Anda di halaman 1dari 4

NAMA : VIGO AGMEL SADEWA

NIM : M0519081

BAHASA: Python ( Ditulis dan dijalankan di https://www.onlinegdb.com/online_python_compiler )

ANALISIS ALGORITMA

A. POLA 1
SOURCE CODE

OUTPUT

ANALISIS
1. Untuk membuat pola perulangan di bahasa pemrograman python, dapat menggunakan
perulangan for. Dalam bahasa pemrograman python menggunakan case sensitive, jadi harus
berhati-hati dalam menuliskan kode agar bisa berjalan. Pada baris pertama, syntax tertulis
“for i in range(11):” Arti dari syntax tersebut adalah “untuk i dalam jangkauan(11):” . I di sini
adalah sebagai variabel, bisa diganti dengan kata-kata lain. I (iteration) sebagai simbol
perulangan. Penggunaan “in range(11)” artinya perulangan for di sini dilakukan sebanyak 11
kali. Dalam bahasa pemrograman python, bilangan dimulai dari 0. Jadi , perulangan sebelas
kali dimulai dari bilangan 0 sampai dengan 10, total bilangannya 11. Pada akhir syntax,
terdapat simbol titik dua (:), simbol ini berfungsi untuk menjadikan syntax pada baris
berikutnya menjadi anak dari syntax baris pertama. Hal ini bertujuan agar command dari
baris pertama menjadi dasar dari syntax baris ke 2
2. Pada baris ke 2, tertulis syntax print(" * "*i), syntax ini terlihat menjorok, yang menandakan
syntax pada baris ke 2 adalah anak dari syntax baris sebelumnya. Fungsi print pada bahasa
pemrograman python adalah untuk menampilkan hasil dari program sebagai output.
Penulisan " * " pada syntax baris ke 2 artinya kita ingin agar program yang dijalankan akan
menampilkan simbol bintang sebagai output, harus diberi tanda petik sebagai penunjuk
kalau bintang itu diprint sebagai teks (string), bukan angka. Lalu, syntax print(" * "*i) artinya
kita ingin menampilkan output berupa bintang dikalikan dengan i (simbol bintang berwarna
oranye artinya perkalian), dimana i adalah variabel yang memuat angka dari 0-10. Jadi,
karena menggunakan perulangan for, program akan mengalikan setiap range dari i dengan
simbol bintang, yang mana perulangan for akan mengalikan dari jumlah nilai yang paling
kecil (0). Sehingga, output pola semakin ke bawah akan menghasilkan bintang berjumlah 1
lebih banyak dari bintang sebelumnya.

Proses Pembuatan Pola 1

INPUT OUTPUT

print(" * "*0) (i = 0)
print(" * "*1) (i = 1) *
print(" * "*2) (i = 2) **

print(" * "*3) (i = 3) ***

Dst…
print(" * "*10) (i = 10) **********

Lalu, perulangan for akan otomatis berhenti saat seluruh range sudah tercapai
B. POLA 2
SOURCE CODE

OUTPUT

ANALISIS
1. Sebenarnya pola 1 dan pola 2 codingnya mirip, hanya ada perbedaan pada baris pertama.
Syntax pada baris pertama adalah for i in range(10,0,-1). Kode ini artinya untuk setiap i di
mana i dalam jarak 10-0 dengan selisih turun 1. Jadi, urutannya adalah 10,9,8,7,6 dst.
Sampai dengan 1. Jadi, saat dijalankan, syntax ke 2 akan mengeprint simbol bintang sama
seperti pola sebelumnya, akan tetapi dengan i dari jumlah yang paling besar ke yang paling
kecil.

Proses Pembuatan Pola 2

INPUT OUTPUT

print(" * "*10) (i = 10) **********


print(" * "*9) (i = 9) *********
print(" * "*0) (i = 8) ********
Dst.
print(" * "*1) (i = 1) *

Kenapa input tidak sampai dengan i = 0? Karena pada python, fungsi (10,0,-1) artinya
jaraknya hanya sampai dengan angka sebelum 0. Program pengulangan for akan otomatis berhenti
setelah mencapai i = 1