Anda di halaman 1dari 28

MANAJEMEN SUMBER DAYA AIR BERSIH, AIR MINUM, DAN AIR ZAM-ZAM

MAKALAH TEORI

Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah Dasar Ilmu Lingkungan

Yang dibina oleh

Bapak Dr. H.Sueb,M.Kes dan Bapak Bagus Priambodo,S,Si.,M.Si.,M.Sc.

Dipresentasikan pada 6 Maret 2020

Disusun oleh :

Kelompok 5 Offering H 2019

1. Evika Fatmala Devi 190342621243


2. Ilham Alfiansyah. 190342621274
3. Ulfah Anisah Shalihah 190342621222

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Maret, 2020

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena kelimpahan rahmat serta hidayah-Nya
sehingga dalam kesempatan kali ini kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
Manajemen Sumber Daya Air Bersih, Air Minum, Dan Air Zam-Zam tepat pada waktunya.
Sholawat serta salam juga tak lupa kami panjatkan kepada junjungan kita Rasululloh
Muhammad SAW yang syafaatnya senantiasa kita nantikan di akhirat nanti. Adapun tujuan
penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Ilmu Lingkungan dan juga
untuk menambah wawasan keilmuan yang berkaitan dengan Ilmu Lingkungan terutama
dalam kajian pemberdayaan dan manajemen sumber daya air bagi pembaca dan penulis.
Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Dr. H.Sueb,M.Kes dan Bapak
Bagus Priambodo,S,Si.,M.Si.,M.Sc. selaku dosen pengampu mata kuliah Dasar Ilmu
Lingkungan yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini serta memberikan
banyak pengetahuan dan wawasan baru kepada kami. Kami juga mengucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membanun demi kesempurnaan
makalah ini. Akhir kata, kami meminta maaf apabila terdapat kesalahan maupun kata yang
kurang berkenan dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
menambah pengetahuan bagi pembaca dan penulis.

Malang, 6 Maret 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
…………………………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………….
ii
DAFTAR ISI
…………………………………………………………………………… iii
DAFTAR GAMBAR DAN TABEL
……………………………………………………………. iv
ABSTRAK
…………………………………………………………………………… v
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………
1-3
1.1. Rumusan Masalah ………………………..……………………………………………
2
1.2. Tujuan …………………………………………………………………………….……
2
1.3. Manfaat …………………………………………………………………………………
3
BAB II ISI ………………………………………………………………………….…………4-
16
2.1 Peran Air Bersih, Air Minum, Dan Air Zam-Zam Di Dalam Kehidupan
………………
4
2.2 Sumber Air Bersih, Air Minum, Dan Air ZamZam …………………………………….
7
2.2.1 Air Hujan (rain water) ………………………………………………………….
2.2.2 Air Permukaan (surface water) ………………………………………………....
2.2.3 Air Tanah (ground water) ………………………………………………………
2.2.4 Air Laut (sea warter) ……………………………………………………………
2.3 Indikator Tingkat Kelayakan Air Minum ………………………………………………
8

iii
2.4 Manajemen dan pemberdayaan sumber air bersih, air minum, dan air zam-zam ………
10
2.5 Faktor Penyebab Krisis Air Bersih
……………………………………………………..11
2.6 Mekanisme Distribusi Air Minum dan Air Bersih
…………………………………….12
BAB III PEMBAHASAN ………………………………………………………...…………17-
18
3.1 Manajemen pengelolaan dan pelestarian sumber daya air bersih................................17
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………….…..
…..19
4.1. Simpulan …………………………………………………………………..…..
……….19
4.2. Saran …………………………………………………………………………………
...19
DAFTAR RUJUKAN……………………………………………………....………………..20

DAFTAR GAMBAR DAN TABEL

5.1. Sistem Perpipaan…………………………………………………………………..……………13


5.2. Sistematika distribusi air…………………………………………………………………………14
5.3. Unit Saluran Perpipaan………………………………………………………...…………………15
5.4. Tabel Unit Transmisi Air Non Perpipaan………………………………………………………...16

iv
v
ABSTRAK

Sueb1* , Bagus Priambodo2*, Evika Fatmala Devi3, Ilham Arfiansyah4, Ulfah Anisah Shalihah5

Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang no. 5 Malang, Indonesia

Corresponding author : sueb.fmipa@um.ac.id

Air merupakan kebutuhan primer dan mendasar bagi semua organisme di muka bumi ini.
Dalam mempertahankan kelangsungan kehidupanya, setiap makhluk hidup memerlukan air
baik untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh maupun dalam melaksanakan setiap
aktivitas kehidupan. Sayangnya, isu kekeringan, bencana alam, polusi, ulah manusia,
pencemaran, keterbatasan distribusi air bersih, dan juga berkurangnya sumber air bersih,
menyebabkan kurangnya pasokan air bersih di beberapa daerah. Hal ini menunjukkan bahwa
perlu dilakukan usaha pemberdayaan dan manajemen sumber daya air bersih agar kelestarian
air bersih, air minum, dan air zam-zam tetap terjaga sehingga kebutuhan makhluk hidup
dapat terpenuhi. Oleh karena itu, pengetahuan serta berbagai inovasi sangat diperlukan agar
penyelesaian masalah yang terkait dengan sumber daya air bersih dapat teratasi, sehingga
tingkat kesediaan air bersih dapat berjalan seimbang sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup
yang semakin meningkat dan keseimbangan alam tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Sehubungan dengan pentingnya pengetahuan dan pemahaman mengenai kelestarian air
bersih, kami menulis makalah ini dengan tujuan untuk memberikan wawasan mengenai
pemberdayaan dan manajemen sumber daya air bersih, air minum, dan air zam-zam melalui
berbagai kajian pustaka yang diperoleh melalui berbagai literatur.

Kata kunci : manajemen air, air bersih, air minum, air zam-zam

ABSTRACT

Water is the primary and basic importace for all beings on this earth. In maintaining
survival, every necessity of life needs air both to meet the needs of air in the body as well as
to carry out every activity in life. Unfortunately, the problem of drought, natural disasters,
pollution, human activities, pollution, limited distribution of clean water, and also the
reduction in clean water sources, has led to a reduction in the supply of clean water in
various regions. This shows that efforts to empower and manage clean water resources need

vi
to be done so that the preservation of clean air, drinking water and zam-zam air is well
maintained. Therefore, the knowledge and various ideas needed to overcome the problems
associated with clean water resources can be overcome, so that the level of clean air
readiness can run according to the needs of increased needs and the balance of nature
remains. In connection with the importance of knowledge and understanding of clean water
sustainability, we write this paper with the aim of providing insight into the empowerment
and management of clean water, drinking water, and zam-zam water resources through
various literature studies obtained through various literatures.

Keywords: water management, clean water, drinking water, zam-zam water

vii
PENDAHULUAN

Air memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan di bumi. Air
merupakan unsur yang menyusun dua pertiga dari wilayah bumi dan juga merupakan unsur
dominan penyusun tubuh makhluk hidup. Sekitar 80 persen dari tubuh makhluk hidup terdiri
atas air. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup baik untuk memenuhi kebutuhan di dalam
tubuh seperti dalam proses metabolisme, penyaluran nutrisi, homoestasi sampai pada regulasi
[1]. Air juga berfungsi sebagai alat pemenuhan kebutuhan hidup makhluk hidup dalam
menjalankan aktivitasnya dan mempertahankan kelangsungan hidupnya seperti minum untuk
menghilangkan rasa haus, memasak, mencuci baju, membersihkan tubuh, pertanian dan
perkebunan serta sarana penghubung (seperti laut dan sungai yang digunakan sebagai jalur
transportasi). Dalam kajian evolusi pun, ditemukan fakta bahwa awal perkembangan
kehidupan dibumi, makhluk hidup pertama muncul dari dalam air melalui mekanisme
kimiawi panjang melalui perantaraan air. Hal ini menunjukkan bahwa air memiliki peran
yang sangat penting dan mendasar serta krusial di dalam kehidupan.
Kebutuhan akan air diperoleh makhluk hidup melalui sumber mata air yang terdapat di
alam. Namun, sebagian besar dari sumber mata air ini merupakan sumber air asin dan tidak
dapat diminum. Sedangkan, sumber daya air tawar yang tersedia hanya berkisar pada 2,7%
dari air yang tersedia di bumi dan hanya sekitar 1% dari sumber air tawar tersebut (seperti
danau, sungai dan air tanah) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dan air
minum karena sebagian tersembunyi dibagian akuifer dalam atau membeku menjadi gletser
di daerah kutub [2]. Hal ini menunjukkan bahwa sumber air yang aman untuk diminum di
bumi memiliki proporsi yang sangat kecil sehingga berpotensi mengalami keterbatasan
kesediaan, sedangkan kebutuhan air terutama air bersih semakin meningkat seiring dengan
bertambahnya populasi makhluk hidup yang tinggal di bumi terutama populasi manusia.
Kebutuhan akan air bersih dan air minum menjadi kebutuhan pokok yang harus dapat
dipenuhi oleh setiap makhluk hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Sedangkan, ketersediaan air bersih saat ini mulai mengalami penurunan akibat pencemaran,
polusi, bencana alam, kekeringan berkepanjangan, penggundulan hutan, pembangunan
didaerah resapan air, perilaku boros manusia, dan keterbatasan sanitasi serta distribusi air [3].
Karena itulah, bukan tidak mungkin bahwa di masa mendatang jika perilaku buruk manusia
terus berlanjut, ketersediaan air bersih akan benar-benar habis sehingga untuk mencegah hal
tersebut perlu dilakukan berbagai macam upaya pemberdayaan dan manajemen sumber daya
air agar tetap lestari karena krisis air bersih dapat menyebabkan berbagai macam penyakit

1
seperti tifus, diare, berbagai macam penyakit kulit, cacingan, kelaparan karena gagal panen,
bahkan kematian serta dapat berakibat pada terganggunya keseimbangan alam [4].
Salah satu bentuk sumber daya air selain sumber air bersih dan air minum adalah air
zam-zam. Zam-zam merupakan sumber air yang terletak di Kota Suci Mekah yang dianggap
sebagai air suci oleh umat islam yang memiliki keistimewaan khusus. Dalam berbagai
macam penelitian diketahui bahwa air zam-zam memiliki kandungan mineral di atas air rata-
rata dan memiliki tingkat hidrokimia berbahaya yang lebih rendah. Selain itu, air zam-zam
juga lebih sehat karena memiliki tingkat kandungan kalsium lebih tinggi yang dapat
memuaskan dahaga dan kelaparan serta kandungan kation dan anion terlarut dalam air zam-
zam memungkinkan berperan untuk memperlancar sistem saraf dan sebagai obat [5, 6].
1.1 Rumusan masalah
1. Bagaimanakah peran air bersih, air minum, dan air zam-zam di dalam kehidupan?
2. Dari mana sajakah sumber air bersih bisa diperoleh?
3. Apa sajakah indikator yang mempengaruhi tingkat kelayakan air sehingga dapat
dijadikan sebagai sumber air bersih dan air minum?
4. Apa sajakah usaha yang dapat dilakukan untuk melakukan manajemen dan
pemberdayaan sumber air bersih, air minum, dan air zam-zam agar tetap lestari?
5. Apa saja faktor yang dapat menyebabkan krisis air bersih dan air minum?
6. Bagaimanakah mekanisme distribusi air minum, air bersih, dan air zam-zam?

1.2 Tujuan

1. Mendeskripsikan peran air bersih, air minum, dan air zam-zam di dalam kehidupan.
2. Menjelaskan macam sumber air bersih dan air minum.
3. Mendeskripsikan indikator yang mempengaruhi tingkat kelayakan air sehingga dapat
dijadikan sebagai sumber air bersih dan air minum.
4. Mendeskripsikan faktor yang dapat menyebabkan krisis air bersih dan air minum.
5. Menjelaskan berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis air bersih dan
air minum.
6. Menjelaskan mekanisme distribusi dan pengolahan air minum, air bersih, dan air
zam-zam.
1.3 Manfaat
1. Mendapatkan wawasan yang berkaitan dengan pemberdayaan sumber daya air bersih,
air minum, dan air zam-zam

2
2. Menambah kepedulian dan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian dan
pemberdayaan sumber daya air bersih, air minum, dan air zam-zam
3. Mendapat pengetahuan mengenai alternatif solusi dan teknologi yang dapat digunakan
untuk mengatasi krisis air bersih, pencemaran air bersih, distribusi air bersih, dan
usaha pemberdayaan serta manajemen air bersih, air minum, dan air zam-zam

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Peran Air Bersih, Air Minum, Dan Air Zam-Zam Di Dalam Kehidupan

Air adalah suatu senyawa kimia berbentuk cairan yang terdiri atas ikatan antara atom
hidrogen dan oksigen yang membentuk molekul hidrogen dioksida. Air mempunyai titik beku

3
0°C dan titik didih 100° dengan wujud yang dapat berupa cairan, gas (uap air) dan padatan
(es) [7]. Pada kondisi normal, Jumlah air yang terdapat di muka bumi ini relatif konstan,
meskipun air mengalami pergerakan arus, tersirkulasi karena pengaruh cuaca dan juga
mengalami perubahan bentuk. Sirkulasi dan perubahan bentuk tersebut terjadi ketika air
permukaan yang berubah menjadi uap (evaporasi), air yang mengikuti sirkulasi dalam tubuh
tanaman (transpirasi) dan air yang mengikuti sirkulasi dalam tubuh manusia dan hewan
(respirasi). Air yang menguap akan terkumpul menjadi awan kemudian jatuh sebagai air
hujan. Air hujan ada yang langsung bergabung di permukaan, ada pula yang meresap masuk
ke dalam celah batuan dalam tanah, sehingga menjadi air tanah. Air tanah dangkal akan
diambil oleh tanaman, sedangkan air tanah dalam akan keluar sebagai mata air. Sirkulasi dan
perubahan fisis akan berlangsung terus sampai akhir zaman [8].
Air berperan sebagai komponen utama penyusun permukaan bumi, dua pertiga dari
wilayah bumi tersusun atas air. Tubuh manusia juga sebagian besar tersusun atas air, sekitar
80% tubuh manusia tersusun atas unsur ini. Air dibutuhkan makhluk hidup untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya dan diperlukan dalam berbagai macam sektor
kehidupan seperti kebutuhan minum untuk mencegah dehidrasi, memasak, mencuci,
membersihkan diri, bertumbuh, sarana transportasi, dan sangat diperlukan dalam
pemenuhan kebutuhan pangan dalam kegiatan pertanian dan perkebunan, serta dapat
dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Sehingga air memang memiliki peran yang
sangat vital dan mendasar sehingga makhluk hidup tidak akan bisa melangsungkan aktivitas
tanpa keberadaanya. Air terutama di dalam tubuh makhluk hidup memiliki peranan sebagai
osmoregulasi, pelarut sejumlah besar nutrisi, sarana pengeluaran racun dari tubuh, penyaluran
nutrisi dan sari maknan, dan sebagai pelarut dalam berbagai macam reaksi metabolisme
dalam tubuh [9].
Air, terutama yang digunakan untuk kebutuhan manusia adalah air bersih dan air
minum. Diperkirakan bahwa air bersih yang dibutuhkan setiap orang di muka bumi mencapai
20 hingga 50 liter per hari. Air bersih dan air minum ini, berasal dari sumber tertentu seperti
air tanah, mata air, dan air hujan. (global). Kebersihan air yang digunakan dalam pemenuhan
kebutuhan dan aktivitas sehari-hari sangat penting karena adanya kontaminasi bakteri dan
partikel asing, zat pencemar, polutan, logam berat, dan kurangnya tingkat kebersihan air
dapat mengakibatkan sejumlah penyakit seperti disentri, diare, kolera, tifus, hepatitis, polio,
ascariasis, clonorchiasis, schistosomiasis, malaria, filaria dan demam berdarah [10, 3].
Salah satu air yang memiliki tingkat kebersihan tinggi dengan tingkat kontaminasi yang
lebih rendah dari jenis air lain adalah air zam-zam. Air zam-zam ini diketahui memiliki

4
banyak manfaat berkaitan dengan kesehatan karena kandungannya yang kaya akan mineral.
[12]
Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan setiap hari dan akan menjadi air
minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang
memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum. Adapun persyaratan yang
dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologi
dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (Peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010)
Air Minum
Air minum adalah air bersih yang telah memenuhi persyaratan layak konsumsi dan
telah melalui proses pemasakan. Sumber air terdapat pada tempat atau wadah air alami dan
buatan yang terdapat diatas ataupun di bawah permukaan tanah. Bumi sebenarnya masih
mempunyai banyak persediaan air tetapi hanya sedikit sekali air yang layak dikonsumsi.
Berdasarkan laporan World Commission On Water, dalam 20 tahun ini, air yang dibutuhkan
untuk konsumsi dunia, baik air minum maupun air untuk mengairi tanaman, sudah tak cukup
lagi. Hanya 2,5% saja air di dunia ini yang tidak mengandung garam. Dan dua pertiga dari
jumlah itu terkubur dalam gunung es dan glasier [13].
Air yang layak minum Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyratan Kualitas Air Minum, Pasal 1
menyatakan bahwa : “Air minum adalah air yang melalui proses 5 pengolahan atau tanpa
proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum”. Air
minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. Menurut departemen kesehatan,
berdasarkan (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002) syarat-syarat air minum
adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang
berbahaya, dan tidak mengandung logam berat. Air minum adalah air yang melalui proses
pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat
langsung diminum.
Air yang diperuntukan bagi konsumsi manusia harus berasal dari sumber yang bersih dan
aman [15]. Batasan sumber air yang bersih dan aman tersebut, antara lain :
a. Bebas dari kontaminan atau bibit penyakit
b. Bebas dari substansi kimia yang berbahaya dan beracun
c. Tidak berasa dan berbau
d. Dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan domestik dan rumah tangga.

5
e. Memenuhi standar minimal yang ditentukan oleh WHO atau Departemen Kesehatan
Republik Indonesia
Air Zam-zam
Zam-zam yang dalam bahasa Arab berarti banyak atau melimpah merupakan air suci
bagi umat Islam. Juga merupakan air termulia, sangat berharga, dan paling besar nilainya.
Zam-zam adalah air yang berasal dari sebuah sumur mata air yang terletak dalam kawasan
Masjidil Haram, tepatnya di sebelah tenggara Ka’bah dengan kedalaman sampai 42m.
Seorang ilmuwan Jepang bernama Dr. Masaru Emoto, telah melakukan penelitian terhadap
air zam-zam dengan teknik nano, dan hasilnya menyatakan bahwa air zam-zam memiliki
kristal yang sangat indah dan bersinar, dan dari sinarnya mengeluarkan warna yang menarik
melebihi 12 warna [12].
Air zam-zam memiliki kadar kalsium yang lebih banyak yaitu 300 - 340 mg/L
dibandingkan air mineral biasa yang hanya terdapat 28 – 32 mg/L serta keistimewaan lain,
komposisi dan rasa kandungan garam yang selalu stabil. Pada sumur biasa, terjadi
pertumbuhan organisme, baik hewan (bakteri) maupun tumbuhan seperti lumut di dalamnya,
sehingga menyebabkan air tidak bisa lagi dikonsumsi karena dapat mengakibatkan perubahan
pada rasa, warna, kandungan mineral, maupun bau. Sementara, pada sumur zam-zam tidak
ditemukan keberadaan organisme maupun zat polutan. Bahkan, air zam-zam tidak mengalami
perubahan kandungan mineral, rasa, maupun bau setelah disimpan dalam botol selama
beberapa tahun. Telah banyak penelitian mengenai kandungan mineral dalam air zam-zam
dan hasilnya menunjukkan bahwa air zam-zam memiliki kandungan mineral yang lebih
tinggi dari sumber air yang lain [14].
Dalam Kehidupan sehari-hari, peran air dalam kehidupan diantaranya adalah sebagai
alat pemenuhan kebutuhan hidup makhluk hidup dalam menjalankan aktivitasnya dan
mempertahankan kelangsungan hidupnya seperti minum untuk menghilangkan rasa haus,
memasak, mencuci baju, membersihkan tubuh, pertanian dan perkebunan serta sarana
penghubung (seperti laut dan sungai yang digunakan sebagai jalur transportasi) [11].

2.2 Sumber Air Bersih, Air Minum, Dan Air Zam-Zam


Sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia diperoleh dari berbagai sumber
seperti air hujan (rain water), air permukaan (surface water), air tanah (ground water) dan air
laut (sea water) [15].
2.2.1 Air hujan (rain water)

6
Pemanfaatan sumber air yang berasal dari air hujan biasa dilakukan di daerah-daerah
yang tidak mendapatkan air tanah, atau walaupun tersedia, tidak dapat digunakan. Air hujan
merupakan salah satu solusi murah meriah dari permasalahan krisis air bersih. Sifat air
hujan tergolong murni sebelum mencapai tanah sehingga rendah mikroorganisme dengan
sifat kimia pH 5-7 dan konsentrasi mineral serta logam berat rendah [3]. Pemanfaatan Air
Hujan Berdasarkan hasil Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2009.
Menyatakan bahwa, air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai
imbuhan air tanah dan atau dimanfaatkan secara langsung untuk mengatasi kekurangan air
pada musim kemarau dan banjir pada musim penghujan.

2.2.2 Air permukaan (surface water)


Air permukaan adalah air yang mengalir di permukaan bumi. Macam-macam air
permukaan yaitu air rawa/danau dan air sungai. Semua air yang berada di atas permukaan
bumi seperti air parit, selokan, sungai dan danau adalah air permukaan. Pada umumnya air
tersebut mengandung kotoran-kotoran berupa benda-benda terapung yang berasal dari
lingkungan sekitarnya, bendabenda padat tersuspensi, bakteri, buangan bahan, kimia, dan
sebagainya. Kumpulan berbagai kotoran tersebut menimbulkan berbagai bau dan rasa,
sehingga bila air tersebut akan digunakan untuk kepentingan hidup manusia perlu perlakuan /
tindakan pembersihan lengkap secara bertahap, teknik pembersihannya tergantung dari
macam dan jumlah kotoran yang dikandungnya [7]. Air permukaan yang terdapat di daerah
pegunungan umumnya relatif tidak begitu kotor dibandingkan dengan air sungai, sehingga
melalui penyimpanan yang lama serta proses klorinasi saja air sudah dapat dimanfaatkan.

2.2.3 Air tanah (ground water)


Air tanah ialah air yang terdapat di dalam tanah, tepatnya di bawah permukaan air
tanah. Pada umumnya air tanah mengandung bahan mineral larut yang terdiri dari kation (Ca,
Mg, Mn, dan Fe) dan anion (SO4, CO3, HCO3 dan C1). Kadar ion-ion tersebut bervariasi,
tergantung kepada sifat dan kondisi tanah setempat, semakin dalam air tanah yang diambil
semakin tinggi kadar ion-ion tersebut [16]. Air tanah ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
a. Air Tanah Dangkal Air tanah dangkal terjadi karena adanya proses peresapan air dari
permukaan tanah. Air tanah biasanya jernih tetapi lebih banyak mengandung zat
kimia (garam-garam yang terlarut) daripada air permukaan.
b. Air Tanah Dalam Air tanah dalam terdapat setelah lapisan rapat air yang pertama.
Pengambilan air tanah dalam tidak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini

7
harus digunakan bor dan memasukkan pipa kedalamnya (biasanya kedalaman bor
antara 10-100 m) akan didapat suatu lapisan air.
c. Mata Air Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan
tanah. Mata air yang berasal dari air tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh
musim dan kualitas/kuantitasnya sama dengan keadaan air tanah dalam.

2.2.4 Air laut (sea water)


Jumlah air yang terdapat di bumi ini cukup banyak, prosentasenya mencapai 71 % dari
luas permukaan bumi. Dari sejumlah itu permukaan bumi sebagian besar ditutupi oleh air
laut, yaitu sekitar dua-per-tiga (70 %) permukaan bumi. Luas keseluruhan wilayah laut yang
menutupi bumi adalah 3,61 x 108 km2, dengan kedalaman rata-rata 3800 m. Jadi air laut
merupakan 97 % dari jumlah air yang ada di bumi dan bagian terbesarnya terdapat di belahan
bumi Selatan [8]. Pada umumnya air laut relatif murni, sehingga dapat berfungsi sebagai
pelarut bagi zat kimia, baik yang berwujud padat, cair maupun gas. Penggunaan air laut
sebagai sumber air tawar dilakukan ketika sumber air tawar seperti air hujan, air permukaan
dan air tanah tidak dapat diperoleh lagi. Namun, pemanfaatan air laut sebagai air minum dan
konsumsi hanya dapat dilakukan setelah dilakukan pengolahan terlebih dulu melalui proses
desalinasi.

2.3 Indikator Tingkat Kelayakan Air Minum


Air minum yang ideal seharusnya jernih, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak
berbau. Air minum pun seharusnya tidak mengandung mikroorganisme patogen dan segala
makhluk yang membahayakan bagi kesehatan manusia, dan tidak mengandung zat kimia
yang dapat mengubah fungsi tubuh. Air seharusnya tidak korosif, tidak meninggalkan
endapan pada seluruh jaringan distribusinya. Pada hakikatnya tujuan ini dibuat untuk
mencegah terjadinya serta meluasnya penyakit bawaan air [18].
Air yang aman untuk diminum adalah air bersih yang harus memenuhi persyaratan
secara fisik, kimia, radioaktif, dan mikrobiologi yang ditetapkan oleh pemerintah. Secara
mikrobiologi salah satu syarat air bersih yang dapat dikonsumsi adalah tidak ditemukannya
Escherichia coli dalam 100 ml3. Escherichia coli juga termasuk bakteri yang dapat
menyebabkan keluhan diare. Selain itu air yang bersih ialah tidak berbau, tidak berasa, dan
tidak berwarna [19].
Air yang harus diminum adalah air yang sehat yang harus memenuhi persyaratan
Bakteriologi, kimia radioaktif dan fisik berdasarkan KepMenKes RI No :

8
907/MenKes/SK/VII/2002 tentang syaratsyarat dan pengawasan kualitas air minum, dimana
untuk nilai Most probable Number (MPN) yaitu 0 / 100 ml contoh air yang dianalisis [20].
Kualitas air harus memenuhi 3 persyaratan, yaitu kualitas fisik, kimia, dan biologis
[21]. Kualitas fisik berdasarkan pada kekeruhan, temperatur, warna, bau, dan rasa. Kualitas
kimia adanya senyawa-senyawa kimia yang beracun, perubahan rupa, warna, dan rasa air,
serta reaksi-reaksi yang tidak diharapkan menyebabkan diadakannya standar kualitas air
minum. Standar kualitas air memberikan batas konsentrasi maksimum yang dianjurkan dan
yang diperkenankan bagi berbagai parameter kimia, karena pada konsentrasi yang berlebihan
kehadiran unsur-unsur tersebut dalam air akan memberikan pengaruh negatif, baik bagi
kesehatan maupun dari segi pemakaian lainnya. Kualitas biologis didasarkan pada kehadiran
kelompok-kelompok mikroba tertentu seperti mikroba patogen (penyakit perut), pencemar
(terutama Coli), penghasil toksin dsb. Indikator kehadiran bakteri coliform merupakan polusi
kotoran akibat kondisi sanitasi yang buruk terhadap air dan makanan.
Adapun pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat penting dilakukan. Pemeriksaan
secara mikrobiologi baik secara kuantitatif maupun kualitatif dapat dipakai sebagai
pengukuran derajat pencemaran air secara mikrobiologi, umumnya ditunjukkan pada
kehadiran bakteri Coliform dan fekal Coliform. Bakteri Coliform adalah bakteri indikator
adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan Coliform fecal menjadi indikator dikarenakan
jumlah koloninya pasti berkarelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Makin sedikit
kandungan Coliform artinya kualitas air semakin baik [22].
Proses pengolahan air minum pada prinsipnya harus mampu menghilangkan semua
jenis polutan, baik pencemaran fisik, kimia maupun mikrobiologis. Bisnis air minum isi
ulang merupakan fenomena yang tidak dapat dihilangkan. Pengaturan berupa standar produk
dan prosesnya sangat diperlukan dalam mengawasi pelaksanaanya. Pihak konsumen akan
terlindungi dan juga usaha air minum isi ulang itu sendiri. Depot air minum isi ulang sampai
saat ini masih ada yang belum memenuhi standarisasi baku untuk memprosesan air minum.
Beberapa penyakit menular sewaktu-waktu meluas menjadi wabah (epidemi) karena
tercemarnya air minum isi ulang, diketahui bahwa air tersebut banyak yang telah
terkontaminasi oleh bakteri [23].

2.4 Manajemen dan pemberdayaan sumber air bersih, air minum, dan air zam-zam
Pelestarian air mengandung pengertian melindungi sumber-sumber air. Sumber air
kecuali adalah mata air, juga di sekitar kita terkait sumur, danau, sungai dan lain-lain. Tentu
air disini adalah air yang berkualitas dan bisa digunakan untuk mencukupi segala kebutuhan

9
kita. Memanfaatkan air dengan benar adalah cara bijak kita dalam upaya melestarikan air
[24]. Upaya itu dapat dilakukan dengan upaya-upaya dalam kegiatan keseharian kita di
rumah. Sebagai contoh kecil seperti:
 Menampung air hujan untuk dimanfaatkan menyiram tanaman, mencuci kendaraan.
 Perangkat kamar mandi menggunakan shower, bukan berendam ataupun bak mandi
yang mengakibatkan banyak air yang terbuang. Dengan shower air bisa digunakan
sesuai keperluan mandi kita. Hemat. Catatan, bahwa membiarkan air mengucur
selama 4 menit akan membuang 20-40 galon air.
 Memastikan pipa air maupun keran air tidak bocor. Kebocoran membuat air banyak
terbuang. Satu tetes air perdetik yang bocor setahun akan terkumpul menjadi 2700
galon air per tahun.
 Gunakan air minum dan es batu bekas untuk hewan maupun pemeliharaan tanaman.
 Tidak mencairkan bahan makanan beku menggunakan air, namun cukup dengan
mengeluakannya dari pendingin lebi awal.
 Air bekas cucian buah dan sayuran dapat ditampung dan dipergunakan untuk
kebutuhan menyiram tanaman.
Cara pelestarian air seperti itu bukan hanya dapat dilakukan oleh warga, namun juga
instansi-instansi swasta maupun pemerintahan. Hal ini sebagai wujud tanggungjawab
melestarikan air ada di pundak kita semua. Seperti yang telah dilakukan oleh Kementrian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) RI, yang telah menciptakan sistem
air daur ulang dalam upaya melestarikan air. Melalui sistem daur ulang tersebut, air yang
telah digunakan, tidak dibuang percuma, namun digunakan untuk kebutuhan lain seperti
mencuci mobil, menyiram tanaman dan lain-lain. Selain menggunakan tindakan preventif
dapat juga dilakukan tindakan pengolah air yang dapat dilakukan secara alami maupun
dengan teknologi tertentu [25].
Pengolahan Secara Alamiah
Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan (storage) dari air yang diperoleh dari
berbagai macam sumber, seperti air danau, air kali, air sumur dan sebagainya. Didalam
penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam di tempatnya. Kemudian akan terjadi
pengendapan dari zat-zat yang terdapat didalam air sehingga air akan menjadi jernih.
Pengolahan Air dengan Menyaring

10
Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan dengan kerikil, ijuk dan pasir. Penyaringan
pasir dengan teknologi maju seperti penggunaan sinar ultraviolet dilakukan oleh PAM
(Perusahaan Air Minum) yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.

2.5 Faktor Penyebab Krisis Air Bersih


Ada berbagai penyebab krisis air bersih di kota-kota besar di Indonesia. Pertama,
permasalahan kependudukan. Faktor-faktor yang terkait dengan penurunan kualitas air di
antaranya: (1) Laju pertambahan dan perpindahan penduduk ke perkotaan yang cukup tinggi;
(2) Penggunaan lahan yang tidak memperhatikan konservasi tanah dan air. Pembangunan
gedung-gedung di kota besar banyak yang tidak mematuhi perbandingan lahan terpakai dan
lahan terbuka, sehingga mengganggu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah; (3)
Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan aktivitas domestik, industri, erosi, dan
pertanian; dan (4) Eksploitasi air tanah yang berlebihan yang dilakukan oleh gedung-gedung
perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, apartemen, pengusaha laundry, dan bangunan
lainnya.
Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali berpotensi pula menambah kotoran dan
polusi terhadap sumber-sumber air bersih yang ada, seperti air tanah dan air permukaan di
perkotaan [26]. Badan air seperti sungai, selokan, rawa, dan danau di kota besar masih terus-
menerus dijadikan lokasi akhir pembuangan sampah dan mengalirkan limbah yang pada
akhirnya terakumulasi di laut. Di kotakota besar, sumber air baku umumnya dicemari oleh
limbah industri. Di Sungai Ciliwung misalnya, ditemukan fakta bahwa industri tumbuh subur
di sepanjang tepian Ciliwung dan sejumlah percabangannya. Akibatnya kualitas air Ciliwung
menurun dan tidak bisa digunakan sebagai air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM). Jelas bahwa perilaku manusia yang kurang terarah dan kurang bersahabat dengan
lingkungan berpengaruh terhadap kualitas air [27].
Kedua, masih kecilnya cakupan pelayanan PDAM keseluruh pelosok Indonesia. Secara
umum, pelayanan air bersih di perkotaan di Indonesia sampai tahun 2000 baru mencapai 39%
atau 33 juta penduduk, yang berarti bahwa sekitar 119 juta penduduk belum memiliki akses
terhadap air bersih. Pada saat ini, kinerja pelayanan air bersih di kawasan perkotaan masih
sangat kurang terutama di kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil. Sebagai
contoh, Provinsi DKI Jakarta yang merupakan kota metropolitan, pada tahun 2012 jumlah
penduduk yang terlayani air bersih baru sekitar 61,06% [27].
Ketiga, pengaruh pergantian musim yang menyebabkan pasokan air tidak merata.
Pergantian antara musim hujan dan musim kemarau di Indonesia terlihat menjadi sangat

11
kontras di mana pada musim hujan terjadi banjir tapi pada saat musim kemarau krisis air
bersih. Jakarta merupakan salah satu contoh kawasan perkotaan yang kontras pada kedua
musimnya. Tingginya pertumbuhan penduduk menuntut besarnya penyediaan air bersih.
Ironisnya, di tengah ancaman kelangkaan air tersebut, potensi air hujan di Jakarta yang
mencapai 2.000 juta m3 /tahun tidak teresap optimal karena hanya 26,6% yang teresap ke
dalam tanah dan sisanya 73,4% terbuang sia-sia ke laut [28].

2.6 Mekanisme Distribusi Air Minum dan Air Bersih


2.6.1 Sistem Distribusi Air Minum dan Air Bersih
Sistem distribusi adalah sistem yang langsung berhubungan dengan konsumen, yang
mempunyai fungsi pokok mendistribusikan air yang telah memenuhi syarat ke seluruh daerah
pelayanan [29]. Sistem ini meliputi unsur sistem perpipaan dan perlengkapannya, hidran
kebakaran, tekanan tersedia, sistem pemompaan, dan reservoir distribusi. Sistem distribusi air
minum terdiri atas perpipaan, katup, dan pompa yang membawa air yang telah diolah dari
instalasi pengolahan menuju pemukiman, perkantoran dan industri yang mengkonsumsi air
yang meliputi fasilitas penampung air yang telah diolah (reservoirdistribusi), dan digunakan
untuk mencukupi kebutuhan air meliputi sistem distribusi berdasarkan ketersediaan jumlah
air, sistem penyaluran air, serta kualitas dari keamanan air untuk dapat digunakan sebagai
konsumsi.
Tujuan pokok sistem distribusi air bersih adalah menyalurkan dan memenuhi
kebutuhan air bersih, dengan memperhatikan faktor kualitas dan kuantitas air. Pada umumya,
suplai air bersih disalurkan melalui sistem perpipaan, reservoir, pompa dan dan peralatan
yang lain. Metode dari pendistribusian air tergantung pada kondisi topografi dari sumber air
dan posisi para konsumen berada [29]. Sistem pengaliran yang dipakai adalah sebagai
berikut:
Cara Gravitasi
Cara pengaliran gravitasi digunakan apabila elevasi sumber air mempunyai perbedaan
cukup besar dengan elevasi daerah pelayanan, sehingga tekanan yang diperlukan dapat
dipertahankan. Cara ini dianggap cukup ekonomis, karena hanya memanfaatkan beda
ketinggian lokasi.
Cara Pemompaan
Pada cara ini pompa digunakan untuk meningkatkan tekanan yang diperlukan untuk
mendistribusikan air dari reservoirdistribusi ke konsumen. Sistem ini digunakan jika elevasi

12
antara sumber air atau instalasi pengolahan dan daerah pelayanan tidak dapat memberikan
tekanan yang cukup.
Cara Gabungan
Pada cara gabungan, reservoir digunakan untuk mempertahankan tekanan yang
diperlukan selama periode pemakaian tinggi dan pada kondisi darurat,misalnya saat terjadi
kebakaran, atau tidak adanya energi. Selama periode pemakaian rendah, sisa air dipompakan
dan disimpan dalam reservoir distribusi. Karena reservoir distribusi digunakan sebagai
cadangan air selama periode pemakaian tinggi atau pemakaian puncak, maka pompa dapat
dioperasikan pada kapasitas debit rata-rata.

Gambar.5.1. Sistem Perpipaan. Sumber : Kemenaker, 2007

Sistem penyediaan air bersih ini, harus dapat menyediakan jumlah air yang cukup untuk
kebutuhan yang diperlukan. Dalam sistemnya, penyediaan air bersih harus mampu
menyediakan jumlah air yang cukup untuk kebutuhan yang diperlukan. Unsur-unsur sistem
terdiri dari sumber air, fasiilitas penyimpanan, fasilitas transmisi ke unit pengolahan, fasilitas
pengolahan, fasilitas transmisi dan penyimpanan dan fasilitas distribusi. Menurut Peraturan
Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang sistem pengembangan air minum menyebutkan
bahwa sistem penyediaan air minum menyebutkan bahwa sistem penyediaan air minum
terdiri dari:
 Unit Air Baku
Air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang
dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang
memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum.
 Unit Produksi
Meliputi prasarana dan sarana yang dapat digunakan untuk mengolah air baku menjadi air
minum melalui proses fisik, kimiawi, dan/atau biologi, yang dapat terdiri dari bangunan

13
pengolahan dan perlengkapannya, perangkat operasional, alat pengukuran dan peralatan
pemantauan, serta bangunan penampungan air minum.
 Unit Distribusi
Terdiri dari sarana prasarana pendistribusian air berupa sistem perpompaan, jaringan
distribusi, bangunan penampungan air , alat ukur dan peralatan pemantauan. Unit distribusi
wajib memberikan kepastian kuantitas, kualitas air,dan pengaliran air ke madsyarakat secara
kontinu.
 Unit Pelayanan
Terdiri dari sambungan rumah, hidran umum, dan hidran kebakaran. Untuk mengukur
besaran pelayanan pada sambungan rumah dan hidran umum harus dipasang alat ukur berupa
meter air.

Gambar. 5.2. Sistematika distribusi Air. Sumber ; Kemenaker, 2007

Penyaluran sumber air bersih ke masyarakat, biasanya didistribusikan melalui sistem


transmisi yang meliputi unit pelayanan perpipaan maupun non perpipaan.

a. Saluran peripaan

14
b. Unit Transmisi non perpipaan

Gambar. 5.3 Unit Saluran Perpipan. Sumber : Kemenaker, 2004

15
Tabel.5.4. Unit Transmisi air non perpipaan. Sumber : Kemenaker, 2007

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Manajemen pengelolaan dan pelestarian sumber daya air bersih

Berdasarkan peranan air yang begitu besar dalam kehidupan, air memegang posisi vital
dalam pemenuhan kebutuhan makhluk hidup untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Oleh karena itu, pelestarian dan manajemen sumber daya air bersih serta
pelestariannya sangat penting untuk dilakukan. Kesuksesan sebuah kota sangat tergantung
dari kemampuannya mengatasi problem lingkungan hidup, khususnya dalam penyediaan air
bersih. Tanpa peran campur tangan Pemerintah maupun Pemerintah Daerah dalam
pengelolaan akses terhadap air bersih, akan terjadi konflik sosial yang diakibatkan akses air
bersih [30].

Sumber mata air di Pegunungan Himalaya yang mengalir ke beberapa negara di Asia
Tengah akan berpotensi memunculkan konflik antar negara di masa depan terutama negara-
negara Timur Tengah yang dilalui oleh Sungai Efrat dan Tigris berpotensi saling konflik
untuk memperebutkan air bersih pada kedua sungai tersebut [31].

Berdasarkan hal tersebut, ketidakseimbangan jumlah penduduk dan ketersediaan air


berpeluang menjadi babak baru konflik global dan lokal pada abad ini. Sebagaimana bahan
bakar minyak, sumber daya air juga tidak ada substitusinya. Selain itu, kekhawatiran global
terhadap kelangkaan air. Pada tahun 2050 diprediksikan 1 dari 4 orang akan terkena dampak
dari kekurangan air bersih [32].. Selama ini masyarakat miskin perkotaan telah menjadi
korban ketidakadilan dalam akses terhadap air bersih. Air bersih yang harusnya menjadi
benda atau barang publik, justru bagi kaum miskin perkotaan menjadi barang mewah. Bahkan
dibandingkan dengan kalangan yang mampu, kaum miskin kota membayar lebih mahal.
Pelanggan PDAM di perkotaan misalnya, hanya membayar air minum antara Rp7.000–
Rp8.000 per m3 [28].

Ketika permasalahan krisis air ini terjadi, kunci penyebabnya adalah kurang tersedia
fasilitas penyedia air. Dengan jumlah penduduk yang tinggi maka seharusnya fasilitas

16
penyedia air juga bertambah agar memenuhi kebutuhan warganya. Namun, kenyataan
berbanding terbalik, jumlah penduduk bertambah setiap tahunnya sedangkan fasilitas
penyedia air tidak bertambah. Jika permasalahan ini tidak dilanjuti, maka akan merambat ke
permasalahan yang lebih besar lagi. Contohnya adalah jika krisis air bersih tidak
ditanggulangi secara cepat maka akan menyebabkan tingkat kesehatan warga yang rendah.
Akan muncul berbagai sumber penyakit yang akan sulit diatasi dikarenakan jumlah
penduduknya yang sangat besar dan dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.
Maka, hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan warga untuk mengatasi krisis ini
adalah berkerja sama. Pemerintah bekerja sama dengan warga untuk membangun fasilitas
penyedia air bersih yang layak dan dapat mendistribusikan air dengan cepat agar seluruh
kebutuhan air warga terpenuhi. Warga pun harus bekerja sama dalam membantu
pembangunan pemerintah agar rampung dengan cepat. Selain membantu, warga juga harus
dapat merawat fasilitas penyedia air bersih agar penggunaannya dapat bertahan lama. Pola
pikir dari masyarakat pun harus dapat berubah, hal ini dikarenakan masyarakat masih
cenderung malas untuk membuang sampah di tempatnya. Masyarakat lebih memilih jalan
praktis untuk membuang sampah yaitu dengan membuang ke sungai. Peran pemerintah disini
adalah melalui sosialisasi kepada masyarakat agar mau mengolah sampah dan membuangnya
di tempat yang telah disediakan.
Untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat luas, saat ini terdapat lebih dari 350
industri air minum dalam kemasan dengan produksi lebih dari lima milyar liter per tahun
[19]. Bukan hanya industri air minum dalam kemasan, industri air minum isi ulang juga
tumbuh pesat dan merupakan salah satu alternatif terhadap suplay air minum di kota-kota
besar dengan harga terjangkau. Disisi lain perkembangan air minum isi ulang berpotensi
menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan bila tidak ada regulasi yang efektif. Oleh
Karena itu penting dilakukan manajemen sumber daya air bersih baik secara preventif
maupun dengan menciptakan berbagai inovasi baru serta melakukan pemerataan distribusi air
bersih. Sehingga air bersih dapat tersalurkan secara merata dan dengan melakukan pelestarian
dan manajemen air, ketersediaan air tetap dapat lestari dan pencemaran serta krisis air bersih
dapat teratasi.

17
BAB IV

PENUTUP

IV.I. Simpulan

Air merupakan sumber daya alam yang melimpah di muka bumi serta sangat
dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Dimana kita ketahui, jika air menutupi sekitar 71%
dari permukaan bumi. Secara keseluruhan air di muka bumi, sekitar 98% terdapat di
Samudera dan laut dan hanya 2% yang merupakan air tawar yang terdapat di sungai, danau
dan bawah tanah. Adapun berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementrian lingkungan
Hidup (KLH) pada tahun 2014 bahwa 70-75% sungai di 33 provinsi Indonesia telah tercemar.
Polutan dominan yang mencemari sungai berasal dari limbah domestik (limbah berasal dari
rumah tangga).

World Commission On Water menyatakan bahwa dalam 20 tahun yang akan datang
air yang dibutuhkan untuk konsumsi dunia, baik air minum maupun air bersih untuk mengairi
tanaman sudah tak cukup lagi. Dalam mengatasi krisis kekurangan air tersebut, pemerintah
telah membentuk POKJA-AMPL (Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan)
dengan program kegiatan antara lain Proyek WASPOLA, WSLIC-2, Pro-Air, CWSH,
SANIMAS serta PAMSIMAS. Disamping itu terdapat program AMPL-BM (Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat) yang merupakan pengelolaan yang
menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab. Serta
memperhatikan pengoperasian dan pemeliharaan bangunan pada sistem penyediaan air
minum.

IV.II. Saran

Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan,
baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya maupun penyusunan
materi. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar
dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.

18
Daftar Rujukan

[1] Khalifa, Moustafa , And Bidaisee, Satesh. 2018. The Importance Of Clean Water.
Journal Of Scientific & Technical Research. 8(5) : 2574-1241.
[2] Dinka, Mergersa Olumana. 2018. Safe Drinking Water: Concepts, Benefits, Principles
And Standards.
[3] Vidyasagar, D. 2007. Global Minute: Water And Health – Walking For Water And
Water Wars. Journal Of Perinatology (2007) 27, 56–58.
[4] T.R. Zolnikov. 2018. Drinking Water. Journal Of Autoethnographies On The .....
.Environment And Human Health. Https://Doi.Org/10.1007/978-3-319-69026-1_5.
[5] Khalid, N, Ahmad, A, Dkk. Mineral Composition And Health Functionally Of
Zamzam Water : A Review. 2014. Journal Of Food Properties, 17;661-677. ISSN :
1094-2912.
[6] Aldaful, S. M, Khan, M.A. Water Quality Of Botled Water In The Kingdom Of Saudi
Arabia : A Comparative Study With Riyadh Manucipial And Zamzam Water. Journal
Of.Environmental Science And Health Part A. 2011. 46 (13):1519-1528.
[7] Schroeder, E. D. 1977. Water and wastewater treatment. Mc Graw-Hill: 357
[8] ROSS, D. A. 1970. Introduction to Oceanography. Meredith Corporation, New
York: ...... 106-124.

[9] Zolnikof, T. R. 2018. Drinking Water. Journal Autoethnographies on the Environment


and Human Health.

[10] David C, Grant M. Peran peningkatan kesehatan masyarakat dalam kesehatan uang
....... muka: Amerika Serikat abad kedua puluh. Demografi 2005; 42 (1)
[11] Vidyasagar, D. 2007. Global Minute: Water And Health – Walking For Water And
......... Water .Wars. Journal Of Perinatology (2007) 27, 56–58.

19
[12] Al-Barakah, Aljassas, Abdurahman M., Aly, Anwar A. 2017. Water quality
assessment.and hydrochemical characterization of Zamzam groundwater, Saudi
Arabia. Journal of Application Water Science
[13] UNESCO, 1978 dalam Chow dkk, 1988 dalam Kodoatie dan Sjarief, 2005.
[14] Aziz, Ahmad, Muhammad, Abdul, dan Ibrahim, majdi Fathi. 1997. Khasiat dan ........
Keutamaan Air Zamzami. Jakarta : Lentera Basritama.
[15] Priyonpo. 1991. Teknik Penyehatan “Penyediaan Air Bersih”. Malang : Institut ........
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang)
[16] Bolt, G. H. 1967. Adsorption of Anion by Soil in soil Chemistry. Amsterdam : 91-95.
[17] Ross, D. A. 1970). Introduction to Oceanography. New York :Meredith Corporation.
[18] Sumirat. 1994. Kesehatan Lingkungan. Bandung: Gadjah Mada University Press
[19] Afif, F., Erly, dan Endrinaldi. 2015. Identifikasi Bakteri Escherichia coli Pada Air Minum Isi
Ulang yang Diproduksi Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Padang Selatan (online).
Website: http://jurnal.fk. unand.ac.id.pdf. Diakses pada, 1 Maret 2020
[20] Sunarti, R N. 2015. Uji Kualitas Air Sumur Dengan Menggunakan Metode MPN (Most
Probable Numbers). Bioilmi Vol. 1 No. 1. Website : http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.
php/Alilmi/article/download/58. diakses pada Kamis, 1 Maret 2020
[21] Hamdiyati, Y. 2010. Mikrobiologi Lingkungan (Mikrobiologi Tanah dan Mikrobiologi Air).
Tersedia: Http:// File. Upi. Edu/ Direktori/ Fpmipa/ Jur._ Pend._ Biologi/ 2010/
196611031991012 Yanti_ Hamdiyanti/ Mikrobiologi_ Air. Pdf&Sa= U&Ved. Diakses pada 1
Maret 2020
[22] Nisak, Aulia Jauharum, dkk. 2012. Uji Kualitas Air (online). Website: http://www.scribd.
com/mobile/doc/ujikualitasair.pdf. Diakses pada 1 Maret 2020
[23] Sulistyawati.2003. Studi Kulaitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Tingkat Produsen Di
Kota Semarang. FK UNDIP Skripsi.
[24] Susana, Tjutju. 2003. Air Sebagai Sumber Kehidupan. Journal of Oceana. 3: 17-25)
[25] Kemenaker. 2007. Panduan Sistem Penyediaan Air minum(SPAM) berbasis
masyarakat. Jakarta Selatan : Direktorat Jendral Cipta Karya)
[26] Uitto, J, and Biswas, A. 2000. Water for Urban Areas : Challenges and Perspective.
New York : United Nations University Press
[27] Mulyawan Karim (editor). 2009. Ekspedisi Ciliwung: Laporan Jurnalistik Kompas.
Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

20
[28] PDAM Provinsi DKI Jakarta, “Pemenuhan Kebutuhan Air Perpipaan Masyarakat
Jakarta,” Makalah dalam Seminar Pembinaan dan Pemanfaatan Sumber Daya
Perkotaan di BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 20 November 2012.

[29] Damanhuri, E., (1989). Pendekatan Sistem Dalam Pengendalian dan Pengoperasian
Sistem Jaringan Distribusi Air Minum. )

[30] Swyngedouw, E. 2004, Social Power and Urbanization of Water Flows of Power.
Inggris : Oxford University Press

[31] Wirsing, Stoll, and Jasparro. 2013. International Conflict over Water Resources in
Himalayan Asia.

[32] Gardner, Outlaw and, Engelman. 1997. Sustaining water Easing Scarcy: a Second
Update . Journal of Population Action International

21