Anda di halaman 1dari 18

rBAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ovarium merupakan sepasang organ pada sistem reproduktif wanita.
Berlokasi di pelvis, di samping uterus, yang mana adalah cekungan,
berbentuk seperti buah peer pada bayi yang sedang tumbuh. Masing-masing
ovarium ukuran dan bentuknya seperti buah kenari. Ovarium menghasilkan
sel telur dan hormon wanita. Hormon merupakan bahan kimia yang
mengontrol jalannya fungsi dari sel dan organ tertentu. Setiap bulan, selama
siklus menstruasi, sebuah sel telur dikeluarkan dari satu ovarium dalam
proses yang disebut ovulasi. Perjalanan sel telur dari ovarium melalui tuba
fallopi menuju ke uterus. Ovarium juga merupakan sumber utama dari
hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini
mempengaruhi perkembangan dari payudara wanita, bentuk tubuh, dan
rambut tubuh.
Hormon-hormon ini juga mengatur siklus menstruasi dan
kehamilan.William Helm, C. 2005 mengatakan : prognosis dari kista
jinak sangat baik. Kista jinak tersebut dapat tumbuh di jaringan sisa ovarium
atau diovarium kontralateral. Kematian disebabkan karena karsinoma ovari
ganas berhubungan dengan stadium saat terdiagnosis pertama kali dan pasien
dengan keganasan ini sering ditemukan sudah dalam stadium akhir. Angka
harapan hidup dalam 5 tahun rata-rata 41.6%, bervariasi antara 86.9% untuk
stadium FIGO Ia dan 11.1% untuk stadium IV. Tumor sel granuloma
memiliki angka bertahan hidup 82% sedangkan karsinoma sel skuamosa yang
berasal dari kista dermoid berkaitan dengan prognosis yang buruk. Sebagian
besar tumor sel germinal yang terdiagnosis pada stadium awalmemiliki
prognosis yang sangat baik. Disgerminoma dengan stadium lanjut berkaitan
dengan prognosis yang lebih baik dibandingkan germinal sel
tumor nondisgerminoma. Tumor yang lebih tidak agresif dengan potensi
keganasanyang rendah mempunyai sifat yang lebih jinak tetapi tetap

1
berhubungan dengan angka kematian yang tinggi. Secara keseluruhan angka
bertahan hidupselama 5 tahun adalah 86.2%.
Prinsip bahwa tumor ovarium neoplastik memerlukan operasi
dantumor non neoplastik tidak, jika menghadapi tumor ovarium yang tidak
memberikan gejala/keluhan pada penderita dan yang besarnya tidak melebihi
5 cm diameternya, kemungkinan besar tumor tersebut adalah kista folikel
ataukista korpus luteum. Tidak jarang tumor tersebut mengalami pengecilan
secaraspontan dan menghilang, sehingga perlu diambil sikap untuk menunggu
selama 2-3 bulan, jika selama waktu observasi dilihat peningkatan
dalam pertumbuhan tumor tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa
kemungkinan tumor besar itu bersifat neoplastik dan dapat
dipertimbangkanuntuk pengobatan operatif. Tindakan operasi pada tumor
ovarium neoplastik yang tidak ganas ialah pengangkatan tumor dengan
mengadakan reseksi pada bagian ovarium yang mengandung tumor, akan
tetapi jika tumornya besar atauada komplikasi perlu dilakukan pengangkatan
ovarium, biasanya disertai dengan pengangkatan tuba (salphyngoforektomi).
Jika terdapat keganasan operasi yang lebih tepat ialah histerektomi dan
salphyngoforektomi bilateral. Akan tetapi pada wanita muda yang masih
ingin mendapat keturunandan dengan tingkat keganasan tumor yang rendah,
dapat dipertanggung jawabkan untuk mengambil resiko dengan melakukan
operasi secara tidak menyeluruh yaitu pengangkatan salah satu organ seperti
ovari,tuba fallopi, dan uterus.
Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua
kanker ginekologi. Angka kematian yang tinggi karena penyakit ini pada
awalnya bersifat tanpa gejala dan tanpa menimbulkan keluhan apabila
sudahterjadi metastasis, sehingga 60-70% pasien datang pada stadium
lanjut, penyakit ini disebut juga sebagai silent killer. Angka kejadian penyakit
ini diIndonesia belum diketahui dengan pasti. Faktor yang dapat
menyebabkankanker diantaranya adalah makan makanan tinggi lemak dan
kurang serat, zat-zat tambahan sintetik pada makanan, kurang olah raga,
merokok, polusi, virus, sering stress, dan faktor genetik juga berpengaruh.

2
Jadi, harus lebih selektif memilih makanan yang sehat, lebih teratur
berolahraga, jangan merokok, dan hindari hidup diantara para perokok.
Sampai sekarang belumada cara deteksi dini yang sederhana untuk
memeriksa adanya keganasan ovarium itu.sekarang yang bisa dipakai masih
menggunakan USG, tetapi itu agak sulit kalau diterapkan secara massal
karena biayanya cukup mahal.

B. Tujuan

a. Untuk mengetahui pengertian dari kista ovarium

b. Untuk mengetahui apa saja sifat dari kista ovarium

c. Untuk mengetahui anatomi fisiologi kista ovarium

d. Untuk mengetahui klasifikasi kista ovarium

e. Untuk mengetahui gradasi dan morfometri kista ovarium

f. Untuk mengetahui etiologi kista ovarium

g. Untuk mengetahui patofisiologi kista ovarium

h. Untuk mengetahui gambaran klinis kista ovarium

i. Untuk mengetahui panatalaksanaan kista ovarium

j. Untuk mengetahui pemeriksaan penunjang kista ovarium

k. Untuk mengetahui komplikasi kista ovarium

l. Untuk mengetahui asuhan keperawan kista ovarium mencakup :


pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, implementasi
dan evaluasi

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian
Suatu jenis tumor, penyebab pastinya sendiri belum diketahui, diduga
dapat disebabkan oleh faktor kesuburan. (Soemadi,2006)
Suatu jenis tumor berupa kantong abnormal yang berisi cairan atau
benda seperti bubur. (Dewa, 2006)
Suatu bentukan yang kurang lebih bulat dengan dinding tipis, berisi
cairan atau bahan setengah cair. (Sjamsuhidyat, 1998)
Pembesaran suatu organ yang di dalamnya berisi cairan seperti balon
yang berisi air. (merdeka, 2000)
Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan/abnormal pada
ovarium yang membentuk seperti kantong. Kista ovarium secara fungsional
adalah kista yang dapat bertahan dari pengaruh hormonal dengan siklus
mentsruasi. (Lowdermilk, dkk. 2005: 273)
Kista ovarium merupakan pembesaran sederhana ovarium normal,
folikel de graf atau korpus luteum atau kista ovarium dapat timbul akibat
pertumbuhan dari epithelium ovarium. (Smeltzer and Bare. 2002: 1556)
Tumor ovarium sering jinak bersifat kista, ditemukan terpisah dari
uterus dan umumnya diagnosis didasarkan pada pemeriksaan fisik
(Sjamsoehidyat,2005).

B. Sifat Kista Ovarium


1) Fisiologis
Kista fisiologis lazim terjadi dan dianggap normal. Sesuai siklus
menstruasi, di ovarium timbul folikel yang kemudian berkembang dan
memiliki gambaran seperti kista. Biasanya kista tersebut memiliki ukuran
di bawah 5 cm, dapat dideteksi dengan menggunakan pemeriksaan USG
dan dalam tiga bulan akan hilang. Kista fisiologis tidak perlu dioperasi

4
karena tidak berbahaya dan tidak menyebabkan keganasan tetapi perlu
diamati apakah kista tersebut mengalami metastase atau tidak. Kista ini
dialami oleh wanita usia reproduksi karena masih mengalami menstruasi.
Biasanya kista fisiologis tidak menyebabkan nyeri ketika haid.
2) Patologis
Kista patologis sering disebut sebagai kanker. Kanker ovarium
merupakan penyebab kematian paling tinggi di antara kelainan-kelainan
ginekologik. Angka kematian yang tinggi karena pada awalanya penyakit
ini timbul tanpa gejala dan tanpa keluhan jika sudah bermetastasis,
sehingga 60-70% penderita datang pada stadium lanjut. Penyakit ini
dikenal dengan istilah ‘silent killer’. Pada yang patologis, pembesaran
bisa terjadi dengan cepat yang kadang tidak disadari penderita karena
kista tersebut sering muncul tanpa gejala seperti penyakit umumnya. Itu
sebabnya diagnosa agak sulit untuk ditegakkan. Gejala-gejala seperti
perut yang agak membuncit dan bagian bawah perut yang terasa tidak
enak biasanya baru dirasakan ketika ukuran kista sudah cukup besar. Jika
sudah demikian biasanya perlu dilakukan tindakan pengangkatan melalui
proses laparoskopi sehingga tidak perlu dilakukan pengirisan pada perut
penderita. Setalah diangkat pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan untuk
mengetahui apakah kista itu akan muncul kembali atau tidak.

C. Anatomi Fisiologi
Sebuah ovarium terletak disetiap sisi uterus, di bawah dan di belakang
tuba falopii. Dua ligamen mengikat ovarium pada tempatnya, yakni bagian
messovarium ligamen lebar uterus, yang memisahkan ovarium dari sisi
dinding pelvis lateral kira-kira setinggi spina illiaka anterior superior, dan
ligamentum ovarii propium, yang mengikat ovarium ke uterus. Pada palpasi,
ovarium dapat digerakkan. Ovarium memiliki asal yang sama (homolog)
dengan testis pada pria. Ukuran dan bentuk ovarium menyerupai sebuah
almond berukuran besar. Saat ovulasi, ukuran ovarium dapat berubah menjadi

5
dua kali lipat untuk sementara. Ovarium yang berbentuk oval ini memiliki
konsistensi yang padat dan sedikit kenyal. Sebelum menarche, permukaan
ovarium licin. Setelah maturasi seksual, luka parut akibat ovulasi dan ruptur
folikel yang berulang membuat permukaan nodular menjadi kasar. Ovarium
terdiri dari dua bagian:
a. Korteks Ovarii :
a) Mengandung folikel primordiaL
b) Berbagai fase pertumbuhan folikel menuju folikel degraf
c) Terdapat korpus luteum dan albicantes
b. Medula Ovarii
c. Terdapat pembuluh darah dan limfe
d. Terdapat serat saraf 

Dua fungsi ovarium ialah menyelenggarakan ovulasi dan memproduksi


hormon. Saat lahir, ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum
primordial (primitive). Di antara interval selama masa suburnya (umumnya
setiap bulan), satu atau lebih ovum matur dan mengalami ovulasi. Ovarium
juga merupakan tempat utama produksi hormone seks steroid (estrogen,
progesterone, dan androgen) dalam jumlah banyak yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan, perkembangan dan fungsi wanita normal.

D. Klasifikasi
Klasifikasi kista ovarium menurut Nugroho, 2010 adalah :
a. Tipe kista normal
a) Kista Fungsional
Kista Fungsional ini merupakan jenis kista ovarium yang paling
banyak ditemukan. Kista ini berasal dari sel telur dan korpus luteum,
terjadi bersamaan dengan siklus menstruasi yang normal. Kista
fungsional akan tumbuh setiap bulan dan akan pecah pada masa subur,
untuk melepaskan sel telur yang pada waktunya siap dibuahi oleh
sperma. Setelah pecah, kista fungsional akan menjadi kista folikuler dan

6
akan hilang saat menstruasi. Kista fungsional terdiri dari: kista folikel
dan kista korpus luteum. Keduanya tidak mengganggu, tidak
menimbulkan gejala dan dapat menghilang sendiri dalam waktu 6 – 8
minggu.
b. Tipe Kista Abnormal
a) Kistadenoma
Merupakan kista yang berasal dari bagian luar sel indung telur.
Biasanya bersifat jinak, namun dapat membesar dan dapat
menimbulkan nyeri.
b) Kista coklat (endometrioma)
Merupakan endometrium yang tidak pada tempatnya. Disebut
kista coklat karena berisi timbunan darah yang berwarna coklat
kehitaman.
c) Kista dermoid
Merupakan kista yang berisi berbagai jenis bagian tubuh seperti
kulit, kuku, rambut, gigi dan lemak. Kista ini dapat ditemukan di kedua
bagian indung telur. Biasanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan
gejala.
d) Kista endometriosis
Merupakan kista yang terjadi karena ada bagian endometrium
yang berada di luar rahim. Kista ini berkembang bersamaan dengan
tumbuhnya lapisan endometrium setiap bulan sehingga menimbulkan
nyeri hebat, terutama saat menstruasi dan infertilitas.
e) Kista hemorhage
Merupakan kista fungsional yang disertai perdarahan sehingga
menimbulkan nyeri di salah satu sisi perut bagian bawah.
f) Kista lutein
Merupakan kista yang sering terjadi saat kehamilan. Kista lutein
yang sesungguhnya, umumnya berasal dari korpus luteum haematoma.
g) Kista polikistik ovarium

7
Merupakan kista yang terjadi karena kista tidak dapat pecah dan
melepaskan sel telur secara kontinyu. Biasanya terjadi setiap bulan.
Ovarium akan membesar karena bertumpuknya kista ini. Untuk kista
polikistik ovarium yang menetap (persisten), operasi harus dilakukan
untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan
rasa sakit.

E. Gradasi Dan Morfometri Tumor Ovarium.

Prognosis penderita tumor ovarii dengan metastasis pada perluasan


yang sama tergantung pada derajat keganasannya. Gradasi merupakan
penilaian mikroskopik subjektif derajat diferensiasi. Meskipun kadang-
kadang terdapat perbedaan dalam gradasi di antara patolog, cara ini adalah
akseptibel untuk memperoleh gambaran sifat biologi tumor. Gradasi
kebanyakan didasarkan ats kemiripan struktur keganasan yang terjadi
dengan struktur normal pereksisten dan pada ciri-ciri sitonuklear epitelnya.
Tumor derajat satu diperoleh ciri struktur glandular, glandular papilar atau
papilar. Tidak terdapat lapangan sel solid. Tumor noma derajat II
menunjukkan terutama pola glandular atau papilar. Di samping itu terdapat
sarang-sarang sel solid. Polimorfinya lebih jelas daripada tumor derajat I.
dalam tumor derajat III strujtur glandular sangat jarang atau sulit
ditunjukkan.

Pada gradasi histologik makin banyak digunakan metode


pangukuran objektif yang disebut morfometri. Morfometri berdasarkan
atas pengukuran ciri-ciri sel dalam jaringan seperti besarnya dan bentuk
sel tumor dalam inti. Di samping itu arsitektur jaringan dapat dinyatakan
secara objektif dengan menetapkan persentase volume epitel dalam
hubungan terhadap jumlah mitosis. Terutama yang disebutkan belakangan
ternyata berkolerasi lebih tepat dengan sifat biologi dibandingkan dengan
gradasi histologik.

8
Penetapan stadium dan gradasi Pembagian internasional (FIGO)
adalah sebagai berikut :

a. Stadium Ia : pertumbuhan terbatas pada satu ovarium, tidak ada asites,


kapsul utuh.

b. Stadium Ib : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak ada


asites, kapsul utuh.

c. Stadium Ic : stadium Ia atau Ib dengan tumor pada permukaan ovarii


atau ruptura kapsul atau dengan asites atau cairan bilasan ada sel
maligna.

d. Stadium IIa : pertumbuhan dalam satu atau kedua ovarium dengan


perluasan ke uterus atau tuba

e. Stadium IIb : idem dengan perluasan ke stryktur-struktur lain di dalam


pelvis.

f. Stadium IIc : stadium IIa atau IIb dengan tumor pada permukaan
ovarii atau ruptura kapsul atau dengan asites atau dengan cairan
bilasan ada sel maligna.

g. Stadium III : pertumbuhan dalam satu atau kedua ovarium dengan


perluasan dalam rongga perut di luar pelvis atau perluasan tumor di
dalam pelvis minor ke omentum atau usus halus.

h. Stadium IIIa : kelenjar limfe negatif dan perluasan di luar pelvis minor
hanya mikroskopik

i. Stadium IIIb : kelenjar limfe negatif dan perluasan di luar pelvis


minor berdiameter lebih kecil dari 2 cm

j. Stadium IV : metastasis di luar rongga perut atau metastasis hepar


parenkimatosa.

F. Etiologi.
a) Faktor genetik 
b) Wanita yang menderita kanker payudara

9
c) Riwayat kanker kolon
d) Gangguan hormonal
e) Diet tinggi lemak, kurang serat
f) Merokok dan Minum alkohol
g) Pengunaan bedak talk perineal
h) Sosial ekonomi yang rendah
i) Kurang olahraga dan stress
j) Terpapar dengan polusi dan agen infeksius

G. Patofisiologi

Kista terdiri atas folikel – folikel praovulasi yang telah mengalami


atresia (degenerasi). Pada wanita yang menderita ovarium polokistik, ovarium
utuh dan FSH dan SH tetapi tidak terjadi ovulasi ovum. Kadar FSH dibawah
normal sepanjang stadium folikular daur haid, sementara kadar LH lebih
tinggi dari normal, tetapi tidak memperlihatkan lonjakan. Peningkatan LH
yang terus menerus menimbulkan pembentukan androgen dan estrogen oleh
folikel dan kelenjar adrenal. Folikel anovulasi berdegenerasi dan membentuk
kista, yang menyebabkan terjadinya ovarium polikistik. (Corwin, 2002)

Kista bermetastasis dengan invasi langsung struktur yang berdekatan


dengan abdomen dan pelvis dan sel – sel yang menempatkan diri pada rongga
abdomen dan pelvis. Penyebaran awal kanker ovarium dengan jalur intra
peritonial dan limfatik muncul tanpa gejala atau tanda spesifik. Gejala tidak
pasti yang akan muncul seiring dengan waktu adalah perasaan berat pada
pelvis. Sering berkemih dan disuria dan perubahan fungsi gastro intestinal,
seperti rasa penuh, mual, tidak enak pada perut, cepat kenyang dan konstipasi.
Pada beberapa perempuan dapat terjadi perdarahan abnormal vagina skunder
akibat hiperplasia endometrium, bila tumor menghasilkan estrogen beberapa
tumor menghasilkan testosteron dan menyebabkan virilisasi. (Price, Wilson,
2006)

10
Kista nonneoplastik sering ditemukan, tetapi bukan masalah serius.
Kista folikel dan luteal di ovarium sangat sering ditemukan sehingga hampir
dianggap sebagai varian fisiologik. Kelainan yang tidak berbahaya ini berasal
dari folikel graaf yang tidak ruptur atau pada  folikel yang sudah pecah dan
segera menutup kembali. Kista demikian seringnya adalah multipel dan
timbul langsung di bawah lapisan serosa yang menutupi ovarium, biasanya
kecil, dengan diameter 1- 1,5 cm dan berisi cairan serosa yang bening, tetapi
ada kalanya penimbunan cairan cukup banyak, sampai mencapai diameter 4
hingga 5 cm sehingga dapat di raba massa dan menimbulkan nyeri panggul.
Jika kecil, kista ini dilapisi granulosa atau sel teka, tetapi seiring dengan
penimbunan cairan timbul tekanan yang dapat menyebabkan atropi sel
tersebut. Kadang – kadang kista ini pecah, menimbulkan perdarahan
intraperitonium, dan gejala abdomen akut. (Robbins, 2007).

H. Gambaran klinis
Kebanyakan wanita dengan kanker ovarii tidak menunjukkan gejala
dalam waktu yang lama. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak
spesifik.
Keluhan utama pada wanita usia di atas 40 tahun yang mengingatkan
pada tumor ovarii adalah :
a) perut membesar atau keluhan abdominal
b) pendarahan intra abdominal
c) virilisasi (pada tumor-tumor yang memproduksi hormon)
d) nyeri perut akut dapat terjadi pada tori tungkai ovarii
e) gangguan haid
f) asites dan anoraksia
g) penurunan berat badan
h) keluhan miksi dan defekasi
i) nyeri punggung
j) sesak napas karena penumpukan cairan pada rongga dada

11
I. Penatalaksanaan
1)    Pengangkatan kista ovarium yang besar biasanya adalah melalui
tindakan bedah, misal laparatomi, kistektomi atau laparatomi
salpingooforektomi.
2)    Kontrasepsi oral dapat digunakan untuk menekan aktivitas ovarium dan
menghilangkan kista.
3)    Perawatan pasca operasi setelah pembedahan untuk mengangkat kista
ovarium adalah serupa dengan perawatan setelah pembedahan abdomen
dengan satu pengecualian penurunan tekanan intra abdomen yang
diakibatkan oleh pengangkatan kista yang besar biasanya mengarah pada
distensi abdomen yang berat. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan
gurita abdomen sebagai penyangga.
4)   Tindakan keperawatan berikut pada pendidikan kepada klien tentang
pilihan pengobatan dan manajemen nyeri dengan analgetik / tindakan
kenyamanan seperti kompres hangat pada abdomen atau teknik relaksasi
napas dalam, informasikan tentang perubahan yang akan terjadi seperti
tanda – tanda infeksi, perawatan insisi luka operasi. (Lowdermilk.dkk.
2005)

J. Pemeriksaan penunjang
a. Laparaskopi  Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui
apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak, serta untuk
menentukan sifat-sifat tumor itu.
b. Ultrasonografi  Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan
batas tumor, apakah tumor berasal dari uterus, ovarium, atau kandung
kencing, apakah tumor kistik atau solid, dan dapat pula dibedakan antara
cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak.

12
c. Foto Rontgen  Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya
hidrotoraks. Selanjutnya, pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat
adanya gigi dalam tumor.
d. Parasintesis  Fungsi ascites berguna untuk menentukan sebab ascites.
Perlu diperhatikan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan kavum
peritonei dengan isi kista bila dinding kista tertusuk. (Nugroho, 2010).

K. Komplikasi

Menurut Sjamsuhidajat, komplikasi yang biasa terjadi pada kista


ovarium adalah asites atau gejala sindrom perut akut akibatnya putaran
tangkai tumor atau gangguan peredaran darah karena penyebab lain, yaitu :
1) Torsi
Putaran kista yang biasanya searah dengan jarum jam. Dapat berputar
sedikit saja atau terjadi beberapa putaran. Gangguan perdaran darah
yang disebabkan oleh torsi mengenai susunan vena sehingga kista
berwarna kebiruan, dalam keadaan ekstrim arteri juga terjepit. Torsi
kadang – kadang disertai rasa nyeri yang hebat dan terus menerus.
Tetapi kadang – kadang pula nyeri itu hanya sebentar.
2) Ruptur dari kista
Hal ini jarang terjadi tetapi dapat terjadi secara spontan atau oleh
karena trauma. Pada keduanya disertai gejala sakit, enek dan muntah –
muntah. Ruptur kista memberikan bahaya seperti penyebaran isi kista
dalam ruang abdomen yang akan segera dibentuk cairan baru oleh sel
– sel di peritonium, sehingga akhirnya menyebabkan kematian.
3) Suppurasi dari kista
Peradangan kista dapat terjadi setelah torsi atau dapat pula berdiri
sendiri, yaitu secara hematogen atau limfogen.
4) Perubahan keganasan

13
Pada kistadenoma serosum, perbedaan histologis yang benigna dan
maligna sukar ditentukan. Tetapi suatu hal yang nyata, bahwa pada
jenis ini lebih sering jadi ganas, yaitu ± 25%.

BAB III
TINJAUAN KASUS

A. Pengumpulan Data
a. Identitas
Nama : Ny. M
Umur : 35 tahun
Suku/ bangsa : Aceh/ Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT
Alamat rumah : Tanah Luas

B. Anamnesa ( Data Objektif )


Pada tanggal : 27 Agustus 2018 Pukul : 13.30 WIB
1.       Alasan berkunjung :ingin memeriksakan kesehatan
2.       Keluhan Utama :nyeri perut pada bagian bawah
3.       Riwayat menstruasi :
Menarche : umur 13 tahun
Siklus : 26 hari
Banyaknya : 3 x ganti duk
Dismenerhoe : Ada
Teratur/ tidak : tidak teratur
Lamanya : 7-8 hari

4.       Pola Kesehatan

14
4.1   Pola Konsumsi
Diet/ makan : 3 x sehari
Komposisi makan : nasi, sayur- sayuran, lauk pauk, buah

4.2   Pola Eliminasi


BAB : 1 x sehari
BAK : 5 x dalam sehari
:-
4. Riwayat kehamilan : Normal
5. Riwayat persalinan : Normal
6. Riwayat Nifas :
Pernah menyusui : Ya
Teratur : Ya
Berapa kali : tidak teratur
Rasa nyeri saat menyusui : ada
Pengeluaran ASI :lancar
7. Riwayat Abortus : tidak ada
8. Penyakit Keluarga
Infertilitas : tidak ada
Hipertensi : ada
DM : tidak ada
Jantung : tidak ada
Lain- lain : tidak ada
C. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum : Baik
Keadaan emosional : Stabil
b. Tanda vital
Tekanan Darah : 150/100 mmHg
Denyut Nadi : 84 x/ menit
Pernafasan : 23 x/ menit

15
Suhu tubuh : 37 °C

D. Catatan Pendokumentasian SOAP

S : Ny. M usia 45 tahun, datang ke poli Kebidanan mengatakan nyeri pada


perut di bagian bawah
O : TD : 150/100 mmHg
Pols : 84 x/menit
Resp : 23 x/menit
Temp : 37°C
BB : 51 kg

A : Ny.M usia 45 tahun dengan kista ovarium


Data Dasar :
TD : 130/90 mmHg
Pols : 84 x/menit
Resp : 24 x/menit
Temp : 37°C
BB : 50 kg
- Masalah : - Nyeri perut dibagian bawah, apabila diraba bagian perut
teraba benjolan (massa)
- Pasien mengeluh terasa sakit dan nyeri di bagian bawah perut
- Kebutuhan : Beri penyuluhan kesehatan kepada ibu tentang
kebutuhan yang harus dipenuhi

E. Perencanaan
-       Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu

16
-       Istirahat yang cukup
-       Makan- makanan yang bergizi
-       Jangan makan makanan yang mengandung lemak
-       Jangan makan makanan yang mrngandung bahan pengawet
-       Hindari makanan yang mengandung zat pewarna
-       Anjurkan untuk sering cek ulang kesehatan ke dokter spesialis
Kandungan

F. PELAKSANAAN
-       Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
-       Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
-       Menganjurkna untuk makan- makanan yang bergizi
-       Melarang ibu untuk tidak makan makanan yang mengandung lemak
-       Melarang ibu untuk tidak makan makanan yang mrngandung bahan
pengawet
-       Melarang ibu untuk tidak makan hindari makanan yang mengandung zat
pewarna
-       Menganjurkan untuk sering cek ulang kesehatan ke dokter spesialis
kandungan

G. EVALUASI
-       Penyuluhan telah diberikaan kepada ibu
-       Ibu sudah mengerti tentang kebutuhannya
-       Ibu sudah mengerti dan mau melakukan control ulang penyakitnya ke
dokter

17
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Suatu jenis tumor, penyebab pastinya sendiri belum diketahui, diduga
dapat disebabkan oleh faktor kesuburan. (Soemadi,2006)
Suatu jenis tumor berupa kantong abnormal yang berisi cairan atau
benda seperti bubur. (Dewa, 2006)
Suatu bentukan yang kurang lebih bulat dengan dinding tipis, berisi
cairan atau bahan setengah cair. (Sjamsuhidyat, 1998)
Pembesaran suatu organ yang di dalamnya berisi cairan seperti balon
yang berisi air. (merdeka, 2000)
Dua fungsi ovarium ialah menyelenggarakan ovulasi dan memproduksi
hormon. Saat lahir, ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum
primordial (primitive). Di antara interval selama masa suburnya (umumnya
setiap bulan), satu atau lebih ovum matur dan mengalami ovulasi. Ovarium
juga merupakan tempatutama produksi hormone seks steroid (estrogen,
progesterone, dan androgen) dalam jumlah banyak yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan, perkembangan dan fungsi wanita normal.

B. Saran
Sebagai Bidan professional kita harus mampu memberikan asuhan
keperawatan yang benar pada klien dengan kista ovarium baik patologis
maupun fisiologis, yang mampu bisa memperlambat dan mencegah proses
pelebaran tumor.

18