Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Untuk mengukur besarnya kuat arus yang mengalir dalam suatu
rangkaian, kkta dapat menggunakan amperemeter. Namun nilai yang ditunjuk
jarum amperemeter bukan nilai kuat arus yang sebenarnya, karena
amperemeter merupakan secondary instrument yang artinya bahwa harga
nilai tidak mutlak sehingga masih perlu disesuaikan.
Untuk mengetahui keseksamaan jarum amperemeter, maka
dilakukanlah percobaan voltmeter. Voltmeter merupakan alat untuk mengukur
besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Dengan voltmeter kita
dapat mengetahui besar arus yang mengalir di rangkaian melalui suatu
perhitungan katodanya, sebagai akibat dari endapan.

1.2 Maksud dan Tujuan


Mengetahui sebuah amperemeter dengan voltameter tembaga.

BAB II
TEORI DASAR

Zat cair dipandang dari sudut hantaran listrik dapat dibagi dalam tiga golongan,
yaitu :
1. Zat cair isolator seperti air murni dan minyak.
2. Larutan yang mengandung ion-ion, seperti larutan asam-basa dan garam-
garam di dalam air. Larutan-larutan ini dapat dilalui arus listrik dengan ion-ion
sebagai penghantarnya dan disertai perubahan-perubahan kimia.
3. Air rasa, logam-logam cair dapat dilalui arus listrik, tanpa perubahan-
perubahan kimia di dalamnya.
Pada percobaan disini digunakan larutan garam CuSO 4, di dalam bejana seoerti
gambar 1
i

-
a k

Bila pada rangkaian diatas dialiri arus akan terjadi endapan Cu pada katoda.
Jumlah Cu yang mengendap sebanding dengan arus yang lewat. Sehingga
voltameter dapat dipakai sebagai ampere meter.

BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


1. Voltameter yang terdiri dari :
 Bejana.
 Keping tembaga sebagai anoda (dekat dinding).
 Keping tembaga sebagai katoda (di tengah-tengah).
 Katoda pertolongan.
2. Larutan tembaga sulfat.
3. Sumber arus.
4. Ampere meter.
5. Tahanan geser pengatur arus.
6. Penghubung arus.
7. Kawat-kawat penghubung.
8. Slide regulator (variac).

3.2 Prosedur ( Cara Kerja)


1. Menggosok katoda dengan kertas ampelas hingga cukup bersih.
2. Mencuci katoda dengan air, menyiramnya dengan alkohol kemudian
membakarnya.
3. Menimbang katoda tersebut dengan teliti dengan mempergunakan
neraca tehnis.
4. Membungkus katoda dengan kertas bersih agar tidak kotor.
5. Membuat rangkaian seperti gambar 2. Gunakan katoda pertolongan
terlebih dahulu.

N 125 V
Variac
Sumber DC

A K

Larutan CuSO4 Voltameter

Gambar 2
6. Menuangkan larutan tembaga sulfat ke dalam bejana.
7. Menjalankan arus dan mengatur R sehingga amperemeter
menunjukan kuat arus sebesar 1 ampere (ditentukan oleh asisten).
8. Memeriksa sekali lagi apakah arah arus sudah benar (akan terjadi
endapan pada katoda).
9. Memutuskan hubungan dengan sumber arus dan tidak mengubah
rangkaiannya lagi.
10. Mengganti katoda pertolongan dengan katoda yang sebenarnya (telah
dicuci).
11. Mengusahakan supaya luas permukaan katoda yang tercelup ke dalam
larutan sama dengan luas permukaan katoda pertolongan yang tercelup
larutan.
12. Jangan mengubah rangkaian lagi.
13. Menjalankan arus selama n menit (ditentukan asisten) dan
mengusahakan agar kuat arus tetap I ampere denaga mengatur R G .
14. Setelah n menit, putuskan arus, ambilah katoda dan mencucinya
dengan air, kemudian siramlah dengan alkohol dan bakarlah sampai
kering.
15. Menimbang lagi katoda dengan teliti.
16. Mengulangi percobaan no. 1 s/d 15 untuk beberapa kuat arus yang
berlainan dan waktu yang berlainan pula (ditentukan asisten).
17. Setelah selesai, kembalikan larutan ke dalam botolnya semula dan
mengembalikan peralatan yang lain.
Daftar Pustaka
Listrik dan Optik. Pedoman Praktikum Fisika Dasar II. Bandung : Sekolah Tinggi
Teknologi Tekstil.