Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN BAB II

PRAKTIKUM JARINGAN TELEKOMUNIKASI

Dosen Pengajar:
Martono, ST., MT.

Nama Anggota Kelompok 3

No Nama NIM
.
05. Desi Nur Indahsari 1741160096
10. Lova Nugroho 1741160059
19. Riyos Antomi 1741160090
23. Zahra Habibah 1741160074
Maharani

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2019
PERCOBAAN 2
PEMROGRAMAN PENOMORAN
2.1 Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu :
 Mengenal software ” LAUNCH MFP and STORAGE SERVER”.
 Dapat memprogram PABX TDA 100/200 melalui PC secara online dengan
software ” LAUNCH MFP and STORAGE SERVER”.
 Mengkonfigurasi PABX TDA 100/200.
2.2 Peralatan (untuk masing-masing PABX)
Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan adalah:
 PABX (Panasonic tipe PABX TDA 100/200)
 Manual book (Manual installation)
 Software “LAUNCH MFP and STORAGE SERVER” (untuk koneksi PABX
dengan computer)
2.3 Teori :
Sistem pemrograman, diagnosis, dan administrasi dapat dilakukan dengan
menggunakan sebuah PC melalui program maintenance console dan dengan
pemrograman manual dengan melalui telepon (DPT). Pada pemrograman dengan
maintenance console menggambarkan cara instalasi dan memulai program
maintenance console dengan menggunakan PC yang dihubungkan ke PBX melalui kabel
USB atau RS 232.Software Panasonic KX-TDA 100 / program maintenanceconsole yang
merupakan program yang digunakan untuk mendukung kerja (pemrograman) PABX.
Data yang terekam dan tersimpan di dalam PABX dapat ditampilkan menggunakan
program maintenance console.

2.4 Prosedur Percobaan


Instalasi program maintenance console:
1. Hubungkan PC ke Jaringan LAN (POLINEMA HOTSPOT).
2. Untuk mengecek koneksi terhubung atau tidak, klik software LAUNCH MFP and
Storage Server. Kemudian akan muncul software seperti gambar :
3. Bila belum muncul gambar seperti gambar di atas, maka klik Search kemudian klik
Connect Device.

4. Setelah di Connect Device akan muncul seperti gambar di bawah ini :


5. Setelah itu klik Software KX-TDA Maintenence Console, dan muncul gambar
dibawah ini :

6. Masukkan Kode Programmer dengan: INSTALLER


7. Beri tanda centang pada Connect to PBX dan Use Profile, Profile Name bisa diisi
terserah dan kemudian akan langsung muncul default seperti gambar di bawah ini :
8. Klik OK (Komunikasi antara PC dan PABX dimulai) Komunikasi ini
ditunjukkan dengan munculnya window program KX TDA 100 maintenance
console.
9. Setelah OK, kita akan langsung bisa mengkonfigurasi program KX TDA 100
maintenance console.

10. Jika setelah selesai melakukan konfigurasi, cara mendissconnetkan dengan mengklik
Connect kemudian Pilih Disconnect, maka akan muncul pilihan untuk disconnect klik
Yes.
11. Kemudian klik Disconnect pada MFP and Storage Server.

12. Setelah Disconnect, tampilan kembali menjadi sebagai berikut :

o Indikasi LED
Indikasi Warna Deskripsi
RUN Hijau Indikasi status PABX:
 OFF: Power Off (termasuk reset normal)
 ON: Power On dan Running (on-line)
 Flashing (60 kali per menit): memulai
 Flashing (120 kali per menit): memulai atau me-
reset:
 Saklar inisialisasi system pada posisi
“SYSTEM INITIALIZE”.
 Kartu memori SD tidak dimasukkan.
ALARM Merah Indikasi alarm:
 OFF: Normal
 ON: Alarm (CPU berhenti, alarm untuk setiap
kartu layanan)
 Flashing: Alarm (kesalahan file MPR saat me-
reset)

2.5 Konfigurasi
A. Konfigurasi Slot
Langkah Pengoperasian :
1. Pilih system menu klik Configuration terdapat 4 pilihan menu lalu
 Pilih sub menu SLOT disini berfungsi mengetahui dan me-non aktifkan port
yang ada pada card
 klik Portable station fungsi sub menu ini adalah menyimpan nomer extensi
pada setiap port gambar dibawah ini

2. Pilih system menu klik system->numbering plan->main akan muncul pada gambar
dibawah ini dan berfungsi untuk membuat leading number

B. Konfigurasi Speed Dialing


Program ini dapat digunakan untuk menyimpan 100 nomor telepon dengan masing-
masing nomor (000 s.d. 099) terdiri sampai 32 digit dengan pengkodean yang dapat
diakses dari setiap ekstensi.
Langkah pengoperasian :
1. Pada system menu klik Feature, maka akan muncul window system speed dial.
2. Pada kolom system speed dial number, dapat diisi dengan nomor speed dial
sesuai dengan yang kita inginkan dan dapat diberi nama.

3. Tekan tombol apply supaya data yang kita informasikan direspon PBX.

2.6. Analisa Percobaan


Analisa percobaan dari hasil praktikum yang dilakukan, dapat diketahui bahwa
untuk menghubungkan MFP Launch ke PABX harus terhubung oleh jaringan LAN.
Untuk pemrograman dapat dilakukan secara online dengan jaringan yang sama yang
dihubungkan ke PABX. Di dalam aplikasi MFP Launch terdapat banyak pilihan sub
menu yang dapat difungsikan sebagaimana funsinya seperti konfigurasi diatas.

2.7. Kesimpulan
 MFP Launch dengan PABX dapat terhubung secara online, dengan jaringan yang
sama (LAN).
 Sub menu SLOT berfungsi untuk mengetahui, mengaktifkan dan me-non aktifkan
port yang ada pada card PABX.
 Sub menu Portable station berfungsi untuk menyimpan nomer extensi pada setiap
port.
 Speed dialing dapat kita seeting di dub menu system speed dial number sesuai
perhitungan atau sesuai yang kita inginkan.