Anda di halaman 1dari 31

DESKRIPSI LAYANAN

KONSULTAN IMPLEMENTASI PROGRAM


GRANT BASED KINERJA UNTUK SUPPLY AIR

Abstract
[Draw your reader in with an engaging abstract. It is typically a short summary of the document.
When you’re ready to add your content, just click here and start typing.]

Prepared by:KEMITRAAN INDONESIA AUSTRALIA


UNTUK NFRASRUKTUR (KIAT) DECEMBER 2019
[Email address]
Contents
Akronim.......................................................................................................................................................1
DESKRIPSI LAYANAN....................................................................................................................................3
Latar Belakang.........................................................................................................................................3
Tinjauan Umum Hibah Berbasis Kinerja...................................................................................................3
Mengukur Kinerja PDAM.............................................................................................................................4
Stakeholder dalam PBG...........................................................................................................................5
Kontribusi Pemerintah Daerah................................................................................................................6
Kriteria untuk Berpartisipasi dalam Proyek Percontohan PBG................................................................6
Lingkup Penugasan dan Tugas Konsultan....................................................................................................6
Lingkup Penugasan..................................................................................................................................6
Tugas.......................................................................................................................................................7
Kelompok Tugas 1 - Dukungan Implementasi untuk Pemerintah Daerah dan PDAM.......................7
Grup Tugas 2 - Dukungan Baseline dan Verifikasi..............................................................................9
Kelompok Tugas 3 - Pengembangan Kapasitas dan berbagi pengetahuan untuk pemangku
kepentingan Pemerintah Indonesia...................................................................................................9
Kelompok Tugas 4 - Pengawasan dan pelaporan Kesetaraan dan Kesetaraan Gender (GESI)........10
Kelompok Tugas 5 - Pemantauan dan Evaluasi................................................................................10
Konsultan Kelompok Tugas 5 akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut:....................................12
PENGIRIMAN YANG DIBUTUHKAN............................................................................................................13
SUMBER DAYA, PENGATURAN WAKTU, PERSONEL KUNCI DAN PENGATURAN ORGANISASI...................17
Sumber Daya.........................................................................................................................................17
Pengaturan waktu.................................................................................................................................17
Personil..................................................................................................................................................17
Pengaturan Organisasi...........................................................................................................................20
KOORDINASI DAN PENGENDALIAN............................................................................................................20
MASALAH UMUM......................................................................................................................................20
Bahasa...................................................................................................................................................20
Persetujuan Penyelesaian Tugas...........................................................................................................20
Perlindungan Lingkungan dan Sosial.....................................................................................................20
Transfer Pengetahuan...........................................................................................................................21
Pengaturan Biaya Manajemen Kinerja..................................................................................................21
LAMPIRAN 1..............................................................................................................................................22
MODEL LOGIKA AKTIVITAS........................................................................................................................22
LAMPIRAN 2 PEMANTAUAN TINGKAT AKTIVITAS DAN PEMANTAUAN TINGKAT......................................23
Pertanyaan evaluasi utama...................................................................................................................23
Pertanyaan pemantauan kunci..............................................................................................................23
LAMPIRAN 3 M&E HASIL TABEL.............................................................................................................26
Akronim
DESKRIPSI LAYANAN
Latar Belakang
Deskripsi Layanan ini menentukan ruang lingkup dan tanggung jawab Implementasi Program
Konsultan (PIC) untuk Hibah Berbasis Kinerja (PBG) untuk PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM). PBG adalah desain generasi berikutnya dari Output yang sedang berlangsung Hibah
berbasis pasokan air (Hibah Air Minum). Bangunan di atas Hibah Air yang dirancang untuk
merangsang investasi oleh pemerintah daerah di PDAM mereka dan meningkatkan koneksi ke
pendapatan rendah rumah tangga, PBG memberikan insentif kepada pemerintah daerah untuk
meningkatkan kinerja mereka PDAM untuk memberikan layanan kepada pelanggan.
Selama pelaksanaan Hibah Air Minum Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) dari
Jakarta 2010 hingga 2015 total 143 pemerintah daerah berpartisipasi menghasilkan 390.000
rumah baru koneksi. Pemerintah Indonesia (GOI) mengarusutamakan Hibah Air Minum dari
tahun 2015 hingga 2019 menghasilkan 750.000 sambungan rumah. Pemerintah RI berencana
untuk terus mengarusutamakan Air Hibah dari 2020 hingga 2024 memproyeksikan 750,000
sambungan lebih lanjut selama periode ini.
Pertumbuhan yang cepat ini sambungan rumah sekarang mepengaruhi kapasitas beberapa
PDAM untuk mempertahankan layanan yang ada di sebuah kualitas yang dapat diterima dan
untuk menyediakan layanan yang dapat diterima untuk koneksi pelanggan baru. Sementara
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan program Hibah Air Minum dan dengan
demikian semakin meningkatkan koneksi, itu juga mengakui perlunya inisiatif paralel untuk
memotivasi utilitas air untuk meningkatkan layanan pengiriman.
Kemitraan Indonesia untuk Infrastruktur (KIAT) telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal
Cipta Karya (DJCK) dan Bank Dunia untuk merancang PBG yang memberikan insentif kepada
pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja PDAM mereka. PBG memberi penghargaan
kepada PDAM-PDAM itu meningkatkan kinerjanya di bidang tata kelola, manajemen keuangan,
operasional efisiensi, dan kualitas layanan. Sebanyak 7 indikator kinerja digunakan untuk
mengukur kinerja agregat dari masing-masing PDAM. PBG akan diimplementasikan sebagai
program percontohan di 15 PDAM dan akan mencairkan hingga AUD 15 juta selama kegiatan uji
coba. Secara paralel, Pemerintah Indonesia akan menerapkan PBG yang diperkecil
menggunakan pendanaan Bank Dunia di bawah pinjaman National Urban Water Project (NWSP)
tetapi hanya mencakup 2 dari 7 indikator KIAT PBG. 2 indikator umum dari kedua program
adalah Air Non-Pendapatan (NRW) dan Efisiensi Energi PDAM. Penjelasan rinci tentang PBG
diberikan dalam Dokumen Desain Proyek (PDD) dan dapat diakses di kiat.or.id. 1

Tinjauan Umum Hibah Berbasis Kinerja


Di bawah program PBG, PDAM akan diberikan Bantuan Teknis (TA) oleh PIC untuk membantu
mereka mengidentifikasi pendekatan terbaik untuk meningkatkan kinerja mereka dengan cara
yang dapat diukur dengan masing-masing indikator kinerja. PIC akan menetapkan garis dasar
kinerja, dan setelahnya implementasi tingkat kinerja baru akan diverifikasi. PIC akan
menghitung peningkatan dalam kinerja dan jumlah hibah yang diperoleh oleh masing-masing
indikator. Pemda kemudian akan mengklaim hibah diperoleh melalui Central Project
Management Unit (CPMU). CPMU akan mengotorisasi pembayaran dan hibah akan
dibayarkan setelah peninjauan klaim oleh Departemen Keuangan (Kemenkeu).

1
Referensi relevan lainnya termasuk Manual Manajemen Proyek (PMM) yang tersedia melalui situs web
KIAT.

Mengukur Kinerja PDAM


Saat ini masalah Badan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) sebuah
laporan tahunan tentang kinerja masing-masing PDAM berdasarkan nilai agregat dari 18 kinerja
indikator yang mencakup empat komponen operasi PDAM: (1) keuangan, (2) cakupan layanan,
(3) operasi, dan (4) personel. Laporan tahunan juga termasuk informasi tambahan pada 31
indikator tambahan. Data untuk penilaian tahunan berasal dari Badan Pengawasan tahunan
Audit Keuangan dan Pembangunan (BPKP) PDAM.
Departemen Dalam Negeri (Depdagri) juga telah mengeluarkan Keputusan No. 47 tahun 1999
yang menetapkan a kerangka pengukuran kinerja untuk PDAM sebagai bagian dari mandat
mereka untuk mengawasi daerah operasi dan kinerja pemerintah (LG). Keputusan No 47/1999
digunakan oleh BPKP sebagai pedoman untuk evaluasi tahunan kinerja PDAM yang menjadi
dasar laporan tahunan BPPSPAM.
Kerangka kerja penilaian kinerja PDAM untuk PBG didasarkan pada indikator BPPSPAM data,
tetapi dengan penambahan Efisiensi Energi dan Rencana Bisnis yang tidak dinilai oleh
BPPSPAM. PBG akan mengukur kinerja PDAM berdasarkan empat bidang dan tujuh indikator
sebagai berikut:
1. Tata Kelola (Indikator - Rencana Bisnis)
2. Keberlanjutan Keuangan (Indikator - Rasio Operasi dan Efektivitas Pengumpulan Tagihan)
3. Efisiensi Operasional (Indikator - NRW dan Efisiensi Energi)
4. Kualitas Layanan (Indikator - Kelangsungan Pasokan dan Kualitas Air)
Stakeholder dalam PBG
 Pemerintah daerah yang berpartisipasi dan PDAM mereka: akan menjadi penerima
hibah dan akan menerapkan PBG di wilayah administratif masing-masing.
 Direktorat Jenderal Pemukiman Manusia, Direktorat Pengembangan Sistem Pasokan Air:
adalah agen pelaksana Pemerintah Indonesia.
 Unit Manajemen Proyek Sentral untuk Hibah Air Minum: akan bertanggung jawab atas
pengawasan pelaksanaan program oleh Pemda dan PDAM dan verifikasi pembayaran
hibah.

Stakeholder kunci lain dari Pemerintah Indonesia termasuk:


 Bappenas: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional adalah koordinator keseluruhan
program PBG.
 Kementerian Keuangan:
- Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan selaku pemegang anggaran hibah,
penerbit hibah perjanjian, dan bertanggung jawab untuk pembayaran dan
pelaporan penggunaan hibah.
- Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai manajer akun khusus.
 BPKP, Badan Pengawasan Keuangan dan Pengembangan: mengonfirmasi verifikasi
hibah.
 Kementerian Dalam Negeri:
- Bangda - Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah.
- Direktorat Jenderal Keuangan Daerah.
 Kementerian Kesehatan:
- Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
 BPPSPAM: Badan Nasional untuk Meningkatkan Pengembangan Sistem Pasokan Air.

Kontribusi Pemerintah Daerah


Mekanisme hibah akan mencakup kontribusi moneter dari Pemda kepada PDAM dalam bentuk
hibah investasi. Hibah PBG akan dibayarkan kepada Pemda dan akan menjadi sebagian kecil
dari ekuitas kontribusi hibah investasi dari Pemda kepada PDAM. Akibatnya, investasi dengan
leverage PBG adalah baik dari Pemda dan PDAM. Tingkat investasi dari Pemda ke PDAM dalam
hal nilai hibah diharapkan berada pada level 125% atau lebih, tetapi untuk program
percontohan ini Pemda diharapkan sesuai, atau tidak kurang dari, hibah yang ditargetkan.
Karena hibah ini bukan berbasis hasil, ia akan melakukannya tidak terkait langsung dengan
investasi yang harus dilakukan PDAM untuk meningkatkan kinerjanya. Itu hibah yang diperoleh
mungkin jauh lebih kecil daripada investasi Pemda jika kinerja PDAM gagal memperbaiki.

Kriteria untuk Berpartisipasi dalam Proyek Percontohan PBG


Pemerintah daerah dan PDAM mereka yang ingin berpartisipasi dalam PBG harus memenuhi
entri berikut kriteria:
 Laporan keuangan yang diaudit LG saat ini harus memiliki “opini wajar tanpa
pengecualian” (Wajar Tanpa Pengecualian - WTP) dan laporan keuangan PDAM yang
diaudit harus independent “opini wajar” auditor (Wajar Dengan Pengecualian - WDP)
atau lebih baik. Kriteria ini seharusnya dipertahankan sepanjang program.
• PDAM memiliki Rencana Bisnis yang berlaku hingga 2018.
• PDAM seharusnya tidak diklasifikasikan sebagai “tidak sehat” oleh BPPSPAM.
• Pemda bersedia berinvestasi di PDAMnya setidaknya dengan nilai hibah yang
dialokasikan.

Lingkup Penugasan dan Tugas Konsultan


Lingkup Penugasan
PBG akan dilaksanakan selama periode 2020 hingga 2022, dimulai dengan kegiatan persiapan di
Jakarta 2019. Dukungan desain dan persiapan disediakan oleh konsultan desain PBG saat ini. Ini
dukungan mencakup bantuan dengan penyelesaian PDD, PMM, dukungan dengan pemilihan
PDAM dan alokasi penghargaan hibah (SPPh). Durasi konsultan ini akan diperpanjang untuk
memberikan layanan hingga mobilisasi PIC di bawah Deskripsi Layanan ini. PIC di bawah
penugasan ini akan memberikan bantuan teknis untuk mendukung implementasi PBG di bawah
lima tahun Kelompok Tugas kegiatan terkoordinasi:
i. Dukungan implementasi untuk Pemda dan PDAM.
ii. Dukungan Baseline dan Verifikasi.
iii. Pengembangan kapasitas dan berbagi pengetahuan untuk pemangku kepentingan
Pemerintah Indonesia.
iv. Pengawasan dan pelaporan Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI).
v. Pemantauan dan evaluasi.
Alokasi dana hibah yang diusulkan untuk kegiatan percontohan PBG adalah AUD 15,0 juta untuk
pembayaran berakhir dua tahun. Total dana hibah dialokasikan antara komponen dan indikator
sebagai berikut: Tata Kelola 20%, Keberlanjutan Keuangan 15%, Efisiensi Operasional 35% dan
Kualitas Layanan 30%. Ini adalah sebuah hibah rata-rata sekitar Rp10 miliar untuk masing-
masing dari 15 PDAM. Namun, PDAM memiliki lebih banyak pelanggan mungkin memiliki
alokasi istimewa yang lebih tinggi, lihat Tabel (2)

Tugas
Setiap PDAM akan terlibat dalam semua langkah peningkatan kinerja dan PIC akan membantu
PDAM untuk mencapai target kinerja masing-masing sebaik yang ditunjukkan dalam Paragraf.
2.1 dan Tabel (1). Semua PIC kegiatan pendukung akan berhubungan dengan peningkatan
kinerja yang diukur dengan yang telah ditentukan sebelumnya indikator kinerja ditetapkan.
Tugas utama yang harus dilakukan oleh PIC sebagaimana disebutkan di atas adalah dirinci di
bawah ini:
Kelompok Tugas 1 - Dukungan Implementasi untuk Pemerintah Daerah dan PDAM
Kegiatan PBG mengharuskan Pemda untuk siap dengan program yang telah disiapkan untuk
diimplementasikan dalam mendukung peningkatan performa. Kelompok Tugas 1 akan
membantu PDAM / Pemda untuk menyiapkan program yang dapat diterapkan dengan target
yang dapat dicapai dalam waktu aktivitas yang tersedia.
PIC bersama dengan LG / PDAM akan melakukan, tetapi tidak terbatas pada, kegiatan berikut:
i. Indikator Air Non-Pendapatan / NRW:
 Identifikasi lokasi / area layanan PDAM untuk kegiatan pengurangan NRW termasuk
lokasi instalasi meteran air utama.
 Membantu pemasangan meteran air utama yang dilengkapi dengan logger untuk
kegiatan pengurangan NRW.
 Melakukan tinjauan / justifikasi teknis termasuk perhitungan Neraca Air dan terbaik
 program pendekatan untuk kegiatan pengurangan NRW (fisik dan / atau komersial).
 Menetapkan target dan indikator kinerja yang wajar untuk pengurangan NRW.
 Menyiapkan proposal untuk kegiatan pengurangan NRW untuk program PBG.
ii. Indikator Efisiensi Energi:
 Melakukan audit energi untuk kegiatan efisiensi energi.
 Tetapkan target dan indikator kinerja yang masuk akal untuk Efisiensi Energi.
 Menyiapkan proposal untuk kegiatan Efisiensi Energi untuk program PBG.
iii. Indikator Rasio Operasi:
 Identifikasi kasus / komponen yang sangat mempengaruhi rasio operasi, seperti
kecukupan tarif,
 evaluasi terhadap biaya operasi yang dominan dan upaya perbaikan.
 Tetapkan target dan indikator kinerja yang wajar untuk pengurangan Rasio Operasi.
 Menyiapkan proposal untuk kegiatan pengurangan Rasio Operasi untuk program PBG.
iv. Indikator Efektivitas Penagihan:
 Meninjau / menganalisis sistem pengumpulan tagihan air, alasan tagihan air yang belum
dibayar atau kredit macet,dan temukan solusinya.
 Tetapkan target dan indikator kinerja yang masuk akal untuk Efektivitas Penagihan
perbaikan.
 Menyiapkan proposal untuk kegiatan peningkatan Efektivitas Penagihan untuk program
PBG.
v. Indikator Kelangsungan Pasokan:
 Identifikasi lokasi / area layanan PDAM untuk kelangsungan kegiatan pasokan, termasuk
lokasi instalasi data logger tekanan.
 Membantu pemasangan logger data tekanan untuk kesinambungan aktivitas pasokan.
 Mempersiapkan program pendekatan terbaik untuk meningkatkan kontinuitas jam
layanan / air di yang dipilih lokasi / zona.
 Menetapkan target dan indikator kinerja yang masuk akal untuk Kelangsungan Pasokan
perbaikan.
 Menyiapkan proposal untuk kegiatan peningkatan pasokan Berkelanjutan untuk
program PBG.
vi. Indikator Kualitas Air:
 Menyiapkan program untuk meningkatkan kualitas air dan memantau kualitas air secara
internal dan secara eksternal.
 Menetapkan target dan indikator kinerja yang masuk akal untuk peningkatan Kualitas
Air.
 Menyiapkan proposal untuk kegiatan peningkatan Kualitas Air untuk program PBG.
vii. Indikator Rencana Bisnis:
 Identifikasi kegiatan untuk perbaikan Rencana Bisnis.
 Pastikan semua program dan anggaran dimasukkan dalam Rencana Bisnis, dan Rencana
Bisnis diperbarui dan disetujui.
 Menetapkan target dan indikator kinerja yang masuk akal untuk perbaikan Rencana
Bisnis.
 Menyiapkan proposal untuk kegiatan peningkatan Rencana Bisnis untuk program PBG.
viii. Mempersiapkan surat minat untuk berpartisipasi dalam program PBG, dilampirkan
dengan proposal program untuk peningkatan berdasarkan kinerja yang ditargetkan
untuk setiap indikator PBG.
ix. Mengawasi dan memantau implementasi PBG selama periode program, dan
memastikannya Pemda telah menganggarkan ekuitas untuk diinvestasikan di PDAM-
nya.
x. Mendukung baseline dan verifikasi program PBG.

Konsultan akan menyiapkan pedoman teknis praktis bagi PDAM untuk fokus pada yang
iidentifikasi program untuk perbaikan. Pedoman teknis harus menguraikan langkah / metode
yang diperlukan untuk meningkatkan tujuh (7) indikator kinerja yang akan diukur.

Grup Tugas 2 - Dukungan Baseline dan Verifikasi


PIC akan melakukan survei dasar untuk mengkonfirmasi kondisi kinerja yang ada PDAM yang
berpartisipasi pada indikator kinerja yang disebutkan di atas. Konsultan hanya akan melakukan
survey kondisi kinerja yang ada dalam indikator kinerja yang ditentukan sebelumnya
sebagaimana dinyatakan dalam Tabel sebelumnya 1.
Tidak ada perubahan atau penambahan pada daftar ini akan diizinkan. Setelah tanggal akhir
periode penilaian kinerja dan berdasarkan permintaan Pemda / PDAM, PIC akan memverifikasi
pencapaian, membandingkannya dengan data dari survei dasar sebelumnya, dan menghitung
potensi hibah untuk diklaim. BPKP akan meninjau verifikasi oleh PIC dan mengumumkan bahwa
hasil dikonfirmasi. CPMU akan mengeluarkan rekomendasi untuk pembayaran kepada
Kemenkeu sehingga LG dapat mengirimkan permintaan pembayaran hibah.
Prosedur untuk survei dasar dan verifikasi disediakan secara terperinci dalam PMM.

Kelompok Tugas 3 - Pengembangan Kapasitas dan berbagi pengetahuan untuk pemangku


kepentingan Pemerintah Indonesia
KIAT telah mengidentifikasi kekurangan dalam sistem nasional untuk memantau kinerja PDAM
dan mengusulkan untuk mengatasi kekurangan ini di bawah Kelompok Tugas 3. Konsultan akan
bekerja dengan DJCK, BPPSPAM, Bappenas, dan Kemendagri untuk mendukung pemerintah
pusat dalam pengarusutamaan PBG dan untuk meningkatkan pemantauan kinerja PDAM.
Untuk mendukung pengembangan kapasitas bagi pemerintah dan peningkatan kinerja PDAM
pemantauan, PIC akan melakukan kegiatan berikut:
 Meninjau praktik terbaik internasional dalam pemantauan kinerja utilitas air.
Berkonsultasi dengan pemangku kepentingan tentang tujuan dan penerapan
pemantauan kinerja PDAM termasuk kebutuhan pengguna data kinerja PDAM. Tinjau
kegunaan klasifikasi PDAM saat ini sistem dan merekomendasikan kategorisasi alternatif
kinerja PDAM.
 Mengidentifikasi kekurangan dalam pengukuran kinerja / proses pengumpulan data
yang ada, berkonsultasi dengan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia
(PERPAMSI) dan BPKP, dan mengusulkan perbaikan.
 Presentasikan perbaikan yang diusulkan dalam pemantauan kinerja dan pengumpulan
data dan revisi dalam sesuai dengan komentar dan persetujuan yang valid.
Kelompok Tugas 4 - Pengawasan dan pelaporan Kesetaraan dan Kesetaraan Gender (GESI)
Dukungan Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI) dirancang untuk meningkatkan
pemahaman PDAM, kapasitas dan komitmen untuk meningkatkan kesetaraan gender dan
inklusi sosial di tempat kerja dan di layanan mereka, dan untuk mendukung tindakan yang
relevan. Dukungan GESI memiliki empat bidang sasaran:

Meningkatkan pemahaman tentang isu-isu gender yang relevan dengan PDAM;


mendukung tindakan untuk meningkatkan responsif gender dan keramahan perempuan
di tempat kerja; dan membangun dan mengimplementasikan a sistem berbasis prestasi
yang dirancang untuk meningkatkan proporsi perempuan yang direkrut dan dalam
manajemen posisi di PDAM.
 Mengambil tindakan untuk meningkatkan jumlah penyandang disabilitas yang bekerja di
PDAM; meningkatkan pemahaman akan kebutuhan aksesibilitas dan masalah di setiap
PDAM, termasuk kebutuhan untuk berkonsultasi dengan penyandang cacat dan
organisasi penyandang cacat setempat; dan meningkatkan aksesibilitas ke gedung
PDAM untuk personel dan pelanggan sesuai dengan peraturan.
 Mendukung setiap PDAM untuk mengembangkan strategi sosialisasi dan SOP responsif
GESI untuk memastikan perempuan, serta laki-laki di masyarakat, dan orang-orang
penyandang cacat dan kelompok rentan lainnya dapat mengakses informasi tentang
layanan PDAM.
 Mengembangkan prosedur perencanaan rutin oleh manajemen PDAM untuk
mengidentifikasi dan menangani gender masalah kesetaraan dan inklusi sosial dalam
operasi dan di tempat kerja.
Dukungan Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI) akan diberikan kepada semua PDAM
yang berpartisipasi. Itu Konsultan Dukungan PIC GESI akan melakukan kegiatan berikut:
 Mendukung PDAM yang berpartisipasi untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam
organisasi mereka.
 Meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas dan akses universal di PDAM.
 Mendukung PDAM untuk mengembangkan dan menerapkan strategi sosialisasi dan SOP
responsif GESI yang dirancang untuk menjangkau wanita, serta pria, dan kelompok yang
kurang beruntung, di area layanan mereka dan sesuai untuk basis pelanggan mereka.
 Penilaian dan rencana PDAM GESI Tahunan.

2
Konsultan harus berkonsultasi dengan PMM untuk melaksanakan tugas ini.

Kelompok Tugas 5 - Pemantauan dan Evaluasi


Kerangka kerja M&E PBG telah dikembangkan sebagai bagian dari PDD dan diselaraskan dengan
M&E pendekatan yang diadopsi oleh Fasilitas KIAT.
Tujuan utama kerangka Pemantauan dan Evaluasi PBG (M&E) adalah untuk memastikan
konsistensi, penilaian kinerja yang tepat waktu dan andal sepanjang umur program
percontohan dengan tujuan:
 Menginformasikan pengambilan keputusan tentang implementasi PBG di tingkat
strategis dan operasional.
 Menghasilkan informasi yang berkontribusi pada basis pengetahuan yang lebih luas,
termasuk bukti-reformasi kebijakan yang digerakkan.

Tabel hasil M&E PBG (lihat Lampiran 3) termasuk tujuan (hasil jangka panjang yang
diharapkan), akhir dari hasil kegiatan (EOAO), sub-hasil dan keluaran terkait menetapkan dasar
untuk pengukuran bagaimana kegiatan berkontribusi pada EIFO KIAT dan tujuan KIAT yang
lebih luas untuk 'berkelanjutan dan inklusif pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan akses
ke infrastruktur untuk semua orang. Ini juga menyoroti tautan ke indikator Kerangka Penilaian
Kinerja DFAT yang relevan. Tabel hasil M&E PBG menetapkan dasar untuk pemantauan dan
evaluasi kinerja kegiatan. Sementara PBG PIC akan mengembangkan sistem informasi dan basis
data untuk menghitung pembayaran hibah, kerangka kerja M&E akan menilai bagaimana rata-
rata kinerja PDAM (dari 15 PDAM terpilih) sedang (atau tidak) membaik lembur.
Penilaian ini akan memberikan informasi pemantauan strategis tingkat lebih tinggi terkait
dengan
mendefinisikan hasil PBG (lihat Lampiran 1 “Model Logika Kegiatan”) dan relevan dengan
potensi masa depan pengarusutamaan kegiatan oleh Pemerintah Indonesia.

Untuk memastikan pelaporan strategis yang jelas tentang kemajuan, serangkaian pertanyaan
pemantauan dan evaluasi utama (KEQ) telah dikembangkan untuk setiap bidang hasil dan sub-
hasil, untuk kesetaraan gender dan social inklusi (lihat Lampiran 2).
Sebagai rangkuman, pemantauan kinerja PBG meliputi:
 Pemantauan kemajuan tujuan dan hasil jangka panjang setelah kegiatan selesai.
 Pemantauan kemajuan hasil akhir kegiatan, jangka menengah dan setelah kegiatan
selesai.
 Pemantauan kemajuan sub-hasil, setiap tahun.
 Pemantauan tahunan kepatuhan dengan tema lingkungan / gender dan inklusi sosial,
anti-tindakan korupsi, dan standar / tindakan relevan lainnya yang diterapkan.

Karena PBG adalah kegiatan percontohan, evaluasi yang cermat terhadap PBG dan relevansinya
untuk pengarusutamaan akan menjadi penting. 3 Kegiatan evaluasi (untuk dikembangkan lebih
lanjut sebagai bagian dari rencana M&E yang terperinci selama pelaksanaan kegiatan dan
dalam konsultasi dengan KIAT) akan berlangsung pada titik - titik tertentu selama implementasi
proyek. Di bawah PBG, evaluasi dapat mencakup:
 Penilaian bersama (dua tahunan, jangka menengah, akhir kegiatan) dari efektivitas PBG
model pembiayaan dan pengiriman dalam mencapai hasil yang ditargetkan.
 Penilaian efektivitas tim PBG (PIC / KIAT / CPMU) dalam mengembangkan bukti untuk
pengarusutamaan, termasuk pelajaran yang diambil dari penerapannya, replikasinya
dan keberlanjutan, termasuk kemungkinan pengaruh tingkat kebijakan.
 Prosedur evaluasi relevan KIAT lainnya.

Pendekatan dan kerangka kerja ini akan diterjemahkan ke dalam pemantauan dan evaluasi
operasional (M&E)rencanakan selama fase persiapan kegiatan bekerja sama dengan semua
pemangku kepentingan termasuk KIAT Tim M&E.
Konsultan Kelompok Tugas 5 akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut:
 Menyiapkan Rencana Pengawasan dan Evaluasi operasional bekerja sama dengan para
pemangku kepentingan.
 Monitor Kegiatan Kemajuan sub-hasil, kepatuhan pada lingkungan, gender dan sosia
tema inklusi, dan tindakan relevan lainnya yang diperlukan, setiap tahun.
 Lebih jauh mengembangkan kerangka kerja M&E PBG berdasarkan hasil dari lapangan.
 Memantau dan mengevaluasi kemajuan Hasil Akhir Kegiatan pada jangka menengah dan
selesai.
 Memantau dan mengevaluasi kemajuan Sasaran Kegiatan dan Jangka Panjang setelah
penyelesaian kegiatan.
 Mengembangkan strategi komunikasi untuk memastikan bahwa pemantauan dan
evaluasi kinerja hasilnya dikomunikasikan kepada semua pemangku kepentingan yang
relevan dalam format yang sederhana dan ramah pengguna.

PIC didorong untuk memanfaatkan penuh sistem teknologi informasi yang memfasilitasi waktu
nyata pemantauan kemajuan implementasi oleh KIAT dan CPMU serta pemangku kepentingan
lainnya.
Garis besar implementasi PBG ditunjukkan pada Gambar (1). PIC diharapkan untuk diuraikan
tentang prosedur ini menekankan peristiwa dan masalah utama yang mungkin perlu mendapat
perhatian khusus.

3
Tujuan evaluasi adalah untuk memberikan penilaian yang sistematis dan obyektif terhadap
proyek yang sedang berlangsung atau selesai (atau program atau kebijakan), termasuk desain,
implementasi dan hasilnya, dengan tujuan untuk menentukan relevansi, efisiensi, efektivitas,
dampak, dan keberlanjutan.

Gambar 1 - Garis Besar Prosedur Implementasi PBG


PENGIRIMAN YANG DIBUTUHKAN
Konsultan akan menyerahkan kepada KIAT selama periode penugasan kegiatan PBG berikut ini
kiriman tonggak:
1. Laporan Pendahuluan - Laporan ini harus singkat dan mencakup ruang lingkup akhir
pekerjaan, hasil kerja, rencana kerja, metodologi bantuan teknis, deskripsi strategi
pendekatan, sumber daya dan pengaturan kepegawaian dan jadwal kegiatan.
2. Laporan Kemajuan Bulanan - laporan kemajuan bulanan singkat yang merangkum pekerjaan
yang diselesaikan di bulan sebelumnya (pembaruan peningkatan kinerja PDAM), dukungan
untuk kegiatan PDAM, pencapaian kinerja kumulatif, dan tindakan perbaikan yang diambil
atau disarankan harus dilakukan dikirimkan. Format laporan harus disetujui oleh KIAT
sebelum kompilasi laporan.
3. Laporan Teknis:
1. Laporan Teknis 1 - Dukungan kepada Pemerintah Daerah dan PDAM untuk Persiapan
Program, Implementasi dan Pengawasan
Sesuai dengan Tugas 1, laporan teknis untuk mendukung pemerintah daerah dan PDAM
untuk persiapan program, implementasi dan pengawasan akan terdiri dari dua yang
terpisah laporan teknis sebagai berikut:
a) Laporan Teknis 1a - Persiapan Program, akan memuat hal-hal berikut:
 Tinjauan teknis pengurangan NRW untuk setiap PDAM termasuk perhitungan
Air Saldo, rekomendasi untuk menentukan lokasi prioritas untuk
pengurangan NRW area, program pendekatan terbaik untuk pengurangan
NRW (fisik dan / atau komersial) kegiatan dan menetapkan target
pengurangan NRW untuk program PBG.
 Audit energi untuk setiap PDAM mencakup program pendekatan terbaik
untuk energi
kegiatan efisiensi dan menetapkan target efisiensi energi untuk kegiatan
PBG.
 Tinjauan teknis tentang kontinuitas pasokan untuk setiap PDAM mencakup
rekomendasi
untuk menentukan lokasi prioritas untuk kontinuitas area peningkatan
pasokan, terbaik
program pendekatan untuk kelangsungan kegiatan peningkatan pasokan dan
membangun
kelangsungan target peningkatan pasokan untuk kegiatan PBG.
 Rencana rekomendasi untuk meningkatkan produksi dan kualitas air
terdistribusi untuk
setiap PDAM dan program rekomendasi pemantauan kualitas air secara
internal dan
merujuk secara eksternal ke peraturan Kementerian Kesehatan, dan PMM
 Rencana rekomendasi untuk aktivitas dan penetapan target dalam aktivitas
PBG untuk
Pengurangan Rasio Operasi untuk setiap PDAM.
 Rencana rekomendasi untuk aktivitas dan penetapan target dalam aktivitas
PBG untuk
Peningkatan Efektivitas Pengumpulan Tagihan untuk setiap PDAM.
 Rencana rekomendasi untuk meningkatkan dan memperbarui Rencana Bisnis
setiap PDAM.
Laporan ini harus ditandatangani balik oleh PDAM dan Pimpinan Tugas dan
disediakan untuk masing-masing Pemda / PDAM setelah tinjauan teknis /
justifikasi selesai. Laporanini untuk digunakan oleh PDAM sebagai pedoman
untuk implementasi peningkatan kinerja dan diajukan ke CPMU dan KIAT untuk
ditinjau.

b) Laporan Teknis 1b - Pengawasan Implementasi, akan memuat hal-hal berikut:


 Pemantauan bulanan setiap PDAM tentang kegiatan pengurangan NRW, Energi
Efisiensi, peningkatan Pasokan yang Berkelanjutan, Peningkatan Kualitas
Air,Pemantauan, Pengurangan Rasio Operasi, dan Efektivitas Pengumpulan
Tagihan.
 Pemantauan triwulanan untuk peningkatan dan pembaruan Rencana Bisnis
masing-masing PDAM.
2. Laporan Teknis 2 - Pengaturan Pengadaan Meteran Air Curah, Pencatat Data dan
Peralatan Khusus Lainnya
Laporan akan berisi yang berikut:
 Spesifikasi, pengaturan pengadaan, dan pemasangan Meteran Air Massal, Data
Penebang dan peralatan khusus lainnya di setiap PDAM.
 Sistem dan pengaturan basis data.
 Pelatihan untuk staf PDAM tentang SOP dan manual.
 Catatan: aktivitas PDAM mencakup Jumlah Sementara hingga nilai AUD 744.000
untuk pembelian peralatan khusus. Peralatan khusus akan dibeli oleh PIC tunduk
pada persetujuan KIAT.
3. Laporan Teknis 3 - Survei Dasar dan Verifikasi
Mengacu pada Tugas 2, laporan teknis untuk Survei Dasar dan Verifikasi akan terdiri dari
dua laporan teknis yang terpisah sebagai berikut:
a) Laporan Teknis 3a - Laporan Survei Dasar
Laporan ini akan berisi Survei Dasar dari masing-masing indikator PBG di setiap
PDAM dan termasuk (i) Lokasi / area kegiatan dari setiap indikator PBG; (ii) Data
dasar NRW, Efisiensi Energi, Kontinuitas Pasokan, Kualitas Air, Rasio Operasi,
Pengumpulan Tagihan Efektivitas, dan Rencana Bisnis seperti yang
dipersyaratkan dalam PMM; (iii) Berita Acara Baseline Survei setiap indikator
PBG untuk setiap PDAM seperti yang dipersyaratkan dalam PMM.
b) Laporan Teknis 3b - Laporan Verifikasi
Laporan ini akan berisi verifikasi dari masing-masing indikator PBG di setiap
PDAM dan termasuk (i) Lokasi kegiatan / area masing-masing indikator PBG; (ii)
Verifikasi NRW, Energi Efisiensi, Kontinuitas Pasokan, Kualitas Air, Rasio Operasi,
Pengumpulan Tagihan Efektivitas, dan Rencana Bisnis seperti yang
dipersyaratkan dalam PMM; (iii) Berita Acara Verifikasi dari masing-masing
indikator PBG untuk setiap PDAM sebagaimana disyaratkan dalam PMM.
4. Laporan Teknis 4 - Pengembangan Kapasitas untuk Pemerintah dan Peningkatan PDAM
Pemantauan Kinerja
Laporan ini akan berisi ulasan dan membuat rekomendasi untuk peningkatan utilitas air
(PDAM) pemantauan kinerja dan pengumpulan data.

4. Rencana Aksi Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI)


Rencana Aksi GESI (GAP) akan berisi tujuh output utama yang ditargetkan melalui
implementasi program GESI sebagaimana tercantum di bawah ini. Area hasil GAP akan
diintegrasikan dalam final Kerangka kerja M&E dan rencana program:
 Basis data personil yang dipilah berdasarkan gender untuk setiap PDAM yang
mengindikasikan,paling tidak, the jabatan, kualifikasi, gaji, status pekerjaan, dan apakah
mereka memiliki disabilitas.
 Rencana dengan komitmen tertulis oleh pengambil keputusan PDAM untuk memberikan
kesempatan yang setara untuk pengangkatan perempuan untuk posisi manajemen.
 Kebijakan pelecehan seksual diberlakukan dan dikomunikasikan kepada semua
karyawan dan pelecehan seksual komite untuk pengaduan dibentuk dan beroperasi.
 Rencana untuk menargetkan penyandang disabilitas untuk pekerjaan yang ditetapkan
dan dilaksanakan.
 Rencana yang diprioritaskan dan dianggarkan untuk jangka pendek, menengah dan
panjang, untuk diperbaiki aksesibilitas untuk semua di gedung PDAM.
 Strategi sosialisasi responsif GESI dan Prosedur Operasional Standar yang relevan
dengan basis pelanggan untuk setiap PDAM.
 Tinjauan GESI dan Dokumen Perencanaan Ke Depan untuk setiap PDAM.

5. Kerangka Kerja dan Rencana Pemantauan dan Evaluasi


Kerangka dan Rencana M&E akan merinci pendekatan, metodologi, usulan konsultan,
resourcing (termasuk input M&E STA selama periode implementasi) dan penjadwalan untuk
semua pelaporan kemajuan termasuk masalah yang diidentifikasi dan bagaimana risiko akan
dimitigasi. P&E Kerangka kerja akan mengakomodasi semua pekerjaan dasar dan verifikasi
yang dibayangkan (lihat teknis terpisah laporan) dan akan mengintegrasikan bidang hasil
yang dirinci dalam Rencana Aksi GESI (lihat laporan terpisah). Penjadwalan dan sumber daya
untuk Laporan Tinjauan Jangka Menengah dan Laporan Penyelesaian Aktivitas akan juga
disertakan (lihat laporan terpisah).

6. Laporan Tinjauan Jangka Menengah - laporan ini akan melaporkan bidang-bidang hasil yang
dirinci dalam M&E Kerangka dan Rencana. Ini akan merinci kemajuan dan pencapaian dalam
setiap tugas untuk setiap PDAM,termasuk pencapaian output, masalah yang dihadapi dan
bagaimana mereka akan ditangani selama implementasi selama periode yang tersisa.
7. Laporan Penyelesaian Aktivitas Terkonsolidasi - laporan yang terdiri dari dua bagian:
a) penyelesaian kegiatan dokumen yang sesuai dengan Kerangka Kerja M&E KIAT, Strategi
Gender KIAT dan Risiko KIAT Rencana Manajemen dengan memberikan kontribusi bukti
untuk pencapaian hasil yang ditentukan, semua output dan indikator yang ditetapkan;
dan
b) dokumen ringkasan yang menyediakan tinjauan umum atas kegiatan termasuk temuan,
relevansi dan implikasi dari implementasi dan tindak lanjut PBG tindakan untuk setiap LG
yang berpartisipasi. Laporan ini juga harus mencakup diskusi nasional tingkat perspektif
dan signifikansi dari apa yang telah ditemukan, pelajaran yang dipetik, dan garis besar
dari rekomendasi untuk kegiatan tindak lanjut di masa depan, termasuk opsi untuk
Pemerintah Indonesia di masa depan pengarusutamaan PBG.

Bahasa utama untuk pelaporan formal adalah Bahasa Inggris. Semua laporan harus
disediakan secara elektronik format. Namun, konsultan harus memberikan salinan dari draft
laporan, jika diminta oleh KIAT.
Setelah masing-masing laporan menerima persetujuan resmi KIAT tertulis, Laporan
Pendahuluan, Bulanan Laporan Kemajuan, Laporan Teknis, Laporan Tinjauan Jangka
Menengah, dan Kegiatan Konsolidasi Laporan Penyelesaian harus diserahkan dalam tiga
salinan cetak.
SUMBER DAYA, PENGATURAN WAKTU, PERSONEL KUNCI DAN
PENGATURAN ORGANISASI
Sumber Daya
PIC akan bertanggung jawab atas penyelesaian implementasi TA yang memuaskan dan akan
disampaikan rincian sumber daya yang diusulkan dalam Proposal Teknis dan Keuangan mereka.
Diperkirakan bahwa PIC akan mengusulkan tim inti spesialis dan beberapa tim lapangan
dimobilisasi berdasarkan regional.

Pengaturan waktu
Mengacu pada garis waktu program percontohan PBG, penugasan PIC diharapkan dimulai pada
Maret 2020 dan akhir Desember 2022. Perlu dicatat bahwa KIAT Fase Satu sudah ada hingga 30
Juni 2021. Sementara upaya akan dilakukan untuk memastikan dukungan KIAT tersedia hingga
tanggal akhir program percontohan PBG, pada tahap ini dukungan KIAT tidak dijamin setelah 30
Juni 2021. Sebagai hasilnya kontrak untuk PIC hanya akan sampai 30 Juni 2021 dengan masa
perpanjangan hingga Juni 2022 di atas kebijakan DFAT.
PIC perlu memiliki jadwal yang fleksibel untuk memobilisasi tim. Konfirmasi dan identifikasi
Pemda yang berpartisipasi masih dalam proses, dan ketersediaan data final termasuk kinerja
bidang peningkatan dari Pemda / PDAM dan persiapan perjanjian penerusan hibah tidak bisa
tepatnya diantisipasi pada tahap ini.
Jadwal penyelesaian / pengajuan setiap pengiriman ditunjukkan sebagai berikut:

Personil
Diperkirakan bahwa tim PIC akan memberikan keahlian kunci yang dirinci di bawah ini.
Tenderers bisa membuat alokasi sumber daya yang paling efektif untuk mencapai tujuan
proyek. Ini mungkin melibatkan lebih sedikit posisi atau lebih tergantung pada penilaian Tender
personel dan tim struktur yang diperlukan untuk memberikan layanan sesuai dengan prinsip
nilai untuk uang.

Personil Kunci
• Ketua Tim - ARF C4
• Wakil Ketua Tim - Pasokan Air atau manajemen Utilitas Air
• Pengembangan Kapasitas - Spesialis Kelembagaan / Water Utility Manajemen keuangan ARF
C4
• Dukungan Implementasi - Spesialis Penyediaan Air / NRW atau Spesialis Operasi Utilitas
• Spesialis GESI - ARF B4
• Spesialis Pemantauan dan Evaluasi - ARF C4

Personil Bukan Kunci


• Insinyur Pasokan Air Nasional
• Spesialis NRW Nasional
• Spesialis Pemantauan dan Evaluasi Nasional
• Spesialis Keuangan / Institusi Nasional
• Pakar survei untuk tugas-tugas dasar dan verifikasi
• Spesialis Pengadaan
• Spesialis GESI Nasional dengan pengalaman Penjangkauan / Sosialisasi

Personil Kunci

Ketua Tim haruslah seorang profesional dengan setidaknya 12 tahun pengalaman yang relevan
dalam utilitas pasokan air manajemen, dan dengan kualifikasi yang diperlukan untuk melayani
sebagai Ketua Tim. Dia harus memilikinya pengalaman dalam manajemen tim proyek yang
terdiri dari beberapa kelompok kerja dan juga harus memiliki pengalaman inti dalam proyek
pasokan air, termasuk studi, desain dan implementasi air sistem manajemen operasi pasokan.
Pengembangan kerangka kerja pemantauan dan evaluasi dan Pengalaman GESI juga akan
sangat berharga.
Wakil Ketua Tim haruslah seorang insinyur penyediaan air atau mekanik dan listrik (ME) di
Setidaknya 10 tahun pengalaman yang relevan dalam program serupa, dan dengan kualifikasi
yang diperlukan untuk berfungsi sebagai a Pemimpin Tim Bersama. Ia harus memiliki
pengalaman dalam manajemen proyek yang terdiri dari tim beberapa kelompok kerja dan juga
harus memiliki pengalaman dalam proyek pasokan air, termasuk studi, desain dan
implementasi sistem manajemen operasi penyediaan air. Pemantauan dan
evaluasi dan pengalaman GESI juga akan sangat berharga.
Pakar Pengembangan Kapasitas harus menjadi spesialis kelembagaan sektor air dengan
pengetahuan luas praktik terbaik saat ini di bidang pemantauan utilitas air, dengan pengalaman
minimum 12 tahun dan pengalaman yang relevan di bidang pemantauan dan pengelolaan
utilitas air.
Dukungan Implementasi haruslah insinyur penyediaan air minum dengan pengalaman minimal
10 tahun yang relevan dengan pengalaman khusus dalam mengurangi Air Non-Pendapatan
dalam utilitas pasokan air besar (lebih dari 50K pelanggan). Ia harus memiliki pengalaman
dalam perencanaan dan implementasi pengurangan NRW di Indonesia sistem manajemen
operasi pasokan air modern.
Penasihat GESI Internasional harus memiliki pengalaman relevan minimal 12 tahun di lembaga
GESI pembangunan kapasitas, lebih disukai termasuk di Indonesia. Penasihat harus memiliki
jangkauan luas pengalaman dengan lembaga termasuk meningkatkan peran perempuan dalam
pengambilan keputusan / manajemen, inklusifitas dan aksesibilitas disabilitas, sosialisasi /
penjangkauan.
Spesialis Pemantauan dan Evaluasi Internasional harus memiliki setidaknya 10 tahun
internasional pengalaman dalam desain, pengembangan dan implementasi kerangka kerja
pemantauan dan evaluasi dan sistem. Pengalaman dalam penggunaan pendekatan kuantitatif
dan kualitatif untuk pemantauan dan evaluasi, khususnya untuk program pasokan air, sangat
penting. Preferensi akan diberikan kepada kandidat dengan pengalaman di Indonesia.

Personil Bukan Kunci


Spesialis NRW Nasional haruslah seorang insinyur penyediaan air dengan setidaknya 10 tahun
relevan pengalaman di tingkat regional, dengan pengalaman khusus dalam mengurangi Air
Non-Pendapatan dalam air utilitas pasokan. Ia harus memiliki pengalaman dalam perencanaan
dan implementasi pengurangan NRW di Indonesia sistem manajemen operasi operasi
penyediaan air.
Spesialis ME Nasional harus memiliki latar belakang pendidikan formal minimum S1 Listrik
Teknik dan memiliki pengalaman kerja di bidang yang relevan selama setidaknya 10 tahun
untuk posisi tingkat Pusat, dan setidaknya 8 tahun pengalaman untuk posisi tingkat regional.
Spesialis Keuangan / Kelembagaan Nasional harus memiliki latar belakang pendidikan formal
minimum di Indonesia S2 Ekonomi / Akuntansi, dan pengalaman kerja selama minimal 8 tahun
secara keseluruhan dan 5 tahun di air sektor pasokan. Tugas dan tanggung jawab Spesialis
Keuangan terutama untuk menyediakan bantuan manajemen dan perencanaan pembiayaan
untuk sistem pasokan air, terutama dalam operasi peningkatan kinerja sistem.
Spesialis Pengadaan Nasional harus memiliki minimal 8 tahun pengalaman yang relevan di
pengadaan di sektor pasokan air.
Spesialis GESI Nasional harus memiliki minimal 8 tahun pengalaman yang relevan dalam
kapasitas GESI membangun dan bukti keberhasilan integrasi inisiatif GESI.
Spesialis GESI Nasional dan Penjangkauan Masyarakat / Sosialisasi harus memiliki minimal 8
tahun pengalaman yang relevan dalam penjangkauan masyarakat / perencanaan sosialisasi dan
implementasi untuk mencapai perempuan dan laki-laki dan kelompok rentan. Pengalaman
bekerja dengan pemerintah.

PIC dapat mengusulkan anggota tim tambahan dan keterampilan spesialis yang paling baik akan
mendukungnya pendekatan yang diusulkan. Kemampuan dalam bahasa Inggris tertulis dan lisan
diperlukan untuk Ketua Tim dan diinginkan untuk staf kunci lainnya. Posisi internasional harus
memiliki pengetahuan Bahasa yang sesuai Indonesia seperti yang dipersyaratkan untuk
persyaratan peran.
Pengaturan Organisasi
PIC harus mengusulkan pengaturan organisasi dan lokasi kantor lapangan dengan
mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan tugas. Konsultan TA akan
menominasikan struktur tim dan jadwal sumber daya, pendekatan dan metodologi untuk
mencapai keluaran dan hasil dari aktivitas dalam waktu yang dialokasikan.
PIC diwajibkan untuk mengidentifikasi pengaturan koordinasi dan manajemen untuk setiap
yang dinominasikan Subkontraktor Survei.

KOORDINASI DAN PENGENDALIAN


PIC dalam melaksanakan kontrak akan bertanggung jawab langsung kepada Wakil Direktur
KIAT, atau kepada seorang petugas yang ditunjuk oleh Wakil Direktur, untuk kinerja Layanan.
PIC akan mencalonkan satu orang untuk menjadi penghubung selama periode implementasi
kontrak (kemungkinan untuk menjadi Ketua Tim).

PIC akan diminta untuk berkoordinasi dengan CPMU, Unit Manajemen Proyek Sementara
(PPMU), Pemda melalui Unit Implementasi Proyek, dan PDAM di seluruh Indonesia
periode implementasi. Pengaturan dan prosedur untuk koordinasi akan diklarifikasi selama
negosiasi kontrak.

MASALAH UMUM
Bahasa
Korespondensi resmi harus dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia yang sesuai.
Persetujuan Penyelesaian Tugas
Persetujuan tertulis yang diakui oleh Wakil Direktur KIAT untuk salinan file elektronik dari
semua laporan akan dianggap sebagai penyelesaian tugas atau hasil yang tepat.

Perlindungan Lingkungan dan Sosial


Investasi yang didanai oleh DFAT diwajibkan untuk mematuhi Perlindungan Lingkungan dan
Sosial DFAT Kebijakan untuk Program Bantuan. Kebijakan ini menguraikan pendekatan DFAT
untuk mengelola lingkungan dan dampak sosial dari investasi bantuan Australia. Kebijakan ini
meningkatkan kemampuan DFAT untuk mengelola bantuan risiko program, untuk mematuhi
kebijakan dan undang-undang Australia dan Pemerintah Indonesia untuk sosial dan lingkungan
perlindungan, dan untuk meningkatkan konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas keputusan. 4
Safeguards adalah tindakan yang diambil untuk menghindari atau setidaknya meminimalkan
dan mengelola dampak negatif dari bantuan investasi pada orang dan lingkungan. Pengelolaan
dampak yang efektif membutuhkan sejak dini identifikasi risiko selama tahap perencanaan dan
manajemennya sepanjang umur investasi. Perlindungan berikut dicakup oleh kebijakan:
▪ Perlindungan lingkungan
▪ Anak-anak, kelompok rentan dan kurang beruntung
▪ Pemindahan dan pemukiman kembali
▪ Masyarakat adat
▪ Kesehatan dan keselamatan
5
Konsultan dan semua individu yang bekerja dengan KIAT harus memahami kebijakan kunci ini
dan memastikan implementasi sesuai dengan kebijakan utama ini setiap saat, dan
melaporkannya sesuai dengan kebijakan yang diperlukan.

Transfer Pengetahuan
Pemerintah Indonesia menempatkan prioritas tinggi untuk memastikan transfer pengetahuan,
keterampilan, dan keahlian yang efektif dari PIC untuk semua pemangku kepentingan yang
relevan dari kegiatan ini. Ini membutuhkan perencanaan yang tepat dan staf yang kuat
komitmen, serta berkolaborasi secara strategis dengan pemangku kepentingan utama.
PIC harus mengalokasikan waktu dan sumber daya yang memadai bagi lembaga pemerintah
yang berpartisipasi untuk memperolehnya manfaat berkolaborasi erat dengan aktivitas. Untuk
memastikan transfer pengetahuan yang signifikan, lokakarya / pelatihan harus disampaikan
oleh PIC kepada staf pemerintah yang terlibat langsung dalam aktivitas PBG. Rencana
pengembangan kapasitas dan transfer pengetahuan harus ditangani oleh Tender dalam
pendekatan dan metodologi mereka.

Pengaturan Biaya Manajemen Kinerja


PIC adalah untuk memberikan perhatian khusus dalam Permintaan Tender untuk persyaratan
"Target kinerja" terkait dengan biaya manajemen. RFT menetapkan hal-hal berikut pada bagian
4.5 (d):
Biaya Manajemen disusun sebagai berikut:
 Biaya manajemen bulanan (40% dari total biaya manajemen dibayarkan)
 Biaya manajemen yang dibayarkan untuk hasil laporan sebagaimana dicalonkan oleh
Tenderer dalam laporan mereka Proposal Keuangan (40% dari total biaya manajemen
dibayarkan). Tenderers untuk memilih dari kiriman laporan yang tercantum dalam
Bagian 4 dari Deskripsi Layanan.
 Biaya manajemen dibayarkan untuk mencapai tonggak pencapaian kinerja sebagaimana
dinominasikan oleh Tender dalam Proposal Keuangan mereka, dengan penyertaan
spesifik setidaknya satu indikator GESI sesuai dengan kerangka kerja M&E (20% dari
total biaya manajemen yang harus dibayarkan). Tender untuk memilih dari tonggak
kinerja yang tercantum dalam Lampiran 3.2 dari Deskripsi Jasa.

4 Kebijakan ini membantu DFAT memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum Australia yang berlaku untuk investasi bantuan,
termasuk
Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati 1999 (UU EPBC), UU Kesehatan dan Keselamatan Kerja
2011 (UU WHS)
5 Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, 2018 Kebijakan Perlindungan Sosial dan Lingkungan untuk Program Bantuan
http://dfat.gov.au/about-us/publications/Documents/environmental-social-safeguard-policy-for-the-aid-
program.pdf
LAMPIRAN 1
MODEL LOGIKA AKTIVITAS
LAMPIRAN 2 PEMANTAUAN TINGKAT AKTIVITAS DAN PEMANTAUAN
TINGKAT
Pertanyaan evaluasi utama
Sebanyak tujuh pertanyaan evaluasi utama diajukan di tingkat kegiatan PBG. Ini telah
dikembangkan berdasarkan 'teori perubahan' PBG yang menopang tujuan utama PBG 6 dan
fokus pada kriteria evaluasi keberlanjutan dan efektivitas.
Pertama, ada satu pertanyaan tentang keberlanjutan PBG dalam hal kemungkinan adopsi dan
kontinuitas.
KEQ 1 terkait dengan tujuan kegiatan: Apakah ada bukti bahwa Pemerintah Indonesia memiliki
atau akan menyediakan dana untuk Hibah Berbasis Kinerja melalui anggaran negara pada akhir
kegiatan atau sebelumnya?
Kedua, ada beberapa pertanyaan terkait dengan efektivitas PBG dalam mencapai hasil yang
diinginkan.
KEQ 2 terkait dengan hasil jangka panjang 1: Apakah ada bukti nyata dan dapat diandalkan
dari pilot PBG implementasi bahwa PBG adalah instrumen yang efektif untuk membantu
pemerintah daerah mencapai kebijakan Pemerintah Indonesia tujuan sehubungan dengan
PDAM (yaitu: untuk 'secara aktif mengelola, berinvestasi dan meningkatkan kinerja air mereka
perusahaan ')?
KEQ 3 terkait dengan hasil jangka panjang 2: Seberapa efektif aktivitas PBG dalam memastikan
dikelola dengan baik, PDAM yang sehat secara finansial dan efisien secara operasional?
KEQ 4 terkait dengan hasil akhir kegiatan 1: Seberapa efektif PBG dalam mendorong Pemda
untuk lebih baik terlibat dengan PDAM?
KEQ 5 terkait dengan hasil akhir kegiatan 2: Seberapa efektif PBG dalam membantu
meningkatkan PDAM kinerja?
KEQ 6 terkait dengan hasil akhir kegiatan 3: Apa tindakan paling kritis yang diperlukan untuk
meningkatkan tingkat nasional Pemantauan PDAM jika PBG ingin diarusutamakan?
KEQ 7 terkait dengan kesetaraan gender dan inklusi sosial: Sejauh mana pelaksanaan kegiatan
PBG memperkuat realisasi prinsip dan standar kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam
berpartisipasi PDAM?

Pertanyaan pemantauan kunci


Untuk memberikan informasi untuk menjawab pertanyaan evaluasi kunci, beberapa pertanyaan
kunci pemantauan indikatif miliki telah dikembangkan. Pertanyaan pemantauan dikategorikan
menjadi pertanyaan umum tentang kemajuan fisik PBG dan kerjanya dengan para mitra dan
PDAM serta pertanyaan spesifik terkait dengan KEQs di bagian sebelumnya.
Melaporkan kemajuan ini akan menjadi tanggung jawab Konsultan TA. Perlu dicatat bahwa KEQ
1 dan KEQ 2 akan membutuhkan evaluasi yang lebih mendalam dan karenanya tidak termasuk
di sini. Selama beraktifitas tahap persiapan, pertanyaan pemantauan lebih lanjut yang relevan
akan dikembangkan.
Beberapa informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan pemantauan ini akan datang
dari Kinerja Utama Indikator (KPI) dikembangkan untuk mengukur kemajuan sub-hasil (total 13)
di masing-masing dari ketiganya hasil akhir kegiatan (lihat Lampiran A7-2, Tabel Hasil M&E).
Data yang diperlukan untuk mengukur KPI ini akan datang terutama dari basis data PBG CPMU
PDAM yang akan dibentuk untuk menilai dan mengalokasikan 6 Teori perubahan adalah 'ketika
pemerintah daerah memiliki andil dalam kinerja PDAM mereka, mereka akan melakukannya
menjadi lebih aktif terlibat dalam tugas pengawasan PDAM dan ini pada gilirannya akan
menghasilkan yang lebih baik pemahaman tentang investasi yang dibutuhkan tidak hanya untuk
meningkatkan kualitas layanan PDAM tetapi juga untuk memungkinkan PDAM untuk
memperluas jangkauan layanan mereka sesuai dengan SDG 6.1. dana hibah berbasis kinerja
untuk PDAM. Sedapat mungkin, dan jika memungkinkan, seks dipisahkan data akan
dikumpulkan.

Pertanyaan-pertanyaan pemantauan umum (MQ) terkait dengan kemajuan fisik dari kegiatan
PBG
MQ 1: Bagaimana status pelaksanaan fisik kegiatan PBG dibandingkan dengan pekerjaan yang
disetujui rencana?
MQ 2: Apa status pengembangan basis data PDAM PBG CPMU? (Apakah basis data telah
dikembangkan itu dapat menampilkan informasi dalam format yang sederhana dan mudah
digunakan, apakah data yang diperlukan dapat diakses dan secara wajar akurat, dan apakah
dikumpulkan secara tepat waktu?)
MQ 3: Apakah basis data PBG CPMU PDAM dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk
melaporkan secara akurat 13
indikator sub-hasil dikembangkan untuk mengukur kemajuan EOAO (selain menentukan hibah
alokasi)?
MQ 4: Apakah kegiatan pengembangan kapasitas yang direncanakan untuk PDAM telah
dilaksanakan sejalan dengan harapan? Apakah ada mekanisme untuk menilai dampak
pengembangan kapasitas? (seperti sebelumnya dan setelah survei, kuesioner pasca pelatihan,
dll) MQ terkait dengan efektivitas kegiatan PBG dalam memastikan dikelola dengan baik, sehat
secara finansial dan operasional PDAM yang efisien (KEQ 3)
MQ 5: Selama PBG, berapa banyak PDAM yang menunjukkan peningkatan indikator terkait
dengan keuangan manajemen, efisiensi operasional, kualitas layanan dan basis pelanggan?
(dikumpulkan dari CPMG PBG PDAM database, laporan audit BPKP, dan wawancara dengan
PDAM) MQ terkait dengan keefektifan PBG dalam mendorong Pemda untuk lebih terlibat
dengan PDAM (KEQ 4)
MQ 6: Berapa banyak Pemda telah meningkatkan investasi mereka di PDAM selama kegiatan
PBG?
MQ 7: Berapa banyak PDAM yang didorong untuk membuat situs web publik yang
menyediakan informasi yang bermanfaat dan terkini informasi tentang status, layanan, dll?
MQ 8: Berapa banyak PDAM memiliki dewan pengawas aktif yang secara efektif melaksanakan
tugas yang ditugaskan?
MQ terkait dengan efektivitas PBG dalam membantu meningkatkan kinerja PDAM (KEQ 5)
MQ 9: Di mana PBG paling berhasil dalam mendorong PDAM untuk meningkatkan? (ini
mengacu pada delapan sub- hasil di bawah EOAO 2 dalam Model Logika Kegiatan)
MQ 10: Apa pelajaran utama yang relevan untuk pengarusutamaan PBG di masa depan? MQ
terkait dengan peningkatan pemantauan PDAM tingkat nasional (KEQ 6)
MQ 11: Apakah dukungan teknis yang diberikan untuk peningkatan pemantauan PDAM
berdampak? Apakah akurasinya dan ketersediaan data indikator PDAM pemerintah (BPKP dan
BPPSPAM) membaik seiring waktu dan dilaporkan tersedia tepat waktu? MQ terkait dengan
kesetaraan gender dan inklusi sosial:
MQ 12: Sejauh mana PDAM menangani kesetaraan gender di tempat kerja, termasuk
keseimbangan gender karyawan dan keseimbangan gender di setiap tingkat manajemen,
sebagai hasil dari dukungan proyek PBG?
MQ 13: Sejauh mana PDAM memastikan bahwa tempat kerja mereka ramah perempuan
sebagai hasil dari proyek PBG mendukung?
MQ 14: Sejauh mana PDAM meningkatkan respons GESI atas operasi dan layanan mereka,
termasuk kegiatan sosialisasi, sebagai hasil dari dukungan proyek PBG?
MQ 15: Sejauh mana PDAM mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai hasil dari
dukungan proyek PBG?
MQ 16: Sejauh mana PDAM meningkatkan aksesibilitas bagi karyawan dan pelanggan sebagai
hasil dari proyek PBG mendukung?
MQ 17: Sejauh mana PDAM secara sistematis meninjau dan merencanakan peningkatan GESI di
masa depan tempat kerja dan operasi sebagai hasil dari dukungan proyek PBG?
LAMPIRAN 3 M&E HASIL TABEL
3.2 Tabel Hasil M&E untuk Hibah Berbasis Kinerja untuk Utilitas Air