Anda di halaman 1dari 4

Dimas Ilham P

Mengabdi Sebulan Jember

Setelah mendapatkan informasi lewat cybercampus alhamdulillah aku mendapatkan lokasi KKN
di Jember. Saya memang dari awal telah mengingkan mendapatkan Jember untuk melakukan
kegiatan. Ini merupakan sebuah peluang dan kesempatan untuk bisa belajar di lingkungan yang
baru jauh dari rumah dan asal. Saya sedikit bisa berbagai beberapa ilmu yang sudah didaptakan
di kuliah untuk bisa diterapkan di masyarakat. Kami juga bisa belajar bersama apa yang belum
kita mengatahui di masyarakat

Kami bersepuluh bertemu untuk mengadakan rapat pembahasan proker yang pertama . Tema
yang diberikan pihak kampus adalah program kerja yang berkaitan masalah stunting, karena
menurut data yang diberikan Bakesbangpol Jember angka stunting di Jember masih terbilang
cukup tinggi sehingga kami memutuskan untuk merancang konsep program antara lain
penerapan hidup bersih sehat seperti cara menyikat gigi baik dan benar dan demo cuci tangan
untuk memberikan edukasi kepada siswa SD sejak dini. Tidak hanya itu dibidang sosial kami
mengadakan sosialisasi pemehaman gizi kepada ibu kader untuk dapat diterapkan ke
lingkungan sekitar untuk pemenuhan gizi di keluarga, selain itu dibidang ekonomi kami
mengadakan mini cooking class pembuatan sushi dengan bahan yang mudah ditemu disekitar.
Program lain bidang pendidikan adalah ayo belajar dilakukan di beberapa SD di wilayah
Kelurahan Wirolegi. Saya pribadi cenderung dapat mengimplementasikan kembali karena saat
PKL program studi beberapa program bersinggungan dengan tema yang ada pada KKN

Sebelum KKN tiba, kami lewat ketua kelompok Zen telah berkomunikasi dengan pihak
kelurahan dan ibu kampung untuk permintaan izin dan akomodasi penginapan selams
berkegiatan. Selama suvei untungnya kami dimudahkan dalam segala mengurus izin dan segala
sesuatunya.

Hari yang ditunggu tiba segala persiapan sudah siap hingga kami menuju Jember, kami
berkumpul di Kampus C Universitas Airlangga pukul 06.00, namun sbelumnya pukul 04.00 saya
harus menaruh motor sebagai perlengkapan transportasi kelompok saat KKN. Saya membawa 1
koper besar dan satu tas jinjing. Saya sengaja membawa pakaian lebih dari cukup untuk sekedar
jaga dan aman ketika ada kegiatan event mendadak sekalipun.

Saat sampai bus sudah berdatangan dan semua peserta mahasiswa KKN dilepaskan ke masing
masing tujuan Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Jember, hingga Banyuwangi. Perjalanan
Jember membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan, satu bus diisi rombongan KKN wilayah
Kecamatan Sumbersari. Pukul 14.00 kami tiba di Pendopo Kecamatan Sumbersari disambut
perangkat kecamatan. Pihak kecamatan menerima kami dengan senang hati dan berharap
adanya perubahan terhadap pola perilaku masyarakat untuk menjadi lebih baik. Kami juga
mendapat informasi tentang kondisi wilayah kecamatan saat itu yanh mengalamu kejadian luar
biasa (KLB) Hepatitis A yang menyerang sekitar kampus dan sudah banyak warga sekitar
kampus Unej Setelah di sambut dan mengikuti acara serah terima dan perkenalan kami
melanjutkan ke masing-masing kelurahan.

Sesampainya di rumah tempat tinggal kami disambut hangat oleh keluarga ibu, kebetulan saat
itu ibu dan keluarga sedang mempersiapkan acara haul suami. Ibu seorang single parent, suami
ibu meninggal 2 tahun lalu karena sakit. Saat ini ibu tinggal bersama 3 orang anaknya. Jumlah
kamar ibu berjumlah 3 jadi kmu semua bisa tidur di kamar. Ibu salah satu orang yang disegani di
kampungnya, dulunya ibu dan bapak adalah bapak kampung kaliwining.

Keesekoan harinya kami membantu sedikit persiapan haul tahunan kirim doa,kami membuat
kue lanon yang terbuat dari tepung ketan dan bumbu2 serta parutan kelapa. Dibantu ibu dan
beberapa warga yang lain. Mayoritas warga sekitar adalah Madura. Memang Jember dikenal
sebagai daerah Padhalungan yaitu warganya banyak dari suku Madura yang dapat juga
berbahasa Indonesia. Saya tidak mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan
Madura, untunglah dari sepuluh anggota kami, satu teman saya dapat berbahasa Madura.
Cukup membantu dalam hal komunikasi. Sedikit demi sedikit kami belajar kosakata bahasa
Madura dasar.

Minggu pertama kami rencanakan untuk melakukan survei dan mengurus perizinan ke berbagai
pihak terkait untuk berjalannya proker. Sesuai pepatah tak kenal maka tak sayang. Kami juga
berusaha mengikuti berbagai kegiatan yang diselanggarakan oleh warga sekitar guna
memperkenalkan diri kepada warga sekaligus ingin mengajak warga juga ikut serta
berpartisipasi terhadap program kerja yang akan dilakukan selama kegiatan KKN. Kami sowan
ke rumah Pak RW untuk silaturahim serta menayakan beberapa kegiatan warga. Tiap selasa
malam rabu ada kegiatan ngaji malam reboan dimana dibedakan untuk laki-laki dan
perempuan. Ngaji laki-laki berpindah rumah secara bergantian setiap minggunya, sementara
ngaji perempuan ditempat yang sama yaitu disamping rumah Ibu Hanafi. Kegiatan ini juga
sebagai pertemuan rutin warga Dusun Kaliwining.

Selain itu kami juga sowan ke rumah Bidan Desa Wirolegi untuk perihal perizinan kegiatan yang
berhubungan dengan bidang kesehatan. Kami juga menanyakan kondisi kesehatan warga
wirolegi. Ternyata angka stunting terbilang sudah minim, namun masih ada beberapa ibu dan
balita yang kekurangan gizi. Kami diberikan saran dari bidan untuk bisa mengajak warga lewat
kader dalam upaya peningkatan gizi keluarga. Bidan menginfokan masih banyak warga
cenderung mengonsumsi makanan yang kurang sehat dan kurang dari standar ketetapan
pemenuhan gizi. Acara yang melibatkan kader cukup sering dilakukan hingga menurut bidan
kader wilayah wirolegi cukup tau tentang informasi stunting dan masalah kesehatan lainnya.
Kami juga mengganti rancangan kegiatan untuk dapat memberikan informasi tentang gizi.
Minggu pertama kami juga gunakan untuk sowan ke Kelurahan secara formal kepada Lurah dan
seluruh perangkat yang ada di Kelurahan Wirolegi serta mempaparkan secara singkat program
kerja yang akan kami lakukan di Kelurahan Wirolegi. Minggu pertama juga kami gunakan untuk
izin ke beberapa pihak sekolah setelah mendapat rekomendasi dari Lurah. Loksi SD cukup jauh
melewati jalanan yang digunakan sebagai aksed truk mengambil tambang pasir. Jalanan sangat
berdebu dan akses jalan cukup terjal bebatuan hingga kami dapat mencapai lokasi.

Malam tahun baru 2020 kami juga mengikutu kegiatan warga dengan diadakan electone
makan-makan bersama warga. Suasananya sederhana namun vibes tahun baru sangat terasa,
benar pepatah bahagia itu sederhana. Karaoke bersama warga joget bareng hingga makan
malam setelah pukul 00.00. Di minggu pertama juga kami merencanakan untuk dapat
menyesuaikan beberapa program lain seperti mengadakan kegiatan Belajar Ngaji dimusholla
setelah maghrib.

Minggu kedua dan ketiga digunakan untuk mengeksuksi beberapa program seperti sosialiasi
penyebaran hoax yang dihadiri warga setelah ngaji reboan. Warga sangat antusian karena
topik yang diangkat sangat relare dengan maslaha yang ditemukan yaitu hoax kesehatan. Selain
itu kegiatan mini sushi juga diadakan dua kali yang pertama adalah dengan ibu PKK RW dan
kedua dengan PKK Kelurahan atas permintaan spesial. Warga sangat antusias dengan program
ini karena bentuknya demo membuat makanan yang modern dengan bahan yang sangat
mudah ditemukan disekitar. Sushi dapat digunakan sebagai modifikasi bentuk penyajian gizi
yang berimbang.

Di minggu kedua hari Jumat keluarahan kami menjadi tuan rumah acara kecamatan. Kami
mengadakan kegiatan Jumat Berkah.

Kami banyak belajar tentang bermasyarakat disana belajar bahasa Madura. Tidak hanya itu
kami juga dapat menghargai waktu dan sesama warga sekitar. Jember mengejarkan kita untuk
bisa lebih bisa toleransi. Kerjasama antar kelompok perlu untuk meningkatkan rasa solidaritas.