Anda di halaman 1dari 37

Judul praktikum : Batang dan Pola Percabangan.

Tanggal praktikum : Jum’at 14 Oktober 2018


Tujuan praktikum : Mengidentifikasi perbedaan berbagai jenis pola
percabangan.
Mengidentifikasi perbedaan penampang melintang batang
jati muda, jati tua, dan jagung.
A. Landasan Teori
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, mengingat tempat serta
kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh
tumbuhan[ CITATION Gem85 \l 1033 ].
Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
a. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk
lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
b. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku
inilah terdapat daun.
c. Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
d. Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang
mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
e. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali
kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
f. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya
rumput dan waktu batang masih muda.
Menurut Estiti Hidadjat (1995: 50) Sebagai bagian tubuh tumbuhan, tugas batang antara
lain:
a. Mendukung bagian-bagian  tumbuhan yang berada di  atas tanah, yaitu :  bunga, daun,
dan buah 
b.  Memperluas bidang asimilasi dengan percabangannya dan menempatkan bagian-bagian
tumbuhan di dalam ruang sedemikian rupa sehingga dari segi kepentingan tumbuhan
bagian-bagian tadi terdapat dalam posisi yang paling menguntungkan. 
c.  Sebagai jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan
pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas ke bawah
d. Menjadi tempat penimbunan zat-zat cadangan  makanan
Menurut Estiti Hidadjat (1995:75) Apabila kita memperhatikan macam-macam jenis
tumbuhan, maka dapat dibedakan menjadi:
1.   Tumbuhan yang tidak berbatang (Plata acaulis)
Yaitu tumbuhan yang tidak berbatang, tetapi sesungguhnya tumbuhan yang tidak
berbatang tidak ada, hanya daunnya tersusun sangat rapat satu sama lain, sehingga
tumbuhan itu seolah-olah tidak berbatang.
Contoh:

Lobak (Raphanus sativus L.)

Sawi (Brassica juncea L.)

Tumbuhan ini tidak akan tampak berbatang pada saat tumbuhan berbunga. Dan daun-
daun yang tersusun berjejal-jejal satu sama lain yang disebut roset (rosula).

2.  Tumbuhan yang berbatang

Yaitu tumbuhan yang jelas-jelas kelihatan batangnya seperti kita menjumpai pada
umumnya tumbuhan.

Tumbuhan berbatang dibedakan sebagai berikut:

a.  Batang basah (herbaceous), yaitu batang lunak dan berair.

Contoh:

Pacar air (Impatien balsamina L.)

Bayam duri (Amacanthus spinosus L.)

Krokot (Portulaca oleracea L.)

b. Batang berkayu

Yaitu batang yang biasanya keras dan kuat karena sebagian besar jaringannya terdiri atas
kayu, dibedakan      menjadi:

 Semak-semak (frutices)
Yaitu tumbuhan yang tidak begitu besar, batangbya berkayu, bercabang-cabang di
dekat permukaan tanah atau kadang kala di dalam tanah.
Contoh: Sidaguri (Sida rhombifolia L.)
 Pohon-pohon (arbores)
Yaitu tumbuhan tinggi besar, batang berkayu dan bercabang jauh dari permukaan
tanah. Contoh:
Kenanga (Canangium odoratum Baill.)
Kantil (Michelia alba L.)
Mangga (Mangifera indica L.)
 Batang rumput (calmus)
Yaitu batang tidak keras, mempunyai ruas yang nyata dan seringkali berongga.
Contoh:
Padi (Oryza sativa L.)
Emprit-empritan (Eragrostis amabilis O.K)
Rumput belulang (Eleusine indica Gaertn.)
 Batang mendong (calamus)
Yaitu seperti batang rumput, tetapi mempunyai ruas-ruas yang lebih panjang.
Contoh:
Mendong (Fimbristylis globusa Kunth.)
Wlingi (Scirpus grossus L.)
Udelan (Kyllinga monocephala Rottb.)
Teki (Cyperus rotundus L.
Tumbuhan biji belah (Dycotyledoneae) pada umumnya mempunyai batang yang di bagian
bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin mengecil, jadi batangnya dapat dipandang sebagai
suatu kerucut atau limas yang amat memanjang, yang dapat mempunyai percabangan atau tidak.
Tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) sebaliknya mempunyai batang yang dari pangkal
sampai ke ujung boleh dikata tak ada perbedaan besarnya. Hanya pada beberapa golongan saja
yang pangkalnya tampak membesar, tetapi selanjutnya ke atas tetap sama, seperti terlihat pada
bermacam-macam palma (Palmae)[ CITATION Cam95 \l 1033 ].
Jika kita berbicara tentang bentuk batang biasanya yang dimaksud ialah bentuk batang pada
penampang melintangnya. Menurut Lovelles A.R (1991:65) dilihat dari sudut bentuk
penampang melintangnya ini dapat dibedakan bermacam-macam bentuk batang antara lain:
1.  Bulat (teres), misalnya bambu (Bambusa sp.), kelapa (Cocos nucifera L.).

2. Bersegi (angularis). Dalam hal ini ada kemungkinan:

 Bangun segitiga (triangularis), misalnya batang teki (Cyperus rotundus).


 Segi empat (quadrangularis), misalnya batang markisah
3. Pipih dan biasanya lalu melebar menyerupai daun dan mengambil alih tugas daun pula.
Batang yang bersifat demikian dinamakan:
 Filokladia (phyllocladium), jika amat pipih dan mempunyai pertumbuhan yang
terbatas, misalnya pada Jakang (Muehlenbeckia platyclada Meissn.),
 Kladodia (Cladodium), jika masih tumbuh terus dan mengadakan percabangan,
misalnya sebangsa kaktus (Opuntia vulgaris Mill.).
Dilihat permukaannya, batang tumbuh-tumbuhan juga memperlihatkan sifat yang bermacam-
macam. Kita dapat membedakan permukaan batang yang:
 Licin (laevis), misalnya batang jagung (Zea mays L.),
 Berusuk (costatus), jika pada permukaannya terdapat rigi-rigi yang membujur, misalnya
iler (Coleus scutellarioides Benth.),
 Beralur (sulcatus), jika membujur batang terdapat alur-alur yang jelas, misalnya
pada Cereus peruvianus (L.) Haw.

 Bersayap (alatus), biasanya pada batang yang bersegi, tetapi pada sudut-sudutnya


terdapat pelebaran yang tipis, misalnya pada ubi (Dioscorea alata L.) dan markisah
(Passiflora quadrangularis L.).
Selain dari itu permukaan batang dapat pula :

 Berambut (pilosus), seperti misalnya pada tembakau (Nicotiana tabacum L.),


 Berduri (spinosus), misalnya pada mawar (Rosa sp),
 Memperlihatkan bekas-bekas daun, misalnya pada papaya (Carica papaya L.) dan kelapa
(Cocos nucifera L.),
 Memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu, misalnya: nangka (Artocarpus integra Merr.),
keluwih (Artocarpus comunis Forst.),
 Memperlihatkan banyak lentisel, misalnya pada sengon (Albizzia stipulate Boiv.),
 Keadaan-keadaan lain, misalnya lepasnya kerak (bagian kulit yang mati) seperti terlihat pada
jambu biji (Psidium guajava L.) dan pohon kayu putih (Melaleuca leucadendron L.).

 POLA PERCABANGAN BATANG

Batang suatu tumbuhan ada yang bercabang ada yang tidak, yang tidak bercabang
kebanyakan dari golongan tumbuhan yang berbiji tunggal (Monocotyledoneae), misalnya jagung
(Zea mays L.).Menurut Lovelles A.R (1991:70) Umumnya batang memperlihatkan percabangan
banyak atau sedikit.Kerangka tumbuhan diabangun oleh sejumlah sumbu. Suatu sumbu (baik
cabang atau sumbu utama) bisa dibangun denngan cara sebagi berikut:

1. Cara percabangan monopodial, yaitu jika batang pokok selalu lebih jelas, karena lebih
besar dan lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya) daripada cabang-cabangnya,
misalnya pohon cemara (Casuarina equisetifolia L.).
2. Percabangan simpodial, sumbu tubuh menghasilakn ruas dan buku namun di suatau saat
meristem apikal tidak berfungsi lagi oleh karen membentuk bunga atau
berdiferensiasi  membentuk parenkim atau karena sebab lain. Dari kuncup aksilar di
ketiak daun dekat di daerah meristem apikal yang tidak berfungsi itu akan tumbuh cabang
yang arahnya sejajar sumbu sebelumnya dan tumbuh serpeti sumbu yang diagantikannya.
Batang pokok sukar ditentukan, karen adalam perkembagan selanjutnya mungkin lalu
menghentika pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuahnnya
dibandingkan dengan cabangnya, misalnya pada sawo manila (Achros zapota L.).
3. Percabangan mengarpu atau dikotom, yaitu cara percabangan, yang batang setiap kali
menjadi dua cabang yang sama besarnya, hal ini adalah akibat titik tumbuh menjadi dua
bagian yang sama, seperti pada Selaginella, nipah (Nypa fruticans) dan Asclepias.
Kadang-kadang percabangan tampak seperti dikotom namun jika diamati secara cermat
terlihat ujung sumbu utama yang terhenti. Percabangan seperti ini disebut dikotom semu,
misalnya paku rane (Glaichenia linearis). Dikotom semu juga bisa terjadi jika cabang
dekat ujung sumbu tumbuh dengan kuat sehingga mencapai penampakan yang setara
dengan sumbu utama yang sedikit terdesak dan keduanya bersama-sama tampak seperti
garpu.

ARSITEKTUR TUMBUHAN
Adanya buku-buku, ruas-ruas, tunas terminal dan tunas aksilar amat penting dalalm
penampilan morfologi tumbuhan. Baik kuncup aksilar yang berkembang menjadi cabang
maupun perilaku kuncup terminal akan menentukan bentuk dari percabangan, bahkan
keseluruhan arsitertur tumbuhan tersebut. Menurut Hasanuddin ( 2013: 3) ada beberapa model
arsitektur yang terdapat pada pohon bercabang dan pohon tak bercabang:
1. Pohon tak bercabang
Pohon tak bercabang adalah pohon yang bagian vegetatifnya terdiri hanya dari satu
sumbu yang dihasilkan oleh satu meristem. Meristem lain pada sumbu yakni yang terdapat di
kuncup aksilar tidak tumbuh dan berkembang. Berikut ini diberikan dua model yang dikenal
yaitu :
a. Model Holttum, pada model Holttum ini batang tumbuh terbatas, ada perbungaan
terminal dan tidak bercabang kecuali pada perbungaan. Contoh: Agave sp. (Agaveceae)
dan Gebang (Coripha umbraculifera).
b. Model Corner, pada model Corner ini batang monopodial dengan perbungaan lateral dan
tak bercabang. Karena posisi perbungaannnya yang lateral maka meristem apikal dapat
tumbuh terus. Contoh: kelapa sawit (Elaeis guineensis, Palmae).
2. Pohon bercabang
Ke dalam kelompok ini termasuk semua pohon yang bagian batang di atas tanah
memperlihatkan lebih dari satu sumbu dan dibentuk oleh lebih dari satu sumbu meristem.
Kelompok pohon bercabang dapat dibagi menjadi tiga subkelompok sebagai berikut:
Sumbu vegetatif semuanya ekivalen dan ortotrop
Pohon terdiri dari sejumlah sumbu vegetatif yang bersambungan menjadi sumbu batang
semu atau simpodiom. Berikut ini tiga model percabangan yang dikenal yaitu:
a. Model Tomlinson, sumbu batang ortotrop dan membentuk cabang ortotrop dari
kuncup ketiak di bagian batang di bawah tanah. Sumbu baru terbentuk berulang kali
dan ekivalen dengan sumbu induk dan membentuk perakaran sendiri. Pembentukan
sumbu baru atau kolumner itu bisa terjadi beberapa kali. Contoh bambu yang tidak
bercabang (misalnya Gaaziophyta sp.), pisang (Musa paradisiaca). Pada Euterpe
oleracea (Palmae di hutan rawa Amerika tropis), perbungaan aksilar memungkinkan
sumbu tumbuh terus.
b.   Model Leeuwenberg, batang berupa simpodium, namun setiap kolumner
menghasilkan lebih dari satu kolumner anak di ujungnya, yang menempati ruang
yang ada. Contoh: Tabernaemontana crassa (Apocynaceae).
c.  Model Chamberlina, sumbu vegetatif di atas tanah tumbuh tegak dan lurus, terdiri
dari sejumlah kolumner yang bersinambungan menjadi sumbu semu yang lurus.
Contoh: Clerodendron paniculatum(Verbenaceae), Jatropha multifida(Ephorbiaceae).
Sumbu vegetatif yang terdiferensiasi
Istilsh diferensiasi di sini berarti bahwa diantara sumbu-sumbu baru yang
dibentuk terjadi perbedaan morfologi dan terdapat spesialisasi fungsional. Berikut ini
diberiakan lima model yang dikenal:
a. Model Koriba, batang merupakan simpodium, kuncup terminal terhenti tumbuh
karena jaringan meristem apeks berdiferensiasi menjadi parenkim. Kuncup aksilar
membentuk kolumner yang semula identik namun kemudian terjadi perbedaan. Satu
menjadi kolumner batang dan yang lain menjadi kolumner cabang. Contoh: pulai
(Alstonia macrophylla).
b. Model Aubreville, batang merupakan monopodium yang tumbuh ritmis, sehingga
mengakibatkan  cabang plagiotrop tersusun dalam lapisan-lapisan terpisah. Contoh:
ketapang (Terminalia catappa, Combretaceae).
c. Model Rauh batang merupakan monopodium ortotrop. Pertumbuhan ritmis
mengakibatkan cabang tersusun dalam karangan, cabang juga bersifat ortotro. Oleh
karena monopodium maka sumbu dapat tumbuh tak terbatas. Contoh: getah perca
(Hevea brasiliensis,  Euphorbiaceae) dan Pinus merkusi (Pinaceae).
d.  Model Massart, batang merupakan monopodium ortotrop, pertumbuha rutmis
mengakibatkan cabang tersusun dalam karangan. Filotaksis pada batang adalah
spiral. Cabang bersifat plagiotrop dengan filotaksis distrik atau cenderung distrik.
Cabang dapat bersifat simpodial atau monopodial. Contoh: pala (Myristica
fragrans,Myristicaceae), kapok (Ceiba pentandra, Bombaceae).
e.     Model Raux, batang merupakan monopodium ortotrop. Cabang bersusun kontinu
atau tersebar dan fiotaksis batang adalah spiral. Cabang plagiotrop dan filotaksis
distrik atau cenderung distrik. Cabang dapat simpodial maupun lebih sering
monopodial. Contoh kopi (Coffea arabica, Rubiaceae), kenanga (Cananga
odorata,Annonaceae), durian (Duriozibethinus, Bombaceae).
Sumbu vegetatif dengan struktur campur
Pohon bercabang, tinggi pohon dicapai dengan penyambungan sumbu yang
ekivalen namun struktur setiap sumbu itu sendiri berupa campuran. Setiap sumbu terdiri
dari bagian bawah yang vertikal dan bagian ujung yang horizontal, dan kedua bagian itu
dipisahkn oleh lengkungan. Berikut ini diberikan dua model yang dikenal:
a. Model Champagnat, batang berupa simpodium. Bagian distal setiap kolumner
melengkung karena terlalu berat dan tidak didukung oleh jaringan penyokong yang
cukup. Filotaksis spiral terdapat pada sumbu. Bagian distal dapat menghasilkan
beberapa sumbu yang juga melengkung. Contoh: Sambucus
nigra (Caprifoliaceae), Thunbergia erecta (Acanthaceae), kembang merak
(Caesalpinia pulcherrima, Caesalpinieae).
b. Model Troll, batang berupa simpodiuum, semua sumbu berarah plagiotrop sejak
dini, sehingga semua sumbu bersifat horizontal, sifat dorsifentral, filotaksis distik
atau cenderung distik. Pohon berbunga setelah dewasa. Pembentukan batang yang
tegak terjadi setelah daun gugur. Contoh flamboyan (Delonix
regia, Caesalpinioideae). Sumbu-sumbu pertama ortotrop namun sumbu
berikutnya akan berbeda dan setelah dewasa sumbu baru yang dihasikan hamyalah
plagiotrop. Contoh lain sirsak (Annona muricata, Annonaceae) dan daun kupu-
kupu (Bauhinia purpurea, Caesalpinioideae)
B. Alat Dan Bahan

No Nama Alat Jumlah No Nama Bahan Jumlah


1. Pensil 1 1. Batang jati muda 1
2. Karet 1 2. Batang jati tua 1
Penghapus
3. Penggaris 1 3. Pohon jagung 1
4. Buku Laporan 1 4. Tanaman wortel 1
5. Kamera HP 1 5. Tanaman lobak 1
6. Pensil Warna Sepaket 6. Pohon pepaya 1
7. Pohon singkong 1
8. Pohon jambu air 1
9. Pohon manga 1
10. Pohon pinus 1
11. Pohon sukun 1
12. Pohon nangka 1

13. Pohon pisang 1


14. Pohon jambu biji 1
15. Pohon belimbing 1
16. Pohon bunga merak 1
17. Pohon jayanti 1
18. Pohon kelengkeng 1
19. Pohon damar laki 1
20. Pohon bunga kupu-kupu 1
C. Langkah Kerja
Potonglah secara melintang batang jati muda, tua, dan
jagung.

Amati hasil potongan dan diberi keterangan

Amati apakah pada tumbuhan jati terdapat ruas apical dan


tunas aksiler dan beri keterangan.

D. Tabel Hasil Pengamatan

No Gambar Gambar Gambar Keterangan


Literatur Dokumentasi Tangan
1 Nama Daerah : Wortel
Nama Indonesia : Wortel
Nama Latin : Daucus carota
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Daucus
Spesies : Daucus carota
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
daucus/carota
Diakses pada 29-09-2018, pukul :
8.39 pm. WIB
2. Nama Daerah : jambu
Nama Indonesia : Jambu Batu
Nama Latin : Psidium guajava
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Psidium
Spesies : Psidium guajava
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
psidium/guajava
Diakses pada 29-09-2018, pukul:
8.51 pm. WIB
1. Nama Daerah : Pines
Nama Indonesia : Pinus
Nama Latin : Pinus merkusii
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Coniferophyta
Kelas : Pinopsida
Ordo : Pinales
Famili : Pinaceae
Genus : Pinus
Spesies : Pinus merkussi
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
pinus/merkusii
Diakses pada 29-09-2018, pukul :
8.48 pm. WIB
4 Nama Daerah : Cau
Nama Indonesia : Pisang
Nama Latin : Musa paradisiarca
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo :Zingiberales
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiarca
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
musa/paradisiarca
Diakses pada 29-09-2018, pukul :
8.54 pm. WIB
5 Nama Daerah :
Nama Indonesia :
Nama Latin : Araucaria
cunninghamii
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Coniferophyta
Kelas : Pinopsida
Ordo : Pinales
Famili : Araucariaceae
Genus ; Araucaria
Species : Araucaria
cunninghamii
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
araucaria/cunninghamii diakses
pada 29-09-2018, pukul: 8.55 pm.
WIB
6 Nama Daerah : kembang merak
Nama Indonesia :
Nama Latin : Caesalpinia
pulcherima
Klasifikasi
Kingdom : plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Caesalpiniceae
Genus : Caesalpinia
Spesies : Caesalpinia pulcherima
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
caesalpinia/pulcharima
Diakses pada 2-10-2018, pukul:
8.25 am. WIB
7 Nama Daerah : Jambu Aer
Nama Indonesia : Jambu Air
Nama Latin : Syzgium aqueum
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Syzgium
Spesies : Syzgium aqueum
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
syzgium/aqueum/
Diakses pada 29-09-2018, pukul :
8.42 pm. WIB
8 Nama Daerah : Nangka
Nama Indonesia : Nangka
Nama Latin : Artocarpus
heterophylus
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Urticales
Famili : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus
heterophylus
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
artocarpus/heterophylus
Diakses pada 29-09-2018, pukul:
8.48 pm. WIB
9 Nama Daerah : Buah
Nama Indonesia : Mangga
Nama Latin : Mangifera indica
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
mangifera/indica
Diakses pada 29-09-2018, pukul:
8.43 pm. WIB
10 Nama Daerah : jayanti
Nama Indonesi : Jayanti
Nama Ilmiah : Sesbania sesban
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Sesbania
Species : Sesbania sesban
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/sesbania/sesban
Diakses pada : 18 oktober 2018,
14.18 WIB
11 Nama Daerah : Gedang
Nama indonesia: Pepaya
Nama Latin :Carica papaya
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Violales
Family : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
caraca/papaya
Diakses pada 18 Oktober 2018,
14.22 WIB
12 Nama Daerah : Jagong
Nama indonesia: Jagung
Nama Latin :Zea mays
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas ; Liliopsida
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/zea/mays
Diakses pada : 18 Oktober 2018,
14.26 WIB
13 Nsma Daerah : Sampeu
Nama indonesia: Singkong
Nama Latin :Manihot esculenta
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Euporbiales
Family : Euporbiaceae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot esculenta
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/manihot/esculenta
Diakses pada 18 Oktober 2018,
14. 29
14 Nama Daerah : Sukun
Nama indonesia: Sukun
Nama Latin :Aetocarpus atilis
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Urticales
Family : Moraceae
Genus : Aetocarpus
Spesies : Aetocarpus aitilis
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/aetocarpus/aitilis
Diakses pada 18 Oktober 2018,
14.32 WIB
15 Nama Daerah :Lengkeng
Nama indonesia: Kelengkeng
Nama Latin :Dimocarpus longan
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Family : Sapindaceae
Genus : Dimocarpus
Spesies : Dimocarpus longan
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/dimocarpus/longan
16 Nama Daerah : Bunga Kupu-
Kupu
Nama indonesia: Bunga Kupu-
Kupu
Nama Latin :Bauhinia purprea
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Family : Fabaceae
Genus : Bauhinia
Spesies : Bauhinia purpurea
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/bauhinia/purpurea
17Diakses pada 18 Oktober 2018
12.43 WIB
17 Nsma Daerah : Jambu Aer
Nama indonesia: Jambu Air
Nama Latin :Syzgium aqueum
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Syzgium
Spesies : Syzgium aqueum
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/syzgum/aqueum
Diakses pada 18 Oktober 2018,
14. 46 WIB
18 Nama Daerah : Lobak
Nama indonesia: Lobak
Nama Latin :Raphanus sativus
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caparales
Family : Brasicaceae
Genus : Raphanus
Spesies : Raphanus sativus
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/raphanus/sativus
Diakses pada 18 Oktober 2018,
14.50 WIB
19 Nama Daerah :Jati
Nama indonesia: Jati
Nama Latin : Tectona grandis
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Family : Verbenaceae
Genus : Tectona
Spesies : Tectona grandis
Sumber
:http://plantamor.com/species/info
/tectona/grandis
Diakses pada 18 Oktober 2018,
14. 54 WIB
20 Nama Daerah :Jati
Nama indonesia: Jati
Nama Latin : Tectona grandis
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Family : Verbenaceae
Genus : Tectona
Spesies : Tectona grandis
Sumber :
http://plantamor.com/species/info/
tectona/grandis
Diakses pada 18 Oktober 2018,
14.54 WIB

Tabel 2

No Nama Pola Model Keterangan Gambar model


Tumbuhan percabangan percabangan model
1. Lobak Acualis - - -
2. Wortel Acualis - - -
3. Jati tua monopodial Corner pada model
Corner ini
batang
monopodial
dengan
perbungaan
lateral dan tak
bercabang.
4. Jagung monopodial Attims Bentuk model
Attim mirip
dengan Model
Rauh, tetapi
bedanya cabang
– cabang
tumbuh terus
menerus
(continuous),
batang pokok
juga
pertumbuhanny
a terus menerus.
5. Papaya Monopodial Corner pada model
Corner ini
batang
monopodial
dengan
perbungaan
lateral dan tak
bercabang.
6. Singkong Sympodial Leewenberg batang berupa
simpodium,
namun setiap
kolumner
menghasilkan
lebih dari satu
kolumner anak
di ujungnya,
yang menempati
ruang yang ada.
7. Jambu air Sympodial Preevost Model Prevost
merupakan
model arsitektur
pohon dengan
ciri-ciri batang
bercabang,
poliaksial,
dengan aksis
vegetatif tidak
ekuivalen,
homogen
(terdiferensiasi
dalam bentuk
aksis
orthotropik),
percabangan
seluruhnya
akrotonik
8. Manga Monopodial Scarrone arsitektur pohon
Scarrone
merupakan
model arsitektur
pohon dengan
ciri-ciri batang
bercabang,
poliaksial atau
pohon dengan
beberapa aksis
yang berbeda,
dengan aksis
vegetatif yang
tidak ekuivalen
dengan bentuk
homogen,
semuanya
orthotropik,
percabangan
monopodial
dengan
perbungaan
terminal,
terletak pada
bagian peri-peri
tajuk, cabang
simpodial
nampak seperti
konstruksi
modular, batang
dengan
pertumbuhan
tinggi ritmik.
9. Pinus Monopodial Rauh batang
merupakan
monopodium
ortotrop.
Pertumbuhan
ritmis
mengakibatkan
cabang tersusun
dalam karangan,
cabang juga
bersifat ortotro.
10. Sukun Monopodial Rauh batang
merupakan
monopodium
ortotrop.
Pertumbuhan
ritmis
mengakibatkan
cabang tersusun
dalam karangan,
cabang juga
bersifat ortotro.
11. Nangka Monopodial Rauh batang
merupakan
monopodium
ortotrop.
Pertumbuhan
ritmis
mengakibatkan
cabang tersusun
dalam karangan,
cabang juga
bersifat ortotro.
12. Pisang Sympodial Taminson sumbu batang
ortotrop dan
membentuk
cabang ortotrop
dari kuncup
ketiak di bagian
batang di bawah
tanah. Sumbu
baru terbentuk
berulang kali
dan ekivalen
dengan sumbu
induk dan
membentuk
perakaran
sendiri.
Pembentukan
sumbu baru atau
kolumner itu
bisa terjadi
beberapa kali.
13. Jmabu biji Sympodial Troll batang berupa
simpodiuum,
semua sumbu
berarah
plagiotrop sejak
dini, sehingga
semua sumbu
bersifat
horizontal, sifat
dorsifentral,
filotaksis distik
atau cenderung
distik. Pohon
berbunga
setelah dewasa.
Pembentukan
batang yang
tegak terjadi
setelah daun
gugur.
14, Belimbing Monopodial Troll batang berupa
simpodiuum,
semua sumbu
berarah
plagiotrop sejak
dini, sehingga
semua sumbu
bersifat
horizontal, sifat
dorsifentral,
filotaksis distik
atau cenderung
distik. Pohon
berbunga
setelah dewasa.
Pembentukan
batang yang
tegak terjadi
setelah daun
gugur.
15. Kembang Sympodial Champagna batang berupa
Merak t simpodium.
Bagian distal
setiap kolumner
melengkung
karena terlalu
berat dan tidak
didukung oleh
jaringan
penyokong yang
cukup.
Filotaksis spiral
terdapat pada
sumbu.
16. Jayanti Sympodial Troll batang berupa
simpodiuum,
semua sumbu
berarah
plagiotrop sejak
dini, sehingga
semua sumbu
bersifat
horizontal, sifat
dorsifentral,
filotaksis distik
atau cenderung
distik. Pohon
berbunga
setelah dewasa.
Pembentukan
batang yang
tegak terjadi
setelah daun
gugur.
17. Klengkeng Sympodial Troll batang berupa
simpodiuum,
semua sumbu
berarah
plagiotrop sejak
dini, sehingga
semua sumbu
bersifat
horizontal, sifat
dorsifentral,
filotaksis distik
atau cenderung
distik. Pohon
berbunga
setelah dewasa.
Pembentukan
batang yang
tegak terjadi
setelah daun
gugur.
18. Damar laki Monopodial Rauh batang
merupakan
monopodium
ortotrop.
Cabang
bersusun
kontinu atau
tersebar dan
fiotaksis batang
adalah spiral.
Cabang
plagiotrop dan
filotaksis distrik
atau cenderung
distrik. Cabang
dapat simpodial
maupun lebih
sering
monopodial.
19. Bunga monopodial Troll batang berupa
kupu-kupu simpodiuum,
semua sumbu
berarah
plagiotrop sejak
dini, sehingga
semua sumbu
bersifat
horizontal, sifat
dorsifentral,
filotaksis distik
atau cenderung
distik. Pohon
berbunga
setelah dewasa.
Pembentukan
batang yang
tegak terjadi
setelah daun
gugur.
20. Jati muda monopodial corner pada model
Corner ini
batang
monopodial
dengan
perbungaan
lateral dan tak
bercabang.

E. Pembahasan
Praktikum ini akan membahas tentang penampang melintang batang jati muda, jati tua dan
jagung. Selain membahas tentang penampang melintang praktikum kali ini juga membahas
tentang pola percabangan berbagai tanaman yaitu, lobak, wortel, papaya, singkong, jambu air,
manga, pinus, sukun, nangka, pisang, jambu biji, belimbing, kembang merak, jayanti, lengkeng,
damar laki, bunga kupu-kupu.
Penampang melintang
1. Penampang jati muda
Pada penampang jati muda sudah mulai terlihat beberapa penyusun batang seperti stele atau
silinder pusat yang merupakan bagian terdalam dari batang, kemudian terlihat juga kambium
yaitu yang menyebabkan batang tumbuh lebar dan biasanya akan membentuk lingkaran tahunan
juga sudah Nampak kulit batang namun kulit batang pada batang jati muda berwarna hijau. Ciri-
ciri dari batang jati muda adalah kulitnya sedikit basah, bentuknya persegi empat, serta terdapat
tempat melekatnya daun pada ruas/ buku.
2. Penampang jati tua
Sama halnya dengan batang jati muda pada jati tua bagian-bagian yang Nampak yaitu stele,
kamcium dan kulit batang. Namun bedanya jika pada jati muda kulit batang nya berwarna hijau
pada jati tuabatang nya berwarna coklat serta permukaan batnya kasar karena sudah nampak
benjolan benjolan dari lentiselnya. Jika pada jati muda terdapat tempat melekatnya daun, pada
jati tua sudah nampak tempat melekatnya cabang batang.
3. Penampang jagung
Pada penampang jagung yang terlihat adalah epidermis, warna batang dan pembuluh
angkutnya. Batang jagung tidak memiliki kambium karena termasuk jenis batang monoktil.
Sehingga ukuran batng nya tidak akan sebesar ukuran batang pohon jati.
Berdasarkan praktikum bentuk dan model percabangan pada tumbuhan terdapat beberapa
karakteristik dari tumbuhan tersebut, diantaranya:
a. Pohon papaya
Pohon papaya memiliki percabangan monopodial dan model percabangan corner. Pohon
papaya ada yang bercabang dan ada juga yang tumbuh tegak lurus keatas.
Pertumbuhannya selalu mengikuti arah cahya agar memudahkan dalam proses
berfotosintesis. Pohon papaya memiliki batang yang berbenjol benjol atau tidak halus.
Warna batangnya bukan coklat melainkan krem agak keputih-putihan hamper mendekati
abu.
b. Pohon singkong
Pohon singkong memiliki pola percabangan sympodial dan model percabangan
leewenberg. Pada pohon singkong terlihat jelas ruas-ruasnya. Pohon singkong memiliki
daun yang berbentuk menjari. Untuk sebagian daerah singkong dijadikan sebagai
makanan pokok atau pengganti nasi karena kandungnannya yang kaya akan karbohidrat.
c. Jambu air
Pohon jambu air memiliki percabangan sympodial dan model percabangan preevost.
Pohon jambu air memiliki daun yang lebat, bentuk batangnya berwarna
coklat,permukaaannya sedikit kasar, pertumbuhannya selalu mengikuti arah cahaya,
buahnya dimanfaatkan untuk dikonsumsi.
d. Manga
Pohon manga memiliki bentuk percabangan monopodial dan modelpercabangan scarrone.
Batang pohon manga berwarna coklat teksturnya kasar dan berkambium sehingga batang
terasa keras, daunnya berwarn hijau.pertumbuhannya mengikuti arah datangnya cahaya.
Pohon mangga memiliki daun yang rindang, pohon mangga ini bermacam-macam
jenisnya. Perbedaan jenis iniakan mempengaruhi rasa dan bentuk dari buah pohon mangga
itu sendiri.
e. Pinus
Pohon pinus memiliki bentuk percabangan monopodial dan moel percabangan scarrone.
Batang pinus berwarna coklat, tektsur nya kasar. biasanya batang pinus ini kalau dikupas
akan menghasilkan getah, tetesan tetesan getah ini dikumpulkan kedalam batok kelapa
sampai membentuk gumpalan dan nantinya akan menjadi bahan dasar dalam pembuatan
cat tembok. Daun dari pohon pinus ini termasuk kedalam jenis daun majemuk dan
memiliki bentuk daun yang seperti jarum. Pohon pinus juga memiliki bunga, hanya saja
waarna bunganya berbeda dengan bunga pada umumnya. Bunga pada pohon pinus ini
berwarna coklat.
f. Sukun
Pohon sukun memiliki bentuk percabangan monopodial dan model percabangan rauh.
Pohon sukun berwarna coklat dan tumbuh tinggi besar karena pohon sukun mengandung
kambium sehingga memungkinkan pohon ini memiliki batang yang lebar dan keras,
tekstur batangnya kasar. Arah pertumbuhannya selalu mengikuti arah datangnya cahaya.
g. Nangka
Pohon nangka memiliki bentuk percabangan monopodial dan model percabangan rauh.
Pohon nangka memiliki batang berwarna coklat, tumbuh tegak, batangnya keras atau
berkayu. Pohon nangka memiliki buah yang dapat dikonsumsi.
h. Pisang
Pohon pisang memilikibentuk percabangan sympodial dan model percabangan taminson.
Pohon pisang memiliki batang yang licin dan berwarna coklat tua dan pink keunguan.
Pohon pisang memilikibatang semu yang terletak dibagian bawah, itulah kenapa pohon
pisang digolongkan kepada jenistanman yang memiliki bentuk percabangan sympodial.
Ukuran daun piang cukup besar dan merupakan daun yang lengkap. Karena memiliki
pelepah, tangkai dan helaian daun.
i. Jambu biji
Pohon jambu biji memiliki bentuk percabangan sympodial dan model percabangan troll.
Pohon jambu biji berwarna coklat muda dan tekstur nya licin lama kelamaan kulit yang
melekat pada batang poho jambu biji akan mengelupas. Pohon jambu biji bercabang dan
memiliki daun yang bertulang menyirip.
j. Belimbing
Pohon belimbing memiliki bentuk percabangan monopodial dan model percabangan troll.
Pohon belimbing memiliki batang bercabang yang berkayu, berwarna coklat dan
teksturnya agak kasar. Daun pada tanaman ini adalah daun majemuk dimana jika mati satu
helai daun maka daun lainnya pun akan mati. Arah pertumbuhannya selalu mengikutiarah
datangnya cahaya.
k. Kembang merak
Kembang merak memiliki bentuk percabangan sympodial dan model percabangan
champagnat. Batanya berbentuk bulat, berkayu dan berwarna coklat. Daunnya majemuk
seperti daun pada petai cina namun bedanya daun pada bunga merak lebih bulat dan
berjarak. Bunga merak memiliki bunga yang indah.
l. Jayanti
Pohon jayanti memiliki bentuk percabangan sympodial dan modelpercabangan troll.
Batangnya berbentuk bulat, berkayu dan berwarna coklat.pertumbuhan nya selalu
mengikuti arah datangnya cahaya. Pohon jayanti memiliki daun majemuk dan ukurnnya
kecil sehingga pohon ini kurang cocok jika dijadikan tempat berteduh karena kurang
rindang.
m. Pohon kelengkeng
Pohon ini memiliki bentuk percabangan sympodial dan model percabangan troll. Pohon
lengkeng memiliki batang berwarna coklat,berkayu,dan kasar. Pohon ini tumbh tinggi
besar Karena memiliki kambium. Pohon lengkeng memiliki daun yang rindang berwarna
hijau tua. Pertumbuhannya sellau mengikuti arah datangnya cahaya.
n. Damar laki
Pohon damar laki memiliki bentuk percabangan monopodial dan model percabangan rauh.
Batang pohon ini berwarna coklat, berkayu dan kasar. Pohon ini memiliki daun yang
berbentuk seperti jarum berwarna hijua, namun daunnya berbeda dengan daun pada pohon
pinus. Pertumbuhannya selalu mengikuti arah datngnya cahay.
o. Bunga kupu-kupu
Memiliki bentuk percabangan monopodial dan model percabangan troll. Pohon ini
memiliki batnang bulat, berwarna coklat, kasar dan berkayu. Pohon bercabang sehingga
nampak rindang, ciri khas yang paling menonjol adalah daunnya yang unik berbentuk
seerti kupu-kupu.
p. Wortel
Wortel memiliki bentuk percabangan acualis dan tidak memilikimodel percabangan.
Batang wortel berwarna hijau tidak memiliki kambium sehingga tidka memungkinkan
tumbuh besar layaknya pohon yang berkmabium
q. Lobak
Sama halnya dengan wortel lobak juga hanya memiliki bentuk percabangan saj yaitu
acualis dan tidakmemiliki model percabangan. Lobak berwarna putih biasanya digunakan
sebagai bahan masakan, batang lobak berwarna hijau dan tidak memiliki kambium.

F. Pertanyaan dan Jawaban


1. Dimanakah terdapat tunas apikal? Dan apakah fungsinya?
Tunas apikal terletak di pucuk, tunas apikal berfungsi membentuk jaringan baru seperti akar,
cabang dan daun.
2. Dimanakah terdapat tunas aksiler? Dan apakah fungsinya?
Sudut yang terbentuk antara masing-masing daun dan batang dimana pada suatu tunas aksiler
terdapat pada ketiak daun yang memiliki potensi untuk membentuk suatu tunas cabang.
3. Apakah terdapat perbedaan antara batang jati muda dan jati tua? Jelaskan!
Perbedaan yang sangat nampak pada batang jati tua dan jati muda dalah darikulit batangnya.
Pada batang jati muda kulit batang berwarna hijua dan basah, sedangkan pada batang jati tua
kulit batang berwarna coklat, kering dan kasar. Selain itu pada batang jati muda yang nampak
adalah tempat melekatnya daun sedangkan pada batang jati tua yang nampak adalah tempat
melekatnya cabang batang. Dilihat dari ukuran pun bebeda batang jati muda diameter
batagnya lebih kecildibanding pada jati tua.
4. Apakah terdapat perbedaan antara batang jati dan jagung?
Ada, yaitu pada batang jagung tidak ditemukan kambium sehingga tdak memungkinkan
batang jagung memiliki diameter yang sangat lebar. Sedangkan pada batang jati terlihat
danyakambium sehingga mengakibatkan batang jati akan membesar. Batang jagung tidak
berkay sedangkan batang jati berkayu. Pada pohon jati yang hidup bertahun-tahun akan
nampak lingkaran tahunan, sedangkan pada batang jagung tidakkan nampak lingkaran
tahunan.
5. Apakah pada batang jati dewasa buku dan ruas masih dapat dibedakan?
Bisa, namun pada batang jati yang masih muda buku dan ruas kurang bisa dibedakan karena
masih jarang.
6. Apakah pada batang jagung buku dan ruas masih dapat dibedakan ?
Bisa, karena pada pohon jagung node dan internode nya terlihat sangat jelas. Namun jika
pada pohon yang masih kecil belum terlalu nampak. Namun pada tumbuhan dewasa
internode dan node nya terlihat.
7. Deskriptikan secara singkat perbedaan pola percabangan yang di tugaskan!
Percabangan monopodial, yaitu jika batang pokok selalu lebih jelas, karena lebih besar dan
lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya) daripada cabang-cabangnya, misalnya pohon
cemara (Casuarina equisetifolia L.).
Percabangan simpodial, sumbu tubuh menghasilakn ruas dan buku namun di suatau saat
meristem apikal tidak berfungsi lagi oleh karena membentuk bunga atau
berdiferensiasi  membentuk parenkim atau karena sebab lain.
8. Berikan kesimpulan dan saran
Kesimpulan : Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, mengingat
tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu
tubuh tumbuhan.
Saran : Lebih memerhatikan bagian-bagian batang yang diamati dan lebih mendetail gambar
yang dibuat tangan.
DAFTAR PUSTAKA

Hidajat, Estiti B. 1995. Morfologi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB

Loveless.A.R. 1991. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik I. Jakarta:


PT.Gramedia Pustaka utama

Reece, Campbell. 1999. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University


Press.

Hasanuddin.2013.Model Arsitektur Pohon Hutan Kota Banda Aceh Sebagai Penunjang


Praktikum Morfologi Tumbuhan. Jurnal EduBio Tropika.Vol. 1. No. 1.hlm. 1-60