

…… (1)

R 耀 ….. (2)

….. (3)

䁡 R

R 耀
t

R ….. (4)

䳌䁡

R t

Subtitusikan nilai h ke pers (1)

9
h

Subtitusikan nilai t dan h ke pers (3)

t h

Karena

t耀 t h
t t t t t

Maka:

t h
t t t

t h

10
Karena adalah koefesien dalam , maka penyelesaian relasi rekursif
yang dimaksud adalah

t ⸷ h

t ⸷ h

t7. ⸷ ⸷ h

t5. ⸷ h

t5) h

Ada empat jenis penyelesaian relasi rekursif dengan fungsi pembangkitᦙ


yaitu :

1. Relasi Rekursif Linear Homogen Koefisien Konstan


Relasir rekursif linear homogen koefisien konstan dapat diselesaikan
dengan fungsi pembangkit biasa.
Contoh :

Selesaikan RR berikut dengan Fungsi Pembangkit Biasa.


, t , dan t t t ᦙ

Penyelesaian:

Misalkan

Kalikan setiap suku pada bagian rekursif dengan x n , kemudian ambil


sigmanya dari n = 2 sampai ∞, sehingga diperoleh:

t t t

Selanjutnya, kita usahakan untuk merubah setiap ekspresi sigma menjadi


ekspresi yang melibatkan P(x) atau ekspresi-ekspresi lain yang . Agar proses

11
perubahan lebih mudah dimengerti, maka kita akan melakukannya satu
persatu.
a. t t t
t t
b. t t t t
t
t
c. t t

Diperoleh:
t
t t
t
t
t
t tR
Menggunakan kesamaan fungsi Aljabar, bentuk terakhir dapat kita nyatakan
dalam bentuk:
t
t tR t tR
t tR t tR t tR t
t tR t tR
= t tR t tR

Dengan menyelesaikan persamaan untuk koefisien ruas kiri dan ruas kanan,
diperoleh t dan coba jelaskan , sehingga:
t
t tR

t R

Karena pada awalnya kita memisalkan , maka dari


ekspresi terakhir diperoleh solusi khusus dari RR, yaitu: t R
R t .

2. Relasi Rekursif Linear Non-Homogen Koefisien Konstan

12
Relasi rekursif linear Non-homogen koefisien konstan dapat
diselesaikan dengan fungsi pembangkit biasa. Contoh :
Selesaikan RR berikut dengan Fungsi Pembangkit Biasa
, , dan tR t t ᦙ

Penyelesaian:
 Misalkan:

 Kalikan setiap suku pada bagian rekursif dengan , kemudian ambil


sigmanya dari n = 2 sampai ∞, sehingga diperoleh:

t R t t

Perubahan dari setiap ekspresi di atas ke bentuk yang familiar bagi kita,
menghasilkan:

a. t t t t t

t t
b. R t R t R t t
R t R tR
t
c. t t

d. t t t t

t
t t t

Setelah semua perubahan digabungkan, diperoleh :

t t R tR
t

t tR R
t

13
tR tR
t
t耀
t t

t耀
t t t t t

tR t t
t t
t R
t t

Setelah menyelesaikan SPL, diperoleh : A = -7, B = 2, dan C = 6, sehingga:


7 2 6
P( x)   
1  2 x 1  2 x  (1  x)
2

  
P ( x )  7 2 n x n  2 (n  1)2 n x n  6 x n
n 0 n 0 n 0

t ⸷ h
Jadi, solusi khusus dari RR adalah: t耀 h

3. Relasi Rekursif Linear Homogen Koefisien Non-Konstan


rekursif linear homogen koefisien Non-konstan dapat diselesaikan
dengan fungsi pembangkit eksonensial. Contoh :
Selesaikan RR berikut a0  1, an  nan 1  0

Penyelesaian :

Selesaikan RR berikut dengan Fungsi Pembangkit Eksponensial karena


koefisien nonkonstan.

14
Misalakan fungsi pembangkit eksponensial dari barisan tersebut adalah

xn xn
P(x) , maka : p ( x)   an Kedua ruas bagain rekursif dikali dengan
n 0 n! n!

xn xn
an  nan 1 0
n! n!

Ambil  untuk n  1


xn  xn

n 1
an  nan 1
n! n 1 n!
0


x n 1
P ( x)  1  x  nan 1 0
n 1 n(n  1)!

P ( x)  1  xP ( x)  0

1  
xn
P( x)    x n  n!
1  x n 0 n 0 n!

xn
Sehingga an adalah koefisien dalam P(x) , an = n!
n!

4. Relasi Rekursif Linear Non-Homogen Koefisien Non-Konstan


Relasir rekursif linear Non-homogen koefisien Non-konstan dapat
diselesaikan dengan fungsi pembangkit eksponensial.
Contoh :
Selesikan RR berikut
D n  nD n 1  (  1) n ; n  1
D0  1

Penyelesaian:

15
Untuk menyelesaikan relasi rekursif tersebutakan digunakan fungsi
pembengkit eksponen dengan langkah penyelesaian

Misalkan FPE dari barisan tersebut P(x)


xn
p ( x)   Dn
n 0 n!

xn
Kedua ruas dikali dengan kemudian di ambil  untuk n  1
n!

xn xn n x
n
Dn  nDn 1  (1)
n! n! n!
n n n

x 
x 
n x

n 1
Dn   n1 n! 
n! n 1
nD 
n 1
(  1)
n!

xn x0 
x n 1 
xn
 Dn
n 0 n!
 D0
0!
 x  nDn 1
n 1
  (1) n
n(n  1)! n 1 n!
1

p ( x)  1  xp ( x)  e  x  1
p ( x)  xp ( x)  e  x  1
(1  x) p ( x)  e  x
1
p( x)  e  x
1 x

xn  n
p ( x)    1 . x
n

n 0 n! n 0
  
p ( x)    
 1k  n
x
n 0  n 0 k! 


p ( x)   n!

 1k
nn
n 0 n 0 k! n!

Jadi solusi : an  n!


n
 1 n ; n  0
k 0 k!

16
BAB III
KESIMPULAN

A. Kesimpulan

1. Relasi berulang didefinisikan sebagai berikut:

a. Relasi rekursi adalah sebuah persamaan yang menyatakanan


sebagai sebuah fungsi dari ak untuk k < n.

b. Sebuah relasi berulang untuk barisan a0, a1, ... merupakan sebuah
persamaan yang mengaitkan an dengan a0, a1, ..., an−1. Syarat awal untuk
barisan a0, a1, ...adalah nilai-nilai yang diberikan secara eksplisit pada
beberapa suku dari barisan tersebut.

2. Penyelesaian relasi rekursif dengan fungsi pembangkitᦙ yaitu :

a. Fungsi Pembangkit Biasa, untuk :

1) Relasi Rekursif Linear Homogen Koefisien Konstan

2) Relasi Rekursif Linear Non Homogen Koefisien Konstan

b. Fungsi Pembangkit Eksponensial, untuk :

1) Relasi Rekursif Linear Homogen Non Konstan

2) Relasi Rekursif Linear Non Homogen Koesien Non Kosntan

B. Saran
Makalah ini masih belum sempurna dikarenakan keterbatasan
bahan, data atau sumber materi. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat
diperlukan untuk perbaikan makalah ini.

17

Anda mungkin juga menyukai