Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REVIEW

TATA RIAS FANTASI

DOSEN PENGAMPU :
Irmiah Nurul Rangkuti S.Pd, M.Pd
Habibah Hanim Lubis S.Pd, M.Pd
Vita Pujawanti Dhana S.Pd, M.Pd

Disusun oleh

NAMA : Shavira Meutira


NIM : 5173344030
KELAS : TATA RIAS REG A

PENDIDIKAN TATA RIAS


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

      Puji dan syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatnya  sehingga saya masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan Critical
Book Review ini. Critical Book Review ini saya buat guna memenuhi penyelesaian tugas
pada mata kuliah Tata Rias Fantasi, semoga Critical Book Review ini dapat menambah
wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca.

      Dalam penulisan Critical Book Review ini, saya tentu saja tidak dapat
menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, saya
mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Kedua orang tua yang selalu mendoakan
2.      Kepada dosen pengampu Ibu Irmiah Nurul Rangkuti, S.Pd, M.Pd, Ibu Habibah
Hanim Lubis, S.Pd, M.Pd, dan Ibu Vita Pujawanti Dhana, S.Pd, M.Pd.
Saya menyadari bahwa Critical Book Review ini masih jauh dari kata sempurna
karena masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya dengan segala kerendahan hati
meminta maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan
penyempurnaan ke depannya.
      Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada
dalam Critical Book Review yang berbentuk makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana
mestinya bagi para pembaca.
      
 Medan, 21 Maret2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN.....................................................................................................1

1.1 Latar Belakang..............................................................................................................1

1.2 Tujuan Penulisan CBR.................................................................................................2

1.3 Manfaat CBR................................................................................................................2

1.4 Identitas Buku...............................................................................................................3

BAB 2 RINGKASAN BUKU................................................................................................4

BAB 3 PEMBAHASAN........................................................................................................5

3.1 Pembahasan Isi Buku...................................................................................................5

3.2 Kelebihan dan Kekurangan Buku...............................................................................17

BAB 4 PENUTUP................................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................19

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu diperhadapkan dengan berbagai persoalan
atau permasalahan, baik yang bersifat awam maupun masalah yang menuntut pemecahan
secara sistematik. Masalah-masalah tersebut pemecahannya sering dengan cara sederhana
saja dan bersifat segera dan tidak membutuhkan data-data pendukung.
Disamping masalah-masalah awam, ada masalah-masalah yang bersifat kompleks
atau rumit yang pemecahannya menuntut dan memerlukan pengumpulan sejumlah data
pendukung yang dipergunakan untuk membuat keputusan dan menarik kesimpulan.
Masalah yang seperti inilah yang menjadi perhatian kita, khususnya dalam dunia
pendidikan. Masalah seperti ini menuntut metode ilmiah untuk penyelesaiannya, yaitu
melalui langkah-langkah tertentu dalam usaha memecahkan masalah yang dijumpai.
Kedudukan masalah dalam alur prosedur penelitian sangatlah penting, bahkan lebih
penting dari solusi atau jawaban yang akan diperoleh/dicari, karena masalah yang dipilih
dapat menentukan perumusan masalah, tujuan, hipotesis, kajian pustaka yang akan
digunakan bahkan juga untuk menentukan metodologi yang tepat untuk memecahkannya.
Dalam dunia pendidikan banyak fenomena-fenomena dari suatu masalah yang
kompleks dan kait-mengkait yang mengganjal yang perlu dipecahkan dalam suatu
penelitian. Namun tidak semua masalah itu harus dipecahkan secara ilmiah. Olehnya itu
makalah ini akan membahas masalah-masalah dalam dunia pendidikan yang dapat
diselesaikan dengan suatu penelitian.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang minim di karenakan rendahnya minat baca


masyarakat pada saat ini. Mengkritik buku salah satu cara yang dilakukan untuk
menaikkan ketertarikan minat baca seseorang terhadap suatu pokok bahasan. Mengkritik
buku (critical book report) ini adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai sebuah hasil
karya atau buku, baik berupa buku fiksi ataupun nonfiksi, juga dapat diartikan sebagai
karya ilmiah yang melukiskan pemahaman terhadap isi sebuah buku.

Mengkritik buku dilakukan bukan untuk menjatuhkan atau menaikkan nilai suatu
buku melainkan untuk menjelaskan apaa danya suatu buku yaitu kelebihan atau

1
kekurangannya yang akan menjadi bahan pertimbangan atau ulasan tentang sebuah buku
kepada pembaca perihal buku-buku baru dan ulasan kelebihan maupun kekurangan buku
tersebut. Yang lebih jelasnya dalam mengkritik buku, kita dapat menguraikan isi pokok
pemikiran pengarang dari buku yang bersangkutan diikuti dengan pendapat terhadap isi
buku.

Uraian isi pokok buku memuat ruang lingkup permasalahan yang dibahas
pengarang, cara pengarang menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan, konsep dan
teori yang dikembangkan, serta kesimpulan. Dengan demikian laporan buku atau  resensi
sangat bermanfaat untuk mengetahui isi buku selain itu, akan tahu mengenai kekurangan
dan kelebihan dari isi buku yang telah dibaca. Untuk itu, kami harapkan kepada  pembaca 
agar mengetahui dan memahami mengenai laporan buku atau resensi sehingga dapat
menilai isi buku tersebut dengan baik dan bukan hanya sekedar membaca sekilas buku
tersebut melainkan dapat memahami apa yang ada dalam buku tersebut secara mendalam.

1.2 Tujuan Penulisan CBR


Kritik buku (critical book report) ini dibuat sebagai salah satu referensi ilmu yang
bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam mengetahui
kelebihan dan kekurangan suatu buku, menjadi bahan pertimbangan, dan juga
menyelesaikan salah satu tugas individu mata kuliah Profesi Kependidikan pada Jurusan
Pendidikan Tata Rias di Universitas Negeri Medan.

1.3 Manfaat CBR

 Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah


buku atau hasil karya lainnya secara ringkas.

 Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang dikritik.

 Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.

 Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang
sama atau penulis lainnya.

 Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara
penulisan, isi, dan substansi buku.

2
1.4 Identitas Buku
BUKU 1 :

1. Judul Buku : Tata Rias Fantasi


3. Pengarang : Irmiah Nurul Rangkuti S.Pd, Habibah Hanim Lubis, S.Pd dan Vita
Pujawanti Dhana, S.Pd, M.Pd
4. Penerbit : Yayasan Kita Menulis
5. Kota Terbit : MEDAN
6. Tahun Terbit : 2019
7. ISBN : 978-623-7645-11-5

BAB 2

3
RINGKASAN BUKU

BAB I Merias Fantasi


A. Pendahuluan

Tata rias fantasi adalah seni tata rias yang bertujuan membentuk kesan wajah model
menjadi wujud khayalan yang diangan-angankan, tetapi segera dikenali oleh yang
melihatnya (martaTilar, 199ulang. Desin 7). Rias wajah fantasi dapat juga merupakan
perwujutan khayalan seorang ahli kecantikan yang ingin melukiskan angan angan berupa,
tokoh sejarah, pribadi, bunga atau hewan, dengan merias wajah, melukis badan , menata
rambut busana dan kelengkapannya. Misalnya wujud seorang ratu yang cantik, putri
bunga, puteri dewi laut, putri duyung atau yang lainnya. Rias fantasi merupakan rias yang
menerapkan berbagai jenis atau tipe tema namun tetap mempertahankan penampilan
manusia seutuhnya dan tidak merubah atau menambahkan bentuk baru pada wajah, dan
bagian-bagian wajah lainnya.
1. Tata rias fantasi 2 dimensi
Teknik pembuatan makeup karakter dua dimensi dilakukan dengan pengecetan
(painting), jika kosmetika tidak diterapkan dengan teknik yang tepat, bahan bahan
tersebut mudah luntur atau kurang kuat bila berhadapan langsung dengan panasnya
sinar lampu atau sinar matahari, akan membuat wajah mudah berkeringat dan efek
gari garis kerutan pun mudah luntur dan hilang. Untuk mempertahankan makeup,
seorang penat rias harus melakukan perbaikan berulang ulang . desain makeup dua
dimensi yang diterapkan dalan peran teater atau film, perias dituntut untuk
mewujudkan karakter dari tokoh yang ditentukan dalam scrip atau gambar yang
telah ditentyukan oleh skenario.
2. Tata rias fantasi 3 dimensi
Makeup karakter 3 dimensi adalah mekeup yang mengubah wajah atau bentuk
seseorang secara keseluruhan atau sebagian dengan menggunakan bahan tambahan
yang langsung dioleskan atau ditempelkan pada bagian wajah sehing dapat dilihat
dari beberapa sudut pandang. Makeup karakter 3 dimensi merupakan suatu bentuk
makeup gradasi dan tiap tiap lekukan dan tonjolannya dapat diraba dengan jelas
sehingga hasilnya dapat dilihat dari depan, samping atau atas.
Bab II Prinsip Tata Rias Fantasi
A. Tema

4
Tema adalah dasar angan angan yang mengilhami penampilan yang akan dibuat. Oleh
karena itu tema yang dibuat harus memperhatikan asal usul dan pengaruh budaya yang
menjadi latar belakang tema tersebut. Tema ini pada umumnya digali dari legenda legenda,
baik yang berasal dari tempat sendiri maupun dari tempat luar yang populer diindonesia,
atau dapat juga diciptakan sendiri tokoh baru yang dapat dipopulerkan menjadi tema,
misalnya putri pelanet mars yang setengah robot dan bercahaya radio aktif. Kali ini mudah
diterima menjadi suatu legenda baru.
Bebrapa tema yang dapat dijadikan sebagai objek rias wajah fantasi antara lain sebagai
berikut.
1. Tema Flora
Merias fantasi dengan tema flora yaitu yang menggambarkan tumbuh
tumbuhanbaik itu berupa buah buahan, bunga, pohon dan yang sejenisnya.
2. Tema fauna
Merias fantasi dengan tema fauna yaitu riasan yang menggambarkan binatang.
3. Tema legenda
Merias fantasi dengan tema legnda yaitu riasan yang menggambarkan cerita atau
dongeng rakyat.
4. Tema historis
Yaitu riasan yang diciptakan untuk memperingati seorang tokoh sejatrah atau suatu
peristiwa sejarah yang penting.
5. Tema alegoris
Yaitu suatu riasan yang sibuat untuk melakukan sindiran terhadap seorang tokoh
masyarakat atau terhadap keadaan sosial tertentu.
6. Tema bebas
Riasan yang paling umum dan paling banyak dilakukan, khususnya dalam arena
perlombaan.

B. Rias Wajah dan Rambut

Disini diperhatikan unsur unsur pembentukan citra legenda tersebut, yaitu menyangkut
segi wujud, sifat, ciri khas dan warna warna yang dominan. Misalnya, putri salju warna
dominannya tentulah biru sedagkan black swan warna dominannya hitam. Untuk merias
rambut dapat menghasilkan suatu karya seni rias yang lain dari pada yang lainnya juga.

5
Dengan memasukkan unsur sifat, ciri khas dan warna dominan akan memperjelas hasil
yang diinginkan.
C. Rias Raga / Body Painting

Rias raga atau bodypainting merupakan unsur penunjang dari karya seni rias wajah fantasi
yang akan ditampilkan. Hampir seperti tato, rias raga yang merupakan pola dekoratif
tertentu menunjukan ciri pribadi menambah keindahan. Gambar gambar rias wajah dan
raga akan menunjukan difat dan ciri khas dari tokoh yang dieujudkan dan linfkungan yang
melatar belakangi peranan tokoh tersebut. Dengan demikian segera dapat dikenali apa dan
siapa tokoh ini.
Berikut penjelasan mengenai teknik bodypainting yang telah banyak digunakan dalam seni
melukis tubuh, untuk mewujudkan desain khayalan yang telah ditentukan, yaitu :
 Teknik pola manual
 Teknik air brush

D. Busana

Busana merupakan unsur penunjang yang sangat penting untuk mendapatkan suatu
perpaduan yang serasi dalam rancangan rias wajah fantasi. Pilihan warna, motif atau corak
maupun modelnya haruslah menunjang karakter tokoh yang akan ditampilkan.
E. Perlengkapan Busana / Ornamen / Aksesoris

Suatu unsur penunjang yang tidak kalah pentingnya untuk menunjang keserasian antara
tata rias wajah, rambut, raga, dan busana. Perlengkapan busana ini tidak terlepas kaitannya
dengan latar belakang dan ciri ciri khas sang tokoh.
Berikut beberapa contoh makeup fantasi untuk anak dan dewasa. Hal hal yang perlu
disiapkan untuk rias wajah fantasi (body painting) ialah :
1. Membuat desain sebelum praktik mulai dari wajah, rambut, dada, punggung,
tangan, kaki dan keseluruhan.
2. Mengidentifikasi alat, bahan, lenan dan kosmetik.

Langkah mengidentifikasi dimualai pemahaman dimulai dari emnagnalisis pengetahuan


alat, bahan dan kosmetika dan karakteristik produk yang tertera dalam kemasan,
selanjutnya menyusun dalam tabulasi dan menerapkan dalam display kegiatan persiapan
praktek. Secara rinci hal hal yang harus dilakukan pada unit pembelajaran ini adalah :

6
a. Mengidentifikasi alat
1. Sponge foundation
2. Puff (spons) bedak
3. Variation of brushes makeup
4. Kuas painting
5. Eyelash curler (penjepit bulu mata)
6. Hair dryer
7. Variation of combs (berbagai bentuk sisir)
8. Bobby pins dan harnal
b. Mengidentifikasi bahan rias wajah fantasi
1. Fake fantasi eyelashes (bulu mata palsu)
2. Kapas
3. Cotton bud
4. Tissue
5. Make up cape
6. Baby oil
c. Mengidentifikasi kosmetik rias fantasi
1. Eyeshadow
2. Eyebrows pensil
3. Maskara
4. Eye liner
5. Foundation padat/stick
6. Face powder / compact powder
7. Blush on
8. Lipstick
9. Krim body painting
10. Color hair spray
11. Gliter

BAB III Merencanakan Tata Rias Fantasi


A. Persiapan

Terdiri tiga unsur yakni :


1. Persiapan operator terkait pakain kerja yang dikenalkan, hygiene pribadi.

7
2. Persiapan alat, bahan da kosmetika yang disesuaikan dengan desain dan tema
merias
3. Persiapan area terkait sanitasi

B. Prosedur pelaksanaan

Berisi rangkaian atau langkah langkah merias sesuai dimensi dan desain rias wajah
karakter dan tema.
C. Berkemas

Memeprsiapkan fasilitas untuk langkah langkah merias sesuai dimensi dan desain rias
wajah karakter dan tema.
D. Presentasi hasil

Mempersiapkan fasilitas untuk mempresentasikan hasil rias wajah karakter melalui


peragaan, foto, vidio dan lain lain.
E. Contoh merencanakan tat rias fantasi
1. Contoh tata rias fantasi flora (reflesia-bengkulu)
a. Sinopsis

Reflisia amoldi pertama kali ditemukan pada tahun 1818 dihutan tropis bengkulu
(sumatera) di suatu tempat dekat sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan
sehingga bengkulu dikenal dengan bumi Rafflesia. Seorang pemandu yang bekerja pada
Dr. Joseph Arnold sendiri saat itu tengah me ngikuti ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas
Stamford Raffles. Maka dari itu penamaan bunga Rafflesia Arnoli disasarkan dari
gabungan nama Thimas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph
Arnold sebagai penemu bunga. Rafflesia Aenoldi memiliki bunga yang melebar dengan 5
mahkota bunga. Bunga menjadi satu-satunya bagian tumbuhan yang terlihat dari rafflesia
Arnoldi, karena tidak adanya akar, daun dan batang. Satu bunga terdiri dari 5 kelopak
kasar yang berwarna orange dan berbintik bintik dengan krim warna putih. Pada saat bunga
mekar diameternya dapat menacapai 70 hingga 110 cm, tinggi 50 cm dan berat sekitar 11
kg.
b. Langkah kerja
 Persiapan pribadi, area kerja, model, alat, bahan, lenan dan kosmetik
 Membersihkan wajah model dan mendiagnosa

8
 Aplikasi pelembab, foundation padat dan cair secara merata
 Aplikasi bedak tabur (loose powder) dan padat (compact powder)
 Aplikasi base shadow, eyeshadow, glitter dan pemasangan bulu mata
 Aplikasi lukisan pada wajah dan pembauran warna
 Membuat pola lukisan pada dada dan aplikasi cat lukis
 Penataan sanggul
 Memakai busana dan asesoris
 Hasil akhir

BAB IV Rangkuman
Fantasi adalah hasil akhir pemikiran manusia, kreatifitas yang dituangkan dalam seni
merias ini meliputi banyak hal, yakni berbagai tingkat usia, karekter delineasi, ciri
kepribadian, fitur wajah yang tidak biasa, tokoh simbiolik, wajah aplikasi rambut pria,
luka, bekas luka, mawar, luka bakar, tato, cacat cacat, desain horor, dan apa pun di wajah
atau tubuh yang dibuat tanpa menghiasi atau meningkatkan aspek korektif dan atau
keindahan wajah manusia atau tokoh.
Tata rias fantasi memiliki pendekatan yang lebih artistik dari pada makeup wajah biasa.
Menurut delamar Academy, makeup artis sering menggunakan lateks, buah palsu, rambut,
gliter, dan cat udara disikat untuk membuat potongan potingan mereka. Sementara
beberapa aplikasi makeup yang minimal, memungkinkan orang untuk dilihat, yang lain
benar benar mengubah individu sampai mereka hampir tidak dikenali. Dalam tata rias
fantasi terdapat 2 desain yang dapat diaplikasiakn dalam perencanaan tata rias fantasi yaitu
: tata rias fantasi 2 dimensi dan 3 dimensi.
Dalam perencanaan merias wajah fantasi ini hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai
berikut.
a. Tema
b. Rias wajah dan rambut
c. Rias raga atau body painting
d. Busana
e. Perlengkapan busana/ aksesoris/ ornamen

9
BAB III
KRITIKAN

3.1 Kelebihan
a. Buku menjelaska isi bukunya dengan sangat terperinci.

b. Buku menjabarkan setiap sub judulnya dengan baik.

c. Buku memberikan arti pada setiap kata – kata khusus yang dituliskan.

d.Memeberikan penjelasan yang baik pada setiap sub judulnya.

e. Memberikan gambar grafis yang mudah dipahami

f. Pemilihan kata mudah dimengerti

3.2 Kekurangan

a. Terlalu banyak pengulangan kata dalam satu kalimat.


b. Cover kurang menarik.
c. Penulisan bagan kurang dapat dipahami.
d. Lampiran yang dicantumkan terlalu banyak.

10
BAB 4

PENUTUP

1.1 Kesimpulan

Tata Rias Fantasi Adalah Tata Rias yang meliputi tata rias wajah dan tubuh (body painting)
yang merupakan visualisasi dari imajinasi seorang penata rias atau perias tentang sosok
tertentu, tokoh tertentu atau benda tertentu. Tata rias fantasi ini berpijak pada sosok, tokoh
atau benda tertentu dengan batasan-batasan yang luas, namun tetap menampilkan ciri-ciri
utama yang ada pada obyek pijakan.

Demikianlah kritik buku yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah
pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam
penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas karna kami
hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kami juga sangat
mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demikian kesempurnaan makalah
ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima dihati dan kami ucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Rangkuti, Irmiah Nurul. dkk. 2019. Tata Rias Fantasi. 2019. Yayasan Kita Menulis

11