Anda di halaman 1dari 2

Tugas Metodik Khusus

1. Bedside Teaching
Definisi : Bedside teaching adalah metode pembelajaran aktif yang dilaksanakan
menggunakan pasien sebagai media pembelajaran langsung di ruangan pasien di rumah
sakit. Bedside teaching dapat diaplikasikan ke dalam berbagai situasi, bedside teaching
disampaikan dalam kehadiran pasien. Bedside teaching merupakan pembelajaran
kontekstual dan interaktif yang mendekatkan pembelajar pada real clinical setting. Bedside
teaching merupakan metode pembelajaran di mana pembelajar mengaplikasikan
kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif secara terintegrasi.
Keuntungan :
a. Pembimbing klinik dapat mengajarkan dan mendidik peserta didik untuk menguasai
keterampilan prosedural, menumbuhkan sikap profesional, mempelajari perkembangan
biologis/ fisik, melakukan komunikasi dan pengamatan langsung.
b. Pembimbing klinik mengobservasi keterampilan klinik peserta didik dan memberikan
umpan balik yang langsung.
c. Observasi langsung
d. Menggunakan seluruh pikiran
e. Klarifikasi dari anamnesa dan pemeriksaan fisik
f. Kesempatan untuk membentuk keterampilan klinik mahasiswa
g. Memperagakan Fungsi :
1)Perawatan
2)Keterampilan interaktif
Hambatan :
a. Gangguan (mis. Panggilan telpon)
b. Waktu rawat inap yang singkat
c. Ruangan yang kecil sehingga padat dan sesak
d. Tidak ada papan tulis
e. Tidak bisa mengacu pada buku
f. Pelajar lelah
g. Pasien merasa tidak nyaman
h. Menyakiti pasien, terutama pada pasien yang kondisi fisiknya tidak stabil
i. Pasien tidak ada di tempat
j. Pasien salah pengertian dalam diskusi
k. Pasien tidak terbuka
l. Pasien tidak koperatif atau marah

2. Case Presentation
Definisi : suatu kegiatan pembelajaran yang melibatkan seluruh peserta didik dalam
satu kelas besar dan setiap kelompok tutorial secara bergiliran mempresentasikan hasil kerja
kelompok tutornya dalam memecahkan masalah/ kasus yang didapatkan oleh kelompok
tersebut. Metode ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang
mempelajari suatu kasus. Pada metode ini peserta diberikan suatu kasus yang berkaitan
dengan bidang ilmu di program studi, kemudian peserta diminta untuk mempresentasikan
hasil dari sintesanya mengenai pemecahan kasus yang diberikan
Keuntungan :
a. Mahasiswa dapat mengetahui dengan pengamatan yang sempurna tentang
sesuatu gambaran yang nyata, yang betul-betul terjadi di dalam hidupnya, sehingga
mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya.
b. Membantu mahasiswa dalam mengembangkan daya berfikirnya secara sistematis
dan logis, sehingga ia mampu pula mengambil keputusan yang tepat.
c. Ketika mahasiswa meniliti proses dalam mengambil keputusan mengenai salah
satu kasus, maka ia mendapatkan pengetahuan tentang dasar-dasar atau sebab-
sebab yang melandasi timbulnya kasus tersebut.
d. Membantu mahasiswa dalam mengembangkan daya intelektual dan ketrampilan
berkomunikasi secara lisan maupun secara penulisan.