Anda di halaman 1dari 19

PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI DAN DRAINASE

JAWAB FORUM KULIAH 3 (TIGA)


SELASA, 24 MARET 2020
DOSEN: DR.IR.ROSMINA ZUCHRI, M.T
Forum / Latihan:
Selesaikan soal berikut ini secara mandiri. Selanjutnya cocokkan hasilnya dengan hasil teman
Saudara dan diskusikan:
1. Apa yang dimaksud dengan evapotranspirasi?
2. Apa yang dimaksud dengan evapotranspirasi potensial?
3. Apa yang dimaksud dengan kebutuhan air bagi tanaman?
4. Mengapa dalam menghitung kebutuhan air bagi tanaman yang dihitung adalah
evapotranspirasi potensial?
5. Ada berapa macam cara menghitung evapotranspirasi potensial ?
6. Bila ditinjau dari metode yang ada dalam buku ini, metode mana yang paling teliti untuk
menghitung evapotranspirasi potensial.? Mengapa ?
7. Apakah yang menjadi pedoman dalam pemilihan masing-masing metode tersebut?
8. Bagaimana cara memperoleh data iklim (temperatur, kecepatan angin, kelembaban udara, ketinggian, letak lintang,
penyinaran matahari) untuk perhitungan evapotranspirasi tetapan?

9. Dimana dapat diperoleh data iklim?

10. Apa yang dimaksud dengan koefisien Boltzman?

11. Apa yang dimaksud dengan koefisien Refleksi?

12. Mungkinkah evapotranspirasi tetapan dihitung dalam satuan waktu harian?

13. Adakah keterkaitan evapotranspirasi tetapan dengan keberadaan hujan?

14. Soal & Jawab


Contoh Soal 1. Evapotranspirasi Potensial Metode Blanney-Criddle
Wilayah pertanian di Karanganyar yang terletak pada 15O Lintang Selatan pada bulan Januari
ditanami Padi, temperatur rerata harian 25oC. Berapa besarnya nilai evapotranspirasi potensial
pada bulan tersebut?
Penyelesaian:

1
Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Metode Radiasi
Soal 2a.
Wilayah pertanian di Karanganyar yang terletak pada 15O Lintang Selatan pada bulan Januari
ditanami Padi, temperatur rerata harian 25oC.
Ditanya : Berapa besarnya nilai evapotranspirasi potensial pada bulan tersebut?
Penyelesaian:
..................

Soal 2b.
Daerah pertanian Karanganyar terletak pada 15 o Lintang Selatan dan ketinggian 500 m, pada
bulan Januari ditanami Tomat, temperature rerata 25 oC, kelembaban relatif udara 75%,
kecepatan angin siang malam rerata 4m/detik, perbandingan kecepatan angin siang dan malam
adalah 3, penyinaran matahari rerata 4 jam/hari. Berapa besar evapotranspirasi potensial pada
bulan tersebut.
Penyelesaian :
..........
Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Metode Panci Evaporasi
Soal 3.
Daerah pertanian Karanganyar dengan kelembaban udara relatif 75%, kecepatan angin siang
tergolong sedang diukur evaporasinya dengan menggunakan Panci Klas A yang diletakkan
pada daerah hijau dengan jarak 10 meter dari rumpun tanaman. Besarnya E panci terukur = 11
mm / hari. Berapa evapotranspirasi potensial untuk bulan tersebut ?
Penyelesaian:
.......................

Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Metode Penmann-Monteith


Soal 4.
Daerah pertanian Karanganyar terletak pada 15 oLS dengan ketinggian 500m. Pada bulan
Januari ditanami tomat, memiliki temperatur rata-rata harian 25 oC, kelembaban udara
relative 75%, penyinaran matahari rata-rata 4 jam, kecepatan angin siang-malam 4 m/detik
diukur pada ketinggian 3 m, perbandingan kecepatan angin siang-malam = 3. Berapa
evapotranspirasi potensial pada bulan tersebut bila koefisien refleksi Albedo = 0.25
Penyelesaian:
...............

JAWABAN :
2
Siklus Hidrologi adalah : Siklus Hidrologi. Siklus hidrologi pada umumnya dipahami
sebagai sirkulasi air secara terus menerus dari bumi ke atmosfir dan kembali ke bumi melalui
evaporasi, transpirasi, presipitasi dan kondensasi. Siklus Hidrologi disajikan pada Gambar 1.1.

Sumber : www.google.com

Gambar 1.1. Siklus Hidrologi


Soal 1. Jelaskan Apa yang dimaksud dengan Evapotranspirasi
Penguapan adalah proses berubahnya bentuk zat cair (air) menjadi gas (uap air) dan masuk ke
atmosfer (Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari
permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi, atmosfer terdapat dari
ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan
Bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di
lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. 
evapotranspirasi yaitu penguapan yang terjadi di permukaan lahan, yang meliputi permukaan
tanah dan tanaman yang tumbuh dipermukaan tersebut). 

Dalam hidrologi, penguapan dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu :


 Evaporasi
 Transpirasi

3
Evaporasi atau Eo adalah penguapan yang terjadi dari permukaan air (seperti laut,
danau dan sungai), permukaan tanah (genangan air di atas tanah dan penguapan dari
permukaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah), dan permukaan tanaman
(intersepsi). Apabila permukaan air tanah cukup dalam, evaporasi dari air tanah adalah kecil
dan dapat diabaikan. Proses evaporasi dan evapotranspirasi disajikan pada Gambar 1.2.

Gambar 1.2. Proses Evaporasi dan Evapotranspirasi

Intersepsi adalah penguapan yang berasal dari air hujan yang berada pada permukaan daun,
ranting, dan batang tanaman. Sebagian air hujan yang jatuh akan tertahan oleh tanaman dan
menempel pada daun dan cabang, yang kemudian akan menguap.

Transpirasi atau ET adalah penguapan melakui tanaman, dimana air tanah diserap
oleh akar tanaman yang kemudian dialirkan melalui batang sampai ke permukaan daun dan
menguap menuju atmosfer.

Dilapangan, sulit membedakan antara penguapan dari badan air, tanah dan tanaman. Oleh
karena itu, biasanya evaporasi dan transpirasi dicakup menjadi satu yaitu Evapotranspirasi.

Evapotranspirasi adalah gabungan evaporasi dan transpirasi tumbuhan yang hidup di


permukaan bumi. Air yang diuapkan oleh tanaman dilepas ke atmosfer. Evaporasi merupakan
pergerakan air ke udara dari berbagai sumber seperti tanah, atap, dan badan air.

Jadi Evapotranspirasi adalah penguapan yang terjadi di permukaan lahan, yang


meliputi permukaan tanah dan tanaman yang tumbuh dipermukaan tersebut. Evapotraspirasi
disajikan pada Gambar 1.3.

4
Sumber : www.google.com

Gambar 1.3. Evapotrasnpirasi

Soal 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan evapotranspirasi potensial?


Evapotranspirasi (evaporasi-transpirasi) merupakan peristiwa penguapan air dari daun
atau tajuk tanaman baik dari hasil proses biologi (hasil metabolism) maupun yang tidak berasal
dari kegiatan tersebut, misalnya air dan hasil intersepsi. Jadi evapotranspirasi merupakan jumlah
total air yang dikembalikan lagi ke atmosfer dari permukaan tanah, badan air, vegetasi oleh
adanya pengaruh factor iklim dan fisologi vegetasi.

Evapotranspirasi terbagi 4 yaitu :


a). Evapotrasnpirasi Standar
b). Evapotranspirasi potensial
c). Evapotranspirasi Tanaman
d). Evapotranspirasi Aktual
Evapotranspirasi potensial adalah nilai yang menggambarkan kebutuhan lingkungan,
sekumpulan vegetasi, atau kawasan pertanian untuk melakukan evapotranspirasi yang
ditentukan oleh beberapa faktor, seperti intensitas penyinaran matahari, kecepatan angin, luas
daun, temperatur udara, dan tekanan udara.

5
Apabila jumlah air yang tersedia tidak menjadi factor pembatas, maka evapotranspirasi
yang terjadi akan menjadi kondisi yang maksimal. Dan kondisi itu dikatakan sebagai
evapotranspirasi potensial tercapai.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya evapotrasnpirasi adalah :


 Radiasi panas matahari.
 Suhu
 Tekanan udara
 Kapasitas air dalam tanah dan udara
 Kecepatan angin.

Soal 3. Apa yang dimaksud dengan kebutuhan air bagi tanaman?


Kebutuhan air bagi tanaman pada dasarnya adalah upaya untuk menggantikan air yang
hilang adanya penguapan air dari tanah dan tanaman (evapotranspirasi).
Evapotranspirasi (ETo) umumnya dinyatakan dalam bentuk evapotranspirasi potensial (potential
evapotranspiration) atau evapotranspirasi nyata (actual evapo-transpiration).
Analisis ET0 telah banyak dimodelkan dan diklasifikasikan sebagai berikut:
1) model temperature (persamaan Blaney-Criddle),
2) model radiasi (persamaan Priestley dan Taylor),
3) model pan-evaporation, dan
4) model kombinasi (Penman-Monteith).
Dalam banyak kasus di Indonesia, cara Penman cukup popular dan digunakan karena adanya
pertimbangan dua musim.

Analisis kebutuhan air irigasi merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam
perencanaan dan pengelolaan sistem irigasi. 
Kebutuhan air tanaman didefinisikan sebagai jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman pada
suatu periode untuk dapat tumbuh dan produksi secara normal.

6
Kebutuhan air bagi tanaman yang didekati dengan perhitungan evapotranspirasi potensial
tergantung pada kondisi iklim, hujan, jenis tanaman, jenis tanah.
Adapun perhitungan evapotranspirasi potensial mutlak hanya tergantung pada kondisi iklim yang
meliputi antara lain suhu udara, kecepatan angin, penyinaran matahari, kelembaban udara relatif.

Soal 4. Mengapa dalam menghitung kebutuhan air bagi tanaman yang dihitung adalah
evapotranspirasi potensial?

Kebutuhan air bagi tanaman pada dasarnya adalah upaya untuk menggantikan air yang
hilang adanya penguapan air dari tanah dan tanaman (evapotranspirasi).
Evapotranspirasi (ETo) umumnya dinyatakan dalam bentuk evapotranspirasi potensial (potential
evapotranspiration) atau evapotranspirasi nyata (actual evapo-transpiration).
Seperti sudah diketahui evapotranspirasi potensial adalah nilai yang menggambarkan
kebutuhan lingkungan, sekumpulan vegetasi, atau kawasan pertanian untuk
melakukan evapotranspirasi yang ditentukan oleh beberapa faktor, seperti intensitas penyinaran
matahari, kecepatan angin, luas daun, temperatur udara, dan tekanan udara.

Kebutuhan air bagi tanaman yang didekati dengan perhitungan evapotranspirasi potensial
tergantung pada kondisi iklim, hujan, jenis tanaman, jenis tanah.
Adapun perhitungan evapotranspirasi potensial mutlak hanya tergantung pada kondisi iklim yang
meliputi antara lain suhu udara, kecepatan angin, penyinaran matahari, kelembaban udara relatif.

Soal 5. Ada berapa macam cara menghitung evapotranspirasi potensial ?


Kebutuhan air bagi tanaman pada dasarnya adalah upaya untuk menggantikan air yang hilang
adanya penguapan air dari tanah dan tanaman (evapotranspirasi).
Evapotranspirasi (ETo) umumnya dinyatakan dalam bentuk evapotranspirasi potensial
(potential evapotranspiration) atau evapotranspirasi nyata (actual evapo-transpiration).
Analisis ET0 telah banyak dimodelkan dan diklasifikasikan sebagai berikut:
1) model temperature (persamaan Blaney-Criddle),
2) model radiasi (persamaan Priestley dan Taylor),
3) model pan-evaporation, dan
4) model kombinasi (Penman-Monteith).

7
Dalam banyak kasus di Indonesia, cara Penman cukup popular dan digunakan karena adanya
pertimbangan dua musim.

Soal 6. Bila ditinjau dari metode yang ada dalam buku ini, metode mana yang paling teliti untuk
menghitung evapotranspirasi potensial.? Mengapa ?

Jawab : Metode Penmann-Monteith Karena banyak parameter yang digunakan sehingga


hasilnya lebih teliti dan lebih cocok digunakan untuk Indonesia.
Doorenbos dan Pruitt (1977) mengadopsi rekomendasi yang dirumuskan oleh grup Crop
Water Requirements dari FAO pada saat pertemuan di Lebanon tahun 1971 dan di Roma tahun
1972. Dalam papernya dituliskan bahwa dari 4 (empat) cara menghitung evapotranspirasi
potensial (ETo), yang direkomendasikan, yakni cara :
 Blaney-Criddle,
 Radiation,
 Penman, dan
 Pan-Evaporation,
Maka cara Penman adalah dinyatakan memberikan hasil terbaik dengan kemungkinan kesalahan
±10% untuk selama musim panas, dan mencapai 20% dalam keadaan low evaporatif.
Sejak ditetapkannya rekomendasi FAO yang diuraikan oleh Doorenbos dan Pruitt (1977),
kajian terhadap prakiraan ETo terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti (Allen
dkk., 1998).
Hasil kajian menunjukkan bahwa cara Penman yang direkomendasikan oleh FAO
seringkali overestimate.
Selanjutnya, Allen dkk. menjelaskan bahwa pada bulan Mei 1990, FAO mengorganisir
para konsultan ahli dan peneliti berkolaborasi dengan International Commission for Irrigation
and Drainage dan World Meteorological Orgnization untuk meninjau kembali dan memberikan
saran pada revisi dan memperbaharui prosedur perhitungan ETo. Dari panel para ahli akhirnya
merekomendasikan untuk mengadopsi cara kombinasi Penman-Monteith sebagai standar baru
untuk perhitungan ETo dan memberikan saran pada prosedur perhitungan beragam parameter
yang terkait.
Metode-Metode Evapotranspirasi Potensial :

8
(1) Metode Blaney-Criddle.
(2) Metode Radiasi.
(3) Metode Panci Evaporasi
(4) Metode Penman-Monteith
ad1). Metode Blaney-Criddle (1950)
Metode Blaney-Criddle khususnya untuk daerah yang hanya memiliki data rerata
temperatur udara. Data lain seperti kelembaban udara relatif, penyinaran matahari, kecepatan
angin dapat diperkirakan dari keadaan lapangan pada umumnya. Besarnya evapotranspirasi
potensial dihitung menggunakan pendekatan rumus sebagai berikut:

ET0  C. p. 0,46.T  8 (1)

C   0,0311 .T  0,34  k (2)

Dengan:
ETo = evapotranspirasi potensial pada bulan yang dipertimbangkan (mm/hari)
C = factor penyesuai (adjustment factor)
ρ = prosentase penyinaran matahari rerata harian (Tabel-1)
T = temperature rerata harian (oC), dalam bulan yang diperhitungkan
k = factor tanaman (Tabel-2)

ad2). Metode Radiasi


Metode Radiasi didasarkan pada rumus Makking (1957). Metode ini untuk daerah yang
memiliki data temperature udara, penyinaran matahari, radiasi atau keadaan awan. Kecepatan
angin dan kelembaban udara relative didasarkan pada nilai perkiraan. Nilai evapotranspirasi
potensial menurut Makking dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

ET0  C.W .Rs  (4)

 n
Rs   0,25  0.50  . Ra (5)
 N
dengan:
C = factor penyesuai pengaruh RH dan kecepatan angina
W = factor bobot pengaruh temperature dan ketinggian, Tabel-3
Rs = radiasi matahari ( mm/hari
n/N = rasio penyinaran matahari aktual dan maksimal, harga N pada Tabel-4
Ra = radiasi yang diterima permukaan bumi, Tabel-5

9
ad3). Metode Panci Evaporasi
Ada dua macam alat yang berbeda penggunaannya yaitu Panci Klas A dan Panci
Colorado. Panci evaporasi merupakan alat untuk mengukur besarnya evaporasi di lapangan
secara terpadu, Walaupun demikian, kemungkinan ada perbedaan nyata dapat terjadi karena
berbagai faktor. Bila besarnya evaporasi dapat diukur dengan panci evaporasi, maka
evapotranspirasi potensial dapat dicari dengan:
Eto = Kp . Ep (6)
dengan : Kp = koefisien panci, lihat tabel 2.10
Ep = rerata harian evaporasi air dalam panci (mm/hari)

ad4).Metode Penman-Monteith
900
0,408 Rn  G    u 2  e s  ea 
Tmean  273 (7)
ET0 
   1  0,34u 2 

  17.27Tmean 
4098 0,6108  exp 
  T  237,3  (8)
p 
 Tmean  237,3 2
dengan:
ET0 = evapotranspirasi potensial (mm/hari)
p 0
= kemiringan lengkung tekanan uap jenuh (kPa/ C)
0
T = Temperatur udara ( C)
Rn = radiasi neto (MJ/m2/hari)
G = Soil heat flux (MJ/m2/hari)
 = konstanta Psychrometric (kPa/0C)
u2 = kecepatan angin pada ketinggian 2 m (m/dt)
es = tekanan uap jenuh (kPa)
ea = tekanan uap nyata (kPa)

Soal 7. Apakah yang menjadi pedoman dalam pemilihan masing-masing metode tersebut?.
Jawab :Yang menjadi pedoman dalam pemilihan masing-masing metode adalah
ketersedian data dan kesesuaian wilayah dengan metode yang akan digunakan.
Sejak ditetapkannya rekomendasi FAO yang diuraikan oleh Doorenbos dan Pruitt (1977),
kajian terhadap prakiraan ETo terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti (Allen
dkk., 1998). Hasil kajian menunjukkan bahwa cara Penman yang direkomendasikan oleh FAO
seringkali overestimate.

10
Selanjutnya, Allen dkk. menjelaskan bahwa pada bulan Mei 1990, FAO mengorganisir para
konsultan ahli dan peneliti berkolaborasi dengan International Commission for Irrigation and
Drainage dan World Meteorological Orgnization untuk meninjau kembali dan memberikan
saran pada revisi dan memperbaharui prosedur perhitungan ETo.
Dari panel para ahli akhirnya merekomendasikan untuk mengadopsi cara kombinasi
Penman-Monteith sebagai standar baru untuk perhitungan ETo dan memberikan saran pada
prosedur perhitungan beragam parameter yang terkait.

Soal 8. Bagaimana cara memperoleh data iklim (temperature/suhu; kecepatan angin;


kelembaban udara, ketinggian, letak lintang, penyinaran matahari) untuk perhitungan
evapotranspirasi tetapan?.

Jawab : Cara memperoleh data yaitu dengan :

 Melakukan Survey Lapangan (data Primer) dan

 Dari Data sekunder yaitu menggunakan data yang diambil dari instansi Terkait
misalnya : BMKG, Dinas PU, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan. Dinas
Pentanahan. Dll.

Soal 9. Dimana dapat diperoleh data iklim?

Jawab :

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi
di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dipelajari dalam klimatologi. Iklim di suatu
tempat di bumi dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi tempat tersebut.

Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang suhu, kecepatan angin, kelembaban
dan penyinaran matahari.

Data iklim dapat diperoleh di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Atau melalui
Internet Palapa.

 
Cuaca dan iklim merupakan faktor lingkungan yang memiliki pengaruh besar terhadap kehi-
dupan makhluk hidup.

11
Iklim pada setiap wilayah digambarkan oleh unsur-unsur iklim, seperti :
 intensitas radiasi surya, 
 curah hujan,
 suhu udara,
 kelembaban,
 tekanan,
 presipitasi, dan sebagainya dalam jangka waktu yang panjang. 

Iklim akan mempengaruhi berbagai aktifitas makhluk di muka bumi ini.


Iklim merupakan perpaduan atau pun rata-rata dari perubahan unsur-unsur cuaca dalam
jangka panjang di suatu wilayah. Perpaduan ini dapat diartikan sebagai nilai statistik.
Cuaca dan iklim pada suatu wilayah dapat digambarkan oleh statistik yang meliputi seperti :
 nilai rata-rata,
 nilai maksimum,
 nilai minimum,
 frekuensi kejadian,
 peluang kejadian,
 maupun unsur-unsur lainnya yang berasal dari unsur-unsur cuaca atau iklim.

Informasi tersebut dapat disajikan menggunakan analisis statistic sederhana sampai analisis
yang kompleks untuk keperluan prediksi cuaca atau iklim.
Dalam kehidupan sehari-hari, iklim menjadi bahan pertimbangan dalam rancangan :
 bangunan hunian atau kontruksi bangunan fisik lainnya,
 bahan dan desain pakaian,
 jenis dan porsi pangan yang dikonsumsi,
 bahkan hingga ragam aktivitas sosial budaya yang dilakukan masyarakat.

Oleh karena itu, informasi berupa data mengenai cuaca dan iklim akan sangat diperlukan.

12
Data yang benar dan lengkap, melalui analisis meteorologi dan klimatologi akan
membuka kejelasan tentang gejala dan perilaku cuaca maupun keadaan iklim di wilayah tertentu
serta dapat membuat manusia melakukan usaha dengan optimal di setiap kegiatannya.

Ada tiga manfaat pokok dari informasi data cuaca dan iklim, yaitu:
(a) meningkatkan kewaspadaan terhadap akibat-akibat negatif yang dapat ditimbulkan oleh
keadaan cuaca atau iklim yang ekstrem;
(b) menyesuaikan diri atau berusaha untuk menyelenggarakan kegiatan dan usaha yang serasi
dengan sifat cuaca dan iklim sehingga terhindar dari hambatan atau kerugian yang
diakibatkannya; dan
(c) menyelenggarakan kegiatan dan usaha di bidang teknik, sosial, dan ekonomi dengan
menerapkan teknologi pemanfaatan sumber daya cuaca dan iklim.

Manfaat lain apabila kita mempelajari data-data iklim tersebut yaitu: kita :
 dapat menangani data iklim,
 dapat membantu memperoleh gambaran iklim atau cuaca di suatu wilayah,
 menunjukkan sifat-sifat penting dari data iklim, 
 dapat menyediakan data iklim dalam bentuk data yang bisa dimanfaatkan banyak
orang, serta
 dapat menganalisis hubungan antara data iklim yang satu dengan data iklim yang
lainnya.
dapat menganalisis hubungan antara data iklim yang satu dengan data iklim yang
lainnya

Soal 10. Apa yang dimaksud dengan koefisien Boltzman?.

Jawab :
13
Beberapa metode Empiris yang digunakan untuk perhitungan evapotranspirasi salah
satunya adalah Metode Penman. Dalam metode Penman ada perhitungan Radiasi
matahari netto yang dipancarkan bumi atau Ln.

Salah satu konstanta yang diperlukan dalam rumus Ln itu adalah koefisien Stevan
Boltman.

Koefisien Stevan-Boltzman atau σ adalah suatu koefisien yang digunakan untuk


menghitung radiasi matahari netto yang dipancarkan bumi atau Ln

Ln=σT^4(0,56-0,092Ved)(0,1+0,9*(n/N)

Keterangan :

Ln=radiasi matahari netto yang dipancarkan permukaan bumi.

σ = konstanta Stevan-Boltzman (1,17*10^-7 c.a/cm2/oK^4/hari

T = Temperatur (oK)

ed = tekanan uap air diatas permukaan (mm Hg).

ed =(es*r)

es =tekanan uap air jenuh (mmHg).

(es dapat dilihat pada table . nilai tekanan uap air jenuh yang tergantung
dari nilai suhu )

r =kelembaban relative (%)

n =durasi penyinaran matahari harian (%).

N =durasi penyinaran matahari maksimum yang mungkin terjadi (%).

Soal 11. Apa yang dimaksud dengan koefisien Refleksi?.

Dalam menghitung evapotranspirasi menggunakan metode Penmann rumus-rumus yang


dipakai adalah menghitung En (meliputi menghitung radiasi netto yang diserap bumi atau
Sn.

Rumus :
14
Sn=So (1- α)(0,29+ 0,42*(n/N)

Koefisien Refleksi adalah disebut koefisien albedo atau α yaitu suatu koefisen yang
digunakan untuk menghitung Radiasi matahari netto yang diserap bumi atau Sn

Tabel 10.1. Nilai Koefisien Repleksi atau Koefisien Albedo

Jenis Permukaan Albedo (α


Air Terbuka 0,05-0,15
Batuan 0,12-0,15
Pasir 0,10-0,20
Tanah Kering 0,14
Tanah Basah 0,08-0,09
Hutan 0,05-0,20
Rumput 0,10-0,33
Rumput Kering 0,15-0,25
Salju 0,90
Es 0,40-0,50
Tanaman 0,20

Soal 12. Mungkinkah Evapotranspirasi tetapan dihitung dalam satuan waktu harian?.
Jawab :
 Evapotranspirasi rata-rata dari suatu permukaan acuan disebut evapotranspirasi acuan
dan ditandai sebagai ETo. Konsep evapotranspirasi acuan dikenalkan untuk mempelajari
keperluan evaporasi dari atmosfer secara independen pada tipe tanaman, perkembangan tanaman
dan praktek pengelolaannya.

Evapotranspirasi acuan atau evapotranspirasi potensial atau ETo atau Evapotranspirasi


referensi atau evapotranspirasi Boltzman tetapan adalah laju evapotranspirasi dari suatu
permukaan luas tanaman rumput hijau setinggi 8-15 cm yang menutup tanah dengan ketinggian
seragam dan seluruh permukaan teduh tanpa suatu bagian yang menerima sinar secara langsung
serta rumput masih tumbuh aktif tanpa kekurangan air.

Evapotranspirasi tetapan disebut juga dengan evapotranspirasi referensi (keluar).


Beberapa cara menentukan evapotranspirasi tetapan yaitu :
ETo=Kp.Epanci
15
Keterangan :
ETo=Evaporasi tetapan/tanaman acuan (mm/hari).
Epanci=Pembacaan panci Evaporasi.
Kp=Koefisien panci.

Soal 13. Adakah keterkaitan Evapotranspirasi tetapan dengan keberadaan hujan?


Jawab: Ada Keterkaitan Evapotranspirasi tetapan dengan keberadaan hujan.
Evapotranspirasi adalah penguapan, jadi jika hujan maka tidak akan terjadi penguapan.
Evapotranspirasi potensial atau ETo atau Evapotranspirasi tetapan adalah laju
evapotranspirasi dari suatu permukaan luas tanaman rumput hijau setinggi 8-15 cm yang
menutup tanah dengan ketinggian seragam dan seluruh permukaan teduh tanpa suatu
bagian yang menerima sinar secara langsung serta rumput masih tumbuh aktif tanpa
kekurangan air.

Evapotranspirasi tetapan disebut juga dengan evapotranspirasi referensi (keluar).

Beberapa cara mennetukan evapotranspirasi tetapan yaitu :

ETo=Kp.Epanci

Keterangan :

ETo=Evaporasi tetapan/tanaman acuan (mm/hati).

Epanci=Pembacaan panci Evaporasi.

Kp=Koefisien panci.

Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair


seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar
dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi,
hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat
untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan
dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau
penambahan uap air ke udara. 

16
Hujan adalah sumber utama air tawar di sebagian besar daerah di dunia, menyediakan
kondisi cocok untuk keragaman ekosistem, juga air untuk pembangkit listrik
hidroelektrik dan irigasi ladang. Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan.
Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit
cuaca.

Jadi ada keterkaitan antara evapotranspirasi dengan keberadaan hujan yaitu :

Keberadaan hujan adalah adanya proses hujan yang terjadi atau turunnya hujan di suatu
wilayah. Evapotranspirasi adalah proses penguapan. Maka jika ada hujan maka tidak
terjadi penguapan.

Soal 14. Soal & Jawab


Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Metode Blaney Criddle
Soal 1.
Wilayah pertanian di Karanganyar yang terletak pada 15O Lintang Selatan pada bulan Januari
ditanami Padi, temperatur rerata harian 25oC.
Ditanya : Berapa besarnya nilai evapotranspirasi potensial pada bulan tersebut?
Penyelesaian:
Gunakan Tabel 14.1. Prosentase Penyinaran Matahari rerata harian atau ρ
Lint Utara * Ja Peb Mar Apr Mei Ju Jul Aug Sep Okt Nop De
n n s
Lint selatan * Jul Aug Sep Okt Nop De Ja Peb Mar Apr Mei Jun
s n
40 22 24 27 30 32 34 33 31 28 25 22 21
35 23 25 27 29 31 32 32 30 28 25 23 22
30 24 25 27 29 31 32 31 30 28 26 24 23
25 24 26 27 29 30 31 31 29 28 26 25 24
20 25 26 27 28 29 30 30 29 28 26 25 25
15 26 26 27 28 29 29 29 28 28 27 26 25
10 26 27 27 28 28 29 29 28 28 27 26 26
5 27 27 27 28 28 28 28 28 28 27 27 27
0 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27

Untuk Temperatur 15o Lintang Selatan pada bulan Januari maka didapat ρ yaitu 26

T = 25

17
p = 26 = 0.26
Tabel 14.2. Koefisien tanaman atau k
Jenis Tanaman k, di Daerah
pantai
Jeruk 0,50
Kapas 0,60
Kemtang 0,65
Jagung 0,70
Tomat 0,70
Biji-Bijian 0,75
Padi 1,0

Sumber : Prof. Suyono, 1978


C adalah faktor penyesuaian (adjustment factor)
Rumus C = (0.0311 . T + 0.34) + k
C= (0.0311 . 25 + 0.34) + 1,0
C = 2,1175
C   T   k
  0,0311 25 0,34 1
2,1175        

Rumus Evapotranspirasi potensial atau ETo = C.p (0.46 . T + 8)


ETo= 2,1175 . 0.26 . (0.46 . 25 + 8)
ETo= 10,736 mm/hari
Jadi nilai evapotranspirasi potensial pada bulan Januari: ETo = 10,736 mm/hari
Begitu juga untuk perhitungan evapotranspirasi potensial untuk bulan feb, maret dan
seterusnya sampai desember .

Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Metode Radiasi


Soal 2a.
Wilayah pertanian di Karanganyar yang terletak pada 15O Lintang Selatan pada bulan Januari
ditanami Padi, temperatur rerata harian 25oC.
Ditanya : Berapa besarnya nilai evapotranspirasi potensial pada bulan tersebut?
Penyelesaian:
..................

18
Soal 2b.
Daerah pertanian Karanganyar terletak pada 15o Lintang Selatan dan ketinggian 500 m, pada
bulan Januari ditanami Tomat, temperature rerata 25oC, kelembaban relatif udara 75%, kecepatan
angin siang malam rerata 4m/detik, perbandingan kecepatan angin siang dan malam adalah 3,
penyinaran matahari rerata 4 jam/hari. Berapa besar evapotranspirasi potensial pada bulan
tersebut.
Penyelesaian :
.............
Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Metode Panci Evaporasi
Soal 3.
Daerah pertanian Karanganyar dengan kelembaban udara relatif 75%, kecepatan angin siang
tergolong sedang diukur evaporasinya dengan menggunakan Panci Klas A yang diletakkan pada
daerah hijau dengan jarak 10 meter dari rumpun tanaman. Besarnya E panci terukur = 11 mm / hari.
Ditanya : Berapa evapotranspirasi potensial untuk bulan tersebut ?
Penyelesaian:
................

Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Metode Penmann-Monteith


Soal 4.
Daerah pertanian Karanganyar terletak pada 15oLS dengan ketinggian 500m. Pada bulan
Januari ditanami tomat, memiliki temperatur rata-rata harian 25 oC, kelembaban udara
relative 75%, penyinaran matahari rata-rata 4 jam, kecepatan angin siang-malam 4 m/detik
diukur pada ketinggian 3 m, perbandingan kecepatan angin siang-malam = 3.
Ditanya : Berapa evapotranspirasi potensial pada bulan tersebut bila koefisien refleksi
Albedo = 0.25
Penyelesaian:
...........

SELESAI

19