Anda di halaman 1dari 4

Imelda Magdalena/11218008

TUGAS NME

1. Contoh 4.9 kebutuhan panas untuk menghangatkan darah


Assemble:

- Dicari panas (Q) yang dibutuhkan untuk menghangatkan 10 L/min darah dari suhu 30°C sampai
37°C
- Diagram: Figure 4.14 menunjukkan alat pemanas darah. Darah masuk dan keluar pemanas
dengan laju alir 10L/min. Panas dan Usaha ditambahkan ke dalam system

-
Figure 4.14

Analyze:

a. Asumsi:
- Tanki diaduk secara rata, kondisi di dalam tanki sama dengan aliran keluar
- Kapasitas panas (Cp) darah tidak bergantung pada temperature
- Massa jenis darah (ρ) konstan
- Tidak ada penguapan
- Panas yang hilang akibat lingkungan dapat diabaikan
- System steady state
- Energi kinetic dan potensial dapat diabaikan
- Tidak ada reaksi
b. Tidak ada data tambahan
c. Variable, satuan, notasi:
- T1 = temperature aliran masuk
- T2 = temperature aliran keluar dan di dalam tanki
- Unit = °C, cal, g, min
d. Basis: karena kita mengasumsi massa jenis darah 1 g/ml, kita dapat menggunakan laju alir masuk
10 L/min pada aliran darah untuk mendapatkan mass flow rate 10 kg/min
Calculate:

a. Rumus:
Karena kecepatan aliran dan usaha telah diberitahu, persamaan diferensial kekekalan massa dan
energi merupakan rumus yang tepat untuk digunakan:

dmsys
❑ ❑
∑ ṁi −∑ ṁi = dt
i i

sys
∑ ṁi( ^E pi+ ^E ki+ ^H i)−∑ ṁ j ( ^E pj+ ^E kj+ ^H j ) +∑ Q̇+∑ Ẇ nonflow = dEdt T
i i

b. Kalkulasi:
- Karena kita mengasumsi bahwa tidak ada reaksi dalam proses dan system adalah steady state,
mass flow rate darah yang masuk sama dengan yang keluar:

kg
ṁ1=ṁ2=10.0
min

- Karena system adalah steady state dan tidak ada perubahan energi kinetic dan potensial yang
terjadi, maka kita menggunakan persamaan steady state (Catatan: sementara aliran inlet dan
outlet melakukan kontribusi energi kinetik, perubahan energi kinetik adalah nol, karena aliran
inlet dan outlet adalah sama.) Hanya satu sumber pada masing-masing panas dan kerja yang
diidentifikasi:

ṁ1 ^ ^ 2+ Q̇+ W nonflow


H 1−ṁ 2 H ˙ =0

- Untuk aliran masuk dan keluar, masing-masing:

ṁ1 ^H 1=ṁ 1C p ( T 1−T ref )


ṁ 2 ^
H 2=ṁ 2C p ( T 2−T ref )

Dimana T ref adalah suhu referensi yang dapat berubah. Catatan bahwa kalau Ĥref diturunkan
dari persamaan di atas karena asumsi bahwa nilainya nol. Substitusikan ini ke dalam persamaan
pengurangan energi yang mengatur sehingga menghasilkan:

ṁ1 C p ( T 1−T ref )− ṁ2C p ( T 2 −T ref ) + Q̇+ W nonflow


˙ =0

- Karena ṁ1 = ṁ 2 kita dapat menyederhanakan persamaan diatas menjadi:

ṁ1 C p ( T 1−T ref ) + Q̇+ W nonflow


˙ =0
J
- Usaha (0.5 kW = 500 ) bernilai positif karena ditambahkan ke dalam sistem. Substitusi nilai ke
s
persamaan diatas memberi hasil:

kg cal g
10.0
min
1.0( g.oC )(
1000
kg )
( 30o C−37 o C )

J 0.239˙cal s
+ Q+500
s (
J
60
min)( =0 )
cal
Q̇=62800
min

Finalize

a. Jawaban : laju panas yang diperlukan untuk menghangatkan 10 L/min darah dari 30 oc ke 37oc
adalah 63 kcal/min.
b. Tambahan: sebagian besar energi yang dibutuhkan untuk menghangatkan darah berasal dari
pemanas listrik daripada pengaduk.

2. Contoh 4.11 Reaksi Fotosintesis

Masalah: Kelimpahan sumber daya bioenergi terbarukan adalah hasil dari pertumbuhan pesat
tanaman hijau. Fotosintesis penting untuk keberlangsungan kehidupan di bumi. Organisme
fotosintesis mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen. Cari entalpi reaksi
standar untuk fotosintesis:

6CO2 (g) + 6H2O (l) → C6H12O6 (s) + 6O2 (g)


Solusi: Perubahan entalpi reaksi standar dapat dihitung dengan menggunakan entalpi
pembentukan standar reaktan dan produk:

^o =∑ ( σ ∆ ^
∆H H of , p )−∑ ( σ r ∆ ^
H of ,r )=1 ^
H of , C 6 H 12 O6+ 6 ^
H of , O2−6 H
^o CO −6 ^
H of , H 2 O
r p f, 2
p r

Entalpi pembentukan untuk berbagai spesies ditampilkan dalam tabel 4.4

Tabel 4.4 Entalpi pembentukan untuk komponen fotosintesis.

Komponen ^o (kJ/mol)
∆H f

Karbon dioksida, CO2 (g) -394


Air, H2O (l) -286
Glukosa, C6H12O6 (s) -1274
Oksigen, O2 (g) 0
kJ kJ kJ kJ
r (
^o =1 −1274
∆H
mol ) (
+ 6 ( 0 )−6 −394
mol ) (
−6 −286
mol
=2810
mol )
Dibuktikan bahwa proses fotosintesis merupakan reaksi endotermik. Hal ini masuk akal karena
reaksi ini membutuhkan energi dari cahaya matahari.

3. Contoh 4.12 Biosintesis Glisin.


Masalah: Asam amino adalah penyusun protein. Jalur biosintetik pada manusia telah berevolusi
untuk menghasilkan beberapa asam amino, tapi tidak semua. Konversi asam amino serin untuk
asam amino glisin dikatalisis oleh enzim serine hydroxymethyl-transferase. Serin (C 3H7O3N)
dikonversi ke glisin (C2H5O2N) dan formaldehida (CH2O) sebagai berikut:

C3H7O3N( c ) → C2H5O2N( c ) + CH2O(g)

Serin dan glisin berbentuk kristal (c) dalam reaksi ini. Hitung entalpi reaksi standar untuk reaksi
katalisis ini.

Solusi: Entalpi reaksi dihitung menggunakan entalpi pembakaran standar:

^o =∑ ( σ ∆ ^
∆H H oc ,r )−∑ (σ p ∆ ^
H oc, p )
r r
r p

^o =∆ ^
∆H H oc , C 3 H 7 O 3 N −∆ ^
H oc , C2 H 5 O 2 N−∆ ^
H oc, C H 2 O
r

Diberikan data pada table 4.5, entalpi reaksi standar didapatkan:

Tabel 4.5 Entalpi pembakaran standar yang ikut pada biosintesis glysin.

kJ
Komponen ^
∆H
o
c ( mol )
Serin, C3H7O3N( c ) -1448
Glysin, C2H5O2N( c ) -973
Formaldehide, CH2O(g) -571

kJ kJ kJ kJ
^o =−1448
∆H r
mol (
− −973
mol )(
− −571
mol
=96
mol )
^o positif, maka reaksi adalah
Didapatkan entalpi reaksi standar adalah 96 kJ/mol. Karena ∆ H r

endotermik.