Anda di halaman 1dari 6

WISATA SEJARAH

CANDI BOROBUDUR

Berlibur ke Yogyakarta tentunya belum lengkap tanpa mengunjungi


Candi Borobudur. Kuil Buddha terbesar di seluruh dunia, Borobudur berdiri sejak
abad ke-9 pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra dari Kerajaan Medang.
Situs Warisan Dunia UNESCO ini akan membuat Anda berdecak mengagumi
strukturnya yang megah, reliefnya yang penuh detail, dan 72 stupanya yang
masing-masing memuat patung Buddha.

Walaupun erat dikaitkan dengan Yogyakarta, letak Candi Borobudur


sendiri sebenarnya berada di Jawa Tengah. Lebih tepatnya di kawasan Kabupaten
Magelang. Perjalanan ke Borobudur dari Yogyakarta tergolong mudah dan murah
bagi para wisatawan.  Bro dan Sis bisa menempuhnya dengan kendaraan pribadi
atau naik bis yang ada di terminal Jombor menuju Borobudur. Tarif bisnya hanya
sekitar 10.000 rupiah. Tiket masuk kawasan wisata Candi Borobudur saat ini
sekitar 30.000 rupiah.
Monumen Budha terbesar di dunia ini diperkirakan dibangun pada abad
ke-8 hingga abad ke-9 di masa kejayaan Wangsa Syailendra. Setiap tingkatan di
candi berbentuk punden berundak.  Terdiri dari 10 tingkat dan konon
melambangkan tahapan-tahapan yang dilalui dalam kehidupan seorang manusia.
Umat Budha mempercayai Candi Borobudur sebagai simbol alam semesta yang
terbagi menjadi tiga tingkatan spiritual yaitu Kamadhatu, Rupadhatu,
dan Arupadhatu. Dinding candi di tingkatan Kamadhatu dan Rupadhatu memiliki
relief-relief yang konon menggambarkan kehidupan masyarakat jawa kuno.
Sedangkan dinding Arupadhatu sendiri tidak berelief dan melambangkan
kehidupan alam atas yang terbebas dari segala bentuk dan rupa.
Sambil menaiki anak tangga candi utama yang berbentuk seperti piramid berteras,
resapi nuansa sejarah dan kebudayaan yang menyelimuti Anda. Perhatikan ribuan
panel pada tembok candi yang menggambarkan kepercayaan umat Buddha dan
kehidupan masyarakat Jawa ribuan tahun yang lalu. Naiklah terus sampai ke
puncak candi lalu nikmati pemandangan pepohonan dan pegunungan
menakjubkan yang menanti Anda di atas!

Sejarah Candi Borobudur


Untuk pertama kali nama Borobudur tertulis dalam buku “Sejarah Pulau
Jawa” oleh Sir Thomas Raffles. Nama Borobudur diambil dari kata bara dari
bahasa Sanskerta yang mempunyai arti ‘komplek candi’atau biara dan kata
‘budur’ berasal dari kata ‘beduhur’ yang artinya ‘di atas’. Jadi makna dari kata
Borobudur adalah Candi yang berada di atas bukit. Candi Borobudur dibangun
sekitar tahun 750 masehi oleh kerajaan syailendra yang didirikan oleh Raja
Mataram bersama Samaratungga yang pada saat itu menganut agama Buddha.
Candi Borobudur dibangun sangat misterius karena pada abad ke 7
manusi belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi  tetapi Candi
Borobudur dibangun dengan perhitungan arsitektur yang canggih. Borobudur
adalah candi terbesar di dunia sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di
dunia. Candi borobudur ini memiliki 72 stupa yang berbentuk lonceng, stupa yang
terbesar terletak pada puncak candi sedangkat yang lainnya mengelilingi stupa
sampai ke bawah.
Candi ini dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam
semesta dalam kepercayaan Buddha itu sendiri. Jika Candi Borobudur dilihat dari
luar sampai ke dalam terbagi menjadi dua bagian yaitu di bagian luar terdapat
alam dunia yang terbagi menjadi tiga zona dan di bagian pusat terdapat alam
Nirwana. Pada zona pertama adalah Kamadhatu, yang berarti alam dunia yang
terlihat dan sedang dialami oleh manusia sekarang.
Kamadhati terdiri dari 160 relief yang menjelaskan hukum sebab akibat
yang disebut Karmawibhangga Sutra. Menggambarkan mengenai sifat dan nafsu
manusia, seperti membunuh, penyiksaan, merampok, ditnah, dan memperkosa.
Tudung penutup pada bagian dasar telah dibuka agar para pengunjung dapat
melihat relief yang tersembunyi. Pada zona kedua adalah Rupadhatu, yang berarti
alam peralihan, dimana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia.
Rapadhatu memiliki 328 patung Buddha yang juga memiliki hiasan relief
pada ukirannya.Pada bagian ini terdiri dari 1300 relief yang berupa
Gandhawyuha, Lalitawistara, Jataka, dan Awadana yang keseluruhannya
membentang sejauh 2,5 km dengan 1212 panel. Untuk zona ketiga adalah
Arupadhatu yang berarti alam tertinggi, rumah Tuhan. Pada zona ini terdapat tiga
serambi yang berbentuk lingkaran mengarah ke kubah di bagian pusat atau stupa
yang menggambarkan kebangkitan dunia.
Zona ini tidak ada hiasan maupun ornamen yang menggambarkan zona
ini adalah kemurnian tertinggi. Rapadhatu memiliki  72 stupa yang berbentuk
lingakaran yang berlubang, lonceng terbalik, dan berisi patung Buddha yang
mengarah ke bagian luar candi. Di borobudur ini anda dapat menikmati sunset dan
sunrise yang indah dan menjadi berkesan ketika anda mengunjungi Candi
Borobudur ini. Lalu anda juga dapat membeli souvenir yang didagangkan oleh
para penjual seperti, kain batik, patung, miniatur candi, patung kepala Buddha,
miniatur stupa, pernak- pernik dan masih banyak lagi barang lainnya yang dapat
dijadikan oleh-oleh.

Borobudur Adalah Sebuah Mahakarya 


Bangunan candi ini merupakan mahakarya arsitektural yang tidak hanya
bernilai sejarah dan budaya semata. Namun juga mengandung keindahan yang
elok dipandang mata. Konstruksi bangunan yang megah dan relief-reliefnya
seakan mengajak pengunjungnya untuk mencermati setiap sudut yang
dimilikinya.
Borobudur siap memanjakan Bro dan Sis yang gemar mengabadikan
wujud dan momen melalui mata lensa.  Candi Borobudur merupakan salah satu
bukti kecerdasan umat manusia di masa lampau. Setiap jengkal relief yang
tergambarkan di dinding Kamadhatu dan Rupadhatu terpahat dengan tingkat
kerapian yang tinggi.  Seolah-olah dikerjakan dengan teknologi mutakhir masa
kini. Berbagai cerita tentang kehidupan manusia terukir detail tentang kisah hidup
para leluhur.

Event Tahunan: Hari Raya Tri Suci Waisak dan Pelepasan Lampion Yang
Memukau
Pada momen tertentu seperti Hari Raya Tri Suci Waisak dan detik-detik
pergantian tahun,  Bro dan Sis dapat menyaksikan ritual pelepasan lampion yang
sangat indah. Ribuan lampion diterbangkan secara serentak dan menghiasi langit
dengan sinarnya.  Siapa coba yang tidak terpana menyaksikan ribuan lampion
yang memancarkan sinarnya di kegelapan malam? Momentum spesial seperti ini
tentunya sangat berharga dan bisa Bro dan Sis masukkan sebagai agenda romantis
menikmati malam bersama.

Kita tidak perlu menunggu momen pelepasan lampion untuk menikmati


romansa Borobudur. Di beberapa lokasi tertentu, sunrise maupun sunset di Candi
Borobudur tampak sangat cantik dan memanjakan mata. Kombinasi antara warna
biru dan jingga yang menjadi view yang memukau saat senja atau pagi menjelang.

Tentang Candi Borobudur


Waktu Operasional  :  Setiap Hari, pukul 06.00–17.00 WIB
HTM DEWASA :  Rp 40.000,00 (Domestik/WNA Pemegang KITAS) &
$25(WNA)
HTM ANAK :  Rp 20.000,00 (Domestik/WNA Pemegang KITAS) &
$15(WNA)
Fasilitas :  Penginapan, rumah makan, toko cenderamata, warung
telekomunikasi. Juga terdapat beberapa tenaga guide
yang dapat memandu dan menjelaskan mengenai
informasi yang terkait dengan sejarah, budaya dan arti
arsitektur dari Candi Borobudur.
Aktifitas:
 Pradaksina (Aktivitas berjalan mengitari candi searah jarum jam. Dimulai dari
tingkatan pertama ke arah kiri, kemudian setelah selesai baru naik ke tingkat
selanjutnya. Hal ini dilakukan hingga tingkat terakhir dan tiba di puncak.
Dengan melakukan pradaksina secara penuh dari tingkat 1 hingga puncak,
maka kita sudah trekking di atas candi sejauh 2 kilometer.)
 Mengunjungi Museum Karmawibangga, Museum Samudraraksa, Naik Kereta
Kelinci atau Andong Wisata.

Alamat :  Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur,


Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah
Telepon :  (0274) 496402