Anda di halaman 1dari 3

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

PRODI MAGISTER ILMU BIOMEDIK FK UNISSULA

Mata Kuliah : Biochemistry and Basic Molecular Biology

Nama : Fathia Kesuma Dinanti

NIM : MBK 1914010151

Penguji : Prof. Dr. dr. Edi Dharmana, M.Sc, Ph.D, Sp.Park.

1. Fungsi Sel NK dalam pertahanan tubuh.

Jawab:

Sel Natural Killer atau sel NK yaitu suatu limfosit sitotoksik yang merupakan
komponen utama dari sistem imun. Berdasarkan morfologi, sel NK merupakan sebuah
populasi limfosit yang heterogen yang disebut dengan limfosit granular besar (LGB)
yang memiliki kemampuan untuk melisiskan sel target yang tidak memiliki MHC kelas-1
dan tanpa memerlukan adanya paparan dengan antigen sebelumnya. Hal ini juga
berpartisipasi pada sistem pertahanan imun host dalam melawan infeksi, dan aktivitas
anti tumor. Sel NK berasal dari stem cell hematopoetik yang pluripoten pada sumsum
tulang. Di sumsum tulang, sel prekursor NK mengalami differensiasi dan maturasi
akibat stimulasi sitokin dan faktorfaktor pertumbuhan terutama interleukin yaitu ; IL-2,
IL-15, IL-18, dan IL23. Secara umum, sel NK bertanggungjawab terhadap penolakan
selsel tumor ataupun sel-sel yang terinfeksi oleh mikroba. Sel NK melisiskan sel target
dengan melepaskan granul-granul sitoplasmik protein yang menginduksi apoptosis.

Sel NK dapat bekerja sebagai sel efektor dari imunitas natural maupun spesifik /
adaptif. Mekanisme efektor sel NK mirip dengan sel T sitotoksik (CD9). Yang
membedakan adalah sel NK melakukan sitotoksisitas terhadap sel tumor tanpa melalui
ekspresi antigen tumor bersama molekul MHC kelas I.

Sel NK dapat berperan baik dalam respons imun nonspesifik maupun spesifik
terhadap tumor, dapat diaktivasi alangsung malalui pengenalan antigen tumor atau
sebagai akibat aktivitas sitokin yang diproduksi oleh limfosit T spesifik tumor.
Mekanisme lisis yang digunakan sama dengan mekanisme yang digunakan oleh sel T
CD8 untuk membunuh sel, tetapi sel NK tidak mengekspresikan TCR dan mempunyai
renatang spesifisitas yang lebar. Sel NK dapat membunuh sel sel yang terinfeksi virus
atau sel sel tumor tertentu. Sel NK tidak dapat melisiskan sel yang mengekspresikaan
MHC, tetapi sebaliknya sel tumor yang tidak mengekpresikan MHC, yang biasanya
tehindar dari lisis oleh CTL, justru merupakan sasaran yang baik untuk dilisiskan oleh
sel NK. Sel NK dapat diarahkan untuk melisiskan sel yang dilapisi immunoglobulin
karena ia mempunyai reseptor Fc (FcRIII atau CD 16) untuk molekul IgG.

2. Fungsi makrofag sebagai APC dan fagosit

Jawab:

Makrofag merupakan sel fagosit mononukelar yang utama di jaringan dalam


proses fagositosis terhadap mikroorganisme dan kompleks molekul asing lainnya.
Makrofag berasal dari sel prekusor dari sumsum tulang, dari promonosit yang akan
membelah menghasilkan monosit yang beredar dalam darah. Monost yang telah
meninggalkan sirkulasi darah akan mengalami perubahan perubahan untuk kemudian
menetap di jaringan sebagai makrofag, di dalam jaringan makrofag dapat berproliferasi
secara local menghasilkan sel sejenis lebih banyak. Menurut fungsinya, makrofag
dibagi menjadi 2 golongan, pertama sebagai fagosit professional dan kedua sebagai
APC (antigen presenting cell) yang berfungsi menyajikan antigen kepada limfosit.
Makrofag sebagai fagosit dapat menghancurkan antigen dalam fagolisosom, dan
juga melepaskan berbagai enzim da nisi granula ke luar sel, bersama sama dengan
sitokin seperti Tumor Necrosis Factor (TNF) yang dapat membunuh organisme
pathogen. Makrfag sebagai APC merupakan sel yang secara khusus menangkap
mikrobia dan antigen lain, mempresentasikannya ke limfosit, serta menyediakan sinyal
yang mampu menstimulasi proliferasi dan diferensiasi limfosit tersebut. Makrofag
mempresentasikan antigen ke sel T selama respon imun selular. Makrofag sebagai
APC yang menelan mikrobia mempresentasikan antigen mikrobia tersebut ke sel T
efektor terdiferensiasi. Sel T ini kemudian mengaktifkan makrofag untuk mengeliminasi
mikrobia tersebut. Selain itu, makrofag yang telah menelan mikrobia juga berperan
dalam mengaktifkan sel T naive untuk menginduksi respor primer terhadap antigen
mikrobia, meskipun sel dendritik lebih efektif dalam menginduksi respon tersebut.
Makrofag memfagositosis mikrobia dan memproduksi sitokin yang merekrut dan
mengaktifkan sel-sel inflamasi dalam imunitas bawaan.
Dalam imunitas adaptif selular, makrofag yang diaktifkan oleh sel
T akan teraktivasi oleh antigen untuk mengeliminasi mikrobia, sedangkan pada
imunitas adaptif humoral, makrofag memfagositosis mikrobia yang telah diselubungi
antibodi (opsonisasi) melalui reseptor permukaannya. Sel T hanya dapat mengenali
antigen dalam bentuk peptida yang dipresentasikan bersama dengan produk gen MHC
pada permukaan APC. Sel T helper CD4+ mengenali antigen yang berasosiasi dengan
produk gen MHC kelas II, sedangkan Sel T sitotoksik CD8 + mengenali antigen yang
berasosiasi dengan produk gen MHC kelas II. Makrofag menangkap antigen protein
ekstraseluler, memasukkannya kedalam sel dan kemudian mempresentasikannya.
Makrofag mempresentasikan antigen kepada sel T helper terdiferensiasi pada fase
efektor imunitas seluler.
Pemrosesan antigen adalah pengubahan protein alami menjadi peptida yang
berasosiasi dengan MHC. Proses tersebut terdiri dari pengenalan antigen protein
ekstraseluler ke APC atau sintesis antigen di dalam sitosol, degradasi proteolitik protein
tersebut menjadi peptida, pengikatan peptida ke molekul MHC, dan mempresentasikan
kompleks peptida-MHC pada permukaan APC untuk dikenali oleh sel T.