Anda di halaman 1dari 11

Anggota Kelompok :

1) Fitria Dias Mayangsari (6411418102)


2) Anna Nugrahani (6411418105)
3) Fatma Ayu Wahyuningtyas (6411418110)
4) Syahrina Nurul Hikmah (6411418112)
5) Defi Fitrianingrum (6411418113)
Kelas : 3C
Prodi : Kesehatan Masyarakat

ANALISIS SWOT
(STRENGTHS, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES, THREATS)
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN DEMAK 2018

GAMBARAN UMUM

DEMOGRAFI

1. Jumlah penduduk
Hasil estimasi jumlah penduduk Kabupaten Demak pada Tahun 2018
sebesar 1.151.796 jiwa, yang terdiri atas 570.481 jiwa penduduk laki-laki dan
581.315 jiwa penduduk perempuan. Rasio penduduk berdasarkan jenis
570.481
kelamin : X 100 = 98 yang artinya terdapat 98 laki–laki diantara
581315
100 perempuan. Jumlah Penduduk dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Pada grafik diatas menunjukan bahwa struktur penduduk di
Kabupaten Demak termasuk struktur penduduk muda. Hal ini dapat diketahui
dari usia 0-19 tahun (usia muda). Lebih banyak jumlahnya dibandingkan usia
di atasnya. Berdasarkan kelompok umur jumlah penduduk produktif (Usia
15–64 tahun) sebesar 788.897 jiwa. Sedangkan penduduk non produktif (Usia
0–14 dan 65–75+ tahun) sebesar 362.899 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa

362.899
Dependency ratio = 𝑋 100=46. Jadi setiap 100 orang penduduk
788.897
menanggung 46 orang penduduk non produktif.
2. Kepadatan Penduduk
Rata-rata kepadatan penduduk Kabupaten Demak pada Tahun 2018
adalah sebesar 1.283 jiwa/km². Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di
wilayah Puskesmas Mranggen 3, yakni mencapai 4.649 jiwa/km². Sebagai
daerah penyangga kabupaten Demak yang berbatasan langsung dengan
Kabupaten Demak, maka berpengaruh pada tingginya kepadatan penduduk di
wilayah tersebut. Sedangkan tingkat kepadatan penduduk terendah terdapat di
wilayah Puskesmas Wedung 2, yakni hanya 588 jiwa/km 2. Kepadatan
penduduk ini dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

3. Kepadatan Hunian Rumah


Kepadatan hunian Sangat mempengaruhi Kesehatan individu
penghuni rumah. Semakin padat penghuninya menyebabkan semakin
mudahnya penularan penyakit diantara penghuni rumah dan berdampak tidak
langsung pada kebutuhan kenyamanan dan privacy antar anggota. Di samping
itu oleh luas rumah, pencahayaan, ventilasi udara, kelembaban, sanitasi
lingkungan juga mempengaruhi kesehatan anggota keluarga. Dengan jumlah
penduduk yang mencapai 1.151.796 jiwa, bila dikaitkan dengan banyaknya
keluarga atau rumah tangga yang berjumlah 353.919 rumah tangga, maka
dapat dilihat bahwa rata-rata setiap keluarga di Kabupaten Demak memiliki 3
(tiga) anggota keluarga, dan kondisi ini terjadi pada hampir seluruh
Kecamatan yang ada angka tersebut sudah termasuk angka ideal.

Geografis
1. Letak Geografis
Demak sebagai salah satu Kabupaten di Jawa Tengah terletak pada
koordinator 6 43’26” - 7 09’43” LS dan 110 27’58 – 110 48’47” BT. Wilayah
ini sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Jepara dan Laut Jawa, sebelah
Timur berbatasan dengan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Grobogan,
sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten
Semarang serta sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Demak. Luas
wilayah Kabupaten Demak adalah 897,43 km2 dengan kecamatan terluas
adalah kecamatan Wedung sebesar 98,76 km2 dan Kecamatan paling kecil
wilayahnya adalah Kecamatan Kebonagung yaitu 41,99 km².

Pemerintahan
1. Pemerintah Kabupaten Demak
Demak merupakan salah satu daerah yang dibentuk berdasarkan
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah
Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah. Pusat Pemerintahan
Kabupaten Demak terletak di komplek Kantor Bupati Demak, yang berada di
Jalan Kyai Singkil No. 7 Demak.
2. Dinas Kesehatan Kabupaten Demak
Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, merupakan salah satu Dinas
Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Demak
Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
Kabupaten Demak dengan tipologi B. Dinas Kesehatan yang berlokasi di
Jalan Sultan Hadiwijaya Nomor 44 Kelurahan Mangunjiwan Kecamatan
Demak Kabupaten Demak, sesuai dengan Peraturan Bupati Demak Nomor 42
Tahun 2016 mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan Urusan
Pemerintahan di bidang kesehatan yang menjadi kewenangan Daerah. Dinas
Kesehatan, yang merupakan unsur pelaksana Urusan Pemerintahan di bidang
kesehatan yang menjadi kewenangan Daerah, dipimpin oleh Kepala Dinas
yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui
Sekretaris Daerah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Demak mempunyai tugas melaksanakan
kewenangan otonomi daerah dibidang kesehatan. Dalam melaksanakan tugas
seperti tersebut diatas, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak
menyelenggarakan fungsi:
a) Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang kesehatan
b) Pemberian perijinan dan pelaksanaan pelayanan umum,
c) Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas di bidang kesehatan
d) Pengelolaan urusan ketata usahaan dinas.
ANALISIS SWOT

SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk


mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi
bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). SWOT akan lebih baik dibahas
dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar, sehingga dapat dianalisis
dengan baik hubungan dari setiap aspek.

Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis
atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan
yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan
cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya,
kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah
bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)
yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman
(threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau
menciptakan sebuah ancaman baru.

A. Strength (Kekuatan)
Analisis terhadap unsur kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan.
Misalnya saja menganalisis tentang kelebihan apa saja yang dimiliki
perusahaan seperti dari segi teknologi, kualitas hasil produksi, lokasi
strategis, atau unsur kekuatan lainnya yang lebih menekankan pada
keunggulan perusahaan. Biasanya dalam analisis SWOT perusahaan
cenderung akan membuat sebanyak mungkin daftar kekuatan sebagai upaya
kompetisi. Strength merupakan sesuatu yang sudah ada di organisasi yang
menjadikan organisasi tersebut lebih kompetitif dari pesaing.
- SDM (jumlah, pendidikan, kualitas, kompetensi)
- Peralatan (lebih modern, lebih lengkap, tidak ada di pesaing)
- Sumber daya keuangan (lebih beragam, lebih likuid)
- Manajemen (dikelola secara modern, tidak atau jarang katabelleig atau
like and dislike dalam pengambilan keputusan)
- Ciri khas dari organisasi yang sulit ditiru oleh pesaing

B. Weakness (Kelemahan)
Selain melihat unsur kekuatan perusahaan, sangat penting untuk
mengetahui apa kelemahan yang dimiliki perusahaan. Untuk mengetahui
kelemahan perusahaan bisa dengan melakukan perbandingan dengan pesaing
seperti apa yang dimiliki perusahaan lain namun tidak dimiliki perusahaan .
Jika ingin membuat daftar kelemahan perusahaan secara lebih obyektif bisa
dengan testimoni konsumen yang umumnya lebih mengetahui apa yang
kurang dari sebuah perusahan.

C. Opportunity (Kesempatan)
Unsur peluang biasanya dibuat pada saat awal membangun bisnis. Ini
karena bisnis dibentuk berdasarkan peluang atau kesempatan untuk
menghasilkan keuntungan. Unsur peluang termasuk daftar apa saja yang
memungkinkan bisnis mampu bertahan dan diterima di masyarakat, baik
dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

D. Threat (Ancaman)
Analisis terhadap unsur ancaman sangat penting karena menentukan
apakah bisnis dapat bertahan atau tidak di masa depan. Beberapa hal yang
termasuk unsur ancaman misalnya banyaknya pesaing, ketersediaan sumber
daya, jangka waktu minat konsumen, dan lain sebagainya.. Membuat daftar
ancaman perusahaan bisa untuk jangka pendek maupun jangka panjang serta
bisa sewaktu-waktu bertambah atau berkurang.

ANALISIS SWOT PROFIL KESEHATAN KABUPATEN DEMAK


2018

A. Strength (Kekuatan)
1. Jumlah rumah sakit di Kabupaten Demak sebanyak 3 unit.
2. Di Kabupaten Demak semua desa sudah menjadi desa siaga.
3. Tenaga medis yang tercatat di Kabupaten Demak berdasarkan SIP di
fasilitas kesehatan tahun 2018 berjumlah 75 orang.
4. Seluruh peserta PBI program JKN (eks JAMKESMAS) dapat
memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan
tingkat pertama.
5. Di Kabupaten Demak distribusi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu
(Pustu) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar telah lebih
merata. Jumlah Puskesmas yang ada sebanyak 27 unit.
6. Usia harapan hidup (UHH) di Kabupaten Demak pada Tahun 2018
mencapai 75,27 tahun mengalami peningkatan bila dibanding UHH tahun
sebelumnya yang mencapai 73,85 tahun.
7. Seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan profesional untuk
menurunkan AKI yang naik.

B. Weakness (Kelemahan)
1. Akses terhadap kualitas lingkungan yang masih sangat rendah.
2. Peran serta dan partisipasi masyarakat yang masih kurang.
3. Rumah yang terlalu padat penghuninya menyebabkan semakin mudahnya
penularan penyakit.
4. Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi mencapai 14 kasus per 1.000
kelahiran hidup.
5. Angka kejadian penyakit menular cukup tinggi Leptospirosis, HIV/
AIDS, Tuberkulosis.

C. Opportunity (Kesempatan)
1. Pemerintah Kabupaten Demak telah mengintegrasikan peserta
JAMKESDA sejumlah 73.797 jiwa untuk menjadi peserta PBI JKN yang
dibiayai oleh pemerintah Kabupaten Demak.
2. Dinas Kesehatan melaksanakan beberapa program untuk mewujudkan
keamanan pangan di Kabupaten Demak
3. Alokasi Total anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Tahun 2018
sebesar Rp. 51.961.733.000 (1,21%) dari total APBD Kabupaten Demak.
4. Sumber pembiayaan kesehatan Kabupaten Demak berasal dari pemerintah
pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
5. Letak Kabupaten Demak yang berbatasan langusng dengan Kota
Semarang memiliki arti strategis dan menciptakan peluang untuk
pembangunan yang mempercepat upaya kesejahteraan masyarakat di
Kota Demak.

D. Threat (Ancaman)
1. Kualitas pelayanan kesehatan masih rendah sehingga banyak masyarakat
Demak yang berobat ke luar wilayah Demak seperti Semarang.
2. Tingkat pendidikan rendah.
3. Kemajuan transportasi dan industrialisasi memberikan dampak yang
cukup besar terhadap keseimbangan sistem lingkungan di Kabupaten
Demak seperti pencemaran.
4. Kesadaran sikap mental dan perilaku masyaarakat yang masih rendah
dalam pengelolaan sumber daya dan pelestarian lingkungan.
5. Ketersediaan pangan semakin terbatas yang diakibatkan oleh semakin
meningkatnya konversi lahan, sawah, dan pertanian yang produktif.
STRATEGI DALAM ANALISIS SWOT

A. Strategi SO (Strength- Opportunity)


1. Meningkatkan kualitas persalinan oleh tenaga kesehatan
2. Mempermudah akses pelayanan kesehatan yang lebih lengkap
3. Mewujudkan keamanan pangan di Kabupaten Demak
4. Pengoptimalan APBD untuk JAMKESDA

B. Strategi WO (Weakness- Opportunity)


1. Meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan
2. Pendidikan dan pelatihan SDM
3. Pembangunan rumah susun yang berkualitas
4. Meningkatkan bantuan untuk persalinan
5. Meningkatkan program PHBS

C. Strategi ST (Strength- Threat)


1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat agar hidup sehat
2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan desa siaga
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan
4. Membatasi penggunaan lahan produktif

D. Strategi WT (Weakness- Threat)


1. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan
2. Efisiensi sumber daya
3. Pemberdayaan masyarakat agar sadar pentingnya kesehatan.
MATRIKS SWOT KABUPATEN DEMAK TAHUN 2018

STRENGTH WEAKNESS
1. Jumlah rumah sakit sebanyak 3 unit. 1. Akses terhadap kualitas
2. Semua desa sudah menjadi desa siaga. lingkungan yang masih
3. Tenaga medis yang tercatat sangat rendah.
berdasarkan SIP di fasilitas kesehatan 2. Peran serta dan partisipasi
berjumlah 75 orang. masyarakat yang masih
4. Seluruh peserta PBI program JKN kurang.
dapat memperoleh pelayanan 3. Rumah terlalu padat
kesehatan secara gratis di fasilitas penghuninya
MATRIKS kesehatan. 4. Angka Kematian Ibu
5. Distribusi Puskesmas dan Puskesmas (AKI) yang tinggi
Pembantu lebih merata. 5. Angka kejadian penyakit
6. Usia harapan hidup (UHH) di menular cukup tinggi
Kabupaten Demak pada Tahun 2018
mencapai 75,27.
7. Seluruh persalinan ditolong oleh
tenaga kesehatan profesional.
1. Pemerintah Kabupaten Demak 1. Meningkatkan kualitas persalinan oleh 1. Meningkatkan kualitas
mengintegrasikan peserta tenaga kesehatan fasilitas kesehatan
OPPORTUNITY

JAMKESDA sejumlah 73.797 jiwa 2. Mempermudah akses pelayanan 2. Pendidikan dan pelatihan
untuk menjadi peserta PBI JKN. kesehatan yang lebih lengkap SDM
2. Dinas Kesehatan melaksanakan 3. Mewujudkan keamanan pangan di 3. Pembangunan rumah
beberapa program untuk mewujudkan Kabupaten Demak susun yang berkualitas
keamanan pangan. 4. Pengoptimalan APBD untuk 4. Meningkatkan bantuan
3. Alokasi Total anggaran Dinas JAMKESDA. untuk persalinan
Kesehatan Kabupaten Demak Tahun 5. Meningkatkan program
1. Kualitas pelayanan kesehatan masih 1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat 1. Peningkatan mutu
rendah agar hidup sehat pelayanan kesehatan
THREAT

2. Tingkat pendidikan rendah. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan 2. Efisiensi sumber daya


3. Kemajuan transportasi dan kesehatan dengan desa siaga. 3. Pemberdayaan masyarakat
industrialisasi memberikan dampak 3. Meningkatkan kesadaran masyarakat agar sadar pentingnya
besar terhadap keseimbangan sistem tentang pentingnya pendidikan. kesehatan.
lingkungan. 4. Membatasi penggunaan lahan produktif

REFERENSI

Profil Kesehatan Kabupaten Demak Tahun 2018


https://demakkab.go.id/RPJP%20DEMAK%202006-2025/BAB%20II-ok.pdf diakses
pada 2 November 2019 pukul 19.30.