Anda di halaman 1dari 7

Nama: Syahrina Nurul Hikmah

NIM: 6411418112

Mata Kuliah: Sistem Informasi Kesehatan

Dosen Pengampu: Alfiana Ainun Nisa, SKM., MKes

SIMPUS
Simpus adalah suatu tatanan manusia atau peralatan yang menyediakan informasi untuk
membantu proses manajemen puskesmas dalam mencapai sasaran kegiatannya.

Tujuan Simpus

Umum: Meningkatkan manajemen puskesmas secara lebih berhasil guna dan berdaya-‐guna,
melalui pemanfaatan secara optimal data SP2TP

Khusus:

1. Sebagai dasar penyusunan PTP

2. Sebagai dasar penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas

3. Sebagai dasar pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan program di


puskesmas

4. Sebagai bahan laporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota

5. Sumber informasi bagi lintas-‐sektoral terkait

Pengelolaan SIMPUS

 Input:

1. SDM 3. Dana

2. Sarana 4. Metode

 Proses (manajemen data)

1. Data Entry 5. Interpretasi data

2. Validasi data 6. Penyajian data

3. Rekapitulasi data 7. Distribusi data


4. Analisis data
 Output. Informasi dimanfaatkan untuk:
1. Mendukung manajemen puskesmas
2. Mendukung program dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi program
3. Dasar pengambilan keputusan
4. Masukan bagi Dinas lain/ lintas sector yang membutuhkan
Proses pengelolaan data
Data dari semua sumber dikumpulkan dan direkap, laluu diolah dan diinterpretasikan serta
disajikan sehingga dapat dimanfaatkan untuk hal yang berguna.
Penyelenggaraan Simpus

1. Sumber Informasi. Sebagaimana diketahui, SP2TP terdiri atas komponen pencatatan dan
komponen pelaporan.

2. Mekanisme

1) Data SP2TP dan data lainnya diolah, sesuai petunjuk pengolahan dan pemanfaatan data
SP2TP serta petunjuk dari masing-‐masing program yang ada.

2) Pengolahan, analisis, interpretasi, dan penyajian dilakukan oleh para penanggung jawab
masing-‐masing kegiatan di puskesmas dan pengelola program di semua jenjang
administrasi.

3) Informasi yang diperoleh dari pengolahan dan interpretasi data SP2TP serta sumber lainnya
dapat bersifat kualitatif (seperti meningkat, menurun, atau tidak ada perubahan) dan bersifat
kuantitatif dalam bentuk angka, seperti jumlah, presentase, dsb. Informasi tersebut dapat
berupa laporan tahunan puskesmas.

3. Pemanfaatan

1) Sebagai bahan untuk penyusunan rencana tahunan puskesmas, penyusunan rencana kerja
operasional puskesmas, bahan pemantauan evaluasi dan pembinaan

2) Membantu Dinas Kesehatan DATI II dalam penyusunan perencanaan tahunan, penilaian


kinerja puskesmas berdasarkan beban kerja, dan pencapaian hasil kegiatan puskesmas,
sebagai bahan untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan program di wilayahnya,
untuk menentukan prioritas masalah dan upaya pemecahan serta tindak lanjutnya

3) Membantu kelancaran perencanaan (P1), penggerakan pelaksanaan (P2), dan pengawasan,


pengendalian, dan penilaian (P3) program-‐program sebagai masukan untuk diskusi UDKP

Manajemen Data di Puskesmas


SIP

Sistem Informasi Puskesmas (SIP) adalah suatu tatanan yang menyediakan informasi
untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan manajemen Puskesmas
dalam mencapai sasaran kegiatannya. SIP bukanlah barang baru. SIP merupakan SP2TP revisi,
atau SP3 maupun SIMPUS yang telah direvisi yang muncul dengan nama baru yaitu Sistem
Informasi Puskesmas (SIP). Dalam menyelenggarakan SIP, Puskesmas wajib menyampaikan
laporan kegiatan Puskesmas secara berkala kepada dinas kesehatan kabupaten/kota. Laporan
kegiatan Puskesmas merupakan sumber data dari pelaporan data kesehatan prioritas yang
diselenggarakan melalui komunikasi data. SIP bertujuan untuk:

1. Mewujudkan penyelenggaraan sistem informasi puskesmas yang terintegrasi;

2. Menjamin ketersediaan data dan informasi yang berkualitas, berkesinambungan, dan


mudah diakses;

3. Meningkatkan kualitas pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya melalui penguatan

manajemen Puskesmas.

Bagan cakupan SIP


SIP saat ini sudah selesai tahapan sosialisasi dan pelatihan kepada semua provinsi di
Indonesia. Pelatihan dilaksanakan selama bulan Mei sampai dengan awal Juni 2016 dengan
melibatkan seluruh program yang ada pencatatan dan pelaporannya di Puskesmas. Pada setiap
pelatihan dengan melibatkan 11 orang pengelola program dan 1 orang pengelola data di
provinsi. Setelah melatih petugas provinsi, kegiatan dilanjutkan dengan mengadakan workshop
dan pelatihan tingkat kabupaten/kota oleh petugas provinsi secara berjenjang. Kegiatan ini
akan dilaksanakan pada tahun 2016. Setelah itu, kabupaten/kota yang akan mengajarkan
kembali kepada Puskesmas. Dengan terlaksananya workshop dan pelatihan mulai dari tingkat
provinsi sampai Puskesmas maka ditetapkan pemberlakukan SIP yaitu mulai 1 Januari 2017.

Selain standar SIP manual, Pusat Data Dan Informasi juga sudah mengembangkan SIP
elektronik. Hal ini untuk memberi kemudahan petugas dalam melakukan pencatatan dan dalam
membuat laporan serta dalam menyediakan laporan kepada kabupaten/kota, provinsi dan
sampai ke pusat.

SIP elektronik adalah versi terbaru SIKDA Generik. Disebut versi terbaru karena
SIKDA Generik merupakan bentuk elektronik dari sistem pencatatan pelaporan di Puskesmas
dengan versi yang belum sempurna, dimana hanya sebagian laporan yang dapat dikeluarkan.
SIP elektronik selain dapat mencatat seluruh pelayanan juga dapat menghasilkan seluruh
laporan.

Komponen Data SIP

1. Data dasar

a. Identitas Puskesmas.

b. Wilayah kerja Puskesmas.

c. Sumber daya Puskesmas meliputi.

 manajemen Puskesmas.

 gedung dan sarana Puskesmas.

 jejaring Puskesmas, lintas sektor serta potensi sumber daya lainnya.

 sumber daya manusia kesehatan.

 ketersediaan dan kondisi peralatan Puskesmas.

d. Sasaran program.

2. Data Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial (UKME)

a. Promosi Kesehatan.

b. Kesehatan Lingkungan.

c. Pelayanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Keluarga Berencana (KB).

d. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM).

e. Keperawatan Kesehatan Masyarakat.

f. Surveilans dan Sentinel Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

g. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

3. Data Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan (UKMP)

a. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS). f. Kesehatan Kerja.


b. Kesehatan Jiwa. g. Kesehatan Indera.

c. Kesehatan Gigi Masyarakat. h. Kesehatan Lanjut Usia.

d. Kesehatan Tradisional dan Komplementer.

e. Kesehatan Olahraga.

4. Data Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)

a. Kunjungan Puskesmas. f. Kefarmasian.

b. Pelayanan umum. g. Kematian.

c. Kesehatan gigi dan mulut. h. Laboratorium.

d. Rawat Inap. i. Dan lainnya.

e. Unit Gawat Darurat (UGD).