Anda di halaman 1dari 17

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN, PENGGUDANGAN, DAN

PEMBAYARAN UTANG USAHA

KELOMPOK 3:

Alifia Nur Drianita (1707531014)

Dewa Ayu Mirah Satya Dewi (1707531124)

Meike Lina Munthe (1707531132)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2020
1.1 Pengertian Persediaan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK: No. 14, hal 14.2 s.d. 14.2-IAI, 2005),
persediaan adalah asset:
a. Yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa;
b. Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut; atau
c. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses atau pemberian
jasa.

Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usah dikurangi estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu asset atau harga yang
akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar
pada tanggal pengukuran.

Persediaan diukur pada mana yang lebih rendah antara biaya biaya perolehan dan nilai
realisasi neto. Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya perolehan, biaya konversi, dan
realisasi neto. Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya perolehan, biaya konversi dan biaya
lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.

Persediaan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

a. Biasanya merupakan asset lancar (current assets) karena masa perputarannya biasanya
kurang atau sama dengan satu tahun.
b. Merupakan jumlah yang besar, terutama dalam perusahaan dagang dan industri.
c. Mempunyai pengaruh yang besar terhadap laporan posisi keuangan (neraca) dan
perhitungan laba rugi, karena kesalahan dalam mencantumkan persediaan pada akhir
periode akan mengakibatkan kesalahan dalam jumlah asset lancar dan total asset, beban
pokok penjualan, laba kotor dan laba bersih, taksiran pajak penghasilan, pembagian
deviden dan laba rugi ditahan, kesalahan tersebut akan terbawa ke laporan keuangan
periode berikutnya.

Contoh dari perkiraan-perkiraan yang biasanya digolongkan sebagai persediaan


adalah:

a. Bahan baku.
b. Barang dalam proses.
c. Barang jadi.

1
d. Suku cadang.
e. Bahan pembantu.
f. Barang dalam perjalanan, yaitu barang yang sudah dikirimkan olehsupplier tetapi
belum sampai di gudang perusahaan.
g. Barang konsinyasi: consignment out yaitu barang yang dititip jual pada perusahaan lain,
consignment in yaitu barang perusahaan lain yang dititip jual di perusahaan (tidak boleh
dilaporkan/ dicatat sebagai persediaan perusahaan.

1.2 Tujuan Pemeriksaan (Audit Objectives) Persediaan


1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas persediaan.
2. Untuk memeriksa apakah persediaan yang tercantum di laporan posisi keuangan
(neraca) betul-betul ada dan dimiliki oleh perusahaan pada tanggal neraca (existence
dan ownership).
3. Untuk memeriksa apakah metode penilaian persediaan sesuai dengan standar akuntansi
keuangan di Indonesia.
4. Untuk memeriksa apakah sistem pencatatan persediaan sesuai dengan standar akuntansi
keuangan di Indonesia.
5. Untuk memeriksa apakah terhadap barang-barang rusak, bergerak lambat, dan
ketinggalan mode sudah dibuatkan allowance yang cukup.
6. Untuk memeriksa apakah transaksi yang menyangkut pembelian dan penjualan
persediaan seluruhnya sudah dicatat.
7. Untuk memeriksa apakah transaksi yang menyangkut pembelian dan penjualan
persediaan semuanya telah terjadi, tidak terjadi transaksi fiktif.
8. Untuk memeriksa apakah pencatatan yang menyangkut persediaan sudah dicatat secara
akurat, begitu pula dengan perhitungan fisik persediaan sudah dilakukan secara akurat,
termasuk perhitungan matematis kompilasi hasil perhitungan fisik persediaan.
9. Untuk memeriksa apakah transaksi yang menyangkut pembelian dan penjualan
persediaan sudah dicatat dalam periode yang tepat dan tidak terjadi pergesaran waktu
pencatatan.
10. Untuk memeriksa apakah saldo persediaan sudah diklasifikasikan dengan tepat.
11. Untuk mengetahui apakah ada persediaan yang dijadikan jaminan kredit.
12. Untuk mengetahui apakah persediaan yang diansurasikan dengan nilai pertanggungan
yang cukup.

2
13. Untuk mengetahui apakah ada perjanjian pembelian/penjualan persediaan yang
mempunyai pengaruh yang besar terhadap laporan keuangan.
14. Untuk memeriksa apakah penyajian persediaan dalam laporan keuangan sudah sesuai
dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia.

1.3 Prosedur Pemeriksaan (yang disarankan) Atas Persediaan

Prosedur pemeriksaan dibagi atas prosedur compliance test, analytical review dan


substantive test. Dalam praktiknya, prosedur pemeriksaan yang dibahas di sini harus
disesuaikan dengan kondisi perusahaan yang diaudit. Prosedur pemeriksaan persediaan
mencakup pembelian, penyimpanan, pemakaian dan penjualan persediaan, karena berkaitan
dengan siklus pembelian, utang dan pengeluaran kas serta siklus penjualan, piutang dan
penerimaan kas.

A. Prosedur Pemeriksaan untuk Compliance Test.


1. Pelajari dan evaluasi internal control atas persediaan.
a. Dalam hal ini auditor biasanya menggunakan internal control questionnaires.
b. Lakukan test transaksi (compliance test) atas pembelian dengan
menggunakan purchase order sebagai sample. Untuk test transaksi atas pemakaian
persediaan (bahan baku) bisa digunakan material requisition sebagai sample. Untuk
test transaksi atas penjualan, bisa digunakan faktur penjualan sebagai sample.
2. Tarik kesimpulan mengenai internal control atas persediaan.
Jika dari test transaksi auditor tidak menemukan kesalahan yang berarti, maka auditor
bisa menyimpulkan bahwa internal control atas persediaan berjalan efektif. Karena
itu substantive test atas persediaan bisa dipersempit.
B. Prosedur Pemeriksaan Substantive Atas Persediaan.’
1. Lakukan observasi atas stock opname (perhitungan fisik) yang dilakukan
perusahaan (klien).
2. Minta Final Inventory List (Inventory Compilation) dan lakukan prosedur pemeriksaan
berikut:
 check mathematical accuracy (penjumlahan dan perkalian).
 cocokkan “quantity per book” dengan stock card.
 cocokkan “quantity per count” dengan count sheet kita (auditor)
 cocokkan “total value” dengan buku besar persediaan.
3. Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out.
3
4. Periksa unit price dari raw material (bahan baku), work in process (barang dalam
proses), finished goods (barang jadi) dan supplies (bahan pembantu).
5. Lakukan rekonsiliasi jika stock opname dilakukan beberapa waktu sebelum atau sesudah
tanggal neraca.
6. Periksa cukup tidaknya allowance for slow moving (barang-barang yang bergerak
lambat), barang-barang yang rusak dan barang-barang yang ketinggalan mode.
7. Periksa kejadian sesudah tanggal neraca (subsequent event).
8. Periksa cut-off penjualan dan cut-off pembelian.
9. Periksa jawaban konfirmasi dari bank, loan agreement (perjanjian kredit), notulen rapat.
10. Periksa apakah ada sales atau purchase commitment per tanggal neraca.
11. Seandainya ada barang dalam perjalanan (goods in transit), lakukan prosedur berikut ini:
 minta rincian goods in transit per tanggal neraca.
 periksa mathematical accuracy,
 periksa subsequent clearance.
12. Lakukan analytical procedures untuk persediaan.
13. Buat kesimpulan dari hasil pemeriksaan persediaan dan buat usulan adjustment jika
diperlukan.
14. Periksa apakah penyajian persediaan di laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK/ETAP/IFRS.

4
TUGAS MODUL 3
SIKLUS PERSEDIAAN, PENGGUDANGAN, DAN PEMBAYARAN UTANG
USAHA

1. Prosedur Audit

5
6
7
8
2. Skedul Persediaan
WP Per Klien PARE Per Audit
Keterangan
Ref. 31/12/2018 Dr Cr 31/12/2018
Persediaan barang jadi 1.778.081.000 15.910.000 1.762.171.000
Persediaan barang dalam proses 290.107.800 15.000.000 305.107.800
Persediaan bahan baku 520.506.300 8.000.000 1.350.000 527.156.300
Persediaan bahan penolong 137.843.600 11.000.000 126.843.600
2.726.538.700 23.000.000 28.260.000 2.721.278.700
^ ^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS F

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Persediaan 31/12/2018

3. Skedul Persediaan Barang Jadi


WP Per Klien PARE Per Audit
Keterangan
Ref. 31/12/2018 Dr Cr 31/12/2018
Rucofin SP 500 628.445.000 628.445.000
Rucofin SP 800 580.715.000 580.715.000
Rucofin SP 1000 459.067.140 15.910.000 443.157.140
Rucofin SP 1500 109.853.860 109.853.860
1.778.081.000 15.910.000 1.762.171.000
^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS F1

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Persediaan barang jadi 31/12/2018

9
4. Skedul Persediaan dalam Proses
WP Per Klien PARE Per Audit
Keterangan
Ref. 31/12/2018 Dr Cr 31/12/2018
Batch production:
No. 377 127.791.900 15.000.000 142.791.900
No. 378 162.315.900 162.315.900
290.107.800 305.107.800
^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS F2

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Persediaan barang dalam proses 31/12/2018

5. Skedul Persediaan Bahan Baku


WP Per Klien PARE Per Audit
Keterangan
Ref. 31/12/2018 Dr Cr 31/12/2018
Monomer 77.250.000 77.250.000
Polyvinyl 24.750.000 1.350.000 23.400.000
Lainnya:
Okstan 371.370.000 371.370.000
DOP 9.520.000 9.520.000
PS 37.600.000 8.000.000 45.600.000
EPO 16.300 16.300
520.506.300 8.000.000 1.350.000 527.156.300
^ ^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS F3

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Persediaan bahan baku 31/12/2018

10
6. Skedul Persediaan Bahan Penolong
WP Per Klien PARE Per Audit
Keterangan
Ref. 31/12/2018 Dr Cr 31/12/2018
Drum warna 45.000.000 45.000.000
Drum polos 24.000.000 24.000.000
Carton box 68.838.000 11.000.000 57.838.000
Lem 5.600 5.600
137.843.600 11.000.000 126.843.600
^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS F4

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Persediaan bahan penolong 31/12/2018

7. Skedul Perhitungan Fisik Persediaan


Pengambilan persediaan pada tanggal: Untuk: Untuk lokasi di:

Deskripsi (persediaan/nomor kode, Jumlah


Unit Keterangan
jika ada) Fisik Kartu Perbedaan
Bahan baku:
Monomer kg 51.500 51.500
Polyvinyl kg 1.560 1.650 90 Bahan baku dicuri
Okstan kg 24.758 24.758
DOP kg 3.400 3.400
PS kg 2.350 2.350
EPO kg 1 1

Bahan penolong:
Drum warna kaleng 90.000 90.000
Drum polos kaleng 80.000 80.000
Carton box kaleng 52.580 62.580 10.000 Terendam banjir
Lem kaleng 1 1

Persediaan Akhir:
Rucofin SP 500 kg 37.500 39.500 2.000 Konsinyasi di PT Unicorn
Rucofin SP 800 kg 36.500 36.500
Rucofin SP 1000 kg 28.854 28.854
Rucofin SP 1500 kg 6904,7 6904,7

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh : Indeks


PT SUGUS FF1

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Perhitungan Fisik Persediaan 31/12/2018

11
8. Skedul Uji Transaksi Pembelian
Periksa pencatatan ke:
Order Pembelian Bukti
Nama Pemasok Jumlah (Rp) Otorisasi Footing Buku Kartu Buku
Pendukung
Tanggal Nomor Pembelian Persediaan Besar
29-12-18 000279 PT Delta 20.000.000   Vo   
29-12-18 000280 PT Elang 30.000.000   Vo   
29-12-18 000281 PT Fitra 40.000.000   Vo   
29-12-18 000282 PT Hero 50.000.000   Vo   
29-12-18 000283 PT Gaya 60.000.000   Vo   
29-12-18 000284 PT Indah 70.000.000   Vo   
270.000.000
^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS TOC 3

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Uji Transaksi Pembelian 31/12/2018

9. Skedul Utang Usaha


WP Per Klien PARE Per Audit
Keterangan
Ref. 31/12/2018 Dr Cr 31/12/2018
PT Andalas 205.559.100 205.559.100
PT Berkat 502.557.000 990.000 501.567.000
PT Caraka 264.000.000 264.000.000
PT Delta 22.000.000 8.800.000 30.800.000
PT Elang 33.000.000 2.000.000 35.000.000
PT Fitra 44.000.000 44.000.000
PT Gaya 66.000.000 66.000.000
PT Hero 55.000.000 55.000.000
PT Indah 77.000.000 77.000.000
1.269.116.100 10.800.000 990.000 1.278.926.100
^ ^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS M1

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Utang Usaha 31/12/2018

12
10. Skedul Daftar Konfirmasi dan Pengeluaran setelah Tanggal Neraca
Pengeluaran setelah tgl
Jumlah per Hasil
No. Nama Pemasok Alamat Perbedaan neraca/Laporan posisi
Klien Konfirmasi
keuangan s.d. Feb 2019
1 PT Andalas Jl. Mangga No. 23 Jakarta 205.559.100 CB 205.559.100
2 PT Berkat Jl. TSS No, 111 Jakarta 502.557.000 RD 990.000 501.567.000
3 PT Caraka Jl. Betet No. 3 Jakarta 264.000.000 CB 264.000.000
4 PT Delta Jl. Gading No. 14 Jakarta 22.000.000 RD 8.800.000 30.800.000
5 PT Elang Jl. Jamblang No. 4 Jakarta 33.000.000 RD 2.000.000 35.000.000
6 PT Fitra Jl. TPI Blok M No. 20 Jakarta 44.000.000 CB 44.000.000
7 PT Gaya Jl. Duri No. 7 Jakarta 66.000.000 CB 66.000.000
8 PT Hero Jl. Apel No. 201 Jakarta 55.000.000 CB 55.000.000
9 PT Indah Jl. Taman No, 315 Jakarta 77.000.000 CB 77.000.000
1.269.116.100 11.790.000 1.278.926.100
^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks:


PT SUGUS MM1.1

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Daftar Konfirmasi dan Pengeluaran Setelah Tanggal Neraca 31/12/2018

11. Skedul Ringkasan Hasil Konfirmasi Positif Utang Usaha


Tanggal pengiriman konfirmasi:
( X ) Pengiriman pertama: 14 Januari 2019
( ) Pengiriman kedua: ____________________

Jumlah Persentase (%) Persentase (%)


Keterangan Jumlah (Rp)
Konfirmasi Tahun Berjalan Tahun Lalu

Saldo menurut konfirmasi 6


Selisih yang dilaporkan:
Hasil Konfirmasi 3 11.790.000 0,009
Selisih dengan pembukuan klien 1.257.326.100 0,991
Kembali melalui pos 0
Tidak kembali 0
Total yang dikirim 9 1.269.116.100
Total utang usaha 1.269.116.100 1
Persentase konfirmasi yang dikirim
terhadap total utang usaha

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS MM1.2

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Ringkasan Hasil Konfirmasi Positif Utang Usaha 31/12/2018

13
12. Skedul Beban Pokok Penjualan
WP Per Klien PARE
Keterangan Per Audit 31/12/2018
Ref. 31/12/2018 Dr Cr
Persediaan bahan baku awal 338.871.495 136.826.195 202.045.300
Pembelian 31.976.158.900 31.976.158.900
Retur dan potongan pembelian -139.481.900 -139.481.900
Persediaan bahan baku akhIr -658.349.900 131.193.600 -527.156.300
31.517.198.595 31.511.566.000
^ ^
Tenaga kerja langsung 1.976.158.900 1.976.158.900
Beban produksi tak langsung:
Bensin 51.438.112 51.438.112
Beban listrik, air, dan telepon 20.530.000 20.530.000
Beban penyusutan 209.500.000 209.500.000
Beban perbaikan dan pemeliharaan 10.530.000 10.530.000
Beban asuransi 3.021.500 3.021.500
Beban lain-lain 26.714.117 26.714.117
321.733.729 321.733.729
^ ^
Total biaya manufaktur 33.815.091.224 33.809.458.629

Barang dalam proses awal 334.980.300 334.980.300


Barang dalam proses akhir -290.107.800 15.000.000 305.107.800
Harga pokok barang manufaktur 33.859.963.724 34.449.546.729
^ ^
Persediaan barang jadi awal 1.134.315.235 1.134.315.235
Persediaan barang jadi akhir -1.778.081.000 15.910.000 -1.762.171.000
Harga pokok barang dijual 33.216.197.959 33.821.690.964
^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS PL2

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Beban Pokok Penjualan 31/12/2018

14
13. Skedul Uji Pisah Batas Pembelian
Order Pembelian Tanggal
Nama Pemasok Jumlah (Rp)
Tanggal Nomor Pencatatan
29/12/18 000279 PT Delta 20.000.000 29/12/18
29/12/18 000280 PT Elang 30.000.000 29/12/18
29/12/18 000281 PT Fitra 40.000.000 29/12/18
29/12/18 000282 PT Hero 50.000.000 29/12/18
29/12/18 000283 PT Gaya 60.000.000 29/12/18
000284 PT Indah 70.000.000
270.000.000
^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Indeks


PT SUGUS PL2.1

Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:


Uji Pisah Batas Pembelian 31/12/2018

15
DAFTAR PUSTAKA

Sukrisno Agoes & Estralita Trisnawati. 2019. PRATIKUM AUDIT KERTAS KERJA
PEMERIKSAAN EDISI 4 BUKU 1. Jakarta: Salemba Empat
Sukrisno Agoes & Estralita Trisnawati. 2019. PRATIKUM AUDIT KERTAS KERJA
PEMERIKSAAN EDISI 4 BUKU 2. Jakarta: Salemba Empat
Sukrisno Agoes. 2017. AUDITING: Petunjuk Praktis Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik
Edisi 5 Buku 1. Jakarta: Salemba Empat

16