Anda di halaman 1dari 24

MODUL III

DIKSI DALAM TULISAN

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Modul ini menjelaskan mengenai diksi yang digunakan dalam kehidupan
sehari-hari baik dalam segi makna dan relasi, gaya bahasa, ungkapan, kata kajian,
kata popular, kata sapaan dan kata serapan.
Manfaat diksi yakni agar mahasiswa dapat membedakan secara baik kata-
kata denotatif, konotatif, sinonim, antonim, dan juga kata yang hampir memiliki
ejaan yang mirip. Serta dapat membedakan kata-kata yang di tulisnya sendiri dan
kata-kata yang dikutipnya dari orang lain.

B. Ruang Lingkup

1. Pengertian diksi
2. Persyaratan diksi yang terdiri dari pilihan kata sesuai dengan kaidah kelompok
kata, makna kata, lingkungan social dan mengarang
3. Kata ilmiah, kata popular, kata jargon dan slang
4. Pilihan kata dan penggunaannya

C. Sasaran Pembelajaran

1. Mahasiswa mampu menjelaskan pilihan kata (diksi) berkaitan dengan makna


yang menyertainya.
2. Mahasiswa mampu membuat, membaca dan menentukan kalimat diksi

1
II. KULIAH
MATERI PERKULIAHAN
A. Pengetian Diksi
Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat dan selaras untuk
menyatakan atau mengungkapkan gagasan sehingga memperoleh efek tertentu. Pilihan
kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun
dalam dunia tutur setiap hari. Ada beberapa pengertian diksi di antaranya adalah membuat
pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang
disampaikan oleh pembicara atau penulis, untuk mencapai target komunikasi yang efektif,
melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal, membentuk gaya ekspresi
gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar
atau pembaca.
Diksi, dalam arti pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh
penulis atau pembicara. Arti kedua, arti “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan kata
seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas
dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi,
daripada pemilihan kata dan gaya. Harimurti (1984) dalam kamus linguistic, menyatakan
bahwa diksi adalah pilhan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam
berbicara di dalam karang mengarang.
Dalam KBBI (2002: 264) diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras
dalam penggunaanya untuk menggungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu
seperti yang diharapkan. Jadi, diksi berhubungan dengan pengertian teknis dalam hal
karang-mengarang, hal tulis-menulis, serta tutur sapa.

B. Persyaratan Diksi
Ada dua persyaratan yang harus dipenuhi dalam memilih kata-kata, yaitu persyaratan
ketetapan dan kesesuaian. Tepat, artinya kata-kata yang dipilih itu dapat mengungkapkan
dengan tepat apa yang ingin diungkapkan. Di samping itu, ungkapan itu juga harus
dipahami pembaca dengan tepat, artinya tafsiran pembaca sama dengan apa yang dimaksud
dengan penulis. Untuk memenuhi persyaratan ketetapan dan kesesuaian dalam pemilihan
kata, perlu diperhatikan :

2
a) Kaidah kelompok kata/ frase
b) Kaidah makna kata
c) Kaidah lingkungan sosial
d) Kaidah karang-mengarang

Hal ini di jelaskan satu persatu, sebagai berikut :

a) Pilihan kata sesuai dengan kaidah kelompok kata /frase


Pilihan kata/diksi yang sesuai dengan kaidah kelompok kata/frase, seharusnya
pilihan kata/diksi yang tepat,seksama, lazim,dan benar.
1. Tepat
Contohnya :
Makna kata lihat dengan kata pandang biasanya bersinonim, tetapi kelompok kata
pandangan mata tidak dapat digantikan dengan lihatan mata.
2. Seksama
Contohnya :
Kata besar, agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk kata-kata yang bersinonim.
Kita biasanya mengatakan hari raya serta hari besar, tetapi kita tidak pernah
mengatakan hari agung, hari akbar ataupun hari tinggi. Begitu pula dengan
kata jaksa agung tidak dapat digantikan dengan jaksa besar ataupun jaksa raya,
atau pun jaksa tinggi karena kata tersebut tidak seksama.
3. Lazim
Lazim adalah kata itu sudah menjadi milik bahasa Indonesia. Kata yang tidak lazim
dalam bahasa Indonesia apabila dipergunakan sangatlah akan membingungkan
pengertian saja.
Contohnya :
Kata makan dan santap bersinonim. Akan tetapi tidak dapat mengatakan Anjing
bersantap sebagai sinonim anjing makan. Kemudian kata santapan rohani tidak
dapat pula digantikan dengan makanan rohani. Kedua kata ini mungkin tepat
pengelompokannya, tetapi tidak seksama serta tidak lazim dari sudut makna dan
pemakain-nya.

3
b) Pilihan kata sesuai dengan kaidah makna kata.
1. Jenis Makna
Berdasarkan bentuk maknanya, makna dibedakan atas dua macam yaitu:
a. Makna Leksikal adalah makna kamus atau makna yang terdapat di dalam
kamus. Makna ini dimiliki oleh kata dasar. Contoh : makan, tidur, ibu, adik,
buku.
b. Makna Gramatikal adalah makna yang dimiliki kata setelah mengalami proses
gramatikal, seperti proses afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan),
dan komposisi (pemajemukan).
Contoh :
- Proses afiksasi awalan me- pada kata dasar kotor ; Adik mengotori lantai
itu.
- Proses reduplikasi pada kata kacang ; Kacang-kacangan merupakan salah
satu sumber protein nabati.
- Proses komposisi pada kata rumah sakit bersalin ; Ia bekerja di rumah sakit
bersalin
Berdasarkan sifatnya, makna dibedakan atas dua macam:
a. Makna Denotasi adalah makna kata yang sesuai dengan hasil observasi panca
indra dan tidak menimbulkan penafsiran lain. Makna denotasi disebut juga
sebagai makna sebenarnya.
Contoh :
- Kepala : organ tubuh yang letaknya paling atas
- Besi : logam yang sangat keras
b. Makna konotasi adalah makna kata yang tidak sesuai dengan hasil observasi
pancaindra dan menimbulkan penafsiran lain. Makna konotasi disebut juga
sebagai makna kias atau makna kontekstual.
Contoh :
- Ibu kota : pusat pemerintahan
- Ibu jari : jari yang paling besar atau jempol
- Jamban : kamar kecil

4
Berdasarkan wujudnya, makna dibedakan atas :
a. Makna referensial adalah makna kata yang mempunyai rujukan yang konkret.
Contoh :
- meja, baju, membaca, menulis
b. Makna inferensial adalah makna kata yang tidak mempunyai rujukan yang
konkret.
Contoh :
- baik, indah, sedih, gembira
2. Perubahan Makna
Berdasarkan cakupan maknanya, perubahan makna dibedakan atas.
a. Meluas, cakupan makna sekarang lebih luas daripada sebelumnya.
Misalnya:
Kata Dulu Sekarang
Berlayar Mengarungi laut dengan Mengarungi lautan
memakai kapal layar dengan ala tapa saja
Putera-Puteri Dipakai untuk sebutan Sebuatan untuk semua
anak-anak raja anak laki-laki dan
perempuan

b. Menyempit, cakupan makna sekarang lebih sempit dari pada makna dahulu
Kata Dulu Sekarang
Sarjana Sebutan untuk semua Gelar untuk orang yang
orang cendikiawan sudah lulus dari perguruan
tinggi
Madrasah Sekolah Sekolah yang mempelajari
ilmu agama islam

Berdasarkan nilai rasanya, perubahan makna dibedakan atas :


a. Ameliorasi adalah perubahan makna ke tingkat yang lebih tinggi. Artinya baru
dirasakan lebih baik dari arti sebelumnya.
Contoh:
- Kata wanita dirasakan lebih baik nilainya daripada perempuan
- Kata istri atau nyonya dirasakan lebih baik daripada kata bini.
b. Peyorasi adalah perubahan makna ke tingkat yang lebih rendah. Arti baru
dirasakan lebih rendh nilainya dari arti sebelumnya.

5
Contoh:
- Kata perempuan sekarang dirasakan lebih rendah artinya
- Kata bini sekarang dirasakan kasar
3. Pergeseran Makna
Pergeseran makna dibedakan atas 2 macam:
a. Asosiasi adalah pergeseran makna yang terjadi karena adanya persamaan sifat.
Contoh:
- Tasya menyikat giginya sampai bersih
- Pencuri itu menyikat habis barang-barang berhatga dirumah itu
b. Sinestesia adalah perubahan makna akibat adanya pertukaran tanggapan antara
dua indra yang berbeda.
Contoh:
- Sayur itu rasanya pedas sekali
- Kata-katanya sangat pedas didengar.
4. Relasi Makna
a. Homonim adalah dua buah kata yang mempunyai persamaan tulisan dan
pengucapan.
Contoh :
- Bisa berarti ;
 Dapat, sanggup
 Racun
- Buku berarti ;
 Kitab
 antara ruas dengan ruas
b. Homograf adalah dua buah kata atau lebih yang mempunyai persamaan tulisan
tetapi berlainan pengucapan dan arti.
Contoh:
- Teras (inti) dengan teras (halaman rumah)
- Sedan (isak) dengan sedan (sejenis mobil)
- Tahu (paham) dengan tahu (sejenis makanan)

6
c. Homofon adalah dua buah kata atau lebih yang mempunyai persamaan
pengucapan tetapi berlainan tulisan dan arti
Contoh:
- Bang dengan bank
- Masa dengan massa
d. Sinonim adalah dua buah kata yang berbeda tulisan dan pengucapanya tetapi
mempunyai arti yang sama.
Contoh:
- Pintar dengan pandai
- Bunga dengan kembang
Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Oleh
sebab itu, di dalam sebuah karang mengarang sebaiknya dipergunakan sinomin
kata supaya ada variasinya dan ada pergantiannya yang membuat lukisan di
dalam karangan itu menjadi hidup. Sinonim dapat terjadi disebabkan oleh hal-
hal berikut ini :
 Pengaruh bahasa daerah
Contoh :
- Kata harimau yang diberi sinonim dengan macan .
- Kata auditorium bersinonim dengan kata pendopo.
- Kata rindu bersinonim dengan kata kangen
 Perbedaan dialek regional
Contoh :
- Handuk bersinonim tuala ,
- selop bersinonim seliper
 Pengaruh bahasa asing
Contoh :
- kolosal bersinonim besar,
- aula bersinonim ruangan,
- realita bersinonim kenyataan .

7
 Perbedaan dialek sosial
Contohnya :
- suami bersinonim laki,
- istri bersinonim bini,
- mati bersinonim wafat.
 Perbedaan ragam bahasa
Contohnya :
- membuat bersinonim menggubah,
- assisten bersinonim pembantu,
- tengah bersinonim madya.
 Perbedaan dialek temporal
Contohnya :
- hulubalang bersinonim komandan,
- kempa bersinonim stempel,
- peri bersinonim hantu .
e. Antonim adalah kata-kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
- Tua- muda
- Besar – kecil
- Luas – sempit
f. Polisemi berasal adalah kata poly dan sema, yang masing-masing
berarti’banyak’ dan ‘tanda’. Jadi polisemi berarti suatu kata yang memiliki
banyak makna.
Contoh:
- Kata kepala yang mempunyai arti bahagian atas tubuh manusia tetapi dapat
juga berarti orang yang menjadi pimpinan pada sebuah kantor dan
sebagainya.
- Kata kaki yang dipergunakan untuk menahan tubuh manusia tetapi dapat
juga kaki meja yang menahan meja.

8
c) Pilihan kata sesuai dengan Kaidah Lingkungan Sosial Kata
Diksi harus selalu diperhatikan lingkungan pemakian kata-kata. Dengan
membedakan lingkungan itu, pilihan kata yang kita lakukan akan lebih tepat dan
mengena. Lingkungan itu dapat kita lihat berdasarkan :
1. Tingkat sosial yang mengakibatkan terjadinya sosiolek
Contoh:
Kata- kata mati, meninggal dunia, wafat, tewas, mampus, mangkat kita bedakan
penggunaanya di dalam bahasa Indonesia berdasarkan rasa bahasa bukanlah
melihat tingkat sosialnya
2. Daerah/geografi yang mengakibatkan dialek
Contoh:
Kata-kata bis,kereta, dan motor kita bedakan penggunaanya berdasarkan
geografinya
3. Formal/nonformal yang mengakibatkan bahasa baku/ tidak baku
Contoh:
Kata tersangka, terdakwa, dan tertuduh kita bedakan berdasarkan maknanya.
4. Umum dan khusus yang mengakibatkan terjadinya bahasa umum dan khusus.
- Makna Umum( hipernim) adalah makna yang cakupannya luas.
Contoh:
bunga, bulan, hewan, kendaraan
- Makna khusus( hiponim) adalah makna yang cakupannya sempit atau terbatas.
Contoh:
Hipernim Hiponim
Melihat Menengok, menatap, melirik, menjenguk, melotot
Bunga Melati, anggrek, sedap malam
Bulan Januari, februari, maret
Hewan Ayam, burung, kambing

9
d) Pilihan kata sesuai dengan kaidah mengarang.
Pilihan kata akan memberikan imformasi sesuai dengan apa yang dikehendaki. Pilihan
kata dengan kaidah mengarang memiliki kelompok kata yang berpasangan tetap,
pilihan kata langsung dan pilihan kata yang dekat dengar pembaca.
Contoh :
- Terdiri dari, terdiri dalam, terdiri atas
- Ditemani oleh, ditemani dari, ditemani dengan
- Ia menelpon kekasihnya (pilihan kata langsung), Ia memanggil kekasihnya melalui
telepon (pilihan kata yang panjang dan berbelit-belit)
- Tidak semua pendengar/pembaca mengerti singkatan balita, KISS, dan
kelompencir.
c. Kata Ilmiah, Kata Populer, Kata Jargon dan Slang
1. Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia.
2. Kata popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari
masyarakat umum.
Berikut adalah contoh dari kata ilmiah dan kata populer tersebut.
Kata ilmiah Kata populer
Analogi Kiasan
Frustasi Rasa kecewa
Final Akhir
Diskriminasi Perbedaan perlakuan
Prediksi Ramalan
Kontradiksi Pertentangan
Format Ukuran
Anarki Kekacauan
Biodata Biografi singkat
Bibliografi Daftar pustaka

10
3. Jargon adalah kata-kata yang mengandung makna suatu bahasa, dialek, atau tutur
yang dianggap aneh kata ini juga merupakan kata sandi/kode rahasia untuk kalangan
terterntu (dokter,militer,perkumpulan rahasia,ilmuwan dsb).
Contohnya :
populasi, volume, abses, H2O,dan sebagainya.
4. Kata slang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja, atau kadang berupa
pengrusakan sebuah kata biasa untuk mengisi suatu bidang makna yang lain. Kata-
kata ini bersifat sementara,kalau sudah teras usang hilang atau menjadi kata-kata
biasa.
Contohnya :
asoy, manatahan dan sesuatu ya .

d) Pilihan Kata dan Penggunaanya


1. Kata dari dan daripada
Contoh :
- Kertas itu terbuat dari kayu jati (keterangan asal)
- Peristiwa itu timbul dari peristiwa seminggu yang lalu (keterangan sebab)
- Buku itu ditulis dari pengalamanya selama di Jerman (menyatakan alasan)
2. Kata pada dan kepada
Contoh :
- Buku catatan saya ada pada Astuti (pengantar keterangan)
- Saya ketemu dengan dia pada suatu sore hari. (keterangan waktu)
3. Kata di dan ke
Contoh :
- Atik sedang berada di luar kota (fungsi kata depan di)
- Di saat usianya suadah lanjut, orang itu semakin malas belajar (keterangan
waktu)
4. Kata dan dan dengan
Contoh :
- Ayah dan Ibu pergi ke Jakarta kemarin
- Ibu memotong kue dengan pisau

11
5. Kata antar dan antara
Contoh :
- Kabar ibu belum pasti,antara benar dan tidak (menyataan pemilihan)
- Dia akan tiba antara jam 04.00 sampai jam 06.00 (jangka waktu)

DAFTAR PUSTAKA

1. Moeliono, Anton, 1991. Santun bahasa, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta


2. Sugono, Dendy, 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa,Jakarta.
3. Amran, Tasai. 2010 Cermat Berbahasa Indonesia. (Jakarta :CV Akademika Pressindo.
4. Adi, Tri. 2007 Inilah Bahasa Indonesia Jurnalistik, CV Andi Offset, Yogyakarta.
5. Rahaedi, Kunjana. 2003. Bahasa Indonesia perguruan tinggi. Erlangga. Jakarta

III. PRAKTIKUM
KUIS
Tes Padanan Hubungan 1 c. Pedati : Kuda
d. Hand phone : Baterai
1. Supir : Mobil
e. Tape mobil : Accu
a. Pesawat : Pilot
6. Pari : Ikan
b. Kuda : Pedati
a. Gandum : Teri
c. Masinis : Kereta Api
b. Mangga : Manis
d. Delman : Kusir
c. Jambu : Biji
e. Pilot : Masinis
d. Bayam : Sayur
2. Pikiran : Otak
e. Burung : Ayam
a. Buku : Printer
7. Pizza : Gandum
b. Kata-kata : Lisan
a. Rumah : Tukang
c. Komputer : Ketikan
b. Genteng : Tanah liat
d. Awan : Langit E. Hujan : Uap
c. Patung : Pemahat
3. Dompet : Uang
d. Gambar : Pelukis
a. Gunung : Harimau
e. Skripsi : Buku
b. Tas sekolah : Buku
8. Moderen : Tradisional
c. Laut : Garam
a. Roket : Rudal Scud
d. Burung : Sangkar
b. Ferrari : Fiat
e. Kandang : Ayam
c. Pesawat : Sepeda motor
4. Agama : Atheis
d. Mobil : Pedati
a. Sandal : Sakit kaki
e. TV : VCD Player
b. Tali : Jatuh
c. Menikah : Bujang
9. Indonesia : Belanda
d. Antena : Sinyal
a. Malaysia : Inggris
e. Buku : Bodoh
b. India : Spanyol
5. Pesawat : Avtur
c. Australia : Selandia Baru
a. Radio : Listrik
d. Singapura : China
b. Sepeda motor : Bensin
e. Brunei Darussalam : Timor Leste

12
10. Karnivora : Singa b. Planet
a. Reptilia : Buaya c. Bintang
b. Manusia : Omnivora d. Matahari
c. Herbivora : Sapi e. Bulan
d. Omnivora : Harimau 18. Elang : Kelinci Ular :
e. Herbivora : Omnivora a. Ikan
11. Norwegia : Luxemburg b. Singa
a. Vietnam : Indonesia c. Ulat
b. Australia : Inggris d. Tikus
c. Brazil : Spanyol e. Gagak
d. Iraq : Australia 19. Platina : Logam
e. Chili : China Permata :
12. Penyelam laut dalam : Tabung a. Intan
Oksigen b. Batu
a. Petani : Kerbau c. Emas
b. Perampok : Topeng muka d. Safir
c. Penerjun payung : Parasut e. Akik
d. Polisi : Mobil patroli 20. Manusia : Otak
e. Burung : Sayap Komputer :
13. Bodoh : Idiot a. Memori
a. Pintar : Pandai b. Disket
b. Pandai : Jenius c. Processor
c. Dungu : Cerdas d. Windows 98
d. Rajin : Pintar e. Monitor
e. Jenius : Cerdas 21. Gandum : Kue Tart
14. Bola lampu : Thomas Edison Besi :
a. Mesin uap : James Watt a. Paku
b. Telepon : Alexander George b. Pasak
c. Pesawat : Copernicus c. Mur
d. Radio : Pierre Curie d. Lempengan besi
e. Listrik : Michael Moorer e. Gerbang rumah
15. Gading : Gajah 22. Ilmu tentang bumi : Geologi
a. Taring : Macan Ilmu tentang penggambaran
b. Gigi : Singa bumi :
c. Kuping : Kelinci a. Geomorfologi
d. Kulit : Ular b. Geodhesi
e. Hidung : Bekantan c. Geografi
16. Programmer : Software d. Demografi
a. Komputer : Windows XP e. Geocon
b. Sinetron : Artis 23. Padi : wereng
c. Ketik : Skripsi Bayam :
d. Program : Linux a. Kera
e. Sutradara : Film b. Ulat
Tes Padanan Hubungan 2 c. Rumput
17. Bulan : Bumi Bumi : d. Ular
a. Tata surya e. Belatung

13
24. Soekarno Hatta : Indonesia c. Bagus
Changi : d. Luar biasa
a. India e. Kesenangan
b. Australia 31. Artifisial
c. Singapura a. Alami
d. Thailand b. Campuran
e. China c. Murni
25. Gudeg : Malioboro d. Buatan
Stadion Manahan : e. Pabrikan
a. Pasar Beringharjo 32. Panorama
b. Indonesia Plaza a. Penglihatan
c. Stadion Gajayana b. Pemandangan
d. Rujak Cingur c. Melihat
e. Keraton Solo d. Memandang
26. Thailand : Thai Boxing e. Tontonan
Brazil : 33. Anonim
a. Ninjitsu a. Nama singkat
b. Jitkundo b. Singakatan
c. Kempo c. Kepanjangan dari
d. Brazilia Boxing d. Tanpa nama
e. Cappoeira e. Nama kecil
27. Pupuk : Petani 34. Pandir
Solar : a. Agak pintar
a. Truk b. Bodoh
b. SPBU c. Pandai hadir
c. Rakyat d. Tidak Jenius
d. Pengusaha Transportasi e. Pemandangan
e. Bis kota 35. Efektif
28. Indonesia : Soekarno a. Manjur
Amerika Serikat : b. Tepat sasaran
a. George Bush c. Tepat waktu
b. Abraham Lincoln d. Hemat
c. John F.Kennedy e. Efisien
d. Uncle Sam 36. Egaliter
e. George Washington a. Suka memerintah
b. Otoriter
Tes Sinonim c. Sederajat
29. Laik d. Militer
a. Baik e. Tentara
b. Pintar 37. Intermediari
c. Layak a. Sales
d. Semakin b. Tidak susah
e. Buruk c. Cukup
30. Fantastis d. Perantara
a. Ampuh e. Terus terang
b. Sakti 38. Faksi

14
a. Partai e. Jargon
b. Perpecahan 46. Benchmark
c. Golongan a. Tolok ukur
d. Pendapat b. Bangku kerja
e. Pandangan c. Nilai kerja
39. Kontribusi d. Diagram
a. Uang e. Nilai maksimal
b. Dana 47. Mortalitas
c. Sumbangan a. Tingkat
d. Hadiah b. Kelahiran
e. Pajak c. Kematian
40. Ambigu d. Pertarungan
a. Mendua e. Level
b. Bingung 48. Fusi
c. Tidak tentu a. Energi
d. Tidak ada keputusan b. Gabungan
e. Mengambang c. Inti
41. Komplemen d. Reaksi
a. Makanan sehat e. Reaktor
b. Bagian 49. Assessment
c. Departemen a. Suka
d. Pelengkap b. Timbang pilih
e. Bahan pengganti c. Timbang terima
42. Kompleksitas d. Taksiran
a. Kerumitan e. Wawancara
b. Perumahan berjumlah banyak 50. Domain
c. Keteraturan a. Internet
d. Susunan b. Website
e. Banyak c. Daerah
43. Nomadik d. Situs
a. Tarzan e. Tataran
b. Tidak punya komunitas 51. Interseksi
c. Temannya banyak a. Antar karyawan
d. Tinggalnya tidak tetap b. Persimpangan
e. Orang utan c. Perempatan
44. Nomenklatur d. Seksi
a. Nominator e. Gabungan
b. Kandidat 52. Union
c. Tata nama a. Kelompok
d. Ilmu hewan b. Negara
e. Dua nama c. Penyelarasan
45. Adagium d. Perjumpaan
a. Puisi e. Penyatuan
b. Puisi cinta 53. Tandem
c. Pepatah a. Bekerjasama
d. Parabel b. Bertandang

15
c. Tandingan a. Penghubung
d. Saingan b. Tasrif
e. Berdua c. Penyesuaian
54. Oktagonal d. Pemugaran
a. Bersegi 6 e. Kenaikan
b. Bersegi 8 62. Konjugasi
c. Banyak segi a. Penghubung
d. Berbagai segi b. Tasrif V
e. 6 Pandangan berbeda c. Penyesuaian
55. Oseanografi d. Pemugaran
a. Pantai e. Kenaikan
b. Samudera 63. Adiktif
c. Ilmu tentang laut a. Ingin berhenti
d. Ilmu tentang benua b. Candu
e. Ilmu perkapalan c. Obat terlarang
56. Komposit d. NAPZA
a. Komponen e. Narkotika
b. Kompos 64. Tag
c. Pupuk kandang a. Label
d. Campuran b. Internet
e. Lebih dari satu c. Perkataan
57. Konsesi d. Situs
a. Perjanjian e. Blog
b. Pengakuan 65. Absorpsi
c. Kelonggaran a. Pengeluaran
d. Pengutamaan b. Penafsiran
e. Pemilihan c. Penerimaan
58. Komputasi d. Pengambilan
a. Ilmu tentang komputer e. Penyerapan
b. Pemotongan 66. Via
c. Canggih a. Pos
d. Perhitungan b. Surat
e. Komponen elektronik c. Kilat khusus
59. Evaporasi d. Melalui
a. Peremajaan e. Transportasi
b. Penghijauan Tes Antonim
c. Penguapan 67. Landai
d. Pengembunan a. Datar
e. Pencairan b. Curam
60. Klan c. Sedang
a. Rasial d. Luas
b. Geng e. Lapang
c. Kelompok 68. Enmity
d. Kepala kelompok a. Permusuhan
e. Suku b. Hubungan
61. Konjungsi c. Pertengkaran

16
d. Amity b. Panitia
e. Perseteruan c. Komite
69. Konvergen d. General
a. Bercabang e. Spesial
b. Memusat 77. Aristokrat
c. Pusat a. Bangsawan
d. Arah b. Raja
e. Cekung c. Hulubalang
70. Konveks d. Rakyat Jelata
a. Cembung e. Pedagang
b. Bundar 78. Asimilasi
c. Kompleks a. Perselarasan
d. Sederhana b. Harmoni
e. Cekung c. Kebangkitan
71. Eternal d. Tidak setuju
a. Abadi e. Pertengkaran
b. Selamanya 79. Deforestasi
c. Seterusnya a. Kehutanan
d. Fana b. Penebangan pohon
e. Lama c. Pembukaan lahan
72. Take off d. Reboisasi
a. Tinggal landas e. Hutan lindung
b. Berangkat 80. Statis
c. Landing a. Bergerak
d. Turun b. Diam
e. Hinggap c. Begitu saja
73. Hakiki d. Terus-terusan
a. Majasi e. Tanpa hitungan
b. Penipuan 81. Rigid
c. Tidak jujur a. Kaku
d. Kewajiban b. Keras
e. Sebentar c. Bisa ditawar
74. Absurd d. Negosiasi
a. Mengada-ada e. Fleksibel
b. Tidak mustahil 82. Prematur
c. Absen a. Dini
d. Hadir b. Kecil
e. Tidak hilang c. Besar
75. Sederhana d. Terlambat
a. Kompleks e. Lama
b. Simpel 83. Skeptis
c. Banyak a. Ragu-ragu
d. Tinggi b. Yakin
e. Mewah c. Iman
76. Ad Hoc d. Optimis
a. Khusus e. Percaya diri

17
84. Moderat d. Pindah
a. Pertengahan e. Bermukim
b. Sedang-sedang 92. Imun
c. Ekstrem a. Payah
d. Tinggi sekali b. Rapuh
e. Besar sekali c. Lelah
85. Persona non grata d. Kebal
a. Orang pribumi e. Loyo
b. Orang asing 93. Progresi
c. Orang yang disukai a. Selalu bergerak
d. Orang yang membumi b. Statis
e. Orang baru c. Lambat maju
86. Kasual d. Regresi
a. Kantoran e. Stagnasi
b. Rapi 94. Up to date
c. Formal a. Kuno
d. Tertib b. Mutakhir
e. Santai c. Canggih
87. Afeksi d. Baru
a. Kasih sayang e. Dahulu
b. Cinta 95. Veteran
c. Perasaan a. Pemula
d. Kejahatan b. Perang
e. Kriminal c. Sipil
88. Partisan d. Rakyat biasa
a. Pihak e. Bukan tentara
b. Netral Tes Pengelompokan kata
c. Partai politik 96. Mana yang tidak masuk dalam
d. Kelompok kelompoknya?
e. Ikut bergabung a. Minister of Defence
89. Parsimoni b. Minister of Economy
a. Irit c. Prime Minister
b. Tinggi d. Minister of Trade
c. Boros e. Foreign Affair Minister
d. Besar sekali 97. Mana yang tidak masuk dalam
e. Harmoni kelompoknya?
90. Absolut a. Borobudur
a. Mutlak b. Pencak Silat
b. Besar sekali c. Monas
c. Kecil sekali d. Batik
d. Tergantung mood e. Karate
e. Relatif 98. Mana yang tidak masuk dalam
91. Eksodus kelompoknya?
a. Transmigrasi a. Aqua
b. Bedol desa b. L’eau
c. Bermalam c. Air

18
d. Water a. Jeruk Bali
e. La Terre b. Semangka
99. Mana yang tidak masuk dalam c. Melon
kelompoknya? d. Salak Magelang
a. Huawei e. Markisa
b. Nokia 106. Mana yang tidak masuk dalam
c. Sagem kelompoknya?
d. Samsung a. Brazil
e. Fren b. Amerika Serikat
100. Mana yang tidak masuk dalam c. India
kelompoknya? d. China
a. Toyota e. Korea selatan
b. Suzuki 107. Mana yang tidak masuk
c. Mercedes kelompoknya?
d. Honda a. Akar
e. Xenia b. Batang
101. Mana yang tidak masuk dalam c. Daun
kelompoknya? d. Buah
a. LA Galaxy e. Cangkok
b. AC Milan 108. Mana yang tidak masuk
c. LA Lakers kelompoknya?
d. Arsenal a. Harimau
e. Sriwijaya FC b. Singa
102. Mana yang tidak masuk dalam c. Kijang
kelompoknya? d. Cheetah
a. Argentina e. Serigala
b. Bolivia 109. Mana yang tidak masuk
c. Uruguay kelompoknya?
d. Venezuela a. Penyelidikan
e. Guyana b. Pengusutan
103. Mana yang tidak masuk dalam c. Penelitian
kelompoknya? d. Pemeriksaan
a. India e. Penuntutan
b. Malaysia 110. Mana yang tidak masuk
c. Australia kelompoknya?
d. Jerman a. Perseteruan
e. Brunei Darussalam b. Pertengkaran
104. Mana yang tidak masuk dalam c. Pertikaian
kelompoknya? d. Penyelarasan
a. Paus e. Persaingan
b. Manusia 111. Mana yang tidak masuk
c. Kera kelompoknya?
d. Lumba-lumba a. Megawati
e. Bandeng b. Sudharmono
105. Mana yang tidak masuk dalam c. Soekarno
kelompoknya? d. Soeharto

19
e. Abdurrahman Wahid d. Novel
112. Mana yang tidak masuk e. Cerita bersambung
kelompoknya? 114. Mana yang tidak masuk
a. Supermie kelompoknya?
b. Bakmi a. Srimpi
c. Indomie b. Kecak
d. Sarimi c. Pendet
e. Salam Mie d. Jaipong
113. Mana yang tidak masuk e. Angklung
kelompoknya?
a. Sajak
b. Puisi
c. Lukisan

20
TAHAPAN PRAKTIKUM
1. Berdoa
2. Dosen membagi mahasiswa menjadi 3 kelompok dan memberi penjelasan
kepada mahasiswa tentang tugas dan tips menyelesaikannya. Waktu 30 menit.
3. Mahasiswa mengerjakan tugas secara berkelompok. Waktu 120 menit.
4. Dosen dan mahasiswa membahas tugas yang diberikan. Waktu150 menit.

LEMBAR PENILAIAN DISKUSI


Nama Mahasiswa :
Nim :
Blok :
Mata kuliah :
KRITERIA KURANG MEMUASKAN SANGAT NILAI
MEMUASKAN 60-85 MEMUASKAN
< 60 > 85
AKTIVITAS MAHASISWA DALAM BEKERJA
1. Persiapan prior knowledge tidak prior knowledge prior knowledge
ada sama sekali ada tapi belum ada sudah betul
Hasil belajar mandiri betul, perlu dan tidak perlu
tidak ada klarifikasi klarifikasi lebih
Hasil belajar lanjur
mandiri ada, jelas Hasil belajar
tapi belum mandiri sempurna
sempurna merupakan konsep
sebab akibat
2. Kelengkapan Tidak melaksanakan Melaksanakan Melaksanakan
dalam tugas dengan baik tugas dengan baik tugas dengan baik
pengumpulan (pengumpulan jurnal (pengumpulan dan sempurna
tugas tidak sesuai kriteria) jurnal, relavan dan (pengumulan
valid) jurnal, relavan,
valid dan terbaru)
3. Tugas dalam Analisa sebab Analisa sebab Analisa sebab
menyusun akibat/criteria akibat/criteria akibat/criteria
hipotesa reasoning/penalaran reasoning/penaaran reasoning/penaaran
tidak betul betul sebagian betul semua
4. Partisipasi aktif Blocking/minimal/atau Ikut aktif dalam Selalu aktif dalam
dalam kelompok tidak aktif dalam sebagian diskusi dan seluruh proses
diskusi baik penyampaian diskusi dan baik
dan penyampaian dan
betulsubstansinya betul substansinya
5. Pelaporan kembali Respon/tanggapan Respon/tanggapan Respon/tanggapan
salah, laporan hasil salah, laporan hasil salah, laporan hasil
belajar mandiri salah belajar mandiri belajar mandiri
betul sebagian betul semua
AKTIVITAS MAHASISWA DALAM KEOMPOK

21
6. Kerjasama Kerjasama tidak Kerjasama bagus, Kerjasama amat
dalam tim bagus, tidak memperthatikan, bagus, selalu
memperthatikan, tidak saling merespon memperthatikan,
saling merespon atau atau menanggapi saling merespon
menanggapi atau menanggapi
7. Kemampuan Tidak mendengarkan, Mendengarkan Selalu
mendengarkan berbicara sendiri/sub pendapat orang lain mendengarkan,
orang lain diskusi dan respon memperhaikan
pendapat rang lain
dan selalu
respon/menanggpi
8. Kemampuan Tidak mempunyai Kemampuan dalam Kemampuan dalam
dalam kemampuan memimpin diskusi memimpin diskusi
memimpin memimpin diskusi cukup (dalam hal bagus (dalam hal
diskusi (dalam hal pemerataan, pemerataan,
pemerataan, menegur menegur bila ada menegur bila ada
bila ada yang yang mengganggu, yang mengganggu,
mengganggu, mengarahkan pada mengarahkan pada
mengarahkan pada tujuan belajar) tujuan belajar)
tujuan belajar)
9. Kemampuan Tidak mampu Merangkum hasil Merangkum hasil
merangkum merangkum diskusi
diskusi (tujuan diskusi (tujuan
diskusi (tujuan belajar) dan
belajar) dan belajar) dan
membuat skema hasil
membuat skema membuat skema
diskusi sudah betul tapi sudah betul dan
belum sitematis sitematis
AKTIVITAS MAHASISWA SECARA INDIVIDU
10. Respon Respon negatif Respon positif Respon positif
terhadap terhadap feedback, terhadap feedback, terhadap feedback,
feedback tidak ada peningkatan ada peningkatan ada peningkatan
pada pertemuan pada pertemuan bermakna pada
berikutnya berikutnya pertemuan
berikutnya
11. Memberikan Tidak memberi Memberi masukan Memberi masukan
feedback masukan pada pada pada
teman/pimpinan teman/pimpinan teman/pimpinan
diskusi/tutor diskusi/tutor diskusi/tutor
(sebagian) (semua)
12. Kemampuan dalam Tidak menyadari kekurangan, Menyadari Menyadari
menyadari kekurangan tidak berusaha dan tidak ada kekurangan, mau kekurangan,
diri dan melakukan perubahan perbaikan berusaha dan ada berusaha keras dan
perbaikan perubahan ada perubahan
perbaikan perbaikan yang
bermakna
13. Komitmen terhadap Tidak menepati janji pada Menepati janji pada Menepati janji pada
hasil belajar hasil belajar tidak ada hasil belajar nampak hasil belajar nampak

22
perubahan perbaikan ada perubahan ada perubahan
perbaikan perbaikan bermakna
14. Ketepatan waktu Terlambat lebih dari 10 menit Terlambat Tepat waktu
kurangdari atau
sama dengan 10
menit
LEMBAR PENILAIAN PRESENTASI
KRITERIA KURANG MEMUASKAN SANGAT NILAI
MEMUASKAN 60-85 MEMUASKAN
< 60 > 85
1. Sistematika Materi presentasi Materi presentasi Materi presentasi
presentasi disajikan secara disajikan secara runtut disajikan secara
kurang runtut dan tetapi kurang runtut dan sistematis
tidak sistematis sistematis
2. Penggunaan Bahasa yang Bahasa yang Bahasa yang
bahasa digunakan agak digunakan cukup digunakan sangat
sulit dipahami mudah dipahami mudah dipahami
3. Penguasaan Menunjukkan Menunjukkan Menunjukkan
materi penguasaan materi penguasaan materi penguasaan materi
yang kurang bagus yang cukup bagus yang sangat bagus
4. Kemampuan Kurang mampu Mampu Mampu
mempertahank mempertahankan mempertahankan dan mempertahankan dan
an dan dan menanggapi menanggapi menanggapi
menanggapi pertanyaan atau pertanyaan/sanggahan pertanyaan/sanggahan
pertanyaan sanggahan dengan dengan cukup baik dengan arif dan
atau sanggahan baik bijaksana
5. Kerjasama Hanya beberapa Semua anggota Semua anggota
anggota kelompok kelompok telah kelompok telah
yang aktif mendapatkan melaksanakan
peran/tugas masing- peran/tugas masing-
masing masing
6. Waktu Kurang bisa Cukup bisa Dapat
memaksimalkan memaksimalkan memaksimalkan
waktu antara waktu antara waktu antara
presentasi dan presentasi dan tanya presentasi dan tanya
tanya jawab jawab jawab
7. Kemampuan Media yang Media yang Media yang
memanfaatkan dimanfaatkan dimanfaatkan jelas dimanfaatkan sangat
media presenta si kurang jelas dan tetapi kurang jelas, menarik, dan
tidak menarik menarik menunjang seluruh
sajian

23
8. Kesempatan pada Kurang Cukup memberikan Memberikan
audien memberikan kesempatan audien kesempatan audien
kesempatan menanggapi menanggapi
audien jawaban, memberi jawaban, memberi
menanggapi masukan masukan.
jawaban,
memberi
masukan
9. Penutup Kurang bisa Memberi Memberi
memberi kesimpulan dan kesimpulan dengan
kesimpulan dan menutup presentasi baik dan menutup
menutup dengan baik presentasi dengan
presentasi baik
dengan baik

24