Anda di halaman 1dari 17

MODUL PERKULIAHAN

Hidrologi
Terapan
Evapotranspirasi, Suhu,
Kelembaban, Angin

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

03
Teknik Teknik Sipil Aditia Rojali, S.Si., MT.

Abstract Kompetensi
Memberikan gambaran umum tentang Mahasiswa mampu menjelaskan
definisi dan pengertian akan pengertian dan perhitungan dari
Penguapan (Evapotranpirasi), Suhu Penguapan (Evapotranpirasi), Suhu
(Temperatur), Kelembaban (Temperatur), Kelembaban,
(kelengasan), Angin, proses terjadinya, (kelengasan), kecepatan angin.
jenis - jenis alat ukur, metode Memahami pemanfaatan dan cara
pencatatan, perhitungan tinggi rata- bekerjanya alat ukur, dapat
rata daerah, dan mengerti melaksanakan sistim pencatatan
pemanfaatan nya. besaran dan dapat melakukan
perhitungan rata – rata daerah

‘2 Rekayasa Hidrologi
0 1 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
4. Penguapan (Evapotranpirasi), Suhu (Temperatur), Kelembaban dan Angin

4.1 Penguapan (Evapotranspirasi)

4.1.1. Umum

Uap selalu ada dalam atmosfir, berasal dari adanya penguapan (evapotranpirasi) setempat.

Uap yang dibawa oleh angin terjadi karena evaporasi langsung dari air presipitasi,

permukaan laut, permukaan air sungai, dan air tanah yang dekat pada permukaan tanah,

disamping itu masih ada pula uap asal dari keringat (transpirasi) melalui daun tumbuh-

tumbuhan dan makhluk hidup lain. Penguapan baik yang berasal langsung dari air dan

dari tumbuhan disebut Evapotranspirasi.

Pengetahuan mengenai penguapan ini adalah perlu, misalnya untuk menentukan isi

waduk, isi waduk adalah banyaknya air yang dibutuhkan ditambah dengan kehilangan

karena penguapan, besamya kebutuhan air untuk tanaman dipengaruhi oleh besamya

penguapan. Beberapa angka-angka di bawah ini memberikan besamya penguapan.

Di Pulau Jawa dalam musim kemarau besaran tinggi penguapan berkisar 800 mm,

waduk Prijetan 6 mm/24 jam. Waduk Pacal 4,17mm/24 jam. Waduk Selorejo 3 a 4

mm/24 jam.

Lauterberg untuk jalanya penguapan memberikan perumusan :

Un=( 1 – p n)/( 1 – p)

Un = Tinggi air yang menguap dalam n hari.

h = Tinggi air yang menguap dalam hari pertama.

p = Perbandingan antara besarnya penguapan pada sesuatu hari dan hari

sebelumnya.

Angka perbandingan p dipengaruhi oleh jenis permukaan tanah, jenis tanah, dan

kecepatan angin, untuk sesuatu jenis tanah hampir tidak berlainan ialah antara 0,38

dan 0,7.

Angin mempunyai pengaruh yang tidak kecil, kalau angka penguapan pada keadaan

‘2 Rekayasa Hidrologi
0 2 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
tidak ada angin dinilai dengan angka 1, maka untuk berbagai kecepatan ada angka-

angka :

Contoh angka koefisien berdasarkan pada pengaruh macam permukaan tanah : jika

permukaan air penguapannya dinilai 1, maka untuk :

tanah tandus 0,6

padang rumput 1,92

hutan 1,52

Ledeboer memberikan angka koefisien berdasarkan nilai penguapan permukaan air

100.

untuk tanah lempung 65

tanah pasir 133

tanah laterit 133

Penguapan dalam 24 jam :

4.1.2. Pengukuran Penguapan

Memperkirakan evaporasi permukaan air bebas dan permukaan tanah serta

memperkirakan transpirasi dari tanaman adalah penting dalam studi hidrologi.

Misalkan : perkiraan evaporasi kritis (maksimum) sangat penting dalam menentukan

kelayakan lokasi suatu perencanaan reservoir.

Syarat penampilan stasiun evaporasi adalah lokasi stasiun harus datar dan bebas dari

‘2 Rekayasa Hidrologi
0 3 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
halangan (jarak alat terhadap obyek terdekat harus cukup).

Pan Evaporasi

Pencatatan evaporasi dan pan sering dilakukan untuk memperkirakan evaporasi

permukaan air bebas seperti danau, telaga, waduk/reservoir.

Berbagai jenis/tipe pan evaporasi yang dipakai. ada yang berbentuk segi empat dan

ada yang bulat. Ada yang diletakkan di atas permukaan tanah, terbenam dalam tanah

sehingga permukaan air sama dengan permukaan tanah dan ada pula yang

diapungkan (terikat) di danau, telaga, waduk/reservoir atau sungai.

‘2 Rekayasa Hidrologi
0 4 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 5 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 6 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 7 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 8 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 9 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 10 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 11 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 12 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 13 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 14 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 15 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 16 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘2 Rekayasa Hidrologi
0 17 Aditia Rojali, S.Si., MT.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id