Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Cara Sederhana Mencegah Korupsi

Hari/Tanggal : Kamis, 23 Mei 2019


Waktu : Pukul 08:00 – 08:30 WIB
Pokok Bahasan : Cara Sederhana Mencegah Korupsi
Sasaran : Mahasiswa
Penyuluh : Agusta Leni
Tempat : Di Kampus A

A. Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa agar bisa diterapkan dikehidupan
sehari-hari

B. Tujuan Intruksional Khusus (TIK) :


Setelah dilakukan penyuluhan tentang Kenakalan Remaja mengenai seks bebas dan
aborsi ini, diharapkan para siswa-siswi mengetahui :
1. Apa itu korupsi?
2. Apa faktor penyebab korupsi?
3. Apa saja cara mencegah korupsi dengan cara sederhana ?

C. Garis-garis Besar Materi


1. Apa itu korupsi?
2. Apa faktor penyebab korupsi?
3. Apa saja cara mencegah korupsi dengan cara sederhana ?

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demontrasi

E. Media
Powerpoint
F. Proses Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Respon Siswa-Siswi Waktu
1. Pendahuluan : 1. Membalas salam 5 menit
2. Mendengarkan
1. Memberi salam pembuka dan
3. Memberi respon
perkenalan diri
2. Menjelaskan Tujuan
3. Kontrak waktu
2. Pengkajian : Mendengar dan Melihat 20
1. Menjelaskan definisi dari
menit
remaja
2. Menjelaskan tentang dampak
pergaulan bebas bagi
kesehatan reproduksi
3. Menjelaskan tentang penyakit
apa saja yang dapat
ditimbulkan dari pergaulan
bebas yang menyebabkan
hamil usia muda dan aborsi

3. Penutup : 1. Audien enanyakan tentang 15


1. Memberi kesempatan pada
hal-hal yang belum di menit
audien untuk bertanya
mengeti dan narasumber
2. Melakukan evaluasi pada
menjawab pertanyaan yang
audien dengan memberikan
di sampaikan.
lembar khusus untuk di jawab
2. Aktif bersama
3. Menyimpulkan hasil
menyimpulkan
penyuluhan
3. Membalas salam
4. Memberikan salam penutup

G. Evalusi
Tes awal
1. Apa yang dimaksud dengan Korupsi ?
2. Apa saja faktor penyebab korupsi ?
Tes akhir
Bagaimana cara sederhana mencegah korupsi ?

H. Observasi
1) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
2) Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum acara
penyuluhan selesai.
3) Peserta mengajukan pertanyaan
4) Peserta mampu menjawab pertanyaan sekilas tentang materi penyuluhan
5) Peserta penyuluhan memahami tentang dampak pergaulan bebas bagi kesehatan
Lampiran Materi

Cara Sederhana Mencegah Korupsi

a) Pengertian Korupsi
Korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu
masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan. Tindakan korupsi ini terjadi
karena beberapa faktor faktor yang terjadi di dalam kalangan masyarakat.
b) Faktor penyebab korupsi
Faktor penyebab korupsi itu ada 2 yaitu:
1. faktor internal
Faktor internal merupakan sebuah sifat yang berasal dari diri kita sendiri.
Terdapat beberapa faktor yang ada dalam faktor internal ini, antara lain ialah:
1) Sifat Tamak
Sifat tamak merupakan sifat yang dimiliki manusia, di setiap harinya pasti
manusia meinginkan kebutuhan yang lebih, dan selalu kurang akan sesuatu
yang di dapatkan. Akhirnya munculah sifat tamak ini di dalam diri seseorang
untuk memiliki sesuatu yang lebih dengan cara korupsi.
2) Gaya hidup konsumtif
Gaya hidup konsumtif ini dirasakan oleh manusia manusia di dunia, dimana
manusia pasti memiliki kebutuhan masing masing dan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut manusia harus mengonsumsi kebutuhan tersebut,dengan
perilaku tersebut tidak bisa di imbangi dengan pendapat yang diperoleh yang
akhirnya terjadilah tindak korupsi
2. Faktor eksternal
Secara umum penyebab korupsi banyak juga dari faktor eksternal, faktor faktor
tersebut antara lain :
1) faktor politik
Faktor politik ini adalah salah satu faktor eksternal dalam terjadinya tindak
korupsi. Di dalam sebuah politik akan ada terjadinya suatu persaingan dalam
mendapatkan kekuasaan. Setiap manusia bersaing untuk mendapat kekuasaan
lebih tinggi, dengan berbagai cara mereka lakukan untuk menduduki posisi
tersebut. Akhirnya munculah tindak korupsi atau suap menyuap dalam
mendapatkan kekuasaan.
2) faktor hukum
Faktor hukum ini adalah salah satu faktor eksternal dalam terjadinya tindak
korupsi. Dapat kita ketahui di negara kita sendiri bahwa hukum sekarang
tumpul ke atas lancip kebawah. Di hukum sendiri banyak kelemahan dalam
mengatasi suatu masalah. Sudah di terbukti bahwa banyak praktek praktek
suap menyuap lembaga hukum terjadi dalam mengatasi suatu masalah.
Sehingga dalam hal tersebut dapat dilihat bahwa praktek korupsi sangatlah
mungkin terjadi karena banyak nya kelemahan dalam sebuah hukum yang
mendiskriminasi sebuah masalah.
3) faktor ekonomi
Sangat jelas faktor ekonomi ini sebagai penyebab terjadinya tindak korupsi.
Manusia hidup pasti memerlukan kebutuhan apalagi dengan kebutuhan
ekonomi itu sangatlah di pentingkan bagi manusia. Bahkan pemimpin ataupun
penguasa berkesempatan jika mereka memiliki kekuasaan sangat lah ingin
memenuhi kekayaan mereka. Di kasus lain banyak pegawai yang gajinya tidak
sesuai dengan apa yang di kerjakannya yang akhirnya ketika ada peluang,
mereka di dorong untuk melakukan korupsi.
4) faktor organisasi
Faktor organisasi ini adalah faktor eksternal dari penyebab terjadinya korupsi.
Di suatu tempat pasti ada sebuah organisasi yang berdiri, biasanya tindak
korupsi yang terjadi dalam organisasi ini adalah kelemahan struktur
organisasi, aturan aturan yang dinyatakan kurang baik, kemudian kurang
adanya ketegasan dalam diri seorang pemimpin. Di dalam suatu struktur
organisasi akan terjadi suatu tindak korupsi jika di dalam struktur tersebut
belum ada
c) Cara Sederhana Mencegah Korupsi
1) PAHAMI Segala Bentuk Korupsi dan LAWAN !!!
Seringkali kita sibuk bicara tentang kasus korupsi yang besar-besar dan
mengutuk pelaku-pelakunya. Padahal berbagai perbuatan tidak jujur lain
berlangsung di depan mata kita, tanpa kita sdari, bahkan mungkin kita juga
melakukannya, misalnya suap, gratifikasi, pencucian uang. Ada undang-undang
yang mengatur semua perbuatan tersebut dan siapapun dapat kena jeratannya.
Ketidaktahuan mengenai suatu peraturan perundang-undangan bukan
alasan untuk menghindar dari tangggung jawab pidana. Dalam hukum dikenal
Teori Fiksi, yang tahu seketika setelah suatu peraturan perundang-undangan
diberlakukan.“Korupsi tidak selamanya berhubungan dengan uang, tapi dapat
berupa barang/hadiah, keuntungan saham/deviden, obligasi, keuntungan jabatan,
keputusan. Contohnya : perbutan korupsi yang terkait gratifikasi, suap, perbuatan
curang, penggunaan fasilitas, konflik kepentingan dsb”.
2) HINDARI Sikap Ingin JALAN PINTAS !!!
Kebiasaaan untuk selalu mencari jalan pintas paling mudah dilihat di jalan
raya. Mobil dan motor saling serobot tak mau antri, seolah-olah takut tidak
kebagian jalan, apalagi kalau lampu lalu lintas mati. Sikap ambil jalan pintas ini
juga muncul saat mengurus KTP, akte lahir, dan surat-surat identitas lain. Banyak
orang menjawab “supaya cepat beres”, atau ucapan terima kasih (setelah selesai),
ketika ditanya alasan memberikan uang pembayaran lebih dari yang semestinya.
Kita tidak menyadari, bahwa memberi uang pada pejabat publik dengan dijerat
undang-undang suap. Melicinkan urusan dengan uang, lama kelamaan akan
menjadi sesuatu yang biasa dan pada akhirnya akan mengaburkan pemahaman
kita tentang perilaku koruptif. Kebiasaan ini akan dilanjutkan oleh anak-anak kita,
sampai saat mereka dewasa dan bekerja, kebiasaan ini kemudian berlanjut dan
berkembang dalam skala yang lebih besar.
3) Cari Tahu ASAL USUL HADIAH yang Sampai Pada Kita !!!
Kebahagian keluarga seringkali menjadi motovasi untuk memperoleh
penghasilan lebih. Maka, ketika suatu hari seorang istri menerima uang dalam
jumlah besar dari suami, jauh melebihi jumlah yang biasa diterimanya setiap
bulan, ia mengangggap itu adalah rejeki yang harus disyukuri, tanpa bertanya
apapun tentang asal usul uang itu.
Bisa saja uang itu di peroleh suami dari hasil tindak penyuapan, gratifikasi,
atau pencucian uang. Jika benar, maka sesungguhnya suami bukan sedang
membahagiakan keluarga, tetapi justru mencelakakan. Dan istri turut mendukung
tindakan koruptif ini. Jika dari awal asal usul hadiah tersebut sudah diusut, tindak
pidana korupsi pun dapat digagalkan. Ingatlah, apa yang kita lakukan saat ini,
menjadi contoh dan akan ditiru oleh anak-anak kita. Siapakah kita, ketika usia
sudah renta, menyaksikan anak-cucu kita berperilaku koruptif ???
Tahukah kamu ??? “32%” istri langsung membelanjakan uang yang
diterima dari suami, tanpa menanyakan asal-usulnya. Hati-hati lho, seorang istri
bisa terlibat dijerat undang-undang suap atau gratifikasi”
4) AJARKAN dan CONTOHKAN Sikap Anti Korupsi pada Anak Sejak Kecil !!!
Mencontek, membolos, tidur dalam kelas, kabur dari sekolah sering kali
dianggap sebagai kenakalan anak-anak biasa. Semua orang tua dan pendidik tahu
itu adalah pelanggaran disiplin, tetapi tidak semua tahu bahwa perbuatan-
perbuatan tersebut adalah salah satu bibit perilaku korupsi. Apa yang korupsi ???
yang dikorupsi adalah waktu, yang dikorupsi adalah kepercayaan orang tua, yang
dikorupsi adalah hasil kerja temannya yang sudah belajar.
Sejak kecil anak harus paham mengenai tanggungjawab dan konsekuensi.
Kalau dia tidak belajar, maka hasilnya akan jelek. Menyontek adalah membohongi
diri sendiri. Sebaiknya ibu tidak langsung memarahi bila anak dapat nilai jelek.
Studi KPK, menemukan fakta bahwa “takut dimarahi” adalah alasan anak
berbohong. Anak akan menyontek untuk mendapatkan nilai bagus, agar tidak
dimarahi. Lebih baik tanyakan mengapa dapat nilai jelek, agar kita bisa membantu
kesulitannya. Kita pun bisa bekerja sama mengatasinya.
5) Asah Sikap SENSITIF Anak Terhadap LINGKUNGAN Sekitar !!!
Sikap peduli pada lingkungan sekitar, dapat dilatih pada anak-anak mulai
dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Antri saat membayar di kasir,
memberikan tempat duduk untuk orang yang lebih membutuhkan (lebih tua,
perempuan hamil, orang yang membawa bayi/anak kecil), menuntun para disable,
berpartisipasi dalam penggalangan bantuan korban bencana, menegok orang sakit,
menjeguk nenek/kakek, mengunjungi rumah yatim-piatu, dll.
Hal-hal semacam ini akan memberikan pengalaman untuk peduli pada
orang lain, untuk tidak menyakiti mereka yang kurang beruntung. Kepedulian ini,
akan membangun sikap menyanyangi dan melindungi, sehingga menjauhkan
tindakan yang akan membuat orang lain makin menderita atau makin tidak
beruntung.
Kepedulian ini akan tumbuh menjadi sikap hidup yang mereka bawa
sampai dewasa. Kelak saat mereka dihadapkan pada kesempatan yang
menawaarkan perilaku koruptif, hati nurani akan mengahalangi.
Sensitif pada lingkungan juga berarti peka terhadap orang-orang di sekitar
dengan gaya hidup yang mengindikasi perilaku koruptif dan dengan niat
memberantas korupsi segera melaporkan pada lembaga yang berwenang.
Sikap anti korupsi, jujur, sensitif pada kepentingan umum, menghargai
orang lain adalah sikap yang dibentuk dari penanaman nilai sejak dini dan
konsisten. Lakukanlah sekarang dan mulai dari diri kita, sehingga anak dan suami
bisa melakukannya juga.
6) Biasakan HIDUP SEDERHANA, Mencukupi Dari Apa Yang Ada !!!
Memang sulit menakar kepuasan hidup, apalagi bila kita mudah
terpengaruh lingkungan. Akhirnya berapa pun yang kita miliki selalu terasa
kurang.
Sikap hidup seperti ini mudah sekali berkembang ke arah perilakku koruptif. Istri
dan suami ingin selalu punya lebih, suami selalu ingin dapat memberi lebih serta
menunjukkan kewenangannya yang besar, tanpa menghiraukan rambu-rambu
korupsi.
Anak pun terbiasa untuk mudah mendapatkan keinginannya akan hal-hal
konsumtif. Akibatnya terciptalah lingkungan korupsi dalam keluarga.
Tahukah Anda ???
“Ibu-ibu, korupsi juga disebabkan karena peran individu di dalam keluarga atau
anggota keluarga. Korupsi terjadi karena peluang. Kata pak Busyro Muqqodas,
(Mantan Pimipinan KPK), ada Corruption by need, Corruption by greed, dan
Corruption by design (melegalkan korupsi di Indonesia contohnya sudah banyak).
Biasanya orang tergoda, koleganya punya mobil, dia beli mobil. Tidak puas
karena ketinggalan jaman terus ganti mobil tapi tidak punya uang, sistem kontrol
tidak kuat kemudian korupsi”.
7) Berani Mengatakan TIDAK Pada Setiap Tindakan TIDAK JUJUR !!!
Seringkali karena merasa tidak enak hati, kita terpaksa ikut melakukan
tindakan yang tidak jujur. Misalnya, kita melihat sendiri atasan melakukan
tindakan korupsi, tapi kita tidak berani atau segan untuk menegur apalagi
melaporkan pada pihak penegak hukum. Alasnnya karena kita menghormati
atasan.
Intinya demi menghormati satu orang, Anda mengorbankan lebih dari 200 juta
orang lain di Indonesia.
Tahukah Anda ???
“Berbaik hatilah pada oraang yang membutuhkan, bukan pada pelaku korupsi
yang sebagian besar sudah Anda biayai dari pajak yang Anda bayar”.
“LAPORKANLAH tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh siapapun,
termasuk atasan Anda !!!”
KESIMPULAN

Korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu


masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan. Tindakan korupsi ini terjadi
karena beberapa faktor faktor yang terjadi di dalam kalangan masyarakat. Dan cara
sederhana mencegah terjadinya korupsi adalah : Pahami Segala Bentuk Korupsi Dan
Lawan, Hindari Sikap Ingin Jalan Pintas, Cari Tahu Asal Usul Hadiah Yang Sampai Pada
Kita, Ajarkan Dan Contohkan Sikap Anti Korupsi Pada Anak Sejak Kecil, Asah Sikap
Sensitif Anak Terhadap Lingkungan Sekitar, Biasakan Hidup Sederhana, Mencukupi Dari
Apa Yang Ada, Berani Mengatakan Tidak Pada Setiap Tindakan Tidak Jujur. Semua itu
adalah sebagian kecil dari cara mencegah korupsi.