Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

“Memulai dan menyiapkan studi kelayakan usaha baru ”

Disusun Oleh:

Kelompok 5 S1-VIB

1. Citra Prameswari (1701052)

2. Dechania Samura (1701054)

3. Helgi Novembri (1701064)

4. Indah Septia (1701066)

5. Risma Nurhayati (1701080)

6. Sarah Amelia Azhar (1701081)

7. Yolanda Maharani (1701092)

Dosen Pengampu :

Erniza Pratiwi,M.Farm,Apt

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

YAYASAN UNIVERSITAS RIAU

2020
KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirahim,

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan

karunianya kami diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah ini yang

membahas mengenai “Memahami dan menyiapkan studi kelayakan usaha baru”.

Dalam proses penyusunan makalah ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan,

arahan, koreksi dan saran. Untuk itu tidak lupa juga saya berterima kasih :

1. Kepada Ibu Erniza Pratiwi,M.Farm,Apt selaku dosen mata kuliah Kewirausahaan

2. Kepada ke dua orang tua kami yang telah banyak memberikan motivator kepada kami

3. Kepada teman-teman, sahabat dan segenap pihak yang tidak dapat penulis sebutkan

satu persatu yang telah banyak membantu dan juga memberikan dukungan

Penulis memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala

saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca

pada umumnya.

Pekanbaru, 29 Februari 2020

Penulis

Kelompok 5

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................................................i

Daftar isi....................................................................................................................................ii

Bab I Pendahuluan.....................................................................................................................1

1.1. Latar belakang masalah................................................................................................1

1.2. Rumusan masalah...........................................................................................................

1.3. Tujuan penulisan.............................................................................................................

Bab II Pembahasan......................................................................................................................

2.1...................................................................................Definisi studi kelayakn usaha baru


..........................................................................................................................................

2.2.........................................................................Aspek-aspek studi kelayakan usaha baru


..........................................................................................................................................

2.3...................................................................................Tujuan studi kelayakan usaha baru


..........................................................................................................................................

2.4...................................................................................Manfaat studi kelayakn usaha baru


..........................................................................................................................................

2.5.................................................................................Tahapan studi kelayakan usaha baru


..........................................................................................................................................

2.6.............................................................................Kegagalan studi kelayakan usaha baru


..........................................................................................................................................

Bab III Penutup............................................................................................................................

3.1.......................................................................................................................Kesimpulan
..........................................................................................................................................

3.2.................................................................................................................................Saran
..........................................................................................................................................

Daftar Pustaka..............................................................................................................................

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembahasan mengenai studi kelayakan bisnis tidak terlepas dari pemahaman

manajemen ditambah dengan melihat beberapa aspek yang terkait disana seperti aspek

ekonomi, teknologi, politik-hukum dan sosial-budaya. Dimana kesemua aspek ini saling

memiliki keterkaitan satu sama lainnya untuk mendukung kelayakan suatu bisnis baik

dilihat dari segi mikro dan makro.

Aspek-aspek ini didalam manajemen dilihat sebagai bagian yang mampu

mempengaruhi keputusan bisnis, terutama sebagaimana dikatakan oleh Iman Soeharto

(1999: 76) bahwa pengkajian yang bersifat menyeluruh dan mencoba menyoroti segala

aspek kelayakan proyek atau investasi dikenal sebagai studi kelayakan. Sedangkan

Yakob Ibrahim (1996: 92) mendefinisikan studi kelayakan bisnis merupakan gambaran

kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai dengan kondisi, potensi, serta peluang yang

tersedia dari berbagai aspek dan tujuan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang pembuatan makalah ini, maka rumusan masalah pada

makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Apa pengertian studi kelayakan usaha

2. Apa saja Aspek apa saja yang ada dalam studi kelayakan usaha baru

4
3. Tujuan dari studi kelayan usaha baru

4. Manfaat dari studi kelayakn usaha baru

5. Apa tahapan dari studi kelayakn usaha baru

6. Apa saja kegagalan studi kelayakan usaha baru

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah

sebagai berikut

1. Untuk mengetahui definis studi kelayakn usaha baru

2. Untuk mengetahui aspek-aspek studi kelayakn usaha baru

3. Untuk mengetahui stuudi kelayakan usaha baru

4. Untuk mengetahui manfaat studi kelayakan usaha baru

5. Untuk mnegetahui tahapan dari studi kelayakan usaha baru

6. Untuk mengetahui apa saja kegagalan studi kelayakan usaha baru

5
BAB II

PEMBAHASAN

2. 1 Definisi studi kelayakan usaha baru

Menurut Kasmir dan Jakfar (2003: 10) Studi kelayakan bisnis atau usaha adalah

kegiatan yang mempelajari secara mendalam atau bisnis yang akan dijalankan, dalam

rangka menentukan layak tidaknya usaha tersebut dijalankan

Studi kelayakan usaha atau disebut juga analisis proyek bisnis adalah penelitian

tentang layak atau tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara

terus-menerus. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang

berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar

mampu memberikan manfaat ekonomis dan sosial sepanjang waktu. Dalam studi ini,

pertimbangan ekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar

implementasi kegiatan usaha.

Studi kelayakan usaha juga merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang

tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun, tetapi juga saat

dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal

untuk waktu yang tidak ditentukan, misalnya rencana peluncuran produk baru.

Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan antara lain untuk:

6
1. Merintis usaha baru, misalnya membuka toko, membangun pabrik, mendirikan

perusahaan jasa, membuka usaha dagang, dan lain sebagainya.

2. Mengembangkan usaha yang sudah ada, misalnya untuk menembah kapasitas

pabrik, memperluas skala usaha, mengganti peralatan/mesin, menambah mesin

baru, memperluas cakupn usaha, dan lain sebagainya.

3. Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan, misalnya

pilihan usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi atau perakitan,

proyek A atau proyek B, dan lain sebagainya.

2. 2 Model Proses Kewirausahaan

Secara umum suatu pengerjaan proyek/ usaha yang akan dilakukan

dianggap feasible (layak) adalah apabila memenuhi kriteria dibawah ini:

1. Proyek/usaha yang dikerjakan tersebut mampu memberikan manfaat yang berarti

kepada publik (masyarakat).

2. Proyek/usaha yang dikerjakan tersebut adalah dianggap mampu

berkembang (expand) dan yang terpenting memiliki kondisi kontinuitas usaha

yang tinggi .

3. Proyek/usaha yang akan dikerjakan itu nantinya diperkirakan akan mampu tahan

terhadap berbagai goncangan ekonomi (economic fluctuation) baik karena faktor

domestik maupun global.

4. Proyek/usaha yang dikerjakan tahan terhadap berbagai masalah termasuk jika

timbulnya krisis kepercayaan.

5. Proyek/usaha tersebut diharapkan akan bisa menampung lapangan pekerjaan atau

secara tidak langsung telah mencoba mengurangi angka

pengangguran (unemployment).

7
6. Proyek/usaha yang akan dilaksanakan tersebut diharapkan mampu memberikan

suatu keuntungan yang wajar dengan juga mampu untuk mengembalikan cicilan

bunga beserta pokoknya secara tepat waktu.

7. Proyek/ usaha yang sedang dilaksanakan adalah searah dengan konsep rencana

pembangunan pemerintah baik pemda dan pusat.

8. Manajer yang membawahi pengerjaan proyek/usaha tersebut adalah orang yang

memiliki pengalaman dan pendidikan yang cukup.

9. Manajer dan karyawan yang mengerjakan proyek/usaha tersebut adalah

memiliki performance yang dapat dipertanggungjawabkan secara konsep

manajemen modern, seperti kedisiplinan, loyalitas, kejujuran dan keinginan untuk

terus memperbaiki kesalahan.

10. Diharapkan proyek/usaha tersebut berkeinginan dalam jangka panjanguntuk

menerapkan penggunaan teknologi modern guna mengantisipasi perkembangan

teknologi yang dinamis juga untuk mengantisipasi akan munculnya para pesaing.

Beberapa aspek yang tidak bisa dihilangkan dalam kajian kelayakan yaitu:

1. Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)

Dalam hal membangun proyek bisnis, ketersediaan SDM-nya, yaitu

manajer proyek dan staf proyek hendaknya dikaji secara cermat. Kesuksesan

suatu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebuah proyek bisnis sangat

tergantung pada SDM yang solid, yaitu manajer dan timnya. Membangun

sebuat tim yang efektif merupakan suatu kombinasi antara seni dan ilmu

pengetahuan. Dalam membangun sebuah tim yang efektif, pertimbangan harus

diadakan bukan hanya pada keahlian teknis para manajer atau anggota tim

semata, tetapi juga pada peranan penting mereka dan keselarasan mereka

dalam bekerja.

8
2. Aspek Teknis

Evaluasi aspek teknis mempelajari kebutuhan teknis proyek, sperti

penentuan kapasitas produk, jenis teknologi yang digunakan, penggunaan

peralatan, dan mesin serta lokasi usaha yang paling menguntungkan.

Setiap gagasan kewirausahaan- baik produksi barang maupun penyediaan

jasa- mempunyai aspek teknis yang hatus dianalisis seblum usaha

implementasi gagasan dilaksanakan. Ada dua langkah penting dalam proses

ini, yaitu:

a. Identifikasi spesifikasi teknis penting

Evaluasi gagasan ventura baru hendaknya dimulai dengan identifikasi

persyaratan teknis yang kritis terhadapa pasar sehingga mampu memenuhi

harapan dari pelanggan potensial. Persyaratan teknis yang paling penting

adalah:

 Desain fungsional produk dan daya tarik penampilannya

 Fleksibilitas, memungkinkan adanya modifikasi cirri luar dari produk

untuk memenuhi permintaan konsumen atau perubahan teknologi dan

persaingan.

 Daya tahan bahan baku produk dapat diandalkan, kinerja produk

seperti yang diharapkan pada kondisi operasi normal

 Keamanan produk, tidak menimbulkan bahaya pada kondisi

operasional daya guna yang bisa diterima

 Kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah

 Standariasasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu

 Kemudahan untuk diproduksi dan diproses dan kemudian untuk

ditangani

9
b. Pengembangan dan uji coba produk

Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji

laboratorium, evaluasi bahan baku alternative, serta fabrikasi model dan

prototype untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian, hasil negative

dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu.

3. Aspek Pemasaran

Untuk menganalisis aspek pemasaran, seorang wirausaha terlebih dahulu

harus melakukan penelitian pemasaran dengan menggunakan sistem informasi

pemasaran yang memadai berdasarkan analisis dan prediksi apakah bisnis

yang akan dirintis atau dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai

atau tidak. Dalam analisis pasar, biasanya terdapat beberapa komponen yang

harus dianalisis dan dicermati, di antaranya:

a. Kebutuhan dan keinginan konsumen, jika kebutuhan dan keinginan

konsumen terpenuhi, berarti peluang pasar bisnis kita terbuka dan layak

bila dilihat dari kebutuhan/keinginan konsumen.

b. Segmentasi pasar, pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi, misalnya

berdasarkan geografi, demografi, dan sosial budaya.

c. Target, terget pasar menyangkut banyaknya konsumen yan g dapat diraih.

d. Nilai tambah, wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa

pada setiap rantai pemasaran, mulai dari pemasok, agen, hingga konsumen

akhir.

e. Masa hidup produk, harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa

bertahan lama atau tidak.

10
f. Struktur pasar, harus dianalisis apakah barang dan jasa yang akan

dipasarkan termasuk pasar persaingan tidak sempurna atau sempurna.

g. Persaingan dan strategi pesaing, harus dianalisis apakah tingkat persaingan

tinggi atau rendah, jika persaingan tinggi berarti peluang pasar rendah.

h. Ukuran pasar, ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan.

i. Pertumbuhan pasar, pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan

volume penjualan.

j. Laba kotor, apakah perkiraan margin laba kotor tinggi atau rendah.

k. Pangsa pasar, pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan

jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa ditawarkan.

4. Aspek Produksi

Beberapa unsur dari aspek produksi/operasi yang harus dianalisis adalah:

a. Lokasi operasi, untuk bisnis hendaknya dipilih lokasi yang paling strategis

dan efisien, baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi pelanggannya.

b. Volume operasi, volume operasi harus relevan dengan potensi pasar dan

prediksi permintaan, sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekurangan

kapasitas.

c. Mesin dan peralatan, mesin dan peralatan harus sesuai dengan

perkembangan teknologi masa kini dan yang akan datang.

d. Bahan baku dan bahan penolong, bahan baku dan bahan penolong yang

diperlukan harus cukup tersedia.

e. Tenaga kerja, jumlah dan kualifikasi karyawan harus disesuaikan dengan

keperluan jam kerja dan kualifikasi pekerjaan untuk menyelesaikannya.

f. Tata letak, tata ruang atau tata letak berbagai fasilitas operasi harus tepat

dan prosesnya  praktis sehingga dapat mendukung proses produksi.

11
5. Aspek Manajemen

Dalam menganalisis aspek-aspek manajemen, terdapat beberapa unsur

yang harus dianalisis, seperti:

a. Kepemilikan, bentuk kepemilikan perusahaan hendaknya dipilih yang

tidak berisiko terlalu tinggi dan menguntungkan.

b. Organisasi, bentuk organisasi perusahaan harus tepat dan efisien.

c. Tim manajemen, bila bisnis merupakan skala besar, maka sebaiknya

dibentuk tim manajemen yang solid.

d. Karyawan, karyawan harus disesuaikan dengan jumlah dan kualifikasi

yang diperlukan.

6. Aspek Keuangan

Analisis aspek keuangan meliputi komponen-komponen sebagai berikut:

a. Kebutuhan dana, yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan.

b. Sumber dana, yaitu sumber dana internal dan modal eksternal.

c. Proyeksi neraca, sangat penting untuk mengetahui kekayaan perusahaan.

d. Proyeksi laba rugi, proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan

perkiraan laba atua rugi di masa yang akan datang.

e. Proyeksi arus kas, dari arus kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk

membayar kewajiban-kewajiban keuangannya.

7. Aspek Kemanfaatan

Aspek kemanfaatan yang dimaksud disini adalah bahwa proyek/usaha

yang dikerjakan tersebut nantinya diharapkan akan bermanfaat bagi

masyarakat dan juga telah turut membantu menyukseskan program pemerintah

12
dalam pembangunan. Aspek ini dimaksudkan untuk meyakini apakah secara

yuridis rencana bisnis dapat dinyatakan layak atau tidak. Jika suatu rencana

bisnis yang tidak layak tetap direalisasikan, bisnis berisiko besar akan

dihentikan oleh pihak yang berwajib atau oleh masyarakat. Dalam aspek ini

menyangkut siapa pelaksana bisnis, bisnis apa yang dilaksanakan, waktu

pelaksanaan bisnis, dimana bisnis dilaksanakan dan peraturan perundang-

undangan yang berlaku.

8. Aspek Kesempatan Kerja

Disini diharapkan bahwa proyek/usaha yang dikerjakan tersebut adalah

mampu untuk membuka lapangan pekerjaan baru kepada masyarakat yang

otomatis itu adalah membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah angka

pengangguran. Misalnya pada usaha yang sifatnya padat karya, jelas untuk

usaha seperti ini penyerapan jumlah tenaga kerja akan terasa sangat signifikan

terjadi.

9. Aspek Lingkungan

Aspek lingkungan menyangkut berbagai hal yang berhubungan dengan

lingkungan dan dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan suatu perusahaan

seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya.

Keseimbangan ekosistem lingkungan harus selalu dijaga pada saat kerusakan

lingkungan sudah terjadi maka mengembalikan kembali kepada keseimbangan

semula adalah sangat sulit karena proses stabilitas lingkungan itu adalah

memakan waktu yang sangat lama.

10. Aspek Ekonomi, Sosial dan Politik

a. Aspek Ekonomi, meliputi :

 Rencana Pembangunan Nasional

13
 Distribusi Nilai Tambah

 Keuntungan Ekonomi Nasional

 Hambatan di bidang ekonomi, dan

 Dukungan Pemerintah

b. Aspek Sosial, meliputi:

 Perusahaan sebagai lembaga sosial

 Perubahan kondisi sosial yang kompleks

 Perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik

c. Aspek Politik, diutamakan pada good news dan bad news dari situasi

poitik bagi suasana bisnis, khususnya terhadap nilai kurs.

2. 3 Tujuan Studi Kelayakan Usaha

Ketika ingin mengetahui kelayakan usaha kita, tentunya kita harus mengetahui

tujuannya. Dalam hal ini Kasmir dan Jakfar, (2003: 20) mengatakan “paling tidak ada

lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan

studi kelayakan”, yaitu:

a. Menghindari resiko kerugian. Untuk mengatasi resiko kerugian pada masa yang

akan datang harus ada semacam kondisi kepastian. Kondisi ini ada yang dapat

diramalkan akan terjadi atau terjadi tanpa dapat diramalkan. Fungsi studi

kelayakan adalah meminimalkan resiko yang tidak diinginkan, baik risiko yang

dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.

b. Memudahkan perencanaan. Apabila sudah dpat meramalkan yang akan terjadi

pada masa yang akan datang, kita dapat melakukan perencanaan dan hal-hal yang

perlu direncakan.

c. Memudahkan pelaksaan pekerjaan. Berbagai rencana yang sudah disusun akan

memudahkan pelaksaan usaha. Pedoman yang telah tersusun secara sistematis,

14
menyebabkan usaha yang dilaksanakan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan

rencana yang sudah disusun.

d. Memudahkan pengawasan. Pelaksanaan usaha yang sesuai dengan rencana yang

sudah disusun, akan memudahkan kita untuk melakukan pengawasan terhadapa

jalanya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak melenceng dari rencana

yang telah disusun.

e. Memudahkan pengendalian. Apabila dalam pelaksanaan telah dilakukan

pengawasan, jika terjadi penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga dapat di

lakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah

mengendalikan agar tidak melenceng dari rel yang sesungguhnya, sehingga tujuan

perusahaan akan tercapai.

2. 4 . Manfaat studi kelayakan usaha baru

Ketika anda telah membuat studi kelayakan bisnis secara detail maka anda akan

mengetahui bagaimana membuat keputusan yang tepat. Tentunya ini akan

memberikan anda ketenangan pikiran ketika menjalankan bisnis.

Permasalahan terbesar untuk melakukan studi kelayakan bisnis adalah penelitian

ini membutuhkan waktu yang lama serta konsentrasi yang tinggi. Hal inilah yang

menyebabkan banyak pebisnis yang enggan untuk melakukan studi kelayakan

sebelum memulai bisnisnya.

Padahal para ahli bisnis berpendapat membangun bisnis tanpa studi kelayakan

berkemungkinan besar mengalami kegagalan. Beberapa manfaat dari mempersiapkan

studi kelayakan bisnis untuk memulai usaha diantaranya adalah :

1. Memahami peluang

Dengan melakukan penelitan dalam menentukan bisnis yang akan dijalankan

maka anda dapat mengetahui bisnis yang dijalankan dapat menghasilkan

15
keuntungan. Tentunya ini akan membuat anda tidak akan membuat waktu dan

uang dengan percuma untuk usaha yang tidak menghasilkan laba.

2. Menguji konsep bisnis

Studi kelayakan bisnis dapat membantu anda untuk menguji konsep bisnis

anda serta mencari tahu bagaimana mengatasi permasalahan yang akan dihadapi.

Tentunya ini akan bermanfaat bagi anda dalam mempersiapkan perencanaan yang

matang seperti biaya-biaya yang tidak terduga.

3. Menambah kepercayaan diri

Sebuah penelitian yang detail dan akurat dapat memberikan kepercayaan diri

anda untuk mengembangkan bisnis anda. Hal ini dikarenakan telah

memperhitungkan kelayakan bisnis yang akan anda jalankan. Tentunya ini akan

memudahkan anda untuk merealisikan setiap rencana pengembangan usaha. selain

itu studi kelayakan bisnis juga dapat membantu pebisnis dalam mengevaluasi

semua kegiatan usaha yang dilakukan.

4. Keuangan atau permodalan

Studi kelayakan bisnis memungkinkan anda untuk menentukan berapa modal

yang dibutuhkan untuk memulai bisnis anda. Hal penting yang harus anda ingat

adalah bahwa salah satu faktor kegagalan dalam bisnis adalah permodalan yang

tidak memadai.

2. 5 Tahapan studi kelayakan

Studi kelayakan binis merupakan metode ilmiah. Salah satu syaratmetode

ilmiah adalah sistematis. Penyusunan studi kelayakan bisnissebagai salah satu metode

ilmiah pada umumnya meliputi beberapalangkah kegiatan, yaitu :

a. Penemuan ide bisnis 

b. Melakukan studi pendahuluanc.

16
c. Membuat desain studi kelayakand.

d. Pengumpulan data

e. Analisis & interpretasi dataf.

f. Menarik kesimpulan.

g. Membuat rekomendasih.

h. Penyusunan laporan Studi Kelayakan Bisnisi.

i. Pelaksanaan Bisnis

1. penemuan Ide

Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilakproduk laku

untuk dijual dan menguntungkan diperlukan penelitianyang terorganisasi dengan

baik serta dukungan sumber daya yangmemadai. Jika ide proyek lebih dari satu,

dipilih denganmemperhatikan:

a. ide proyek sesuai dengan kata hatinya 

b. pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yangsifatnya

teknis

c. keyakinan akan kemampuan proyek menghasilakan laba.

2. Tahap Penelitian

Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebihmendalam dengan

metode ilmiah:

a. mengumpulkan data 

b. mengolah data

c. menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan datad)

d. menyimpulkan hasil

e. membuat laporan hasil

3. Tahap Evaluasi

17
Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebihstandar atau

kriteria yang bersifat kuantitatif atau kualitatif. Ada 3macam evaluasi:

a. mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan

b. mengevaluasi proyek yang akan dibangun

c. mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin

Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruhongkos yang

akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan

diperkirakan akan diperoleh.

4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak 

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggaplayak, perlu

dilakukan pemilihan rencana bisnis yang mempunyaiskor tertinggi jika dibanding

usulan lain berdasar kriteria penilaianyang telah ditentukan.

5. Tahap Rencana Pelaksanaan

Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerjapelaksanaan

pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan

kualifikasi tenaga perencana, ketersediaandana dan sumber daya lain serta

kesiapan manajemen.

6. Tahap PelaksanaanDalam

realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemenproyek. Setelah proyek

selesai dikerjakan tahap selanjutnya adalahmelaksanakan operasional bisnis secara

rutin. Agar selalu bekerjasecaa efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan

labaperusahaan, dalam operasional perlu kajian-kajian untukmengevaluasi bisnis

dari fungsi keuangan, pemasaran, produksi dan operasi.

Rencana bisnis (business plan) adalah dokumen tertulis yangmendeskripsikan

masa depan bisnis yang akan dimulai. Rencana inimeliputi apa, bagaimana, kapan,

18
siapa dan mengapa sebuah bisnisdijalankan. Rencana bisnis pada umumnya terdiri

dari :

a. Tujuan bisnis

b. Strategi yang digunakan untuk mencapainya.

c. Masalah potensial yang kira-kira akan dihadapi dan caramengatasinya.

d. Struktur organisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab).

e. Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan.

f. Modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan dan

bagaimana mempertahankannya untuk mencapai break even point (BEP).

2. 6 Kegagalan studi kelayakan usaha

Sekalipun sudah dilakukan penelitian melalui studi yang sungguh-sungguh, setip

bisnis atau usaha yang dijalankan tidak menjamin 100 persen bahwa usaha tersebut akan

berhasil. Ada banyk hal yang menyebabkan usaha tersebut mengalami kegagalan. Kegagalan

dapat dimulai dari kesalahan si penstudi dalam memlakukan perhitungan sampai factor-

faktor yang memang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Resiko kerugian yang timbul

dimasa yang akan dating disebabkan karena di masa yang akan dating penuh dengan

berbagai ketidakpastian.

Secara umum factor-faktor yang menyebabkan kegagalan usaha antara lain :

1. Data dan informasi tidak lengkap

Pada saat melakukan penelitian data dan informasi yang disajikan kurang

lengkap, sehingga hal-hal yang seharusnya menjadi penilaian tidak ada. Kemudian

dapat pula data yang disediakan tidak dapat dipercaya alias palsu.

2. Tidak teliti

Kegagalan dapat pula disebabkan si penstudi ( orang yang melakukan studi )

kurang teliti dalam meneliti dokumen–dokumen yang ada.

19
3. Salah perhitungan

Kesalahan juga dapat dilakukan apabila si enstudi salah dalam melakukan

perhitungan.

4. Pelaksanaan pekerjaan salah

Para pelaksana bisnis sangat memegang peranan penting dalam keberhasilan

menjalankan bisnis tersebut. Apabila para pelaksana tidak mengerjakan proyek

secara benar atau tidak sesuai dengan pedoman yang ditetapkan, maka

kemungkinan bisnis tersebut gagal sangat besar.

5. Kondisi lingkungan

Kegagalan lainnya adalah adanya unsur-unsur yang terjadi memang tidak

dapat kita kendalikan. Perubahan lingkungan seperti perubahan ekonomi, politik,

hokum, social, dan perubahan perilaku masyarakat, atau karena bencana alam.

6. Unsur sengaja

Kesalahan yang sangat fatal adalah adanya factor kesengajaan untuk membuat

kesalahan. Artinya peneliti secara sengaja membuat kesalahan yang tidak sesuai

dengan kondisi sebenarnya dengan berbagai sebab.

Sudah pasti bahwa pendirian suatu bisnis atau proyek akan memberikan

berbagai manfaat atau keuntungan bagi pemilik usaha . disamping itu, keuntungan

dan manfaat lain dapat pula dipetik oleh berbagai pihak dengan kehadiran suatu

usaha.berikut keuntungan dengan adanya suatu usaha bagi perusahaan, pemerintah,

maupun masyarakat :

20
1. Memperoleh keuntungan

Apabila suatu usaha dikatakanlayak untuk dijalankan akan memberikan

keuntungan, terutama keuntungan keuangan bagi pemilik perusahaan.

2. Membuka peluang pekerjaa

Dengan adanya usaha jelas akan membuka peluang pekerjaan bagi

masyarakat, baik bgi masyarakat yang terlibat langsung dengan usaha, maupun

masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi usaha.

3. Manfaat ekonomi

Secara umum manfaat ekonomi antara lain :

 Menambah jumlah barang atau jasa.

 Meningkatkan mutu produk

 Meningkatkan devisa

 Menghemat devisa

4. Tersedia sarana dan prasarana

Bisnis yang akan dijalankan disamping memberikan manfaat seperti diatas

juga memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas terutama bagi masyarakat

di sekitar bisnis yang dijalankan.

5. Membuka isolasi wilayah

Untuk wilayah tertentu pembukaan usaha misalnya perkebunan, jalan, atau

pelabuhan akan membuka isolasi wilayah. Wilayah yang tadinya  tertutup menjadi

terbuka, sehingga akses masyarakat akan menjadi lebih baik.

6. Meningkatkan persatuan dan membantu pemerataan pembangunan

Dengan adanya proyek, biasanya pekerja yang datang berasal dari berbagai

daerah, sehinggameningkatkan persatuan. Serta dengan adanya proyek di daerah,

akan memberikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

21
BAB III

PENUTUP

3. 1 Kesimpulan

Studi kelayakan usaha merupakan cara untuk mengetahui hal-hal yang perlu

diperhatikan dalam memulai suatu bisnis atau usaha. Dalam memulai usaha banyak

yang harus diperhatikan, mulai dari lokasi, barang yang akan di gunakan untuk usaha,

sasaran atau objek yang akan menerima barang, dana yang yang dibutuhkan untuk

menjalankan usaha tersebut. Sehingga perlunya studi kelayakan usaha.

Didalam melakukan usaha atau bisnis harus diperhatikan hal-hal yang yang

penting, antara lain: tujuan kelayakan usaha, pihak yang berkepentingan seperti

pemilik perusahaan, invester atau pemberi dana, masyarakat dan pemerintah, serta

perlunya mengetahui aspek-aspek mengenai kelayakan usaha, yaitu : Aspek Sumber

daya manusia, produksi, pemasaran, teknis, keuangan, kemanfaatan barang,

kesempatan kerja, manajamen, lingkungan, social, ekonomi, dan politik. Agar

nantinya dalam berwirausaha berjalan lancer dan sesuai dengan target atau tujuan

yang kita inginkan sehingga menjadi wirausaha yang sukses.

22
DAFTAR PUSTAKA

Rusdiana, A. 2014. KEWIRAUSAHAAN Teori dan Praktik. Bandung: CV Pustaka Setia.

Suryana. 2006. Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Umar, Husein. 2007. Studi Kelayakan Bisnis Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Fahmi, Irham. Dkk. 2010. Studi Kelayakan Bisnis Teori Dan Aplikasi. Cet-2.Bandung:

Alfabeta

23