Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Toksisitas adalah kemampuan suatu zat kimia atau Xenobiotik dalam menimbulkan
kerusakan pada organisme baik saat digunakan atau saaat beraa di lingkungan,substansi
kontak dengan permukaan tubuh misalnya melalui kulit,mata,mukosa,saluran cerna atau
respirasi.
Timbale atau Pb adala unsure kimia yang dalam sistem priodik berkala,termasuk
logam berat,mempunyai toksisitas yang tinggi dengan sifat biokumulatif.sifat efek toksik
dari timbale adalah, Anak yang terpapar Pb akan mengalami degradasi kecerdasan alias
idiot. Pada orang dewasa Pb mengurangi kesuburan, bahkan menyebabkan kemandulan
atau keguguran pada wanita hamil, kalaupun tidak keguguran, sel otak tidak bisa
berkembang. Dampak Pb pada ibu hamil selain berpengaruh pada ibu juga pada embrio/
janin yang dikandungnya. Selain penyakit yang diderita ibu sangat menentukan kualitas
janin dan bayi yang akan dilahirkan juga bahan kimia atau obat-obatan, misalnya
keracunan Pb organik dapat meningkatkan angka keguguran, kelahiran mati atau
kelahiran premature (Anonima, 2013).wujud efek toksik dari timbal adalah;
a. Pemaparan akut
Sistem saraf merupakan system yang paling sensitive terhadap daya racun
timbal.Senyawa seperti timbal tetra etil,dapat menyebabkan keracunan akut pada
system saraf pusat,meskipun proses keracunan itu terjadi dalam waktu yang
cukup panjang dengan kecepatan penyerapan yang kecil.Timbal menyebabkan 2
macam anemia yang sering di sertai dengan eritrosit berbintik basofilik.dalam
keadaan keracunan timbal akut terjadi anemia hemolitik.
b. Pemaparan kronik
Keracunan kronik timbal yang paling sering terjadi adalah kelemahan
anoreksia,keguguran,tremor,turunnya berat badan,sakit kepala,dan gejala saluran
pernapasan.Gejala neurologic paling khas yang di temukan pada keracunan
kronik timbal adalah wristdrop [pergelangan tangan terkulai]. Timbal
menyebabkan 2 macam anemia yang sering di sertai dengan eritrosit berbintik
basofilik.dalam keadaan keracunan timbal kronis terjadi anemia hipokromik.

Sampel yang digunakan dalam kasus keracunan timbal adalah sampel darah,dan bisa
juga melakukan biopsi [pengambilan sampel] sumsum tulang belakang.
.kondisi efek toksik timbal adalah ;
 Kecerdasan
Efek timbal terhadap keseatan anak memiliki efek menurunkan IQ bahkan
pada tingkat paparan rendah.studi lebih lanjut menunjukkan bahwa kenaikan kaar
timbal dalam darah di atas 20µg/dl dapat mengakibatkan penurunan IQ sebesar 2-5
poin.
 Efek sistemik
Kandungan timbal dalam darah yang terlalu tinggi [toksisitas timbale yakni
30µg/dl]dapat menyebabkan dapat menyebabkan gejala sistemik lainnya adalahgejala
gastrointestinal.timbal juga dapat meningkatkan tekanan darah.Intinya timbal ini
dapat merusak organ fungsi organ didalam tubuh.
 Pada tulang
Pada tulang timbal akan mengion menjadi Pb2+,logam ini mampu
mengganikan keberadaan ion Ca2+ [kalsium] yang terdapat pada jaringan tulang.

Merkuri [Hg] adalah salah satu unsure yang tergolong logam berat dengan tingkat
toksisitas tinggi,bersifat toksik karena tidak bisa di hancurkan oleh organismr dilingkunagn
seingga logam berat tersebut terakumulasi dilingkungan,terutama mengendap didasar
perairan dan membentuk senyawa kompleks bersama bahan anorganik dan organic. sifat efek
toksik merkuri adalah Merkuri yang berpengaruh terhadap sistem syaraf merupakan akibat
pemajanan uap elemen merkuri dan metil merkuri karena senyawa ini mampu menembus
blood brain barrier dan dapat mengakibatkan kerusakan otak yang irreversible sehingga
mengakibatkan kelumpuhan permanen. Metilmerkuri yang masuk ke dalam pencernaan akan
memperlambat SSP (Sistem saraf pusat) yang mungkin tidak dirasakan pada pemajanan
setelah beberapa bulan sebagai gejala pertama sering tidak spesifik seperti malas, pandangan
kabur atau pendengaran hilang (ketulian). wujud efek toksik merkuri adalah ;
a. Pemaparan akut
Menyebabkan iritasi gastrointestinal berupa mual, muntah, sakit perut dan diare.
Keracunan phenil mercury (mwercury aromatis) menimbulkan gejala-gejala gastrointestinal,
malaise, mialgia san syndrome mimic viral. Keracunan metil merkuri menyebabkan efek
pada gastrointestinal yang lebih ringan tetapi menimbulkan toksisitas neurologis yang berat
berupa: rasa sakit pada bibir, lidah dan pergerakan ingatan, sulit bicara, kemunduran cara
berpikir, reflek tendon yang abnormal, pendengaran rusak, lapangan penglihatan mendekati
konsentris, emosi tidak satbil, tidak mampu berpikir, stupor, koma dan kematian.

b. Pemaparan kronis
Meyebabkan suatu syndroma yang kronis. Penenlanan kronik bentuk alkil rantai pendek (
metil merkuri) menyebabkan disartria, parestesi, ataxia, dan tuli. Dapat pula terjadi Tunned
visison dan skotoma multipel atau erethism. Keracunan Fenil merkuri dan Metoxhyethil
merkuri menimbulkan gangguan yang sama dengan pemaparan kronis merkuri inorganik.
Merkuri apapun bentuknya sangatlah berbahaya pada manusia karena merkuri akan
terakumulasi pada tubuh dan bersifat neurotoxin. Merkuri yang digunakan pada produk-
produk kosmetik dapat menyebabkan perubahan warna kulit yang akhirnya dapat
menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, iritasi kulit, hingga alergi, serta pemakaian
dalam dosis tinggi bisa menyebabkan kerusakan otak secara permanen, ginjal, dan gangguan
perkembangan janin, bahkan pemakaian dalam jangka pendek dalam kadar tinggi bisa
menimbulkan muntah-muntah, diare, kerusakan paru-paru, dan merupakan zat karsinogenik
yang menyebabkan kanker.

Sampel yang digunakan dalam kasus keracunan merkuri adalah sampel rambut, urin dan
darah.

Kondisi efek toksik merkuri adalah pengaruh terhadap fisiologis merkuri terutama
pada sistem saluran pencernaan dan ginjal terutama terhadap merkuri terakumulasi.garam
merkuri akan berpengaruh pada kerusakan ginjal,keracunan akut oleh elemen merkuri yang
terhisap oleh sistem pernafasan.,pengaruh terhadap terhadap ginjal yang di akibatkan ole
masuknya garam in anorganik hg melalui saluran sistem pencernaan akan menyebabkan
naiknya permeabilitas epitel tubulus seingga akan menurunkan kemampuan fungsi ginjal.

II. Mekanisme Toksisitas pada Organ Tubuh


a.Merkuri [Hg]
Merkuri membentuk berbagai senyawa anorganik [seperti,oksida,klorida,dan
nitrat] dan organic [alkil dan aril][sugiono,dkk tahun 1995].logam merkuri dan uap
merkuri termasuk kedalam merkuri anorganik [palar,1996].adapun mekanisme krja
merkuri dalam tubuh adalah sebagai berikut;
1. absorpsi
merkuri masuk kedalam tubuh terutama melauli paru paru dalam bentuk
uap atau debu.sekitar 80 persen uap yang terinhalasi akan di absorpsi.absopsi
merkuri logam yang tertelan dari saluran cerna hanya dalam jumlah kecil yang
dapat diabaikan,sedangkan senyawa merkuri larut air mudah di
absorpsi.beberapa senyawa merkuri [II] organic dan anorganik dapat diabsorpsi
meaui kulit.masukan merkuri arian melalui makanan berkisar bebrapa
microgram.
2. Biotransformasi
Unsure merkuri yang di absopsi dengan cepat dioksidasi menjadi ion
2
hg +,yang mempunyai afinitas terhadap gugus gugus sulfhidril [-SH],serta
berikatan dengan substrat substrat yang kaya gugus tersebut.Merkuri ditemukan
dalam ginjal [terikat pada metalokionen] dan hati.merkuri dapat melewati darah
otak dan plasenta.metil merkuri mempunyai afinitas yang kuat terhadap
otak.sekitar 90 persen merkuri darah terdapatdalam eritrosit.
3. Ekskresi
Sementara unsure merkuri dan senyawa anorganiknya di eliminasi lebih
banyak melalui kemih daripada feses,senyaa merkuri anorganik terutama di
ekskresi melalui feses [sampai 90 persen].waktu paru biologis merkuri
mendekati 6 minggu.
b.Timbal [Pb]
mekanisme timbale dalam darah melauli mekanisme absorpsi atau
saluran pernafasan,gastrointesnitinal,kulit.distribusi penyimpanan dan ekskresi.
-Absorpsi
Timbale merupakan sala satu xenobiotik yaitu bahan asing bagi tubu
organisme.sebagai xenobiotik,ada beberapa absopsi timbal kedalam tubu yaitu ;

1 .saluran pernafasan,hanya partikel timbale yang berukuran kecil dapat masuk


melalui saluran pernafasan menuju paru paru.persentase pb udara yang terhirup akan
mencapai darah diperkirakan sekitar 30persen sampai 40 persen [rata rata 37
persen,tergantung pada ;ukuran partikel,daya larut,volume pernafasan,variasi
psikologis individu,dan kondisi psikologis yang mempengaruhi penyerapan paru
paru.
2 . saluran gastro intestinal,sebagai salah satu zat xenobiotik,timbale dapat
masuk secara oral dan masuk dalam saluran pencernaan.namun timbale yang
masuk melaui saluran pencernaan tidak akan mudah mencapai peredaran
darah,karena terjadi beberapa proses dalam saluran pencernaan,seperti penyisihan
toksin dan seleksi absorpsi dalam saluran usus,sehingga absorpsi timbal tidak
otomatis maksimal.
4. Kulit,saat ini suda terbukti bahwa timbale dapat masuk melalui kulit,jenis
timbale organic,adalah yang mudah diserap dengan baik oleh kulit.sebutan
timbale organic adalah untuk jenis timbale yang mudah masuk kedalam tubuh
melalui kulit dan saluran pernafasan,karena timbale ini berbentuk gas contoh
timbale organic seperti tetraethyl dan tetrametyl [WHO,2006].

-Distribusi dan penyimpanan

Timbale yang di absorpsi diangkut oleh darah ke organ organ tubuh sebanyak 95
persen pb dalam darah diikat oleh eritrosit.sebagian pb plasma dalam bentuk yang
dapat berdifusi dan diperkirakan dalam keseimbangan dengan pool pb tubu
lainnya.yang dibagi menjadi dua yaitu ke jaringan lunak [sum sum tulang,sistem
saraf,ginjal,hati]dan kejaringan keras [tulang,kuku,rambut,gigi.].gigi dan tulang
panjang mengandung pb yang lebih banyak di bandingkan tulang lainnya.pada gusi
dapat terliat lead line yaitu pigmen berwarna abu abu pada perbatasan antara gigi
dan gusi.
-eksresi
Eksresi timbale melalui beberapa cara,yang terpenting adalah mealui ginjal dan
saluran cerna.eksresi timbale memalui urin sebanyak 75-80 persen melalui feses 15
persen dan lainnya melalui empedu,keringat,rambut,dan kuku.pada umumnya
eksresi timbale berjalan sangat lambat.timah hitam waktu paru didalam darah
kurang lebih 25 hari,pada jaringan lunak 40 ari sedangkan pada tulang 25
tahun.eksresi yang lambat ini menyebabkan pb mudah terakumulasi dalam tubuh.
III. Gejala-Gejala Klinis Kasus Keracunan
a. Merkuri
-keracunan akut
Keracunan akut adalah keracunan yang terjadi dalam waktu singkat atau
seketika,dapat terjadi karena keracunan dalam dosis tinggi dan atau akibat daya
taan yang rendah keracunan akut yang disebabkan oleh logam merkuri
umumnya terjadi pada pekerja pekerja industry pertambangan dan pertanian
yang menggunakan merkuri sebagai bahan baku,katalis dan atau pembentuk
amalgam atau pestisida [palar,1994].
Keracunan akut yang ditimbulkan logam merkuri dapat diketahui dengan
mengamati gejala gejala berupa;peradangan pada tekak,rasa sakit pada bagian
perut,mual mual dan muntah,murus disertai darah dan syok.bila gejala awal ini
tidak diatasi penderita selanjutnya akan mengalami pembengkakan kelenjar
ludah,radang pada ginjal,dan radang pada hati.senyawa atau garam garam
merkuri yang mengakibatkan keracunan akut,dalam tubuh mengalami proses
ionisasi. Adanya peristiwa ionisasi ini melipatgandakan daya racun yang
dibawa oleh senyawa atau garam garam merkuri [palar,1994].
-keracunan kronis
Keracunan kronis adalah keracunan yang terjadi secara perlahan dan
berlangsung dalam selang waktu yang panjang.keracunan kronis yang
disebabkan oleh merkuri,peristiwa masuknya sama dengan keracunan
akut,yaitu melalui jalur pernafasan dan makanan.akan tetapi pada peristiwa
keracunan kronis,jumla merkuri yang masuk sangat sedikit sekali seingga tidak
memperliatkan pengaruh pada tubuh.namun demikian masuknya merkuri ini
erlangsung secara terus menerus sehingga lama kelamaan jumla merkuri yang
masuk dan mengandap dalam tubuh dan menjadi sangat besar dan melebii batas
toleransi yang dimiliki tubuh sehingga gejala keracunan mulai terlihat.pada
peristiwa keracunan kronis oleh merkuri,ada dua organ tubuh yang paling
sering mengalami gangguan yaitu gangguan pada sistem pencernaan dan sistem
saraf [palar,1994].
Radang gusi merupakan gangguan paling umum yang terjadi pada sistem
pencernaan radang gusi akan merusak jaringan penahan gigi,sehingga gigi
mudah lepas.
Ada dua bentuk gejala umum yang dapat diliat bila korban mengalami
gangguan pada sistem saraf sebagai akibat keracunan kronis merkuri,yanitu
tremor ringan [genmetar],dan parkinsonisme yang juga disertai dengan tremor
pada fungsi otot sadar.
b. timbal [pb]
manifestasi keracunan kronis timbale yang paling sering adalah
kelemahan,anorexia,kegugupan,tremor,turunnya badan,sakit kepala,dan gejala
gejala saluran pernafasan [correlia,dan becker,1998].
Beberapa efek timbale pada saluran tubuh;
1. sistem saraf,timbale mempengarui sistem perifer dan sistem saraf
pusat,efek timbale pada sistem saraf menyebabkan disfungsi sistem
saraf,gannguan metorik,dan perubahan perilaku.efek ini
menyebabkan menurunkan kecepatan konduksi saraf.pada kadar
timbale darah lebih dari 20µg/100 ml akan menyebabkan
menurunnya laju perkembangan saraf pada anak anak,dan ini
merupakan efek yang tidak dapat di pisahkan.sementara itu,pada pria
dewasa yang terpapar timbale selama 1-2 tahun dengan kadar
timbale darahnya lebih dari 40µg/100ml, terjadi perlambatan reaksi
saraf motorik dan gangguan fungsi kognitif.
2. Sistem hematopoetik [darah],timbale yang masuk sampai dalam
aliran darah akan bertaan dalam darah denga waktu paru 25 hari.didalam
darah timbale secara langsung mempengarui sistem perdaran darah
karena mempengaruhi sintesis hemoglobin dengan menghambat berbagai
enzim utam yang terlibat dalam sintetis heme.timbal juga mengurangi
waktu idup eritrosit dengan meningkatkan kerapuhan pada membrane sel
darah.pada akirnya kedua pengaruh ini menyebabkan anemia.selain
menyebabkan anemia,timbale yang masuk dalam aliran darah juga
menyebabkan hipertensi.ini dikarenakan timbale dapat menyebabkan
meningkatnya produksi reacktive oksigen species [ROS].
3. Ginjal [genitor urinaria] dan organ reproduksi,kerusakan pada ginjal umumnya
terjadi pada tingkat kadar darah lebih dari 60µg/dl,namun ada juga dilaporkan kerusakan ginjal
pada paparan tingkat rendah yaitu 10µg/dl.kerusakan pada ginjal ini tidak menyebabkan ekskresi
protein berlebian melalui urin,namun terjadi ekskresi yang tidak normal pada glukosa,fosfat,dan
asam amino.kerusakan seperti ini sering disebut fanconi’s syndrome.timbal meyebabkan
pengaruh yang buruk pada sistem reproduksi laki laki dan perempuan.dampak yang sering terjadi
pada laki laki adalah menurunnya libido,pembentukan sperma yang tidak normal,kerusakan
kromosom,ganggunggan fungsi prostat dan perubahan serum testosterone.adapun dampak yang
sering terjadi pada perempuan adalah keguguran,premature,pre-eklampsia dan hipertensi pada
saat kehamilan.