Anda di halaman 1dari 23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : MTs As-sa’adah


Mata pelajaran : Fikih
Kelas/Semester : XII/ Ganjil
Materi Pokok : Konsep Ushul Fiqih
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1x Jam Pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini diharapkan peserta didik mampu:
 Meyakini nilai-nilai positif dari konsep ijtihad dan bermazhab
dalam pelaksanaan hukum Islam dikehidupan sehari-hari
 Membiasakan sikap cinta ilmu dan tanggung jawab sebagai
implementasi dari pengetahuan konsep ijtihad dan
bermazhab dalam pelaksanaan hukum Islam
 Menjelaskan pengertian ushul fikih
 Menggali kedudukan ushul fikih
 Membedakan antara fikih dan ushul fikih
 Menguraikan pengertian ushul fikih
 Menunjukkan contoh contoh perbedaan pendapat ulama
dalam madzhab fikih
II. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

INDIKATOR PENCAPAIAN
NO. KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI
1.3 Menghayati nilai-nilai
positif dari konsep
1.3.1 Meyakini nilai-nilai
ijtihad dan bermazhab
positif dari konsep ijtihad dan
1 dalam pelaksanaan bermazhab dalam
pelaksanaan hukum Islam
hukum Islam
dikehidupan sehari-hari

2.3 Mengamalkan sikap


cinta ilmu dan tanggung 2.3.1 Membiasakan sikap
jawab sebagai cinta ilmu dan tanggung
implementasi dari jawab sebagai implementasi
2 dari pengetahuan konsep
pengetahuan konsep
ijtihad dan bermazhab ijtihad dan bermazhab dalam
dalam pelaksanaan hukum pelaksanaan hukum Islam
Islam
3 3.1 Menganalisis konsep 3.1.1 Menjelaskan pengertian
ushul fikih ushul fikih
INDIKATOR PENCAPAIAN
NO. KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI
3.1.2 Menggali kedudukan
ushul fikih

3.1.3 Membedakan antara


fikih dan ushul fikih

4.3 Mengomunikasikan 4.3.1 Menguraikan pengertian


basil evaluasi tentang
ushul fikih
konsep ijtihad dan
bermadzhab dalam
4. pelaksanaan hukum Islam 4.3.2 Menunjukkan contoh
contoh perbedaan pendapat
ulama dalam madzhab fikih

III. Materi Pembelajaran : Konsep Ushul Fiqih

Konsep : Fiqih merupakan pengerahan pemikiran


Fakta : Kajian ushul fiqih ialah dalil-dalil yang bersifat
mujmal
Prinsip / dalil / Teori / hukum : Objek kajian ushul fiqih : sumber hokum dengan
semua seluk beluknya, metode pendaya gunaan
sumber hokum dan persyaratan orang yang berwenang
melakukan istinbath dengan semua permasalahan

Prosedur : Sejarah perkembangan ushul fiqih terlihat pada masa


ushul fiqihsebelum dibukukan dan ushul fiqih sesudah
dibukukan dan ushul fiqih pasca Syafi’i

Dampak/Hikmah/manfaat : Manfaat mengetahui unshul fiqih ialah dapat mencari


jawaban hokum terhadap masalah baru dengan cara
menerapkan kaidah-kaidah ushul fiqih

IV. Motode Pembelajaran:


1. Pendekaatan : Scientific Method (Metode ilmiah)
2. Metode : Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah)
3. Teknik : Cooverative Learning :, Small Group Discussion, Jigsaws

V. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media
a. Video audio Visual
b. Power Point
c. Worksheet atau lembar kerja (siswa)/ LKPD
d. Lembar penilaian
2. Alat
a. Laptop
b. LCD Projector
c. Papan tulis, penghapus, dan spidol
3. Sumber Belajar
a. Kitab al-Qur’anul Karim dan terjemahnya, Depag RI
b. Kementerian Agama Republik Indonesia, Buku Siswa Fikih Kelas X Pendekatan
Saintifik Kurikulum 2013 (Jakarta:Katalog dalam Penerbit, 2014)
c. Kementerian Agama Republik Indonesia, Buku Guru Fikih Kelas X Pendekatan
Saintifik Kurikulum 2013 (Jakarta: Katalog dalam Penerbit, 2014)
d. ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/alihkam/article/view/272 (Jurnal
Ilmu Ushul Fiqih)
e. jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/tsarwah/article/download/.../140/ (Ushul
Fiqih sebagai Metodologi dalam Menjawab Masalah)
VI. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
No
Kegiatan Waktu
.
1. Pendahuluan:
Guru : 10
Orientasi
(Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran,
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter)
serta membiasakan membaca dan memaknai
 Mengajak peserta didik berdo’a untuk mengawali pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali
kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
No
Kegiatan Waktu
.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan
pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran
yang akan dipelajari.
 Apabila materi/tema/ projek ini kerjakan dengan baik dan
sungguh-sungguh, maka peserta didik diharapkan dapat
menjelaskan tentang:
Pengertian

 Pengertian ushul fikih


 kedudukan ushul fikih
 Membedakan antara fikih dan ushul fikih
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang
berlangsung
 Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada
pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar,
indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai
dengan langkah-langkah pembelajaran.

2. Kegiatan Inti
Menyajikan informasi 60
 Mengamati
Peserta didik mengamati mengenai uraian pengertian ijtihad,
ushul fiqih dan perbedaan antara fiqih dengan ushul fiqih

Mengeroganaisasikan peserta didik


 Menanya
 Memberikan stimulus agar peserta didik bertanya tentang
pengertian fiqih dan suhul fiqih dan perbedaannya?.
 Mendengarkan pertanyaan peserta didik tentang apa
pengertian fiqih dan suhul fiqih dan perbedaannya?
 Memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk
menjawab.
 Pemerataan peserta didik dalam menjawab (tidak di
dominasi oleh salah satu peserta didik saja).
 Memperhatikan peserta didik lain yang tidak berani
memberikan jawaban.
 Mengamati keberanian dan sikap peserta didik dalam
menjawab dan memberikan klarifikasi tentang benar dan
tidaknya jawaban dari peserta didik lain.
No
Kegiatan Waktu
.
Mengorganisasi dan membimbing peserta didik ke
dalam kelompok-kelompok belajar
 Guru membagi kelompok sesuai dengan
karakteristik siswa baik dari segi gender,
kemampuan, etnik, kultur dll.
 Peserta didik diberikan alamat website untuk mendownload
artikel

- https://media.neliti.com/media/publications/41821-ID-
perbedaan-dalam-fura-fiqhiyyah-sebagaiakibat-perbedaan-
dalam-usal-al-fiqh.pdf (PERBEDAAN DALAM FURÙ’
FIQHIYYAH SEBAGAI AKIBAT PERBEDAAN DALAM UËÙL AL-
FIQH)
- https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&ved=2ahUKE
wjJhMTnmIHlAhUm7nMBHbWeCyYQFjACegQIAxAC&url=htt
p%3A%2F%2Fejournal.kopertais4.or.id%2Fpantura
%2Findex.php%2Ffikroh%2Farticle%2Fview
%2F2098%2F1561&usg=AOvVaw1fl0QNN0QETP6myodfud
F (Madzhab dan faktor terjadinya perbedaan pendapat)
 Download artikel pembelajarannya
 Menelaah 2 artikel
 Membuat resume dari masing-masing artikel
pembelajaran
 Mengisi pertanyaan yang sudah disedaiakan
 Saat diskusi kelompok peserta didik selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru untuk dapat
bekerjasama, toleran, responsif, santun dan bertanggung
jawab untuk melakukan tugas diskusi kelompok.
 Selama kegiatan berlangsung guru melakukan pengamatan
sikap terkait dengan tanggung jawab, santun, kerjasama,
toleran, dan responsip peserta didiknya, serta mencatat di
lembar pengamatan semua hal yang terjadi di kelas
(penilaian proses : Memperhatikan cara peserta didik
berdiskusi dan menyusun resume (sekaligus menilai
keberanian mengemukakan pendapat dan ketepatan dalam
menyusun resume. Jika ada peserta didik yang tidak aktif
dalam mengemukakan pendapat dan pembuatan resume,
langsung diingatkan dan diberi catatan)
Evaluasi
 Mengasosiasi
Setelah peserta didik dalam kelompok mendapatkan jawaban dari
berbagai informasi, kemudian diminta untuk menyimpulkan
No
Kegiatan Waktu
.
jawaban, membuat RESUME HASIL DISKUSI, dan selanjutnya
menyiapkan bahan untuk dipresentasikan di depan kelas.
 Mengkomunikasikan:
 Selanjutnya setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya, kelompok lain mengajukan pertanyaan/
sanggahan dengan menggunakan kata-kata santun.

Memberikan penghargaan
 Guru melakukan pencairan suasana (ice breaking) dengan
bermacam-macam teknik
 Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik

3. Penutup
 Membuat kesimpulan dan melaksanakan refleksi serta penguatan 15
terhadap hasil diskusi, sebagai bahan masukan untuk perbaikan
langkah selanjutnya;
 Peserta didik menjawab post tes.
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas
baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik yang
menguasai materi;
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
 Mengajak semua peserta didik berdo’a untuk mengakhiri
pembelajaran..

VII. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Komponen ini memuat informasi terkait teknik, instrument penilaian, dan
strategi pembelajaran remedial dan pengayaaan bila terjadi ketidaktuntasan
peserta didik yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran. Berdasarkan
uraian tersebut, maka komponen ini terdiri atas:
1. Teknik penilaian
1. Sikap
Teknik : Non-tes (Terlampir)
Bentuk : Observasi (Terlampir)
Instrumen : Forum observasi (Terlampir)
2. Pengetahuan
Teknis : Tes (Terlampir)
Bentuk : PG dan essay (Terlampir)
Instrumen : PG – soal (Terlampir)
3. Keterampilan
Teknik : Non-tes (Terlampir)
Bentuk : Unjuk kerja dan penilaian proyek (Terlampir)
Instrumen : Rublik unjuk kerja dan penilaian proyek
(Terlampir)
2. Pembelajaran remedial dan pengayaan
Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan penilaian.
Mengetahui, Sukasari, Oktober 2019
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

Drs. HJ. Euis Khoeriyah, M.Pd Ana Syifaunajah, S.Pd


NIP 1968 0817 199103 2003
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL

Sekolah : MA
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas /Semester : XII/Ganjil
Materi Pokok : Konsep Ijtihad dan Bermadzhab
Tahun Pelajaran : 2019/2020

KD 1.3 Menghayati nilai-nilai positif dari konsep ijtihad dan


bermazhab dalam pelaksanaan hukum Islam
IPK 1.3.1 Meyakini nilai-nilai positif dari konsep ijtihad dan
bermazhab dalam pelaksanaan hukum Islam
dikehidupan sehari-hari

PETUNJUK
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta
didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual
yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai
berikut:

4= selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan


3= sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2= kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1= tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

No Aspek Pengamatan Skor


1 2 3 4
1 Berdoa sebelum dan sesudah
belajar
2 Membaca Asmaul Husna sebelum
belajar
3 Memberi salam sebelum masuk
4 Mengucapkan syukur ketika selesai
mengerjakan tugas
5 Melaksanakan shalat dzuhur
berjama’ah dengan tepat waktu
Pedoman Penskoran

Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

Skor yang diperoleh


𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖= Skor Maksimal x 4 = Hasil Akhir

Rentang nilai:

Sangat Baik = 3,33¿skor ≤ 4,00

Baik = 2,33¿skor ≤ 3.33

Cukup = 1,33¿skor ≤ 2,33

Kurang = Skor ≤ 1,33

Opsi 2 Penlaian Sikap


Spiritual
Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

N Waktu Nama Kejadian/Peril Butir Pos/N Tindak


o aku Sikap eg Lanjut
1 1/10/19 Rizal Melaksanakan Ketaqwaa + Diberi
shalat dzuhur n apresiasi/
berjamaah pujian atas
dengan tepat kerajinanny
waktu a
2 3/10/19 Syifa Mengajak Ketaqwaa + Diberi
temannya n apresiasi/
untuk berdo’a pujian
sebelum
makan siang
di kantin
3 4/10/19 Irnawat Mengganggu Toleransi - Diingatkan
i temannya Beragama agar tidak
yang sedang menggangg
berdo’a u temannya
sebelum yang
belajar di sedang
kelas berdo’a
Sekolah : MA
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas /Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Konsep Ijtihad dan Bermadzhab
Tahun Pelajaran : 2019/2020

KD 2.3 Mengamalkan sikap cinta ilmu dan tanggung jawab


sebagai implementasi dari pengetahuan konsep ijtihad
dan bermazhab dalam pelaksanaan hukum Islam

IPK 2.3.1 Membiasakan sikap cinta ilmu dan tanggung jawab


sebagai implementasi dari pengetahuan konsep
ijtihad dan bermazhab dalam pelaksanaan hukum
Islam

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL

PETUNJUK
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta
didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual
yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai
berikut:
4= selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3= sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2= kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1= tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

No Aspek Pengamatan Skor


1 2 3 4
1 Mengembalikan barang yang
dipinjam
2 Meminta maaf dan mengakui
kesalahan
3 Melaksanakan tugas individu
dengan baik
4 Mengumpulkan tugas sesuai waktu
yang ditentukan
5 Membawa buku teks sesuai
pelajaran
Pedoman Penskoran

Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

Skor yang diperoleh


𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖= Skor Maksimal x 4 = Hasil Akhir

Rentang nilai:

Sangat Baik = 3,33¿skor ≤ 4,00

Baik = 2,33¿skor ≤ 3.33

Cukup = 1,33¿skor ≤ 2,33

Kurang = Skor ≤ 1,33


INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….
No Kompeten Indikator KD Indikator Jumlh Jenis Level Proses Kognitif No Soal
si Dasar Soal butir Tes C1 C2 C3 C4 C5 C6
3.3 3.3.1 Menampilka 1 PG  1
Mengev Menjelaskan n pengertian
aluasi pengertian orang yang
konsep berijtihad berjihad
Menentukan PG  3
ijtihad
definisi jihad
dan
bermaz Menjelaskan 1 Essay  1
hab pengertian
dalam berijtihad
pelaksa 3.3.2 menentukan PG 7
pengertian
naan menjelaska bermadzhab
hukum Merinci 1 Essay  5
Islam n
alasan
pengertian terjadinya
perbedaan
bermadzha bermadzhab
b
3.3.3 PG
Menentukan PG  4
menentuka syarat-syarat
n syarat mujtadi

syarat
menjadi
mujtahid

3.3.4 Menentukan PG  2
tingkatan
menguraika Mujtahid
Membanding 4 Essay 
n tingkatan
kan
tingkatan tingkatan
mujtahid
mujtahid
3.3.5 Menentukan PG  5,6
penetapan
menelaah hukum yg
tentang membatalka
n wudu suatu
perbedaan madzhab
madzhab
Soal

Berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban a, b, c, d atau e yang


dianggap benar!

1. Perilaku jihad disebut dengan…


a. Mujtahid
b. Mustahiq
c. Mujahid
d. Ijtihad
e. Istisna’
I II III IV VI
Mujtahid Mujtahid Mujtahid Mujtahid Mujtahid
Mustaqil Muthlaq Muthlaq Mustaqil Muthlaq
Mujtahid Mujtahid Mujtahid Mujtahid Mujtahid
Muthlaq Tarjih Tarjih Fatwa Muqayyad
Mujtahid Mujtahid Muqolid Muqolid Muqolid
Muqayyad Fatwa Mujtahid Mujtahid
Mujtahid Muqolid Mustaqilid Tarjih
Tarjih Mujtahid
Mujtahid Fatwa
Fatwa
Muqolid
2. Berdasarkan tabel tersebut manakah tingkatan mujtahid yang
benar ialah….
a. II
b. IV
c. III
d. I
e. V
3. Definisi dari jihad ialah…
a. upaya sungguh-sungguh dalam belajar
b. upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala
kemampuan untuk mengambil kesimpulan atau keputusan
sebuah hukum dari teks-teks keagamaan.
c. Upaya kerja keras untuk melawan hawa nafsu
d. Upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala
kemampuan jiwa dan raga
e. upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan hati,
pikiran dan perkataan
4.
I II III IV V
 harus  Harus  Harus  Harus  harus
hafal Al- mengetahui dan mengerti beraga memahami
Qur’an memahami tentang bahasa ma dalil-dali Al-
dan ushul fiqh. Arab dan Islam Qur’an
 Harus segala
Sunnah  Harus  harus
memahami secara ilmunya
 harus dalam tentang dengan paham bijaksana
memaha rahasia-rahasia sempurna. ilmu dalam
mi dalil- tasyrie’  Harus agama bersikap
dali Al- (Asrarusyayari’ah).
mengerti
Qur’an tentang
nasikh dan
mansukh.
Berdasarkan tabel tersebut manakah yang termasuk syarat-
syarat mujahid…
a. I dan III
b. II dan IV
c. II dan V
d. II dan III
e. II dan I
5. Bersentuhan kulit antar lawan jenis dapat membatalkan
waudhu, hal demikian sesuai dengan mazhab...
a. Maliki
b. Hanafi
c. Syafi'i
d. Hambali
e. Hanabillah
6. Bid'ah adalah perbuatan yang dikerjakan tidak menurut
contoh yang ditetapkan, termasuk menambah atau
mengurangi ketetapan. Bagaimana konsep bid'ah menurut
madzhab Imam Syafi'i...
a. Suatu cara atau kebiasaan dalam agama Islam dan cara
yang dibuat-buat
b. Perkara yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah
c. Suatu kebiasaan yang selalu dilakukan oleh Rasulullah Saw
d. Semua perbuatan yang dilakukan tidak pernah ada contoh
sebelumnya
e. Bid'ah terbagi dua, bid'ah mahmudah (terpuji) dan bid'ah
madzmumah (tercela
7. Apa yang dimaksud dengan bermadzhab……
a. keberikutan pendapat imam yang bersifat ijtihadiyah. Tentunya mencakup
dua hal, yaitu persoalan ushul (pokok) dan furu’ (cabang)
b. al-mu’taqad, yang diyakini.
c. at-thariqah, jalan atau metode.
d. pendapat imam atau ahli agama
e. mengikuti berbagai macam pendapat ulama fiqih
8. Perbedaan pendapat adalah sunatullah, termasuk pendapat
dalam beragama. Bagaimana cara menyikapi jika terdapat
perbedaan pendapat dalam beragama...
a. Permisif
b. Toleran
c. Membenarkan
d. Menghormati
e. Fanatisme
9. Bagaimana pendapat anda jika terdapat orang yang bersikap
eksklusif ditengah keragaman pendapat...
a. Dapat menyemai kedamaian
b. Dapat menguatkan tali persaudaraan
c. Dapat melahirkan permusuhan
d. Dapat menimbulkan pertikaian
e. Dapat menimbulkan perpecahan
10. Sikap yang harus kita lakukan untuk memutuskan
perbedaan pendapat dalam fiqih ialah….
a. Permisif
b. Toleran
c. Membenarkan
d. Menghormati
e. Fanatisme

Kunci Jawaban PG

1. C 6. E
2. D 7. A
3. B 8. D
4. D 9. A
5. C 10. D
Essay

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1. Uraikanlah yang termasuk syarat-syarat mujtahid!


2. Bagaimana sikap kita dalam menghadapi perbedaan pendapat madzhab fiqih?
3. Jelaskan pengertian berjihad?
4. Bandingkanlah perbedaan antara mujtahid mustaqil, mutlah qhoir mustaqil dan
mujtahid tarjih!

Jawaban
Jawaban Skor
1  Harus memahami tentang ayat dan sunnah terkait dengan hukum. 4
 Harus memahami berbagai masalah yang telah di-ijma’kan oleh para ahlinya.
 Harus mengerti bahasa Arab dan segala ilmunya dengan sempurna.
 Harus mengerti tentang nasikh dan mansukh.
 Harus mengetahui dan memahami tentang ushul fiqh.
 Harus memahami secara dalam tentang rahasia-rahasia tasyrie’
(Asrarusyayari’ah).
 Harus memahami secara mendalam tentang seluk-beluk qiyas

2 Perbedaan pendapat, dalam perkara ijtihadi, sangat memungkinkan melahirkan 4


beragam pendapat. Menghadapi hal ini, seharusnya kita bisa berlapang dada.
Walaupun kita menganggap pendapat yang kita ikuti lebih kuat, kita tetap harus
menghormati orang lain yang pendapatnya berbeda. Adanya keragaman pendapat ini
juga seharusnya membuka cakrawala berpikir kita, jika ternyata kebenaran ada pada
orang lain, kita harus siap untuk menerima kebenaran tersebut dan meninggalkan
pendapat kita sebelumnya.
3 upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan 2
untuk mengambil kesimpulan atau keputusan sebuah hukum dari
teks-teks keagamaan.
4 1. Mujtahid Mustaqil adalah seseorang yang mampu membuat qa’idah sendiri 5
dalam membuat kesimpulan-kesimpulan hukum fiqh, atau ketika ia berfatwa
terhadap suatu masalah ia menggunakan kaidah-kaidah yang ia ciptanakan
sendiri hasil dari pemahammnya yang mendalam terhadap Al Quran dan
Sunnah.

2. Mujtahid Muthlaq Ghairu Mustaqil adalah seseorang yang memenuhi


kriteria sebagai seorang mujahid mustaqil, akan tetapi ia tidak membuat
kaidah-kaidah sendiri dalam menyimpulkan masalah-masalah fiqhnya, ia
memakai kaidah-kaidah yang dipakai oleh para imam Madzhab dalam
berijtihadnya.

3. Mujtahid Tarjih adalah mereka yang mampu mentarjih (menguatkan) salah


satu pendapat dari satu imam madzhab dari pendapat-pendapat madzhab
imam lain, atau dapat mentarjih pendapat salah satu imam Madzhab dari
pendapat para muridnya atau pendapat imam lainnya. Berari Ia hanya
mengambil satu riwayat dari beberapa riwayat saja, seperti, Al-Qaduri, Al-
Murghainani (pangarang kitab Al-Hidayah) dari kalangan madzhab Al-
Hanafiyah. Imam Al-Kholil dari kalangan Madzhab Al-Malikiyah, Al- Rafi’i,
Al-Nawawi dari kalangan Madzhab Al- Syafi’iyah. Al-Qadli Alauddin Al-
Mardawi tokohnya madzhab Al- Hanabalah. Abu Al-Khottob Mahfudz bin
Ahmad Al-Kalwadzani Al-Bagdadi dari kalangan madzhab Al-Hanabalah.

5 Sedang menurut Abdul Wahab Khallaf, perbedaan penetapan hukum 5


tersebut berpangkal pada tiga persoalan; (1).Perbedaan mengenai penetapan sebagian
sumber-sumber hukum (sikap dan cara berpegang pada sunah, standar
periwayatan, fatwa sahabat, dan qiyas); (2). Perbedaan mengenai pertentangan
penetapan hukum dari tasyri’(penggunaan hadith dan ra’yu) dan; (3). Perbedaan
mengenai prinsip-prinsip bahasa dalam memahami nash-nash syari’at ( ushlub
bahasa).
Penjelasan penyebab terjadinya perbedaan metode penetapan
penggalian hukum (thariqah al-istinbath) di kalangan Imam mujtahid, sebagai
konklusi dari berbagai macam pembagian menurut pendapat tokoh diatas. Dimana
bisa disimpulkan secara garis besar meliputi;
Pertama: perbedaan dalam sumber hukum (mashdar al-ahkam);
Kedua: perbedaan dalam cara memahami nash dan;
Ketiga: perbedaan dalam sebagian kaidah kebahasaan untuk memahami nash.
Jumlah 20

Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖= x100
Sekolah : MA
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas /Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Konsep Ijtihad dan Bermadzhab
Tahun Pelajaran : 2019/2020

KD 4.3 Mengomunikasikan basil evaluasi tentang konsep


ijtihad dan bermadzhab dalam pelaksanaan hukum
Islam

IPK 4.3.1 Menerapkan ijtihad dan bermadzhab dalam


hukum islam
4.3.2 Menunjukkan contoh contoh perbedaan
pendapat ulama dalam madzhab fikih
4.3.3 Merumuskan ijtihad dan perbedaan pendapat
ulama madzhab dalam hukum fikih

INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

Format Penilaian Menganalisis kegiatan riba

N Nama Skor untuk Jumlah Nilai


o Skor
Persiap Pelaksan Hasil Lapora
an aan n

Rublik Penilaian Proyek

No Aspek Skor
Maks
1 Perencanaan: 6
Latar Belakang (tepat = 3. Kurang tepat 2. Tidak
tepat = 1)
Rumusan masalah (tepat = 3. Kurang tepat 2. Tidak
tepat = 1)
2 Pelaksanaan: 12
a. Pengumpulan data/informasi (akurat = 3.
Kurang akurat = 2. Tidak akurat = 1)
b. Kelengkapan data (lengkap = 3. Kurang
lengkap 2. Tidak lengkap = 1)
c. Pengolahan dan analisis data (sesuai = 3.
Kurang sesuai = 2. Tidak sesuai = 1)
d. Kesimpulan (tepat = 3. Kurang tepat 2. Tidak
tepat = 1)
3 Pelaporan Hasil: 12
a. Sistematika pelaporan (baik = 3. Kurang baik
= 2. Tidak baik = 1)
b. Penggunaan bahasa (sesuai = 3. Kurang
sesuai = 2. Tidak sesuai = 1)
c. Penulisan/ejaan (tepat = 3. Kurang tepat 2.
Tidak tepat/banyak kesalahan = 1)
d. Tampilan (menarik = 3. Kurang menarik.
Tidak menarik = 1)
Skor Maksimal 30

Pedoman Penskoran

Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

Skor yang diperoleh


𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖= Skor Maksimal x 100 = Hasil
Akhir

Instrumen Penilaian Diskusi


N
Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
o

1 Penguasaan materi diskusi

2 Kemampuan menjawab pertanyaan

3 Kemampuan mengolah kata

4 Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik

Penskoran NIlai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi


jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)

Opsi 2 Penilaian Diskusi

Penilaian Diskusi

Aspek Penilaian Jumlah


Nilai
No Nama Siswa skor
1 2 3 4 5 6

Aspek dan rubrik penilaian.


1. Pola berpikir saat menyampaikan informasi/pendapat
a. Jika sama sekali tidak runtut/teratur, skor 1
b. Jika sebagian kecfil runtut/teratur, skor 2
c. Jika sebagian besar runtut/teratur, skor 3
d. Jika seluruhnya runtut/teratur, skor 4
2. Pola berpikir saat memberikan argumentasi
a. Jika sama sekali tidak runtut/teratur, skor 1
b. Jika sebagian kecfil runtut/teratur, skor 2
c. Jika sebagian besar runtut/teratur, skor 3
d. Jika seluruhnya runtut/teratur, skor 4
3. Pola berpikir saat memberikan kritikan
a. Jika sama sekali tidak runtut/teratur, skor 1
b. Jika sebagian kecfil runtut/teratur, skor 2
c. Jika sebagian besar runtut/teratur, skor 3
d. Jika seluruhnya runtut/teratur, skor 4
4. Kejelasan fokus dan arah pertanyaan
a. Jika sama sekali tidak jelas fokus dan arahnya, skor 1
b. Jika fokus dan arah pertanyaan menjadi jelas setelah diminta mengulang, skor
2
c. Jika menyadari bahwa fokus dan arahnya tidak jelas sehingga pertanyaannya
diulang, skor 3
d. Jika fokus dan arah pertanyaan jelas, skor 4
5. Bahasa yang dipakai (saat menyampaikan informasi, kritikan, ataupun
argumentasi)
a. Jika semuanya tidak baik dan tidak benar/tidak baku, skor 1
b. Jika sebagian besar tidak baik dan tidak benar/tidak baku, skor 2
c. Jika sebagian kecil tidak baik dan tidak benar/tidak baku, skor 3
d. J ika seluruhnya baik dan benar/baku, skor 4
6. Kemampuan dalam berbicara (memberikan informasi, berpendapat,
berargumentasi)
a. Jika sama sekali tidak lancer, skor 1
b. Jika kadang lancar dan kadang tidak, skor 2
c. Jika sebagian besar lancer, skor 3
d. Jika seluruhnya lancar, skor 4

Pedoman Penskoran

Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

Skor yang diperoleh


𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖= Skor Maksimal x 100 = Hasil Akhir
Pengayaan
Peserta didik yang sudah menguasai materi mengerjakan soal pengayaan
berupa materi perbedaan fiqih dengan ushul fiqih yang telah disiapkan
oleh guru. (Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta
didik yang berhasil dalam pengayaan).

Remedial
Peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh
guru materi tentang perbedaan fiqih dengan ushul fiqih. Guru akan
melakukan penilaian kembali dengan soal yang sejenis atau memberikan
tugas individu merangkum materi syariah, fikih dan ibadah. Remedial
dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan, boleh pada saat
pembelajaran apabila masih ada waktu, atau diluar jam pelajaran (30
menit setelah pulang jam pelajaran selesai).

Mengetahui, Sukasari, Oktober 2019


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

Drs. HJ. Euis Khoeriyah, M.Pd Ana Syifaunajah, S.Pd


NIP 1968 0817 199103 2003