Anda di halaman 1dari 6

Tugas

‘’METABOLIT SEKUNDER”

Oleh

Rinna Amelia Polihito


(431418078)

Kelas A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020

1. Uraikan perbedaan metebolit primer dan metabolit sekunder


Metabolit primer adalah suatu metabolit atau molekul produk akhir atau
produk antara dalam proses metabolisme makhluk hidup, yang fungsinya
sangat esensial bagi kelangsungan hidup organisme tersebut, serta
terbentuk secara intraseluler. Contohnya adalah protein, lemak,
karbohidrat, dan DNA pada umumnya metabolit primer tidak diproduksi
berlebihan. Pada sebagian besar mikroorganisme, produksi metabolit yang
berlebihan dapat menghambat pertumbuhan, dan kadang-kadang dapat
mematikan mikroorganisme tersebut. Proses metabolisme untuk
membentuk metabolit primer disebut metabolisme primer (Dewick, 1999).
Metabolit sekunder adalah senyawa organik yang dihasilkan tumbuhan
yang tidak memiliki fungsi langsung pada fotosintesis, pertumbuhan atau
respirasi, transport solut, translokasi, sintesis protein, asimilasi nutrien,
diferensiasi, pembentukan karbohidrat, protein dan lipid. Metabolit
sekunder seringkali hanya dijumpai pada satu spesies atau sekelompok
spesies berbeda dengan metabolit primer (asam amino, nukelotida, gula,
lipid) yang dijumpai hampir di semua kingdom tumbuhan. Metabolit
sekunder yang merupakan hasil samping atau intermediet metabolisme
primer memiliki fungsi sebagai berikut (Mastuti, 2016).

2. Jelaskan pengaturan mekanisme metabolit sekunder


Biosintesis metabolit sekunder sangat beragam tergantung dari
goIongan senyawa yang  bersangkutan. Jalur yang biasanya dilalui dalam
pembentukan metabolit sekunder ada tiga  jalur, yaitu jalur asam asetat,
jalur asam sikimat, dan jalur asam mevalonat. Sebelum mengetahui jalur
tersebut, berikut merupakan hubungan metabolit primer menjadi metabolit
sekunder :
1. JaIur asam asetat
Poliketida meliputi golongan besar bahan alam yang tergolong bersarna
berdasarkan pada biosintesisnya. Keanekaragaman struktur dapat
dijelaskan sebagai turunan rantai poli-ßketo, terbentuk oleh koupling unit-
unit asam asetat (C2) via reaksi kondensasi, misalnya
n CH3CO2H [CH3C0]n -
Termasuk poliketida adalah asam temak, poliasetilena, prostaglandin,
antibiotika makrolida, dan senyawa aromatik seperti antrakinon dan
tetrasiklina. Pembentukan rantai poli-ß-keto dapat digambarkan sebagai
sederet reaksi Claisen, keragaman melibatkan urutan ß-oksidasi dalam
metabolisme asam lemak. Jadi, 2 molekul asetil-KoA dapat ikut serta
dalam reaksi Claisen membentuk asetoasetil-KoA, kemudian reaksi dapat
berlanjut sampai dihasilkan rantai poli-ßketo. Akan tetapi studi tentang
enzim yang terlibat dalam biosintesis asam lemak belum terungkap secara
rinci.,Dalam pembentukan asam lemak melibatkan enzim asam Iemak
sintase.
Jalur Asetat Biosintesis Metabolit Sekunder
2. Jalur asam sikimat
Jalur asam sikimat merupakan jalur alternatif menuju senyawa aromatik,
utamanya L fenilalanin. L-tirosina. dan L-triptofan. Jalur ini berlangsung dalam
mikroorganisme dan tumbuhan, tetapi tidak berlangsung dalam hewan, sehingga
asam amino aromatik merupakan asam amino esensial yang harus terdapat dalam
diet manusia maupun hewan. Zat antara pusat adalah asam sikimat, suatu asam
yang ditemukan dalam tanaman IlIicium sp. beberapa tahun sebelum perannya
dalammetabolisme ditemukan. Asam ini juga terbentuk dalam mutan tertentu dari
Escherichia coli.
3. Jalur asam mevalonat
Terpenoid merupakan bentuk senyawa dengan keragaman struktur yang
besar dalam produk alami yang diturunkan dan unit isoprena (C5) yang
bergandengan dalam model kepala ke ekor (head-to-tail), sedangkan unit isoprena
diturunkan dari metabolisme asam asetat oleh jalur asam mevalonat
3. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan metabolit sekunder
1. Formulasi/ komposisi media kultur
2. Faktor Fisik (Suhu, cahaya, kelembaban, dll)
3. Faktor Genetik (Genotipa sel)
4. Faktor stress lingkungan (logam berat, elicitor, sinar UV)
4. Uraikan manfaat metabolit sekunder, baik untuk penanaman itu sendiri,
manfaatnya buat manusia
Manfaat metabolit sekunder bagi tanaman
Fungsi senyawa metabolit sekunder banyak yang belum diketahui.
(Croteau et al. 2000). Mariska (2013) menyebutkan bahwa senyawa metabolit
sekunder pada tanaman memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai atraktan
(menarik serangga penyerbuk), melindungi dari stress lingkungan, pelindung dari
serangan hama/penyakit (fitoaleksin), pelindung dari sinar ultra violet, sebagai zat
pengatur tumbuh dan untuk bersaing dengan tanaman lain (alelopati). Metabolit
sekunder terutama berfungsi untuk ketahanan terhadap predator dan patogen
(Croteau et al. 2000, Leiss et al. 2011).
Tanaman memiliki mekanisme yang berbeda untuk menghilangkan atau
memodifikasi senyawa beracun, di antaranya: ekskresi senyawa beracun ke bagian
ekstraseluler, mengisolasi senyawa beracun ke vakuola, biosintesis senyawa
beracun dalam bagian ekstraseluler dan modifikasi senyawa beracun ke dalam
bentuk tidak aktif (Sirikantaramas et al. 2008).
Senyawa alkaloid berfungsi melindungi tanaman dari berbagai hewan
herbivora. Tanin, lignin, flavonoid, dan beberapa senyawa fenolik sederhana juga
berfungsi sebagai pertahanan terhadap herbivora dan patogen. Selain itu, lignin
berfungsi memperkuat dinding sel mekanis, dan banyak pigmen flavonoid yang
berperan sebagai penarik bagi penyerbuk dan penyebar biji. Beberapa senyawa
fenolik memiliki aktivitas alelopati dan dapat mempengaruhi serta merugikan
tanaman yang tumbuh berdampingan (Croteau et al. 2000, Junaedi et al. 2006,
Mariska 2013).Metabolit primer tertentu juga memiliki peran dalam alelopati,
seperti asam palmitat dan stearat, tetapi umumnya senyawa alelopati termasuk ke
dalam golongan metabolit sekunder
Ada beberapa hipotesis tentang fungsi metabolit sekunder bagi penghasil
metabolit sekunder, misalnya dalam mempertahankan hidup dari infeksi bakteri,
fungi, insekta, dan hewan melalui produksi antibiotik (Gudbjarnason 1999).
Metabolit sekunder juga berperan dalam memperbaiki kehidupan mikroba
penghasil metabolit pada saat berkompetisi dengan spesies lain (Tabarez 2005).
Manfaat metabolit sekunder bagi manusia
Selain memberikan manfaat bagi tanaman, senyawa metabolit sekunder
tertentu juga dapat bermanfaat bagi manusia. Pemanfaatannya berbeda-beda,
bergantung pada jenis senyawa yang ada. Fenilpropanoid yang dikandung
beberapa tanaman memberikan aroma dan rasa, sehingga dapat digunakan dalam
industri makanan dan minuman. Sebagai contoh adalah senyawa capsaicin dalam
paprika merah, piperinoids pada lada hitam, sinamat pada kayu manis, dan
gingerol pada jahe (Croteau et al. 2000).
Beberapa jenis matabolit sekunder bersifat antikanker seperti
camptothecin, paclitaxel, vinkristin, dan podophyllotoxin (Sirikantaramas et al.
2008). Metabolit sekunder juga bersifat anti-inflamasi dan antimikroba (Epifano
2007). Vinblastin dan vincristine yang diproduksi dari bunga tapak dara
(Catharanthus roseus) merupakan alkaloid untuk obat leukemia (Mariska 2013).
Flavonoid yang mengandung gugus flavon, flavanon, katekin, dan
antosianin dalam struktur molekulnya mempunyai aktivitas sebagai antioksidan.
Flavonoid berfungsi meredam radikal bebas seperti superoksida yang dihasilkan
dari reaksi enzim xantin oksidase. Isoflavon berperan sebagai antioksidan primer.
Selain bekerja sebagai antioksidan, flavonoid juga dapat berfungsi sebagai
antiaterosklerosis, antitrombogenik, antiinflamasi, antitumor, antivirus dan
antiosteoporosis (Simanjuntak 2012).