Anda di halaman 1dari 16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Gigi susu tidak tumbuh sekaligus namun secara bertahap menembus gusi selama
2 ½ tahun pertama sejak kelahiran. Biasanya yang tumbuh pertama kali adalah keempat
gigi depan yaitu dua di rahang atas dan dua di rahang bawah. Sebagian besar anak-anak
sudah lengkap semua giginya pada saat berusia 3 tahun. Gigi susu berukuran lebih kecil
disbanding gigi permanen pada orang dewasa. Supaya gigi permanen dapat muat
menempati ruang yang ditinggalkan gigi susu yang telah tanggal, rahang terus menerus
mengalami pertumbuhan. Gigi susu mulai tanggal saat anak berusia 6-7 tahun, dan
prosesnya terus berlanjut hingga usia 12 tahun. Gigi yang tanggal pertama kali adalah
gigi incisivus (depan) atas dan bawah, yang akan digantikan oleh gigi incisivus
permanen (Mozarta, 2007).
Gigi susu adalah guidance atau panduan bagi pertumbuhan gigi permanen. Jadi
walaupun sifatnya “sementara” dan nantinya akan diganti oleh gigi permanen namun
harus tetap dijaga dan dipelihara kesehatannya. Gigi susu yang tanggal terlalu dini akan
mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen. Gigi tersebut sudah tanggal sebelum
saatnya dan benih gigi permanennya belum siap untuk tumbuh, sehingga gigi permanen
kehilangan panduan (Mozarta, 2007).

Menurut Snawder (1980), penyebab kehilangan atau penyempitan ruang adalah sebagai
berikut :
a. Premature Loss
b. Mesial Drifting Tendency
c. Distal adjustment dari gigi anterior mandibula
d. Ankylosis dan Congenitaly missing teeth

Kehilangan gigi sulung secara dini dapat menimbulkan anomali pada lengkung
rahang oleh karena adanya pergeseran gigi tetangga dan gigi antagonis ke arah ruangan
yang kosong sehingga menyebabkan terjadinya kehilangan panjang lengkung rahang.
Di lain pihak kehilangan gigi molar sulung sebelum waktunya seringkali menyebabkan
maloklusi. Gigi molar kedua sulung yang bersebelahan dengan molar pertama permanen
merupakan gigi sulung yang sering mengalami karies. Keadaan ini disebabkan karena
gigi tersebut memiliki daerah morfologi yang memudahkan retensi plak dan
berkembangannya karies (Sartika, 2002).
Tercabutnya gigi sulung yang terlalu cepat menurut Linden (1984) dapat
disebabkan karena beberapa hal, antara lain :
 Tercabutnya gigi sulung karena terjatuh atau kecelakaan
 Adanya penyakit atau kondisi yang menjadi penyebab premature ekstraksi
 Karies besar pada gigi yang tidak bisa dirawat lagi
 Resorpsi terlalu dini dari akar-akarnya
Pengaruh pencabutan gigi desidui sedikit bahkan tidak mempengaruhi pada
perkembangan gigi geligi permanen. Pencabutan gigi caninus atau molar desidui dapat
mengakibatkan pergeseran gigi ke mesial atau distal gigi geligi sebelahnya ke arah
ruang yang kosong. Pergerakan gigi molar pertama permanen ke mesial memperkecil
ruangan yang diperlukan untuk erupsi premolar permanen. Pergerakan insisivus ke
distal memperpendek ruang caninus. Pergerakan gigi ke arah distal ke ruang yang
kosong setelah pencabutan unilateral gigi desidui dapat menyebabkan garis vertkal
rahang atas dan garis tengah rahang bawah mengalami perubahan garis tengah (Andlaw
dan Rock, 1992).
Gigi cenderung akan bergeser ke arah mesial karena adanya fenomena ”mesial
drifting tendency” dan gaya dari gigi posterior yang akan erupsi pada anak yang sedang
dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Akibat dari kehilangan dini satu atau
lebih gigi sulung, dapat mengakibatkan, pergeseran midline, gigi berjejal, perubahan
pada lengkung gigi, dan kehilangan ruang untuk gigi tetap penggantinya. Andlaw dan
Rock,1982 mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi besar rata -rata
pergerakan gigi ke mesial atau distal dari gigi geligi adalah derajat berjejalnya gigi pada
lengkung gigi, jenis gigi desidui yang hilang dan usia pasien.

2.1 Definisi Space Maintainer


Space maintainer merupakan alat yang bersifat pasif dan digunakan untuk
menjaga ruang akibat kehilangan dini gigi sulung, alat ini yang dipasang diantara dua
gigi. Ruang yang terjadi akibat gigi tanggal prematur perlu dipertahankan sebelum gigi
tetangga bergeser ke diastema. Untuk mencegah agar ruangan tersebut tidak ditempati
gigi-gigi yang berdekatan perlu dipasang piranti yang disebut space maintainer (AAPD,
2009; Rahardjo, 2009). Fungsi dari space maintainer adalah mencegah pergeseran dari
gigi ke ruang yang terjadi akibat pencabutan dini, mencegah ekstrusi gigi antagonis dari
gigi yang dicabut dini, memperbaiki fungsi pengunyahan akibat pencabutan dini dan
memperbaiki fungsi estetik dan bicara setelah pencabutan dini (Moyers, 1972).

Menurut Finn(1973), space maintainer diperlukan apabila:


a. Gigi m2 dicabut sebelum P2 siap menggantikan
b. Gigi m1 tanggal terlalu awal tidak mutlak membutuhkan space maintainer
c. Kasus anodonsia P2 membiarkan M1 menutup celah
d. Anodonsia I2 dibiarkan agar C dapat menempati ruang yang ada
e. Pemasangan space maintainer anterior dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan
buruk dan tujuan psikologis
f. M1 tanggal sebelum M2 erupsi maka ruang yang ada dibiarkan saja agar gigi M2
menempati ruang yang kosong, jika M2 sudah erupsi maka ruang yang ada harus
dipertahankan
g. Pencabutan m2 menjelang erupsi gigi M1 dibuatkan space maintainer berupa plat
dengan labial arch dengan gigi tiruan m2
h. Space maintainer aktif sering digunakan untuk mendesak M1 ke arah distal

2.2 Indikasi dan Kontraindikasi Penggunaan Space Maintaner


2.2.1 Indikasi penggunaan Space Maintainer
1. Apabila terjadi kehilangan gigi sulung dan gigi penggantinya belum siap erupsi
menggantikan posisi gigi sulung tersebut dan analisa ruang menyatakan masih terdapat
ruang yang memungkinkan untuk gigi permanennya.
2. Jika ada kebiasaan yang buruk dari anak, misalnya menempatkan lidah di tempat
yang kosong atau menghisap bibir maka pemasangan space maintainer ini dapat
diinstruksikan sambil memberi efek menghilangkan kebiasaan buruk.

3. Adanya tanda-tanda penyempitan ruang

4. Kebersihan mulut baik.

2.2.2 Kontraindikasi penggunaan Space Maintainer

1. Tulang alveolus di atas gigi pengganti tidak ada dan cukup ruang untuk erupsi

2. Tersedia cukup ruang dan tidak ada gejala adanya penutupan ruang

3. Terdapat beda yang cukup besar antara pencabutan dengan yang diperlukan untuk
perawatan ortodonsia

4. Gigi pengganti tidak ada dan penutupan ruang diinginkan.

2.3 Macam-Macam Space Maintaner

Ada berbagai macam tipe space maintainer, yang secara umum bisa
dikelompokkan menjadi dua katagori yakni lepasan dan cekat. Space maintainer
lepasan bisa digunakan untuk periode yang relatif singkat, biasanya sampai 1 tahun.
Space maintainer cekat jika didesain dengan baik, tidak akan begitu merusak jaringan
rongga mulut dibandingkan dengan space maintainer lepasan, dan kurang begitu
mengganggu bagi pasien. Oleh karena itu, alat ini dapat digunakan untuk waktu yang
lebih panjang, biasanya sampai 2 tahun (Pradipto, 2009). Alat cekat dan lepasan dapat
digunakan untuk mempertahankan ruang untuk mencegah kehilangan panjang
lengkung. Jika gigi penyangga dapat direstorasi, suatu alat cekat jadi pilihan. Alat cekat
mengurangi insiden alat patah atau hilang, alat cekat sedikit percaya pada pasien yang
kooperatif (Mathewson,1995).
Klasifikasi space maintainer menurut Snawder (1980) adalah
 Space maintainer cekat dengan band
 Space maintainer cekat tanpa band atau dengan etsa asam
 Space maintainer lepasan dengan band atau semi-cekat
 Space maintainer lepasan tanpa band
 Space maintainer fungsional atau dapat dikunyah
 Space maintainer nonfungsional.

1. Space Maintainer Cekat


Ada 3 jenis space maintainer cekat, yaitu :
a. Band and loop atau crown and loop
Indikasi :
 Premature loss gigi molar dan isicivus desidui dimana diantisipasi pengurangan
panjang lengkung gigi.
 Apabila ada indikasi perbaikan mahkota gigi yang diguanakan untuk abutment. pada
kasus ini loop dapat diletakkan pada mahkota
Tipe ini lebih disukai karena lebih mudah pembuatannya, lebih mudah diperbaiki,
lebih mudah dilepas. Meskipun alat ini kuat/kokoh tapi dapat rusak pada tekanan yang
abnormal dan harus dilepas oleh dokter gigi sehingga tidak hanya butuh waktu tapi juga
menimbulkan kecemasan pasien.

b. Lingual arch (fixed or semi fixed)


Indikasi :
 Premature loss satu atau beberapa gigi posterior dan beberapa kasus yang sama
pada gigi anterior.
 Khususnya digunakan pada kehilangan banyak gigi secara bilateral.
Keuntungan dari jenis ini adalah sedikit waktu yang diperlukan, mudah
membuatnya, mudah penyesuaian, dapat mengurangi pengurangan panjang lengkung
dan menjaga leeway space jika diperlukan.
c. Band or Crown and distal shoe
Indikasi : apabila kehilangan gigi molar dua desidui terjadi sebelum erupsi molar satu
permanen.
Keuntungannya mudah dibuat, lebih sedikit waktu yang dibutuhkan, mudah
penyesuaian, mencegah penggeseran mesial molar satu permanen.
Sedangkan kekurangan space maintainer cekat secara umum adalah (1)
cenderung mengakibatkan tipping dan rotasi gigi penyangga, (2) menyebabkan
terjadinya retensi plak sehingga terjadi daerah demineralisasi dan karies pada gigi
penyangga, (3) membutuhkan preparasi pada gigi penyangga, (4) membutuhkan waktu
kunjungan yang lama,(5) membutuhkan proses laboratorium yaitu pensolderan, (6)
daerah solder mudah rusak, dan (7) sitotoksik karena terdapat daerah solder.

2. Space Maintainer Lepasan

Space maintainer lepasan digunakan khusus bila gigi hilang dalam satu kuadran
lebih dari satu gigi. Alat lepasan ini sering merupakan satu-satunya pilihan karena tidak
adanya gigi penyangga yang sesuai untuk alat cekat. Alat ini dapat ditambahkan gigi-
gigi artificial untuk mengembalikan fungsi estetik. Alat ini digunakan pada rahang atas
maupun rahang bawah dimana telah kehilangan gigi bilateral lebih dari satu, alat ini
juga digunakan pada kasus tanggalnya gigi M2 sulung sebelum erupsi M1 permanen.
space maintainer GTS memiliki konstruksi yang sederhana, pergerakan fungsional baik
dan biaya yang relatif murah. Pembersihan GTS dan gigi yang tepat penting untuk
mengurangi kemungkinan berkembangnya lesi karies yang baru, alat space maintainer
lepasan dari berbagai tipe tidak boleh dianjurkan untuk pasien anak yang mempunyai
masalah karies dan kebersihan mulut yang jelek. Masalah yang sering timbul dari
pemakaian alat ini adalah malasnya anak memakai alat sehingga fungsi space
maintainer tidak tercapai dan alat jarang dibersihkan sehingga menyebabkan iritasi
jaringan mulut (Graber, 1972).

Teknik pembuatan space maintainer menurut Richard, dkk (1996) adalah sebagai
berikut
 Band and Loop Space Maintainer
1. Pilih band atau stainless steel crown yang tepat. Gunakan tongue blade/band seater
untuk menempatkan band. Gunakan penekan band untuk mengadaptasikan dan
burnish band. Band/crown yang terletak dengan baik diperlukan untuk mencegah
dekalsifikasi/karies berulang.

2. Gunakan alginat, cetak rahang pasien.

3. Tuangkan stone cast ke cetakan alginat. Dengan hati-hati, keluarkan stone cast dari
cetakan tersebut.

4. Gunakan pliers no.139 untuk membengkokkan kawat menjadi loop. Loop yang
sudah selesai sebaiknya berada pada sepertiga tengah band/crown, dan berada diatas
jaringan lunak. Sisakan sedikit kawat pada bagian distal untuk membantu soldering.

5. Elektrosolder kawat ke band.

6. Lepaskan cetakan dari alat. Haluskan dan polish alat tersebut.

7. Cobakan alat. Cek oklusi untuk memastikan kawat/solder tidak mengenai jaringan
lunak.

8. Sementasi alat, semen yang berlebih kemudian dibuang.

9. Periodic-recall untuk melihat apakah gigi pengganti sudah erupsi, apakah alat
megenai jaringan lunak, atau apakah alat berfungsi sebagai mana mestinya.

 Distal Shoe Space Maintainer

1. Persiapkan dm1 untuk stainless steel crown, kemudian adaptasikan stainless steel
crown yang sesuai.

2. Ambil bar material dan pas kan ke permukaan distal stainless steel crown.
Elektrosolder bar dan crown, kemudian haluskan dan polish dengan rag wheel dan
pumis, kemudian rag wheel dan gold rouge.
3. Dari perhitungan klinis atau radiograf, ukur jarak dari permukaan distal dm1 ke
permukaan mesial molar pertama. Tandai ukuran ini pada bar material, kemudian
bengkokkan bar material tersebut.

4. Letakkan alat pada tempatnya, dan atur dimana dibutuhkan. Ambil foto radiograf
untuk melihat apakah letak bar sudah pada tempatnya.

Penentuan keberhasilan perawatan space maintainer tidak terlepas dari peran


orang tua yang besar. Pada pemasangan space maintainer lepasan, anak dan orang tua
harus diberi tahu bagaimana cara memasang, melepaskannya dan memeliharanya.
Pemasangan alat ini dilakukan di depan kaca, sehingga pasien dapat melihatnya,
kemudian pasien diminta untuk mencoba memasang alat sendiri di depan operator dan
orangtuanya. Space maintainer lepasan harus dilepas pada waktu tidur dan direndam
dalam air. Setiap hari pasien harus memakai alat ini dan rajin membersihkan agar
penggunaannya dapat maksimal.

2.4 Syarat-Syarat Space Maintaner


 Dapat menjaga ruang dimensi proksimal
 Tidak mengganggu erupsi gigi antagonisnya dan erupsi gigi permanen
 Tidak mempengaruhi fungsi bicara, pengunyahan, dan pergerakan mandibula
 Mencegah ekstrusi gigi lawan
 Tidak memberikan tekanan abnormal pada gigi penyangga
 Tidak mengganggu jaringan lunak
 Desain sederhana, ekonomis, dan mudah dibersihkan

2.5 Analisis Perhitungan Ruang

Analisis ruang sangat diperlukan untuk membandingkan ruangan yang tersedia


dengan ruangan yang dibutuhkan untuk normalnya keteraturan gigi. Adanya
ketidakteraturan atau crowding dapat disebabkan karena kurangnya tempat. Analisis
dapat dilakukan dengan secara langsung menggunakan model study atau menggunakan
komputer yang lebih mudah. Adapun analisis yang dapat dilakukan dengan cara manual

ataupun komputer adalah :


a. Menghitung ruang yang tersedia, yaitu dengan mengukur lengkung gigi dari M1 –
M1 melalui titik kontak dari gigi posterior dan tepi insisal dari gigi anterior. Terdapat 2
cara, yaitu :

1. Adanya pembagian lengkung gigi ke dalam segmen - segmen yang kemudian


diukur sebagai garis lurus perkiraan dari lengkung.

2. Membuat garis dari kawat ke garis oklusi yang kemudian dibuat garis lurus
untuk diukur.

b. Penghitungan jumlah dari kebutuhan ruang untuk keteraturan gigi. Caranya


dengan mengukur lebar dari mesiodistal pada gigi dari titik kontak ke titik kontak
yang kemudian dijumlahkan (Sulandjari,2008).

Apabila jumlah lebarnya gigi permanen lebih besar dari jumlah ruangan
yang tersedia, maka dapat menyebabkan crowding dikarenakan kurangnya tempat.
Apabila sebaliknya, ruang yang tersedia lebih besar daripada ruangan yang dibutuhkan,
maka dapat menyebabkan terjadinya celah antar gigi dikarenakan kelebihan ruangan
(Sulandjari,2008).

Leeway space memiliki peranan penting dalam periode gigi campuran,


dimana leeway space dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan ruang pada
saat periode tumbuh kembang gigi. Oklusi pada periode gigi campuran bersifat
sementara dan tidak statis, sehingga dapat menyebabkan resiko berkembangnya
maloklusi. Leeway space merupakan ruangan yang ada karena terdapat perbedaan
lebar dari mesiodistal gigi pada pergantian gigi caninus, molar pertama dan molar
kedua desidui yang akan digantikan dengan gigi caninus, premolar pertama dan
premolar kedua permanen.Besarnya Leeway space pada setiap individu sangat
bervariasi. Menurut Nance (1947), besarnya Leeway space pada rahang atas adalah
sekitar 0,9 mm pada setiap sisi, dan 1,7 mm pada rahang bawah. Menurut Proffit
(1993) besarnya Leeway space pada rahang atas adalah sekitar 1,5 mm sedangkan
rahang bawahnya adalah sekitar 2,5 mm. Berdasarkan penelitian lainnya
menyebutkan untuk rahang adalah adalah sekitar 1,1 mm dan 2,4 mm untuk rahang
bawah (Ulfa,2009).
Pada saat tanggalnya molar kedua desidui, erupsinya molar pertama
permanen cenderung kearah mesial dan memanfaatkan adanya Leeway space.
Diperlukan adanya tindakan Orthodontik agar tidak berkembangnya maloklusi,
salah satu yang dapat dilakukan adalah pemasangan space maintener.
Pemasangan space maintener berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi
pergeseran gigi keruang yang kosong sehingga gigi permanen dapat menempati
tempat yang cukup ketika erupsi. Hilangnya atau tanggalnya gigi desidui tidak
selalu dapat dilakukan pemasangan space maintener, terdapat beberapa kondisi
yang tidak memungkinkan, yaitu :

A. Apabila gigi insisiv desidui yang lepas sebelum waktunya, dikarenakan gigi
caninus hampir tidak mengalami pergeseran kearah mesial.

B. Apabila pergeseran gigi ke ruang yang kosong dapat memperbaiki oklusi


normal dari gigi molar pertama permanen.

C.Apabila pergeseran ke ruang yang kosong dapat memperbaiki crowded gigi


anterior (Ulfa,2009)

Pada periode gigi campuran terdapat perbedaan antara ruang yang tersedia
(available space) dan ruangan yang dibutuhkan (required space) untuk gigi
caninus dan premolar yang belum erupsi. Diperlukan adanya analisis ruang pada
bidang ortodonsia agar oklusi normal tetap tejadi dan normalnya pertumbuhan
serta perkembangan wajah.

Terdapat 3 metode yang biasanya digunakan untuk memperkirakan lebar


mesiodistal gigi caninus, premolar pertama, dan premolar kedua yang belum erupsi,
yaitu :

A. Pengukuran menggunakan radiografi untuk gigi yang belum erupsi.

B. Penggunaan persamaan regresi yang menghubungkan lebar mesiodistal gigi yang


telah erupsi terhadap lebarnya mesiodistal gigi yang belum erupsi (Moyers).
C. Kombinasi pengukuran gigi yang telah erupsi dengan penggunaan radiografi bagi
gigi yang belum erupsi (Ulfa,2009).

2.6 Macam-Macam Analisis Ruang pada Gigi Geligi Bercampur

Terdapat beberapa metode perhitungan yang digunakan dalam analisis periode gigi
bercampur, yaitu :

2.6.1. Metode Nance

Mulai ada tahun 1934 di Pasadena, California, Amerika Serikat. Dasarnya adalah
terdapat hubungan antara jumlah mesiodistal gigi desidui dengan gigi pengganti..
Metode ini bertujuan untuk mengetahui apakah gigi tetap yang akan tumbuh memiliki
cukup ruang, kekurangan ruang, atau kelebihan ruang. Gigi-gigi yg dipakai sebagai
dasar adalah c m1 m2 dan gigi pengganti 3 4 5. Sedangkan Lee Way Space adalah
selisih ruang anterior ruang yang tersedia dan ruang yang digunakan masing-masing sisi
rahang atas 0,9 mm dan rahang bawah 1,7 mm.

2.6.2 Metode Moyers

Metode Moyers diuraikan oleh Oleh: Moyers, Jenkins, dan staf Ortodonsi
Universitas Michigan. Pada analisis ini, sebelum menempatkan space mainteiner atau
memulai pergerakan gigi, dokter gigi harus mengevaluasi panjang lengkung gigi secara
menyeluruh. Hal ini sangat penting selama pertumbuhan gigi permanen dan periode gigi
bercampur. Pada analisis Moyers harus diperhatikan mengenai panjang lengkung dan
ukuran dari gigi geligi.

Analisis Moyer memilki beberapa manfaat. Analisis ini didasarkan pada ukuran gigi
baik salah satu gigi maupun sekelompok gigi dan memperkirakan secara akurat ukuran
gigi yang lain pada mulut. Gigi insisivus rahang bawah, erupsi lebih awal pada
pertumbuhan gigi bercampur dan mungkin diukur secara akurat.

Keuntungan :
- Kesalahan sedikit dan ralat kecil sehingga diketahui dengan tepat.

- Dapat dikerjakan ahli atau bukan ahli

- Tidak butuh banyak waktu

- Tidak perlu alat khusus

- Dapat dikerjakan dalam mulut atau model

- Baik pada rahang atas atau rahang bawah.

Dasarnya adalah korelasi antara satu kelompok gigi dengan kelompok lain.
Untuk kelompok gigi yang dipakai sebagai pedoman adalah gigi 21 12 dengan alas an
sebagai berikut :

1. Gigi tetap yang tumbuh paling awal

2. Mudah diukur dengan tepat pada intraoral/extraoral

3. Ukuran tidak bervariasi banyak dibandingkan pada rahang atas

Prosedur Metode Moyers :

A. Siapkan:

- model rahang atas & rahang bawah

- jangka sorong

- tabel kemungkinan

B. RB: misal sisi kanan dulu

1. Ukur lebar mesiodistal 21 12, jumlahkan


2. Tentukan jumlah ruang yang diperlukan jika gigi tersebut diatur dalam susunan yang
baik,

Caranya: beri tanda, cari ruang yang disediakan untuk c m1 m2 sisi kanan atau kiri,
berapa ruang 3 4 5 yang seharusnya, lihat tabel rahang atas, bandingkan, kemungkinan
hasilnya.

Perbedaan:

1. Tabel kemungkinan dipakai rahang atas

2. Overjet harus dipertimbangkan.

2.6.3 Metode Huckaba

Untuk mengkompensasi karena pembesaran bayangan gigi pada roentgen foto maka
diusulkan rumus untuk menentukan ukuran mahkota gigi permanen yang belum erupsi
dengan roentgen foto sebagai berikut :

x=y

x’ y’

dimana,

y’ = lebar gigi sulung yang diukur pada X-ray film

y = lebar gigi sulung yang sama yang diukur pada studi model atau dalam mulut

x’ = lebar gigi permanen pengganti pada X-ray film

x = lebar sebenarnya gigi permanen yang belum erupsi

2.6.4 Metode Johnson dan Tanaka


Tujuan dari analisis ini yaitu : Untuk menganalisis lebar lengkung gigi (merupakan
variasi dari metode Moyers)

Prosedur

- Ukur jumlah mesiodistal empat gigi insisivus rahang bawah

- Lalu gunakan rumus :

jumlah mesiodistal empat gigi insisivus rahang bawah = X

Jadi, Available space RB = X+10,5 mm dan Available space RA = X+11mm

2.7 Macam-Macam Desain Space Maintaner

Gambar 1. Band (crown) and loop space maintainer

Gambar 2. Nance holding arch, perhatikan bagian pin resin akrilik kecil pada area palatal
Gambar 3. Fixed lingual arch

Gambar 4.Intra-alveolar space maintainer (distal shoe)


Gambar 5. Lower Lingual Holding Arch (LLHA)

Gambar 6. Transpalatal Holding Arch (TPA)

Gambar 7. Space Maintaner Aktif