Anda di halaman 1dari 15

Nama : Rinna Amelia Polihito (431418078)

Prodi : Pendidikan Biologi


Kelas : A
‘’SISTEM RESPIRASI’’

A. Macam-macam Alat Respirasi dan Cara Kerjanya


1. Sistem Pernapasan Hewan Bersel Satu
Pada hewan brsel satu, misalnya Amoeba dan Paramaecium, proses pertukaran
oksigen dan CO2 berlangsung melalui seluruh permukaan tubuhnya secara difusi.
Proses difusi dan gerakan sitoplasma akan mengantarkan oksigen menuju ke
mitokondria. Di dalam mitokondria oksigen digunakan untuk memecah senyawa
organik, sehingga dihasilkan energi dan zat sisa berupa air dan CO2.

2. Sistem Pernapasan Invertebrata


 Hewan-hewan Invertebrata seperti Porifera dan sebagian cacing (Vermes),
umumnya melakukan pernapasan langsung, yaitu secara difusi melalui permukaan
tubuhnya.
 Mollusca dan Arthropoda sudah memiliki sistem pernapasan khusus, walaupun
masih sederhana.
 Insecta dan Myriapoda beranapas menggunakan trakea, hewan-hewan Arachnida,
misalnya laba-laba bernapas menggunakan paruparu buku.
 Crustacea (golongan udang-udangan) dan Mollusca (siput dan kerang) bernapas
menggunakan insang.
a. PORIFERA
Porifera bernapas dengan cara memasukkan air melalui pori-pori (ostium)
yang terdapat pada seluruh permukaan tubuhnya, masuk ke dalam rongga
spongocoel. Proses pernapasan selanjutnya dilakukan oleh sel leher (koanosit),
yaitu sel yang berbatasan langsung dengan rongga spongocoel. Aliran air yang
masuk melalui ostium menuju rongga spongocoel membawa oksigen
sekaligus zat-zat makanan. Pengikatan O2 dan pelepasan CO2 dilakukan oleh
sel leher (koanosit). Selanjutnya, air keluar melalui oskulum.

b. VERMES ( CACING )
 Sebagian besar Vermes bernapas menggunakan permukaan tubuhnya,
misalnya anggota filum Platyhelminthes yaitu Planaria dan anggota filum
Annelida yaitu cacing tanah (Pheretima sp.). Ada beberapa Annelida
bernapas dengan insang, misalnya Annelida yang hidup di air yaitu
Polychaeta (golongan cacing berambut banyak) ini bernapas menggunakan
sepasang porapodia yang berubah menjadi insang.
 O2 dan CO2 berdifusi melalui permukaan tubuhnya yang basah, tipis, dan
memiliki pembuluh - pembuluh darah.
Pertukaran Gas Pada Planaria
c. Mollusca
Hewan bertubuh lunak (Mollusca) yang hidup di air, seperti siput, cumi-cumi,
dan kerang (Bivalvia) bernapas menggunakan insang. Aliran air masuk ke
dalam insang dan terjadi pertukaran udara dalam lamela insang. Mollusca
yang hidup di darat, seperti siput darat (bekicot) bernapas menggunakan
paru-paru.

d. ARTHROPODA – Insecta
 Insecta bernapas menggunakan sistem trakea. Sistem trakea terdiri atas
spirakel (stigma), saluran (pembuluh trakea), dan trakeolus. Spirakel
merupakan jalan keluar masuknya udara dari dan ke dalam sistem trakea,
terdapat di kerangka luar (eksoskeleton), terletak berpasangan pada setiap
segmen tubuh, dan merupakan tempat bermuaranya pembuluh trakea.
 Trakeolus ini merupakan tempat terjadinya pertukaran udara pernapasan.
Trakeolus mempunyai fungsi sama dengan kapiler pada sistem
pengangkutan vertebrata.
Mekanisme Pernafasan Pada Insecta

Mekanisme pernapasan pada belalang diatur oleh otot perut (abdomen). Ketika otot perut
(abdomen) berelaksasi, volume trakea normal sehingga udara masuk. Sebaliknya, ketika
otot abdomen berkontraksi, volume trakea mengecil sehingga udara keluar. Jalur yang
dilalui udara pernapasan, yaitu udara luar => stigma/spirakel => saluran/pembuluh trakea
=> trakeolus => jaringan tubuh. Jadi, sistem trakea berfungsi mengangkut O2 dan
mengedarkannya ke seluruh tubuh, serta sebaliknya mengangkut CO2 hasil pernapasan
untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi
mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut udara pernapasan.
Arthropoda - Arachnida, Scorpionida
Laba-laba (Arachnida) dan kalajengking (Scorpionida) bernapas dengan paru-paru
buku. Paru-paru buku ini merupakan invaginasi (pelekukan ke dalam) abdomen. Paru-
paru buku memiliki banyak lamela seperti halaman buku yang dipisahkan oleh batang-
batang sehingga udara dapat bergerak bebas. Udara dari luar, masuk melalui spirakel
secara difusi. Selanjutnya, udara masuk di antara sel-sel lamela dan berdifusi dengan
pembuluh darah di sekitar lamela.

Sayatan melalui paru-paru buku pada laba-laba


Arthropoda – Crustaceae
Arthropoda air, misalnya Crustacea (udang-udangan) bernapas dengan insang buku.
Insang buku ini tumbuh dari dasar anggota tubuh dan dinding tubuh yang berdekatan, dan
menjulur ke atas ke dalam ruang brankial. Pada udang, air masuk ke dalam ruang brankial
di belakang karapaks dan di antara kaki. Selanjutnya, saluran di dalam sumbu insang
membawa darah ke dan dari ruang di dalam lamela, pertukaran udara pernapasan
berlangsung melalui dinding tipis lamela. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan
otot yang terjadi secara teratur.
3. Respirasi Pada Hewan Vertebrata
a. PISCES
 Anggota Pisces umumnya bemapas dengan insang. Ada yang insangnya
dilengkapi tutup insang (operkulum), misalnya ikan bertulang sejati
(Osteichthyes), dan ada pula yang insangnya tidak bertutup insang, misalnya
pada ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). Di samping itu, ada pula
kelompok ikan paru-paru, yang bernapas dengan pulmosis.
 Insang ikan terdiri atas bagian lengkung insang, rigi-rigi dan lembar insang.
Pada lengkung insang tumbuh pasangan rigi-rigi yang berguna untuk
menyaring air pernafasan yang melalui insang.
 Lembaran insang tersusun atas jaringan lunak, berbentuk sisir dan berwarna
merah, karena mempunyai banyak pembuluh kapiler darah yang merupakan
cabang dari arteri insang. Pada lembaran yang kaya kapiler darah inilah
pertukaran CO2 dan O2 berlangsung.

Mekanisme Pernafasan Pada Pisces

•Tahap I (Tahap Pemasukan) : pada tahap ini mulut ikan membuka dan tutup insang
menutup sehingga air masuk rongga mulut, kemudian menuju lembaran insang,
disinilah oksigen yang larut dalam air diambil oleh darah, selain itu darah juga
melepaskan karbondioksida dan uap air.
•Tahap II (Tahap Pengeluaran) : mulut menutup dan tutup insang membuka sehingga air
dari rongga mulut mengalir keluar melalui insang. Air yang dikeluarkan ini telah
bercmpur dengan CO2 dan uap air yang dilepaskan darah
•Selain dimiliki oleh ikan, insang juga dimiliki oleh katak pada fase berudu, yaitu
insang luar..
•Untuk ikan yang hidup di lumpur seperti ikan lele, gabus, betok, pada insangnya
terdapat banyak lipatan yang disebut LABIRIN

• Pada ikan paru-paru (Dipnoi) mempunyai cara pernafasan yang menyerupai amfibi. Di
samping insang, ikan paru-paru mempunyai satu atau sepasang gelembung udara seperti
paru-paru, yang dapat digunakan untuk membantu pernapasan, disebut pulmosis.
Gelembung ini dikelilingi banyak pembuluh darah. Pulmosis dihubungkan dengan
kerongkongan oleh duktus pneumatikus. Saluran ini merupakan jalan masuk dan
keluarnya udara dari mulut ke gelembung dan sebaliknya, sekaligus memungkinkan
terjadinya difusi udara ke kapiler darah.
• Ikan paru-paru hidup di rawa-rawa dan di sungai. Bila airnya kering dan insangnya tidak
berfungsi, dia masih mampu bertahan hidup karena bernapas menggunakan gelembung
udaranya.
Lung Fish (Ikan paru-paru)
b. AMPHIBI
 Katak merupakan vertebrata yang mengalami metamorfosis. Saat katak masih
berupa berudu, hidup di air seperti ikan. Pada saat itu berudu bernapas dengan
insang. Mula-mula berupa insang luar, dan setelah berumur lebih kurang 12
hari, insang luar diganti insang dalam.
 Selanjutnya insang dalam ini akan berkembang menjadi paru-paru, sedangkan
insang luarnya berkembang menjadi bagian dari kulit.
 Setelah mengalami metamorfosis dan menjadi katak, alat pernapasannya
berubah menjadi kulit dan paru-paru. Pemapasan dengan kulit berlangsung
efektif secara difusi baik di darat maupun di air sedangkan pernafasan paru-paru
hanya dilakukan saat berada di darat.
 Hewan yang memiliki insang luar sepanjang hidupnya adalah salamander
Mekanisme Pernapasan Amphibi
a. Pengambilan udara dengan keadaan otot rahang bawah yang mengendur
b. Otot sterno hioideus berkontraksi sehingga udara masuk ke rongga mulut
c. Udara masuk ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas
d. Kontraksi otot hiodeus dan otot perut sehingga rongga perut mengecil
e. Udara keluar melalui koane
Mekanisme Pernafasan Amphibi
• Fase Inspirasi : Udara bebas masuk melalui celah hidung (koane) ke rongga mulut
terus ke paru-paru. Bila otot bawah rahang bawah (sub mandibularis) mengendor
maka volume rongga mulut membesar. Selanjutnya udara dari luar akan masuk ke
rongga mulut melalui koane. Kemudian koane tertutup, dilanjutkan otot bawah
rahang bawah berkontraksi. Akibatnya rongga mulut mengecil, tekanan udara rongga
mulut meningkat, sehingga udara dari rongga mulut masuk ke paru-paru. Di dalam
paru-paru oksigen berdifusi ke darah kapiler, sedangkan darah kapiler alveolus
berdifusi ke luar.
• Fase Ekspirasi : Setelah terjadi terjadi pertukaran gas di dalam paru-paru, otot bawah
rahang bawah berelaksasi dan otot perut berkontraksi, sehingga rongga mulut
membesar, sementara isi perut menekan paru-paru, sehingga udara dari dalam paru-
paru masuk ke rongga mulut. Selanjutnya otot bawah rahang bawah berkontraksi,
rongga mulut mengecil, sedangkan tekanannya meningkat sehingga udara akan
keluar melalui koane.
Insang Luar Pada Salamander Dewasa
c. REPTIL
Secara umum reptilia bernapas menggunakan paru-paru. contohnya buaya,
kadal, ular, kura-kura, komodo dan cicak. Pengambilan oksigen dan pengeluaran
karbondioksida terjadi di dalam paru-paru. Keluar masuknya udara dari dan keluar
paru-paru karena adanya gerakan-gerakan dari tulang rusuk. Saluran pernapasan
terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru. Lubang hidung terdapat
di ujung kepala atau moncong
Pada beberapa reptilia, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit disekitar
kloaka.

Organ Pernapasan Kadal


d. AVES
Susunan alat pemapasan burung terdiri atas:
• lubang hidung
• celah tekak atau faring yang menghubungkan rongga mulut dengan trakea
• trakea atau batang tenggorok – di dalam percabangan batang tenggorok
terdapat pita suara yang disebut syrink
• sepasang paru-paru
• Paru-paru yang ukurannya relatif kecil ini dihubungkan dengan kantong-
kantong hawa atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus). Kantong hawa
berfungsi untuk:
1. membantu pemapasan, terutama pada waktu terbang
2. membantu memperbesar ruang siring, sehingga memperkeras suara
3. mencegah hilangnya panas badan secara berlebihan
4. mengatur berat jenis tubuh pada saat burung terbang

Sistem respirasi burung. Paru-paru burung dilengkapi dengan sistem kantung


udara. Burung menghirup udara dengan mengembangkan otot dada, udara
masuk melalui trakea kemudian diteruskan melalui bronkus ke kantung udara

SISTEM PERNAFASAN PADA BURUNG


Mekanisme Pernapasan pada burung saat tidak terbang

• Fase Inspirasi : tulang rusuk bergerak ke depan – volume rongga dada membesar –
tekanan mengecil – udara akan masuk melalui saluran pernapasan. Saat inilah sebagian
oksigen masuk ke paru-paru dan O2berdifusi ke dalam darah kapiler, dan sebagian udara
dilanjutkan masuk ke dalam katong-kantong udara.

• Fase Ekspirasi : tulang rusuk kembali ke posisi semula – rongga dada mengecil – tekanan
membesar. Pada saat ini udara dalam alveolus dan udara dalam kantong-kantong hawa
bersama-sama keluar melalui paru-paru. Pada saat melewati alveolus, O 2 diikat oleh
darah kapiler alveolus, dan darah melepas CO2. Dengan demikian, pertukaran gas
CO2 dan O2 dapat berlangsung saat inspirasi dan ekspirasi.

Mekanisme Pernapasan pada burung saat terbang

• Pada saat terbang, burung tidak dapat menggerakkan tulang rusuknya. Oleh sebab itu,
pada saat burung terbang yang berperan penting dalam pernapasan adalah kantong hawa.
Inspirasi dan ekspirasinya dilakukan secara bergantian oleh pundi-pundi hawa antar
tulang korakoid (bahu) dan pundi hawa bawah ketiak.

• Fase Inspirasi : Pada saat sayap diangkat, pundi hawa antar tulang korakoid terjepit,
sedangkan pundi hawa ketiak mengembang, akibatnya udara masuk ke pundi hawa
ketiak melewati paru-paru, terjadilah inspirasi. Saat melewati paru-paru akan terjadi
pertukaran gas O2 dan CO2.

• Fase Ekspirasi : Sebaliknya pada saat sayap diturunkan, pundi hawa ketiak terjepit,
sedangkan pundi hawa antar tulang korakoid mengembang, sehingga udara mengalir
keluar dari kantong hawa melewati paru-parusehingga terjadilah ekspirasi. Saat melewati
paru-paru akan terjadi pertukaran gas O2 dan CO2. Dengan cara inilah inspirasi dan
ekspirasi udara dalam paru-paru burung saat terbang. Jadi pertukaran gas pada burung
saat terbang juga berlangsung saat inspirasi dan ekspirasi

B. Mekanisme Pertukaran Gas O2 dan CO2


Bernafas yaitu emngabil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui paru-paru.
Kemudian arti yang lebih khusus adalah pertukaran gas yang terjadi didala sel dengan
“lingkungannya”. Pada pernapasan langsung, pengambilan udara pernapasan dilakukan
secara langsung oleh permukaan tubuh danj pada peranpasan tidak langsung adalah 
melalui saluran pernapasan.
Manusia bernapas secara tidak langsung, artinya udar pernapasan tidak bertdifusi
langsung melalui seluruh permukaan kulit. Selaput tipis tempat berlangsungya difusi gas
tersebut terlindung di bagian dalam tubuh, berupa gelembung paru-paru. Pernapasan atau
pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan luar
(eksternal) dan pernapasan dalam (internal).
 Pernapasan Luar (Eksternal)
Pernapasan luar adalah pertukaran gas di dalam paru-paru. Sehingga berlangsung
difusi gas dari luar masuk kedalam aliran darah. Dengan kata lain, pernapasan luar adalah
pertukaran gas (O2 dan CO2) anatar udara dan darah.
Pada Pernapasan luar, darah kana keluar masuk ke dalam kapiler paru-paru yang
mengangkut sebagian besar karbon dioksida sebagai ion bikarbonat () dengan persamaan
reaksi seperti berikut ini. Ketika karbon dioksida yang tinggal sedikit keluar dari dalam
darah, maka terjadi reaksi seperti di bawah ini.
Enzim karbonat anhidrase yang terdapat dalam sel-sel darah merah dapat
mempercepat reaksi. Ketika reaksi berlangsung hemoglobin melepaskan ion-ion
hydrogen yang telah diangkut; H Hb menjadi Hb. Hb merupakan singkatan dari
haemoglobin, yaitu jenis protein dalam sel darah merah. Selanjutnya hemoglobin siap
untuk mengikat oksigen dan menjadi oksihemoglobin. Untuk memudahakn penulisan Hb
yang mengikat oksigen disingkat HbO2.
Selama pernapasan luar, di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu CO 2
meninggalakan darah dan O2 masuk ke dalam secara difusi. Terjadinya difusi O 2 dan CO2
ini karena adanya perbedaan tekan parsial. Tekanan udara luar sebeasr 1 atm (760
mmHg), sedangkan tekanan parsial O2 di paru-paru 760m mmHg. Tekanan parsial pada
kapiler darah arteri  100 mmHg, dan di vena 40mmHg. Hal ini emnyebabkan O2 berdifusi
dari udara ke dalam darah. Sementara itu, tekanan parsial CO 2 dalam vean 47 mmHg,
teakan parsial CO2 dalam arteri 41 mmHg dan tekan parsial dalam alveolus 40mmHg.
Oleh karena itu CO2 berdifusi dari darah ke alveolus.
 Pernpasan Dalam (Internal)
Pada pernapasan dalam (pertukaran gas didalam jaringan tubuh) darah masuk
kedalam jaringan tubuh, oksigen meninggalakan hemoglobin dan berdifusi masuk
kedalam cairan jaringan tubuh. Reaksinya sebagai berikut.
Difusi oksigen keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat
terjadi, karena tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di
dalam darah. Hal ini disebabkan  karena sel-sel secar terus menerus menggunakannya
dalam respirasi selular.
Perlu diketahui bahwa tekanan parsial O2 pada kapiler darah 100 mmHg dan
tekan parsial O2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg. Sebaliknya tekanan karbon
dioksida adalah tinggi, karena karbon dioksida secara terus-menerus dihasilkan oleh sel-
sel tubuh. Tekanan parsial CO2 dalam jaringan 60 mmHg dan dalam kapiler darah 41
mmHg. Peristiwa inilah yang menyebabkan O2 dapat dapat berdifusi ke dalam jaringan
dan CO2 berdifusi ke luar jaringan.
Dalam keadaan biasa tubuh kita menghasilkan 200 mL karbon dioksida per hari.
Pengangkutan CO2 di dalam darah dapat dilakukan dengan tiga cara berikut.
1. Sekitar 60-70 % CO2 diangkaut ke dalam bentuk ion bikarbonat ( ) oleh plasma darah,
setelah asam karbonat yang terbentuk dalam darah terurai menjadi ion hydrogen (H+) dan
ion bikarbonat ( ). Ion H+ bersifat racun, oleh sebab itu ion ini segera diikat Hb,
sedangkan ion meninggalkan eritrosit masuk ke plasma darah. Kedudukan ion dalam
eritrosit diganti oelh ion klorit.Perasamaan reaksinya sebagai berikut
2. Lebih kurang 25% CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk karbosihemoglobin. Secara
sederhana, reaksi CO2 dengan Hb ditulis sebagai berikut.Karbosihemoglobin disebut
pula karbominohemoglobin karena bagian dari hemoglobin yang mengikat CO2 adalah
gugus asam amino.Reaksinya sebagai berikut.
3. Sekitar 6-10% CO2 diangkaut plasma darah dalam senyawa asam karbonat (H2CO3).

C. Pengendalian Respirasi
     Mekanisme respirasi diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama, yaitu:
1.   Kendali Kimiawi
Kendali kimiawi adalah faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi,
kecepatan dan dalamnya gerakan pernafasan. Pusat pengendalian ada di kemoreseptor
yang mendeteksi perubahan kadar oksigen, karbondioksida, dan ion hydrogen dalam
darah arteri dan cairan serebrospinalis dan menyebabkan penyesuaian yang tepat antara
frekuensi dan kedalaman respirasi.
a.   Kemoreseptor sentral, yaitu neuron yang terletak di permukaan ventral lateral
medulla.
b.   Kemoreseptor perifer, terletak di badan aorta dan karotid pada sistem arteri.
2.   Kendali Syaraf
Pernafasan dikendalikan oleh sel-sel saraf dalam susunan retikularis di batang,
terutama pada medulla. Sel-sel ini mengirim impuls menuruni medulla spinals, kemudian
melalui saraf frenkus ke diafragma, dan melalui saraf-saraf interkostalis ke otot-otot
interkostalis. Jadi pusat pernafasan ialah suatu pusat otomatik di dalam medulla oblongata
yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernafasan impuls aferen yang dirangsang oleh
pemekaran gelembung udara, yang diantarkan oleh saraf vagus ke pusat pernafasan di
dalam medulla.