Anda di halaman 1dari 3

Menyembuhkan dengan Kekuatan Pikiran

Tahukah Anda, mengapa kita sering mendapat anjuran untuk selalu berpikiran
positif dan menghindari pikiran negatif? Karena hubungan antara pikiran yang
negatif dan kemungkinan datangnya penyakit ternyata sangat erat. Dalam
bukunya yang berjudul self healing, Louis Proto menjelaskan bahwa kekuatan
atau kelemahan sistem kekebalan tubuh kitapada akhirnya dipengaruhi oleh apa
yang kita pikirkan, kita rasakan, kita katakan dan kita lakukan. Bahkan dengan
mengutip pendapat Dr. Edward Bach, dikatkan juga bahwa semua penyakit
merupakan suatu perwujudan yang didasari oleh keadaan pikiran yang negatif.

Penelitian-penelitian pun sudah banyak yang menunjukkan bagaimana penderita


penyakit kronis yang berpikiran positif lebih besar kemungkinan sembuhnya
dibanding pasien yang berpikiran kegatif. Nampaknya pikiran memang memiliki
kekuatan yang menentukan kesehatan tubuh kita.

Tapi bagaimana caranya menggunakan kekuatan pikiran untuk melakukan


penyembuhan?

Mengenal diri, awal kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan


Melakukan penyembuhan dengan kekuatan pikiran, menurut Vicky Schippers,
penyembuh holistik dari Belanda, berarti menggunakan pikiran, keyakinan atau
energi spiritual untuk menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain. Dan
sebelum menyembuhkan orang lain, kita harus lebih dahulu menyembuhkan diri
sendiri.

Lebih jauh Vicky menjelaskan bahwa pada dasarnya, setiap orang terlahir dengan
kekuatan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang bahagia, sehat dan
kreatif dalam melakukan tugas apapun. Namun untuk bahagia, sehat dan kreatif
dalam melakukan tugas apapun. Namun untuk bisa menyadari dan menggunakan
kekuatan tersebut, kita harus lebih dahulu mengenal diri sendiri.

Jadi cara yang dianjurkan Vicky adalah dnegan mulai masuk ke dalam diri. danhal
itu harus dijalani dengan pengalaman, bukan hanya dengan membaca atau
mengikuti pelatihan demi pelatihan saja. Hanya dengan mengolah info dan
mengamalkan ilmu yang didapat maka kita bisa mencapai kebijakan. Banyak
orang yang mengikuti berbagai pelatihan dan terus mencari tanpa menyadari
bahwa yang dicaari sebenarnya ada di dalam diri sendiri. Dan sekali kita berhasil
masuk ke dalam diri, maka kita akan selalu merasa bahagia.

UNtuk bisa mencapai hal itu, caranya sebenarnya sederhana saja, yaitu dengan
mulai mengikuti apa saja yang kita yakini sebagai sesuatu yang baik atau sebagai
sesuatu yang benar. Ketika kita berjalan dengan apa yang kita miliki tersebut,
maka yang kemudian kita butuhkan pasti akan kita temukan dalam perjalanan.
Kita tak pernah mengetahuinya sebelum mempraktekkan sendiri.

Proses penyembuhan selalu berlangsung dari dalam


Selanjutnya Vicky juga menjelaska bahwa penyembuhan dengan kekuatan pikiran
sesungguhnya adalah melakukan hal-hal yang biasa dilakukan orang tanpa sadar.
Contohnya dalam kasus seorang pasien yang datang berobat ke dokter. Karena
yakin dengan keahlian dokter yang menurutnya bagus tersebut, dia bisa
menerima pengobatan yang diberikan sehinga akhirnya sembuh. Dia tidak sadar
bahwa keyakinan itu mempengaruhi kesembuhannya. Tanpa mempercayai dokter
tersebut, belum tentu dia bisa sembuh secepat itu.

Dalam dunia medis juga dikenal apa yang disebut efek placebo. Pasien yang
mendapatkan pil dan diberi tahu bahwa pil tersebut adalah obat yang bisa
membuatnya sembuh, bisa saja betul-betul sembuh setelah meminumnya.
Meskipun pil tersebut sebenarnya mungkin hanya berisi vitamin saja.

Karena itu menurut Vicky, semua bentuk penyembuhan sebenarnya selalu dimulai
dari dalam. Sedangkan semua perlakukan yang berasal dari luar seperti aneka
tindakan medis seperti obat hingga operasi sifatnya membantu memicu
terjadinya proses penyembuhan. Karena dalam diri setiap orang, tersimpan
energi yang sangat kuat yang dikenal sebagai energi spiritual / chi life force).
Energi itu bisa dimiliki dan digunakan oleh orang yang biasa bermeditasi.

Meditasi yang dimaksud di sini adalah meditasi dalam arti berserah diri kepada
Tuhan. Dengan cara duduk dan melepaskan semua masalah serta beban pikiran,
lalu membiarkan Tuhan mengambil alih semua permasalah itu. Karena dengan
pertolongan Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan atau dicapai. Dengan
kemampuan mengakses energi spiritual dan menggunakannya, tidak hanya
penyembuhan yang bisa kita dapatkan, bahkan penuaan pun bisa dihambat.

Jika diurut kembali proses penyembuhan dengan kekuatan pikiran menurut Vicky
adalah:

1. Meyakini bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan


diri dengan kekuatan pikiran.
2. Memahami bahwa proses penyembuhan itu tidak terjadi di level pikiran
sadar tapi di level pikiran bawah sadar yang memungkinkan manusia
berhubungan dengan Tuhan.
3. Berdoa, meminta apa yang kita butuhkan.
4. Bermeditasi

Terkadang orang mempertanyakan perbedaan doa dan meditasi. Menurut Vicky,


ketika berdoa kita meminta sesuatu dari Tuhan. Sedangkan bermeditasi berarti
mendengarkan jawaban-jawaban dari Tuhan. Karena Tuhan berbicara pada
manusia lewat hati kita. Apa yang membuat hati terasa nyaman, itulah yang baik
dan benar.

Empat langkah di atas harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kemudian


melakukan afirmasi untuk mengobati diri, dengan kata-kata seperti: Saya bisa
mengobati diri saya sendiri. Saya memiliki kekuatan untuk mengobati diri sendiri.
Baru selanjutnya lakukan visualisasi.

Menguasai ucapan, pikiran dan perbuatan


Vicky juga mengingatkan bahwa untuk bisa berhasil dengan penyembuhan inim
satu hal yang harus diingat adalah dengan menjauhi sikap yang terlalu
mementingkan diri sendiri, sering mengkritik atau menyinggung perasaan orang
lain. Kita harus tahu betul hal-hal yang dirasakan baik dan ebnar untuk diri
sendiri dan selalu menghindari tindakan yang merugikan orang lain. Karena
egolah biasanya yang menjadi penghalang dari pertumbuhan spiritual kita.

Selanjutnya hal lain yang juga penting dilakukan adalah menguasai diri.
Maksudnya adalah menguasai tubuh fisik dan pikiran kita. Menguasai tubuh fisik
dan pikiran kita. Menguasai tbuh fisik umumnya dilakukan dengan melakukan
latihan olah tubuh. Sedangkan menguasai pikiran berarti membuat pikiran
bekerja untuk kita dan bukan kita yang diperbudak pikiran. Lalu belajar
memanfaatkan pikiran bawah sadaar untuk menciptakan segala sesuatu yang
dibutuhkan.
Pada tahap itu kita akan menjadi semakin berhati-hati dengan setiap perkataan
kita dan selalu melihat hasilnya, apakah negatif atau positif. Setelah bisa hidup
dengan kesadaran seperti itu, kita akan mulai melihat juga efek dari pikiran kita
terhadap sesama. Jika pikiran kita terhadap sesama selalu baik pasti pikiran kita
enak. Jika pikiran kita terhadap sesama tidak baik, perasaan kita juga akan
negatif. Pada akhirnya kita akan menyadari bahwa pikiran itu sama dengan
tindakan, sama-sama menimbulkan dampak. Dengan begitu kita akan selalu
berusaha menjaga ucapan, pikiran dan tindakan sehingga selalu harmonis.

Anda mungkin juga menyukai