Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang yang
diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi tepat guna
adalah suatu alat yang sesuai dengan kebutuhan yang dapat berguna sesuai dengan
fungsinya. Selain itu, teknologi tepat guna atau yang disingkat dengan TTG adalah
teknologi yang digunakan dengan sesuai (tepat guna). Ada yang menyebutnya
teknologi tepat guna sebagai teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional
sederhana dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan
mata pencaharian pokok masyarakat tertentu.
Adanya Teknologi Tepat Guna Kesehatan diharapkan dapat menjembatani
masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan hidup sehat. Maka, perlu kiranya
melihat kondisi penerapan Teknologi Tepat Guna khususnya bidang kesehatan yang
berkembang di masyarakat dan melihat sejauh mana teknologi tersebut berhasil
mewujudkan kondisi masyarakat yang sehat. Dalam dunia kebidanan, Teknologi
Tepat Guna sangat bermanfaat khususnya pada saat persalinan. Ada beberapa
metode, prosedur dan efek yang dapat membantu proses persalinan agar lancar dan
mengurangi rasa sakit yang akan dibahas pada makalah ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja obat-obatan yang digunakan untuk proses persalinan?
2. Apa saja macam-macam massage yang digunakan untuk proses persalinan?
3. Apa saja macam-macam prosedur yang digunakan untuk proses persalinan?
4. Apa saja macam-macam posisi yang digunakan untuk proses persalinan?

1
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui obat-obatan yang digunakan untuk proses persalinan
2. Mengetahui massage yang digunakan untuk proses persalinan
3. Mengetahui obat-obatan yang digunakan untuk proses persalinan
4. Mengetahui obat-obatan yang digunakan untuk proses persalinan

D. Metode Penulisan
Dalam pengumpulan informasi pada makalah ini, penulis menggunakan
metode studi pustaka informasi dari media elektronik yaitu internet. Pengumpulan
data dan informasi dilakukan dengan mencari dari sumber referensi, website dan
buku yang berhubungan dengan Kelainan pada Sistem Perkemihan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

Pada saat proses persalinan seorang ibu bersalin dapat mengalami nyeri
persalinan yang biasanya muncul karena adanya respons psikis dan refleks fisik.
Reflek fisik ini muncul karena adanya peregangan pada otot halus, kontraksi, dan
lain-lain (Asrinah,dkk. 2010).
Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan
dalam memberikan asuhan kepada ibu dan anak dalam keadaann fisiologis. Selain itu
bidan dianggap sebagai sosok yang dekat dengan perempuan sehingga diharapkan
dapat memberikan kenyamanan yang lebih.
Seiring dengan perkembangan zaman banyak tantangan yang dimiliki oleh
bidan. Sebagian besar pasien ingin merasakan persalinan tanpa merasakan adanya
nyeri persalinan. Jadi berikut beberapa hal yang dapat digunakan guna dalam proses
persalinan berlangsung.

A. Obat pada Saat Persalinan


1. Pereda nyeri pada persalinan
a. Analgetika Inhalasi
Preparat gas ini akan menghasilkan analgetika intermiten pada saat
timbulnya kontraksi uterus (HIS). Pemberian Analgetika Inhalasi ini
dianjurkan hanya pada masa transisi, kala dua persalinan, pejahitan perineum
dan sementara menunggu analgesia epidural untuk memberikan hasil yang
efektif.
Efek samping :
1) Depresi sistem saraf pusat (sedasi)
2) Halusinasi
3) Mual
4) Hipoksia

3
b. Apoid
Apoid digunakan dalam persalinan, praedah, intrabedah, pascabedah
dan dalam masa intensif untuk menghasilkan analgetika, sedasi serta
pengurangan rasa cemas.
Efek samping :
1) Sistem saraf pusat menjadi fungsinya lebih tinggi
2) Depresi
3) Penumpukan sistem sara pusat

c. Obat anestesi local


Obat-obat anastesi local memiliki peranan dalam meredakan rasa nyeri
namun dalam jangka waktu yang singkat. Dalam kebidanan, obat-obat
tersebut diberikan secara topical, subkutan. Infiltrasi di sekeliling serabut saraf
yang tunggal.
Efek samping :
1) Menghambat hantaran impuls dalam jaringan yang dapat
tereksitasi.
2) Menyekat saluran cepat ion natrium pada semua jaringan
penghambat impuls, yaitu : SSP, jantung dan sistem kardiovaskuler,
sistem saraf perifer, sistem saraf simpatis, otot polos, uterus,
kandung kemih, usus, otot skelet, telinga berdengung, perasaan
yang aneh dalam mulut, kebingungan, penglihatan kabur,
menggigil, keadaan gelisah, entoria, gemetaran, mual, tremor,
konuksi, depresi pernafasan, koma dan kematian.

4
2. Obat yang meningkatkan kontraktilitas uterus/oksitosin
a. Obat oksitosin
Obat-obat oksitosin banyak digunakan untuk induksi serta penguatan
persalinan, pencegahan serta penanganan perdarahan postpartum,
pengendalian perdarahan akibat abosrytus inkoplentus dan penangan aktif
pada kala 3 persalinan.
1) Prostaglandin
Merupakan substansi yang penting sebagai “hormone local”.
Prostaglandin yang sering digunakan dalam bidang kebidanan adalah
Dinoproston, Carboprost, Gemeprost, Misoprostol.
Efek samping :
a) Kontraksi otot polos-usus, pembuluh darah bronkiolus
b) Vasodilatasi dan hipotensi
c) Pireksia
d) Inflamasi
e) Sensirisasi terhadap rasa nyeri
f) Dieresis dan kehilangan elektrolit
g) Efek darri sistem saraf pusat
h) Pelepasan hormone hipose, renin dan steroid adrenal
i) Inhibisi respons sistem saraf otonom
j) Peningkatan tekanan intraokuler

2) Oksitosin
Memiliki peranan yang sangat penting dalam persalinan dan
ejeksi ASI. Oksitosin bekerja pada seseptor oksitosik untuk
menyebabkan kontraksi uterus pada kehamilan aterm, kontraksi
pembuliuh darah umbilicus, kontraksi sel-sel mioepitel

5
Efek samping :
Bila oksitosin sintetik diberikan, kerja fisiologis hormone akan
bertambah sehinggu beberapa efek samping potensial berbahaya :
a) Stimulasi berlebihan pada uterus
b) Kontraksi pembuluh darah tali pusat
c) Kerja pada pembuluh darah
d) Mual
e) Reaksi hipersensitifitas

Pemberian oksitosin akan mengganggu masuknya kepala janin ke


dalam serviks. Kontraksi uterus yang keras, lama serta kuat dapat
menimbulkan konsekuensi yang serius :
a) Trauma pada neonates dan ibu
b) Puptura uteri
c) Perdarahan postpartum
d) Hematoma pelvic
e) Solusio plasenta
f) Emboli cairan amnion
g) Hipoksia fetal

3) Ergometrin
Merupakan jamur yang tumbuh pada tanaman rye (gandum hitam;
gandum dan pepadian lainnya).
Efek samping :
a) Kontraksi uterus
b) Diare dan muntah
c) Vasokomstriksi
d) Inhibisi produksi prolaktin

6
e) Efek ergometrin pada neonates
f) hipersensitifitas

3. Obat yang menurunkan kontraktilitas uterus/tokolitik


a. Preparat agonis adrenoreseptor beta2
Kelompok preparat golongan simpatomemetik ini meliputi ritodrin,
terbutalin, salbutamil dan adrenalin.
Efek samping :
Efek samping obat-obat tokolitik / relaksan uterus terjadi karena
stimulsi pada adrenoreseptor beta2, yang mengenai :
1) Sistem kardiovaskuler
2) Sistem renin angiotensin
3) Sistem syaraf pusat
4) Otot polos pada banyak organ
5) Kelenjar yang mensekresikan mukus
6) Proses metabolism

b. Penyakit saluran kalsium(terutama nifedipin)


Obat-obat penyekat saluran kalsium (obat-obat antagonis kalsium)
dapat diresepkan dokter untuk keperluan tokolisis dan penanganan hipotensi.
Efek samping :
1) Hipotensi (iskemia)
2) Edema paru
3) Vasodilatasi
4) Masalah gastrointestinal
5) Reaksi hipersensitivitas
6) Pemberian ASI

7
c. Atosidan
Preparat ini diindikasikan untuk tokolisis dengan pembatasan yang
sama seperti yang diberlakukan pada obat-obat tokolitik lainnya.
Efek samping :
1) Muntah, hipertensi, sakit kepala
2) hiperglikemia

B. Massage untuk Mengurangi Rasa Nyeri Saat Persalinan


Massage adalah tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak,
biasanya otot tendon atau ligament, tampa pergeseran atau perubahan posisi sendi
guna menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi dan meningkatkan sirkulasi.
masase pada punggung berpengaruh terhadap intensitas nyeri dan kadar endorfin
ibu bersalin kala I fase laten persalinan normal serta kadar endorfin berkorelasi
dengan intensitas nyeri kala I fase laten persalinan normal.Berikut merupakan
beberapa metode massage yang dapat digunakan untuk merangsang saraf yang
berdiameter besar, yaitu :
1. Metode Massage Effleurage

8
Gambar 1. Mareta02.blogspot.com
Massage Effleurage merupakan teknik pijatan dengan menggunakan
telapak jari tangan dengan pola gerakan melingkar pada abdomen, pinggang
atau paha. Teknik effleurage massage ini dapat menurunkan nyeri persalinan
kala 1 fase aktif bila dilakukan dengan benar, yaitudilakukan setiap adanya
kontraksi dan dilakukan selama ±20 menit. Ibu bersalin mengatakan bahwa
nyeri pada pinggang bagian bawah berkurang setelah dilakukan pijatan
tersebut. Massage Effleurage dapat memberikan efek relaks dan tenang.
a. Prosedur Pelaksanaan Effleurage Massage
Atur posisi tidur ibu dengan posisi tidur terlentang rileks dengan
menggunakan satu atau dua bantal, kaki diregangkan 10 cm dengan kedua
lutut fleksi membentuk sudut 45 derajat.
Pada waktu timbul kontraksi:
1) Letakkan kedua telapak ujung-ujung jari tangan diatas simfisis pubis
2) Bersama inspirasi pelan, usapkan kedua ujung-ujung jari tangan dengan
tekanan yang ringan, tegas dan konstan ke samping abdomen,
mengelilingi samping abdomen menuju ke arah fundus uteri.
3) Setelah sampai fundus uteri seiring dengan ekspirasi pelan-pelan usapkan
kedua ujung-ujung jari tangan tersebut menuju perut bagian bawah diatas
simfisis pubis melalui umbilicus.
4) Lakukan gerakan ini berulang-ulang selama ada kontraksi (Gadysa, 2009).
5) Pada abdomen, dengan kedua telapak jari-jari tangan lakukan usapan
ringan, tegas dan konstan dengan pola gerakan melingkari abdomen,
dimulai dari abdomen bagian bawah diatas simfisis pubis, arahkan ke
samping perut, terus ke fundus uteri kemudian turun ke umbilicus dan
kembali ke perut bagian bawah diatas simpisis pubis bentuk pola
gerakannya seperti “kupu-kupu” (Yesie, 2011. Siapa Billang Melahirkan
Itu Sakit, textbook)

9
6) Pada punggung, gunakan kedua telapak tangan untuk menekan kedua sisi
punggung dari daerah lumbal 5 kesisi atas punggung, lakukan gerakan
naik turun dan berirama (Yesie, 2011. Siapa Billang Melahirkan Itu Sakit,
textbook).

b. `Peranan Effleurage Massage
Stimulasi kulit dengan teknik effleurage menghasilkan impuls
yang dikirim lewat serabut saraf besar yang berada di permukaan kulit,
serabut saraf besar ini akan menutup gerbang sehingga otak tidak
menerima pesan nyeri karena sudah diblokir oleh stimulasi kulit dengan
teknik ini,  akibatnya persepsi nyeri akan berubah. Selain meredakan nyeri,
teknik ini juga dapat mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan
sirkulasi darah di area yang terasa nyeri (Yuliatun, 2008).

c. Efek Samping Massage Effleurage


Effleurage Massage merupakan salah satu teknik nonfarmakologi yang
tidak membahayakan bagi ibu maupun janin, tidak memperlambat persalinan
dan tidak mempunyai efek alergi maupun efek obat (Gadysa, 2009).

2. Massage Counter Pressure

10
Gambar 2. www.slideshare.net
Massage Counter Pressure merupakan pijatan dengan tekanan kuat pada
sakrum dengan meletakkan tumit tangan membentuk lingkaran kecil saat
kontraksi selama 2-3 menit selama 20 menit sebagai pengurang rasa sakit
pada punggung saat persalinan. Namun perlu disadari bahwa ada ibu yang
tidak biasa dipijat, bahkan disentuh saat mengalami kontraksi, hal ini
disebabkan karena kontraksi sedemikian kuatnya sehingga ibu tidak sanggup
lagi menerima rangsangan apapun pada tubuh.Bidan harus memahami hal ini
dan menghormati keinginan ibu (Danuatmadja dan Meilasari, 2011).

a. Langkah-langkah melakukan massage counter pressure sebagai berikut:


1) Memberitahukan ibu langkah yang akan dilakukan dan fungsinya
2) Menganjurkan ibu mencari posisi yang nyaman seperti posisi berbaring
miring ke kiri ataupun duduk
3) Mencuci tangan
4) Menekan daerah sakrum secara mantap dengan pangkal atau kepalan salah
satu telapak
5) tangan setiap kontraksi selama 20 menit, lepaskan dan tekan lagi, begitu
seterusnya selama kontraksi

11
6) Mengevaluasi teknik massage counter pressure tersebut

C. Prosedur untuk Mengurangi Rasa Nyeri


Dari segi prosedur, ada beberapa prosedur yang bisa dipilih dalam
persalinan.
1. Water Birth

Gambar 4. https://denver.citymomsblog.com/sponsored/water-birth-denver/
Persalinan di air ( waterbirth) adalah proses persalinan atau proses
melahirkan yang dilakukan di dalam air hangat. Metode melahirkan ini
dilakukan secara normal melalui vagina di dalam air. Ketika ibu hamil
sudah masuk bukaan 5-6, dengan dibantu dokter/perawat, ibu hamil

12
dimasukkan ke kolam khusus yang dipastikan kebersihan dan
sterilisasinya. Temperatur air harus sesuai dengan suhu tubuh ibu,
tidakkurang atau lebih, untuk mencegah terjadinya temperature shock saat
bayi meluncur ke air.
 Keuntungan
Kelebihan utama melahirkan di air adalah ibu sangat relaks,
karena adanya relaksasi semua otot tubuh, terutama otot-otot yang
terkait dengan proses persalinan. Mengejan menjadi lebih mudah dan
tidak merasakan sakit seperti proses persalinan lainnya. Jangan
khawatir bayi akan "tenggelam" begitu lahir, sebab selama dalam
kandungan pun sejatinya bayi hidup di dalam air ketuban ibu.
 Kekurangan
Risiko air tertelan oleh bayi sangat besar, karena itu proses ini
membutuhkan kesiapan semua pihak, baik peralatan yang digunakan
maupun dokter kandungan/perawat/dokter anak yang langsung
mengecek keadaan bayi begitu lahir. Bila prosesnya berlangsung
terlalu lama, ibu bisa mengalami hipotermia atau suhu tubuh terlalu
rendah.

2. Gentle Birth

Gambar 5. https://nakita.grid.id/read/027208/yuk-kenali-6-syarat-gentle-birth?page=all

13
Gentle birth adalah sebuah filosofi dalam persalinan yang tenang,
penuh kelembutan dan memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh
seorang manusia. Penolong dan pendamping harus membantu dengan tenang
dan suara yang lembut, sehingga pada saat bayi lahir, suasana di sekelilingnya
tenang, hening, dan penuh kedamaian. Proses persalinan yang tenang, lembut,
santun dan minum trauma ini bukanlah sebuah standart operasional prosedur
(SOP) atau seperangkat aturan yang harus diikuti. Sebaliknya, itu adalah
sebuah pendekatan dalam proses kelahiran alami yang menggabungkan nilai-
nilai dan keyakinan yang dianut oleh wanita itu sendiri. Biasanya proses
persalinan yang disarankan dalam Gentle Birth adalah persalinan normal per
vagina yang dapat dilakukan di atas tempat tidur, atau di dalam bak
mandi air hangat (water birth), dengan atau tanpa bimbingan instruktur
hypnobirthing yang akan membantu memandu proses persalinan
menjadi lebih rileks, mudah, dan gentle. Tentu saja, prinsip dari Gentle
Birth bukanlah menghilangkan rasa sakit. Setiap proses persalinan pasti
melibatkan 'sensasi yang kuat' pada fisik. Yang perlu dipersiapkan
dalam persalinan Gentle Birth adalah mengolah tubuh, pikiran, emosi selama
masa kehamilan agar calon ibu siap menghadapi persalinan secara fisik,
mental, dan spiritual.

a. Prinsip-Prinsip Persalinan Holistik Gentle Birth


1) Menurut Kuswandi (2014) dan Aprillia dan Ritchmond (2013), ada
beberapa prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam persalinan holistik
(Gentle Birth), yaitu
2) Melahirkan dipandang sebagai momen yang harus “dirayakan” dengan
penuh rasa hormat, damai, dan sakral oleh semua yang terlibat di
dalamnya
3) Adanya peran serta keluarga, terutama suami, untuk memberikan
dukungan mental dan spiritual

14
4) Rasa mulas dan nyeri menjelang melahirkan dipandang sebagai
mekanisme alamiah tubuh untuk membantu melahirkan bayi
5) Tidak harus di rumah. Gentle Birth tetap bisa diberlakukan pada ibu yang
menjalani operasi caesar atau menjalani prosedur medis lainnya, selama
prinsip-prinsipnya dipenuhi.

c. Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk dapat merasakan Gentle
Birth:
1) Menghilangkan setiap mitos, ide, keyakinan atau sikap yang Anda miliki
tentang kelahiran yang negatif. Karena mitos, keyakinan dan sikap yang
negatif justru bisa menjadi “musuh” tersendiri bagi gentle Birth.
2) Ciptakan lingkungan yang positif, menenangkan dan mendukung. Ini
termasuk dimana Anda melahirkan, Siapa yang akan menolong dan
mendampingi Anda, dan bagaimana cara Anda melahirkan .
3) Lepaskan diri Anda dari Kendala Waktu, pembatasan gerakan, dan
kebisingan.
4) Ciptakan lingkungan kelahiran yang santai; Ini bisa lingkungan yang
tenang, cahaya rendah, pemberian minyak esensial, atau hal lain yang
membantu Anda bersantai.
5) Mengkomunikasikan pentingnya pengalaman kelahiran Anda ke bidan
atau dokter, pasangan dan bahkan keluarga Anda.
6) Merasa percaya diri dalam kelahiran Anda, Jujurlah dalam kelahiran
Anda: dengan diri sendiri dan orang lain dan jangan takut untuk
mengadvokasi serta memberdayakan diri sendiri dalam menyambut proses
kelahiran anak Anda.

15
3. Orgasmic birth

Gambar 6. https://theconversation.com/amp/health-check-clash-of-the-orgasms-
clitoral-vs-vaginal-32732
Orgasme identik dengan kenikmatan dan kenyamanan yang luar biasa.
Pada saat bayi melewati liang vagina, banyak ibu yang merasa seperti
orgasme dan sesudah itu ada yang merasa mengantuk ingin tidur. Salah satu
cara untuk melakukan metode ini adalah selama penantian kehadiran buah
hati, ibu bisa melakukan jalan-jalan bersama dengan suami di taman,
memberikan sentuhan dan ciuman dengan penuh kasih sayang. Tindakan ini,
sebetulnya merupakan bentuk pengalih perhatian agar ibu nggak fokus pada
nyerinya persalinan, melainkan melakukan kegiatan yang membuat pikiran
tenang, nyaman, dan bahagia. Secara otomatis, tubuh mengeluarkan endorfin
dan neuropeptida yang bermanfaat mengurangi bahkan menghilangkan rasa
sakit. Selanjutnya, melahirkan pun seolah seperti mengalami orgasme.

16
4. Hypnobirthing

Gambar 7. https://www.aflamget.com/ar/video/fA4nMPnjBwc
Metode ini mengajarkan calon ibu untuk membebaskan dirinya dari
membatasi pikiran dan emosi yang menyebabkan rasa takut dan sakit saat
proses persalinan sedang berlangsung. Ketakutan ini menyebabkan psikologis
dan otot-otot menjadi tegang sehingga proses kontraksi dan melahirkan alami
pun menjadi terganggu. Saat menjalani metode ini, sebenarnya ibu nggak
dalam kondisi tertidur tetapi dalam keadaan relaksasi yang mendalam, terjaga,
sadar, dan sepenuhnya dalam kendali. Proses hypnobirthing didasarkan pada
kekuatan sugesti. Persiapannya dimulai saat usia kehamilannya 25 minggu.
Pada sesi training ini, ibu akan diajarkan bagaimana berkonsentrasi dan fokus
untuk melahirkan dengan mengurangi rasa sakit yang terasa. Biasanya
menggunakan musik, video, pemikiran dan kata-kata positif untuk memandu
pikiran, membuat tubuh santai, dan mengendalikan napas saat proses
persalinan berlangsung.

17
5. Ribozo Shifting

Gambar 8. https://id.theasianparent.com/teknik-rebozo-kain-jarik

Salah satu caranya, adalah dengan teknik Rebozo ini. Rebozo berasal
dari Bahasa Spanyol yang berarti “shawl”  atau lebih mudah kita kenal
dengan nama selendang. Untuk mendapatkan persalinan yang nyaman, ada
berbagai jenis teknik Rebozo yang bisa diaplikasikan. Salah satunya
adalah Rebozo Shifting. 
Pada teknik ini, ibu yang sedang dalam fase persalinan diminta untuk
berlutut atau bertopang pada gym ball. Doula, maupun pasangan akan
melilitkan kain jarik di bagian perut si ibu. Ketika ibu mulai merasakan
kontraksi, pendamping persalinan akan menarik kain dan menggoyang-
goyangkan bagian perut ibu secara lembut.
Gerakan ini membantu ibu merasa lebih nyaman. Lilitan yang tepat
akan membuat si ibu merasa seperti dipeluk dan memicu keluarnya hormon
oksitoksin yang bisa membantu proses persalinan lebih lancar. Posisi lain
yang bisa Bunda coba adalah dengan cara berlutut dan pendamping persalinan
membalut bagian bokong dengan kain jarik. Ketika kontraksi datang,

18
pendamping akan menggerak-gerakkan kain sehingga bokong si ibu
bergoyang lembut ke kiri dan ke kanan.
Tidak hanya sebatas kenyamanan saat persalinan, Rebozo juga
membantu memberikan ruang pelvis yang lebih luas untuk ibu sehingga bayi
lebih mudah menuruni panggul dan proses persalinan menjadi lebih cepat. Di
luar negeri, teknik Rebozo ini sudah berkembang luas dan beberapa fasilitas
kesehatan sudah mengaplikasikan ayunan persalinan (Sling Birth)
Meskipun relatif aman, tidak semua ibu hamil diperbolehkan
melakukan teknik ini selama persalinan. Jangan melakukan teknik ini jika
pada kehamilan Anda:
 Mengalami plasenta previa
 Memiliki riwayat pendarahan
 Baik kehamilan dan janin sensitif terhadap gerakan

6. Birthing Ball

Gambar 9. https://www.nowbaby.co.uk/making-the-most-of-your-birthing-ball/

Bola karet lunak yang besar digunakan oleh wanita saat melahirkan untuk
memberikan dukungan, membantu menghilangkan rasa sakit, membantu
penurunan kepala bayi, mengurangi kecemasan dan memperpendek tahap
pertama persalinan. Tinggi badan akan memberikan panduan untuk ukuran

19
bola yang akan tepat untuk Anda. Idealnya, lutut harus sekitar 10cm (4in)
lebih rendah dari pinggul Anda ketika Anda duduk di atasnya. Sebagai aturan
umum:
 Jika Anda sampai 1.73m (5ft 8in) tinggi, yang terbaik untuk mendapatkan
bola 65cm.
 Jika Anda 1.75m (5ft 9in) atau lebih tinggi maka yang terbaik untuk
mendapatkan bola 75cm.

Cara menggunakan bola lahir Anda selama persalinan meliputi:


1. Duduk mengangkang bola dan goyang pinggul Anda dari sisi ke sisi atau
bolak-balik.
2. Bersandar pada bola persalinan Anda dari posisi berlutut di lantai. 
3. Masuk ke posisi tangan-dan-lutut dengan memeluk bola melahirkan dan
mengangkat bagian bawah Anda naik dari posisi berlutut. Anda kemudian dapat
batu panggul dari sisi ke sisi.
4. Bersandar di atas bola Anda dari posisi berdiri, dengan bola di tempat tidur
atau permukaan lain.
5. Posisi ini juga melahirkan Anda mitra banyak ruang untuk mendukung Anda,
pijat Anda atau menerapkan tekanan ke bawah Anda kembali selama kontraksi.
6. Selama tahap mendorong Anda akan ingin menghindari duduk, jadi gunakan
posisi bersandar atau tangan-dan-lutut. Mereka akan mengambil tekanan dari
bawah Anda dan memberikan banyak bayi Anda ruang untuk turun dengansetiap
kontraksi dan untuk dilahirkan (Baby Center, 2014).

20
D. Posisi-posisi untuk mengurangi rasa nyeri
1. Posisi Litotomi (Berbaring)

Gambar 10. www.slideshare.net


Posisi litotomi (berbaring) adalah posisi melahirkan yang paling
umum di Indonesia. Ibu hamil diminta telentang dengan menggantungkan
kedua pahanya pada penopang khusus untuk bersalin.
 Keuntungan:
Secara psikologis, pilihan posisi melahirkan yang lazim
dilakukan di tanah air ini membuat ibu merasa lebih mantap karena
yang ada dalam persepsinya posisi melahirkan memang seperti itu.
Posisi ini pun membuat dokter leluasa membantu proses persalinan
karena jalan lahir menghadap ke depan. Dokter/bidan lebih mudah
mengukur perkembangan pembukaan sehingga persalinan bisa
diprediksi lebih akurat. Bila diperlukan tindakan episiotomi, dokter lebih
leluasa melakukannya; hasil pengguntingan lebih bagus, terarah, dan
sayatan bisa diminimalkan. Posisi kepala bayi pun lebih mudah dipegang
dan diarahkan.
 Kekurangan:
Bila ini adalah kali pertama ibu melahirkan, posisi berbaring
berpeluang menyulitkan ibu untuk mengejan. Bagaimanapun, gaya berat

21
tubuh yang berada di bawah dan sejajar dengan posisi bayi
menyulitkannya untuk mengejan. Posisi ini juga berpeluang
mengakibatkan perineum (daerah antara anus dan vagina) meregang
sedemikian rupa sehingga menyulitkan persalinan. Posisi ini membuat
letak pembuluh besar berada di bawah posisi bayi dan tertekan oleh
massa bayi. Apalagi kalau letak ari-ari juga berada di bawah bayi,
ini akan membuat tekanan pada pembuluh darah menjadi tinggi dan
menimbulkan perlambatan peredaran darah balik ibu. Pengiriman oksigen
melalui darah yang mengalir dari ibu ke janin melalui plasenta pun relatif
berkurang.

2. Posisi Jongkok

Gambar 11. rumahberbagi.com


Posisi jongkok adalah posisi terbaik untuk bersalin. Karena dengan
berjongkok maka kurva jalan lahir jadi lurus sehingga membantu kemajuan
persalinan. Tanpa berjongkok, otot-otot kita justru memaksa bayi melewati kurva
yang melengkung, dan ini akan membuat persalinan jadi lebih terasa sakit.
Keuntungan lain dari posisi ini antara lain:
 Panggul akan terbuka 30% dari pada posisi tiduran.

22
 Posisi ini menguntungkan karena pengaruh gravitasi tubuh, ibu tak harus
bersusah payah mengejan
 Bayi akan keluar lewat jalan lahir dengan sendirinya
 Banyak yang merasa posisi ini tidak menyakitkan.
 Memanfaatkan gaya gravitasi bumi. Logikanya gini, gampang pipis sambil
tiduran atau sambil jongkok? Nah. Seperti itu! :-D
 Memperpendek tahap mengejan.
 Mengurangi kebutuhan penggunaan forsep.
 Memberi ruang yang lebih banyak kepada bayi untuk masuk ke posisi yang
lebih baik.
 Mencegah robekan perineum.
 Menurunkan tingkat episiotomi.
Kekurangan:
 Memungkinkan si ibu bersalin mengalami kelelahan. Itu lah mengapa posisi ini
sebaiknya hanya diterapkan di kala mengejan saja (kala II).
 Bila tidak disiapkan dengan baik, posisi jongkok amat berpeluang
membuat kepala bayi cedera, sebab bayi bisa "meluncur" dengan cepat.
Supaya hal ini tidak terjadi, biasanya sudah disiapkan bantalan yang
empuk dan steril untuk menahan kepala dan tubuh bayi.
Dokter/bidan pun sedikit kesulitan bila harus membantu persalinan
melalui episiotomi atau memantau perkembangan pembukaan.

23
3. Posisi Setengah Duduk

Gambar 12. https://putuekalestarimidwife.wordpress.com/2013/10/31/pengaturan-posisi-


tubuh/comment-page-1/

Posisi setengah duduk juga posisi melahirkan yang umum


diterapkan di berbagai rumah sakit/klinik bersalin di Indonesia. Posisi ini
mengharuskan ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk
dan paha dibuka ke arah samping.

 Keuntungan:
Posisi ini membuat ibu merasa nyaman. Sumbu jalan lahir
yang perlu ditempuh untuk bisa keluar lebih pendek. Suplai oksigen
dari ibu ke janin berlangsung optimal.

 Kekurangan:
Posisi ini bisa menyebabkan keluhan pegal di punggung dan
kelelahan, apalagi kalau proses persalinannya lama.

24
4. Posisi Lateral (Miring)

Gambar 13. www.slideshare.net


Posisi ini mengharuskan ibu hamil berbaring miring ke kiri atau
ke kanan. Salah satu kaki diangkat sedangkan kaki lainnya dalam
keadaan lurus. Biasa dilakukan bila posisi kepala bayi belum tepat.
Normalnya posisi ubun-ubun bayi berada di depan jalan lahir, menjadi
tidak normal bila posisi ubun-ubun berada di belakang atau samping. Miring
ke kiri atau ke kanan tergantung posisi ubun-ubun bayi. Jika di kanan, ibu
diminta miring ke kanan dengan harapan bayinya akan memutar. Posisi ini
juga bisa digunakan bila persalinan berlangsung lama dan ibu sudah
kelelahan dengan posisi lainnya.
 Keuntungan:
Peredarah darah balik ibu mengalir lancar. Pengiriman oksigen dalam
darah ibu ke janin melalui plasenta tidak terganggu. Karena tidak
terlalu menekan, proses pembukaan berlangsung perlahan-lahan sehingga
persalinan relatif lebih nyaman.
 Kekurangan:
Posisi ini membuat dokter/bidan sedikit kesulitan membantu proses
persalinan. Kepala bayi lebih sulit dipegang atau diarahkan.

25
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Pada saat proses persalinan seorang ibu bersalin dapat mengalami
nyeri persalinan yang biasanya muncul karena adanya respons psikis dan
refleks fisik. Reflek fisik ini muncul karena adanya peregangan pada otot
halus, kontraksi, dan lain-lain Seiring dengan perkembangan zaman banyak
tantangan yang dimiliki oleh bidan. Sebagian besar pasien ingin merasakan
persalinan tanpa merasakan adanya nyeri persalinan.
Teknologi Tepat Guna yang digunakan oleh Bidan pada zaman
sekarang yaitu ada yang berasal dari obat-obatan seperti: Analgetika Inhalasi,
Apoid, Obat anestesi local, Obat oksitosin, Prostaglandin, Ergometrin,
Preparat agonis adrenoreseptor beta2, Penyakit saluran kalsium(terutama
nifedipin) dan Atosidan. Sedangkan untuk massage, yaitu: Massage
Effleurage, Massage Endorphin, Massage Counter Pressure. Dalam prosedur
yaitu: Water birth, Gentle birth, Orgamis birth, Hypnobirthing. Dan pada
posisi, yaitu: Posisi Litotomi (Berbaring), Posisi jongkok, Posisi setengah
duduk, Posisi lateral.
Dari semua jenis Teknologi Tepat Guna dalam Persalinan di atas
merupakan suatu tujuan untuk meredakan rasa nyeri pada saat persalinan,
maka ibu-ibu pada zaman sekarang tidak perlu taku lagi untuk melahirkan
bayi nya secara normal.

B. Saran
Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan dan
pemahaman bagi para pembaca mengenai Teknologi Tepat Guna dalam Persalinan.
Diharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar penyusunan makalah berikutnya
menjadi lebih baik.

26
DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, Eny Retna.2009.Asuhan Kebidanan Komunitas. Yogyakarta: Nuha


Medika
Dra Suryana, 1996. Keperawatan Anak Untuk Siswa SPK.Jakarta: EGC
Dunia Healt Assembeley XXI;"Nasional dan Global SURVEILENS Penyakit
menular", Geneva: WHO, 1968 Jurnal Sosioteknologi Edisi 13 tahun 7, April 2008
Mubarak, Wahit Iqbal dan Nurul Chayatin.2008. Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia Teori & Apikasi dalam Praktik. Jakarta: Kedokteran EGC
Potter & Perry.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan.Jakarta:Kedokteran EGC.
Syafruddin, dkk, 2009. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat Untuk
Mahasiswa. CV.Transinfmedia : Jakarta
http://sitisaripuspita.wordpress.com/2009/05/25/teknologi-tepat-guna-ttg-kesehatan/
(Diakses, 15 Maret 2019)
http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/193
(Diakses,16 Maret 2019)
https://www.jurnal-doc.com/jurnal/jurnal-teknologi-tepat-guna-dalam-persalinan/
(Diakses,16 Maret 2019)

Sumber Gambar:
Gambar 1. Mareta02.blogspot.com
Gambar 2. www.slideshare.net
Gambar 3. segiempat.com
Gambar 4. https://denver.citymomsblog.com/sponsored/water-birth-denver/
Gambar 5. https://nakita.grid.id/read/027208/yuk-kenali-6-syarat-gentle-birth?
page=all
Gambar 6. https://theconversation.com/amp/health-check-clash-of-the-orgasms-clitoral-vs-
vaginal-32732
Gambar 7. https://www.aflamget.com/ar/video/fA4nMPnjBwc

27
Gambar 8. https://id.theasianparent.com/teknik-rebozo-kain-jarik
Gambar 9. https://www.nowbaby.co.uk/making-the-most-of-your-birthing-ball/
Gambar 10. www.slideshare.net
Gambar 11. rumahberbagi.com
Gambar 12. https://putuekalestarimidwife.wordpress.com/2013/10/31/pengaturan-
posisi-tubuh/comment-page-1/
Gambar 13. www.slideshare.net

28