Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

          Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, taufik dan
hidayahnya sehigga kami dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk maupun isinya
yang sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk,
maupun pedoman bagi para pembaca.
            Harapan kami makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalahi ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
            Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan, sehingga kami harapkan kepada
para pembaca untuk memberika masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks


pendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri anak.
Lingkungan dapat berupa hal-hal yang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik,
kepercayaan dan upaya lain yang dilakukan manusia, termasuk di dalamnya adalah
pendidikan.
Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan
masyarakat akan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan dan
mengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Dengan
memperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkan pertolongan
dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas, tetapi terarah.
Karenanya pendidikan harus dapat memberikan  motivasi dalam mengaktifkan anak.
Lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap praktek pendidikan baik positif ataupun negatif. Lingkungan pendidikan sebagai
tempat berlangsungnya proses pendidikan, merupakan bagian dari lingkungan sosial.
Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan sebab lingkungan
pendidikan tersebut berfungsi menunjang proses belajar mengajar secara nyaman, tertib, dan
berkelanjutan. Dengan suasana seperti itu, maka proses pendidikan dapat dilaksanakan.
Lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan
menyelengglarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian
keterampilan dan keahlian.  yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/
keterampilan. Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama
secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam
memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan
secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.

Rumusan Masalah

1.  Apakah  pengertian dari pendidikan?


2.  Apakah pengertian dari lembaga Pendidikan?
3.  Apa saja bentuk-bentuk Lembaga Pendidikan?
4.  Apa saja fungsi Lembaga Pendidikan?
5.  Apakah Lembaga Pendidikan sudah memenuhi fungsinya atau belum?

Tujuan

1.   Untuk mengetahui pengertian Pendidikan.


2.   Untuk mengetahui pengertian Lembaga Pendidikan.
3.   Untuk mengetahui bentuk-bentuk lembaga Pendidikan.
4.   Untuk mengetahui fungsi lembaga Pendidikan.
5.   Untuk mengetahui lembaga Pendidikan sudah memenuhi fungsinya ataukah belum.
BAB II
PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN PENDIDIKAN

Pendidikan adalah Usaha sadar dan sistematis,yang dilakukan oleh orang-orang yang
diserahi tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat
sesuai dengan cita-cita pendidikan(Achmad 2012).Pendidikan adalah bantuan yang di berikan
dengan sengaja kepada peserta didik dalam pertumbuhan jasmani maupun rohaninya untuk
mencapai tingkat dewasa.Pendidikan adalsh proses bantuan dan pertolongan yang diberikan
oleh pendidik kepada peserta didik atas pertumbuhan jasmani dan perkembangan secara
optimal.

2. PENGERTIAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan


menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian
keterampilan dan keahlian. yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/
keterampilan. Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama
secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam
memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan
secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.(Hasbullah 1999)

3. BENTUK-BENTUK LEMBAGA PENDIDIKAN

     1. Lembaga Pendidikan Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama, karena dalam
keluarga inilah anak-anak mendapatkan bimbingan dan paling banyak memperoleh
pendidikan. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS[1]disebutkan bahwa
keluarga merupakan bagian dari lingkungan pendidikan informal/non formal. Selain itu
keluarga juga disebut sebagai satuan pendidikan diluar sekolah. Oleh karena itu, keluarga
mesti menciptakan suasana yang edukatif sehingga anak didiknya tumbuh dan berkembang
menjadi manusia sebagaimana tujuan dalam pendidikan.(Suwarno 1985)

      2. Lembaga Pendidikan Sekolah      


     
Yang dimaksud dengan pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diperoleh secara
teratur, sistematis, bertingkat dan dengan mengikuti syaraf yang jelas. Sekolah merupakan
lingkungan pendidikan formal, sekaligus membentuk kepribadian anak didik yang tujuannya
untuk mencapai 3 faktor yaitu aspek kognitif, afektif, psikomotorik.[2]Terdapat Macam-
macam Sekolah,Ditinjau dari Segi yang Mengusahakan yaitu Sekolah Negeri, sekolah yang
diusahakan oleh pemerintah, baik dari segi pengadaan fasilitas, keuangan maupun pengadaan
tenaga pengajar.Sekolah Swasta, yaitu sekolah yang diusahakn oleh selain pemerintah, yaitu
badan-badan swasta.
Ditinjau dari Sudut Tingkatan,Menurut UU Nomor 20 Tahun 2004, jenjang
pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan
tinggi.Pendidikan Dasar, terdiri dari Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan SMP/MTs.
Pendidikan Menengah, terdiri dari SMA/MA dan SMK/MAK. Pendidikan Tinggi, terdiri dari
Akademi, Institut, Sekolah Tinggi dan Universitas.
Ditinjau dari Sifatnya yaitu  Sekolah Umum dan Sekolah Kejuruan.

3.  Lembaga Pendidikan di Masyarakat

Masyarakat diartikan sebagai suatu bentuk tata kehidupan sosial dengan tata nilai dan
tata budaya sendiri.Pendidikan di lingkungan masyarakat adalah pendidikan nonformal yang
dibedakan dari pendidikan di keluarga dan di sekolah. Bertujuan sebagai penambah atau
pelengkap pendidikan formal dan informal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang
hayat. Masyarakat memiliki peran yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional. Peran
masyarakat itu antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan
pendidikan nasional, ikut menyelengglarakan pendidikan non pemerintah (swasta) dan yang
lainnya.
Tripusat pendidikan saling berhubungan dan berpengaruh. Keterkaitan ketiga pusat
pendidikan yaitu keluarga,sekolah, dan masyarakat masing-masing memiliki fingsi tersendiri
dengan satu tujuan yaitu menolong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara
optimal, untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia yang seutuhnya,
berjatidiri, memiliki integritas, dan martabat.Agar fungsi pendidikan dapat tercapai dengan
baik, harus terjadi kerjasama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003.[4]
   
       4. FUNGSI LEMBAGA PENDIDIKAN

Fungsi lembaga pendidikan :


1. Untuk memenuhi keperluankeperluan di dalam proses pendidikan.
2. Supaya  individu menjadi anggota masyarakat yang berguna.
3. Sebagai suatu upaya sistematis untuk mengajarkan apa yang tidak bisa dipelajari secara
mudah dalam lingkungan keluarga.
·      Adanya perkembangan jaman yang semakin pesat berdampak menggeser pada
prinsip hidup manusiamampu meningkatkan kualitas hidup.
Fungsi manifes dari lembaga pendidikan adalah :
1. Membantu orang dalam mengembangkan potensi dan mempersiapkan mereka untuk
bekerja.
2. Transmisi kebudayaan masyarakat, yaitu mewariskan nilai-nilai budaya bangsa pada
generasi muda/penerus.
3. Memilih dan mengerjakan peranan sosial, yaitu memberikan ketrampilan dan pengetahuan
untuk dapat berperan di dalam masyarakat.
4.  Menjamin adanya integrasi sosial, yaitu untuk menjaga keutuhan masyarakat.
5. Mengembangkan kebudayaan, yaitu melakukan inovasi-inovasi sosial dan tekhnologi
untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
6. Mengembangkan potensi individu sebagai anggota masyarakat, yaitu memberikan berbagai
pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperlukan untuk mengembangkan diri sesuai
dengan potensi yang dimiliki.
7. Menolong orang untuk mengembangkan potensi demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan
pengembangan masyarakat.
8. Mengembangkan kemampuan berfikir secara rasional dan bebas.
9. Menciptakan warga negara yang patriotik melalui pelajaran yang melukiskan kejayaan
bangsa.

5. ANALISA LEMBAGA PENDIDIKAN YANG SUDAH ATAUPUN BELUM


DALAM  MEMENUHI FUNGSINYA

Di dalam Lembaga Pendidikan terbagi kedalam 3 lingkungan Pendidikanyaitu


lingkungan pendidikan di Keluarga,Sekolah,dan Masyarakat.Lembaga Pendidikan di
lingkungan Keluarga menurut saya sudah memenuhi fungsinya,karena di dalam lingkungan
keluarga telah berperan dan menjalankan fungsinya sebagai agen pertama yang dimana
keluarga memiliki tugas utama dalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan
hidup keagamaan. Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama
kali mendapat pendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan
awal yang diterima anak adalah dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga
pendidikan tertua, yang bersifat informal dan kodrati.[5] Tugas keluarga adalah meletakkan
dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anak dapat berkembang secara
baik.Adapun fungsinya dengan adanya lembaga pendidikan keluarga yaitu:

1.  Pengalaman Pertama Masa Kanak-Kanak

Lembaga pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merupakan


faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa
pendidikan keluarga adalah yang pertama dan utama. Pertama, berarti bahwa kehadiran anak
di dunia disebabkan hubungan kedua orang tuanya. Orang tua adalah orang dewasa, maka
merekalah yang harus bertanggung jawab terhadap anak. Kewajiban orang tua tidak hanya
sekedar memelihara eksistensi anak untuk menjadikannya seorang pribadi, namun juga
memberi pendidikan anak sebagai individu yang tumbuh dan  berkembang.Sedangkan utama,
berarti bahwa orang tua bertanggung jawab pada pendidikan anak. Hal itu memberikan
pengertian bahwa seorang anak dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya, dalam keadaan
penuh ketergantungan dengan orang lain, tidak mampu berbuat apa-apa bahkan tidak mampu
menolong dirinya sendiri. Oleh karena itu, orang tua berkewajiban memberikan pendidikan
pada anaknya dan yang palig utama di mana hubungan orang tua dengan anaknya bersifat
alami dan kodrati.

2.  Menjamin Kehidupan Emosional Anak

Dalam Lingkungan Pendidikan Orangtua dapat memberikan perhatian yang tinggi


terhadap anak, misalnya dengan menuruti kemauannya, mengontrol kelakuannya, dan
memberikan rasa perhatian yang lebih.Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan
berucap lemah lembut, berbuat yang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai
pendidikan pada semua tingkah laku kita.Memberikan contoh kebiasaan hidup yang
bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akan menumbuhkan sikap kemandirian anak dalam
melaksanakan aktivitasnya sehari-hari.
3. Menanamkan Dasar Pendidikan Moral

Orang tua harus mampu menjadi teladan yang baik misalnya dengan mengajarkan
tutur kata dan perilaku yang baik bagi anak-anaknya. Segala nilai yang dikenal anak akan
melekat pada orang-orang yang disenangi dan dikaguminya, dan dengan melalui inilah salah
satu proses yang ditempuh anak dalam mengenal nilai.

4.    Memberikan Dasar Pendidikan Sosial

Keluarga merupakan satu tempat awal bagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di
dalam keluarga, akan terjadi contoh kecil pendidikan sosial bagi anak, misalnya memberikan
pertolongan bagi anggota keluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam
lingkungan sekitar.

5. Peletakkan Dasar-dasar Keagamaan

Keluarga juga berperan penting dalam proses internalisasi dan transformasi nilai-nilai
keagamaan ke dalam pribadi anak. Masa anak-anak adalah masa yang paling baik untuk
meresapkan dasar-dasar agama, dalam hal ini tentu saja terjadi dalam keluarga. Kehidupan
dalam keluarga hendaknya memberikan kondisi kepada anak untuk mengalami suasana hidup
keagamaan.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Lembaga pendidikan merupakan salah satu wadah sosialisasi nilai-nilai yang ideal di
masyarakat.Lembaga Pendidikan terbagi menjadi Lembaga Keluarga,Lembaga
Sekolah,Lembaga Masyarakat.Masing-masing dari ketiga lembaga tersebut menurut saya
sudah memenuhi fungsinya sebagai Lembaga,karena dari Lembaga Keluarga,Sekolah
maupun Masyarakat berperan penting di dalam membantu di dalam proses pendidikan.
Lembaga Pendidikan mempunyai tanggung jawab yang terpadu dalam rangka pencapaian
tujuan nasional.  Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertnaggung jawab untuk
memberikan dasar dalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhuk individu, sosial,
susila dan religius.Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar
yang dimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental. 
Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran, keterampilan
dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perekembangan diri setiap individu.

Saran

Perlu adanya keseriusan dan kesungguhan para pendidik dalam semua tingkatan
lembaga pendidikan sebagai usaha untuk pendewasaan diri yang optimal. Hendaknya
masing-masing lembaga pendidikan menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya dalam
usaha turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
DAFTAR PUSTAKA

Achmad, M. (2012). Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang, Unnes Press.


                   
Hasbullah (1999).  Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta, Raja Grafindo Persada.
                   
Suwarno (1985).  Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta, Aksara Baru.