Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS II

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH KEPERAWATAN KOMUNITAS II

DOSEN PENGAMPU : Ns. Puji Purwaningsih, S.Kep., M, Kep.


DISUSUN OLEH

Nama : MELA ANGGRAENI

NIM : 010117A056

PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

UNGARAN

2020-2021

1. Carilah kebijakan pemerintah Kementrian Kesehatan Indonesia dalam bentuk media


apapun yang berkaitan dengan virus covid 19, diare, dan stunting.

Jawab :
A. Kebijakan Pada Covid 19 :

(Presiden : Ir. H Joko widodo)


semua kebijakan, baik kebijakan pemerintah pusat maupun kebijakan
pemerintah daerah akan dan harus ditelaah secara mendalam agar efektif
menyelesaikan masalah dan tidak semakin memperburuk keadaan.
Yang pertama bahwa kebijakan lockdown baik di tingkat nasional maupun di
tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan ini tidak boleh
diambil oleh pemerintah daerah. Dan sampai saat ini tidak ada kita berpikiran
ke arah kebijakan lockdown. Sekarang ini yang paling penting yang perlu
dilakukan adalah bagaimana kita mengurangi mobilitas orang dari satu
tempat ke tempat yang lain, menjaga jarak, dan mengurangi kerumunan
orang yang membawa risiko lebih besar pada penyebaran COVID-19.

Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah
perlu terus untuk kita gencarkan, untuk mengurangi tingkat penyebaran
COVID-19  dengan tetap mempertahankan pelayanan kepada masyarakat,
baik itu urusan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, dan layanan-layanan
publik lainnya.

Transportasi publik tetap harus disediakan oleh pemerintah pusat maupun


pemerintah daerah, dengan catatan meningkatkan tingkat kebersihan moda-
moda transportasi tersebut, baik itu kereta api, bus kota, MRT, LRT, bus
trans. Yang penting bisa mengurangi tingkat kerumunan, mengurangi antrian,
dan mengurangi tingkat kepadatan orang di dalam moda transportasi
tersebut sehingga kita bisa menjaga jarak satu dengan lainnya.

Yang kedua, semua kebijakan besar di tingkat daerah terkait dengan COVID-
19  harus dibahas terlebih dulu dengan pemerintah pusat. Untuk
mempermudah komunikasi, saya minta kepada daerah untuk berkonsultasi
membahasnya dengan kementerian terkait dan Satgas COVID-19.

Yang ketiga, untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang


disampaikan kepada publik, saya juga minta agar Satgas COVID-19 menjadi
satu-satunya rujukan informasi kepada masyarakat. Terakhir, saya mengajak
untuk cuci tangan yang bersih, tetap belajar, tetap bekerja, dan tetap
beribadah. Solidaritas masyarakat adalah modal sosial kita yang penting
untuk menggerakkan kita bersama-sama melawan COVID-19 ini.

(Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia)


 Indonesia terus memantau laporan perkembangan virus COVID-19 di
dunia yang dikeluarkan oleh WHO.
 Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan
kasus COVID-19 di luar Tiongkok, terutama di tiga negara yaitu
Iran,Italia dan Kores Selatan.
 Oleh karena itu, demi kebaikan semua, untuk sementara waktu,
Indonesia mengambil kebijakan baru bagi pendatang/travelers dan
ketiga negara tersebut sebagai berikut :
Pertama,larangan masuk dan transit ke Indonesia, bagi para pendatang/travelers
yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di wilayah-wilayah, sebagai
berikut :
 Untuk Iran : Tehran, Qom, Gilan

 Untuk Italia : Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia


Romagna, Marche dan Piedmont.
 Untuk Korea Selatan : Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsabuk-
do.

Kedua, untuk seluruh pendatang/travelers dari Iran, Italia dan Korea Selatan diluar
wilayah tersebut, diperlukan surat keterangan sehat/health certificate yang dikeluarkan
oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara. Surat keterangan
tersebut harus valid (masih berlaku) dan wajib ditunjukan kepada pihak maskapai pada saat
check-in.

Tanpa surat keterangan sehat dan otoritas kesehatan yang berwenang, maka para
pendatang/travelers tersebut akan ditolak untuk masuk/transit di Indonesia.

Ketiga, sebelum mendarat, pendatang/travelers dari tiga negara tersebut, wajib mengisi
Health Care Alert (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) yang disiapkan oleh Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia.

Di dalam kartu tersebut antara lain memuat pertanyaan mengenal riwayat perjalanan.
Apabila dari riwayat perjalanan, yang bersangkutan, pernah melakukan perjalanan dalam 14
hari terakhir ke salah satu wilayah yang kami sebut tadi, maka yang bersangkutan akan
ditolak masuk/transit di Indonesia

Keempat, bagi WNI yang telah melakukan perjalanan dari tiga negara tersebut, terutama
dari wilayah-wilayah yang saya sebutkan tadi akan dilakukan pemeriksaan kesehatan
tambahan di bandara ketibaan.

 Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari minggu tanggal 8 Maret 2020 pukul 00:00
wib.
 Kebijakan bersifat sementara, akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan

B. Kebijakan Pada Diare


Kebijakan pengendalian penyakit diare di Indonesia bertujuan untuk menurunkan angka
kesakitan dan angka kematian karena diare bersama lintas program dan lintas sektor terkait.
Kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian
karena diare adalah sebagai nerikut :
1) Melaksanakan tata laksana penderita diare yang sesuai standar, baik di sarana
kesehatan maupundi rumah tangga
2) Melakukan SKD (sistem kewaspadaan dini) diare
3) Melaksanakan surveilans epidomologi dan Penanggulanan Kejadia Luar Biasa.
4) Mengembangkan Pedoman Penanggulangan Penyakit Diare.
5) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam pengelolaan program
yang meliputi aspek manjerial dan teknis medis.
6) mengembangkan jejaring lintas sektor dan lintas pengendalian penyakit diare.
7) Pembinaan teknis dan pelaksanaan pengendalian penyakit diare.
8) Melaksanakan evaluasi sebagai dasar perencanaan selanjutnya.
C. Kebiajakan Pada Stunting
RPJMN 2015-2019 Menurunkan prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek)
pada anak bawah usia 2 tahun menjadi 28% dengan Pelibatan Lintas Sektor
Pelaksanaan pendekatan keluarga
1) ASI Eksklusif
2) Pertumbuhan dan Perkembangan Balita dipantau tiap Bulan
3) Sanitasi
4) Bayi mendapat Imunisasi Dasar Lengkap

Indonesia sehat
1) Bayi diberi ASI Selama 6 Bulan Eksklusif
2) Pertumbuhan Balita di pantau tiap bulan
3) Keluarga memiliki atau memakai Air Bersih
4) Keluarga Memiliki atau memakai Jamban Sehat
5) Sekeluarga Menjadi Anggota JKN
6) Bayi mendapat Imunisasi Dasar Lengkap

Pelaksanaan SPM
1) Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
2) Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir

PIS-PK telah ditetapkan dalam Peraturan Mentri Kesehatan (PERMENKES) RI Nomor


39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan PIS_PK. Program ini dilakukan
dengan menandatangi langsung ke masyarakat untuk memantau kesehatan
masyarakat, termasuk pemantauan gizi masyarakat untuk menurunkan angka
stunting oleh petugas Puskesmas PIS_PK merupakan salah satu cara Puskesmas
untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan
kesehatan diwilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Diharapkan gizi
masyarakat akan terpantau di seluruh wilayah terutama di daerah dan perbatasan
agar penurunan angka stunting bisa tercapai.
1) PMT sudah di atur dalam Permenkes RI nomor 51 tahun 2016 tentang
Standar Produk Suplementasi Gizi. Dalam Permenkes ini telah diatus
Standar Makanan untuk Anak Balita, Anak Usia Sekolah Dasar, dan Ibu
Hamil Pemberian makanan tambahan yang berfokus baik pada zat gizi
makro maupun zat gizi mikro bagi balita dab ibu hamil sangat
diperlukan dalam rangka pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
dan balita stunting. Sedangkan pemberian makanan tambahan pada
anak usia sekolah dasar diperlukan dalam rankga meningkatkan
asupan gizi untuk menunjang kebutuhan gizi selama di sekolah dan di
usianya saat remaja. Makanan tambahan yang diberikan dapat
berbentuk makanan keluarga berbasis pangan lokal dengan resep-
resep yang dianjurkan. Makanan lokal lebih bervariasi namun metode
dan lamanya memasak sangat menentukan ketersediaan zat gizi yang
terkandung di dalamnya. Suplementasi gizi dapat juga diberikan
berupa makanan tambahan pabrikan, yang lebih praktis dan lebih
terjamin komposisi gizinya.
2) Pemenuhan gizi anak sejak dalam kandungan atau disebut 1000 HPK
perli diperhatikan. 1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan (270
hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Tantangan gizi yang
dialami selama fase kehamilan adalah status gizi seorang wanita
sebelum hamil. Hal itu sangat menentukan awal perkembaangan
plasenta dan embrio. Berat badan ibu pada saat pembukaan, baik
menjadi kurus atau menjadi gemuk dapat mengakibatkan kehamilan
beresiko dan berdampak pada kesehatan anak dikemudian hari.
Kebutuhan gizi akan meningkat pada fase kehamilan, khususnya
energi,protein, serta beberapa vitamin dan mineral sehingga ibu
harus memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang
dikomsu,simya. Janin memiliki sifat platisitas (fleksibilitas) pada
periode perkembangan. Janin akan menyesuaikan diri dengan apa
yang terjadi pada ibunya, termasuk apa yang dimakan ibunya selama
mengandung. Jika nutrisinya kurang bayi akan mengurangi sel-sel
perkembangan tubuhnya. Oleh karena itu, pemenuhan gizi pada anak
di 1000 HPK menjadi sangat penting, sebab jika tidak dipenuhi asupan
nutrisinya, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat
permanen. Perubahan permanen inilah yang menimbulkan masalah
jangka panjang seperti stunting.

2. Tuliskan pendapat mahasiswa dalam aspek promotive,preventif, kuratif, dan


rehabilitatif pada kasus covid-19, diare dan stunting.

COVID-19
PROMOTIF 1) UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat)
2) GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat)
3) Pendidikan Kesehatan
PREVENTIF 1) CTPS
2) Mencuci tangan tengan benar
3) Menggunakan Masker
4) Menjaga Daya Tahan Tubuh (Immunitas)
5) Tidak pergi ke daerah terjangkit
6) Menghindari hewan yang berpotensi menularkan virus
covid-19
7) Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
menggunakan tissu, kemudian buang tissu ke tempat
sampah
8) Jaga kebersihan benda yang sering di sentuh dan
kebersihan lingkungan
9) Jangan pergi ke RS karena semakin rentan tertular
KURATIF 1) Dilakukan skrining pada pasien dalam pengawasan
covid-19
2) Pasiendi berikan intervensi sesuai pihak RS
REHABILITATIF Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

DIARE
PROMOTIF 1) GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat)
2) Pendidikan Kesehatan
PREVENTIF 1) Biasakan Cuci Tangan 6 langkah dengan sabun
sebelum makan.
2) Cuci bahan makanan dengan bersih.
3) Pengolahan bahan makanan dengan baik untuk
menghindari kontaminasi.
4) Tingkat kematangan bahan pangan yang di masak
harus pass
5) Tidak makan makanan sembarangan
6) Minumlah air yang bersih dan matang
7) Imunisasi Campak
KURATIF 1) Pemberian oralit bagi anak diare.
2) Perbaikan nutrisi bagi penderita diare.
3) Teruskan ASI dan pemberian makanantibiotik secara
selekktif
4) Berikan
5) Berikan minum yang cukup agar terhindar dari
dehidrasi.
6) Pemberian Suplementasi Zinc
7) Pemberian Edukasi pada Orang Tua tentang Diare
REHABILITATIF 1) Kontrol keadaan pasien terutama pada balita
2) pemulihan sanitasi lingkungan
3) tersedianya air bersih tanpa tercemar lembah
4) meningkatkan konsumsi nutrisi pada anak untuk
masa pemulihan.
5) Kebersihan makanan
6) upayakan pola hidup sehat

STUNTING
PROMOTIF 1) Pendidikan Kesehatan
2) Budayakan GERMAS

PREVENTIF 1) Pemberiaan PMT untuk anak balita dan anak usia


sekolah dasar dengan nilai gizi yang baik.
2) Pemenuhan nutrisi dan gizi pada saat kehamilan dan
pada saat tumbuh kembang.
3) Pemberian Asi Esklusif sampai umur 2tahun
4) .Pertumbuhan Balita di pantau tiap bulan
5) Bayi mendapat Imunisasi Dasar Lengkap
KURATIF 1) Pemberian vitamin A
2) Pemberian obat Cacing dan suplementasi zink
3) Tata laksana gizi buruk
4) Imunisasi
5) Cuci tangan dengan benar.
6) Konsumsi garam beriodium.
REHABILITATIF 1) perilaku hidup sehat
2) perbaikan gizi dan nutrisi pada balita
DAFTAR PUSTAKA

https://setkab.go.id/kebijakan-pemerintah-terkait-penanganan-dan-pencegahan-penularan-
covid-19-16-maret-2020-di-istana-kepresidenan-bogor-provinsi-jawa-barat/

https://kemlu.go.id/portal/id/read/1104/berita/kebijakan-pemerintah-indonesia-terkait-
perkembangan-covid-19
https://www.kemkes.go.id/artocle/view/18052800005/pemerintah-komit-turunkan-stunting.html

https://www.persi.or.id/images/2019/data/FINAL_PAPARAN_PERSI_22_FEB_2019_Ir._Doddy.pdf

https://www.slideshare.net/mobile/homeworkping3/196910295-slffdiarepadabalita