Anda di halaman 1dari 10

KONSEP SAINS MODERN TENTANG PROSES TERBENTUKNYA

ALAM SEMESTA DAN PENGHUNINYA


MATA KULIAH: IAD,ISBD
DOSEN PENGAMPU
GITA ADE PRADANA, M.Pd

NAMA KELOMPOK:
1. ROSNALITA
2. SANDRA PUJI LESTARI
3. SELVIA MEYLIANA (1901051059)

JURUSAN TADRIS BAHASA INGGRIS


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

1
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan
tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai konsep sains modern
tentang proses terbentuknya alam semesta dan penghuninya.
Makalah ini diduat dengan bantuan berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.
Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Metro, 20 February 2020

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………... 2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………… 3

BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang…………………………………………………………………………. 4
B. Rumusan Masalah……………………………………………………………………… 4
C. Tujuan…………………………………………………………………………………... 4

BAB II: PEMBAHASAN


A. Pengertian Alam Semesta………………………………………………………………. 5
B. Terbentuknya Alam Semesta…………………………………………………………… 5
C. Asal Usul Kehidupan Manusia Di Bumi………………………………………………... 7

BAB III: PENUTUP


A. Kesimpulan………………………………………………………………………........... 8
B. Saran……………………………………………………………………………………. 8
C. Penutup…………………………………………………………………………………. 8

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………. 10

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Setiap kali manusia mempelajari terjadinya kehidupan di alam semesta ini, selalu
bermula dari problema mengenai dari mana datangnya kehidupan dari mana aslnya, apa
saja yang ada di alam semesta ini dan bagaimana proses terjadinya peristiwa tersebut.
Nampaknya rasa ingin tahu manusia terhadap datangnya kehidupan ini telah timbul
berabad-abad lalu bahkan sampai dengan sekarang orang-orang masih banyak yang
mempertanyakan tentang asal-usul kehidupan. Bisa dikatakan bahwa tak seorangpun tahu
darimana asal kehidupan dibumi, karena dari nenek moyang kita sekalipun tak pernah
menceritakan asal-usul kehidupan yang dialaminya.
Untunglah manusia mempunyai kemampuan berfikir yang sangat tinggi. Untuk
itu makalah ini secara tidak langsung akan membahas tentang bagaimana konsep sains
modern tentang proses terbentuknya alam semesta dan penghuninya yang menjadi suatu
hal yang sangat menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang di maksud dengan alam semesta?


2. Bagaimana terbentuknya alam semesta?
3. Bagaimana asal-usul kehidupan manusia?

C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui alam semesta;


2. Untuk mengetahui bagaimana terbentuknya alam semesta;
3. Untuk mengetahui bagaimana asal-usul manusia

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ALAM SEMESTA


Menurut masyarkat Babylonia (kurang lebih sekitar tahun 700-600 SM) merupakan suatu
ruangan atau selungkup dengan bumi yang datar sebagai lantainya sedangkang langit dan bintang
sebagai atapnya yang di dalam nya terdapat kehidupan yang biotic dan abiotic, serta di dalamnya
terdapat peristiwa-peristiwa yang dapat diungkapkan maupun tidak dapat diungkapkan oleh
manusia.
Di dalam alam semesta ada penciptaan, proses dari ketidakadaan menjadi ada, dan akhirnya
hancur. Diantaranya ada penciptaan manusia dan mahluk hidup lainnya. Disana berlangsung pula
ribuan bahkan jutaan proses kimia, fisika, biologi dan proses-proses lainnya yang tidak bisa
diketahu oleh manusia.

B. TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA

Manusia berusaha memahami alam semesta ini dari zaman dahulu bahkan sampai dengan
sekarang. Pada jaman kejayaan yunani, orang percaya bahwa bumi merupakan pusat dari
alam semesta ini. Namun, berkat pengamatan dan pemikiran yang lebih tajam, pandangan itu
berubah sejak Zaman abad pertengahan yang di pelopori oleh Copernicus menjadi
heliosentrik, yaitu matahari menjadi pusat beredarnya bumi dan planet-planet lain.

Pengertian alam semesta itu sendiri mencakup tentang Mikrokosmos dan Makrokosmos.
Mikrokosmos ialah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil sedangkan
Makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar.

Proses pengembangan alam semesta terus berlanjut dengan tingkat keceptan yang
tinggi.
Daya gravitasi mulai mempengaruhi tingkat kepadatan gas-gas yang terbentuk akibat adanya
ledakan besar. Sehingga menciptakan gumpalan-gumpalan awan gas. Saat gumpalan-
gumpalan ini semakin memadat, inti gumpalan gas tersebut juga bertambah padat berlipat-
lipat dengan suhu yang juga terus meningkat panas sampai akhirnya menyala sebai bentuk
awal sebuah bintang. Saat semua kantong-kantong gas mengalami proses serupa maka
kelompok bintang-bintang muda ini membentuk menjadi sebuah gugusan bintang (galaksi).
Seluruh proses pembentukan tersebut berlangsung dalam waktu kurun milyaran tahun.

Dalam proses terbentuknya alam semesta ini terdapat beberapa teori yang menjelaskan
bagaimana proses terjadinya pembentukan alam semesta, teori-teori tersebut antara lain
sebagai berikut:

5
1. Teori Ledakan Besar (Big-Bang)
Teori ini pertama kali diusulkan oleh kosmolog asal Belgia Abbe Georges Lemaitre
pad tahun 1927. Teori ini menjelaskan bahwasannya alam semesta ini berasal dari
sesuatu yang cukup padat dan panas yang kemudian meledak dan mengembang
sekitar 13,75 milyar tahun yang lalu. Hingga menjadi alam semesta yang seperti
sekarang ini. Teori ini di dukung oleh kenyataan dari pengamatan bahwa galaksi-
galaksi itu memang bergerak menjauhi titik pusat yang sama. Selain itu teeri ini di
dukung oleh pakar astronomi Arno Penzias dan Robert Wilson yang menemukan
radiasi gelombang mikro.

2. Teori Kabut
Teori kabut atau yang sering di kenal dengan teori nebula ininpertama kali diusulkan
oleh Emanuel Swedenborg pada tahun 1734 dan di sempurnakan oleh Immanuel Kant
pada tahun 1775.
Secara umu teori ini menjelaskan tentang terbentuknya tata surya dari sebuah bola
kabut gas raksasa, kemudian terdapat beberapa materi yang terlepas ke sekitar bola
gas tersebut. Sementar itu bola utama masih berukuran besar dan panas menjadi
matahari dan materi yang terlepas menjadi padat dan dingin membentuk planet.

3. Teori Bintang Kembar


Teori ini di kemukakan pada tahun 1930-an oleh seorang astronom inggris
L.A.Littelon. dalam teori ini dijelaskan bahwa pada awalnya ada matahari kembar
yang saling mengelilingi kemudian salah satu dari matahari tersebur ditabrak oleh
bintang yang bsedang melintas lalu hancur menjadi materi yang lebih kecil namun
tetepa mengitari matahari yang utuh. Seiring berjalannya waktu materi tersebut
menjadi sebuah planet.

4. Teori Keadaan Tetap


Dalam teori ini berdasarkan prinsip osmologi sempurna yang yang menyatakan
bahwa alam semesta, dimanapun dan bilamanpun selalu sama. Berdasarkan prinsip
tersebutlah alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu dimasa yang telah lalu
sampai sekarang. Segala sesuatu di alam semesta ini selalu tetap sama walaupun
galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini di tunjang oleh
kenyatan bahwa galaksi baru mempunyi jumlah yang sebanding dengan galaksi lama.
Dengan kata lain bahwa tiap-tiap galaksi yang terbentuk, tumbuh, menjadi tua, dan
akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta tak terhingga besarnya
dan tak terhingga tuanya (tanpa awal dan tanpa akhir).1

1
https://www.idntimes.com/science/discovery/mutahassin-bilhaq/teori-terbentuknya-tata-surya-exp-c1c2

6
C. ASAL USUL KEHIDUPAN MANUSIA DI BUMI

Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal usul kehidupan. Perlu diketahui
bahwa hipotesis yang di kemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran sesorang
dari zaman ke zaman. Oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang janggal
kedengarannya. Sebaliknya ada yang benar di tinjau dari segi logika. Tyerlepas dari
janggal tidaknya hipotesis itu, yang terpenting adalah bagaimana mereka sampai pada
hipotesis tersebut dan ada fakta yang mendukungnya. Menunjukkan bahwa bahwa jazad
hidup sebagian besar terdiri dari protein (zat putih telur) yang terurai menjadi unit yang
lebih sederhana ialah asam-asam amino yaitu suatu senyawa yang mengandung nitrogen.
Sebelum abad ke-17 para ahli menganggap bahwa makhluk hidup terdiri dengan
sendirinya dari mahluk hidup. Anggapan ini disebut teori generatio spontanea atau
abiogenesis. Pendapat itu begitu ekstrim, misalnya kecebong berasal dari lumpur, ukat
berasal dari bangkai, bahkan dari gandum dapat langsung jadi tikus hanya dalam waktu
satu malam.
Lazzaro Spallanzani (1729-1799) ahli biologi dari Italia dari Italia, dengan
eksperimen terhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik yang mencernai kaldu dapat
membusukkan kaldu itu. Bila kaldu ditutup rapat setelah mendidih, maka tak terjadi
pembusukkan. Ia mengambil kesimpulan, bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidp,
atau comne vivum ex ovo.
Sedemikian jauh hampir semua para ahli biologi sependapat bahwa pemula
kehidupan terjadi dibumi ini,tidak diluar bumi.mereka menemukan mahluk hidup bersel
satu sebagai pemula kehidupan.kemudian terjadi evolusi organik menjadi organisme
bersel banyak.
Teori asal muasal manusia tidak akan terlepas dari teori-teori diatas.barang kali
penemuan yang paling sering dijadikan referensi bagi para penganut evolusionisme
adalah pemikiran seorang Charles Darwin. Penemuan Darwin memberikan petunjuk
bahwa manusia adalah keturunan dari mahluk yang bukan dari manusia menimbulkan
banyak reasi yang pro dan kontra dikalangan masyarakat ilmiah.terlebih karena manusia
mempunyai persamaan-persamaan dengan kera,sedangkan persamaan-persamaan itu
menunjukkan adanya kekerabatan. Pada tahun 1842, Darwin telah menyusun kerangka
teorinya dan esai setebal 250 halaman yang selsai pada tahun 1844, kemudian baru
diterbitkan bukunya berjudul The Origin of Species dan On The Origin of Species by
Means of Natural Selection tahun 1859 dan The Origin of Man tahun 1871 yang
kemudian terkenal dengan teori evolusi Darwin.
Berkaitan dengan asal-usul kehidupan,berdasarkan pemikiran Darwin tentang
seleksi alam dalam evolusi species, prinsip-prinsip yang ditemukan Darwin yang dapat
dianggap memberikan petunjuk adanya evolusi itu antara lain sebagai berikut:

7
a. Aanya variasi antara individu-individu dalam satu keturunan, artinya tidak
ada dua individu yang mempunyai sifat yang sam persis benar bahkan kembar
satu sel telur sekalipun,tidak pernah ada dua individu yang sama persis baik
dari sifat, bentuk, kefaalan, warna kulit, berat badan dan kebiasaan-kebiasaan.
Selalu ada perbedaan.
b. Adanya pengaruh penyebaran geografis terhadap evolusi individu dari satu
species ke species lainnya. Contohnya burung-burung yang ada di Kepulauan
galapgops yang berasal dari daratan Amerika Selatan berbeda dengan burung-
burung yang ada di Kepulauan Cape Ferde yang terletak disebelah barat
Afrika, sedangkan binatang dari pantai Afrika.
c. Ditenukannya fosil-fosil diberbagai lapisan batuan bumi yang menunnjukkan
adanya perubahan secara berangsur-angsur. Menurut Darwin, ditemukannya
fosil-fosil diberbagai lapisan batuan bumi menunjukkan adanya perubahan
secara berangsur-angsur dari satu species yang berangsur-angsur menjadi
species baru. Fosil sebagai catatan sejarah merupakan alasan utama untuk
pembenaran tentang teori evolusinya.
d. Adanya homologi antar organ sistem pada mahluk hidup merupakan petunjuk
terjadinya evolusi suatu species yaitu hubungan kekerabatan struktur organ
tubuh diantara anggota-anggota veterbrata dengan memperbandingkan
anatomi lengan kelompok veterbrata.
e. Adanya sebagai data hasil studi mengenai kompertif perkembangan embrio.
Perbandingan fase embrio pada berbagai hewan. Pada pembiakan yang
dilakukan hewan yang dimunculkan oleh biolog Ernest Haeckel dan iluan
lainnya yang mencetuskan teori rekapitulasi. Hal ini didasarinya bahwa
perkembangan embrio nenek moyang mereka dizaman purba karena
embrioempat jenis hewan vertebrata, mulai tingkat pembuahan, pertemuan
sperma dengan telur, hasilnya adalah zigot yang akan mengalami tahapan-
tahapan menuju embrio.
2

2
https://www.kompasiana.com/tyologi/552e12836ea83488328b457a/asalmula-alam-semesta-dan-manusia?
page=all

8
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Setelah kami membahas tentang proses terbentuknya alam dan penghuninya menurut
para ilmuan dapat kami simpulkan bahwa alam dan penghuninya adalah suatu ruangan yang
menghabiskan yang didalamnya terhadap kehidupan yang biotik dan abiotik, serta
didalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan manusia maupun
yang tidak dapat diungkapkan.

B. SARAN
Demikian pembuatan makalah ini kami buat semoga dapat dijadikan proses pembelajaran
khususnya dalam mengetahui proses-proses terbentuknya alam dan penghuninya menurut
para ilmuanini dapat dijadikan acuan bagi pembaca untuk mendapatkan ilmu khususnya bagi
diri saya sendiri.

9
DAFTAR PUSTAKA
https://www.idntimes.com/science/discovery/mutahassin-bilhaq/teori-terbentuknya-tata-surya-exp-
c1c2

https://www.kompasiana.com/tyologi/552e12836ea83488328b457a/asalmula-alam-semesta-dan-
manusia?page=all

10