Anda di halaman 1dari 5

Pengertian

1. Ius Soli adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang menurut daerah atau negara tempat ia
dilahirkan.

Contohnya : Anda dilahirkan di negara A maka Anda akan menjadi warga negara A walaupun orangtua Anda adalah
warga negara B (dianut di negara Inggris, Mesir, Amerika dan lain-lain).

2. Ius Sanguinus adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang menurut pertalian darah atau
keturunan dari orang yang bersangkutan tadi.

Contohnya : Anda dilahirkan di negara A, tetapi orangtua Anda warga negara B, maka Anda tetap menjadi warga
negara B (dianut oleh RRC).

3.
Dari uraian di atas apakah Anda mengerti? Jika sudah memahami cobalah sekarang Anda tulis jawaban
pertanyaan ini.
a. Apakah Anda merasa rugi bila negara Anda menganut Ius Soli? Ya atau Tidak ... alasannya ....
b. Apakah Anda merasa beruntung bila negara Anda menganut asas Ius Sanguinus? Ya atau
Tidak .... Alasannya ....

Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, Anda dapat mendiskusikannya dengan teman Anda

4. Apatride adalah adanya seorang penduduk yang sama sekali tidak mempunyai kewarganegaraan.

Contohnya : Anda warga negara A (ius soli) lahir di negara B (ius sanguinus) maka Anda tidaklah menjadi warga negara
juga Anda tidak dapat menjadi warga negara B. Dengan demikian Anda tidak mempunyai warga negara sam
sekali.

5. Bipatride adalah seorang penduduk yang mempunyai dua kewarganegaraan sekaligus (kewarganegaraan
rangkap).

Contohnya : Anda keturunan bangsa B (ius sanguinus) lahir di bangsa B maka Anda dianggap sebagai warga negara B ak
tetapi negara A juga menganggap warga negaranya karena berdasarkan tempat lahir Anda.

a. Apatride  adalah Seseorang yang tidak memiliki status kewarganegaraan

Contoh : Seorangketurunan bangsa A (Ius Soli) lahir di negara B (Ius Sanguinis) Maka orang tsbbukan warga negara
A maupun warga negara B.

    Jennifer Lopez memiliki darah keturuanan bangsaLatin (Brazil), namun dia lahir di negara Belanda. Dengan
demikian Jennifertidak memiliki status kewarganegaraan baik warga negara Brazil maupun Belanda.Brazil tidak
mengakui Jennifer Lopez sebagai warga negaranya karena dia lahirdi luar negara Brazil. Dan dia juga bukan warga
negara Belanda, karena diatidak memiliki darah keturunan bangsa atau orang Belanda.

b. Bipatride adalah Seseorang yang memiliki kewarganegaraan rangkap

Contoh : Seorangketurunan bangsa C (Ius Sanguinis) lahir di negara D (Ius Soli). Sehinggakarena ia keturunan
negara C, maka dianggap warga negara C, tetapi negara Djuga menganggapnya sebagai warga negara, karena ia
lahir di negara D.

    Ayah Bao Cun Lai adalah seorang Tionghoa. Namunkarena Bao Cun Lai lahir di Inggris, maka dia memiliki dua
kewarganegaraan,yaitu sebagai warga negara Inggris yang menerapkan asas kewarganegaraanberdasar tempat
kelahiran, juga sebagai warga negara China yang menganut asaskewarganegaraan yang didasarkan pada pertalian
darah.

c. Multipatride adalah seseorang yang memiliki 2 atau lebih kewarganegaraan


Contoh : Seorangyang BIPATRIDE juga menerima pemberian status kewarganegaraan lain ketika diatelah dewasa,
dimana saat menerima kewarganegaraan yang baru ia tidakmelepaskan status bipatride-nya.

    Ayah Bao Cun Lai adalah seorang Tionghoa. Namunkarena Bao Cun Lai lahir di Inggris, maka dia memiliki dua
kewarganegaraan,yaitu sebagai warga negara Inggris yang menerapkan asas kewarganegaraanberdasar tempat
kelahiran, juga sebagai warga negara China yang menganut asaskewarganegaraan yang didasarkan pada pertalian
darah. Anah, suatu ketika BaoCun Lai mendapat kehormatan untuk menjadi warga negara lain yang
mengijinkanseseorang memiliki status kewarganegaraan ganda, namun karena dia tidak melepasstatusnya sebagai
warga negara China maupun Inggris, maka dia memiliki tigakewarganegaraan sekaligus.

Apa itu apatrid,bipatrid dan bipatride

Untuk memahami masalah kewarganegaraan, maka perlujuga dikaji tentang dua asas kewarganegaraan yaitu asas
ius soli dan iussanguinus. Mengapa demikian? Karena negara yang menerapkan ius soli maupun iussanguinus akan
menimbulkan apatride maupun  bipatride.

Pengertian

-        Ius Soli adalahasas yang menentukan kewarganegaraan seseorang menurut daerah atau negaratempat ia dilahirkan.
Contohnya : Anda dilahirkan di negara A maka Anda akanmenjadi warga negara A walaupun orangtua Anda adalah
warga negara B (dianut dinegara Inggris, Mesir, Amerika dan lain-lain).
-        IusSanguinus adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorangmenurut pertalian darah atau keturunan
dari orang yang bersangkutan tadi. Contohnya: Anda dilahirkan di negara A, tetapi orangtua Anda warga negara B,
maka Andatetap menjadi warga negara B (dianut oleh RRC).

Apatride adalah adanyaseorang penduduk yang sama sekali tidak mempunyai kewarganegaraan.

Contohnya : Andawarga negara A (ius soli) lahir di negara B (ius sanguinus) maka Anda tidaklahmenjadi warga
negara A dan juga Anda tidak dapat menjadi warga negara B. Dengandemikian Anda tidak mempunyai warga
negara sama sekali.

    Ujangadalah anak warga Amerika yang lahir di wilayah Indonesia. Amerika menganutasas Ius Soli (tempat
kelahiran), sementara Indonesia menganut asas IusSanguinis (pertalian dara). Oleh karena itu, Amerika tidak
mengakui Ujangsebagai warga negara Amerika karena Ujangs tidak lahir di Amerika dan Indonesiapun juga tidak
mengakuinya sebagai warga negara Indonesia karena dia bukanketurunan warga negara Indonesia.

Bipatride adalah seorangpenduduk yang mempunyai dua kewarganegaraan sekaligus (kewarganegaraanrangkap).

Contohnya : Andaketurunan bangsa B (ius sanguinus) lahir di bangsa B maka Anda dianggap sebagaiwarga negara
B akan tetapi negara A juga menganggap warga negaranya karenaberdasarkan tempat lahir Anda.

    Sarafuddin adalah anak warga Negara Malaysia namunlahir dan besar di wilayah Negara Amerika. Amerika
menganut asas Ius Soli(tempat kelahiran), sementara Malaysia menganut asas Ius Sanguinis (pertaliandarah). Oleh
karena itu, Amerika mengakui Sarafuddin sebagai warga negaraAmerika karena Sarafuddin lahir di Amerika dan
Malaysia pun juga mengakuinyasebagai warga negara Malaysia karena dia keturunan warga negara Malaysia.

Multipatride  merupakan istilah bagi orang-orang memilikistatus kewarganegaraan dua atau lebih dari dua. 

Contoh : Seorangyang BIPATRIDE juga menerima pemberian status kewarganegaraan lain ketika diatelah dewasa,
dimana saat menerima kewarganegaraan yang baru ia tidak melepaskanstatus bipatride-nya.

Masalah kewarganegaraan  

Karena penentuan kewarganegaraan yang berbeda-beda, hal ini dapat menimbulkan masalah kewarganegaraan,
antara lain;   
1.     Apatride (tidak berkewarganegaraan)   

Dengan keadaan apatride ini mengakibatkan seseorang tidak akan mendapat perlindungan dari negara manapun
juga.   

2.   Bipatride (berkewarganegaraan ganda)   

Dengan demikian mengakibatkan ketidakpastian status orang yang bersangkutan dan kerumitan administrasi tentang
kewarganegaraan tersebut.   

3.  Multipatride (lebih dari 2 berkewarganegaraan) 

Maka dari itu permasalah diatas harus dihindarai dengan upaya-upaya sebagai berikut;

1. Memberikan kepastian hukum yang jelas akan status kewarganegaraannya.

2. Menjamin hak-hak perlindungan hukum yang pasti bagi seseorang dalam kehidupan bernegara.

Sistem yang sering digunakan untuk menentukan status kewarganegaraan adalah;  

Stelsel aktif 

Seseorang akan menjadi warga negara suatu negara dengan melakukan tindakan-tindakan hkum tertentu secara aktif.
Dalam stelsel ini seorang wraga negara memiliki hak opsi, yaitu hak untuk memilih suatu kewarganegaraan. 

Stelsel pasif

Seseorang dengan sendirinya menjadi warga negara tanpa harus melakukan tindakan-tindakan hukum tertentu.
Dalam stelsel ini seorang warga negara memiliki hak repudiasi, yaitu hak untuk menolak suatu kewarganegaraan.

Penyelesaian masalah kewarganegaraan menurut salah satu keputusan KMB dipergunakan stelsel aktif dengan hak
opsi untuk penduduk Indonesia keturunan Eropa. Dan stelsel pasif dengan hak repudiasi untuk keturunan Timur
Asing.

contoh yang dapat mengganggu kewarganegaraan antara lain :

 A. Perkawinan Campuran

Dalam perundang-undangan di Indonesia, perkawinan campuran didefinisikan dalam Undang-undang No.1 Tahun
1974 tentang Perkawinan, pasal 57 : ”yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang-undang ini ialah
perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan
kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia”.

Selama hampir setengah abad pengaturan kewarganegaraan dalam perkawinan campuran antara warga negara
indonesia dengan warga negara asing, mengacu pada UU Kewarganegaraan No.62 Tahun 1958. Seiring berjalannya
waktu UU ini dinilai tidak sanggup lagi mengakomodir kepentingan para pihak dalam perkawinan campuran,
terutama perlindungan untuk istri dan anak.

Menurut teori hukum perdata internasional, untuk menentukan status anak dan hubungan antara anak dan orang tua,
perlu dilihat dahulu perkawinan orang tuanya sebagai persoalan pendahuluan, apakah perkawinan orang tuanya sah
sehingga anak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya, atau perkawinan tersebut tidak sah, sehingga anak
dianggap sebagai anak luar nikah yang hanya memiliki hubungan hukum dengan ibunya.

Barulah pada 11 Juli 2006, DPR mengesahkan Undang-Undang Kewarganegaraan yang baru yang memperbolehkan
dwi kewarganegaraan untuk memberikan pencerahan baru dalam mengatasi persoalan-persoalan yang lahir dari
perkawinan campuran.

 
B. Permasalahan yang Timbul

Persoalan yang rentan dan sering timbul dalam perkawinan campuran adalah masalah kewarganegaraan anak.UU
kewarganegaraan yang lama menganut prinsip kewarganegaraan tunggal, sehingga anak yang lahir dari perkawinan
campuran hanya bisa memiliki satu kewarganegaraan, yang dalam UU tersebut ditentukan bahwa yang harus diikuti
adalah kewarganegaraan ayahnya. Pengaturan ini menimbulkan persoalan apabila di kemudian hari perkawinan
orang tua pecah, tentu ibu akan kesulitan mendapat pengasuhan anaknya yang warga negara asing.

Dengan lahirnya UU Kewarganegaraan yang baru, sangat menarik untuk dikaji bagaimana pengaruh lahirnya UU ini
terhadap status hukum anak dari perkawinan campuran. Definisi anak dalam pasal 1 angka 1 UU No. 23 Tahun 2002
tentang Perlindungan Anak adalah :“Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk
anak yang masih dalam kandungan”.

Dalam hukum perdata, diketahui bahwa manusia memiliki status sebagai subjek hukum sejak ia dilahirkan. Pasal 2
KUHP memberi pengecualian bahwa anak yang masih dalam kandungan dapat menjadi subjek hukum apabila ada
kepentingan yang menghendaki dan dilahirkan dalam keadaan hidup.Manusia sebagai subjek hukum berarti manusia
memiliki hak dan kewajiban dalam lalu lintas hukum.Namun tidak berarti semua manusia cakap bertindak dalam
lalu lintas hukum. Orang-orang yang tidak memiliki kewenangan atau kecakapan untuk melakukan perbuatan
hukum diwakili oleh orang lain.

Dengan demikian anak dapat dikategorikan sebagai subjek hukum yang tidak cakap melakukan perbuatan
hukum.Seseorang yang tidak cakap karena belum dewasa diwakili oleh orang tua atau walinya dalam melakukan
perbuatan hukum.Anak yang lahir dari perkawinan campuran memiliki kemungkinan bahwa ayah ibunya memiliki
kewarganegaraan yang berbeda sehingga tunduk pada dua yurisdiksi hukum yang berbeda. Berdasarkan UU
Kewarganegaraan yang lama, anak hanya mengikuti kewarganegaraan ayahnya, namun berdasarkan UU
Kewarganegaraan yang baru anak akan memiliki dua kewarganegaraan. Menarik untuk dikaji karena dengan
kewarganegaraan ganda tersebut, maka anak akan tunduk pada dua yurisdiksi hukum.

C. Kewarganegaraan Ganda

Bila dikaji dari segi hukum perdata internasional, kewarganegaraan ganda juga memiliki potensi masalah, misalnya
dalam hal penentuan status personal yang didasarkan pada asas nasionalitas, maka seorang anak berarti akan tunduk
pada ketentuan negara nasionalnya. Bila ketentuan antara hukum negara yang satu dengan yang lain tidak
bertentangan maka tidak ada masalah, namun bagaimana bila ada pertentangan antara hukum negara yang satu
dengan yang lain, lalu pengaturan status personal anak itu akan mengikuti kaidah negara yang mana. Lalu
bagaimana bila ketentuan yang satu melanggar asas ketertiban umum pada ketentuan negara yang lain.

Sebagai contoh adalah dalam hal perkawinan, menurut hukum Indonesia, terdapat syarat materil dan formil yang
perlu dipenuhi.Ketika seorang anak yang belum berusia 18 tahun hendak menikah maka harus memuhi kedua syarat
tersebut.Syarat materil harus mengikuti hukum Indonesia sedangkan syarat formil mengikuti hukum tempat
perkawinan dilangsungkan.Misalkan anak tersebut hendak menikahi pamannya sendiri (hubungan darah garis lurus
ke atas), berdasarkan syarat materiil hukum Indonesia hal tersebut dilarang (pasal 8 UU No. 1 tahun 1974), namun
berdasarkan hukum dari negara pemberi kewarganegaraan yang lain, hal tersebut diizinkan, lalu ketentuan mana
yang harus diikutinya.

Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal dengan adanya asas kewarganegaraan berdasarkan
kelahiran dan asas kewaraganegaraan berdasarkan perkawinan.Dalam penentuan kewarganegaraan didasarkan
kepada sisi kelahiran dikenal dua asas yaitu asas ius soli dan ius sanguinis.Ius artinya hukum atau dalil.Soli berasal
dari kata solum yang artinya negari atau tanah.Sanguinis berasal dari kata sanguis yang artinya darah.Asas Ius Soli;
Asas yang menyatakan bahawa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat dimana orang tersebut
dilahirkan.Asas Ius Sanguinis; Asas yang menyatakan bahwa kewarganegaraan sesorang ditentukan beradasarkan
keturunan dari orang tersebut.

Selain dari sisi kelahiran, penentuan kewarganegaraan dapat didasarkan pada aspek perkawinan yang mencakupa
asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat.Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri
adalah suatu ikatan yang tidak terpecahkan sebagai inti dari masyarakat.Dalam menyelenggarakan kehidupan
bersama, suami istri perlu mencerminkan suatu kesatuan yang bulat termasuk dalam masalah kewarganegaraan.
Berdasarkan asas ini diusahakan ststus kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu.

Penentuan kewarganegaraan yang berbeda-beda oleh setiap negara dapat menciptakan problem kewarganegaraan
bagi seorang warga.Secara ringkas problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan bipatride.Appatride
adalah istilah untuk orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan.Bipatride adalah istilah untuk orang-orang
yang memiliki kewarganegaraan ganda (rangkap dua).Bahkan dapat muncul multipatride yaitu istilah untuk orang-
orang yang memiliki kewarganegaraan yang banyak (lebih dari 2).
 

D. Undang-Undang yang Mengartur Warga Negara

Adapun Undang-Undang yang mengatur tentang warga negara adalah Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia.Pewarganegaraan adalah tatacara bagi orang asing untuk memperoleh
kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.Dalam Undang-Undang dinyatakan bahwa
kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh memalului pewarganegaraan.

Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon juika memenuhi persyaratan sebagai berikut: telah
berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin, pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di
wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh)
tahun tidak berturut-turut, sehat jasmani dan rohani, dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tidak pernah dijatuhi pidana karena
melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun, jika dengan memperoleh
kewarganegaraan Indonesia, tidak menjadi kewarganegaraan ganda, mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan
tetap, membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.

E. Hilangnya Kewarganegaraan Indonesia

Hilangnya Kewarganegaraan Indonesia diantaranya; memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri,
tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan
untuk itu, dinyatakan hilang kewarganegaraan oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah
berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan
Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan, masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih
dahulu dari Presiden, secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di
Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undngan hanya dapat dijabat oleh warga negara Indonesia,
secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing
tersebut, tidak diwajibkan tapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yangbersifat ketatanegaraan untuk suatu negara
asing, mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai
tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya, bertempat tinggal diluar wilayah negara
republic Indonesia selama 5 (lima tahun berturut-turut bukan dalam rangaka dinas negara, tanpa alas an yang sah
dan dengan sngaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonedia sebelum jangka
waktu 5(liama) tahun itu berakhir dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan
pernytaaan ingin tetap menjadi warga Negara Indonesia kepada perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi
tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan RI tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang
bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.