Anda di halaman 1dari 3
3 BPJSKesehatan @xs@ Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kediri, 30 Maret 2020 Nomor 735 NII-0410320 Lampiran —_: satu lembar Perihal Pelayanan Kesehatan Peserta JKN Selama Masa Pencegahan Virus Corona Yth. Pimpinan FKRTL Wilayah Kantor Cabang Kediti di Tempat Pertama-tama kami mengucapkan terima kasin atas kerja sama dalam memberikan pelayanan bagi peserta JKN-KIS selama ini. Sehubungan dengan perkembangan informasi terkait penyebaran wabah corona virus disease (COVID-19) yang semakin meluas dengan mempertimbangkan Pidato Presiden RI pada tanggal 15 Maret 2020 di Istana Bogor terkait penanganan kasus corona, surat Edaran Menteri kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/199/2020 tentang komunikasi Penanganan Corona Disease (COVID-19) dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HL.01.07/Menkes/104/2020 Tentang Penetapan Infeksi Novel Corona Virus (Infeksi 2019-nCov) sebagai penyakit yang dapat menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya, maka perlu dilakukan tindak lanjut pencegahan penyebaran COVID-19 dengan maksud dan tujuan untuk memberikan perlindungan dan Kepastian atas Kesehatan dan keselamatan bagi Peserta JKN dan tenaga kesehatan terhadap kemungkinan terjadinya penyebaran COVID-19 pada saat mengakses Pelayanan Kesehatan di Fasiltas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Mengacu pada halhal tersebut, untuk memberikan perlindungan dan kepastian pelayanan kesehatan bagi peserta JKN dari resiko kemungkinan penyebaran COVID-19, maka bersama ini Kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Pelayanan obat bagi peserta JKN a. Obat PRB atau obat penyakit kronis bagi Peserta JKN diberikan maksimum untuk 30 (tiga puluh) hari sesuai dengan indikasi medis dan mengacu pada Formularium Nasional berikut dengan ketentuannya; b. Pasien yang mendapatkan resep obat yang masuk (jenis obat dan restriksi) dalam daftar obat PRB maka pasien tersebut wajib dirujuk balik ke FKTP. c, PIC PRB menerbitkan Surat Rujuk Balik (SRB) serta memastikan pasien telah memiliki foto copy resep untuk pengambilan obat bulan berikutnya di FKTP. d. Sebagai upaya agar kebutuhan obat PRB dapat disediakan dengan segera oleh ‘Apotek PRB, maka PIC PRB FKRTL wajib menginput resep obat pasien PRB di link google doc yang telah di bagikan di grup telegram PIC PRB FKRTL dan PIC Apotek PRB (https://does google com/spreadsheetsid/1FJSio6G.Jd08 19)35fAwaTragkfQ8GipoJk el3niAyO/editi#gid= 1518097031). Kantor Cabang Utama Kediri J. Hasanudin No, 57 Kediri Telp (0354) 690306 Fox. (0354) 683 005, wwa.bpis-keschatan.go.id ©. Dalam hal jadwal pengambilan obat PRB atau obat penyakit kronis Peserta JKN jatuh pada masa pencegahan COVID-19 maka jadwal pengambilan obat untuk kebutuhan di bulan ke-2 dapat disesuaikan lebih awal yaitu paling cepat 1 (satu) bulan dari jadwal pengambilan obat yang seharusnya dengan ketentuan: 1) Dokter Spesialis/sub spesialis memberikan tanda ITER (iteratie) pada resep yang berlaku untuk 1 (satu) kali iterasi. Kemudian Apoteker membuat salinan atau copy resep sesuai dengan resep aslinya. 2) Untuk obat PRB maka Peserta dapat mengambil obat di Apotek PRB sesuai dengan resep obat PRB dari dokter FTP: 3) Untuk obat penyakit kronis (terdapat obat non PRB) di FKRTL maka Peserta dapat langsung mengambil obat di IFRS atau Apotek FKRTL sesuai dengan resep obat dari Dokter Spesialis/Sub Spesialis di FKRTL yang diberikan pada Periode pengobatan sebelumny. tanpa harus bertemu dengan dokter ‘Spesialis/Sub spesialis. 4) Pengajuan klaim obat PRB atau obat untuk penyakit kronis oleh IFRS atau Apotek tetap dilakukan sesuai dengan jadwal pengambilan obat yang seharusnya, 5) Petugas RS memastikan status keaktifan peserta JKN pada tanggal pelayanan bat melalui aplikasi Sistem Informasi dan Pengaduan Peserta (SIPP), sehingga diprioritaskan bagi peserta PBI APBN maupun APBD, serta Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN). Sementara untuk jenis kepesertaan yang lain, bisa mengambil sesuai jadwal dengan teknis di poin 3). 6) Memastikan rujukan dari FTP masih berlaku untuk tanggal pengambitan obat di bulan berikutnya, sehingga di bulan berikutnya petugas RS bisa menerbitkan SEP Rawat Jalan hanya untuk pengambilan obat (tanggal seharusnya) dan SEP Rawat Jalan tersebut tidak bisa ditaginkan, f Pengajuan Klaim Obat Kronis untuk kebutuhan bulan ke-2 yaitu 1) Pengajuan sesuai administrasi klaim yang berlaku dan menggunakan aplikasi apotek online 2) SEP Rawat Jalan sesuai dengan tanggal pengambilan obat yang seharusnya 3) Salinan atau copy resep sesuai dengan ketentuan yang berlaku 4) Pengajuan klaim obat tetap dilakukan sesuai jadwal pengambilan obat yang seharusnya. 5) Merubah setting di Aplikasi Apotek Online, Hari Obat Tertanggung menjadi "HKronis RS menjadi 0 (NOL)’, sehingga penaginan ke BPJS Kesehatan selama 30 hari 6) Perubahan setting hari obat tertanggung dilakukan oleh verifikator BPJS Kesehatan dan hanya sampai dengan bulan pelayanan Mei 2020. 2. Pelaksanaan Kredensialing dan Walk Through Auait (WTA) Pelaksanaan kredensialing dan Walk Through Audit (WTA) di Fasilitas Kesehatan di hentikan sementara waktu. Pada kondisi adanya perubahan jenis/klasifikasi rumah sakit yang memerlukan rekredentialing maka FKRTL dapat mengirimkan berkas dan tampilan secara visual ke BPUS Kesehatan Kantor Cabang Kediri 3. Pengajuan Administrasi Klaim a. Pengajuan berkas klaim pelayanan kesehatan oleh fasilitas kesehatan dapat diajukan diutamakan menggunakan soft copy hasil scanning berkas klaim. b. Pengajuan klaim non INACBG seperti obat kronis / kemoterapi, alat kesehatan dan ambulan, juga dapat diajukan dengan menggunakan soft copy hasil scanning berkas klaim. ¢, Sementara untuk hardcopy berkas yang ada tandatangan pasien dan dokter Spesialis, dapat disimpan di FKRTL yang sewaktu-waktu bisa diminta untuk kebutuhan audit klaim. 4. Ketentuan tersebut berlaku sampai dengan 29 Mei 2020 dan akan dievaluasi kembali sesuai denganperkembangan COVID-19. Demikian kami sampaikan untuk dapat menjadi perhatian, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Tembusan 1. Kepala BPJS Kesehatan Kab/ Kota se-wileyah KC Kediri AF/ayPK OF