Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KONSEP TEORI KEPERAWATAN KOMUNITAS

DISUSUN OLEH :
NAMA : SALWA APRILIA
NIM : 089 STYC 17

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESETAHAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN JENJANG S1
MATARAM
2019
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang “Konsep Teori Keperawatan Komunitas”
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.Untuk
itu kami menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi sususnan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inspirasi terhadap pembaca.

Mataram, 08 Oktober 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................... 1
1.1 Latar Belakang............................................................................... 1
1.2 Tujuan............................................................................................ 1
BAB 2 PEMBAHASAN........................................................................ 2
2.1 Pengertian Keperawatan Komunitas.............................................. 2
2.2 Tujuan Dan Fungsi Keperawatan Komunitas................................ 3
2.3 Komunitas Sebagai Klien.............................................................. 3
2.4 Strategi Intervensi Keperawatan Komunitas................................. 4
2.5 Sejarah Perkembangan Keperawatan Komunitas.......................... 5
2.6 Pengertian CHN............................................................................. 5
2.7 Model Konseptual Dalam Keperawatan Komunitas..................... 6
2.8 Hubungan Konsep Keperawatan Komunitas Dengan Pelayanan
Kesehatan Utama........................................................................... 7
2.9 Proses Pelaksanaan Keperawatan Komunitas................................ 9
2.10 Perspektif International Health Care.............................................. 9
2.11 Perbedaan Antara Keperawatan Komunitas Di Klinik Dan
Rumah Sakit................................................................................... 10
BAB 3 PENUTUP.................................................................................. 11
3.1 Kesimpulan.................................................................................... 11
3.2 Saran.............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan di bidang
kesehatan, serta bertambahnya penduduk dan masyarakat maka, maka perlu
adanya perawat kesehatan komunitas yang dapat melayani masyarakat dalam
dalam hal pencegahan, pemeliharaan, promosi kesehatan dan pemulihan
penyakit, yang bukan saja ditujukan kepada individu, keluarga, tetapi juga
dengan masyarakat dan inilah yang disebut dengan keperawatan komunitas.
Keperawatan Kesehatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan 
profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada
kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang
optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan, dengan
menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan pelaksanaan dan evaluasi
pelayanan keperawatan. (Pradley, 1985; Logan dan Dawkin, 1987).
1.2 Tujuan
Ada tujuan makalah ini sebagai berikut :
1.2.1 Untuk mengetahui pengertian keperawatan komunitas
1.2.2 Untuk mengetahui tujuan dan fungsi keperawatan komunitas
1.2.3 Untuk mengetahui komunitas sebagai klien
1.2.4 Untuk mengetahui strategi intervensi keperawatan komunitas
1.2.5 Untuk mengetahui sejarah perkembangan keperawatan komunitas
1.2.6 Untuk mengetahui pengertian CHN dan PHN
1.2.7 Untuk mengetahui model konseptual dalam keperawatan komunitas
1.2.8 Untuk mengetahui hubungan konsep keperawatan komunitas dengan
pelayanan kesehatan utama
1.2.9 Untuk mengetahui proses pelaksanaan keperawatan komunitas
1.2.10 Untuk mengetahui perspektif international health care
1.2.11 Untuk mengetahui perbedaan antara keperawatan komunitas di klinik
dan rumah sakit
BAB 2

1
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keperawatan Komunitas 
Keperawatan komunitas terdiri dari tiga kata yaitu keperawatan,
kesehatan dan komunitas, dimana setiap kata memiliki arti yang cukup luas.
Azrul Azwar (2000) mendefinisikan ketiga kata tersebut sebagai berikut :
2.1.1 Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari penyimpangan atau tidak
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dapat mempengaruhi
perubahan, penyimpangan atau tidak berfungsinya secara optimal
setiap unit yang terdapat dalam sistem hayati tubuh manusia, baik
secara individu, keluarga, ataupun masyarakat dan ekosistem.
2.1.2 Kesehatan adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan manusia
mulai dari tingkat individu sampai tingkat ekosistem serta perbaikan
fungsi setiap unit dalam sistem hayati tubuh manusia mulai dari
tingkat sub sampai dengan tingkat sistem tubuh.
2.1.3 Komunitas adalah sekelompok manusia yang saling berhubungan
lebih sering dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya
serta saling ketergantungan untuk memenuhi keperluan barang dan
jasa yang penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Menurut WHO (1959), keperawatan komunitas adalah bidang
perawatan khusus yang merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan,
ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program
kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan,
penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi,
pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu,
keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi
masyarakat secara keseluruhan.

2.2 Tujuan dan Fungsi Keperawatan Komunitas

2
2.2.1 Tujuan keperawatan komunitas
Tujuan proses keperawatan dalam komunitas adalah untuk
pencegahan dan  peningkatan kesehatan masyarakat melalui upaya-
upaya sebagai berikut.
1. Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care) terhadap
individu, keluarga, dan keluarga dan kelompok dalam konteks
komunitas. 
2. Perhatian langsung  terhadap kesehatan seluruh masyarakat
(health general community) dengan mempertimbangkan
permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapat
memengaruhi keluarga, individu, dan kelompok. 
2.2.2 Fungsi keperawatan komunitas
1. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah
bagi kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan
masalah klien melalui asuhan keperawatan.
2. Agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai
dengan kebutuhannya dibidang kesehatan.
3. Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan
masalah, komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan
peran serta masyarakat.
Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan
dengan permasalahan atau kebutuhannya sehingga mendapatkan
penanganan dan pelayanan yang cepat dan pada akhirnya dapat
mempercepat proses penyembuhan (Mubarak, 2006).
2.3 Komunitas Sebagai Klien 
Komunitas sebagai klien berarti sekumpulan individu / klien yang
berada pada lokasi atau batas geografis tertentu yang memiliki nilai-nilai,
keyakinan dan minat relative sama serta adanya interaksi satu sama lain untuk
mencapai tujuan. Komunitas merupakan sumber dan lingkungan bagi
keluarga. Komunitas sebagai klien yang dimaksud termasuk kelompok risiko
tinggi, antara lain: daerah terpencil, daerah rawan, daerah kumuh, dll.
2.4 Strategi Intervensi Keperawatan Komunitas

3
Strategi intervensi keperawatan komunitas adalah sebagai berikut:
2.4.1 Proses kelompok (group process)
Seseorang dapat mengenal dan mencegah penyakit, tentunya
setelah belajar dari pengalaman sebelumnya, selain faktor
pendidikan/pengetahuan individu, media masa, Televisi, penyuluhan
yang dilakukan petugas kesehatan dan sebagainya. Begitu juga dengan
masalah  kesehatan di lingkungan sekitar masyarakat, tentunya
gambaran penyakit yang paling sering mereka temukan sebelumnya
sangat mempengaruhi upaya penangan atau pencegahan penyakit yang
mereka lakukan. Jika masyarakat sadar bahwa penangan yang bersifat
individual tidak akan mampu mencegah, apalagi memberantas
penyakit tertentu, maka mereka telah melakukan pemecahan-
pemecahan masalah kesehatan melalui proses kelompok.
2.4.2 Pendidikan Kesehatan (Health Promotion)
Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang
dinamis, dimana perubahan tersebut bukan hanya sekedar proses
transfer materi/teori dari seseorang ke orang lain dan bukan pula
seperangkat prosedur. Akan tetapi, perubahan tersebut terjadi adanya
kesadaran dari dalam diri individu, kelompok atau masyarakat sendiri.
Sedangkan tujuan dari pendidikan kesehatan menurut Undang-Undang
Kesehatan No. 23 Tahun 1992 maupun WHO yaitu ”meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan; baik fisik, mental dan sosialnya; sehingga produktif secara
ekonomi maupun secara sosial.
2.4.3 Kerjasama (Partnership)
Berbagai persoalan kesehatan yang terjadi dalam lingkungan
masyarakat jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi ancaman
bagi lingkungan masyarakat luas. Oleh karena itu, kerja sama sangat
dibutuhkan dalam upaya mencapai tujuan asuhan keperawatan
komunitas melalui upaya ini berbagai persoalan di dalam lingkungan
masyarakat akan dapat diatasi dengan lebih cepat.
2.5 Sejarah Perkembangan Keperawatan Komunitas

4
Pembagian era sejarah perkembangan keperawatan komunitas
2.5.1 Empirical health era (< 1850 )
Pendekatan kearah symptom/gejala yg dikeluhkan si sakit,
pendidikan, yankes, penelitian berorientasi pada gejala penyakit
2.5.2 Basic science era (1850-1900)
Ditemukannya laboratorium, Ilmu kesehatan berkembang ke
arah penyebab terjadinya penyakit yg dpt dibuktikan secara
laboratoris.
2.5.3 Clinical science era ( 1900-1950)
Ilmu kesehatan, bagaimana mendiagnosis, mengobati dan
memulihkan individu yg menderita sakit tertentu/ Patient oriented.
2.5.4 Publc health science era (1950-2000)
Mulai dikembangkan kesehatan masyarakat (public health),
yankes tdk lagi mengutamakan upaya kuratif tetapi juga memikirkan
upaya promotif dan rehabilitatif.
2.5.5 Political health science era (sekarang)
Konsep pendekatan terhadap semua penduduk. Masalah yang
dihadapi meliputi : environment, health services, behavior dan
herediter.
2.6 Pengertian CHN
CHN (Community Health Nursing) adalah sebuah sintesis dari praktek
keperawatan dan praktek kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk
mempromosikan dan melestarikan kesehatan penduduk Tidak terbatas pada
kelompok umur tertentu diagnosis, dan terus, tidak episodik. Promosi
kesehatan, pemeliharaan, pendidikan kesehatan, manajemen, koordinasi, dan
kontinuitas perawatan perawatan kesehatan individu, keluarga, kelompok,
dalam masyarakat (ANA di Stanhope dan Lancaster, 1999). Konsep Falsafah
CHN, yaitu:
2.6.1 Kesehatan yang baik dan usia panjang produktif adalah hak setiap
individu tanpa membedakan suku dan jenis kelamin.
2.6.2 Semua orang mempunyai kebutuhan belajar.

5
2.6.3 Beberapa klien mungkin tidak memahami kebutuhan belajarnya atau
kebutuhan bantuan untuk mencapai tingkat sehat yang tinggi.
2.6.4 Orang akan menerima dan menggunakan informasi yang bermanfaat
untuk dirinya, shg pengetahuan memiliki makna tertentu
2.6.5 Kesehatan yang baik dan pelayanan kesehatan memberi kesempatan
masyarakat luas untuk hidup lebih baik sesuai potensi dan pengaruh
standar hidup.
2.6.6 Kesehatan merupakan salah satu nilai saing klien dan memiliki
prioritas yang berbeda pada waktu yg berbeda.
2.6.7 Nilai dan konsep sehat berbeda tergantung pada budaya, agama dan
latar belakang sosial klien
2.6.8 Otonomi individu dan komunitas membri prioritas yang berbeda pada
waktu yang berbeda
2.6.9 Klien fleksibel dapat berubah sesuai stimulus internal atau eksternal
2.6.10 Klien termotivasi untuk berkembang
2.6.11 Kesehatan merupakan penyesuaian klien yang dinamis thd lingkungan
2.6.12 Klien dapat berpindah kearah yang berbeda  sepanjang  rentang pada
waktu yang berbeda
2.6.13 Fungsi utama CHNà membantu klien mencapai tingkat sehat yang
tinggi
2.7 Model Konseptual Dalam Keperawatan Komunitas
Model adalah sebuah gambaran deskriptif dari sebuah praktik yang
bermutu yang mewakili sesuatu yang nyata atau gambaran yang mendekati
kenyataan dari konsep. Model praktik keperawatan didasarkan pada isi dari
sebuah teori dan konsep praktik (Riehl & Roy, 1980 dalam Sumijatun, 2006).
Salah satu model keperawatan kesehatan komunitas yaitu Model Health
Care System  (Betty Neuman, 1972). Model konsep ini merupakan model
konsep yang menggambarkan aktivitas keperawatan, yang ditujukan kepada
penekanan penurunan stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri,
baik yang bersifat fleksibel, normal, maupun resisten dengan sasaran
pelayanan adalah komunitas (Mubarak & Chayatin, 2009).

6
Menurut Sumijatun (2006) teori Neuman berpijak pada metaparadigma
keperawatan yang terdiri dari  yang terdiri dari klien, lingkungan, kesehatan
dan keperawatan.Asumsi Betty Neuman tentang empat konsep utama yang
terkait dengan keperawatan komunitas adalah:
2.7.1 Manusia, merupakan suatu sistem terbuka yang selalu mencari
keseimbangan dari harmoni dan merupakan suatu kesatuan dari
variabel yang utuh, yaitu: fisiologi, psikologi, sosiokultural,
perkembangan dan spiritual
2.7.2 Lingkungan, meliputi semua faktor internal dan eksternal atau
pengaruh-pengaruh dari sekitar atau sistem klien
2.7.3 Sehat, merupakan kondisi terbebas dari gangguan pemenuhan
kebutuhan. Sehat merupakan keseimbangan yang dinamis sebagai
dampak dari keberhasilan menghindari atau mengatasi stresor. 
2.8 Hubungan Konsep Keperawatan Komunitas Dengan Pelayanan
Kesehatan Utama
Keperawatan komunitas adalah suatu dalam keperawatan yang
merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan
dukungan peran serta aktif masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan
dan memelihara kesehatan masyarakat dengan menekankan kepada
peningkatan peran serta masyarakat dalam melakukan upaya promotif dan
perventif dengan tidak melupakan tindakan kuratif dan rehabilitatif sehingga
diharapkan masyarakat mampu mengenal, mengambil keputusan dalam
memelihara kesehatannya (Mubarak, 2009). 
Selain menjadi subjek, masyarakat juga menjadi objek yaitu sebagai
klien yang menjadi sasaran dari keperawatan kesehatan komunitas terdiri dari
individu dan masyarakat. Berdasarkan pada model pendekatan totalitas
individu dari Neuman (1972 dalam Anderson, 2006) untuk melihat masalah
pasien, model komunitas sebagai klien dikembangkan untuk menggambarkan
batasan keperawatan kesehatan masyarakat sebagai sintesis kesehatan
masyarakat dan keperawatan.

7
Model tersebut telah diganti namanya menjadi model komunitas
sebagai mitra, untuk menekankan filosofi pelayanan kesehatan primer yang
menjadi landasannya. 
Secara lebih rinci dijabarkan sebagai berikut :
2.8.1 Tingkat individu
Individu adalah bagian dari anggota keluarga. Apabila individu
tersebut mempunyai masalah kesehatan maka perawat akan
memberikan asuhan keperawatan pada individu tersebut. Pelayanan
pada tingkat individu dapat dilaksanakan pada rumah atau puskesmas,
meliputi penderita yang memerlukan pelayanan tindak lanjut yang
tidak mungkin dilakukan asuhan keperawatan di rumah dan perlu
kepuskesmas, penderita resiko tinggi seperti penderita penyakit
demam darah dan diare. Kemudian individu yang memerlukan
pengawasan dan perawatan berkelanjutan seperti ibu hamil, ibu
menyusui, bayi dan balita.
2.8.2 Tingkat keluarga
Keperawatan kesehatan komunitas melalui pendekatan
keperawatan keluarga memberikan asuhan keperawatan kepada
keluarga yang mempunyai masalah kesehatan terutama keluarga
dengan resiko tinggi diantaranya keluarga dengan sosial ekonomi
rendah dan keluarga yang anggota keluarganya menderita penyakit
menular dan kronis. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan unit
utama masyarakat dan lembaga yang menyakut kehidupan
masyarakat. Dalam pelaksanaannya, keluarga tetap juaga berperan
sebagai pengambil keputusan dalam memelihara kesehatan
anggotanya.
2.8.3 Tingkat komunitas
Keperawatan kesehatan komunitas di tingkat masyarakat
dilakukan dalam lingkup kecil sampai dengan lingkup yang luas
didalam suatu wilayah kerja puskesmas. Pelayanan ditingkat
masyarakat dibatasi oleh wilayah atau masyarakat yang mempunyai

8
ciri-ciri tertentu misalnya kebudayaan, pekerjaan, pendidikan dan
sebagainya.
2.9 Proses Pelaksanaan Keperawatan Komunitas
Keperawatan komunitas merupakan suatu bidang khusus keperawatan
yang merupakan gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat
dan ilmu sosial yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
yang diberikan kepada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat
baik yang sehat maupun yang sakit (mempunyai masalah
kesehatan/keperawatan), secara komprehensif melalui upaya promotif,
preventif, kuratif, rehabilitatif dan resosialitatif dengan melibatkan peran serta
aktif masyarakat secara terorganisir bersama tim kesehatan lainnya untuk
dapat mengenal masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi serta
memecahkan masalah-masalah yang mereka miliki dengan menggunakan
pendekatan proses keperawatan sesuai dengan hidup sehat sehingga dapat
meningkatkan fungsi kehidupan dan derajat kesehatan seoptimal mungkin
dan dapat diharapkan dapat mandiri dalam memelihara kesehatannya
(Chayatin, 2009). Menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang
dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra kerja dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan
profesional yang merupakan perpaduan antara konsep kesehatan masyarakat
dan konsep keperawatan yang ditujukan pada seluruh masyarakat dengan
penekanan pada kelompok resiko tinggi (Efendi, 2009).
Keperawatan komunitas merupakan Pelaksanaan keperawatan
komunitas dilakukan melalui beberapa fase yang tercakup dalam proses
keperawatan komunitas dengan menggunakan pendekatan pemecahan
masalah yang dinamis. Fase-fase pada proses keperawatan komunitas secara
langsung melibatkan komunitas sebagai klien yang dimulai dengan
pembuatan kontrak/partner ship dan meliputi pengkajian, diagnosa,
perencanaan, implementasi dan evaluasi (Efendi, 2009). 
2.10 Perspektif International Health Care 
Kesehatan global adalah kesehatan populasi dalam konteks global dan
melampaui perspektif dan keprihatinan dari negara masing-masing. Masalah

9
kesehatan yang melampaui batas-batas nasional atau memiliki dampak politik
dan ekonomi global, sering ditekankan. Telah didefinisikan sebagai 'bidang
studi, penelitian dan praktek yang menempatkan prioritas pada peningkatan
kesehatan dan mencapai kesetaraan dalam kesehatan bagi semua orang di
seluruh dunia '. Dengan demikian, kesehatan global adalah peningkatan
sekitar seluruh dunia kesehatan, pengurangan kesenjangan, dan perlindungan
terhadap dunia ancaman yang mengabaikan batas-batas nasional. Penerapan
prinsip-prinsip ini ke domain dari kesehatan mental disebut Kesehatan Mental
global.
Perspektif international health care adalah sebuah perspektif
epidemiologi mengidentifikasi masalah utama kesehatan global. Sebuah
perspektif medis menjelaskan patologi utama penyakit, dan mempromosikan
pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit.Badan internasional utama
bagi kesehatan adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lembaga penting
lainnya dengan dampak pada aktivitas kesehatan global termasuk UNICEF,
Program Pangan Dunia (WFP), United Nations University - International
Institute for Global Health dan Bank Dunia . Sebuah inisiatif utama untuk
meningkatkan kesehatan global adalah Deklarasi Milenium PBB dan global
didukung Millenium Development Goals.
2.11 Perbedaan antara keperawatan komunitas di klinik dan Rumah Sakit
2.11.1 Rumah sakit mempunyai protap yang lebih lengkap. Sementara
klinik tidak terlalu lengkap
2.11.2 Administrasi rumah sakit lebih mendetail dan terperinci sementara
klinik hanya uang konsul dan obat saja
2.11.3 Ruangan rumah sakit lebih luas dan nyaman sementara klinik hanya
menyediakan ruangan yang lebih kecil
2.11.4 Rumah sakit memberikan pelayanan yang memuaskan dan terperinci
sementara klinik hanya berdasar diagnosa sementara saja

10
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah membaca isi dari pembahasan makalah diatas maka kami
menarik suatu kesimpulan :
3.1.1 Keperawatan komunitas adalah suatu bidang perawatan khusus yang
merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan
masyarakat dan merupakan bantuan sosial, sebagai bagian dari program
kesehatan masyarakat secara keseluruhan dalam meningkatkan dedrajat
kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik,
rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, dan
ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana
hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.
3.1.2 Komunitas sebagai klien yang dimaksud termasuk kelompok risiko
tinggi, antara lain: orang yang tinggal di daerah terpencil, daerah rawan,
daerah kumuh, dll.
3.2 Saran
3.2.1 Institusi Pendidikan
Semoga makalah ini dapat menjadi sumber ilmu yang baru bagi
yang mempelajari ilmu keperawatan
3.2.2 Bagi Mahasiswa
Semoga dengan makalah ini agar bisa memahami dan
mempelajari lebih dalam lagi tentang keperawatan komunitas.

11
DAFTAR PUSTAKA
Anderson & McFarlane, 2011. Community As Partner: Theory And Practice In
Nursing. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins
Efendi,Ferry dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan
Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Global Health Initiative (2008). Why Global Health Matters . Washington, DC:
FamiliesUSA .
Harnilawati.2013. Pengantar Ilmu Keperawatan Komunitas. Sulawesi: Pustaka As
Salam
Hidayat Aziz Halimul. 2004. Pengantar Konsep Keperawatan Dasar. Salemba
Medika : Jakarta.
Mubarak, Iqbal Wahit. 2009. Pengantar dan Teori Ilmu Keperawatan Komunitas
1. Jakarta : CV. Sagung Seto
Riyadi. 2007. Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Salemba Medika
Stanhope dan Lancaster, 2010) community & public health nursing (six ed.
St. Louis, Missouri: Mosby
Sumijatun, dkk. 2006. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas. Jakarta : EG

12