Anda di halaman 1dari 3

Nama : SRI WAHYUNINGSIH

Nim : 2018717039

Tugas : Manajemen Risiko

1. Dasar pentingnya mempelajari Manajemen Risiko di dalam K3 adalah :

Manajemen Risiko K3 merupakan suatu usaha atau proses untuk mengelola risiko agar
tidak terjadi hal yang tidak diinginan atau kecelakaan secara komprehensif (logis),
terencana dan terstruktur. Hal ini memungkinkan manajemen untuk meningkatkan hasil
dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang ada dalam suatu proyek.
Pendekatan manajemen risiko ini dapat meningkatkan perbaikan berkelanjutan dalam
suatu proyek kedepannya. Konsep manajemen risiko mulai diperkenalkan di bidang
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada era tahun 1980-an setelah berkembangnya
teori accident model (investigasi kecelakaan) Internaltional Loss Control Institute
(ILCI).

2. Manfaat yang diperoleh dari penerapan Manajemen Risiko di dalam dunia K3 adalah :

Manajemen resiko adalah sebuah cara yang sistematis dalam memandang sebuah resiko
dan menentukan dengan tepat penanganan resiko tersebut. Ini merupakan sebuah sarana
untuk mengidentifikasi sumber dari resiko dan ketidakpastian, dan memperkirakan
dampak yang ditimbulkan dan mengembangkan respon yang harus dilakukan untuk
menanggapi resiko (Uher 1996 dikutip dalam Anonim 2009).

Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan manajemen resiko antara lain (Mok et al.,
1996 dikutip dalam Anonim 2009)

1. Berguna untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah-masalah yang


rumit.
2. Memudahkan estimasi biaya.
3. Memberikan pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan
dalam cara yang benar.
4. Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk menghadapi resiko dan
ketidakpastian dalam keadaan yang nyata.
5. Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk memutuskan berapa
banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.
6. Meningkatkan pendekatan sistematis dan logika untuk membuat keputusan.
7. Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan masalah.
8. Memungkinkan analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif.

Atau dengan melaksanakan manajemen risiko diperoleh berbagai manfaat antara lain

1. Menjamin kelangsungan usaha dengan mengurangi risiko dari setiap kegiatan


yang mengandung bahaya
2. Menekan biaya untuk penanggulangan kejadian yang tidak diinginkan.
3. Menimbilkan rasa aman dikalangan pemegang saham mengenai kelangsungan
dan keamanan investasinya. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran
mengenai risiko operasi bagi setiap unsure dalm organisasi/perusahaan. 
4. Memenuhi persyaratan perundangan yang berlaku.

3. KASUS LEDAKAN DI INDUSTRI PERTAMBANGAN

Tahun 2007 terjadi kecelakan kerja yang berhubungan dengan  proses peledakan di PT
Adaro,  sebuah tambang batu bara di Kalimantan Selatan. Memang kasusnya tidak
terlalu menyita perhatian masyarakat di Indoensia, tapi kecelakaan kerja yang
mengakibatkan kematian merupakan suatu kecelakaan yang sangat serius di industri
pertambangan. Kasusnya adalah seorang juru ledak meninggal dunia  akibat terkena
batuan oleh suatu peledakan dari hasil peledakan yang dikelolanya. Tragis memang,
sebuah gambaran begitu tidak sempurnanya apa yang telah direncanakan dan apa yang
mereka ingin hasilkan dari rencana yang telah dibuatnya. Ledakan dapat menimbulkan
tekanan udara yang sangat tinggi disertai dengan nyala api. Setelah itu akan diikuti
dengan kepulan asap yang berwarna hitam. Ledakan merambat pada lubang turbulensi
udara akan semakin dahsyat dan dapat menimbulkan kerusakan yang fatal.

Upaya Pengendalianya

Untuk mencegah kejadian tersebut terjadi kembali maka diperlukan adanya manajemen
risiko sehingga tidak ada kerugian baik nyawa maupun materi yang terjadi.
Berdasarkan proses manajemen risiko itu sendiri, terlebih dahulu perlu mengetahui
bagaimana kondisi lingkungan internal di daerah tersebut, setelah itu melakukan
penetapan tujuan kemudian mengidentifikasi kemungkinan bahaya yang bakal terjadi di
lingkungan itu, penilaian resiko, sikap atas resiko dan aktifitas pengendalian dapat
berupa keputusan seperti apa yang mesti diambil oleh manajemen untuk mencegah
kejadian tersebut misalnya :

 Memberikan training kepada juru ledak


 Menjelaskan bagaimana prosedur kerja yang memadai yang sesuai dengan desain
peledakannya
 Memberikan pengatahuan kepada seluruh pekerja mengenai pengetahuan dasar-
dasar terjadinya ledakan yang membahas mengenai gas-gas yang mudah
terbakar/meledak, sumber pemicu ledakan/kebakaran (bukan hanya utuk wilayah
pertambangan tapi semua sektor industri).
 Mengetahui teknik pencegahan ledakan tambang, melalui penyiraman air,
pemakaian alat-alat pencegahan standar
 Tetap saling berbagi informasi dan saling komunikasi antara pekerja dan pihak lain
yang lebih tahu atau mencari tahu informasi mengenai pencegahan dan
penanggulangan akan risiko yang mungkin terjadi serta monitoring, hal ini
dilakukan untuk mengetahui apa saja kendala yang dialami para pekerja di industri
pertambangan itu sendiri, dan memantau apakah yang para pekerja lakukan sudah
safety dan telah sesuai dengan standar kerja yang sesuai