Anda di halaman 1dari 11

HUBUNGAN JUMLAH SAMPAH DAN PENDUDUK KELURAHAN MERJOSARI

KOTA MALANG

Makalah Riset Kelompok

Ditulis untuk memenuhi mata kuliah Pencemaran Lingkungan


Yang dibimbing oleh Dr. Sueb, M.Kes. dan Yunita Rakhmawati, S.Gz., M.Kes.

Disusun oleh
Kelompok 3 Offering G-K 2017
Delia Wahyu Pangesti 170342615524
Dwi Mutya Nur Prajawati 170342615563
Arik Anggara 160342606290

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2020
HUBUNGAN JUMLAH SAMPAH DAN PENDUDUK KELURAHAN MERJOSARI
KOTA MALANG
Delia Wahyu Pangesti, Dwi Mutya Nur Prajawati, Arik Anggara, Dr. H. Sueb, M.Kes., & Yunita
Rakhmawati, S. Gz., M. Kes.
Email : deliawahyu98@gmail.com dan sueb.fmipa@um.ac.id
Abstrak. Indonesia memiliki banyak permasalahan lingkungan yang saat ini belum
terselesaikan, contohnya sampah. Sampah merupakan semua hasil buangan dari aktivitas
manusia. Tingginya jumlah sampah dapat berpengaruh terhadap kualitas tanah karena sampah
anorganik merupakan salah satu polutan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui jumlah sampah
yang dihasilkan setiap hari oleh setiap individu dan jumlah total yang dihasilkan masyarakat
Kelurahan Merjosari. Penelitian dilakukan dengan melakukan menimbangan pada satu gerobak
sampah kemudian dikalikan dengan jumlah gerobah yang digunakan dalam satu hari. Data
sekunder digunakan untuk mengetahui jumlah warga di Kelurahan Merjosari. Hasil yang didapat
yaitu Kekurahan Merjosari terdiri atas 18121 warga. Berat sampah per gerobak pada sampah
organic sebesar 2,33 kw, untuk yang anorganik sebesar 1,68kw, dengan total sampah pergerobak
sebesar 4,01kw, untuk sampah sekelurahan sampah organic sebesa 67,25 kw sedangkan sampah
anorganik sebesar 43,25kw dengan total 110,05kw, dihitung dari jumlah sampah sekelurahan
didapatkan berat sampah perseoragan yaitu 0,37kg organic dan 0,23kg sampah anorganik
dengan total 0.60kg. dapat disimpulkan bahwa Kelurahan Merjosari tergolong wilayah yang
padat penduduk sehingga jumlah sampah hariannya sangat tinggi mencapa 67.25 kw perhari.

Kata kunci: sampah organic, sampah anorganik, pengolahan sampah


Abstract. Indonesia has many environmental problems that are currently unresolved, for
example waste. Waste is all the result of waste from human activities. The high amount of waste
can affect the quality of the soil because inorganic waste is one of the pollutants. The study was
conducted to determine the amount of waste produced every day by each individual and the total
amount produced by the Merjosari Kelurahan community. The study was carried out by weighing
a garbage cart then multiplying by the number of carts used in one day. Secondary data is used to
determine the number of residents in the Merjosari Kelurahan. The results obtained are Merjosari
Village consisting of 18121 residents. The weight of garbage per cart in organic waste is 2.33 kw,
for inorganic ones is 1.68 kw, with total waste of carts is 4.01 kw, for organic waste as much as
67.25 kw while inorganic waste is 43.25 kw with total 110 , 05kw, calculated from the total
amount of municipal solid waste, the weight of individual waste is 0.37 kg organic and 0.23 kg
inorganic waste with a total of 0.60 kg. it can be concluded that Merjosari Urban Village is
classified as a densely populated area so that the amount of daily waste is very high reaching
67.25 kw per day.
Keywords: organic waste, anorganic waste, waste processing
PENDAHULUAN

Indonesia memiliki berbagai masalah lingkungan yang hingga kini belum dapat dikelola
dengan baik, salah satunya adalah sampah. Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial.
Bahkan permasalahan sampah dapat dikatakan sebagai masalah kultural karena dampaknya
terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai bidang kesehatan, pembangunan, sosial ekonomi,
hingga politik [1].
Sampah dapat didefiniskan sebagai semua buangan yang dihasilkan dari aktivitas
manusia dan hewan yang berupa padatan, yang dibuang karena sudah tidak berguna atau
diperlukan lagi [2]. Pengertian sampah menurut SK SNI T – 133 – 1990 – F adalah limbah yang
bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan
harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan.
Sedangkan menurut WHO, sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak
disenangi atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan
sendirinya [3].
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan
merubah lingkungan tanah alami. [4] menyatakan bahwa ada dua sumber utama kontaminasi
tanah yaitu kebocoran bahan kimia organik dan penyimpanan bahan kimia dalam bunker yang
disimpan dalam tanah, dan penampungan limbah industri yang ditampung dalam suatu kolam
besar yang terletak di atas atau di dekat sumber air tanah.
Timbunan sampah menurut [5] adalah banyaknya sampah yang timbul dari masyarakat
dalam satuan volume maupun berat per kapita per hari, atau perluas bangunan atau perpanjang
jalan. Faktor–faktor yang mempengaruhi timbulan sampah adalah :
a. Jumlah penduduk, artinya jumlah penduduk meningkat maka timbulan sampah meningkat.
b. Keadaan sosial ekonomi, semakin tinggi keadaan sosial ekonomi masyarakat maka semakin
banyak timbulan sampah perkapita yang dihasilkan.
c. Kemajuan teknologi, semakin maju teknologi akan menambah sampah dari segi jumlah dan
kualitas.
Rumusan Masalah

a. Bagaimanakah jumlah sampah pada satu gerobak sampah di TPS Merjosari?


b. Bagaimanakah jumlah total sampah yang dihasilkan masyarakat Kelurahan Merjosari
dalam satu hari?
c. Bagaimanakan jumlah sampah harian yang dihasilkan setiap warga Kelurahan Merjosari?

Tujuan

a. Untuk mengetahu jumlah sampah pada satu gerobak sampah di TPS Merjosari.
b. Untuk mengetahui jumlah total sampah yang dihasilkan masyarakat Kelurahan Merjosari
dalam satu hari.
c. Untuk mengetahui jumlah sampah harian yang dihasilkan setiap warga Kelurahan
Merjosari.

Manfaat

Dapat mengetahui hubungan antara jumlah timbunan sampah dengan jumlah penduduk
yang membuang sampah di TPS Merjosari kota malang.
METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat


Waktu : 20 Februari 2020 dan 6 Februari 2020
Tempat : Sungai Bango dan Gedung O5 Biologi FMIPA UM
Populasi, Sampel, dan Teknik
Populasi penelitian adalah TPS di seluruh Kota Malang, dengan sampel yaitu TPS di
Kelurahan Merjosari. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling.
Alat dan Bahan
 Timbangan sampah digital  Data sekunder jumlah KK Kelurahan
 Trash bag Merjosari

Prosedur Kerja
Prosedur yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut.

1. Didatangi TPS yang dipilih.


2. Dilakukan wawancara pada petugas sampah terkait pengolahan sampah, jumlah sampah
perhari, dan kebiasaan warga terkait pembuangan sampah.
3. Dilakukan penimbangan sampah pada gerobak yang digunakan untuk menghitung jumlah
sampah yang dihasilkan perhari.
4. Dilakukan pemisahan antara sampah organic dan anorganik kemudian masing-masing
dilakukan penimbangan.
5. Dicari data sekunder berupa jumlah masyarakat melalui berbagai sumber.
6. Dilakukan perhitungan jumlah sampah yang dihasilkan setiap orang berdasarkan jumah
KK dan jumlah sampah per hari.
HASIL DAN ANALISIS DATA

Tabel 1. Berat Sampah di TPS Merjosari (Kelurahan Merjosari, Lowok Waru, Malang)

Jumlah Jenis Berat Berat Berat Berat


Penduduk Sampah Sampah Per Sampah Per Sampah Sampah Per
Kantong (kg) Gerobak Sekelurahan Orang (kg)
(kw) (kw)
18121 Organik 10,77 2,33 67,25 0,37
Anorganik 5,56 1,68 43,25 0,23
Total Berat 16,33 4,01 110,05 0,60

Berdasarkan survei yang dilakukan untuk mengetahui berat sampah di TPS Merjosari,
diketahui sampah terkumpul di TPS Merjosari terdiri dari 18121 Jumlah penduduk [6], jenis
sampah dikelompokkan menjadi sampah organik dan anorganik, berat sampah organik
perkantong sebesar 10,77 kg, sampah anorganik 5,56 kg, sehingga berat sampah total katong
sebesar 16,33kg, sedangkan berat sampah per gerobak pada sampah organic sebesar 2,33 kw,
untuk yang anorganik sebesar 1,68kw, denagn total sampah pergerobak sebesar 4,01kw, untuk
sampah sekelurahan sampah organic sebesar 67,25kw sedangkan sampah anorganik sebesar
43,25kw dengan total 110,05kw, dihitung dari jumlah sampah sekelurahan didapatkan berat
sampah perseoragan yaitu 0,37kg organic dan 0,23kg sampah anorganik dengan total 0.60kg.

PEMBAHASAN
Sampah merupakan sisa benda yang sudah tidak digunakan atau tidak berfungsi lagi,
sehingga akah dibuang, yang akan menghasilkan tumpukan, sehingga harus di bersikahan
bagaimanapun caranya [7]. Pada era ini seluruh aktifitas manusia pasti akan menimbulkan
sampah , jika tidak diatasi dengan baik maka akan menjadi masalah baru, maka dari itu
pemerintah memiliki peran yang penting dalam keikut sertaan pengelolaan sampah agar todak
memberikan dampak negarif terhadap lingkungan [8]. Secara umum sampah dibagi menjadi dua,
yaitu sampah organic dan sampah anorganik, seperti yang diketahui sampah organic merupakan
hasil sisa dari makhluk hidup yang dapat terurai secara alami, sedangkan sampah anorganik
merupakan sampah yang berasal bukan dari alam dan sulit terurai sehingga membutuhkan waktu
yang lama untuk proses penguraiannya [9].
Berdasarkan hasil praktikum pada TPS Merjosari telah dipisahkan menjadi sampah
organik dan anorganik. Peraturan pemerintah No 18 th 2008 tentang pengelolaan sampah yang
mengamanatkan pengurangan dan penanganan sampah. pengurangan sampah dilaksanakan
dengan 3-R yaitu reduce (kurangi), reuse (guna ulang), dan recycle (daur ulang). Sedangkan
penanganan sampah meliputi kegiatan : Pemilahan dan pewadahan, Pengumpulan, dalam bentuk
pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara
(TPS), pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari TPS atau menuju ke tempat
pemrosesan akhir, pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah
sampah, pemrosesan akhir, sampah dalam bentuk pengembalian sampah dan/atau residu hasil
pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman[10].

Berdasarkan peraturan tersebut menunjukan peraturan pemerintah yang hendaknya


dilakukan, namun pada kenyataan di lapangan masyarakat yang menampung sampah di TPS
Merjosari belum melakukan pemisahan sampah karena yang terdapat di gerobak sampah masih
tercampur antara sampah organik dan anorganik. Pemilahan sampah organic dan organic justru
di lakukan oleh petugas kebersihan yang bekerja di TPS Merjosari, dengan demikian kuragnya
kesadaran masyarakat hendaknya diperbaiki dengan diadaknya sosialisai, untuk kepentingan
pengurusan sampah, dan dampak untuk lingkungan, dan mempermudah pemrosesan sampah.

Pengelolaan sampah anorganik dilakukan dengan pelaksanaan 3R. Metode 3R, sebagai
berikut:
1. Reduce merupakan metode untuk mengurangi produksi sampah masyarakat dengan
mengurangi pemakaian bahan atau barang dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak
dapat menghilangkan sampah, namun metode ini sangat bermanfaat untuk mengontrol
produksi sampah setiap harinya.
2. Reuse yaitu dengan menggunakan kembali barang atau bahan yang masih dapat
dimanfaatkan sehingga tidak perlu membeli barang atau bahan baru untuk penggunaan
barang yang sama. Misalnya pemanfaatan koran bekas sebagai bungkus makanan.
3. Recycle merupakan metode untuk mengolah sampah agar dapat didaur ulang menjadi barang
lain. Prinsip bank sampah hampir mirip dengan metode ini, yaitu mengolah sampah mereka
jadi barang baru yang bernilai ekonomis[11].

TPS Merjosari belum menerapkan kegiatan tersebut. Diperlukan kesadaran dan partisipasi
pemerintah untuk tercipta dan berlanya kegiatan tersebut.

Timbulan jumlah sampah di Kota Malang sekitar ±660 ton/hari dimana sebagian besar
sampah berasal dari rumah tangga, dan sisanya berasal dari pasar dan limbah industri[12].
Sampah Kota Malang menunjukkan sekitar 69% sampah berasal dari sampah domestik yaitu dari
perumahan atau rumah tangga sedangkan 31% berasal dari sampah non domestik yaitu dari
sampah pasar, fasilitas pertokoan, fasilitas industri, sampah jalan, sampah pertamanan dan
sampah dari fasilitas kesehatan. Sedangkan laju timbulan sampah Kota Malang sebesar 3,2
L/orang/hari [13]. Berdasarkan hasil analisis, timbulan sampah di Kota Malang, pada tahun 2016
sebesar 164,80 m3 /hari. Kecamatan Lowok Waru merupakan wilayah dengan kontribusi sampah
terbesar yaitu kurang lebih sekitar 38,00 m3 /hari dengan jumlah penduduk 18121. Tingginya
timbulan sampah dikarenakan di lokasi Lowok Waru terdapat beberapa kampus, sekolah, taman
bermain dan beberapa tempat umum lainya.

PENUTUP
Simpulan
1. Berat sampah pada tiap gerobak sebesar 2,33 kw untuk sampah organik, 1,68 kw untuk
sampah anorganik sehingga dalam satu gerobak beratnya 4,01 kw.
2. Berat sampah yang dihasilkan sekelurahan di TPS Merjosari memiliki berat 67,25 kw
sampah organik, 43,25 kw sampah anorganik, sehingga total sampah yang terkumpul
110,05 kw.
3. Berdasarkan jumlah penduduk yaitu 18121 orang maka dapat diketahui dalam sehari tiap
orang membuang sampah sekitar 0,37kg samppah organik, 0,23 samppah anorganik
sehingga totalnya 0,60

Saran

Pengambilan sampel selain dilakukan di TPS juga dilakukan di rumah warga untuk
mengetahui perkiraan sampah yang dihasilkan setiap rumah.

Daftar Rujukan
[1] Sudrajat. 2006. Mengelola Sampah Kota. Jakarta. Penebar Swadaya.
[2] Tchobanoglous, G., Theisen, H., dan Vigil, S. 1993. Integrated Solid Waste Managemen.
New York : McGraw-Hill.
[3] Morgan, S. 2009. Daur Ulang Sampah. Solo. Tiga Serangkai.
[4] Amzani, F. 2012. Pencemaran Tanah Dan Cara Penanggulangannya. Lampung : Politeknik
Negeri Lampung.
[5] Badan Standarisasi Nasional. SNI 19-2454 tahun 2002. Tata Cara Teknik Operasional
Pengelolaan Sampah Perkotaan.
[6] Situs resmi Kelurahan Merjosari, Lowok Waru Malang, Data Domografi 2017

[7] Bappeda Kota Malang. Studi Pengelolaan Sampah Kota Malang. Malang: Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang, 2009

[8] Mulasari, S. A. 2012. Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat
dalam mengelola sampah di dusun padukuhan desa sidokarto kecamatan godean
kabupaten sleman yogyakarta. Jurnal Kesmas , 6(3): 204-211

[9] Hardiatmi S. 2011. Pendukung Keberhasilan Pengelolaan Sampah Kota. INNOFARM.


Jurnal Inovasi Pertanian, 10 (1): 50-66

[10] Taufik, A & maulana, M.F. 2015. Sosialisasi Sampah Organik Dan Non Organik Serta
Pelatihan Kreasi Sampah. Jurnal Inovasi dan Kewirausaan, 1(4), 68-73

[11] Kuncoro, S. 2009. Pengolahan Sampah Terpadu. Kanisius: Yogyakarta.

[12] Fajar W. A., Dewi P. (2014). Sosialisasi Bahaya Membuang Sampah Sembarangan dan
Menentukan Lokasi TPA di Dusun Deles Desa Jagonayan Kecamatan Ngablak. Jurnal
Inovasi dan Kewirausahaan volume 3 nomor 1 (2014): 21-27. ISSN:
2089- 3086

[13] Sukarni, S. 2016. Exploring the Potential of Municipal Solid Waste (MSW) as Solid Fuel
for Energy Generation: Case Study in the Malang City, Indonesia, Proceedings of the
International Mechanical Engineering and Engineering Education Conferences
(IMEEEC 2016), 1–7

Lampiran
Wawancara dengan Gerobak yang digunakan
petugas sampah mengambil sampah

Pengumpulan sampah