Anda di halaman 1dari 4

A.

Dakwah Rasullulah SAW pada periode madinah

Pada tahun ke-13 (sesudah Nabi Muhammad diutus),73 orang penduduk Madinah
berkunjung ke Makkah untuk mengunjungi Nabi dan meminta beliau agar pindah ke
Madinah. Melihat kondisi masyarakat di Mekkah yang memandang Rasullulah sebagai
buruan akhirnya nabi memandang kota Mekkah tak dapat dijadikan lagi dakwah. Karena
itu Nabi pernah mengunjungi beberapa negeri seperti Thaif, untuk dijadikan sebagai
tempat pusat dakwah, namun ternyata tidak bisa, karena penduduk Thaif juga memusuhi
Nabi. Oleh karena itu, Nabi memilih kota Madinah (Yastrib) sebagai tempat hijrah kaum
Muslim.

1. Faktor nabi memilih kota Madinah sebagai tempat hijrah muslimin

a. Madinah adalah tempat yang paling dekat dengan Mekkah.

b. Sebelum jadi Nabi, Muhammad telah mempunyai hubungan yang baik


denganpenduduk Madinah karena kakeknya mempunyai istri orang Madinah.

c. Penduduk Madinah sudah dikenal Nabi bahwa mereka memiliki sifat yang lembut.

d. Nabi Muhammmad mempunyai kerabat di Madinah yaitu Bani Nadjar.

e. Bagi diri Nabi sendiri, hijrah ke Madinah karena perintah Allah SWT.

2. Dakwah Rasullulah Periode Madinah

Penduduk kota Madinah terdiri dari 2 golongan yang berbeda jauh, yaitu:

a. Golongan Arab yang berasal dari selatan yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj.
b. Golongan Yahudi, yaitu orang-orang Israel yang berasal dari utara (Palestina).

3. Hikmah Sejarah Dakwah Rasulluah Saw Periode Madinah

Hikmah sejarah dakwah Rasullulah Saw antara lain:

a. Dengan persaudaraan yang telah dilakukan oleh kaum Muhajirin dan kaum
Anshar dapat memberikan rasa aman dan tentram.
b. Persatuan dan saling menghormati antar agama.
c. Membunuh-kembangkan tolong-menolong antara yang kuat dengan yang lemah,
yang kaya dan miskin.
d. Memahami banwa umat islam harus berpegangan menurut aturan Allah
memahami dan menyadari bahwa kita wajib agar menjalani hubungan dengan
Allah dan antara manusia dengan manusia.
e. Kita mendapatkan warisan yang sangat menentukan keselamatan kita baik di
dunia maupun di akhirat.
f. Menjadikan inspirasi dan motivasi dalam menyiarkan agama islam.
g. Terciptanya hubungan yang kondisif.

Setalah sampai di Madinah, Nabi Muhammad saw. Mulai membuat progam kerja
dan melaksanakannya seperti yaitu mebangun masjid, mepersaudarakan antara
Muhajirin dan Anshar, dan membuat perjanjian dengan penduduk Madinah.
Langkah pertama, membangun masjid. Masid yang dibangun Rasullulah
saw.bersama-samankaum Muhajirin dan Anshar tidak hanya berfungsi untuk salat
semata, akan tetapi untuk seluruh kegiatan Nabi di Madinah. Diantara fungsi masjid
pada zaman Nabi adalah sebagai tempat mempersatukan umat, bermusyawarah tentang
perkembangan Islam, mengkaji ilmu agama, bahkan sebagai pusat pemerintah setelah
Rasullulah dipilih sebagai pemimpin Madinah.

Langkah berikutnya Nabi Muhammad saw. Adalah mempersaudarakan antara


orang-orang Muhajirin dengan Anshar. Muhajirin adalah orang yang hjrah dari Mekkah
ke Madinah, sedangkan Ashar adalah orang madinah yang menyambut kaum Muhajirin.
Kaum Ashar mengakui orang Muhajirin adalah saudaranya. Diantara para sahabat yang
dipersaudarakan adalah:

No Muhajirin Anshar
1 Abu bakar Kharijah bin Zuhair
2 Umar bin Khatab Itbah bin Malik
3 Bilal bin Rabah Abu Ruwaihah
4 Amir bin Abdillah Sa’ad bin Muadz
5 Abdul Rahaman bin Auf Sa’ad bin Rabi’
6 Zubair bin Awwam Salamah bin Salamah
7 Usman bbin Affan Aus bin Tsabit
8 Thalhah bin Ubaidillah Ka’ab bin Malik
9 Abu Huzaifah bin Utbah Ubbah bin Bisyr
10 Ammar bin Yasir Huzaifah bin Al Yaman

Selanjutnya, Nabi Muhammmad merumuskan piagam yang disebut “Piagam


Madinah”. Isinya sebagai berikut:

1. Kaum Yahudi beserta kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.

2. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama seperti kaum muslimin

3. Kaum Yahudi tetap dengan agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum
muslimin.

4. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama
dengan kaum Yahudi Bani Auf.

5. Kaum Yahudi dan kaum muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi
atau menghadapi musuh

6. Kaum Yahudi dan kaum muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan
saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.

7. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.

8. Semua penduduk Madinah dijamin keselamatannya kecuali bagi yang berbuat jahat.

Piagam inilah yang oleh Ibnu Hisyam disebut sebagai undang-undang dasar
Negara dan pemerintahan islam yang pertama. Isinya mencakup, antara lain,
perikemanusian, keadilan social, toleransi beragama, dan gotong royong.
Dengan perogam yang dilakukan Nabi Muhammmad saw, Madinah menjadi
lebih bercahaya dan sering dikenal dengan sebutan al-Madinah al-Munawarah (kota
yang bercahaya).

B. Strategi Dakwah Rasullulah SAW pada periode Mekkah dan


Madinah
1. Strategi Dakwah Rasullulah Saw Periode Mekkah.
Tujuan dakwah Rasulullah Saw pada periode mekah adalah agar masyarakat arab
meninggalkan kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hukum, sehingga
menjadi umat yg meyakini kebenaran kerasulan Nabi Muhammad Saw dan
ajaran islam yg disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Strategi Rasullulah untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
a. Dakwah Secara Sembunyi – sembunyi selama 3-4 tahun

Pada mulanya, Nabi Muhammad saw. memulai kegiatan dakwahnya secara


sembunyi-sembunyi dengan harapan tidak menimbulkan kecurigaan dari kaum Quraisy
Mekah. Pada mulanya beliau hanya menyeru kepada keluarga inti dan beberapa kerabat
dekatnya.
Orang-orang yang pertama kali menerima ajakan dan seruan Nabi Muhammad saw.
disebut dengan as-sabiqunal awwalun, atau orang-orang yang pertama masuk Islam.
Mereka adalah Khadijah (istri Nabi saw wafat tahun ke10 kenabian.), Zaid bin Harisah
(anak angkat Nabi saw.), Ali bin Abi Thalib (sepupu Nabi saw.), Abu Bakar (sahabat
karib Nabi saw.), serta Ummu Aminah (pengasuh nabi waktu kecil).

Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah sehingga ada beberapa temannya masuk
islam, mereka adalah:

1) Abdul Amar dari Bani Zuhraah

2) Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris

3) Utsma bin Affan

4) Zubair bin Awam

5) Sa’ad bin abu Waqqas

6) Thalhah bin Ubaidillah

Orang yang masuk slam, pada masa sembunyi-sembunyi disebut Assabiqunal


Awwalun (pemeluk islam generasi awal).

b. Dakwah secara Terang-terangan

Dakwah secara terang-terangan ini dimulai dri tahun ke4 kenabian, yakni setelah
turunnya wahyu yang berisi perintah Allah agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-
terangan. Wahyu itu berupa ayat QS. Asy Syu’araa (26):214-216.
Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga
berikut:

1. Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan
dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3
orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya.
Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.
2. Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan
bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.

Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam
dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) dan
Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian,
sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).
Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah.
Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
۞    Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
۞    Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
۞    Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah). Gelombang pertama
tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua
tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak
lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah.

Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi
pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut
merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela
Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya
agar berhijrah ke Yatsrib.

2. Strategi Dakwah Rasullulah Saw Periode Madinah adalah:

1) Membina masyarakat islam melalui pertanian antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar
persaudaraan.

2) Memelihara dan mempertahankan masyarakat islam.

3) Meletakan dasar politik ekonomin dan social untuk islam dengan diletakkan dasar-dasar
ini masyarakat dan pemerintah Islam dapat mewujudakn Negara “Baldatun Thoyibatun
Warabbun Ghafur” dan Madinh disebut “Madinatun Munawwarah”.