Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

PERENCANAAN PENGAJARAN MATEMATIKA


“KI, KD, Pengembangan Indikator dan Mekanismenya”

Dosen pengampu :

Ririn Febriyanti, S.Pd., M.Pd.

Disusun Oleh:

KELOMPOK 3

HILMI AJI SETYAWAN (185044) 2018/B

MILLENIA ASTA SAFITRI (185072) 2018/B

NUR FAUZI ARIF DERMAWAN (185079) 2018/B

STKIP PGRI JOMBANG

PENDIDIKAN MATEMATIKA

2019/2020
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, yang senantiasa selalu memberikan rahmat-Nya
kepada kami semua. Sholawat serta salam kami haturkan kepangkuan Nabi besar
akhir zaman, Nabi Muhammad SAW insyaallah didapatkan syafaatnya di yaumul
qiyamah nanti.

Syukur Alhamdulillah, Allah pemilik alam semesta yang maha Esa


memberikan kenikmatan iman dan islam kepada kami semua, serta memberikan
kesempatan pada kami untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas ini.

Tugas ini bisa kami semua selesaikan berkat bantuan dan beberapa dorongan.
Untuk itu Tugas ini, kami persembahkan dan kami ucapkan terimakasih kepada
Orang Tua yang selalu mendidik, menjaga, memberi kasih sayang dan
mendukung dana sekolah.

Ibu Ririn Febriyanti, S.Pd., M.Pd. selaku pengampu mata kuliah Perencanaan
Pengajaran Matematika. Dengan pembahasan singkat yang mungkin masih
banyak kekurangannyai, kami berharap Dosen (pengampu) Perencanaan
Pengajaran Matematika, dapat menambahkan kekurangan tersebut, sehingga
kami mudah dalam mempelajarinya. Maka dari itu kami mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun, agar dapat menjadi evaluasi, sehingga dapat
tercipta tugas yang lebih baik lagi.

Jombang, 25 Maret 2020

Penulis
RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan KI, KD, Pengembangan Indikator dan


Mekanismenya ?

2. Bagaimakah proses pada perencanaan KI, KD, Pengembangan Indikator dan


Mekanismenya ?

3. Seperti apakah model/bentuk dari KI, KD, Pengembangan Indikator dan


Mekanismenya ?

TUJUAN

1) Mengetahui pengertian KI, KD, Pengembangan Indikator dan


Mekanismenya.

2) Mengetahui proses perencanaan KI, KD, Pengembangan Indikator dan


Mekanismenya.

3) Mengetaahui model/bentuk dari KI, KD, Pengembangan Indikator dan


Mekanismenya.
KOMPONEN SILABUS

I. IDENTITAS MATA PELAJARAN

Identitas mata pelajaran berisi nama sekolah, mata pelajaran/tema,


kelas/semester. Silabus diformatkan sebagai berikut :

II. STANDAR KOMPETENSI

Standar Kompetensi (Chamsiatin, 2008) adalah kualifikasi kemampuan


minimal peserta didik yang menggambarkan penguasan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai tingkat semester. Standar kompetensi terdiri sejumlah
kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara
nasional. Standar kompetensi merupakan seperangkat kompetensi yang
dibakukan secara nasional, diwujudkan dengan hasil belajar peserta didik secara
minimal. Pengembangan silabus dapat mengambil begitu saja dari standar isi
yang sudah disusun oleh pemerintah pusat (Kemendiknas).

III. KOMPETENSI DASAR

Kompetensi dasar (Chamsiatin, 2008) adalah sejumlah kemampuan yang


harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar
dijabarkan dari standar kompetensi. Pengembangan silabus dapat mengambilnya
begitu saja dari standar isi yang sudah disusun oleh pemerintahan pusat
(Kemendiknas).

IV. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Indikator pencapaian kompetensi adalah penanda perubahan nilai,


pengetahuan, sikap, keterampilan, dan perilaku yang dapat diukur. Indikator
digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan tujuan pembelajaran, substansi
materi, sumber dan media, serta alat penilaian.

Pengembangan indikator harus mengakomodasi kompetensi sesuai tendensi


yang digunakan SK dan KD. Jika aspek keterampilan lebih menonjol, maka
indikator yang dirumuskan harus mencapai kemampuan keterampilan yang
diinginkan. Klasifikasi kata kerja berdasarkan aspek kognitif adalah tingkat
pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian. Pada ranah
afektif menggunakan kata kerja operasional yang meliputi tingkata menerima,
menanggapi, menilai, mengelola, dan menghayati. Ranah psikomotorik memiliki
tingkatan menirukan, memanipulasi, pengalamiahan, dan artikulasi. Pada masing-
masing tingkatan baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik
memilki bentuk kata kerja operasional tersendiri yang terukur dan teramati.

Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata
pelajaran lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam
mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari
aspek mendengar, membaca, berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata
pelajaran matematika yang dominan pada aspek analisis logis. Guru melakukan
kajian mendalam mengenai karakteristik mata pelajaran sebagai acuan
mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran dikaji pada dokumen
standar isi mengenai tujuan, ruang lingkup dan SK serta KD masing-masing mata
pelajaran.

Pengembangkan indikator memerlukan informasi karakteristik peserta didik


yang unik dan beragam. Peserta didik memiliki keragaman dalam intelegensi dan
gaya belajar. Oleh karena itu indikator selayaknya mampu mengakomodir
keragaman tersebut. Peserta didik dengan karakteristik unik visual-verbal atau
psiko-kinestetik selayaknya diakomodir dengan penilaian yang sesuai sehingga
kompetensi siswa dapat terukur secara proporsional.
Lise Chamsiatin (2008) menyebutkan Perkembangan Indikator dan
Mekanismenya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

 Perkembangan Indikator

a. Setiap KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator.

b. Perumusan indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur


dan/atau diobservasi.

c. Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja
dalam KD.

d. Menggunakan prinsip urgensi, kontinuitas, relevasi, dan kontekstual. Dan

e. Seluruh indikator KD merupakan tanda untuk menilai pencapaian


kompetensi dasar, yakni terinternalisasikan nilai, sikap, kemampuan berpikir,
dan bertindak secara konsisten.

 Mekanisme Pengembangan Indikator

a) Menganalisis Tingkat Kompetensi dalam SK dan KD.

Langkah pertama pengembangan indikator adalah menganalisis tingkat


kompetensi dalam SK dan KD. Hal ini diperlukan untuk memenuhi tuntutan
minimal kompetensi yang dijadikan standar secara nasional. Sekolah dapat
mengembangkan indikator melebihi standar minimal tersebut.

Tingkat kompetensi dapat dilihat melalui kata kerja operasional yang


digunakan dalam SK dan KD. Tingkat kompetensi dapat diklasifikasi dalam tiga
bagian, yaitu tingkat pengetahuan, tingkat proses, dan tingkat penerapan. Kata
kerja pada tingkat pengetahuan lebih rendah dari pada tingkat proses maupun
penerapan. Tingkat penerapan merupakan tuntutan kompetensi paling tinggi yang
diinginkan. Klasifikasi tingkat kompetensi berdasarkan kata kerja yang
digunakan :
Tabel Tingkat Kompetensi Kata Kerja Operasional

Klasifikasi

No Tingkat Kata Kerja Operasional yang Digunakan

Kompetensi

1 Berhubungan 1. Mendeskripsikan (describe)

dengan 2. Menyebutkan kembali (recall)

mencari 3. Melengkapi (complete)

keterangan 4. Mendaftar (list)

(dealing with 5. Mendefinisikan (define)

retrieval) 6. Menghitung (count)

7. Mengidentifikasi (identify)

8. Menceritakan (recite)

9. Menamai (name)

2 Memproses 1. Mensintesis (synthesize)

(processing) 2. Mengelompokkan (group)

3. Menjelaskan (explain)

4. Mengorganisasikan (organize)

5. Meneliti/melakukan eksperimen (experiment)

6. Menganalogikan (make analogies)

7. Mengurutkan (sequence)

8. Mengkategorikan (categorize)

9. Menganalisis (analyze)

10. Membandingkan (compare)

11. Mengklasifikasi (classify)

12. Menghubungkan (relate)

13. Membedakan (distinguish)


14. Mengungkapkan sebab (state causality)

3 Menerapkan 1. Menerapkan suatu prinsip (applying a principle)

dan 2. Membuat model (model building)

mengevaluasi 3. Mengevaluasi (evaluating)

4. Merencanakan (planning)

5. Memperhitungkan/meramalkan kemungkinan

(extrapolating)

6. Memprediksi (predicting)

7. Menduga/Mengemukakan pendapat/ mengambil

kesimpulan (inferring)

8. Meramalkan kejadian alam/sesuatu (forecasting)

9. Menggeneralisasikan (generalizing)

10. Mempertimbangkan /memikirkan kemungkinan-

kemungkinan (speculating)

11. Membayangkan /mengkhayalkan/ mengimajinasikan

(Imagining)

12. Merancang (designing)

13. Menciptakan (creating)

14. Menduga/membuat dugaan/ kesimpulan awal

(hypothezing)

Selain tingkat kompetensi, penggunaan kata kerja menunjukan penekanan


aspek yang diinginkan, mencakup sikap, pengetahuan, serta keterampilan.
Pengembangan indikator harus mengakomodasi kompetensi sesuai tendensi yang
digunakan SK dan KD. Jika aspek keterampilan lebih menonjol, maka indikator
yang dirumuskan harus mencapai kemampuan keterampilan yang diinginkan.
Contoh indikator pencapaian kompetensi:

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

Memahami ketentuan Menggunakan 1.1. Siswa dapat membuat


logika matematika dalam prinsip logika garis besar prinsip logika
pemecahan masalah yang matematika yang matematika yang
berkaitan dengan berkaitan dengan
berkaitan dengan
pernyataan majemuk pernyataan majemuk dan
pernyataan mejemuk dan dan pernyataan pernyataan berkuantor
pernyataan berkuantor. berkuantor dalam dalam penarikan
penarikan kesimpulan dan
kesimpulan dan pemecahan masalah.
pemecahan masalah. 1.2. Siswa dapat
memperkirakan prinsip
logika matematika dalam
pemecahan masalah.
1.3. Siswa dapat
menggunakan prinsip
logika matematika yang
berkaitan dengan
pernyataan majemuk
dana pernyataan
berkuantor dalam
penarikan kesimpulan
dan pemecahan masalah.
1.4. Siswa dapat
menghubungkan prinsip
logika matematika yang
berkaitan dengan
pernyataan majemuk dan
pernyataan berkuantor
dalam penarikan
kesimpulan dan
pemecahan masalah.
1.5. Siswa dapat
menggolongkan prinsip
logika matematika yang
berkaitan dengan
pernyataan majemuk dan
pernyataan berkuantor
dalam penarikan
kesimpulan dan
pemecahan masalah.
Tabel 1 : Kata Kerja Ranah Kognitif
Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisis Sintesis Penilaian

Mengutip Memperkirakan Menugaskan Menganalisis Mengabstraksi Membandingkan

Menyebutkan Menjelaskan Mengurutkan Mengaudit Mengatur Menyimpulkan

Menjelaskan Mengkategorikan Menentukan Memecahkan Menganimasi Menilai

Menggambar Mencirikan Menerapkan Menegaskan Mengumpulkan Mengarahkan

Membilang Merinci Menyesuaikan Mendeteksi Mengkategorikan Mengkritik

MengidentifikasiMengasosiasikan Mengkalkulasi Mendiagnosis Mengkode Menimbang

Mendaftar Membandingkan Memodifikasi Menyeleksi Mengombinasikan Memutuskan

Menunjukkan Menghitung Mengklasifikasi Merinci Menyusun Memisahkan

Memberi label Mengkontraskan Menghitung Menominasikan Mengarang Memprediksi

Memberi indeks Mengubah Membangun MendiagramkanMembangun Memperjelas

Memasangkan MempertahankanMembiasakan Megkorelasikan Menanggulangi Menugaskan

Menamai Menguraikan Mencegah Merasionalkan Menghubungkan Menafsirkan

Mempertahanka
Menandai Menjalin Menentukan Menguji Menciptakan n

Menggambarka
Membaca Membedakan n Mencerahkan Mengkreasikan Memerinci

Menyadari Mendiskusikan Menggunakan Menjelajah Mengoreksi Mengukur

Menghafal Menggali Menilai Membagankan Merancang Merangkum

Meniru Mencontohkan Melatih Menyimpulkan Merencanakan Membuktikan

Mencatat Menerangkan Menggali Menemukan Mendikte Memvalidasi

Mengulang Mengemukakan Mengemukakan Menelaah Meningkatkan Mengetes

Memaksimalka
Mereproduksi Mempolakan Mengadaptasi n Memperjelas Mendukung

Meninjau Memperluas Menyelidiki Memerintahkan Memfasilitasi Memilih

Memilih Menyimpulkan MengoperasikanMengedit Membentuk Memproyeksikan

Menyatakan Meramalkan Mempersoalkan Mengaitkan Merumuskan

Mempelajari Merangkum Mengkonsepkan Memilih Menggeneralisasi

Mentabulasi Menjabarkan Melaksanakan Mengukur Menggabungkan


Memberi kode Meramalkan Melatih Memadukan

Menelusuri Memproduksi Mentransfer Membatas

Menulis Memproses Mereparasi

Mengaitkan Menampilkan

Menyusun Menyiapkan

Mensimulasikan Memproduksi

Memecahkan Merangkum

Melakukan Merekonstruksi

Mentabulasi

Memproses

Meramalkan

Tabel 2. Kata Kerja Ranah Afektif


Menerima Menanggapi Menilai Mengelola Menghayati

Memilih Menjawab Mengasumsikan Menganut Mengubah perilaku

Mempertanyakan Membantu Meyakini Mengubah Berakhlak mulia

Mengikuti Mengajukan Melengkapi Menata Mempengaruhi

Mengklasifikasika
Memberi Mengompromikan Meyakinkan n Mendengarkan

Menganut Menyenangi Memperjelas Mengombinasikan Mengkualifikasi

Mematuhi Menyambut Memprakarsai Mempertahankan Melayani

Meminati Mendukung Mengimani Membangun Menunjukkan

Menyetujui Mengundang Membentuk Membuktikan

Menampilkan Menggabungkan pendapat Memecahkan

Melaporkan Mengusulkan Memadukan

Memilih Menekankan Mengelola

Mengatakan Menyumbang Menegosiasi

Memilah Merembuk
Menolak

Tabel 3. Kata Kerja Ranah Psikomotorik

Menirukan Memanipulasi Pengalamiahan Artikulasi

Mengaktifkan Mengoreksi Mengalihkan Mengalihkan


Menyesuaikan Mendemonstrasikan Menggantikan Mempertajam

Menggabungkan Merancang Memutar Membentuk

Melamar Memilah Mengirim Memadankan

Mengatur Melatih Memindahkan Menggunakan


Mengumpulkan Memperbaiki Mendorong Memulai

Menimbang Mengidentifikasikan Menarik Menyetir

Memperkecil Mengisi Memproduksi Menjeniskan

Membangun Menempatkan Mencampur Menempel


Mengubah Membuat Mengoperasikan Menseketsa

Membersihkan Memanipulasi Mengemas Melonggarkan

Memposisikan Mereparasi Membungkus Menimbang

Mengonstruksi Mencampur
b) Menganalisis Karakteristik Mata Pelajaran, Peserta Didik, dan Sekolah

Pengembangan indikator mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran,


peserta didik, dan sekolah karena indikator menjadi acuan dalam penilaian.
Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005, karakteristik penilaian
kelompok mata pelajaran adalah sebagai berikut.

Kelompok Mata Mata Pelajaran Aspek yang Dinilai


Pelajaran

Agama dan Akhlak Pendidikan Agama Afektif dan Kognitif


Mulia

Kewarganegaraan dan Pendidikan Afektif dan Kognitif


Kepribadian Kewarganegaraan

Jasmani Olahraga dan Penjas Orkes Psikomotorik, Afektif, dan Kognitif


Kesehatan

Estetika Seni Budaya Afektif dan Psikomotorik

Ilmu Pengetahuan dan Matematika, IPA, IPS Afektif, Kognitif, dan/atau


Teknologi Bahasa, dan TIK. Psikomotorik sesuai karakter mata
pelajaran

Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari


mata pelajaran lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam
mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari
aspek mendengar, membaca, berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata
pelajaran matematika yang dominan pada aspek analisis logis. Guru harus
melakukan kajian mendalam mengenai karakteristik mata pelajaran sebagai acuan
mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran dapat dikaji pada
dokumen standar isi mengenai tujuan, ruang lingkup dan SK serta KD masing-
masing mata pelajaran.
Pengembangkan indikator memerlukan informasi karakteristik peserta didik
yang unik dan beragam. Peserta didik memiliki keragaman dalam intelegensi dan
gaya belajar. Oleh karena itu indikator selayaknya mampu mengakomodir
keragaman tersebut. Peserta didik dengan karakteristik unik visual-verbal atau
psiko-kinestetik selayaknya diakomodir dengan penilaian yang sesuai sehingga
kompetensi siswa dapat terukur secara proporsional.

Karakteristik sekolah dan daerah menjadi acuan dalam pengembangan


indikator karena target pencapaian sekolah tidak sama. Sekolah kategori tertentu
yang melebihi standar minimal dapat mengembangkan indikator lebih tinggi.
Termasuk sekolah bertaraf internasional dapat mengembangkan indikator dari SK
dan KD dengan mengkaji tuntutan kompetensi sesuai rujukan standar
internasional yang digunakan. Sekolah dengan keunggulan tertentu juga menjadi
pertimbangan dalam mengembangkan indikator.

c) Menganalisis Kebutuhan dan Potensi

Kebutuhan dan potensi peserta didik, sekolah dan daerah perlu dianalisis
untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mengembangkan indikator.
Penyelenggaraan pendidikan seharusnya dapat melayani kebutuhan peserta didik,
lingkungan, serta mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Peserta
didik mendapatkan pendidikan sesuai dengan potensi dan kecepatan belajarnya,
termasuk tingkat potensi yang diraihnya.

Indikator juga harus dikembangkan guna mendorong peningkatan mutu


sekolah di masa yang akan datang, sehingga diperlukan informasi hasil analisis
potensi sekolah yang berguna untuk mengembangkan kurikulum melalui
pengembangan indikator

.
d) Merumuskan Indikator

Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai


berikut:

i. Setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator

ii. Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam


kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus mencapai
tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi
kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.

iii. Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.

iv. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat


kompetensi dan materi pembelajaran.

v. Indikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga


menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.

vi. Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator


penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.

e) Mengembangkan Indikator Penilaian

Indikator penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari indikator


(indikator pencapaian kompetensi). Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk
dijadikan pedoman penilaian bagi guru, peserta didik maupun evaluator di
sekolah. Dengan demikian indikator penilaian bersifat terbuka dan dapat diakses
dengan mudah oleh warga sekolah. Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes
dan non-tes harus sesuai dengan indikator penilaian.

Indikator penilaian menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan


dengan indikator (indikator pencapaian kompetensi). Rumusan indikator
penilaian memiliki batasan-batasan tertentu sehingga dapat dikembangkan
menjadi instrumen penilaian dalam bentuk soal, lembar pengamatan, dan atau
penilaian hasil karya atau produk, termasuk penilaian diri.
Perumusan indikator pencapaian kompetensi, menggunakan kata kerja
operasional (KKO) yang dapat diuku :
CONTOH :

A. STANDART KOMPETENSI :
Menggunakan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan
dengan pernyataan mejemuk dan pernyataan berkuantor.

B. KOMPETENSI DASAR :
1. Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkaran atau negasinya.
2. Menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk dan
pernyataan berkuantor.
3. Merumuskan pernyataan yang setara dengan pernyataan majemuk atau
pernyataan berkuantor yang diberikan.
4. Menggunakan prinsip logika matematika yang berkaitan dengan
pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor dalam penarikan
kesimpulan dan pemecahan masalah.

C. TIK/TPK

No. Kompetensi Dasar Indikator


1. Memahami pernyataan 1.1. Menyatakan kembali suatu
dalam matematika dan ingakaran atau negasi.
ingkaran atau negasinya. 1.2. Membedakan pernyataan yang
termasuk ingkaran atau negasi.
1.3. Siswa dapat menyelesaikan
permasalahan yang berkaitan
dengan ingkaran atau negasi.
1.4. Siswa dapat menarik kesimpulan
dari suatu pernyataan yang
mengandung ingkaran.
1.5. Siswa mampu menciptakan suatu
pernyataan yang mengandung
ingkaran.
2. . Menentukan nilai 2.1. siswa dapat menyatakan kembali
kebenaran dari suatu pengertian dari pernyataan
pernyataan majemuk dan majemuk dan pernyataan
pernyataan berkuantor. berkuantor.
2.2. Siswa mampu menuliskan nilai
kebenaran dari satu pernyataan
majamuk dan pernyataan
berkuantor.
2.3. Siswa dapat menunjukkan nilai
kebenaran dari suatu pernyataan
majemuk dan pernyataan
berkuantor.
2.4. Siswa mampu menggambarkan
kesimpulan nilai kebenaran dari
pernyataan majemuk dan
berkuantor.
2.5. Siswa mampu menciptakan atau
member contoh pernyataan
majemuk dan berkuantor disertai
nilai kebenaran.

3. Merumuskan pernyataan 3.1. Siswa mampu memilih pernyataan


yang setara dengan yang setara dengan pernyataan
pernyataan majemuk majemuk atau pernyataan
atau pernyataan berkuantor.
berkuantor yang
diberikan. 3.2. Siswa mampu menuliskan kata-kata
sendiri mengenai pernyataan
majemuk atau pernyataan
berkuantor.
3.3. Siswa mampu menunjukkan
pernyataan yang setara dengan
pernyataan majemuk atau
pernyataan berkuantor.
3.4. Siswa mampu merinci pernyataan
yang setara dengan pernyataan
majemuk atau pernyataan
berkuantor.
3.5. Siswa mampu menjelaskan
pernyataan yang setara dengan
pernyataan majemuk atau
pernyataan berkuantor.

D. RINCIAN MATERI POKOK

Materi Pokok : Logika Matematika

Berikut ini adalah rincian materi pokok logika matematika.

1. Ingkaran, Disjungsi, Konjungsi, Implikasi, Biimplikasi.

2. Pernyataan mejemuk dan pernyataan berkuantor


DAFTAR PUSTAKA

Akbar,sa’dun. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Jln. Ibu Inggit Garnasih.


Bandung. PT REMAJA ROSDAKARYA.

Adaptasi dan disarikan dar: Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan


Indikator

http://blog.unnes.ac.id/seputarpendidikan/2015/10/19/standar-
kompetensi-sk-kompetensi-dasar-kd-dan-indikator/

http://duniapendidikan.putrautama.id/indikator-pencapaian-
kompetensi-ipk/

https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/bitstream/handle/11617
/3336/12.Pengembangan%20Indikator%20Dalam%20Upaya%20Mencapai
%20Kompetensi%20Dasar%20Bahasa%20Indonesia%20Di%20Sekolah
%20Menengah%20Atas%20Kabupaten%20Karanganyar%20Jawa%20Tengah.pdf?
sequence=1&isAllowed=y