Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI KLINIS

PEMERIKSAAN SEL LE

Di susun oleh :
Nama : dian lestari
Nim : 1804034015
Kelas : 4A.1

D – 4 analis Kesehatan
Fakultas farmasi dan sains
Universita Muhammadiyah prof. dr. hamka
Jakarta
2020
Judul pemeriksaan: pemeriksaan sel LE pada darah
Hari/tanggal: senin 23 maret 2020
Tujuan : melihat adanya sel le pada darah
Metode : - Cara magath dan winkle
- Cara zinkham dan conley
- Cara mudrik
Prinsip : darah dibiarkan 2 jam pada suhu kamar, kemudian bekuan digerus dalam saringan kopi
untuk mendapatkan inti fagosit. Factor LE dalam akan melisiskan inti sel yang akan
difagositosis oleh netrofil atau monosit
Alat/bahan : - alat
1. larutan wright
2. gelas bead diameter 4mm
3. rotator
4. tabung reaksi dan pipet wintrobe
5. Kaca objek
6. Waterbath 37 c
7. Mikroskop
8. Saringan
9. Centrifuge
10. Emersi oil

- Bahan
1. Darah
2. Zat warana wright/giemsa
Prosedur kerja :
1. Cara magath dan winkle
1) Di masukan darah vena 8-10 ml ke dalam tabbing reaksi
2) Biarkan dara tersebut membeku selama 2 jam pada suhu kamar
3) Atau 30 menit dalam waterbath 37 c
4) Pisahkan bekuan dengan serum lalu bekuan digerus lalu di saring melalui
saringan kawat
5) Kemudian dimasukan ke tabung wintrobe dan di centrifuge pada kecepata
3000 rpm selama 10 menit
6) Buang serum bagian atas dan ambil sel lapisan atas dengan pipet Pasteur lalu
diteteskan di kaca objek dan dibuat apusan
7) Selanjutnya di warnai dengan giemsa/wright dan di periksa di mikroskop
2. Cara zinkham dan conley
1) Dimasukan darah vena 8-10 ml dan biarkan pada suhu kamar selama 90 menit
2) Darah tersebut dikocok dengan rotator selama 30 menit
3) Masukan ke tabung wintrobe centrifuge selama 10 menit dengan kecepata
3000 rpm
4) Lalu buat sediaan apus dan periksa di bawah mikroskop

3. Cara mudrik
1) Di ambil daaaaarah kapiler dan masikan ke dalam tabung kapiler
2) Kemudian tutup salah satu ujung dengan dempul lalu centrifuge selama 1
menit di centrifuge mikrohematokrit
3) Lalu masukan kawat baja halus kedalam tabung kapiler lalu putar – putarlah
kawat untuk mmerncampurkan buffycoat dengan plasma darah serta merusak
lekosit-lekosit
4) Lalu inkubasi selama 30 menit pada suhu atau biarkan selama 2 jam pada
suhu kamarlalu di centrifuge lagi, dan patahkan tabung kapiler dekat lapisan
buffycoat lalu sentuhkan ujung tabung yang di apatahkan ke permukaan objek
glas dan buat sediaan apus
5) Dan di warnai dengan giemsa atau wright
6) Dan periksa di bawah mikroskop

Hasil : tidak terdapat SEL LE (negative)


NN : hasil normal negatif
Pembahasan :
Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit autoimun kronik yang ditandai
dengan adanya inflamasi tersebar luas di seluruh tubuh yang mempengaruhi setiap organ atau
sistem dalam tubuh. Penyakit ini berhubungan dengan deposisi autoantibodi dan kompleks imun,
sehingga mengakibatan kerusakan jaringan.
Lupus berasal dari bahasa latin yang berarti anjing hutan atau serigala, sedangkan
erythematosus dalam bahasa Yunani berarti kemerah-merahan. Istilah lupus erythematosus
pernah digunakan pada zaman Yunani kuno untuk menyatakan suatu penyakit kulit kemerahan di
sekitar pipi yang disebabkan oleh gigitan anjing hutan. Sel sel LE sering tampat seperti kue tart,
sehingga di sebit sel tart. Adanya masa homongen yang di kelilingi oleh banyak sel leukosit
polymorphonuclear ini dikenal dengan nama sel rosette dan sel ini dianggap sebagai sel LE yang
belum sempurna atau sel pre-LE.
Penyakit ini disebabkan oleh faktor genetik, faktor imunologi, faktor hormonal dan faktor
lingkungan lingkungan yang menyebabkan sistem imun autoaktif menjadi autoantibodi, dimana
sistem imun manusia menyerang tubuh sendiri dan terbentuk kompleks imun dan akhirnya
menyebabkan berbagai manifestasi klinis.

Kesimpulan : Dari praktikum yang telah di lakukan tidak di temukan sel le pada darah

Daftar Pustaka : - penuntun praktikum hematologi klinik d-4 analis Kesehatan universitas
Muhammadiyah prof. dr. hamka 2020.

http://www.academia.edu/27463617/SYSThttpsEMIC_LUPUS_ERYTHEMATOSUS_SLE
_

Vikneshwaran Muthusamy, SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOUS ( SLE), 2017


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA, bali.