Anda di halaman 1dari 25

Tugas bahasa Indonesia

NAMA : PASCALIA TARUMERE

KELAS : XI MIPA 3

SMA XAVERIUS AMBON


Secara umum

Drama merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu Draomai yang memiliki arti berbuat dan
bertindak. Sedangkan kata drama sendiri memiliki arti suatu perbuatan dan tindakan. Pengertian drama
secara umum yaitu suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan mempunyai maksud untuk
menampilkan sebuah pertunjukan yang diperankan oleh aktor.

Pengertian Drama

Drama adalah genre (jenis) sastra yang menggambarkan gerak kehidupan manusia. Istilah untuk drama
di masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut tonil itu. Tonil kemudian diganti dengan istilah-play
yang dikembangkan oleh PKG Mangku VII. Drama berasal dari kode dalam bahasa Jawa dan wara. Sandi
berarti rahasia, sementara wara (warah) berarti mengajar. Maka istilah menyiratkan ajaran teater yang
dilakukan oleh simbol.

Pengertian drama menurut para ahli

1. Menurut Moultoun, drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam sebuah pertunjukan gerak.

2. Menurut Ferdinand Brunetierre, drama merupakan sebuah seni yang dapat menghasilkan sebuah
gerakan dan aksi yang dapat dipertontonkan.

3. Menurut Budianta, drama merupakan alur cerita sastra yang mempertontonkan penampilan fisik
secara lisan atau diaolog yang dilakukan antar pemain.

4. Menurut Tim Matrix Media Literita, drama yaitu sebuah bentuk cerita yang menggambarkan kisah
kehidupan manusia melalui perilaku tokoh yang dipentaskan.

5. Menurut Seni Handayani, drama merupakan sebuah komposisi yang dihasilkan dari seni sastra dan
seni pertunjukan, sehingga menciptakan dua jenis drama, yaitu drama dalam bentuk tertulis dan drama
dalam bentuk pertunjukkan.

6. Menurut Wildan, drama merupakan komposisi yang dilahirkan dari beberapa cabang seni, sehingga
drama dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu drama bentuk teks tertulis dan drama dalam bentuk
dipentaskan.

7. Menurut Anne Civardi, drama merupakan kisah yang ditampilan melalui kata-kata dan diperagakan
dengan gerak
 Menurut KBBI : drama memiliki beberapa pengertian. Pertama, drama diartikan sebagai
komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak
melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Kedua, cerita atau kisah terutama
yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater. Ketiga,
kejadian yan menyedihkan.

BENTUK-BENTUK DRAMA

1. Berdasarkan bentuk sastra cakapannya, drama dibedakan menjadi dua


 Drama puisi, yaitu drama yang sebagian besar cakapannya disusun dalam bentuk puisi
atau menggunakan unsur-unsur puisi.
 Drama prosa, yaitu drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa.

2. Berdasarkan sajian isinya

1. Tragedi (drama duka), yaitu drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau muram,
yang terlibat dalam situasi gawat karena sesuatu yang tidak menguntungkan. Keadaan
tersebut mengantarkan tokoh pada keputusasaan dan kehancuran. Dapat juga berarti
drama serius yang melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yang luar
biasa, yang berakhir dengan malapetaka atau kesedihan.
2. Komedi (drama ria), yaitu drama ringan yang bersifat menghibur, walaupun selorohan di
dalamnya dapat bersifat menyindir, dan yang berakhir dengan bahagia.
3. Tragikomedi (drama dukaria), yaitu drama yang sebenarnya menggunakan alur dukacita
tetapi berakhir dengan kebahagiaan.

3. Berdasarkan kuantitas cakapannya

3. Berdasarkan kuantitas cakapannya

1. Pantomim, yaitu drama tanpa kata-kata

2. Minikata, yaitu drama yang menggunakan sedikit sekali kata-kata.

3. Doalogmonolog, yaitu drama yang menggunakan banyak kata-kata.

4. Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya

1.

1. Opera/operet, yaitu drama yang menonjolkan seni suara atau musik.


2. Sendratari, yaitu drama yang menonjolkan seni eksposisi.

3. Tablo, yaitu drama yang menonjolkan seni eksposisi.

5. Bentuk-bentuk lain

1. Drama absurd, yaitu drama yang sengaja mengabaikan atau melanggar konversi alur,
penokohan, tematik.

2. Drama baca, naska drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan.

3. Drama borjuis, drama yang bertema tentang kehidupan kam bangsawan (muncul abad
ke-18).

4. Drama domestik, drama yang menceritakan kehidupan rakyat biasa.

5. Drama duka, yaitu drama yang khusus menggambarkan kejathan atau keruntuhan tokoh
utama

6. Drama liturgis, yaitu drama yang pementasannya digabungkan dengan upacara


kebaktian gereja (di Abad Pertengahan).

7. Drama satu babak, yaitu lakon yang terdiri dari satu babak, berpusat pada satu tema
dengan sejumlah kecil pemeran gaya, latar, serta pengaluran yang ringkas.

8. Drama rakyat, yaitu drama yang timbul dan berkembang sesuai dengan festival rakyat
yang ada (terutama di pedesaan).

Jenis-jenis drama
Drama dapat dikelompokan menjadi 3 bagian, yaitu : berdasarkan penyajian kisah drama,
berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah.

Berdasarkan penyajian kisah


Berikut beberapa jenis drama berdasarkan penyajian kisah drama, yaitu :

1. Tragedi, yaitu drama yang memiliki alur cerita kesedihan


2. Komedi, yaitu drama yang memiliki alur cerita tentang kelucuan para tokoh
3. Tragekomedi, yaitu drama yang dipadukan antara drama tragedi dan komedi
4. Opera, yaitu drama yang dilakukan dengan cara dinyanyikan sembari diiringi dengan
musik
5. Melodrama, yaitu drama yang dilakukan ketika berdialog sembari diiringi musik
6. Farce, yaitu drama yang berupa dagelan, tetapi tidak keseluruhan adegan dalam farce
sama dengan dagelan
7. Tablo, yaitu drama yang tokohnya lebih mengutamakan gerak, para tokoh tidak
melakukan dialog hanya melakukan berbagai gerakan saja.
8. Sendratari, yaitu perpaduan antara drama dengan seni tari.

Hakikat Drama

Drama sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat,
bertindak, dan sebagainya. Kata drama dapat diartikan sebagai suatu perbuatan atau
tindakan. Secara umum, pengertian drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis
dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan
naskah drama dapat dikenal dengan istilah teater. Drama juga dapat dikatakan sebagai
cerita yang diperagakan di panggung dan berdasarkan sebuah naskah.

Pada umumnya, drama memiliki 2 arti, yaitu drama dalam arti luas serta drama dalam
arti sempit. Pengertian drama dalam arti luas adalah semua bentuk tontonan atau
pertunjukkan yang mengandung cerita yang ditontonkan atau dipertunjukkan di depan
khalayak umum. Sedangkan pengertian drama dalam arti sempit ialah sebuah kisah
hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung.

Ciri ciri Drama

 1.Drama merupakan prosa modern yang dihasilkan sebagai naskah untuk dibaca  dan    di
pentaskan.

 2.Naskah drama boleh berbentuk prosa atau puisi.

 3.Drama terdiri dari pada diaolog yang disusun oleh pengarang dengan watak yang diwujudkan.

 4.Pemikiran dan gagasan pengarang disampaikan melalui dialog-dialog watak-wataknya.

 5.Konflik ialah unsur-unsur penting dalam drama. Konflik digerakan oleh watak-watak dalam
plot,elemen penting dalam skrip drama.

 6.Sebuah skrip yang tidak didasari oleh konflik tidak dianggap sebagai drama yang baik.
 7.Gaya Bahasa dalam sebuah drama juga penting karena menunjukkan latar masa dan
masyarakat yang di wakilinya,sekaligus drama ini mencerminkan sosiobudaya masyarakat yang
digambarkan oleh pengarang.

Struktur teks drama

Supaya teks drama dapat tersusun dengan baik, maka teks drama harus mengandung
beberapa struktur sebagai berikut :

1. Prolog
Prolog merupakan bagian awal dari sebuah drama. Prolog biasanya digunakan untuk
menceritakan gambaran drama yang akan dimainkan secara umum.

2. Dialog
Dialog merupakan bagian yang paling penting dalam sebuah drama. Dialog berfungsi sebagai
penghantar komunikasi antar tokoh.

3. Epilog
Epilog merupakan bagian akhir atau bagian penutup dari sebuah drama. Epilog biasanya berisi
tentang kesimpulan dan pesan yang bisa diambil dari cerita drama tersebut.

 Tujuan drama

 Sebagai sarana hiburan untuk masyarakat, baik kalangan pelajar maupun kalangan umum.

 Memperoleh pengetahuan tentang seni teater

 Sebagai media pengembangan bakat mengenai estetika

 Manfaat

 Dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang dan meningkatkan nilai sosial seseorang

 Memberikan kesempatan untuk memberikan kreasi dalam drama

 Dapat mengontrol emosi dengan baik

 Dapat lebih menghargai pendapat orang lain dengan lebih baik

 Dalam dunia pendidikan drama dapat digunakan sebagai sarana edukasi yang baik dan
menyenangkan

Contoh Naskah Drama Anak

Pemeran:
          1.Katrin Yustina

2.Nurjanah

3.Puri

4.Nisya

5.Linda (pembaca prolog).

Prolog

Seorang murid baru (Nisya) pindahan dari Jakarta sedang memasuki gerbang
sekolah,tiba-tiba datanglah Katrin.

Katrin     : hai kamu anak baru ya? Nama kamu siapa?

Nisya      : ya,…..namaku Nisya,,.

Fury        : (Sambil mengulurkan tangan) namaku Fury! Emang kamu pindahan dari mana
dan masuk kelas apa..????

Nisya       : aku dari Jakarta …………disini Aku tonggal di Jalan Surapati. Kata kepala
Sekolah aku masuk kelas V1-D.Kalau kamu siapa ? (Nisya mengulurkan tangan kepada
Katrin).

Katrin     : aku Katrin…. wah kebetulan kita juga murid kelas V1-D.

 Tak lama tampak Nurjanah datang mendekat sambil menyapa ketiganya.

Nurjanah: siapa ini Fur..???

Fury         : Oh ini namanya Nisya..!!

Katrin      : Kenalan sendiri dong,..

      (sambil menggangkat tangan Nisya ke tangan Nurjanah).

 Nurjanah menyodorkan tangannya ke arah Nisya mereka berdua bersalaman.


Nurjanah  : eh Nisya……..Entar di kelas kamu duduk disebelahku aja gimana???

      Soalanya bangku disebelahku kosong.

Nisya       : Oh iya deh…

Fury         : Iya sekalian aja gabung sama kita.

Katrin      : Ya kan kalau belajar kelompok hanya 3 orang kalau sama kamu kan jadi pas  
Empat orang,..!!!!!

Nisya       : Aku sih asyik aja,…..aku malah seneng punya temen baru yang baik dan  Asyik
seperti kalian.  Mereka berempat tertawa menuju kelas.

Perbedaan Drama dengan Teater

Teater dan drama, memiliki arti yang sama, tapi berbeda uangkapannya.Teater berasal
dari kata yunanikuno “theatron” yang secara harfiah berarti gedung/tempat
pertunjukan. Dengan demikian maka kata teater selalu mengandung arti
pertunjukan/tontonan. Drama juga dari kata yunanai ‘dran’ yang berarti berbuat,
berlaku atau beracting.

Drama cenderung memiliki pengertian ke seni sastra. Didalam seni sastra, drama setaraf
denagn jenis puisi, prosa/esai. Drama juga berarti suatu kejadian atau peristiwa tentang
manusia. Apalagi peristiwa atau cerita tentang manusia kemudian diangkat kesuatu
pentas sebagai suatau bentuk pertunjukan maka menjadi suatu peristiwa Teater.
Kesimpulan teater tercipta karena adanya drama.

Struktur Drama

1. Tema, tema merupakan gagasan sentral yang menjadi dasar disusunya atau dibuatnya drama;

2. Plot atau alur, merupakan jalinan cerita dari awal sampai akhir cerita. Jalinan cerita ini berupa
jalannya cerita dalam drama yang berupa permasalahan, konflik, klimaks cerita atau
permasalahan, dan akhir atau penyelesaian permasalahan;
3. Penokohan dan perwatakan, penokohan atau perwatakan merupakan jati diri seorang tokoh.
Apakan seoarang tokoh itu baik, jahat, buruk, pendengki atau memiliki watak lainya.
Perwatakan atau penokohan dalam pementasan drama dapat dilihat secara langsung oleh
penonton pementasan tersebut dari sikap, ucapan, tingkah laku, suara serta tingkah laku lainya.

Namun secara teori, drama sendiri mengungkapkan penokohan atau perwatakan yang
dimiliki seorang tokoh yang dilakukan secara eksplisit dan implisit. Eksplisit dari
pendapat atau komentar tokoh lain dalam cerita, dan implisit dari tingkah polah tokoh
itu sendiri;

4. Dialog, dialog atau percakapan merupakan unsure utama yang membedakan drama dengan
cerita lain. Dialog dalam drama merupakan dialog yang digunaknan dalam kehidupan sehari-hari
sesuai hakikat drama yang merupkan tiruan kehidupan masyarakat.

Dialog merupakan hal yang sangat vital bagi sukses tidaknya sebuah drama yang
dipentaskan, apabila pemeran tokoh dapat menyampaikan dialog dengan penuh
penghayatan niscaya keindahan dan tujuan pementasan dapat tercapai;

5. Setting, setting merupakan latar terjadinya cerita. Setting meliputi setting waktu, setting waktu
tempat, dan setting ruang;

6. Amanat, merupakan pesan yang hendak disampaikan pengarang lewar drama yang diciptakan.
Amanat sebuah drama dapat kita ketahui setelah kita mengapresiasi drama tersebut;

7. Petunjuk teknis, petunjuk teknis merupakan petunjuk mementaskan atau mengaudiovisualkan


naskah drama. Petunjuk teknis juga biasa disebut teks samping;

8. Drama sebagai interpretasi kehidupan, unsur ini bukan merupakan unsure fisik melainkan lebih
pada unsure idea atau pandangan dasar dalam menyusun drama yang merupakan tiruan
kehidupan manusia atau miniature kehidupan manusia yang dipentaskan.
UNSUR UNSUR PEMENTASAN DRAMA

1. Dalam pentas drama sekurang-kurangnya ada 6 unsur yang perlu dikenal, yaitu (1) naskah
drama, (2) sutradara, (3) pemeran, (4) panggung, (5) perlengkapan panggung : cahaya, rias,
bunyi, pakaian, dan (6) penonton.

2. Naskah drama. Adalah bahan pokok pementasan. Secara garis besar naskah drama dapat
berbentuk tragedi (tentang kesedihan dan kemalangan), dan komedi (tentang lelucon dan tingka
laku konyol), serta disajikan secara realis (mendekati kenyataan yang sebenarnya dalam
pementasan, baik dalam bahasa, pakaian, dan tata panggungnya, serta secara simbolik (dalam
pementasannnya tidak

perlu mirip apa yang sebenarnya terjadi dalam realita, biasanya dibuat puitis, dibumdui
musik-koor-tarian, dan panggung kosong tanpa hiasan yang melukiskan suatu realitas,
misalnya drama karya Putu Wijaya. Naskah yang telah dipilih harus dicerna atau diolah,
bahkan mungkin diubah, ditambah atau dikurangi disinkronkan dengan tujuan
pementasan tafsiran sutradara, situasi pentas, kerabat kerja, peralatan, dan penonton
yang dibayangkannya.

3. Setelah naskah, faktor sutradara memegang peranan yang penting. Sutradara inilah yang
bertugas mengkoordinasikan lalu lintas pementasan agar pementasannya berhasil. Ia bertugas
membuat/mencari naskah drama, mencari pemeran, kerabat kerja, penyandang dana
(produsen), dan dapat mensikapi calon penonton.

4. Pemeran inilah yang harus menafsirkan perwatakan tokoh yang diperankannya. Memang
sutradaralah yang menentukannya, tetapi tanpa kepiawaian dalam mewujudkan
pemeranannya, konsep peran yang telah digariskan sutradara berdasarkan naskah, hasilnya
akan sia-sia belaka.

5. Secara garis besar variasi panggung dapat dibedakan menjadi dua kategori. Pertama, panggung
yang dipergunakan sebagai pertunjukan sepenuhnya, sehingga semua penonton dapat
mengamati pementasan secara keseluruhan dari luar panggung. Kedua, panggung berbentuk
arena, sehingga memungkinkan pemain berada di sekitar penonton.
6. Cahaya (lighting) diperlukan untuk memperjelas penglihatan penonton terhadap mimim
pemeran, sehingga tercapai atau dapa mendukung penciptaan suasana sedih, murung, atau
gembira, dan juga dapat mendukung keratistikan set yang dibangun di panggung.

7. Bunyi (sound effect). Bunyi ini memegang peran penting. Bunyi dapat diusahakan secara
langsung (orkestra, band, gamelan, dsb), tetapi juga dapat lewat perekaman yang jauh hari
sudah disiapkan oleh awak pentas yang bertanggung jawab mengurusnya.

8. Sering disebut kostm (costume), adalah pakaian yang dikenakan para pemain untuk membantu
pemeran dalam menampilkan perwatakan tokoh yang diperankannya. Dengan melihat kostum
yang dikenakannya para penonton secara langsung dapat menerka profesi tokoh yang
ditampilkan di panggung (dokter, perawat, tentara, petani, dsb), kedudukannya (rakyat jelata,
punggawa, atau raja), dan sifat sang tokoh trendi, ceroboh, atau cermat).

9. Berkat rias yang baik, seorang gadis berumur 18 tahun dapat berubah wajah seakan-akan
menjadi seorang nenek-nenek. Dapat juga wajah tampan dapat dipermak menjadi tokoh yang
tampak kejam dan jelek. Semua itu diusahakan untuk lebih membantu para pemeran untuk
membawakan perwatakan tokoh sesuai dengan yang diinginkan naskah dan tafsiran sutradara.

10. Penonton. Dalam setiap pementasan faktor penonton perlu dipikirkan juga. Jika drama yang
dipentaskan untuk para siswa sekolah sendiri, faktor mpenonton tidak begitu merisaukan.
Apabila terjadi kekeliruan, mereka akan memaafkan, memaklumi, dan jika pun mengkritik
nadanya akan lebih bersahabat.

Akan tetapi, dalam pementasan untuk umum, hal seperti tersebut di atas tidak akan
terjadi. Oleh karena itu, jauh sebelum pementasan sutradara harus mengadakan survei
perihal calon penonton. Jika penontonnya ”ganas” awak pentas harus diberi tahu, agar
lebih siap, dan tidak mengecewakan para penonton.

PEMBAGIAN TUGAS DALAM PEMENTASAN DRAMA

1. Sebelum sampai pada penggarapan naskah untuk pementasan, terlebih dahulu perlu kita kenal
beberapa fungsi atau peran dalam pementasan. Pada dasarnya kerja pementasan adalah kerja
kelompok atau tim. Tim terbagi menjadi dua, yaitu tim penyelenggara dan tim pementasan.
Yang dimaksud tim penyelenggara pementasan adalah orang-orang yang bekerja untuk
melaksanakaan “acara” pementasan.

Tim penyelenggara meliputi ketua panitia (pimpinan produksi), sekretasis, bendahara,


sie dana, sie publikasi, sie perlengkapan, sie dokumentasi, si konsumsi, dam masih
banyak lagi. Tim ini berperan dalam “menjual” karya seni (drama). Sukses tidaknya acara
pementasan (dengan indikasi jumlah penonton yang banyak, keuntungan finansial
minimal balik modal, apresiasi penonton, soundsistem, lighting yang bagus) bergantung
pada tim ini.

2. Tim kedua adalah tim pementasan. Yang dimaksud tim pementasan adalah sekelompok orang
yang bertugas menyajikan karya seni (drama) untuk ditonton. Tim pementasan terdiri dari
sutradara, penulis naskah, tim artistik, tim tata rias, tim kostum, tim lighting, dan aktor.

Sebenarnya tim pementasan ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu tim on stage (di
atas panggung) atau aktor, dan tim behind stage (belakang panggung). Kedua tim ini
memiliki peran yang sama dalam mensukseskan pertunjukan/pementasan.

3. Pertama-tama kita bahas dulu tim pementasan beserta tugas dan kewenangannya.

1. Seperti kita ketahui bersama, sutradara adalah pimpinan pementasan. Ia bertugas


melakukan casting (memilih pemain sesuai peran dalam naskah), mengatur akting para
aktor, dan mengatur kru lain dalam mendukung pementasan. Pada dasarnya seorang
sutradara berkuasa mutlak sekaligus bertanggung jawab mutlak atas pementasan.

2. Penulis Naskah. Sebenarnya ketika sebuah naskah dipilih untuk dipentaskan, penulis
naskah sudah “mati”. Artinya, ia tidak memiliki hak lagi untuk mengatur visualisasi atas
naskahnya. Tanggung jawab visualisasi ada pada sutradara. Biasanya, dalam
perencanaan akting, seorang penulis naskah hanya diminta sebagai komentator.

3. Penata Panggung. Tugas utama penata panggung adalah mewujudkan latar (setting
panggung) seperti yang diinginkan oleh sutradara. Biasanya sutradara akan berdiskusi
dengan penata panggung untuk mewujudkan setting panggung yang mendukung cerita.
4. Penata Cahaya. Tugas utama penata cahaya adalah merencanakan sekaligus memainkan
pencahayaan pada saat pementasan sehingga pencahayaan mendukung penciptaan
latar suasana panggung. Jelas bahwa penata caha perlu berkoordinasi dengan penata
panggung. Seorang penata cahaya harus memiliki pengetahuan memadai dalam hal
mixer cahaya.

5. Penata Rias dan Busana. Tugas utama penata rias dan busana adalah mewujudkan rias
dan kostum para aktor sesuai dengan karakter tokoh yang dituntut oleh sutradara.
Biasanya, penata rias dan busana berkoordinasi erat dengan sutradara.

6. Penata Suara. Tugas utama penata suara adalah mewujudkan sound effect yang
mendukung pementasan. Bersama dengan penata busana, penata panggung, dan
penata cahaya, penata suara menciptakan latar yang mendukung pementasan. Jelas
bahwa prasyarat untuk menjadi penata suara adalah memiliki kemampuan mengelola
soundsistem dan soundeffect.

7. Tugas utama aktor adalah memerankan tokoh yang ditugaskan kepadanya oleh
sutradara.

4. Tim penyelenggara dan kewenangannya adalah sebagai berikut.

1. Ketua Panitia

2. Sekretaris

3. Bendahara

4. Sie Acara

5. Sie Dana

6. Sie Dokumentasi

7. Sie Perlengkapan

8. Sie Konsumsi

9. Sie Tempat.
Soal PG

1. Berikut ini termasuk persiapan pementasan drama, kecuali....


a. menghafal teks
b. memahami cerita
c. bloking dan ekspresi
d. latihan vokal
e. meditasi dan mediasi
Jawaban: e

2. Kalimat dalam teks drama yang ditulis dalam kurung, tidak didialogkan,
melainkan diaktingkan disebut...
a. monolog
b. pantomim
c. prolog
d. wawancang
e. kramagung
Jawaban: e

3. Salah satu alasan perlunya berlatih pernapasan dalam memerankan drama


adalah....
a. membantu pengaturan dan pertahanan vokal selama pentas berlangsung
b. membantu pengaturan dan pertahanan nada selama pentas berlangsung
c. memperlancar dialog antarpemain
d. memperjelas ekspresi dan gerak anggota tubuh dalam mendukung peran
e. mempermudah pembedaan karakter dan sifat dasar pemeranan
Jawaban: a

4. Watak atau karakter tokoh dalam drama dapat ditampilkan mellaui beberapa
hal berikut, kecuali...
a. gerak
b. bloking
c. dialog
d. ekspresi
e. mimik
Jawaban: b

5. Sifat dasar yang harus diperankan pemain dalam drama sehingga


memungkinkan untuk bertentangan dengan sifat yang dimiliki disebut....
a. akting
b. laku
c. perwatakan
d. ekspresi
e. alur
Jawaban: a

6. Berikut ini termasuk unsur yang harus ada dalam pementasan drama,
kecuali...
a. panggung
b. pemain
c. penonton
d. naskah
e. sutradara
Jawaban: c

7. Setting sebuah drama mengandung unsur...


a. tempat terjadinya peristiwa
b. waktu peristiwa bergulir
c. suasana cerita
d. tempat dan waktu cerita
e. tempat, waktu, dan suasana cerita
Jawaban: e

8. Pada tahap persiapan pementasan drama, seorang sutradra melakukan


seleksi untuk memilih pemeran yang sesuai dengan peran aka dimainkan.
Tahapan ini disebut...
a. akting
b. casting
c. bloking
d. editing
e. lighting
Jawaban: b

9. Agar terlihat bermuka jahat, pemeran antagonis memerlukan jasa....


a. seni tata rias
b. seni tata busana
c. seni lukis
d. seni vokal
e. seni tata lampu
Jawaban: a

10. Romeo : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu.
Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi......aku
seorang Montague.....
Juliet : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku
menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!

Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah....


a. kepercayaan
b. persahabatan
c. permusuhan
d. percintaan
e. pertentangan keluarga
Jawaban: d

11. Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?


Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada
hari Jumat Kliwon?
Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada
tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan
kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.
Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna
Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-
sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya
hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang
turun tangan?
Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?
Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk
judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau
menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!

Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
a. sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
b. nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
c. sifat buruk menurun pada anak
d. manusia berusaha untuk sempurna
e. anak harus patuh pada orang tua
Jawaban: a
12. Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Maya : Pokoknya, Ibu harus setuju!
Ibu : (menarik napas panjang kecewa) Dengan apa Ibu membayarnya?
Maya : (terkejut dan gugup) Kan masih lama, Ibu.
Ibu : Biaya kursus cukup besar, Maya.
Maya : [ … ]
Ibu : (dengan tersenyum) Nah, begitu. Ini gres putri Ibu.
Dialog yang sempurna untuk melengkapi cuilan rumpang kutipan drama
tersebut yakni …
a. Iya deh, Maya turuti nasihat Ibu.
b. Maya, kita kini lagi kesulitan.
c. Coba kau mengerti kondisi Ibu.
d. Baiklah Ibu akan beli yang baru.
e. Coba ibu pikirkan dulu.
Jawaban: a
13. Cermati percakapan dalam drama berikut!
Amir : Di, kita berangkat sekolah sekarang. (Amir bangkit di depan pintu, kemudian Dodi
mendekat)
Dodi : Maaf, Mir, tunggu sebentar. (Dodi menyuruh Amir duduk)
Amir : Sebentar, apa lagi yang akan kau kerjakan?
Dodi : Biasa, mengisi dua kolam mandi setiap hari.
Amanat cuplikan drama di atas yakni ….
a. Berangkat sekolah harus lebih pagi.
b. Bekerjalah sebaik mungkin
c. Jadilah anak yang rajin
d. Selesaikan pekerjaan di rumah dengan baik
e. Belajarlah yang rajin.
Jawaban: a
14. . Romeo : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk
cinta  yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi......aku seorang Montague.....
Juliet : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet
dan kau bukan Montague, Romeo!

Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah....


a. kepercayaan
b. persahabatan
c. permusuhan
d. percintaan
e. pertentangan keluarga
Jawaban: d

15.  Kesenian berikut yang tidak termasuk drama tradisional adalah....


a. Opera
b. Ketoprak
c. Lenong
d. Ludruk
16.  Peristiwa mulai terjadinya permasalahan antartokoh sampai pada puncaknya disebut
bagian....dalam alur drama.
a. Pengenalan
b. Komplikasi
c. Klimaks
d. Katastrof
17. Seperti halnya karya sastra bentuk lain, sebuah drama memiliki unsur estetis... Estetis
artinya...
a. Merupakan karya rekaan
b. Mengupas masalah sosial
c. Mengandung unsur keindahan
d. Memiliki nilai moral
18. Suasana yang tergambar dalam drama di atas adalah....
a. Sepi
b. Tegang
c. Terburu-buru
d. Takut
19. Waktu itu sudah hampir jam satu. Sekolah sudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah
yang menyebabkan Asdiarti terkejut.
Asdiarti : Kau masih ada di sini, Yanti. Belum pulang?
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.)
Penggalan drama tersebut memuat latar....
a. Tempat
b. Waktu
c. Suasana
d. Alat
20.  Fenita : Kamu harus menentukan sikap. Pilih aku atau dia, sekarang juga!
Verri : Beri aku kesempatan sekali lagi....
Fenita : Tidak perlu basa-basi, kalau tidak aku yang memutuskan, titik!
Penggalan dialog di atas menunjukkan drama sampai pada bagian....
a. Pemaparan
b. Konflik
c. Klimaks
d. Resolusi
Soal essay

1. Pemain pria dalam pertunjukkan drama diistilahkan...

Jawaban: aktor

2. Orang yang menggeluti seni drama disebut...

Jawaban: dramawan

3. Mengubah fisik seorang tokoh bisa dilkukan dengan bantuan seni....

Jawaban: tata busana

4. Sikap tubuh atau perbuatan seseorang di atas pentas disebut....

Jawaban: ekspresi

5. Tokoh yang posisinya berada di antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis disebut...

Jawaban: tokoh tritagonis

6. Kalimat-kalimat pengantar sebelum drama dimulai disebut...

Jawaban: prolog
7. Unsur-unsur yang harus ada saat pertunjukan drama disebut...

Jawaban: panggung, pemain, sutradara, naskah

8. Kegiatan memerankan drama merupakan kegiatan yang bersifat....

Jawaban: visual

9. Berbagai alat pendukung pertunjukan drama disebut....

Jawaban: properti

10. Pengatur dialog dan akting pemain drama disebut...

Jawaban: sutradara

11. Sebutkan persiapan yang harus dilakukan sebelum pertunjukkan drama!

Jawaban: persiapan yang harus dilakukan sebelum pertunjukkan drama adalah naskah drama, pemain,
sutradara, panggung, latihan akting, dll.

12. Jelaskan pengertian pantomimik!

Jawaban: pantomimik adalah gerakan tubuh tanpa kata-kata dalam suatu pentas

13. Jelaskan peranan ilustrasi musik dalam pertunjukkan drama!


Jawaban: peranan ilustrusi musik dalam pertunjukkan drama untuk memperkuat latar suasana yang
sedang terjadi pada pentas drama

14. Sebutkan unsur-unsur artistik dalam seni drama!

Jawaban: unsur artistik dalam seni drama adalah unsur seni sastra dan unsur sen pentas.

15. Jelaskan perbedaan istilah adegan dan babak!

Jawaban: perbedaan istilah adegan dan babak adalah jika adegan merupakan bagian dari babak dalam
pentas drama atau pertunjukkan lainnya.

16. Naskah drama disusun dalam bentuk...

Jawaban: dialog

17. Drama yang berisi peristiwa-peristiwa menyedihkan disebut...

Jawaban: drama tragedi

18. Percakapan pada akhir pertunjukan drama diistilahkan...

Jawaban: epilog

19. Drama akan hidup jika di dalamnya terdapat...


Jawaban: dialog

20. Pesan yang ingin disampaikan penulis kepada para penonton disebut...

Jawaban: amanat

21. Jelaskan pengertian drama satu babak..

Jawaban: drama satu babak adalah drama yang hanya terdiri atas beberapa adegan.

22. Sebutkan langkah-langkah menarasikan pengalaman kedalam bentuk teks drama!

Jawaban: Langkah-langkah menarasikan pengalaman ke dalam bentuk teks drama adalah:

- Mendata pengalaman pribadi dan orang lain.

- Memilih salah satu pengalaman yang dianggap paling menarik

- Merancang plot dan latar cerita

- Merancang kalimat-kalimat untuk menyusun ringkasan cerita

- Mengubah ringkasan cerita menjadi teks drama satu adegan


- Merivisi teks drama

- Menyempurnakan teks drama

23. Sebutkan secara urut bagian alur sebuah tempat!

Jawaban: Urutan bagian alur drama adalah pengenalan, pengungkapan peristiwa, menuju konflik,
puncak konflik, penyelesaian.

24. Sebutkan jenis-jenis percakapan dalam drama!

Jawaban: Jenis-jenis percakapan dalam drama adalah percakapan seorang diri dan percakapan beberapa
orang (dialog)

25. Jelaskan kaitan antara adegan dan babak dalam sebuah drama!

Jawaban: kaitan antara adegan dan babak dalam sebuah drama adalah adegan merupakan bagian dari
babak tersebut!

26. Macam-macam konflik dalam drama meliputi....

Jawaban: internal dan eksternal

27. Gagasan pokok dalam naskah drama disebut....

Jawaban: tema

Anda mungkin juga menyukai