Anda di halaman 1dari 22

PRAKTIKUM

JARINGAN TELEKOMUNIKASI
PROSEDUR OPERASI TELEPON STANDAR

Disusun Oleh :

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2017
I. JUDUL
Prosedur Operasi Standart Telepon Single Line
II. TUJUAN
1. Mahasiswa mampu menentukan dan membedakan macam dan jenis nada
sinyal pada PABX TDA100/200 dengan menggunakan telepon standar
atau Single Line Telephone (SLT).
2. Mahasiswa mampu mengoperasikan fasilitas yang tersedia untuk telepon
standar pada PABX TDA100/200 sesuai prosedur pada user manual.
III. DASAR TEORI
1. PABX (Private Automatic Branch Exchange)
Perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat, terciptalah
perangkat telekomunikasi inovatif yang dapat membagi satu saluran
telepon menjadi beberapa saluran yang dapat digunakan untuk beberapa
telepon, banyaknya telepon yang digunakan tergantung kepada kapasitas
perangkat dan jumlah saluran telepon yang digunakan.
Perangkat telekomunikasi ini dikenal dengan nama PABX (Private
Automatic Branch Exchange). Secara konseptual, PABX mirip dengan
sentral telepon mini yang dipunyai oleh Telkom, perbedaan paling
nyatahanya terletak pada kapasitas PABX yang tidak sebesar sentral
telepon.PABX menghubungkan antara pelanggan telepon(extention)
denganjalur (line) telepon biasa (Telkom, selular, satelit). Jumlah
extension lebih banyak dibandingkan dengan jumlah line, satu line telepon
bisa digunakan untuk beberapa extension, perbandingan antara jumlah line
dengan jumlah extension yang digunakan dapat berbeda – beda untuk
masing – masing vendor PABX. Extension yang satu dengan yang lainya
dapat diprogram sesuai dengan keperluan. PABX dapat menyambungkan
pembicaraan antar exstension tanpa menggangu line telepon. Oleh sebab
itu sentral telepon kecil ini cocok dipakai di kantor – kantor atau rumah
yang ingin memasang pesawat telepon lebih dari satu tetapi terhalang oleh
keterbatasan line Telepon. Meskipun PABX dapat mengatasi masalah
telekomunikasi, tetapi solusinya masih bersifat parsial, karena sebesar
apapun kapasitas PABX yang digunakan tetap dibatasi oleh ketersediaan
saluran telepon kabel yang menjadi line pada PABX. Agar PABX mampu
melayani berbagai jenis panggilan baik panggilan internal, panggilan
keluar, ataupun panggilan masuk, maka PABX tersebut dilengkapi dengan
berbagai perangkat atau card yang dapat digunakan untuk melayani fungsi
tersebut.
2. Pengertian pesawat telpon
Pesawat telepon analog adalah perangkat terminal yang
dihubungkan ke jaringan telepon untuk umum (Public Switched Telephone
Network/PSTN) melalui saluran telepon analog dan digunakan untuk
komunikasi suara timbal balik. Untuk menyambungkan antara pesawat
telpon dengan pesawat telpon lainya dibutuhkan server dan roset.
3. Struktur pesawat telepon
a. Unit bicara
Unit bicara dapat terdiri atas:
a) gagang telepon;
b) utas gagang telepon;
c) kapsul pengirim (mikrofon) dan penerima (ear-phone);
d) sirkuit bicara.
b. Unit pensinyalan
Unit pensinyalan terdiri atas:
a) pensinyalan panggilan keluar berupa tombol pilih;
b) pensinyalan panggilan masuk berupa bel, pengeras suara (speaker),
atau pendengung (buzzer) yang dapat dilengkapi dengan pengatur
volume.
c. Unit penyambung
Unit penyambung terdiri atas:
a) utas terminal;
b) utas gagang telepon.
d. Badan pesawat (housing)
Bagian dasar pesawat harus mempunyai penghambat geseran dari
bahan elastis dan tidak merusak permukaan yang ditempatinya.
e. Gagang telepon (handset)
Pada gagang telepon terdapat tempat untuk kapsul pengirim dan
penerima yang dirancang agar mempermudah pemeliharaan atau
penggantian komponen.
f. Utas gagang telepon
Utas gagang telepon harus memperhatikan:
a) bentuk spiral dan elastis;
b) kedua ujung dilengkapi dengan kunci utas;
c) panjang mulur minimal 1,5 meter.
g. Utas terminal
Panjang utas minimal 1,5 meter.
h. Unit pilih
Apabila unit pilih berupa tombol pilih yang terdiri dari 12 tombol 4 x
3, susunan dan penempatan angka sesuai dengan Gambar 1.

Gambar 2.1 Susunan tombol (4 x 3)


CATATAN Tombol pilih angka 5 harus dilengkapi dengan tanda
timbul.
i. Kontak kait
Kontak kait dirancang sedemikian rupa sehingga dapat bekerja dengan
baik sesuai dengan fungsinya berdasarkan beban gagang telepon.
Dalam hal tertentu kontak kait dapat berupa tombol tekan atau tombol
geser.
4. Hubungan antara PSTN dan PABX :
a. DID System (Direct Dialling Inward)
Pada PABX yang mempunyai fasilitas DID, maka biasanya hanya
digunakan untuk Incoming Call saja, sedangkan untuk Outgoing Call
masih menggunakan hubungan Hunting System, alasan penggunaan ini
menyangkut sistem charging di sentral lokalnya. Pada DID
system,PABX tersebut mempunyai Office Code tersendiri, terpisah
dari Office Code Hunting Systemnya.
b. Hunting System
System ini dapat digunakan untuk melakukan Incoming Call
ataupun Outgoing Call. Pada system ini, pelanggan yang mempunyai
banyak nomor telepon (lebih dari satu), tetapi hanya terdapat satu
nomor panggil saja yang biasanya disebut call number (nomor
panggilan).
c. BRA System
Secara prinsip sistem ini sama dengan Hunting System, sedangkan
penggunaannya untuk melayani pelanggan ISDN.
d. PRA system
Secara prinsip sistem ini sama dengan DID system, sedangkan
penggunaannya untuk melayani pelanggan ISDN.
e. TIE Line System
System ini digunakan untuk menggabungkan atau
menyambungkan antar PABX. PABX yang tersambung ke sentral
lokal cukup satu saja, sedangkan PABX yang lain disambungkan ke
PABX pertama melalui Tie Line.
Dengan menggunakan PABX maka kita dapat menghemat pulsa
telepon kita. Banyak sekali fasilitas yang dapat digunakan pada PABX,
antara lain :
• Call transfer
• Direct Inward Dialing
• Speed Dialing
• Voice mail
• Call forwarding saat telepon tidak ada yang mengangkat
• Call forwarding saat sibuk
• Call waiting
• Call conferencing
5. Macam-macam Tone
a. Selama On-Hook
Nada Dering
Nada berikut ini bisa diprogram untuk memungkinkan membedakan jenis
panggilan (dari luar, Intercom/ antar pengguna dalam atau Doorphone).

b. Ketika gangang telpon diangkat dan diletakkan di telinga


Nada saat mengangkat gagang telpon pada saat akan melakukan telepon
Tone 1
Normal

Tone 2
Ketika ada pesan yang sebelumnya telah didengarkan dan tidak ada pesan
yang baru pada kartu Simplified Voice Message (SVM). Ketika salah satu
dari fitur berikut diatur:
• Pesan Absen (Absent Message)
• Musik Latar belakang (Background Music)
• Meneruskan panggilan (Call Forwarding)
• Panggilan Pickup Deny (Call Pickup Deny)
• Call Waiting (Call Waiting)
• Jangan diganggu (Do Not Disturb)
• Lock Dial Ekstensi (Extension Dial Lock)
• Menyangkal Override Sibuk Executive (Executive Busy Override Deny)
• Hot Line (Hot Line)
• Pengingat Waktu (Timed Reminder)

Tone 3
• Setelah menekan TRANSFER atau Recall / hookswitch untuk menahan
panggilan sementara (misalnya, Panggilan Pemisahan)
• Ketika rekaman ruang Built-in disederhanakan suara fitur pesan
menjadi hampir penuh
• Sementara disebut PS adalah sedang dicari
• Ketika Kode Rekening Entri dilakukan
• Ketika menjawab Jangka waktu panggilan Pengingat dengan tidak ada
pesan
• Saat menjawab sebuah panggilan sensor eksternal
Tone 4
Pesan indikasi menunggu telah diterima (Message waiting indication was
received).

c. Ketika membuat panggilan


1. Nada sibuk
2. Reoder tone

3. Ringback Tone
Tone 1

Tone 2

4. Do Not Disturb (DND) Tone

d. Ketika Off-Hook (selama terjadi percakapan/off hook)


1. Nada indikasi
Tone 1
Nada tunggu telpon

Tone 2
Panggilan ditahan lebih lama dari waktu yang ditentukan
2. Ketika sedang off hook ke PABX
Nada peringatan(warning tone)
Nada ini dikirim 15, 10 dan 5 detik sebelum waktu yang ditentukan
untuk pemutusan.

3. Ketika mengatur fitur atau pemrograman


Nada konfirmasi
Tone 1
Fitur berhasil diatur

Tone 2
Sebelum menerima page melalui speaker eksternal

Tone 3
Sebelum fitur berikut mengaktifkan:
• Mengambil panggilan diadakan
• Mengambil panggilan lain
• Pager / Menjawab paging pengumuman
• Menjawab panggilan melalui speaker

Tone 4
Membuat atau meninggalkan konferensi (percakapan bersama)
Tone 5
Panggilan telah ditahan.

IV. ALAT YANG DIGUNAKAN


1. Perangkat telepon 5 buah
2. Kabel telepon 5 buah
3. Roset 3 buah
4. PABx TDA 100 1 buah
5. Modul user manual
V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Siapkan semua perangkat yang digunakan dalam percobaan.
2. Sambungkan perangkat telepon ke roset yang telah terhubung ke PABx
TDA 100 menggunakan kabel telepon.

Gambar 4.1 Perangkat Telpon Sudah Siap Digunakan


3. Lakukan percobaan panggilan sesuai dengan manual book.
a. Membuat panggilan (making call)
1) Angkat gagang telepon (off hook)
2) Dengarkan dial tone dan catat (jenis diagram waktunya)
3) Tekan nomer ekstensi lain (nomer yang dituju)
4) Catat dan dengar nada yang terjadi
5) Telepon yang dituju berdering dan diangkat oleh penerima.
6) Akhiri panggilan dengan menutup gagang telepon.

b. Memanggil operator (Operator Call)


1) Angkat gagang telepon (off hook).
2) Tekan 0.
3) Lakukan pembicaraan dengan operator.
4) Akhiri panggilan dengan menutup gagang telepon.

c. Meninggalkan pesan
1) Angkat gagang telepon (off hook)
2) Tekan *70 kemudian tekan 1

d. Membuat panggilan praktis


1) Jika nomer sudah tersimpan
 Angkat gagang telepon (off hook)
 Tekan *30 kemudian, masukan kode ekstensi misal 01
(biasanya kode ekstensi ada 2 digit)
 Tekan nomer yang dituju
 Tekan tombol pagar (#)
 Tutup gagang telpon (on hook)

 Lakukan panggilan ulang dengan menekan kode ekstensi yang


tersimpan, setelah itu nomer tujuan akan menerima panggilan
dari kita.

2) Jika nomer belum tersimpan


 Angkat gagang telepon (off hook)
 Tekan *740 kemudian tekan 2
 Masukan nomer tujuan
 Tekan tombol pagar(#) untuk menyimpan perintah
 Tutup gagang telepon (on hook)
 Masukan nomer tujuan yang telah dimasukan tadi

3) Untuk membatalkan panggilan


 Angkat gagang telpon (off hook)
 Tekan *740, kemudian tekan angka 1 atau 0
 Tutup gagang telpon (on hook)

e. Penyadapan
1) Angkat gagang telpon
2) Tekan tombo DSS / PDN / SDN atau bisa juga menggunakan kode
esktensi yang telah terdaftar
3) Tekan tombol 5
4) Monitoring bisa dimulai

f. Tinggalkan pesan
1) Angkat gagang telpon (on hook)
2) Tekan nomer tujuan yang sedang sibuk.
3) Kemudian tekan tombol 6 jika nomer yang dituju sedang
menerima panggilan lain
4) Dengarkan tone kemudian tutup gagang telpon (on hook)

5) Jika panggilan dari pihak lain sudah ditutup / selesai maka akan
terdapat nada peringatan pada telepon kita
6) Angkat gagang telpon (off hook) maka secara otomatis nomer
yang dituju akan menerima panggilan.

g. Pembatalan dering call back


1) Angkat gagang telpon (off hook)
2) Tekan tombol *46
3) Setelah terdengar tone tutup gagang telpon kembali (on hook)

h. Mengirim Sebuah Pemberitahuan Panggilan


1) Angkat gagang telpon (off hook)
2) Tekan nomer tujuan
3) Saat mendengar nada sibuk
4) Saat merespon nomor tujuan sibuk atau tidak menjawab tekan 4
5) kemudian akan terdengar nada dering konfirmasi
6) Tutup gagang telpon (on hook)

i. Mengikuti Sebuah Panggilan yang ada


1) Angkat gagang telpon (off hook)
2) Hubungi nomor tujuan
3) Saat terdengar nada sibuk tekan 3
4) Terdengar nada konfirmasi lalu berbicara
j. Menolak panggilan masuk * 71 DND
1) Angkat gagang telpon (off hook)
2) Tekan * 71
3) Tekan 0  blokir kedua panggilan (luar dalam)
Tekan 1  blokir telepon ke luar
Tekan 2  blokir telepon panggilan masuk
4) Tekan nomer tujuan
5) Tekan 1  set
Tekan 0 cancel
6) Tekan tanda pagar, terdengar nada kofirmasi
7) Tutup gagang telpon (On hook)

k. Memasuki secara paksa dari hasil settingan DND


1)Angkat gagang telpon (Off hook)
2)Tekan *71
3)Tekan Ext No
4)Tekan 1
5)Terdengar tone konfirmasi
6)Tutup gagang telpon (on hook)

l. Menahan Percakapan
1) Tekan * saat percakapan

m. Pick Up
1) Angkat gagang telpon(Off hook)
2) * 41(untuk grup)
3) Tekan nomer Tujuan / rxt
A(121) menelepon B(124) tapi yang menerima C(123).
4) Mulai pembicaraa
n. Membatalkan Call Pick Up
1) Angkat gagang telpon (Off hook)
2) Tekan * 720
3) Tekan 1  menolak
Tekan 0  mengizinkan
4) On hook
C (123) tidak bisa pick up panggilan A (121) karena sudah di set.
Hanya B (124) yang bisa diangkat.

o. Menjawab panggilan dering dari telpon lain


1) Off hook (angkat gagang telpon)
2) Terdengar tone
3) Tekan *40/*41
4) Tekan nomer tujuan
5) Terdengar tone konfirmasi
6) On hook (tutup gagang telpon)

p. Forwading calls
1) Off hook (angkat gagang telpon)
2) Terdengar tone
3) Tekan 0  blokir kedua panggilan (luar dalam)
Tekan 1  blokir telepon ke luar
Tekan 2  blokir telepon panggilan masuk
4) Tekan nomer tujuan yang akan diforward
5) Tekan #
6) Konfirmasi tone
7) On hook (tutup gagang telpon)

q. Cancel forwading calls


1) On hook (angkat gagang telpon)
2) Terdengar tone
3) Tekan *71
4) Tekan 0
5) Terdengar konfirmasi tone
6) On hook (tutup gagang telpon)

r. Preventing other people from joining your


1) Off hook (angkat gagang telpon)
2) Tedengar tone
3) Tekan *733
4) Tekan 1= menolak panggilan
Tekan 0= mengizinkan
5) Konfirmasi tone
6) On hook(tutup gagang telpon)
s. Setting alarm
1) Off hook (angkat gagang telpon)
2) Tedengar tone
3) Tekan *760
4) Tekan 1
5) On hook (tutup gagang telpon)

VI. HASIL PERCOBAAN


 Membuat Panggilan (Making Call)
a) Angkat gagang telepon (off hook)

Off-hook (Sebelum Menelpon)


Tone 2

b) Dengarkan dial tone dan catat (jenis diagram waktunya)

On-hook/Ring Tone (Rx) Off-hook/RBT (Tx)


Tone 3 Tone 2

 Panggilan Sibuk

Off-hook
Nada sibuk
 Meninggalkan Pesan
a) Memanggil no tujuan
b) Ketika RBT sibuk
c) Tekan 4
d) Berikan pesan

 Menelfon Balik ke No yang sudah meninggalkan Pesan


a) Tekan *70, lalu tekan 2
b) Berbicara

 Untuk menghapus Pesan (Clear all messege)


a) Tekan *70, lalu tekan 0, no extension
b) Clear

 Create No. Speed Dialing


a) Angkat gagang telepon
b) Ketik *30, lalu ketik No. speed Dialing (01), lanjutkan dengan no
extensi yang dituju, kemudian terdapat nada konfirmasi

 Making Call Speed Dialing


a) Angkat gagang telepon
b) Ketik No. speed dialingnya (no yang sudah di create)
c) Berbicara

Dari percobaan diatas maka diperoleh data:

Perintah Kode
Memanggil operator 0 atau 9
Meninggalkan pesan *70 + 1
Membuat panggilan praktis *30 (untuk nomer yang kode
ekstensinya sudah terdaftar)
*740 + 2
Penyadapan 5 + on hook
Tinggalkan pesan 6 + off hook
Pembatalan dering call back #46
Mengirim Pemberitahuan
4 + on hook
Panggilan
Mengikuti Sebuah Panggilan
Busy tone+3
yang ada
Menolak panggilan masuk * 71
*71 + #
DND
Memasuki secara paksa dari
*71 + 1
hasil settingan DND
Menahan Percakapan * (saat percakapan)
Pick Up * 41(untuk grup) + nomer tujuan min.2
Membatalkan Call Pick Up * 720 + 1
Menjawab panggilan dering dari
*40 / *40
telpon lain
Forwarding calls Tekan 0/1/2 +tekan #
Cancel forwading calls *71 + tekan 0
Preventing other people from
*733 + tekan 1/0
joining your
Setting alarm *760

VII. ANALISA
Analisa dari hasil praktikum yang dilakukan, dapat diketahui bahwa
pada suatu telepon terdapat beberapa fitur seperti; ring tone, ring back tone,
dan lain-lain seperti yang terdapat pada table data hasil percobaan di atas.
VIII. KESIMPULAN
Terdapat banyak fitur yang dapat dipelajari pada prosedur telepon
manual, yang mana harus banyak membaca User Manual KX-TDA100 agar
dapat memahami dengan baik bagaimana prosedur melakukan panggilan
sehingga mahasiswa mengerti dan memahami kode-kode panggilan yang
tersedia untuk panggilan.
1. Ketika nomer yang dituju tidak sibuk maka akan mendengarkan ring back
tone
2. Ketika panggilan tersebut diterima oleh telepon lain maka panggilan
tersebut sedang dialihkan
3. Jika tidak ada dial tone maka tidak bisa menghubungi nomer lain
4. Jika nomer yang dituju sedang sibuk maka kita akan mendengar busy tone
setelah menekan nomer yang dituju. Ada beberapa cara konfirmasi nada
sibuk salah satunya dapat menekan 6, nantinya akan ada kofirmasi ke kita
apabila nomer yg kita tuju tadi sudah mengakhiri panggilan dengan
pengguna telepon lain
IX. REFERENSI
1. User manual KX-TDA100
2. Feature Guide.pdf
3. SNI 7042_2004 telepon analog.pdf